Iklan Tutup X

BERITA TERBARU 1-13

TEMPAT CADANGAN

Berita 15-21

YOUTUBE

Berita 22-25

Berita 25-34

Berita 40-43

Senin, 13 Juli 2026

Perhiptani Mempawah Sosialisasikan Aturan Pembelian BBM Bersubsidi, Petani Wajib Kantongi Surat Rekomendasi

Foto: Sosialisasi Peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terkait mekanisme pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk sektor pertanian

MEMPAWAH - Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kabupaten Mempawah menggelar diskusi dan sosialisasi Peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terkait mekanisme pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk sektor pertanian. Kegiatan berlangsung di Wisma Chandramidi Mempawah, Senin 13 Juli 2026.

Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada penyuluh pertanian, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya mengenai tata cara memperoleh BBM bersubsidi sesuai ketentuan. Hal ini dilakukan agar penyaluran BBM tepat sasaran dan tidak terjadi penyalahgunaan.

Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Mempawah Arifin, Kapolres Mempawah yang diwakili Kasat Binmas AKP Amat Dasroni, Sales Branch Manager Fuel 1 Pertamina, Ketua Perhiptani Mempawah Sumadi, Sekretaris Perhiptani Kalimantan Barat Abdul Kadir, para penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani dari berbagai kecamatan.

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa petani diperbolehkan membeli BBM bersubsidi menggunakan jerigen dengan syarat wajib membawa surat rekomendasi dari pemerintah setempat, seperti lurah, camat, maupun Dinas Pertanian. Surat rekomendasi juga dapat diterbitkan untuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Tani (Poktan), Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan kelembagaan petani lainnya.

Selain surat rekomendasi, petani diwajibkan melengkapi data pendukung berupa data alat dan mesin pertanian (alsintan), kebutuhan BBM per hektare atau per hari, data operator alsintan, jadwal penggunaan alat, hingga luas lahan garapan. SPBU diwajibkan melayani pembelian BBM bersubsidi apabila seluruh persyaratan dinyatakan lengkap dan valid.

Forum tersebut juga menegaskan bahwa surat rekomendasi berlaku untuk setiap kegiatan atau musim tanam, mulai dari pengolahan lahan, panen hingga pemompaan air. Jenis alat yang digunakan harus dicantumkan secara spesifik dalam surat rekomendasi. Pengambilan BBM dapat dikuasakan kepada ketua kelompok tani atau pihak lain berdasarkan kesepakatan.

Pihak kepolisian menyatakan siap melakukan pengawalan terhadap pelaksanaan pembelian BBM bersubsidi untuk memastikan proses berjalan tertib, mencegah antrean panjang di SPBU, serta menghindari penyalahgunaan distribusi BBM.

Dalam sosialisasi disampaikan pula bahwa besaran alokasi BBM bersubsidi telah diatur dalam Peraturan BPH Migas Tahun 2025. Penerima subsidi wajib menggunakan BBM sesuai peruntukannya. Pelanggaran terhadap ketentuan dapat berakibat pencabutan surat rekomendasi hingga sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

Petani juga diingatkan untuk memperhatikan aspek keselamatan dalam penyimpanan BBM karena merupakan bahan yang mudah terbakar. Pemerintah memastikan penyaluran solar bersubsidi dilakukan sesuai kuota berdasarkan data usulan yang telah diverifikasi, sehingga kebutuhan BBM sektor pertanian tetap terpenuhi dan mendukung kelancaran aktivitas pertanian di Kabupaten Mempawah. (Tim/Red)

Editor: R. Hermanto 


Alternatif Google AdSense Terbaik untuk Publisher Indonesia

Meta description: Cari tahu berbagai Google Adsense alternatives yang cocok untuk publisher di Indonesia, lengkap dengan contoh penerapan dan langkah praktis memasang iklan di website. (Foto ilustrasi)
Meta description: Cari tahu berbagai Google Adsense alternatives yang cocok untuk publisher di Indonesia, lengkap dengan contoh penerapan dan langkah praktis memasang iklan di website. (Foto ilustrasi)

