BorneoTribun
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

BERITA TERBARU 1-13

TEMPAT CADANGAN

Berita 14-20

YOUTUBE

Berita 21-24

Berita 25-34

Berita 40-43

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Sabtu, 23 Mei 2026

Ketua PGRI Kalbar Ajak Guru Siap Hadapi Perkembangan Zaman

Foto: Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Barat Dr. Muhammad Firdaus, M.Pd 

KUBU RAYA - Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Barat Dr. Muhammad Firdaus, M.Pd mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan kualitas diri menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan dunia pendidikan.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri pembukaan Konferensi Kerja Kabupaten I (KONKERKAB I) PGRI Kabupaten Kubu Raya di Hotel Dangau, Sungai Raya, Sabtu, 23 Mei 2026.

Menurut Firdaus, guru memiliki peran penting dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.  

“Guru harus siap menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan zaman di era digitalisasi,” katanya.

Ia juga menegaskan PGRI harus menjadi wadah perjuangan guru sekaligus mitra pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kalimantan Barat.  

Selain itu, Firdaus menyoroti pentingnya perhatian terhadap guru honorer yang masih dibutuhkan di berbagai daerah. (Jm)


Jumat, 22 Mei 2026

Polres Kubu Raya Gelar Pemakaman Kedinasan untuk IPTU Suyoto

Foto: Penghormatan Terakhir Polres Kubu Raya Antar IPTU Suyoto ke Peristirahatan Terakhir

KUBU RAYA - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya tengah diselimuti duka mendalam. Salah satu putra terbaiknya, IPTU Suyoto, telah berpulang ke Rahmatullah. Sebagai bentuk penghormatan terakhir atas dedikasi dan darma bakti almarhum, Polres Kubu Raya menggelar upacara pemakaman secara kedinasan yang berlangsung khidmat pada Jumat, 22 Mei 2026 pagi.

Prosesi pelepasan jenazah diawali dengan kegiatan sambang duka yang dipimpin langsung Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H., di rumah duka yang berlokasi di Jl. Bina Jaya, Komplek Soja Budi Utama Bhakti No. Cc 9, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, sekitar pukul 08.00 WIB.

Turut hadir dalam ketatalaksanaan sambang duka tersebut Wakapolres Kubu Raya KOMPOL Andri Syahroni, S.I.P., M.M., jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kubu Raya, serta puluhan personel Polres Kubu Raya yang datang memberikan penghormatan terakhir kepada rekan sejawat mereka.

Seusai prosesi pelepasan di rumah duka, jenazah almarhum IPTU Suyoto kemudian diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Perdamaian, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Di lokasi pemakaman, Wakapolres Kubu Raya KOMPOL Andri Syahroni, S.I.P., M.M., bertindak langsung sebagai inspektur upacara memimpin jalannya pemakaman secara kedinasan. Isak tangis keluarga dan kerabat menyelimuti suasana saat tembakan salvo diletuskan sebagai simbol penghormatan tertinggi Korps Bhayangkara kepada almarhum.

Dalam prosesi pemakaman tersebut, Wakapolres Kubu Raya membacakan amanat tertulis dari Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika. Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan rasa terkejut dan duka yang mendalam atas kepergian almarhum yang dinilai sangat mendadak.

"Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah keluarga kita, rekan kita Almarhum IPTU Suyoto menuju tempat peristirahatan terakhir. Kabar duka ini sangat mengejutkan dan menyedihkan perasaan kita semua. Namun, sebagai umat beragama yang percaya akan kuasa-Nya, sudah selayaknya kita menerima dengan ikhlas setiap keputusan dan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa," ujar KOMPOL Andri Syahroni saat membacakan amanat Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres Kubu Raya melalui Wakapolres menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan, sembari mendoakan agar diberikan ketabahan dan kesabaran yang ekstra dalam menghadapi ujian ini.

