Berita Borneotribun.com Hari ini @media screen and (max-width:768px) { .banner, .bannermobile {margin:65px auto 0 auto;}} -->

Regional

Kalbar

Peristiwa

Hukum

Kamis, 30 Mei 2024

Keluhan Masyarakat Ditindaklanjuti, Puluhan Mobil di SPBU Sekadau Ditertibkan

Polres Sekadau Tertibkan Antrian Mobil di SPBU Jl Merdeka Barat untuk Kelancaran Lalu Lintas. (Humas Polres Sekadau)
Polres Sekadau Tertibkan Antrian Mobil di SPBU Jl Merdeka Barat untuk Kelancaran Lalu Lintas. (Humas Polres Sekadau)
SEKADAU – Puluhan mobil yang mengantri di Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) Jl Merdeka Barat, Sekadau Hilir, ditertibkan oleh anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sekadau pada Kamis siang.

Penertiban ini dilaksanakan menyusul laporan dan keluhan dari masyarakat terkait banyaknya antrian kendaraan di bibir jalan raya yang dikhawatirkan dapat mengganggu pengguna jalan lainnya, baik yang melintas maupun kendaraan yang masuk dan keluar dari SPBU.

Kapolres Sekadau, AKBP I Nyoman Sudama, melalui Kasi Humas AKP Agus Junaidi, menjelaskan bahwa penertiban dilakukan oleh personel Satlantas Polres Sekadau yang langsung turun ke lapangan untuk menertibkan dan mengatur antrian kendaraan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

"Kami menerima keluhan dari masyarakat tentang antrean kendaraan yang parkir di tepi jalan sekitar SPBU. Hal ini tidak hanya mengganggu pengguna jalan lain, tetapi juga menimbulkan potensi bahaya bagi keselamatan pengguna jalan," ujar AKP Agus.

AKP Agus menambahkan bahwa antrian kendaraan yang tidak tertib dapat menyebabkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, penting untuk selalu tertib saat antri di SPBU.

"Kami menghimbau kepada masyarakat agar tertib saat antri di SPBU. Parkirlah kendaraan di tempat yang disediakan dan jangan parkir di tepi jalan yang dapat mengganggu pengguna jalan lainnya," tukas AKP Agus.

Kepolisian Resor Sekadau juga mengimbau kepada masyarakat atau pihak SPBU untuk melaporkan kepada pihak kepolisian melalui call center 110 Polri jika menemukan antrean kendaraan yang tidak tertib.

"Dengan adanya penertiban ini, diharapkan situasi lalu lintas di sekitar SPBU Jalan Merdeka Barat akan lebih tertib dan aman, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan," tandasnya.

Penertiban ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya disiplin dalam berlalu lintas, khususnya di sekitar area yang rawan kemacetan seperti SPBU.

Langkah ini juga merupakan upaya dari Polres Sekadau untuk menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas demi kenyamanan bersama.

Usut Hibah Bawaslu Ketapang, Pidsus Kajati Periksa Banyak Orang

Usut Hibah Bawaslu Ketapang, Pidsus Kajati Periksa Banyak Orang
Usut Hibah Bawaslu Ketapang, Pidsus Kajati Periksa Banyak Orang. (Gambar ilustrasi)
KETAPANG – Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat (Kalbar) tengah monitor penggunaan dana hibah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ketapang. 

Dana ini bersumber dari APBD Ketapang tahun 2019 sebesar Rp 17.86 miliar yang dicairkan secara bertahap. Tahap pertama pencairan terjadi pada bulan Desember 2019. Pencairan tahap berikutnya dilakukan pada tahun 2020 sampai mencapai jumlah hibah. 

Ketua Bawaslu Ketapang, Moh Dofri. (Foto istimewa)
Ketua Bawaslu Ketapang, Moh Dofri. (Foto istimewa)
Koordinator sekretariat Bawaslu Ketapang, Tengku Nurmawardi mengatakan, jaksa meminta klarifikasi terkait penggunaan anggaran panitia pengawas pemilu (Panwaslu) kecamatan yang dicurigai tidak sesuai. 

Seperti untuk transportasi, makan minum ataupun penginapan serta penggunaan dana di seketariat Panwaslu kecamatan. 

"Karena ada laporan. Tapi sudah selesai, berkas juga sudah dikembalikan pihak jaksa,," ujarnya Rabu (29/05/24).

Informasi diperoleh, persoalan penggunaan anggaran hibah ini sempat diributkan antara komisioner Bawaslu dengan bagian sekretariat. 

Hal ini muncul karena diduga komisioner hendak mengelola dana itu sesuai dengan bidang (devisi) dan program pengawasan. 