Banyak pemilik website di Indonesia mengandalkan satu platform saja untuk menghasilkan pendapatan, padahal ada berbagai Adsense alternatives yang bisa memperluas peluang monetisasi. Mengetahui pilihan lain di luar AdSense membantu publisher tetap fleksibel, terutama jika traffic website belum memenuhi syarat ketat AdSense atau jika ingin mendiversifikasi sumber pendapatan. Artikel ini membahas cara memilih google adsense alternatives yang tepat, contoh penerapannya, serta langkah praktis memasang iklan di website.

Mengapa Publisher Indonesia Perlu Mempertimbangkan Platform Lain

Proses review AdSense yang ketat, kebijakan konten yang kaku, dan waktu persetujuan yang lama membuat sebagian publisher di Indonesia mencari opsi lain. Situasi ini wajar, karena setiap platform memiliki kriteria berbeda soal traffic, niche, dan kualitas konten. Mencari best google adsense alternatives bukan berarti meninggalkan AdSense sepenuhnya, melainkan menambah opsi agar pendapatan lebih stabil.

Cara Memilih Website Monetization Platform yang Tepat

Sebelum memutuskan, publisher sebaiknya membandingkan beberapa aspek utama berikut:

Aspek

Yang Perlu Diperhatikan

Syarat traffic

Sebagian platform menerima situs dengan traffic rendah

Format iklan

Banner, native, pop-under, atau interstitial

Minimum payout

Semakin rendah, semakin cepat dana bisa dicairkan

Frekuensi pembayaran

Idealnya dibayar rutin, misalnya dua kali sebulan

Metode pembayaran

Pilihan yang sesuai dengan kebutuhan publisher lokal

Blog Niche Kecil Beralih dari AdSense

Sebuah blog niche gaya hidup dengan traffic sekitar 15.000 kunjungan per bulan sempat ditolak AdSense karena traffic yang dinilai belum stabil. Setelah mendaftar ke Adsterra sebagai salah satu google adsense alternatives, blog tersebut mulai menampilkan iklan native dan pop-under tanpa perlu menunggu proses review yang panjang. Dalam beberapa minggu, pendapatan mulai stabil karena format iklan disesuaikan dengan pola kunjungan pembaca.

Langkah Praktis Memasang Iklan Alternatif di Website

Berikut langkah sederhana untuk mulai memonetisasi website menggunakan platform selain AdSense:

  1. Daftarkan website ke platform pilihan, misalnya Adsterra, lalu tunggu proses verifikasi.

  2. Pilih format iklan yang sesuai dengan tampilan dan jenis konten website.

  3. Pasang kode iklan pada bagian header, sidebar, atau di antara paragraf konten.

  4. Pantau performa iklan selama satu hingga dua minggu pertama.

  5. Sesuaikan penempatan iklan berdasarkan data klik dan tampilan yang diperoleh.

Langkah-langkah ini membantu publisher menguji website monetization platform baru tanpa mengganggu pengalaman pengunjung.

Manfaat Menggunakan Lebih dari Satu Platform Iklan

  • Mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendapatan

  • Membuka peluang monetisasi meski traffic masih terbilang kecil

  • Memberi fleksibilitas format iklan sesuai kebutuhan website

  • Mempercepat proses karena beberapa platform memiliki review yang lebih ringkas

Adsterra menerapkan jadwal pembayaran dua kali dalam sebulan dengan minimum payout mulai dari $5, sehingga publisher dengan traffic menengah pun tetap bisa menikmati pencairan dana secara rutin.

FAQ

Apakah website dengan traffic rendah tetap bisa menggunakan alternatif AdSense?

Bisa, karena beberapa platform tidak menetapkan syarat traffic minimum yang tinggi.

Apakah publisher boleh menggunakan AdSense bersamaan dengan platform lain?

Boleh, selama kebijakan masing-masing platform tidak saling bertentangan.