"Almarhum sepanjang hayatnya adalah seorang Bhayangkara yang telah mendarma-baktikan diri pada Polri, bangsa, dan negara dengan mengorbankan segala yang ada padanya. Dedikasi tersebut patut menjadi suri tauladan bagi kita semua yang masih bertugas. Mari kita bersama-sama mengantar almarhum menuju tempat peristirahatan terakhirnya dengan doa terbaik," tutupnya.

Upacara pemakaman kedinasan ini berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Kepergian IPTU Suyoto meninggalkan rekam jejak pengabdian yang bersih dan penuh integritas, sebuah warisan kehormatan yang akan selalu dikenang oleh keluarga besar Polres Kubu Raya. (Tim)


SPPG Teluk Batang Kayong Utara Pakai Alat IPAL Bekas, Limbahnya Ngalir ke Selokan

Foto : Dapur MBG kecamatan Teluk Batang Kayong Utara 

KAYONG UTARA - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kecamatan Teluk Batang kabupaten Kayong Utara menerima pemberian alat bekas untuk dipakai kembali sebagai alat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) SPPG tersebut. 

Berdasarkan pantauan, jaringan pipa dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dipasang mengarah ke selokan tepi jalan raya kota Teluk Batang, persisnya terpasang di samping gedung SPPG ini. 

Warga sekitar gedung ini resah dengan limbah dari dapur ini. Mereka mengeluhkan limbah air bekas pencucian mengalir langsung kedalam parit berimbas muncul bau tak sedap sampai masuk rumah warga.

"Pipa paralon buang air ngalir langsung dalam parit, kekadang sampah sisa makanan juga dibuang sembarang, baunye buat sakit napas," ujar Ujang warga Teluk Batang yang rumahnya tak jauh dari dapur ini. 

Atas seringkali keluhan warga, aktivis di Teluk Batang mengungkapkan fakta temuan yang diperoleh mereka atas dugaan potensi pelanggaran dari dapur ini. 

Menurut Imran dari aktivis Paralegal, mengungkap kalau alat IPAL yang dipakai  dapur MBG ini berasal dari pemberian pihak Puskesmas Teluk Batang. 

Sehingga pihaknya meragukan standar IPAL yang dipakai sebab IPAL itu adalah produk bekas yang sudah dipakai untuk buang limbah Puskesmas. Menurut Imran, hal ini berpotensi pelanggaran aturan dan menipu Badan Gizi National (BGN). 

"Kami sangsikan pemakaian barang bekas untuk alat IPAL dapur ini. Standarnye sudah pasti tercemar bakteri dari masyarakat yang berobat, kan awalnye dipakai Puskesmas, maka kami pertanyakan hasil uji laboratorium mereka atas kehigienisan IPAL yang terpasang,"ujar Imran. 

Pipa samping gedung SPPG ngarah langsung ke rumah warga 

Menurut Imran berdasarkan ketentuan standar lingkungan, ketentuan penggunaan alat IPAL adalah wajib sebagai alat pengolah limbah cair domestik dapur, termasuk lemak (grease trap) dan sisa makanan sebelum dibuang ke lingkungan.

"BGN sebenarnya sudah membuat syarat ketat terkait IPAL ini, wajib dimiliki oleh setiap SPPG sebelum beroperasi, dan barangnye harus sesuai standar, dak boleh bekas," katanya. 

Upaya konfirmasi terkait persoalan ini sudah dilakukan kepada pihak pengelola, sejauh ini mereka pilih bungkam. 

Pihak Paralegal meminta dapur MBG yang dikelola yayasan Tengkawang Kasih Sebalo ini disetop sementara sampai cara menyajikan menu dan IPAL dinilai bagus oleh BGN. 

"BGN Kalbar sebaiknya setop dapur MBG Yayasan Tekawang Kasih Sebalo ini, evaluasi ulang sebelum ada peristiwa keracunan," tandasnya. (*)

Polres Sekadau Gelar Sertijab Sejumlah Pejabat Strategis

Foto: Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Strategis 

SEKADAU - Polres Sekadau melaksanakan upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah pejabat strategis di halaman Mapolres Sekadau, Jalan Merdeka Timur, Jumat, 22 Mei 2026.

