BorneoTribun
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

BERITA TERBARU 1-13

TEMPAT CADANGAN

Berita 14-20

YOUTUBE

Berita 21-24

Berita 25-34

Berita 40-43

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Kamis, 21 Mei 2026

Polres Landak Gelar Sertijab Pejabat Utama dan Kapolsek Jajaran

Foto: Sertijab Pejabat Utama dan Kapolsek Jajaran Polres Landak 

LANDAK - Polres Landak menggelar kegiatan serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama dan kapolsek jajaran pada Kamis, 21 Mei 2026 siang. Kegiatan berlangsung di Aula BKPM Polres Landak mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Acara sertijab dipimpin langsung oleh Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari dan dihadiri Wakapolres Landak KOMPOL Syaiful Bahri, para pejabat utama Polres Landak, para kapolsek jajaran, serta anggota Polres Landak.

Dalam mutasi tersebut, sejumlah pejabat mendapatkan penugasan baru di lingkungan Polda Kalbar maupun Polres Landak. 

AKP Triyono, S.H yang sebelumnya menjabat Kasi Humas Polres Sekadau kini dipercaya menjabat Kapolsek Sengah Temila Polres Landak.

IPTU Eko Kurniawan, S.H., M.H yang sebelumnya menjabat Ps Kapolsek Kuala Behe Polres Landak mendapat jabatan baru sebagai Ps Kasubsibansidik Sikorwas PPNS di Reskrimsus Polda Kalbar. Posisinya digantikan IPTU Handoko Warih yang sebelumnya menjabat Kaur Bin Ops Satlantas Polres Mempawah.

Pergantian jabatan juga terjadi di posisi Kasat Intelkam Polres Landak. AKP Hengky Gunawan, S.H yang sebelumnya menjabat Kasat Intelkam Polres Landak kini mengemban tugas baru sebagai Kasat Intelkam Polres Sintang. Jabatan tersebut selanjutnya dipercayakan kepada IPTU Hendra Darwiliyas Safri, S.T., M.H yang sebelumnya bertugas sebagai Pamin 6 Subbagrenmin Ditintelkam Polda Kalbar.

IPDA Paskarianto yang sebelumnya menjabat Ps Kapolsek Mempawah Hulu Polres Landak kini menjadi Pama Polres Landak. Jabatan Kapolsek Mempawah Hulu selanjutnya diisi IPTU Freddy Surya Purnama, S.H., M.H yang sebelumnya menjabat Kanit 3 Sat Intelkam Polres Kubu Raya.

Rotasi jabatan lainnya yakni AKP Teguh Supriyadi yang sebelumnya menjabat Kasatsamapta Polres Landak kini menjabat Ps Kabaglog Polres Landak. Posisi Kasatsamapta selanjutnya diisi AKP Zulianto yang sebelumnya menjabat Kasat Binmas Polres Landak.

Sedangkan jabatan Kasat Binmas Polres Landak kini dipercayakan kepada IPTU Andreas Quinn Hartono Putra, S.Tr.K., M.H yang sebelumnya menjabat Kaurbinopsnal Sat Reskrim Polres Landak.

Sementara IPTU Modetus Edi Damianus yang sebelumnya menjabat Ps Kanit Intelkam Polsek Ngabang mendapat jabatan baru sebagai Pama Polres Landak.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari dalam sambutannya menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang biasa dalam institusi Polri sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan pengembangan karier personel.

“Mutasi jabatan merupakan bentuk kepercayaan pimpinan kepada personel untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan kinerja organisasi. Saya berharap seluruh pejabat yang baru dilantik dapat segera menyesuaikan diri dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional serta humanis dalam melayani masyarakat,” ujar Kapolres Landak.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Polres Landak serta berharap pejabat baru mampu membawa inovasi positif dalam pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polres Landak. (Hr)


Kejati Kalbar Gelar FGD Evaluasi Pelaksanaan Restorative Justice, Bahas Rekomendasi Kebijakan Nasional

Foto: FGD Evaluasi Pelaksanaan Restorative Justice Kejaksaan Tinggi Kalbar 

PONTIANAK - Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menjadi lokasi pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Evaluasi Pelaksanaan Restorative Justice (RJ) pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Baharuddin Lopa dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan RI, Agus Sahat Lumban Gaol, SH, MH, yang sekaligus menjadi keynote speaker.

