Iklan Tutup X

BERITA TERBARU 1-13

TEMPAT CADANGAN

Berita 15-21

YOUTUBE

Berita 22-25

Berita 25-34

Berita 40-43

Rabu, 22 Juli 2026

Jelang Bawaslu Goes To School, Dua Sekolah Ini Siap Dikunjungi

Jelang Bawaslu Goes To School, Dua Sekolah Ini Siap Dikunjungi
Anggota Bawaslu Kab. Sekadau berkunjung ke SMAN 1 Belitang Hulu (atas) dan SMAN 1 Belitang dalam rangka persiapan Bawaslu Goes To School di dua sekolah tersebut pada hari Senin dan Selasa lalu (20&21/7).
Dok. Istimewa
SEKADAU - Jelang kegiatan rutin, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sekadau lakukan kunjungan ke Sekolah Menengah Atas yang ad di Kabupaten Sekadau dalam rangka mensosialisasikan kepada calon pemilih pemula hal apa saja yang diawasi oleh Bawaslu selama pemilu dan pemilihan berlangsung. Kali ini Bawaslu akan ke Daerah Bumi Belitang yaitu Kecamatan Belitang Hulu dan Belitang.

Hal ini dikatakan oleh Muhammad Sandi, anggota Bawaslu Kabupaten Sekadau kepada wartawan media ini  (Rabu, 22/7) disela kesibukannya usai berkunjung ke dua kecamatan terjauh di Kabupaten Sekadau. " Kami memiliki agenda berkunjung ke sekolah menengah atas dan sekolah menengah sederajat lainnya yang ada di Kabupaten Sekadau untuk mensosialisasikan tugas dan fungsi Bawaslu baik pada saat tahapan pemilu dan pemilihan, " ujarnya. 

Dikatakan bahwa untuk sekolah yang ada di Kecamatan Sekadau Hilir, Nanga Mahap, Nanga Taman dan Sekadau Hulu telah dikunjungi. Oleh karena itu selanjutnya agenda sosialisasi pencegahan pelanggaran pemilu mendatang menyasar ke daerah Belitang. "Kami telah mengunjungi beberapa sekolah, ada dua sekolah yang menyatakan siap untuk kami kunjungi. Untuk kapan waktunya, masih kami bahas bersama dengan sekolah tersebut," ungkapnya. 

Ditambahkan olehnya pula untuk dua sekolah yang telah menyatakan kesiapan untuk dikunjungi yaitu SMAN 1 Belitang Hulu dan SMAN 1 Belitang.*

Stok Obat Aman, Keluarga Pasien Bilang Layanan Kesehatan Jalan Normal di RSUD Agoesdjam Ketapang

Perawat RSUD sedang memeriksa seorang pasien. Isu kekosongan stok obat ditepis keluarga pasien, perawatan dokter berjalan normal 
Ketapang - Pelayanan rawat inap dan rawat jalan di RSUD dr Agoesdjam Ketapang tetap normal pasca isu beredar stok beberapa jenis obat kosong. 

Firman, Keluarga pasien yang sedang menjaga kerabatnya akui tidak alami masalah bagi orang tuanya yang sedang dirawat di poli dalam. Pemeriksaan dokter maupun obat tetap normal dan mudah diperoleh di apotek rumah sakit. 

"Lancar jak bang, udah seminggu ni kami disini, obat, kunjungan dokter rutin, macam biase jak," ujarnya, ditemui di depan UGD Agoesdjam, Rabu malam (22/07/2026).

Lelaki asal Kayong Utara ini mengatakan, sudah hampir seminggu Ia menjaga orang tuanya yang saat ini masih dirawat pada salah satu ruangan. Kondisinya pun udah mulai berangsur membaik. 

"Sudah mulai membaik, tergantung dokter am sembile keluar. Kami terima kasih lah layanan rumah sakit ini bagus, dak ade masalah mah," katanya. 

Hal serupa juga diakui keluarga pasien lainya bernama Surya. Dia mengucapkan kalau obat dan perawatan buat anaknya yang sedang opname mudah diperoleh.

"Endak ade masalah mah, obat kalau dak ade dalam rumah sakit, kite cari tempat laen, dak ade hal," kata Surya. 

Sementara itu, kepala bidang layanan Medik dan Kebidanan RSUD, Yulia Ningsih menjelaskan, stok obat tetap ada. Dia menyebut, jika beberapa memang kosong, manajemen mengupayakan menemukan pada fasilitas rumah sakit lain di Ketapang.