Sedang bagian sekretariat kemungkinan menolak pola penggunaan anggaran per bidang di komisioner Bawaslu Ketapang. 

Menurut ketua Bawaslu Ketapang, Mohammad Dofir, dalam pengelolaan keuangan dilakukan berdasarkan aturan sesuai NPHD serta disesuaikan dengan tahapan.

"Masalah penggunaan keuangan pada bagian sekretariat, itu saja yang dijelaskan. Tidak ada itu bagi-bagi (uang) memang uang siapa di bagi-bagi itu," kata Moh Dofiri Ketua Bawaslu Ketapang. 

Untuk informasi, Bawaslu Ketapang menperoleh hibah dari APBD 2019 sebesar 17.86 miliar. Anggaran hibah ini dipakai untuk pengawasan pilkada 2020.

Dana tersebut dipakai untuk pembentukan Panwascam di tingkat kecamatan hingga tingkat desa dan pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS). Selain itu juga untuk kegiatan kelompok kerja Gakumdu sosialisasi, Raker, Rakor dan Bimtek.

Penulis: Muzahidin

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bengkayang Berharap Penyegelan SDN 10 Tuba Pasak Segera Terselesaikan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono. (Borneotribun/Tino)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono. (Borneotribun/Tino)
BENGKAYANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono turut menangapi kejadian Penggembokan pagar SDN 10 Tuba Pasak di Dusun Tuba Pasak, Desa Tubajur,  Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang. Kamis, 30 Mei 2024.

Heru Pujiono menuturkan bahwa masalah tersebut sudah Dilaporkan oleh pihaknya ke Balai Dinas PUPR Kalimantan Barat yang menangani pekerjaan tersebut.

"Iya, kami sudah laporkan kejadian penyegelan itu, kami hanya menghimbau  masalah ini agar di selesaikan dengan komunikasi dengan pihak-pihak terkait," tutur Heru Pujiono saat di konfirmasi media ini melalui pesan singkat. Kamis, 30 Mei 2024.

Dirinya juga menghimbau semoga permasalahan yang timbul antara pihak warga penyedia material dan PT Kreasindo Putra Bangsa tersebut, jangan sampai menganggu psikologis guru dan murid dalam melakukan proses pembelajaran di sekolah.

"Kami juga sangat menghargai pihak-pihak yang bermasalah supaya mari kita sama-sama mencari jalan keluar masalahnya antar kedua belah pihak. Dan juga bagaimana kejadian ini tidak menggangu proses KBM, karena sebentar lagi anak-anak akan melaksanakan ulangan sehingga psikologis mereka jagan sampai terganggu," tutup Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono.

Penulis: Tino

Pencurian Motor Kurir JNT di Landak, Pelaku Residivis Narkoba

Pencurian Motor Kurir JNT di Landak, Pelaku Residivis Narkoba. (Polda Kalbar/Borneotribun)
Pencurian Motor Kurir JNT di Landak, Pelaku Residivis Narkoba. (Polda Kalbar/Borneotribun)
LANDAK – Dalam waktu kurang dari 24 jam, Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Landak berhasil menangkap pelaku pencurian sepeda motor milik kurir JNT. 

Pelaku berinisial A, yang diketahui berdomisili di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, ditangkap dengan aman pada Rabu (29/5/2024).

Kronologis Kejadian

Peristiwa pencurian terjadi di Gang Koordinasi, Nomor 13 Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak. Berdasarkan laporan pengaduan yang diterima, personil Jatanras segera melakukan penyelidikan terhadap pelaku pencurian.

Kejadian bermula ketika sepeda motor milik kurir JNT yang sedang membawa paket untuk konsumen diparkir dengan kunci masih melekat di motor tersebut. Pelaku kemudian mengambil sepeda motor tersebut.

Kanit Jatanras Polres Landak, Aipda Ernest Jhon, S.H., bersama anggota tim unit Jatanras, segera melakukan pengejaran terhadap pelaku. 

Dalam pengejaran, pelaku sempat meninggalkan motor curian di dekat pinggir sungai di hutan Dusun Selojeng. 

Namun, pelaku berhasil melarikan diri sambil membawa sebagian paket yang berada di dalam keranjang motor tersebut.

Sekitar pukul 20.30 WIB, anggota Jatanras mendapat informasi bahwa pelaku sedang berada di rumah keluarganya di Gang Koordinasi, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak.

Tanpa menunggu lama, anggota Jatanras segera mendatangi rumah keluarga pelaku dan mengamankan pelaku beserta barang bukti hasil curian.