Sesjampidum menegaskan bahwa restorative justice bukan sekadar penghentian penuntutan perkara. Pendekatan ini merupakan upaya pemulihan hubungan sosial, penyelesaian konflik, pemulihan korban, serta tanggung jawab pelaku secara berkeadilan dan humanis. 

Selama enam tahun implementasi, ribuan perkara berhasil diselesaikan melalui pendekatan restorative justice. Namun, Kejaksaan masih menghadapi tantangan berupa perbedaan persepsi pelaksanaan di lapangan, penyesuaian regulasi pasca KUHAP 2025, penguatan kapasitas jaksa mediator, serta integrasi teknologi informasi dan data perkara.

FGD ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan dan rencana aksi yang aplikatif guna memperkuat pelaksanaan restorative justice sebagai bentuk penegakan hukum modern yang mengedepankan kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan bagi masyarakat.

Pelaksanaan restorative justice masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya:

- Perbedaan persepsi dalam implementasi di lapangan

- Penyesuaian kebijakan pasca berlakunya KUHAP Tahun 2025

- Penguatan kapasitas jaksa sebagai mediator yang profesional dan berintegritas

- Integrasi teknologi informasi dan data perkara guna menjamin akurasi, akuntabilitas, serta mencegah penyalahgunaan mekanisme restorative justice

FGD ini dinilai strategis karena mempertemukan praktisi, akademisi, dan masyarakat dalam ruang diskusi konstruktif guna menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif, realistis, dan menjawab kebutuhan penegakan hukum ke depan. Sebagai Program Prioritas Nasional yang dipantau Kementerian PPN/Bappenas, evaluasi kebijakan restorative justice diharapkan menghasilkan langkah konkret dan rencana aksi terukur untuk memperkuat reformasi penuntutan yang humanis, adaptif, profesional, dan berintegritas.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Dr. Emilwan Ridwan menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung RI atas terselenggaranya forum strategis tersebut. Menurutnya, FGD ini tidak sekadar menjadi sarana evaluasi pelaksanaan restorative justice, tetapi juga ruang intelektual untuk merumuskan arah kebijakan penegakan hukum yang lebih responsif terhadap rasa keadilan yang hidup di tengah masyarakat atau living law.

Kejati Kalbar menegaskan bahwa restorative justice merupakan terobosan penting dalam sistem peradilan pidana yang menempatkan hukum tidak hanya sebagai instrumen penghukuman, tetapi juga sebagai sarana pemulihan, rekonsiliasi, dan harmonisasi sosial. Pendekatan ini sejalan dengan karakter masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai musyawarah, perdamaian, gotong royong, serta penyelesaian konflik yang mengedepankan keseimbangan hubungan antarwarga.

“Penegakan hukum yang ideal bukan hanya mampu menghadirkan kepastian hukum, tetapi juga harus menangkap denyut keadilan yang hidup di tengah masyarakat. Hukum tidak boleh terlepas dari nilai, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi fondasi kehidupan sosial. Oleh karena itu, evaluasi terhadap pelaksanaan restorative justice menjadi penting untuk memastikan kebijakan yang dibangun benar-benar selaras dengan kebutuhan dan rasa keadilan masyarakat,” ujarnya.

Keberhasilan restorative justice tidak semata diukur dari jumlah perkara yang diselesaikan melalui penghentian penuntutan. Keberhasilan lebih tercermin dari kemampuan memulihkan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat, menghilangkan potensi konflik berkepanjangan, serta mengembalikan keseimbangan sosial yang terganggu akibat suatu tindak pidana.