"Isu kosong itu hanya sementara, kita prioritaskan obat tersedia. Jika di kita tidak ada, kan bisa dicari di tempat lain yang kerjasama dengan kita," ujar Yulia. 

Yulia mengatakan, dalam proses pengadaan obat maupun barang habis pakai (BHP) rumah sakit menggandeng mitra sebagai suplier. 

Dalam proses oenyediaanya, Yulia menjelaskan bahwa terkadang vendor obat dan BHP sering terlambat lakukan pengiriman kepihaknya. Tetapi manajemen punya siasat mengatasinya seperti kerjasama dengan fasilitas apotek dan rumah sakit di Ketapang.

"Kondisi yang sering terjadi itu biasanya terlambat kami terima dari distributor. Tapi kami punya cara atasinya. Kan ada fasilitas rumah sakit di Ketapang ini bisa kerjasama dengan kita. Jadi sebenarnya tidak ada masalah," tandasnya.


Muzahidin.

Karhutla Hanguskan 1 Hektare Lahan dan TPU di Teluk Bakung, Tim Gabungan Bertaruh Nyawa Padamkan Api

Foto: Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya

KUBU RAYA - Asap pekat merayap pelan membawa bau sangit yang menusuk hidung di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Selasa 21 Juli 2026. Di balik kepulan asap itu, tim gabungan dari Polsek Sungai Ambawang, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Lembaga Pengendalian Hutan Desa (LPHD) Teluk Bakung bertaruh nyawa demi menahan amuk si jago merah.

Lahan seluas kurang lebih 1 hektare hangus tak bersisa. Yang memilukan, api tidak hanya melalap semak belukar, tetapi juga menerobos dan membakar area Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat. 

Tempat peristirahatan terakhir para leluhur kini lumat berjelaga. Lebih mengerikan lagi, lidah api hanya berjarak 3 kilometer dari pemukiman warga, ancaman nyata yang siap melahap rumah jika tidak segera ditangani.

Bertaruh Nyawa di Parit yang Mengering

Perjuangan tim di lapangan menghadapi tantangan besar. Saat api membesar dan melompat dari rumput kering ke pusara-pusara warga, pasokan air justru habis. Parit-parit di sekitar lokasi telah mengering kerontang.

Kapolsek Sungai Ambawang, AKP Junaifi, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menggambarkan getirnya situasi di titik api.

"Tim gabungan berjibaku di tengah kepungan asap pekat dan hawa panas yang menyengat. Ketiadaan air karena parit mengering membuat anggota dan relawan harus memutar otak dan bekerja ekstra keras. Ini bukan sekadar memadamkan api, ini adalah upaya menyelamatkan pemukiman warga dan menghormati tempat peristirahatan terakhir saudara-saudara kita," ungkap Ade, Rabu 22 Juli 2026.

Meski api permukaan telah berhasil dipadamkan, tim masih bertahan di lokasi untuk memantau bara bawah tanah yang sewaktu-waktu bisa kembali menyala.

Ulah Oknum Tak Bertanggung Jawab: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Polres Kubu Raya menegaskan akan mengusut tuntas penyebab kebakaran ini. 

"Kami sedang bergerak melakukan penyelidikan mendalam. Kami akan mengusut tuntas apakah ada unsur kesengajaan dari oknum tak bertanggung jawab yang demi keuntungan pribadi atau kecerobohannya tega mengorbankan banyak orang," tegas Ade.

Membakar lahan hingga merusak pemakaman umum dan mengancam nyawa warga dinilai bukan lagi sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan bentuk kelakuan yang memicu keprihatinan publik.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat segera melaporkan jika menemukan titik api baru dan berhenti membuka lahan dengan cara membakar. (Tim/Jm)

Editor: R. Hermanto


Wagub Krisantus Ajak Masyarakat Dayak Batasi Konsumsi Alkohol Saat Gawai

Foto: Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan Membuka Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sekadau Ke-XV Tahun 2026

SEKADAU - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengajak masyarakat Dayak untuk membatasi konsumsi minuman beralkohol dalam perayaan Gawai. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-XV Kabupaten Sekadau di Betang Youth Center, Selasa 21 Juli 2026 kemarin.

Dalam sambutannya, Krisantus menegaskan bahwa tradisi minum dalam budaya Dayak tidak boleh dimaknai sebagai ajang untuk berlomba-lomba hingga mabuk. Menurutnya, leluhur Dayak mengajarkan bahwa minuman tradisional hanya menjadi bagian dari ritual adat, bukan untuk dikonsumsi secara berlebihan.

