Berita BorneoTribun: Antrean BBM hari ini

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

BANNER - Geser keatas untuk melanjutkan
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Tampilkan postingan dengan label Antrean BBM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Antrean BBM. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 April 2026

Gubernur Kalteng Dorong Sistem GPS Awasi Distribusi BBM Hingga SPBU

Pengawasan distribusi BBM dan LPG di Kalteng diperketat dengan teknologi GPS dan koordinasi lintas pihak untuk mencegah antrean panjang serta penyalahgunaan subsidi.
Pengawasan distribusi BBM dan LPG di Kalteng diperketat dengan teknologi GPS dan koordinasi lintas pihak untuk mencegah antrean panjang serta penyalahgunaan subsidi.

Palangka Raya, Kalteng - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai memperketat pengawasan distribusi energi setelah muncul antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Langkah ini dipandang sebagai upaya pencegahan agar gangguan distribusi tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar bagi masyarakat maupun sektor usaha.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan bahwa distribusi BBM maupun gas elpiji kini menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi juga melalui pemanfaatan teknologi modern.

Teknologi GPS Disiapkan Untuk Pantau Distribusi

Dalam upaya meningkatkan transparansi distribusi, pemerintah daerah mempertimbangkan penggunaan teknologi pelacakan berbasis GPS untuk memantau pergerakan distribusi BBM.

Selain itu, dokumentasi lapangan serta pengawasan langsung hingga ke tingkat SPBU akan menjadi bagian dari sistem kontrol yang diperkuat.

Langkah ini dinilai penting karena dalam beberapa waktu terakhir terjadi antrean pengisian BBM di sejumlah wilayah, khususnya di Kota Palangka Raya.

Kondisi tersebut menjadi sinyal awal bahwa distribusi energi harus segera dibenahi agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. 

Salah satu strategi yang disiapkan adalah pengaturan waktu pelayanan antara BBM subsidi dan non-subsidi di SPBU.

Pengaturan ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan antrean dan mencegah terjadinya penumpukan kendaraan dalam satu waktu.

Pemerintah juga menekankan bahwa subsidi harus tepat sasaran, sehingga peluang penyalahgunaan dapat diminimalkan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda dalam rapat koordinasi yang membahas potensi dampak kenaikan harga BBM terhadap kondisi ekonomi daerah.

Berdasarkan data pemerintah daerah, kebutuhan BBM di Kalimantan Tengah tergolong besar karena aktivitas ekonomi yang didominasi sektor perkebunan, pertambangan, dan pertanian.

Pasokan energi didukung oleh beberapa depot distribusi yang tersebar di wilayah Pulang Pisau, Sampit, dan Pangkalan Bun.

Namun, pemerintah menilai distribusi harus disesuaikan dengan kebutuhan nyata di setiap daerah, terutama di wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi.

Dengan penyesuaian distribusi tersebut, pasokan BBM dan LPG diharapkan lebih merata dan tepat sasaran.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden memastikan pasokan BBM dan elpiji di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman.

Pemerintah daerah terus menjalin koordinasi intensif dengan PT Pertamina dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi maupun LPG ukuran 3 kilogram juga akan diperketat.

Selain itu, tindakan tegas akan dilakukan terhadap praktik penimbunan atau kecurangan yang merugikan masyarakat.

Pemerintah menilai komunikasi publik yang terbuka menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial.

Informasi yang jelas mengenai kondisi pasokan energi diyakini mampu mencegah kepanikan masyarakat, terutama saat muncul isu kenaikan harga atau keterbatasan pasokan.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap distribusi energi di Kalimantan Tengah tetap berjalan lancar dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

FAQ

Mengapa antrean BBM terjadi di beberapa wilayah Kalteng?

Antrean diduga terjadi akibat tingginya permintaan, distribusi yang belum merata, serta kemungkinan adanya penyalahgunaan BBM subsidi.

Apa langkah utama pemerintah untuk mengatasi masalah distribusi BBM?

Pemerintah memperketat pengawasan distribusi, menggunakan teknologi GPS, mengatur pola pelayanan SPBU, dan meningkatkan koordinasi dengan Pertamina.

Apakah pasokan BBM dan LPG di Kalteng masih aman?

Pemerintah daerah menyatakan pasokan masih aman dan terus dipantau melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Mengapa pengawasan LPG 3 kg menjadi prioritas?

Karena LPG 3 kg merupakan subsidi pemerintah yang harus tepat sasaran agar benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

Apa manfaat penggunaan teknologi GPS dalam distribusi BBM?

GPS membantu memantau jalur distribusi secara real-time sehingga potensi penyimpangan dapat segera terdeteksi.

Rabu, 18 Maret 2026

Pemkot Singkawang Atur Pembelian BBM, Motor dan Mobil Dibatasi Volume Harian

Pemkot Singkawang batasi jam operasional SPBU sampai pukul 00.00 WIB dan volume BBM per kendaraan buat atasi antrean panjang dan distribusi lebih merata. (Gambar ilustrasi AI)
Pemkot Singkawang batasi jam operasional SPBU sampai pukul 00.00 WIB dan volume BBM per kendaraan buat atasi antrean panjang dan distribusi lebih merata. (Gambar ilustrasi AI)

Singkawang – Eh, Sobat Singkawang! Kabar terbaru nih, Pemkot Singkawang lagi ambil langkah cepat buat atasi antrean panjang BBM di SPBU. Jadi, mulai sekarang jam operasional SPBU cuma sampai pukul 00.00 WIB aja, guys.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, bilang kebijakan ini sementara aja, sampai distribusi BBM dan antreannya normal lagi. “Pembatasan jam operasional ini sifatnya sementara sampai kondisi antrean BBM kembali normal,” ujarnya santai waktu ditemui di Singkawang, Selasa kemarin.

Langkah ini diatur lewat Surat Edaran yang sudah disepakati bareng Forkopimda, pihak Pertamina, dan pengelola SPBU. Jadi, bukan asal-asalan, bro. Tujuannya jelas, buat ngeredain fenomena panic buying yang bikin permintaan BBM naik gila-gilaan.

Selain batasi jam, Pemkot juga ngatur volume pembelian BBM jenis Pertalite:

  • Motor <125 cc: maksimal 3 liter per hari

  • Motor >125 cc: maksimal 5 liter per hari

  • Mobil/roda empat: maksimal 30 liter per hari

“Kebijakan ini biar distribusi lebih merata dan antrean panjang di SPBU nggak makin parah,” jelas Pak Wali Kota.

Yang seru, kendaraan pelayanan publik tetep jadi prioritas, lho. Ambulans, mobil pemadam kebakaran, sampai truk sampah bisa lebih gampang isi BBM tanpa ribet.

Biar aturan jalan lancar, TNI-Polri juga siap-siap di tiap SPBU buat ngawasin. Bahkan, ada jalur khusus buat beli BBM pakai jeriken, tapi harus bawa surat rekomendasi dari instansi terkait, ya.

Pak Wali juga ngingetin ke masyarakat supaya tenang dan beli BBM secukupnya aja, jangan panik, supaya distribusi lancar dan antrean nggak makin panjang.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.