Format iklan apa yang paling cocok untuk website baru?

Popunder umumnya lebih ramah bagi pengunjung dan mudah diintegrasikan.

Berapa lama biasanya proses review pada platform alternatif?

Umumnya lebih singkat dibanding AdSense, meski tetap bergantung pada kualitas konten website.

Antrean Pertalite di SPBU, Bupati Ketapang Duga Harga Pada Tingkat Pengecer Abnormal

Pemda Ketapang gelar rapat bersama Forkopimda, Hiswana Migas dan Pengelola SPBU menyikapi antrean panjang pada sejumlah SPBU dalam kota Ketapang dan sekitarnya, Senin 13 Juli 2026
Ketapang - Dalam beberapa hari terakhir ini, antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam kota Ketapang dan sekitarnya terus terjadi. 

Diduga penyebab kondisi ini karena harga eceran Pertalite di tingkat kios pengecer meningkat lebih tinggi dari harga normal. Berdasarkan penelusuran, harga Pertalite di lapangan tembus angka 14 hingga 18 ribu perliter pada beberapa titik kios pengecer. 

Merespons kondisi yang terjadi, Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama wakil bupati Jamhuri Amir gelar rapat dengan jajaran pimpinan perangkat daerah (Forkopimda) organisasi Himpunan Pengusaha Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) dan pengelola SPBU. 

"Rapat koordinasi bersama Forkopimda. Saya juga memanggil pihak terkait, Hiswana Migas, serta seluruh pengelola SPBU yang ada di Kabupaten Ketapang. Kita cari tahu apa yang sebenarnya terjadi di lapangan dan apa penyebabnya." kata Alex saat dikonfirmasi wartawan, Senin (13/7/2026) di kantor Bupati Ketapang. 

Menurut Bupati, persoalan yang terjadi bukan karena pasokan Pertalite tidak tersedia, melainkan antrean kendaraan di SPBU yang mengular sehingga menyulitkan masyarakat memperoleh BBM ditambah harga Pertalite yang dijual secara eceran melonjak jauh di atas harga normal.

Alex menegaskan, apabila ditemukan indikasi adanya praktik penimbunan BBM oleh oknum tertentu, Pemda Ketapang bersama aparat penegak hukum akan menindaklanjutinya sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kalau memang ada indikasi penimbunan, tentu akan kita telusuri. Ada konsekuensi hukum sesuai aturan yang berlaku. Karena itu Pak Kapolres juga saya undang dalam rapat ini." tegas Alex.

"Saya memahami apa yang dirasakan masyarakat. Karena itu saya bersama Forkopimda dan seluruh stakeholder akan mengambil langkah-langkah untuk mencari solusi atas persoalan ini." tandasnya. (Jdn)

Rapat Paripurna Jawaban Eksekutif Terhadap Pemandangan Umum Fraksi DPRD Sekadau

Foto: Bupati Sekadau, Aron Menyerahkan Berita Acara Jawaban Eksekutif Terhadap Pemandangan Umum Fraksi DPRD Sekadau Kepada Ketua DPRD Kabupaten Sekadau, Hermanto 

SEKADAU - DPRD Kabupaten Sekadau menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Jawaban/Penjelasan Eksekutif terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Sekadau Tahun Anggaran 2025, Senin 13 Juli 2026.

Dalam rapat tersebut, Bupati Sekadau, Aron menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD yang disampaikan pada 6 Juni 2026 lalu.

“Masukan yang kami terima melalui pandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD akan menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan perbaikan, evaluasi, serta meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat Kabupaten Sekadau,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan, laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD merupakan bagian akhir dari siklus pengelolaan keuangan daerah. Laporan ini sekaligus menjadi bentuk akuntabilitas pemerintah daerah dalam bidang keuangan dan tata kelola pemerintahan, yang pelaksanaannya telah melalui mekanisme dan telah memperoleh Laporan Hasil Pemeriksaan dari BPK.