Upacara yang dipimpin langsung Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama itu dihadiri Wakapolres Kompol Samsul Bakri, para pejabat utama, dan personel Polres Sekadau.

Sertijab dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Kalbar Nomor: Kep/179/V/2026 tanggal 6 Mei 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Kalbar.

Dalam mutasi tersebut, jabatan Kabaglog Polres Sekadau resmi diserahterimakan dari AKP Koderi kepada AKP Dhanie Sukmo Widodo. Sebelumnya, AKP Dhanie Sukmo Widodo menjabat Kasat Resnarkoba Polres Melawi, sedangkan AKP Koderi mendapat penugasan baru sebagai Kasubbagdalops Bagops Polres Sekadau.

Jabatan Kasat Resnarkoba Polres Sekadau juga berganti dari IPTU Robianto kepada AKP Sagi. Sebelum menjabat di Polres Sekadau, AKP Sagi bertugas sebagai Kasat Resnarkoba Polres Kubu Raya. Sementara IPTU Robianto selanjutnya mendapat penugasan sebagai Kasat Resnarkoba Polres Sanggau.

Selain itu, AKP Triyono yang sebelumnya menjabat Kasi Humas Polres Sekadau mendapat penugasan baru sebagai Kapolsek Sengah Temila Polres Landak. Sementara jabatan Kasi Humas Polres Sekadau akan ditetapkan sesuai kebutuhan organisasi.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama menyebut mutasi jabatan sebagai bagian dari proses pembinaan dan pengembangan karier personel di lingkungan Polri.

“Pergantian jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bentuk kepercayaan pimpinan dan pengembangan karier personel. Saya mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya, serta berharap pejabat baru dapat meneruskan dan meningkatkan kinerja yang telah berjalan baik,” ujar Kapolres.

Rangkaian sertijab ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan didampingi rohaniawan, penandatanganan berita acara sertijab, berita acara sumpah jabatan, serta pakta integritas.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan acara pisah sambut pejabat lama dan pejabat baru di Aula Bhayangkara Patriatama Polres Sekadau, disertai penyerahan cinderamata sebagai bentuk penghargaan dan kebersamaan di lingkungan Polres Sekadau. (Tim)


Antusias Masyarakat Tanjungpura Terima Kunjungan Pangdam XII/TPR

Penyerahan pusaka Badik kepada Pangdam XII/Tanjungpura, dari tokoh adat Putra Penyangga Tanjungpura, Rion Sardi berlokasi di komplek makam raja dan Ulama di desa Tanjungpura

KETAPANG  - Masyarakat desa Tanjungpura kecamatan Muara Pawan kabupaten Ketapang antusias menerima kunjungan kerja Panglima Kodam (Pangdam) XII Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito ke makam Raja dan ulama Islam di desa Tanjungpura pada Rabu 20 Mei 2026.

Dalam kesempatan itu, Pangdam diterima salah seorang tokoh adat masyarakat Rion Sardi. Lelaki dengan gelar adat Putra Penyangga Tanjungpura itu memberikan sebilah badik pusaka sebagai pelindung diri. 

Menurutnya, badik ini adalah pusaka kuno warisan leluhur masyarakat yang berdiam aliran sungai Pawan dimana makam Tanjungpura berada. Pemberian ini juga sebagai simbol pengikat persaudaraan masyarakat Melayu Tanjungpura. 

"Saya mewakili masyarakat pesisir menyerahkan Badik pusaka kepada bapak Jendaral Novi.  Badik ini adalah simbol tolak bala, atau istilahnya Pengkeras diri," ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, pria yang sehari hari bertugas sebagai anggota DPRD Ketapang ini berterima kasih atas kunjungan Jenderal Novi. Dirinya berharap, dengan ziarah ke makam ulama  ini,situs-situs sejarah, budaya dan agama dapat terus dipelihara dan dijaga oleh setiap orang dan setiap generasi. 