“Minum itu bukan sampai mati. Jangan diperlombakan mabuk. Leluhur kita mengajarkan bahwa minum itu sebagai salah satu prasyarat ritual dalam proses budaya,” ujarnya.

Wagub Krisantus berharap pesan tersebut dapat dipahami seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar perayaan Gawai tetap berlangsung khidmat, aman, dan sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya Dayak. 

"Khusus generasi muda, mari kita rayakan gawai Dayak sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya kita Dayak," tukasnya. (Tim/Rh)

Editor: R. Hermanto


Selasa, 21 Juli 2026

Hari Kedua Karhutla di Sungai Ambawang, Camat Jurin Ajak Warga Bersatu Cegah Kebakaran Lahan

Foto: Camat Sungai Ambawang, Jurin, S.E, Tinjau Lokasi Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Dusun Lintang Batang, Desa Persiapan Lintang Batang, Desa Induk Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya

KUBU RAYA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Dusun Lintang Batang, Desa Persiapan Lintang Batang, Desa Induk Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, masih terus ditangani oleh tim gabungan. Memasuki hari kedua, petugas bersama masyarakat berjibaku memadamkan api yang kini bergeser ke arah timur setelah sebelumnya berhasil dikendalikan di sekitar kawasan pemakaman.

Camat Sungai Ambawang, Jurin, S.E, mengatakan sejak kebakaran terjadi pada Senin sore, pemerintah kecamatan langsung menetapkan langkah tanggap darurat dengan melibatkan seluruh unsur terkait, mulai dari masyarakat, TNI, Polri, perangkat desa, relawan hingga pihak perusahaan.

"Sejak kemarin sore kami langsung melakukan tanggap darurat. Bersama masyarakat, TNI, Polri, perangkat desa, dan seluruh unsur terkait kami bersinergi melakukan pemadaman. Hari ini api di lokasi pemakaman sudah berhasil dipadamkan, namun titik api bergeser ke arah timur sehingga proses pemadaman masih terus dilakukan," ujar Jurin, Selasa 21 Juli 2026.

Ia menjelaskan, tantangan terbesar di lapangan adalah keterbatasan peralatan pemadam seperti selang serta minimnya sumber air. Meski demikian, proses pemadaman tetap berjalan berkat dukungan pemadam swasta dari Ambawang, masyarakat yang bergotong royong secara swadaya, serta bantuan dari perusahaan KSP.

Menurut Jurin, status siaga masih diberlakukan karena masih terdapat sejumlah titik api yang berpotensi kembali membesar. Petugas akan terus melakukan pemantauan hingga kondisi benar-benar aman.

Jurin menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Kubu Raya Nomor 46 Tahun 2026 tentang kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan. Surat edaran tersebut menjadi pedoman bagi seluruh masyarakat dalam menghadapi musim kemarau yang berisiko tinggi terhadap terjadinya karhutla.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, apa pun jenis tanaman yang akan ditanam. Menurutnya, langkah pencegahan menjadi kunci utama agar kebakaran tidak semakin meluas.

Selain itu, Pemerintah Kecamatan Sungai Ambawang juga mengimbau masyarakat yang memiliki hobi memancing untuk sementara waktu menghentikan aktivitas memancing di sejumlah lokasi rawan kebakaran. Pemerintah desa akan menerbitkan surat edaran larangan sementara karena adanya dugaan sumber api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pemancing.

"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Pemerintah Kecamatan Sungai Ambawang mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mari bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kami juga meminta masyarakat untuk sementara tidak memancing di lokasi-lokasi rawan karena ada indikasi sumber api berasal dari puntung rokok yang ditinggalkan," tegas Jurin.

Pemerintah Kecamatan Sungai Ambawang berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, relawan, dan masyarakat terus terjaga hingga seluruh titik api berhasil dipadamkan. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api baru agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan kebakaran tidak meluas. (Tim/Jm)

Editor: R. Hermanto


Rossi Pilih Andrea Kimi Antonelli Raih Gelar Formula 1 2026 Ketimbang Ferrari

MotoGP,Valentino Rossi,Andrea Kimi Antonelli,Formula 1,Ferrari,Mercedes,
Valentino Rossi mendukung Andrea Kimi Antonelli menjadi juara Formula 1 2026 meski dikenal sebagai pendukung Ferrari. Antonelli kini memimpin klasemen sementara.