Secara garis besar, Bupati menanggapi beberapa catatan dari fraksi. Pertama terkait realisasi pendapatan daerah, khususnya Pendapatan Asli Daerah. Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan PAD melalui intensifikasi dan ekstensifikasi seluruh sumber pendapatan, baik dari pajak daerah maupun retribusi daerah.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain: 

1. Kunjungan kerja kepada wajib pajak bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa,

2. Melakukan penyisiran PBB-P2,

3. Pembahasan pembaruan peraturan dan kebijakan terkait kontribusi daerah,

4. Meningkatkan penerimaan melalui penerapan kontribusi pada jual beli TBS melalui kelembagaan, meskipun saat ini masih terkendala regulasi yang ada, dan

5. Optimalisasi pemanfaatan barang milik daerah sesuai peraturan perundang-undangan, termasuk pemanfaatan oleh pedagang lapak.

Pemerintah Kabupaten Sekadau juga terus melakukan percepatan implementasi Peraturan Bupati Nomor 41 Tahun 2025 tentang Tata Cara Alokasi dan Penyaluran Bagi Hasil Pajak Daerah kepada pemerintah desa. 

“Dengan harapan dapat menjadi stimulus yang baik dan dapat membantu daerah dalam meningkatkan penerimaan pajak daerah khususnya PBB-P2. Semua itu dapat berjalan dengan baik tentu butuh dukungan dan kerja keras bersama,” pungkasnya.

Penulis: Novia Anjani

Editor : R. Hermanto


Topan Bavi Bergerak ke China Timur, Evakuasi Massal dan Gangguan Transportasi Tak Terhindarkan

Topan Bavi menghantam China setelah melintasi Jepang dan Taiwan. Lebih dari 1,7 juta warga dievakuasi, ratusan penerbangan dibatalkan, dan aktivitas publik dihentikan.
Topan Bavi menghantam China setelah melintasi Jepang dan Taiwan. Lebih dari 1,7 juta warga dievakuasi, ratusan penerbangan dibatalkan, dan aktivitas publik dihentikan.
Topan Bavi menghantam China setelah melintasi Jepang dan Taiwan. Lebih dari 1,7 juta warga dievakuasi, ratusan penerbangan dibatalkan, dan aktivitas publik dihentikan.
Topan Bavi menghantam China setelah melintasi Jepang dan Taiwan. Lebih dari 1,7 juta warga dievakuasi, ratusan penerbangan dibatalkan, dan aktivitas publik dihentikan.

China dilanda Topan Bavi pada Minggu (12/7) setelah badai tersebut mendarat dua kali di Provinsi Zhejiang, yakni di Kota Taizhou pada Sabtu malam dan kembali menghantam Wenzhou sekitar tengah malam. Otoritas setempat mengevakuasi lebih dari 1,7 juta warga serta menghentikan berbagai aktivitas publik untuk mengurangi risiko bencana.

Topan Bavi sebelumnya melintasi Jepang dan Taiwan sebelum bergerak menuju daratan China bagian timur. Badai itu diperkirakan terus bergerak ke Provinsi Anhui pada Senin sebelum menuju Laut Kuning di utara Semenanjung Shandong pada Selasa, menurut badan prakiraan cuaca setempat.

Pemerintah Provinsi Zhejiang menerapkan langkah antisipasi dengan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar, aktivitas perkantoran, serta berbagai kegiatan luar ruangan. Selain itu, sekitar 400 penerbangan dan puluhan perjalanan kereta api dibatalkan akibat cuaca ekstrem.

Wenzhou yang dihuni sekitar 10 juta penduduk menjadi salah satu kota yang berada di jalur lintasan topan. Pemerintah setempat juga mengevakuasi ratusan ribu warga sebagai upaya mengurangi risiko ketika badai melintas.

Di Beijing, pemerintah memerintahkan evakuasi sekitar 100.000 warga sebagai langkah pencegahan menghadapi dampak cuaca ekstrem yang dipicu Topan Bavi.