"Sebagai anggota DPRD, saya meminta Pemda Ketapang terus merawat cagar sejarah dan budaya di seluruh daerah di kabupaten Ketapang ini, Pemda harus mengalokasikan anggaran pemeliharan maupun perawatan," katanya. 

Dalam kunjungan Pangdam itu, rangkaian acara dilakukan secara ritual adat melayu dan Islam, dengan tepung tawar, silat dan lantunan ayat suci Al Quran. Kunjungan Pangdam ditutup dengan sesi foto bersama masyarakat. (*)

Kamis, 21 Mei 2026

Polres Landak Gelar Sertijab Pejabat Utama dan Kapolsek Jajaran

Foto: Sertijab Pejabat Utama dan Kapolsek Jajaran Polres Landak 

LANDAK - Polres Landak menggelar kegiatan serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama dan kapolsek jajaran pada Kamis, 21 Mei 2026 siang. Kegiatan berlangsung di Aula BKPM Polres Landak mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Acara sertijab dipimpin langsung oleh Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari dan dihadiri Wakapolres Landak KOMPOL Syaiful Bahri, para pejabat utama Polres Landak, para kapolsek jajaran, serta anggota Polres Landak.

Dalam mutasi tersebut, sejumlah pejabat mendapatkan penugasan baru di lingkungan Polda Kalbar maupun Polres Landak. 

AKP Triyono, S.H yang sebelumnya menjabat Kasi Humas Polres Sekadau kini dipercaya menjabat Kapolsek Sengah Temila Polres Landak.

IPTU Eko Kurniawan, S.H., M.H yang sebelumnya menjabat Ps Kapolsek Kuala Behe Polres Landak mendapat jabatan baru sebagai Ps Kasubsibansidik Sikorwas PPNS di Reskrimsus Polda Kalbar. Posisinya digantikan IPTU Handoko Warih yang sebelumnya menjabat Kaur Bin Ops Satlantas Polres Mempawah.

Pergantian jabatan juga terjadi di posisi Kasat Intelkam Polres Landak. AKP Hengky Gunawan, S.H yang sebelumnya menjabat Kasat Intelkam Polres Landak kini mengemban tugas baru sebagai Kasat Intelkam Polres Sintang. Jabatan tersebut selanjutnya dipercayakan kepada IPTU Hendra Darwiliyas Safri, S.T., M.H yang sebelumnya bertugas sebagai Pamin 6 Subbagrenmin Ditintelkam Polda Kalbar.

IPDA Paskarianto yang sebelumnya menjabat Ps Kapolsek Mempawah Hulu Polres Landak kini menjadi Pama Polres Landak. Jabatan Kapolsek Mempawah Hulu selanjutnya diisi IPTU Freddy Surya Purnama, S.H., M.H yang sebelumnya menjabat Kanit 3 Sat Intelkam Polres Kubu Raya.

Rotasi jabatan lainnya yakni AKP Teguh Supriyadi yang sebelumnya menjabat Kasatsamapta Polres Landak kini menjabat Ps Kabaglog Polres Landak. Posisi Kasatsamapta selanjutnya diisi AKP Zulianto yang sebelumnya menjabat Kasat Binmas Polres Landak.

Sedangkan jabatan Kasat Binmas Polres Landak kini dipercayakan kepada IPTU Andreas Quinn Hartono Putra, S.Tr.K., M.H yang sebelumnya menjabat Kaurbinopsnal Sat Reskrim Polres Landak.

Sementara IPTU Modetus Edi Damianus yang sebelumnya menjabat Ps Kanit Intelkam Polsek Ngabang mendapat jabatan baru sebagai Pama Polres Landak.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari dalam sambutannya menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang biasa dalam institusi Polri sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan pengembangan karier personel.