JAKARTA - Legenda MotoGP Valentino Rossi menyatakan dukungannya kepada pembalap muda Italia Andrea Kimi Antonelli untuk menjuarai Formula 1 musim 2026. Pernyataan itu disampaikan Rossi menjelang Grand Prix Belgia, ketika persaingan perebutan gelar dunia mulai memanas.

Meski dikenal sebagai pendukung setia Ferrari, Rossi mengaku lebih memilih melihat Antonelli menjadi juara dunia dibanding tim kebanggaan Italia tersebut meraih sukses musim ini.

Antonelli tampil impresif sepanjang musim dengan memenangi lima dari sembilan seri yang telah berlangsung. Pembalap Mercedes itu kini memimpin klasemen sementara dengan keunggulan 25 poin atas rekan setimnya, George Russell.

Di sisi lain, Ferrari juga menunjukkan peningkatan performa. Lewis Hamilton dan Charles Leclerc sama-sama meraih kemenangan dalam tiga balapan terakhir. Hamilton kini hanya tertinggal 32 poin dari Antonelli, sementara Ferrari masih berjarak 78 poin dari Mercedes pada klasemen konstruktor.

Bagi Rossi, peluang Antonelli meraih gelar dunia memiliki makna besar bagi Italia. Jika berhasil, Antonelli akan menjadi pembalap Italia ketiga yang menjuarai Formula 1 setelah Giuseppe Farina dan Alberto Ascari, yang terakhir melakukannya pada 1953.

"Di Italia, Ferrari seperti sebuah agama. Tapi saya lebih menyukai pembalap daripada tim. Jadi sekarang saya mendukung Kimi," kata Rossi kepada Sky Sports F1 menjelang Grand Prix Belgia.

Rossi menilai Antonelli memiliki bakat luar biasa dan kecepatan yang dibutuhkan untuk menjadi juara dunia.

"Dia talenta hebat. Dia punya kecepatan yang luar biasa. Sudah hampir 70 tahun kami tidak memiliki pembalap Italia yang bisa memenangkan kejuaraan Formula 1. Jadi ini sangat spesial," ujarnya.

Rossi sendiri memiliki hubungan erat dengan Formula 1. Pada 2004 dan 2005, ia sempat menjalani tes bersama Ferrari yang memunculkan spekulasi kepindahannya dari MotoGP ke F1. Namun, rencana tersebut tidak pernah terwujud.

Setelah pensiun dari MotoGP, Rossi melanjutkan karier di balap mobil sport sebagai pembalap pabrikan BMW. Ia juga mengungkapkan keinginannya tampil di ajang Nurburgring 24 Hours pada masa mendatang.

Rossi mengatakan saat ini dirinya tengah berdiskusi dengan BMW untuk mewujudkan rencana tersebut. Jika terealisasi, ia berpeluang bertarung di lintasan yang sama dengan juara dunia Formula 1 empat kali, Max Verstappen.

Sambut Hari Anak Nasional 2026, Bandara Supadio Ajak Ratusan Siswa Kenali Profesi dan Keselamatan di Bandara

Foto: Bandara Supadio Ajak Ratusan Siswa Kenali Profesi dan Keselamatan di Bandara

KUBU RAYA - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Supadio Pontianak menggelar kegiatan bertajuk Program InJourney Community Care. Mengusung tema "Pengenalan Profesi dan Keselamatan di Lingkungan Bandara", kegiatan edukatif ini dihadiri oleh General Manager Bandara Supadio beserta Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya, kepala sekolah, guru pendamping, serta ratusan siswa-siswi dari SDN 39 dan MIS Miftahul Ulum Desa Limbung.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan berbagai profesi di bandara, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu, menginspirasi semangat belajar, serta menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini kepada generasi penerus bangsa.

"Selama ini mungkin anak-anak kita hanya melihat pesawat lepas landas dan mendarat dari kejauhan. Namun di balik itu semua, ada banyak insan bandara yang bekerja dengan penuh tanggung jawab memastikan setiap penerbangan berlangsung aman, nyaman, dan lancar. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan mimpi mereka agar berani bercita-cita setinggi langit," ujar General Manager Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti.

Sebagai bentuk komitmen nyata kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), manajemen Bandara Internasional Supadio turut menyerahkan bantuan berupa paket tas sekolah dan alat tulis kepada seluruh siswa peserta. Bantuan ini diharapkan mampu memberikan dorongan semangat baru bagi anak-anak dalam menempuh pendidikan sehari-hari.

Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya serta jajaran guru pendamping yang hadir turut mengapresiasi inisiatif kolaboratif ini. Kehadiran para siswa di lingkungan bandara memberikan wawasan baru yang sangat berharga yang tidak didapatkan di ruang kelas biasa.

Menutup rangkaian acara pembukaan, manajemen berpesan kepada seluruh anak-anak peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, aktif bertanya, dan menjadikan pengalaman hari ini sebagai batu loncatan untuk meraih cita-cita di masa depan apabila ingin berkarir di industri penerbangan dan kebandarudaraan. (Tim)

Riset Ungkap Fenomena "Double Subsidy" yang Bebani Media

Riset Ungkap Fenomena "Double Subsidy" yang Bebani Media.
Jakarta, 20 Juli 2026 — Kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) tidak lagi menjadi alat bantu semata bagi industri media. Kehadirannya mulai mengubah cara publik mengakses informasi, menggerus lalu lintas kunjungan ke situs berita, sekaligus menimbulkan tantangan baru terhadap keberlanjutan bisnis media di Indonesia.

Kesimpulan itu mengemuka dalam peluncuran dua hasil riset yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bekerja sama dengan Monash University Indonesia dan PR2Media di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026. Kedua penelitian tersebut mengulas dampak AI generatif terhadap model bisnis media sekaligus mengukur kesiapan perusahaan media dalam mengadopsi teknologi tersebut.

Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika mengatakan kedua riset tersebut disusun sebagai pijakan bersama untuk memahami perubahan yang sedang berlangsung di industri media.
Menurut dia, hasil penelitian tidak dimaksudkan hanya menjadi pengetahuan internal AMSI, melainkan menjadi dasar bagi para pemangku kepentingan dalam menyusun langkah kolektif menghadapi perkembangan AI.

"Kami ingin informasi ini menjadi pengetahuan kita bersama sehingga percakapan-percakapan ke depan berdasarkan realita yang sama dan memudahkan kita merumuskan langkah-langkah bersama," kata Wahyu.

Dalam kesempatan yang sama, Grants and Partnerships Manager Asia & the Pacific International Fund for Public Interest Media (IFPIM), Trinna Leong, mengatakan perubahan yang dihadapi media bukan lagi sekadar persoalan teknologi, melainkan perubahan mendasar dalam cara publik menemukan informasi.

"Sepanjang sejarah internet, hubungan antara publik dan ruang redaksi berlangsung secara langsung. Pembaca mencari jawaban dan menemukan berita yang dilaporkan, disunting, serta dipertanggungjawabkan oleh jurnalis. Kini jalur itu diam-diam sedang dialihkan," ujar Trinna.

Menurut dia, AI kini semakin sering menyajikan ringkasan informasi tanpa membawa pengguna mengunjungi sumber asli berita.

"Jawaban kini muncul tanpa pengguna pernah mencapai sumber langsung. Ringkasan dibuat oleh mesin yang dilatih menggunakan karya jurnalistik yang kini justru berdiri di depan sumber tersebut."
Trinna menilai situasi tersebut sudah berlangsung saat ini dan dampaknya dirasakan langsung oleh ruang-ruang redaksi di Indonesia.

"Ini bukan lagi kekhawatiran teknis yang jauh di masa depan. Ini sedang terjadi sekarang, lebih cepat daripada yang kita perkirakan."

Peneliti Monash University Indonesia, Ika Idris kemudian memaparkan hasil penelitian mengenai dampak AI generatif terhadap industri media, khususnya sejak Google meluncurkan fitur AI Overview dan melakukan sejumlah pembaruan algoritma pencarian.

Menurut Ika, penelitian dilakukan menggunakan data kunjungan (visitors), click-through rate (CTR), dan impresi dari sejumlah perusahaan media, yang kemudian dilengkapi dengan data Similarweb serta wawancara mendalam dengan pengelola media.

Hasilnya menunjukkan lalu lintas pengunjung media mengalami penurunan secara konsisten.

Pada kelompok media yang diteliti, rata-rata penurunan trafik bahkan mencapai sekitar 54 persen, dengan media berskala menengah menjadi kelompok yang mengalami dampak paling besar.

Penurunan CTR juga terjadi setelah Google AI Overview diperkenalkan dan diperbarui melalui sejumlah core update.
Tim peneliti juga melakukan analisis causal impact untuk melihat hubungan antara peluncuran AI Overview dan penurunan trafik.

"Dari 13 media besar yang kami teliti, enam menunjukkan penurunan yang signifikan secara statistik," ujar Ika.
Salah satu temuan utama penelitian adalah munculnya fenomena yang disebut double subsidy.