Sebelumnya, badai tersebut terbentuk sebagai super topan dengan kecepatan angin mencapai 290 kilometer per jam saat menghantam Guam dan Kepulauan Mariana Utara. Seiring bergerak melintasi Samudra Pasifik, kekuatannya melemah menjadi sekitar 144 kilometer per jam sebelum menerjang Kepulauan Sakishima di Jepang.

"Kami bisa mendengar genting atap dan ranting pohon berjatuhan. Tentu saja kami merasa takut," kata warga Wenzhou, Li Liangxing, kepada Reuters.

Sebelum mencapai China, Topan Bavi juga memicu hujan lebat di Taiwan setelah melintasi wilayah selatan Jepang. Tanah longsor yang dipicu badai itu sebelumnya dilaporkan menewaskan sedikitnya 17 orang di Filipina.

Di Jepang, sedikitnya lima orang mengalami luka-luka dan ribuan rumah sempat mengalami pemadaman listrik. Sementara di Taiwan, hujan deras memaksa ribuan warga mengungsi serta meningkatkan ancaman tanah longsor. Hingga kini, Jepang maupun Taiwan belum melaporkan adanya korban jiwa akibat Topan Bavi.

Sabtu, 11 Juli 2026

Akhirnya Jebol, Polisi Resmi Menetapkan Febrie Tersangka Korupsi dan TPPU

Akhirnya Jebol, Polisi Resmi Menetapkan Febrie Tersangka Korupsi dan TPPU
Akhirnya Jebol, Polisi Resmi Menetapkan Febrie Tersangka Korupsi dan TPPU.
Wow, sebuah serangan mematikan dari cokelat muda. Panglima pemberantasan korupsi dari cokelat tua, Febrie resmi ditetapkan sebagai tersangka. Tak hanya satu tembakan, melainkan dua, yakni tersangka korupsi dan TPPU. Liga korupsi semakin panas, dan nikmati narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Sabtu, 11 Juli 2026, panggung hukum negeri MBG kembali berguncang. Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) itu resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh Kortastipidkor Polri. Pengumuman disampaikan langsung Irjen Pol. Totok Suharyanto. Rasanya seperti menonton film yang baru sepuluh menit lalu menampilkan tulisan The End, eh tiba-tiba muncul lagi, "Episode Selanjutnya."

Benar-benar plot twist yang membagongkan. Si Febrie mungkin siap-siap istirahat usai menyatakan mundur, eh malah menyandang status tersangka. Mirip seperti ia menjadikan para koruptor kakap tersangka juga. Sungguh epik, wak.

Ironinya benar-benar premium. Febrie bukan nama sembarangan. Lahir di Jakarta, 19 Februari 1968, lulusan Fakultas Hukum Universitas Jambi, lalu meraih gelar doktor di Universitas Airlangga dengan disertasi tentang penyitaan aset TPPU. Kariernya dimulai sebagai jaksa di Kejari Sungai Penuh pada 1996, lalu melesat menjadi Kajari Bandung, Aspidsus Kejati Jawa Timur, Wakajati Yogyakarta dan DKI Jakarta, Kajati NTT, Kajati DKI Jakarta, hingga akhirnya duduk di kursi Jampidsus pada Januari 2022.

Selama memimpin, ia menangani sederet perkara raksasa. Mulai Jiwasraya senilai Rp16,81 triliun, Asabri Rp22,78 triliun, BTS Kominfo yang menyeret Johnny G. Plate, tata niaga timah dengan kerugian lingkungan ratusan triliun, Garuda Indonesia, impor gula, Chromebook, dugaan MBG, hingga Satgas PKH yang menyetor triliunan rupiah ke kas negara.

Kalau dunia sepak bola punya Erling Haaland sebagai mesin gol, dunia pemberantasan korupsi pernah menganggap Febrie sebagai mesin pemburu koruptor.

Lalu pertandingan berubah arah.