“Mutasi jabatan merupakan bentuk kepercayaan pimpinan kepada personel untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan kinerja organisasi. Saya berharap seluruh pejabat yang baru dilantik dapat segera menyesuaikan diri dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional serta humanis dalam melayani masyarakat,” ujar Kapolres Landak.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Polres Landak serta berharap pejabat baru mampu membawa inovasi positif dalam pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polres Landak. (Hr)


Kejati Kalbar Gelar FGD Evaluasi Pelaksanaan Restorative Justice, Bahas Rekomendasi Kebijakan Nasional

Foto: FGD Evaluasi Pelaksanaan Restorative Justice Kejaksaan Tinggi Kalbar 

PONTIANAK - Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menjadi lokasi pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Evaluasi Pelaksanaan Restorative Justice (RJ) pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Baharuddin Lopa dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan RI, Agus Sahat Lumban Gaol, SH, MH, yang sekaligus menjadi keynote speaker.

Sesjampidum menegaskan bahwa restorative justice bukan sekadar penghentian penuntutan perkara. Pendekatan ini merupakan upaya pemulihan hubungan sosial, penyelesaian konflik, pemulihan korban, serta tanggung jawab pelaku secara berkeadilan dan humanis. 

Selama enam tahun implementasi, ribuan perkara berhasil diselesaikan melalui pendekatan restorative justice. Namun, Kejaksaan masih menghadapi tantangan berupa perbedaan persepsi pelaksanaan di lapangan, penyesuaian regulasi pasca KUHAP 2025, penguatan kapasitas jaksa mediator, serta integrasi teknologi informasi dan data perkara.

FGD ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan dan rencana aksi yang aplikatif guna memperkuat pelaksanaan restorative justice sebagai bentuk penegakan hukum modern yang mengedepankan kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan bagi masyarakat.

Pelaksanaan restorative justice masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya:

- Perbedaan persepsi dalam implementasi di lapangan

- Penyesuaian kebijakan pasca berlakunya KUHAP Tahun 2025

- Penguatan kapasitas jaksa sebagai mediator yang profesional dan berintegritas

- Integrasi teknologi informasi dan data perkara guna menjamin akurasi, akuntabilitas, serta mencegah penyalahgunaan mekanisme restorative justice

FGD ini dinilai strategis karena mempertemukan praktisi, akademisi, dan masyarakat dalam ruang diskusi konstruktif guna menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif, realistis, dan menjawab kebutuhan penegakan hukum ke depan. Sebagai Program Prioritas Nasional yang dipantau Kementerian PPN/Bappenas, evaluasi kebijakan restorative justice diharapkan menghasilkan langkah konkret dan rencana aksi terukur untuk memperkuat reformasi penuntutan yang humanis, adaptif, profesional, dan berintegritas.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Dr. Emilwan Ridwan menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung RI atas terselenggaranya forum strategis tersebut. Menurutnya, FGD ini tidak sekadar menjadi sarana evaluasi pelaksanaan restorative justice, tetapi juga ruang intelektual untuk merumuskan arah kebijakan penegakan hukum yang lebih responsif terhadap rasa keadilan yang hidup di tengah masyarakat atau living law.

Kejati Kalbar menegaskan bahwa restorative justice merupakan terobosan penting dalam sistem peradilan pidana yang menempatkan hukum tidak hanya sebagai instrumen penghukuman, tetapi juga sebagai sarana pemulihan, rekonsiliasi, dan harmonisasi sosial. Pendekatan ini sejalan dengan karakter masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai musyawarah, perdamaian, gotong royong, serta penyelesaian konflik yang mengedepankan keseimbangan hubungan antarwarga.

“Penegakan hukum yang ideal bukan hanya mampu menghadirkan kepastian hukum, tetapi juga harus menangkap denyut keadilan yang hidup di tengah masyarakat. Hukum tidak boleh terlepas dari nilai, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi fondasi kehidupan sosial. Oleh karena itu, evaluasi terhadap pelaksanaan restorative justice menjadi penting untuk memastikan kebijakan yang dibangun benar-benar selaras dengan kebutuhan dan rasa keadilan masyarakat,” ujarnya.