Kapolres Landak, AKBP I Nyoman Budi Artawan, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kasat Reskrim IPTU Raja Toga Paruhum, S.Tr.K., S.I.K., menyampaikan, anggotanya berhasil mengamankan pelaku berinisial A bersama barang bukti hasil pencurian.

Pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. "Kami juga mengungkapkan bahwa pelaku merupakan residivis kasus narkoba yang baru bebas dua bulan lalu, sehingga pelaku kembali melakukan tindak kriminal dengan mencuri untuk membeli narkoba jenis shabu." ungkapnya. 

Beliau juga berpesan kepada masyarakat, "Apabila merasa kehilangan segera melaporkan ke pihak berwajib, khususnya ke Polres Landak. Hal ini akan mempercepat penanganan dan penangkapan pelaku."

Dengan tertangkapnya pelaku pencurian ini, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada masyarakat terhadap kinerja pihak kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Landak. (Tino)

Pagar SDN 10 Tuba Pasak Bengkayang Digembok, Akibat PT Kreasindo Putra Bangsa Tak Bayar Material Warga

Pagar SDN 10 Tuba Pasak Bengkayang Digembok, Akibat PT Kreasindo Putra Bangsa Tak Bayar Material Warga
Pagar SDN 10 Tuba Pasak Bengkayang Digembok, Akibat PT Kreasindo Putra Bangsa Tak Bayar Material Warga.
BENGKAYANG – Proyek Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Sarana Permukiman Kalimantan Barat dengan pekerjaan  rehabilitasi dan renovasi sarana dan prasarana sekolah Tahun 2022 -2023 dengan anggaran ( Rp. 32,956.687.688 ), dengan pelaksana PT Kreasindo Putra Bangsa di Kabupaten Bengkayang bermasalah.

Pasalnya pihak pelaksana proyek yakni PT Kreasindo Putra Bangsa diduga tidak membayar tunggakan material dan tunggakan warung kepada warga setempat dengan nominal yang  fantastis dengan total Rp.359.256.000, saat mengerjakan proyek SDN 10 Tuba Pasak, di Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang.

Akibat hal tersebut, warga setempat melakukan aksi dengan menyegel pagar sekolah dan menggembok dengan rantai pagar SDN 10 Tuba Pasak tersebut pada   Rabu, 29 Mei 2024.

Thomas (42) salah satu warga yang ikut melakukan aksi tersebut mengatakan bahwa, penyegelan pagar SDN 10 Tuba Pasak tersebut tidak menghambat murid untuk belajar. Dan belajar mengajar tetap seperti biasa dilakukan hanya saja pintu pagar utama yang di gembok dengan rantai. 

"Kami minta pertanggung jawaban dari PT Kreasindo Putra Bangsa karena sudah kurang lebih 2 Tahun ini tidak ada inisiatif, saya sangat berterima kasih kepada pemerintah yang sudah peduli dengan pendidikan anak-anak kami, tetapi saya dirugikan oleh PT Kreasindo Putra Bangsa dalam hal pembangunan SDN 10 Tuba Pasak ini, karena saya juga yang menyiapkan material yang sampai saat ini belum ada pembayaran dari pihak PT," ungkap Thomas warga setempat kepada media ini. Rabu, 29 Mei 2024.

Ia juga menjelaskan sudah berbagai macam opsi yang mereka lakukan, bahkan sempat bertemu dengan pihak perusahaan pelaksana tetapi tidak ada hasilnya. Dan sejauh ini pihak PT Kreasindo Putra Bangsa tidak memberikan harapan yang berarti.

"Saya selaku warga jadi seolah-olah seperti di manfaatkan dan dibohongi, adapun saya dan teman-teman berharap pihak perusahaan ada itikad baiknya menyelesaikan tanggung jawab mereka terhadap material yang sudah kami keluarkan," ujar Thomas.

Tangapan Pihak Sekolah Terkait Penyegelan SDN 10 Tuba Pasak.

Ditempat terpisah, Kepala Sekolah SDN 10 Tuba Pasak, Suhanda mengatakan bahwa dengan adanya penyegelan yang dilakukan oleh pihak yang dirugikan pihak nya tidak merasa keberatan, bahkan sebelum melakukan penyegelan warga setempat juga telah memberitahukan hal tersebut.

"Saya tidak keberatan karena itu hak mereka untuk penyegelan nya dan sudah jelas permasalahannya itu hak mereka kami juga tidak dapat mengatakan bahwa itu tidak boleh,"ucap Kepsek SDN 10 Tuba Pasak.