Ika menjelaskan perusahaan media pada praktiknya memberikan dua bentuk subsidi kepada perusahaan pengembang large language model (LLM).

Subsidi pertama terjadi ketika konten jurnalistik diambil melalui proses scraping untuk melatih model AI tanpa kompensasi kepada media sebagai pemilik konten.

Subsidi kedua muncul ketika aktivitas crawler AI meningkatkan beban lalu lintas server media. Lonjakan akses dari bot AI membuat perusahaan media harus meningkatkan kapasitas server dan menanggung biaya tambahan, meskipun aktivitas tersebut tidak menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.

Dalam wawancara dengan pengelola media, biaya tambahan server akibat aktivitas tersebut berkisar antara puluhan juta hingga sekitar Rp100 juta per bulan, terutama bagi media yang harus meningkatkan kapasitas layanan mereka.

"Jurnalisme menopang demokrasi, menopang ekosistem informasi, sekarang juga menopang perusahaan AI. Tetapi media justru menanggung biaya tanpa memperoleh manfaat ekonomi yang sepadan," kata Ika.

Penelitian juga menemukan respons perusahaan media terhadap aktivitas AI masih beragam.

Sebagian media memilih memblokir crawler AI tertentu, sebagian memblokir seluruh akses, sementara media lain justru tidak melakukan pembatasan sama sekali karena khawatir kehilangan visibilitas di hasil pencarian berbasis AI.

Masih ada pula media kecil yang belum menyadari bahwa kontennya sedang dikumpulkan oleh bot AI karena keterbatasan sumber daya manusia dan kemampuan teknis.

Menurut Ika, kondisi tersebut menunjukkan mekanisme pasar belum mampu menyelesaikan persoalan secara alami sehingga diperlukan intervensi kebijakan.

Penelitian merekomendasikan reformasi regulasi, peningkatan kapasitas perusahaan media, serta perlindungan khusus bagi media lokal yang dinilai paling rentan karena memiliki sumber daya terbatas namun menghasilkan konten jurnalistik bernilai tinggi.

Trinna mengatakan temuan penelitian tersebut penting karena mengubah berbagai kekhawatiran yang selama ini hanya bersifat anekdotal menjadi bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Selama ini percakapan lebih banyak diwarnai anekdot. Penelitian yang diluncurkan hari ini mengubah kita dari sekadar kecurigaan menjadi bukti (from suspicion to evidence)."

Ia menambahkan bukti tersebut menjadi fondasi bagi industri media untuk mengambil langkah bersama menghadapi perubahan yang dipicu AI.

"Riset seperti ini mengubah kecemasan yang tersebar menjadi argumen bersama yang kredibel. Dan argumen bersama itulah yang memungkinkan ruang redaksi menentukan masa depannya sendiri."

Sementara itu, penelitian PR2Media memotret tingkat kesiapan perusahaan media anggota AMSI dalam mengadopsi AI menggunakan kerangka AI Readiness Index (AIRI) yang dikembangkan AI Singapore dan disesuaikan dengan konteks industri media Indonesia.

Peneliti PR2Media Engelbertus Wendratama menjelaskan bahwa penelitian tersebut bertujuan mengidentifikasi pemanfaatan AI di perusahaan media sekaligus mengukur tingkat kesiapan organisasi dalam menghadapi peluang dan tantangan AI.

"Kami menemukan kerangka AIRI (AI Readiness Index) yang dikembangkan AI Singapore. Standarnya memang tinggi karena mengukur kesiapan organisasi, bukan sekadar penggunaan alat AI seperti ChatGPT atau Gemini, tetapi kesiapan untuk memanfaatkan bahkan mengembangkan sistem AI secara mandiri," ujar Wendratama.

Survei dilakukan terhadap 262 perusahaan media dari total 528 anggota AMSI yang mewakili kategori media besar, menengah besar, menengah, dan kecil. Penilaian mencakup lima aspek, yakni kesiapan organisasi, etika, model bisnis, data, dan infrastruktur teknologi.

Hasil penelitian menunjukkan perusahaan media berskala besar memiliki tingkat kesiapan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok lainnya.

Meski demikian, bahkan perusahaan media besar masih menghadapi tantangan dalam menyusun pedoman operasional penggunaan AI, mitigasi risiko, hingga strategi investasi teknologi yang dinilai membutuhkan biaya besar dengan tingkat ketidakpastian tinggi.