Keberhasilan restorative justice tidak semata diukur dari jumlah perkara yang diselesaikan melalui penghentian penuntutan. Keberhasilan lebih tercermin dari kemampuan memulihkan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat, menghilangkan potensi konflik berkepanjangan, serta mengembalikan keseimbangan sosial yang terganggu akibat suatu tindak pidana.

FGD ini juga menegaskan komitmen Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang tidak hanya bekerja berdasarkan teks peraturan, tetapi memahami konteks sosial, budaya, dan nilai-nilai yang hidup di masyarakat. Hukum yang kuat adalah hukum yang mampu menjaga ketertiban, menghadirkan keadilan, serta tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi ruh kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan FGD menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktur A pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan RI Dr. Hari Wibowo, SH, MH, dan Dr. H. Aswandi, SH, MHum dari Universitas Tanjungpura yang mewakili Dekan Fakultas Hukum Untan. 

Hadir pula tokoh yang mewakili Ormas Melayu, Rektor UPB, Panglima Muda DPD Kota Pontianak, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Sungai Beliung, dan Ormas IKBM. Para peserta menyatakan dukungan terhadap FGD yang melibatkan unsur masyarakat sebagai bahan masukan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan evaluasi pelaksanaan restorative justice.


Kompolnas RI Kunjungi Polres Kubu Raya, Dorong Pelayanan Publik yang Profesional dan Akuntabel

Foto: Kompolnas RI Kunjungi Mapolres Kubu Raya, Kalbar 

KUBU RAYA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja strategis ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Kamis (21/5/2026) pagi. 

Kunjungan ini berfokus pada pengumpulan data komprehensif terkait Sumber Daya Manusia (SDM), sarana-prasarana (sarpras), hingga optimalisasi serapan anggaran di jajaran Polres Kubu Raya guna memastikan pelayanan publik berjalan prima, modern, dan akuntabel.

Pertemuan yang berlangsung di Aula Mapolres Kubu Raya ini dihadiri Anggota Kompolnas RI Gufron, S.H.I., M.Hub.Int., didampingi Kasubbag Pemantauan dan Evaluasi SKM Kompolnas RI AKBP Dicky Hermansyah, S.H., S.I.K., M.H., Anggota Kompolnas RI Ekin Natanael Tarigan, serta Staf Kompolnas RI Rehbuna Febrianto Lubis, S.H.

Kehadiran tim pengawas eksternal tersebut disambut oleh AKM Tk. III Itwasda Polda Kalbar Kombes Pol Abdul Rosid, Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H., beserta seluruh Pejabat Utama (PJU) Polres Kubu Raya.

Dalam sambutannya, Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan momentum krusial dan wujud perhatian besar Kompolnas terhadap penguatan institusi kepolisian di tingkat wilayah. Evaluasi berkala dinilai menjadi mesin penggerak utama untuk terus memperbaiki mutu pelayanan kepada masyarakat.

“Kehadiran Kompolnas RI adalah bentuk perhatian dan dukungan nyata bagi kami di Polres Kubu Raya untuk terus menaikkan kelas pelayanan publik. Ini forum yang sangat baik guna mengevaluasi potret pelayanan yang telah berjalan, agar visi kepolisian yang profesional, akuntabel, dan humanis tidak sekadar menjadi jargon, melainkan realitas yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Kubu Raya,” ujar AKBP Kadek Ary Mahardika.

Kadek Ary menambahkan, pihaknya membuka seluruh data operasional secara transparan agar dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi objektif bagi Kompolnas RI.

Anggota Kompolnas RI Gufron, S.H.I., M.Hub.Int., memaparkan bahwa mandat utama Kompolnas adalah membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan kelembagaan serta mengawal pelaksanaan tugas Polri. Oleh sebab itu, potret utuh mengenai dinamika kewilayahan sangat dibutuhkan agar kebijakan pusat sejalan dengan kebutuhan riil di daerah.