Namun di sisi lain, menurut Suhanda, yang menjadi masalah adalah untuk proses pembelajaran hal tersebut sedang pihaknya pikirkan, karena dengan adanya penyegelan tersebut Proses pembelajaran agak sedikit terganggu.

"Waktu proses pembangunan saja kami melaksanakan pembelajaran mengajar di gedung gereja kemudian, di posyandu dan rumah masyarakat. Kami terpencar kadang satu guru ke guru yang lain dalam satu minggu bisa tidak bertemu, jadi permasalahannya dengan tugas pokok kami. Akibat nya kami tidak dapat belajar disitu, kami juga merasakan kalau berada dalam posisi mereka yang melakukan penyegelan sekolah itu, dan mungkin kami bisa juga melakukan hal yang sama seperti mereka dan itu bukan dana yang sedikit yang mereka tutut," tutur Suhanda.

Kejadian penyegelan tersebut pun sudah di kabarkan oleh Kepala Sekolah kepada pihak Dinas PUPR Kalbar, dengan mengirimkan dokumentasi penyegelan yang dilakukan oleh warga setempat.

"Masalah ini saya sudah komunikasikan dengan Dinas PUPR Kalbar, saya juga mohon untuk bagaimana bisa cepat diselesaikan. Tetapi sampai dengan detik ini belum ada tanggapan," tutup Suhanda.

Selanjutnya, Ketua Komite SDN 10 Tuba Pasak, Ahon menjelaskan permasalahan tersebut terjadi karena pihak PT Kreasindo Putra Bangsa telah melakukan wanprestasi terhadap warga setempat.

"Kami selaku komite tidak bisa melarang ada nya penyegelan ini, ya mau apa lagi kalau sudah terjadi. Kami berharap dan meminta kepada pelaksa PT. Keriasindo Putra Bangasa untuk menyelesaikan permasalah ini agar belajar mengajar di sekolah ini tidak terganggu dengan persoalan yang ada, kasian dengan anak anak yang sekolah disini menjadi beban melihat pagar sekolah nya di gembok dengan rantai," jelas Ahon.

(Tino)

Wakapolresta Pontianak Sosialisasi Anti Korupsi "Bersama Tolak Pungutan Liar"

Wakapolresta Pontianak Sosialisasi Anti Korupsi "Bersama Tolak Pungutan Liar".
PONTIANAK – Kegiatan sosialisasi anti korupsi yang bertajuk "Bersama Tolak Pungutan Liar" sukses digelar di Hotel Haris, Jalan Gajahmada, Pontianak. Acara ini menjadi panggung bagi berbagai pihak untuk menyampaikan pesan penting dalam upaya memberantas korupsi di Kota Pontianak.

Kegiatan yang dilaksanakan hari Rabu tanggal 29 Mei 220124  dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Pj. Walikota Pontianak yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Yusnaldi, S.IP., M.Si. dan  Wakapolresta Pontianak, AKBP Natalia Budi Darma, S.I.K., M.H, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Saber Pungli Kota Pontianak.

Tidak hanya itu, kehadiran Kajari Pontianak yang diwakili oleh Kasi Pidsus Kejari Pontianak, Hary Wibowo, S.H., M.H, serta Inspektur Kota Pontianak, Yaya Maulidiya, S.H., M.H, turut memberikan warna pada acara ini. Kasat Intelkam Polresta Pontianak, Kompol Abdul Malik, S.IP., M.Sos, dan Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Antonius Trias K., S.H., S.I.K, juga hadir sebagai narasumber untuk menyampaikan materi yang relevan.

Wakapolresta Pontianak, AKBP Natalia Budi Darma, S.I.K., M.H, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memberantas pungutan liar. "Kami berharap melalui sosialisasi ini, kesadaran akan bahaya korupsi semakin meningkat dan masyarakat semakin aktif dalam melaporkan praktik-praktik yang merugikan ini," ujarnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakasat Binmas, AKP Sumarna, serta sejumlah kepala dinas, camat, dan lurah se-Kota Pontianak. Tim Saber Pungli dari Bhabinkamtibmas Polresta Pontianak turut aktif dalam kegiatan ini, menunjukkan komitmen Polresta Pontianak dalam memberantas korupsi secara menyeluruh.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat Pontianak untuk bersatu dalam melawan korupsi dan membangun Pontianak yang lebih bersih dan tangguh.

Dengan partisipasi yang begitu banyak dari berbagai instansi dan tokoh masyarakat, diharapkan upaya pemberantasan korupsi di Kota Pontianak semakin kuat dan berkelanjutan. 