Kalau Inggris menghadapi Norwegia pukul 02.00 subuh nanti adalah duel hidup-mati memperebutkan tiket semifinal Piala Dunia, maka drama hukum ini seperti Inggris sedang menyerang habis-habisan, tetapi bola malah masuk ke gawang sendiri. Stadion mendadak sunyi, komentator kehilangan kata-kata, sementara penonton sibuk memastikan skor di papan benar atau layar televisinya yang rusak.

Polri menetapkan Febrie sebagai tersangka setelah memeriksa 15 saksi, dua ahli, dan melakukan gelar perkara. Bersama FA, seorang pihak swasta berinisial DR juga ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

Babak berikutnya lebih membuat kalkulator mengundurkan diri. Di rumah Sentul yang diakui milik Febrie, penyidik menemukan 74 kilogram emas batangan, USD4.767.300, SGD14.083.800, dan uang tunai rupiah. Nilainya diperkirakan mencapai Rp476 miliar.

Belum cukup. Dari Cafe de'Clan Cipete, money changer, dan sejumlah lokasi lain, kembali disita berbagai mata uang asing dan rupiah sehingga total barang sitaan diperkirakan mencapai Rp541 miliar.

Itu bukan lagi angka fantastis. Itu angka membuat mesin penghitung uang minta pensiun dini. KPK juga menduga rumah mewah di Sentul tidak tercantum dalam LHKPN 2025 dan diduga menggunakan skema nominee. Sementara kekayaan yang dilaporkan sekitar Rp18,2 miliar. Dugaan tersebut masih menjadi bagian dari proses hukum yang berjalan.

Kini Komisi III DPR berencana membentuk Panja untuk mengawal perkara tersebut.

Seheboh apa pun tepuk tangan penonton terhadap plot twist hari ini, satu aturan tetap berlaku, Febrie Adriansyah tetap berhak atas asas praduga tak bersalah hingga ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Karena dalam pertandingan hukum, peluit akhir bukan ditiup netizen, melainkan hakim. Sampai tulisan ini dibuat, Febrie belum ditahan. Semoga saja tak seperti tersangka lain, sampai sekarang tidak pernah ditahan.

“Bang, berarti skornya menjadi 2-1. Cokelat muda sempat kebobolan dengan ditetapkannya Sony dan Lalu tersangka oleh Jampidsus. Sekarang Kortastipidkor menetapan Febrie tersangka. Apakah akan ada gol lagi tercipta?”

“Sepertinya akan ada lagi. Soalnya baru half time, wak” Ups

Foto Ai hanya ilustrasi
Rosadi Jamani
#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

PWI Kalbar Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi Pengurus

PWI Kalbar Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi Pengurus
PWI Kalbar Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi Pengurus.
PONTIANAK – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan Silaturahmi dan Konsolidasi di Pontianak, Sabtu (11/7/2026) disalah satu Hotel di Pontianak 

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat soliditas organisasi dalam mewujudkan PWI Kalbar yang kompak, profesional, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Ketua PWI Kalbar, Kundori, mengatakan silaturahmi dan konsolidasi menjadi langkah penting untuk memperkuat persatuan seluruh pengurus dan anggota dalam menghadapi tantangan dunia pers yang terus berkembang.

"Melalui kegiatan ini kita ingin memperkuat komunikasi, menjaga kekompakan organisasi, meningkatkan profesionalisme, serta memastikan PWI Kalbar terus hadir memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah," ujar Kundori.

Sementara itu, Anggota Dewan Kehormatan PWI Kalbar, H. Holdi, menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi dengan tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia wartawan.

"Organisasi akan semakin kuat jika seluruh pengurus mampu menjaga kebersamaan, saling mendukung, dan terus meningkatkan kompetensi. Pers memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab," kata H. Holdi.

Kegiatan yang mengusung tema "Melalui Silaturahmi dan Konsolidasi, Wujudkan PWI Kalbar yang Kompak, Profesional, dan Berkontribusi bagi Daerah" tersebut dihadiri Sekretaris PWI Kalbar Jauhari, Bendahara PWI Kalbar Wawan Suwandi, serta seluruh jajaran pengurus PWI Provinsi Kalimantan Barat.

Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai forum menyamakan visi, memperkuat koordinasi organisasi, serta membahas berbagai program kerja PWI Kalbar ke depan agar semakin memberikan manfaat bagi anggota, masyarakat, dan pembangunan Kalimantan Barat.

Program waktu dekat adalah persiapan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas)  di Lampung pada April 2027. Pelaksanan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk anggota, pembentukan Kepengurusan PWI di Kabupaten dan pembenahan kesekretariatan.***

Pembangunan Jembatan Aramco Desa Riyai Kodim 1204/Sanggau Rampung 100 Persen

Pembangunan Jembatan Aramco Desa Riyai Kodim 1204/Sanggau Rampung 100 Persen
Pembangunan Jembatan Aramco Desa Riyai Kodim 1204/Sanggau Rampung 100 Persen.
SANGGAU – Pembangunan Jembatan Aramco di Desa Riyai, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau yang dikerjakan oleh Kodim 1204/Sanggau telah rampung 100 persen. Keberhasilan ini menjadi wujud nyata komitmen TNI AD dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan melalui TNI AD, khususnya Kodam XII/Tanjungpura. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperlancar akses transportasi masyarakat, mempercepat mobilitas hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Desa Riyai dan sekitarnya.

Komandan Kodim 1204/Sanggau menyampaikan bahwa selesainya pembangunan Jembatan Aramco merupakan bukti nyata pengabdian TNI kepada rakyat. Melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat, pembangunan infrastruktur diharapkan dapat terus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan rampungnya pembangunan Jembatan Aramco ini, masyarakat Desa Riyai kini memiliki akses yang lebih aman, nyaman, dan layak, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Tayan Hulu.

(Pendim 1204/Sanggau)

Jumat, 10 Juli 2026

Kodim 1204/Sanggau Hadiri Penutupan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau 2026

Kodim 1204/Sanggau Hadiri Penutupan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau 2026
Kodim 1204/Sanggau Hadiri Penutupan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau 2026.
SANGGAU – Kodim 1204/Sanggau yang diwakili Pasi Pers Kapten Inf Y Santos menghadiri Penutupan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau Tahun 2026 yang berlangsung di Rumah Betang Raya Dori' Mpulor, Jalan Lintas Kalimantan Poros Tengah, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kamis (9/7/2026) malam.

Kegiatan yang mengusung tema "Lestari dan Bermartabat" tersebut dihadiri Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau Drs. Aswin Khatib, Ketua DPRD Kabupaten Sanggau Hendrikus Hengki, S.T., unsur Forkopimda, Raja Sanggau Drs. Gusti Arman, Ketua DAD Kabupaten Sanggau Urbanus, S.Sos., Ketua Panitia Marselus Junihardi, S.Hut., para Ketua DAD Kecamatan, delegasi Dayak Sarawak Malaysia, pimpinan OPD, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara penutupan diawali dengan sambutan Ketua Panitia Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau, dilanjutkan pengumuman dan penyerahan piala bergilir juara umum, persembahan lagu oleh Bupati Sanggau, doa penutupan, serta hiburan budaya.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian Gawai Dayak dapat terselenggara dengan aman, tertib, dan lancar. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, semangat gotong royong, serta melestarikan adat dan budaya Dayak sebagai identitas dan kebanggaan Kabupaten Sanggau.

Sementara itu, Bupati Sanggau menegaskan bahwa Gawai Dayak merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sarana pelestarian budaya dan pewarisan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Pemerintah Kabupaten Sanggau, lanjutnya, berkomitmen mendukung pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah menuju visi "Sanggau Maju, Berkeadilan, dan Berkelanjutan." Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan dan kemajuan ekonomi daerah.