Menurut Wendratama, sebagian besar perusahaan media masih berada pada tahap awal pemanfaatan AI.

"Sebagian besar media masih menggunakan AI sebagai alat bantu siap pakai. Belum banyak yang memiliki peta jalan untuk mengembangkan sistem AI sendiri maupun strategi bisnis jangka panjang."

Berdasarkan hasil penelitian, PR2Media merekomendasikan penguatan kapasitas internal perusahaan media melalui penyusunan modul, pelatihan, pendampingan, hingga dukungan perangkat lunak dan perangkat keras.
Selain itu, AMSI dinilai perlu mengambil peran lebih besar dalam memperkuat posisi tawar industri media terhadap platform AI.

"AMSI perlu membangun strategi negosiasi kolektif dengan platform AI. Perusahaan media sudah menyadari potensi bisnis AI, tetapi posisi tawarnya lemah jika bernegosiasi sendiri," kata Wendratama.

Menurut dia, negosiasi kolektif dapat mencakup pembahasan skema lisensi, perlindungan konten, kompensasi atas penggunaan data, hingga model revenue sharing apabila konten media dimanfaatkan untuk pelatihan AI.

Ia juga menilai revisi Undang-Undang Hak Cipta yang mengakui hak ekonomi atas karya jurnalistik akan memperkuat posisi perusahaan media dalam berhadapan dengan platform AI.

Sementara itu, Anggota Dewan Pers Dahlan Dahi mengatakan industri media saat ini menghadapi perubahan mendasar akibat dominasi platform digital dan AI.

Menurut dia, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan melalui revisi Undang-Undang Hak Cipta, tetapi juga membutuhkan kebijakan pendukung, termasuk instrumen perpajakan dan pengaturan persaingan usaha sebagaimana diterapkan di Kanada maupun Prancis.

Ia menilai posisi tawar perusahaan media terhadap platform digital masih sangat lemah sehingga diperlukan regulasi yang mampu menciptakan hubungan yang lebih seimbang.

"Kami percaya ekosistem pers yang sehat akan menghasilkan informasi yang sehat bagi publik. Informasi yang sehat akan memperkuat demokrasi," kata Dahlan.

LMKN dan USEA Kerja Sama Bangun Ekosistem Lisensi BGM Terintegrasi di Indonesia

LMKN dan USEA Kerja Sama Bangun Ekosistem Lisensi BGM Terintegrasi di Indonesia
LMKN dan USEA Kerja Sama Bangun Ekosistem Lisensi BGM Terintegrasi di Indonesia.
JAKARTA - Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi asal Singapura, USEA Pte. Ltd., untuk membangun ekosistem lisensi Background Music (BGM) atau musik latar komersial yang lebih terintegrasi, transparan, dan akuntabel di Indonesia. Kerja sama yang diteken pada Selasa, 21 Juli 2026 tersebut, dituangkan dalam Cooperation Agreement mengenai Pengembangan Ekosistem Lisensi BGM Komersial Bersertifikat di Indonesia.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Ketua LMKN Pencipta Andi Mulhanan Tombolotutu dan Ketua LMKN Hak Terkait Marcell Siahaan mewakili LMKN, serta Group Chief Executive Officer USEA PTE. LTD., Jerry Chen, mewakili USEA.

Dalam kerja sama ini, LMKN tetap menjalankan fungsi dan kewenangan sebagai lembaga yang berwenang mengelola penghimpunan, administrasi, dan pendistribusian royalti musik di Indonesia. Sementara itu, USEA berperan sebagai penyedia platform teknologi, perangkat, serta infrastruktur pembayaran dan pelaporan untuk mendukung proses lisensi musik latar komersial. 

USEA tidak bertindak sebagai lembaga manajemen kolektif maupun penyedia katalog musik.

Kerja sama tersebut bersifat non-eksklusif. Meski demikian, LMKN mengakui USEA sebagai mitra penyedia layanan BGM bersertifikat, dan mitra pelaksana yang menjadi acuan operasional awal dalam pengembangan layanan serupa di Indonesia.

Melalui platform USEA, pelaku usaha nantinya dapat melakukan pembayaran royalti kepada LMKN secara terintegrasi. Sistem akan memisahkan secara transparan antara besaran royalti yang menjadi hak LMKN dengan biaya layanan USEA. Pembayaran royalti akan disalurkan langsung ke rekening LMKN melalui penyedia jasa pembayaran (PJP), sementara biaya layanan diterima secara terpisah oleh USEA.