Penjual Sabu di Kubu Raya Ditangkap, Barang Bukti 12 Paket Sabu Disita

Penjual Sabu di Kubu Raya Ditangkap, Barang Bukti 12 Paket Sabu Disita. (Gambar ilustrasi)
Penjual Sabu di Kubu Raya Ditangkap, Barang Bukti 12 Paket Sabu Disita. (Gambar ilustrasi)
KUBU RAYA – Satuan Reserse Narkoba Polres Kubu Raya berhasil meringkus dua orang pemilik sekaligus pengedar narkoba jenis sabu di Kecamatan Kubu. Kedua pelaku yang diamankan polisi adalah AR (28) dan SN (36), warga Kabupaten Kubu Raya. Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti berupa sabu dengan berat bruto 1,93 gram yang sudah dikemas menjadi 12 paket hemat.

Penangkapan AR dan SN dilakukan di sebuah rumah di kawasan Jalan Syarif Harka, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, pada Sabtu, 18 Mei 2024. AKP Sagi melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menjelaskan bahwa penangkapan kedua pelaku berawal dari laporan masyarakat yang resah terhadap aktivitas penjualan sabu di wilayah tersebut.

Penjual Sabu di Kubu Raya Ditangkap, Barang Bukti 12 Paket Sabu Disita. (Gambar ilustrasi)
Penjual Sabu di Kubu Raya Ditangkap, Barang Bukti 12 Paket Sabu Disita. (Gambar ilustrasi)
"Penyelidikan dari Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Kubu Raya membuahkan hasil. Pada Sabtu, 18 Mei 2024, pukul 14.30 WIB, petugas berhasil meringkus pemilik narkoba beserta pengedar sekaligus pemilik tempat. Dalam penangkapan tersebut, petugas menyita narkoba jenis sabu yang sudah dikemas dalam plastik klip sebanyak 12 paket hemat," terang Ade pada Rabu, 29 Mei 2024.

Ade juga mengungkapkan bahwa sabu tersebut milik AR yang dibelinya dari seorang pria berinisial AT di Kampung Beting, Kecamatan Pontianak Timur. AR mengakui bahwa ia membeli sabu sebanyak lima gram dengan harga per jie-nya Rp. 500.000,-.

"AR mengakui bahwa 12 paket hemat sabu tersebut adalah miliknya. Ia pun mengakui barang tersebut dibelinya dari pria asal Kampung Beting, Kecamatan Pontianak Timur, berinisial AT sebanyak lima gram dengan harga per jie-nya Rp. 500.000,-," jelas Ade.

Lebih lanjut, Ade menjelaskan bahwa untuk mendapatkan keuntungan, AR memecah sabu tersebut menjadi 60 paket hemat yang dikemas dalam kantong klip warna putih. Satu paket hemat tersebut kemudian dijual AR melalui SN seharga Rp. 300.000,-. 

"Dari lima gram sabu tersebut, AR memecahnya hingga menjadi 60 paket hemat. Kemudian, melalui SN, per paket hemat tersebut dijual seharga Rp. 300.000,- untuk mendapatkan keuntungan berlipat. Jika seluruh paket tersebut terjual dan pembayaran lancar dari pengguna barang haram tersebut, AR akan mendapat keuntungan mencapai Rp. 15.500.000,-," tambah Ade.

Penjual Sabu di Kubu Raya Ditangkap, Barang Bukti 12 Paket Sabu Disita.
Penjual Sabu di Kubu Raya Ditangkap, Barang Bukti 12 Paket Sabu Disita.
Ade juga menjelaskan bahwa AR terpaksa melakukan pekerjaan haram tersebut untuk biaya persalinan istrinya, sementara SN mau menjadi pengedar sabu milik AR untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menggunakan sabu secara gratis.

"Keuntungan dari penjualan sabu tersebut nantinya akan digunakan AR untuk biaya persalinan istrinya serta memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kemudian, SN yang membantu mengedarkan atau menjual sabu milik AR ini mendapatkan keuntungan setengahnya serta keuntungan memakai sabu secara gratis," jelas Ade.

Sementara itu, Kepala Desa Kampung Baru, Kasran, sangat mengapresiasi Polres Kubu Raya melalui Satuan Reserse Narkoba Polres Kubu Raya dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan narkotika di Desa Kampung Baru, Kecamatan Kubu.

"Selaku Kades Kampung Baru, saya beserta masyarakat mendukung Polres Kubu Raya dalam memberantas peredaran narkoba yang dapat merusak generasi penerus bangsa. Kami mendukung slogan Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo, yang mengatakan tidak ada tempat dan ruang bagi pelaku kejahatan di Kabupaten Kubu Raya," ujar Kasran.