“Rekomendasi kebijakan yang konstruktif dan objektif tidak bisa lahir dari balik meja. Ia harus dibangun dari kondisi nyata dan empiris di lapangan. Polres Kubu Raya ini adalah satuan kewilayahan yang relatif masih muda, berusia kurang lebih 7 tahun. Tentu memiliki karakteristik, dinamika, tantangan, serta kebutuhan organisasi tersendiri,” kata Gufron.

Gufron mengajak jajaran Polres Kubu Raya berdialog terbuka mengenai tantangan multidimensi yang dihadapi, mulai dari aspek geografis, sosiologis, hingga konstelasi ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan (Ipoleksosbudkam).

Dalam pemaparan formal, Kapolres Kubu Raya membedah kondisi wilayah hukumnya secara menyeluruh:

1. Kriminologi dan Penegakan Hukum: Kabupaten Kubu Raya menempati peringkat ketiga tingkat kriminalitas di Kalbar, didominasi kasus pencurian dan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Langkah pencegahan dan penegakan hukum Satreskrim dinilai berjalan baik.

2. Urgensi Satuan Polairud: Mengingat wilayah Kubu Raya didominasi kepulauan dan jalur perairan, Polres mengajukan urgensi pembentukan Satuan Polairud untuk memaksimalkan pengamanan perairan.

3. Fokus Lahan Gambut dan Karhutla: Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan menjadi fokus utama mengingat topografi Kubu Raya didominasi lahan gambut yang rentan. Program “Gerakan Indonesia Asri” juga diakselerasi bersama Pemkab Kubu Raya.

4. Manajemen Sosial-Ekonomi dan Lalu Lintas: Polres memitigasi potensi gesekan sosial di sektor perkebunan sawit serta mengintervensi angka kecelakaan lalu lintas melalui manajemen keselamatan jalan oleh Satlantas.

5. Komunikasi Publik dan Penguatan Komunitas: Optimalisasi fungsi Bhabinkamtibmas, respons cepat layanan 110, dan komunikasi aktif dengan tokoh agama, adat, dan masyarakat.

Merespons paparan tersebut, Anggota Kompolnas RI Gufron memberikan tiga poin penekanan strategis:

1. Penebalan Keamanan di Titik Rawan: Peningkatan patroli, penguatan deteksi dini, dan kehadiran personel preventif di lokasi rawan.

2. Transformasi Humas di Era Digital: Optimalisasi fungsi kehumasan melalui media sosial untuk menyajikan informasi cepat, akurat, edukatif, dan humanis.

3. Pelayanan Responsif dan Transparan: Pelayanan yang responsif, transparan, adil, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan kepercayaan publik.

Kunjungan kerja ditutup dengan diskusi interaktif antara Tim Kompolnas RI dan jajaran PJU Polres Kubu Raya. Masukan yang dihimpun akan menjadi bahan rekomendasi kebijakan nasional untuk mendukung Polri yang semakin modern dan terpercaya. (Tim)


Rabu, 20 Mei 2026

Wanita yang Dilaporkan Tenggelam di Pangkalan Telok Nanga Tayap Ditemukan 270 Meter Dalam Kondisi Tewas

Foto : Evakuasi jasad Maga, wanita yang dilaporkan pada Selasa semalam tenggelam di sungai di desa Pangkalan Telok, Nanga Tayap oleh TIM SAR 

KETAPANG - Tim SAR gabungan berhasil menemukan Maga (34), warga Desa Pangkalan Telok, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat mandi di Sungai Kinjil, Dusun Sungai Kinjil.

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada koordinat sekitar 270 meter dari lokasi kejadian awal. Selanjutnya korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Ayub dalam laporan operasi SAR.

Dia mengatakan, korban ditemukan pada Rabu malam, 20 Mei 2026 sekitar pukul 20.45 WIB dalam keadaan jasad mengapung arah hilir dari titik awal kejadian.