Dokumen kerja sama juga menegaskan, bahwa musik latar baru dapat diaktifkan setelah tiga persyaratan terpenuhi, yakni pembayaran telah dinyatakan berhasil, dana royalti telah disalurkan sesuai mekanisme yang disepakati, dan sertifikat lisensi diterbitkan oleh LMKN melalui platform USEA.

Sebagai tahap awal implementasi, kedua belah pihak akan menjalankan proyek percontohan (pilot project) pada 100 outlet usaha. Apabila target yang telah ditetapkan tercapai, kerja sama akan diperluas ke berbagai sektor usaha, jaringan bisnis, maupun asosiasi melalui skema implementasi bertahap.

Selain mengatur mekanisme pembayaran dan sertifikasi, perjanjian juga memuat ketentuan mengenai pelaporan penggunaan musik, perlindungan data, audit, keamanan sistem, tata kelola bersama, serta penyelesaian sengketa. Kedua pihak membentuk Joint Working Group (JWG) yang akan mengawasi implementasi kerja sama dan melakukan evaluasi secara berkala.

Masa berlaku kerja sama ditetapkan hingga 8 Agustus 2028, dengan evaluasi kinerja setiap enam bulan. Perpanjangan kerja sama hanya dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan tertulis kedua belah pihak.

Apa itu LMKN dan USEA

LMKN adalah lembaga bantu negara non-APBN yang lahir berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta. Undang-Undang tersebut mengamanatkan LMKN untuk menangani pengumpulan royalti penggunaan karya cipta lagu dan musik di Indonesia.

LMKN mempunyai kewenangan untuk mengoleksi (mengumpulkan) royalti penggunaan karya cipta lagu dan musik dari para pengguna komersial, dengan tarif yang ditetapkan dan disahkan dalam Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia, kemudian mendistribusikannya melalui LMK kepada para Pencipta, Pemegang Hak, dan Pemilik Hak Terkait.

Sedangkan USEA Pte. Ltd., adalah anak perusahaan dari U-NEXT HOLDINGS asal Jepang, yang menyediakan solusi teknologi ritel seperti musik latar digital (BGM), wewangian toko, dan tanda digital pintar. (*)  
 
(HUMAS)

Pelatihan Kahoot Poliban Tingkatkan Inovasi Pembelajaran Digital di SD Islam Madinaturramlah

Banjarmasin,Kalsel,Poliban,Kahoot,Pembelajaran Digital,Guru SD,Banjarmasin,
Poliban menggelar pelatihan Kahoot bagi guru SD Islam Madinaturramlah Banjarmasin untuk meningkatkan kompetensi pembelajaran digital yang interaktif dan inovatif.

BANJARMASIN – Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Kalimantan Selatan, menggelar pelatihan pemanfaatan platform pembelajaran berbasis permainan Kahoot! bagi guru SD Islam Madinaturramlah di Banjarmasin, Selasa. Kegiatan yang digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Sistem Informasi Akuntansi, Jurusan Akuntansi Poliban ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran digital yang lebih interaktif.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya Poliban mendorong transformasi digital di sektor pendidikan melalui pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar.

Ketua Tim PKM Poliban, Fitria, mengatakan perkembangan teknologi informasi menuntut pendidik menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan berpusat pada peserta didik. Salah satu media yang dinilai dapat mendukung tujuan tersebut adalah Kahoot!, platform pembelajaran berbasis kuis interaktif.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mulai dari pengenalan konsep dasar Kahoot!, demonstrasi penggunaan aplikasi, praktik membuat kuis interaktif, hingga simulasi penerapan di dalam kelas.

Tim dosen dan mahasiswa Poliban juga memberikan pendampingan langsung agar para guru dapat mencoba seluruh fitur utama aplikasi secara mandiri.

Fitria mengatakan pemanfaatan media digital telah menjadi kebutuhan dalam proses pembelajaran saat ini. "Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam kegiatan belajar mengajar sehingga pembelajaran menjadi lebih inovatif dan mampu meningkatkan partisipasi siswa," ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi, para guru menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Mereka aktif berdiskusi, menyusun kuis sesuai mata pelajaran masing-masing, serta melakukan simulasi penggunaan Kahoot! sebagai media evaluasi pembelajaran.

Tim pelaksana juga memberikan apresiasi kepada peserta yang paling aktif selama kegiatan berlangsung.

Program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya Poliban memperkuat transformasi digital di bidang pendidikan. Selain meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah serta mendukung pencapaian SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.