Dengan penangkapan ini, Polres Kubu Raya berharap dapat memberikan efek jera bagi para pelaku penyalahgunaan narkoba dan terus berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya.

Kalbar Jadi Tuan Rumah Pertemuan Forum Dekan Fakultas Kedokteran Se-Indonesia

Kalbar Jadi Tuan Rumah Pertemuan Forum Dekan Fakultas Kedokteran Se-Indonesia
Kalbar Jadi Tuan Rumah Pertemuan Forum Dekan Fakultas Kedokteran Se-Indonesia
PONTIANAK - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat dr. Harisson, M.Kes., menerima Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak dr. Ita Armyanti, M.Pd.,Ked.  beserta jajaran bertempat di Ruang Kerja Gubernur Kalbar, Rabu (29/5/2024).

Pertemuan ini membahas persiapan Pertemuan Forum Dekan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) Tahun 2024 yang mana Kalimantan Barat didapuk sebagai tuan rumah dalam pertemuan tersebut.

"Jadi kedatangan kami kesini menginformasikan kepada Bapak Pj. Gubernur Harisson, terkait kesiapan Kalimantan Barat sebagai tuan rumah pada pertemuan Forum Dekan AIPKI se-  Indonesia yang Insyaallah akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang," ucap Dekan Fakultas Kedokteran Untan dr. Ita Armyanti, M.Pd.,Ked.

Terkait kesiapan acara, Ita Armyanti belum bisa membeberkan secara terbuka, namun kita (Fakultas Kedokteran Untan) secara keseluruhan sudah sangat siap dalam menyambut pertemuan yang digelar enam bulan sekali tersebut.

"Untuk konsep acara nanti akan kami bahas lebih lanjut secara internal, namun di sisi lain pihaknya merasa terhormat atas penunjukan menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini. Salah satu kegiatan Fordek ini sendiri akan diisi pemaparan dari Kementerian terkait, serta dari Institusi Pendidikan Kedokteran," tuturnya.

Sementara itu, Pj. Gubernur Harisson, menyambut baik atas ditunjuknya Kalimantan Barat sebagai tuan rumah pada pertemuan Forum Dekan Fakultas Kedokteran se- Indonesia ini.

"Saya sangat mendukung akan terselenggaranya acara ini. Dan saya berharap dalam pertemuan tersebut pihak Fakultas untuk dapat menyiapkan suatu langkah konkret yang bisa dilibatkan kepada pemerintah terkait hasil dari pertemuannya nanti,"  pungkasnya.

Sebagai informasi untuk diketahui, Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) merupakan Asosiasi yang anggotanya adalah seluruh Institusi Pendidikan Kedokteran yang ada di Indonesia. Sampai dengan saat ini Anggota dari AIPKI ada 93 institusi Pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia. 

AIPKI sendiri dibagi menjadi 6 wilayah sesuai dengan lokasi masing masing institusinya. Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana masuk dalam anggota AIPKI wilayah V.

Forum Dekan AIPKI merupakan kegiatan yang diadakan enam bulan sekali, untuk mendiskusikan berbagai perkembangan Pendidikan Kedokteran di-  Indonesia, dan hampir selalu dihadiri oleh seluruh institusi Pendidikan Kedokteran di Indonesia.(rfa)

CARIK BOT Meluncurkan Intelligence Dashboard LLM untuk Merevolusi Kecerdasan Chatbot

CARIK BOT Meluncurkan Intelligence Dashboard LLM untuk Merevolusi Kecerdasan Chatbot
CARIK BOT Meluncurkan Intelligence Dashboard LLM untuk Merevolusi Kecerdasan Chatbot.

Carik Bot, asisten digital dari Carik Teknologi Cerdas, dengan bangga mengumumkan peluncuran Intelligence Dashboard untuk chatbot Carik. Dengan menggunakan dashboard ini, pengguna dapat memilih jenis kecerdasan buatan yang akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan dan kecerdasan chatbot, khususnya dalam layanan pelanggan.

Semarang, 20 Mei 2024 — Sebagai pelopor di bidang chatbot open-source di Indonesia, Carik Teknologi Cerdas dengan bangga meluncurkan layanan terbaru mereka, Intelligence Dashboard. Layanan ini dirancang untuk memudahkan pengguna dalam memilih model LLM (Large Language Model) yang tepat guna meningkatkan kecerdasan asisten digital, khususnya untuk layanan pelanggan.

"Intelligence Dashboard ini memberikan kemudahan luar biasa bagi pemilik usaha dalam mencerdaskan chatbot omnichannel mereka," ujar Luri Darmawan, Pendiri Carik Teknologi Cerdas.