Jasad Maga ditemukan setelah dua hari operasi pencarian. Proses saat ini, Tim SAR menyerahkan jasad korban langsung kepada pihak keluarga. 

"Setelah ditemukan, korban dievakuasi pada pukul 20.50 WIB dan dibawa ke rumah duka." ujarnya.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 21.00 WIB. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing.

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi pencarian antara lain Pos SAR Ketapang, BPBD Ketapang, Polsek Nanga Tayap, Koramil Nanga Tayap, Satpol PP Ketapang, perangkat Desa Pangkalan Telok, masyarakat, serta keluarga korban. (*)







Selasa, 19 Mei 2026

45 Pelajar Kaltara Jalani Seleksi Ketat Demi Lolos Paskibraka Nasional

45 peserta dari lima kabupaten/kota mengikuti seleksi Paskibraka Kaltara 2026 di Tanjung Selor untuk memperebutkan posisi tingkat provinsi dan nasional.
45 peserta dari lima kabupaten/kota mengikuti seleksi Paskibraka Kaltara 2026 di Tanjung Selor untuk memperebutkan posisi tingkat provinsi dan nasional.

Seleksi Paskibraka Kaltara 2026 Jadi Ajang Mencari Putra-Putri Terbaik Daerah

TANJUNG SELOR - Sebanyak 45 pelajar terbaik dari lima kabupaten/kota di Kalimantan Utara mengikuti seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi tahun 2026 di Tanjung Selor. Seleksi berlangsung selama lima hari, mulai 18 hingga 22 Mei 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar proses memilih petugas pengibar bendera untuk upacara kenegaraan. Bagi para peserta, seleksi Paskibraka menjadi ruang pembentukan karakter, disiplin, dan mental kepemimpinan sejak usia muda.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltara, Jonilius, mengatakan peserta seleksi terdiri dari 29 putra dan 16 putri yang mewakili daerah masing-masing di Kaltara.

Mereka akan menjalani berbagai tahapan penilaian, mulai dari kedisiplinan, kemampuan fisik, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental. Dari proses itu nantinya akan dipilih putra-putri terbaik yang berpeluang menjadi anggota Paskibraka tingkat provinsi maupun nasional.

Pembukaan seleksi dilakukan di Ruang Serbaguna Lantai I Kantor Gubernur Kaltara dan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala.

Dalam arahannya, Ingkong Ala menekankan bahwa menjadi anggota Paskibraka tidak hanya soal kemampuan baris-berbaris. Menurutnya, anggota Paskibraka juga harus memiliki integritas, semangat kebangsaan, serta daya tahan mental yang kuat.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti proses seleksi dengan serius dan penuh tanggung jawab. Sebab, para peserta yang lolos nantinya akan membawa nama daerah pada momentum penting peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kita harus memastikan bahwa yang terpilih nantinya benar-benar merupakan putra-putri terbaik Kaltara,” tegasnya.

Pesan itu dinilai penting mengingat Kalimantan Utara merupakan wilayah perbatasan yang memiliki posisi strategis. Pembinaan generasi muda melalui kegiatan seperti Paskibraka menjadi salah satu cara menanamkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air sejak dini.

Selain peserta, panitia dan tim seleksi juga diminta menjaga objektivitas serta integritas selama proses berlangsung. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh tahapan berjalan transparan dan menghasilkan wakil terbaik untuk daerah.

Seleksi Paskibraka sendiri setiap tahun selalu menjadi perhatian di berbagai daerah. Tidak sedikit pelajar yang menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman berharga karena mampu membentuk kedisiplinan, kepercayaan diri, dan jiwa kepemimpinan.

Bagi para peserta di Kaltara, kesempatan mengikuti seleksi tingkat provinsi menjadi langkah awal menuju panggung nasional. Mereka bukan hanya membawa harapan sekolah atau keluarga, tetapi juga kebanggaan daerah masing-masing.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.