Pengamanan kegiatan dilaksanakan secara terpadu oleh personel Polres Sanggau, Kodim 1204/Sanggau, Kompi A Brimob Sanggau, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta panitia penyelenggara sehingga seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Penutupan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap adat dan budaya Dayak sebagai warisan luhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

(Pendim 1204/Sanggau)

Kamis, 09 Juli 2026

AMSI Kalbar Gelar UKJ di Tengah Krisis Kepercayaan Media Global, Fokus pada Integritas dan Etika

AMSI Kalbar Gelar UKJ di Tengah Krisis Kepercayaan Media Global, Fokus pada Integritas dan Etika
AMSI Kalbar Gelar UKJ di Tengah Krisis Kepercayaan Media Global, Fokus pada Integritas dan Etika.
PONTIANAK – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Barat resmi menyelenggarakan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) tahun 2026 yang diikuti sebanyak 23 jurnalis di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, di Pontianak pada Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis para pekerja media di daerah untuk menjawab tantangan krisis kepercayaan terhadap institusi pers yang kini melanda dunia.

Ketua AMSI Kalbar, Muhlis Suhaeri, dalam sambutannya menegaskan bahwa UKJ adalah sarana bagi jurnalis untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar tetap relevan sebagai pilar keempat demokrasi. Ia mengingatkan peran krusial jurnalis sebagai pengawas dalam kehidupan berbangsa.

"Kita sebagai jurnalis harus terus meneguhkan diri sebagai bagian dari empat pilar kebangsaan, empat pilar yang menjadi penjaga kekuasaan. Sehingga kita harus selalu memperbaharui diri, selalu meningkatkan kapasitas kita, selalu belajar hal-hal yang baru," ujar Muhlis.

Kondisi industri media saat ini memang sedang berada dalam situasi krusial. Ketua Penguji dari Lembaga Penguji Kompas, Johanes Heru Margianto, memaparkan data memprihatinkan dari laporan Reuters Digital Institute yang menunjukkan tingkat kepercayaan global terhadap media berada di bawah 50 persen. Di Indonesia, angkanya bahkan lebih rendah, yakni di kisaran 3,8 hingga 3,9.

Heru menyebutkan bahwa audiens kini mulai beralih ke media sosial, influencer, hingga teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti Gemini dan Meta untuk mencari informasi. Oleh karena itu, integritas menjadi satu-satunya benteng terakhir bagi insan pers.

"Apa kemudian yang tersisa dari kita kalau kepercayaan terhadap media secara global maupun lokal itu tidak melebihi dari separuh. Yang bisa kita pertahankan adalah integritas dan kredibilitas," tegas Heru dalam sambutannya.

Menanggapi fenomena tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat, Harisson, yang hadir membuka acara secara resmi, menekankan pentingnya standar profesi yang ketat. Ia membandingkan proses sertifikasi jurnalis dengan profesi kedokteran yang memerlukan tahapan panjang untuk memastikan layanan yang aman bagi masyarakat.

Harisson menyatakan bahwa di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) yang penuh ketidakpastian, masyarakat membutuhkan informasi yang benar-benar akurat dari sumber terpercaya.

"Begitu juga rekan-rekan wartawan. Wartawan ini harus memiliki benar-benar kompetensi. Jadi kalau misalnya pemberitaan untuk menginformasikan kepada masyarakat itu benar-benar yang namanya akurasi pemberitaan, kedalaman, dan etika dalam pemberitaan itu harus benar-benar terjaga. Jika Anda menjaga ini, maka kepercayaan masyarakat itu saya rasa akan tinggi," ungkap Harisson.

Kegiatan UKJ AMSI Kalbar 2026 ini menghadirkan lima penguji dari Kompas dan didukung oleh berbagai mitra strategis, termasuk Pemerintah Provinsi Kalbar, Polda Kalbar, BPJS Ketenagakerjaan, PT Dharma Inti Bersama (DIB), Sinar Mas Agribusiness and Food, PT. Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW), PLN, GAPKI Kalbar, PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), Wilmar, Indosat, dan Aming Coffee.