Fitur Utama Intelligence Dashboard:

1. Fleksibilitas dalam Pemilihan AI: Dengan berbagai platform AI yang tersedia, pengguna dapat memilih platform yang paling sesuai dengan bidang usaha mereka, menciptakan solusi yang benar-benar tailor-made.

2. Fine-Tuning Dokumen: Pengguna dapat meningkatkan kecerdasan chatbot mereka dengan mudah melalui pengunggahan dokumen yang relevan ke dalam dashboard.

Dirancang dengan kemudahan penggunaan sebagai prioritas, Intelligence Dashboard dari Carik mengatasi tantangan umum dalam mencerdaskan chatbot.

Selain fitur utama, Intelligence Dashboard juga dilengkapi dengan kemampuan omnichannel, yang memudahkan layanan pelanggan dalam merespons keluhan dari berbagai platform komunikasi dalam satu dashboard terpadu.

"Keluhan pelanggan kini dapat ditangani dengan lebih mudah dan cepat," kata Agung Wicaksana, Community Manager Carik Teknologi Cerdas.

Intelligence Dashboard dari Carik Bot tersedia mulai 20 Mei 2024 dan dapat diakses melalui situs resmi Carik di https://carik.id
Untuk informasi lebih lanjut tentang Intelligence Dashboard dan manfaatnya bagi industri chatbot, silakan kunjungi https://carik.id/contact

Rabu, 29 Mei 2024

Pj. Sekda M. Bari Pinta Bumdes Lebih Inovatif Tingkatkan Pendapatan Desa

Pj. Sekda M. Bari Pinta Bumdes Lebih Inovatif Tingkatkan Pendapatan Desa
Pj. Sekda M. Bari Pinta Bumdes Lebih Inovatif Tingkatkan Pendapatan Desa.
PONTIANAK - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat Mohammad Bari, S.Sos., M.Si., membuka kegiatan “Fasilitasi Kerjasama Desa dengan Pihak Ketiga” dengan tema “Temu Bisnis Kemitraan” sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Bumdes Bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan Barat di hotel Aston Pontianak, Rabu (29/05/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung optimalisasi dan peran Bumdesa Bersama dalam pelaksanaan Program Strategis Nasional dan percepatan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Provinsi Kalimantan Barat.

Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) adalah badan usaha yang seluruh atau sebagaian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.

Bari menyampaikan bahwa Pendirian Bumdesa Bersama menjadi penting karena bertujuan untuk pemerataan kesejahteraan di bidang perekonomian desa, pendapatan asli desa dan pengelolaan potensi desa dan perdesaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

Maka Bumdesa Bersama harus jeli dalam menjalin kerjasama dengan pihak ketiga, dengan melihat potensi yang ada di desa serta mampu memetakan potensi tersebut untuk meningkatkan berbagai bidang usaha. 

"Maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Prov. Kalimantan Barat terus berusaha mendorong agar Bumdesa Bersama untuk bisa menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, salah satu yang akan kita laksanakan sekarang ini perjanjian kerjasama antara Bumdesa Bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan Barat," ujarnya.

Selanjutnya, ia menyampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah merealisasikan anggaran sebesar Rp. 2,9 M untuk 28.954 pekerja sosial keagamaan di seluruh Kalimantan Barat di Tahun 2023. 

Selain itu Pemprov juga mendapatkan Dana Bagi Hasil Sawit di akhir Tahun 2023 yang disalurkan oleh Pemerintah Pusat dan dianggarkan untuk Perlindungan Sosial Ketenagakerjaan sebanyak Rp. 642.485.957,- Untuk 6.373 pekerja perkebunan sawit selama 6 bulan, dan akan dilaksanakan pada tahun 2024. 

"Untuk Tahun Anggaran 2024 telah direncanakan sebanyak 20.000 orang pekerja rentan yang akan mendapat bantuan iuran dengan Dana sebesar Rp. 2.016.000.000,-. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendukung penuh pelaksanaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan melalui dukungan peraturan dan anggaran, namun hal tersebut tidak akan cukup bila hanya dilakukan sendiri tanpa adanya dukungan dari elemen lain," ungkapnya.

Kerjasama antara pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat serta media akan menciptakan kondisi ideal dalam rangka pencapaian tujuan bersama yang disebut dengan pentahelix collaboration.

"Oleh karenanya, saya berharap agar Bumdesa Bersama dapat turut berperan serta dalam mendukung Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kalimantan Barat," tuturnya.

Lanjutnya, ia menceritakan terkait pembayaran pajak usaha masyarakat desa yang pada dasarnya adalah masyarakat yang taat pajak. Itu dibuktikan saat masyarakat desa mengapresiasi UPT di daerah yang turun kelapangan untuk melakukan penagihan pajak.

"Pengalaman beberapa kepala UPT itu turun ke desa-desa justru masyarakat yang mau kita tagih pajak ini apresiasi kepada kita, yang sebenarnya mereka sudah mau bayar hanya tidak ada petugasnya dan terkendala jarak tempuh pembayaran pajak terdekat yang cukup jauh," ungkapnya.

Bari menjelaskan bahwa peran BUMDes dalam penerimaan pajak kendaraan masyarakat di desa-desa, dalam jangka seminggu atau lebih bisa langsung disetorkan di kas daerah melalui Bank Kalbar. 

Ia menambahkan ini bisa menjadi peluang bagi BUMDes untuk mendapatkan pemasukan dari penerimaan pajak daerah masyarakat desa yang ingin membayar pajak, hal tersebut tidak serta-merta bisa diwujudkan karena perlunya kajian melibatkan beberapa Instansi untuk merumuskan hal tersebut agar tidak menjadi bumerang bagi BUMDes di kemudian hari.

"Kita dapat memanfaatkan peran BUMDes disini, BUMDes nanti yang menerima pembayaran pajak di desa-desa itu dalam tempo seminggu atau beberapa minggu kemudian bisa disetorkan ke kas daerah setempat atau di Bank Kalbar setempat. Ini bisa menjadi peluang, tapi kita legalkan dulu dengan duduk satu meja bersama dengan menghadirkan BUMDes, Dispenda, Biro Hukum, Inspektorat dan BPKP agar yang kita lakukan tidak salah," terangnya.

Lanjutnya, ia juga berharap BUMDes dapat berinovasi dalam mengembangkan bisnisnya tapi terus mencari potensi-potensi bisnis lainnya.

"Saya berharap BUMDes itu tidak hanya monoton dengan bisnis yang sudah ada tapi terus mencari potensi-potensi bisnis lainnya untuk menjadikan BUMDes itu menjadi besar," tekannya.

Ia berharap Bumdesa Bersama Kalimantan Barat ini dapat menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat, serta mengembangkan daya saing dan daya ungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam memberdayakan potensi yang ada di desa. 

“Saya minta para pengelola Bumdesa Bersama aktif mencari informasi dan belajar dari Bumdesa Bersama serupa, yang telah lebih dulu berdiri dan dianggap berhasil dalam mengelolanya. Pengelolaan Bumdesa Bersama harus mengedepankan profesionalitas para pengurusnya, sehingga Bumdesa Bersama dapat terus berkembang dan berinovasi. Saya harap dengan peran aktif Saudara-saudara Bumdesa Bersama dapat berkembang dengan baik, sehingga terwujud desa yang mandiri, serta masyarakat yang sejahtera," ucapnya.

Kepada Kepala Dinas PMD Kabupaten se Kalimantan Barat, Baru meminta untuk terus memberikan bimbingan dan pendampingan kepada Bumdesa Bersama, dalam meningkatkan pengetahuan, kapasitas dan kemampuan pengurus Bumdesa Bersama di Provinsi Kalimantan Barat sesuai yang di amanahkan di PP No 11 Tahun 2021 tentang Bumdesa. 

“Perlu kita ketahui bersama progres atau perkembangan Bumdesa Bersama LKD yang sudah mendaftarkan untuk mendapatkan sertifikat Berbadan Hukum di Kemenkumham  sampai per tanggal 26 Mei 2024 berjumlah    148 Bumdesa Bersama dan yang sudah mendapatkan Dokumen Badan Hukum Terverifikasi berjumlah 49 Bumdesa Bersama LKD. Dan berdasarkan hasil Keputusan Menteri Desa PDTT No. 177 Tahun 2024 tentang Hasil Pemeringkatan Bumdesa/ Bumdesa Bersama ada peningkatan yang cukup signifikan untuk Bumdesa Bersama dari tahun sebelumnya yaitu Perintis 42, Pemula 9, Berkembang 47, dan Maju 12 dengan total Pemeringkatan 110 Bumdesa Bersama. Ini merupakan hasil kerja keras kita semua dalam berkoordinasi dan berkolaborasi sehingga menghasilkan capaian yang sangat baik bagi perkembangan Bumdesa Bersama yang lebih maju dan mandiri," tutupnya.(ais)

Hukum

Peristiwa

Pilkada 2024

Kesehatan

Lifestyle

Tekno