FGD ini juga menegaskan komitmen Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang tidak hanya bekerja berdasarkan teks peraturan, tetapi memahami konteks sosial, budaya, dan nilai-nilai yang hidup di masyarakat. Hukum yang kuat adalah hukum yang mampu menjaga ketertiban, menghadirkan keadilan, serta tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi ruh kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan FGD menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktur A pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan RI Dr. Hari Wibowo, SH, MH, dan Dr. H. Aswandi, SH, MHum dari Universitas Tanjungpura yang mewakili Dekan Fakultas Hukum Untan. 

Hadir pula tokoh yang mewakili Ormas Melayu, Rektor UPB, Panglima Muda DPD Kota Pontianak, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Sungai Beliung, dan Ormas IKBM. Para peserta menyatakan dukungan terhadap FGD yang melibatkan unsur masyarakat sebagai bahan masukan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan evaluasi pelaksanaan restorative justice.


Kompolnas RI Kunjungi Polres Kubu Raya, Dorong Pelayanan Publik yang Profesional dan Akuntabel

Foto: Kompolnas RI Kunjungi Mapolres Kubu Raya, Kalbar 

KUBU RAYA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja strategis ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Kamis (21/5/2026) pagi. 

Kunjungan ini berfokus pada pengumpulan data komprehensif terkait Sumber Daya Manusia (SDM), sarana-prasarana (sarpras), hingga optimalisasi serapan anggaran di jajaran Polres Kubu Raya guna memastikan pelayanan publik berjalan prima, modern, dan akuntabel.

Pertemuan yang berlangsung di Aula Mapolres Kubu Raya ini dihadiri Anggota Kompolnas RI Gufron, S.H.I., M.Hub.Int., didampingi Kasubbag Pemantauan dan Evaluasi SKM Kompolnas RI AKBP Dicky Hermansyah, S.H., S.I.K., M.H., Anggota Kompolnas RI Ekin Natanael Tarigan, serta Staf Kompolnas RI Rehbuna Febrianto Lubis, S.H.

Kehadiran tim pengawas eksternal tersebut disambut oleh AKM Tk. III Itwasda Polda Kalbar Kombes Pol Abdul Rosid, Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H., beserta seluruh Pejabat Utama (PJU) Polres Kubu Raya.

Dalam sambutannya, Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan momentum krusial dan wujud perhatian besar Kompolnas terhadap penguatan institusi kepolisian di tingkat wilayah. Evaluasi berkala dinilai menjadi mesin penggerak utama untuk terus memperbaiki mutu pelayanan kepada masyarakat.

“Kehadiran Kompolnas RI adalah bentuk perhatian dan dukungan nyata bagi kami di Polres Kubu Raya untuk terus menaikkan kelas pelayanan publik. Ini forum yang sangat baik guna mengevaluasi potret pelayanan yang telah berjalan, agar visi kepolisian yang profesional, akuntabel, dan humanis tidak sekadar menjadi jargon, melainkan realitas yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Kubu Raya,” ujar AKBP Kadek Ary Mahardika.

Kadek Ary menambahkan, pihaknya membuka seluruh data operasional secara transparan agar dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi objektif bagi Kompolnas RI.

Anggota Kompolnas RI Gufron, S.H.I., M.Hub.Int., memaparkan bahwa mandat utama Kompolnas adalah membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan kelembagaan serta mengawal pelaksanaan tugas Polri. Oleh sebab itu, potret utuh mengenai dinamika kewilayahan sangat dibutuhkan agar kebijakan pusat sejalan dengan kebutuhan riil di daerah.

“Rekomendasi kebijakan yang konstruktif dan objektif tidak bisa lahir dari balik meja. Ia harus dibangun dari kondisi nyata dan empiris di lapangan. Polres Kubu Raya ini adalah satuan kewilayahan yang relatif masih muda, berusia kurang lebih 7 tahun. Tentu memiliki karakteristik, dinamika, tantangan, serta kebutuhan organisasi tersendiri,” kata Gufron.

Gufron mengajak jajaran Polres Kubu Raya berdialog terbuka mengenai tantangan multidimensi yang dihadapi, mulai dari aspek geografis, sosiologis, hingga konstelasi ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan (Ipoleksosbudkam).

Dalam pemaparan formal, Kapolres Kubu Raya membedah kondisi wilayah hukumnya secara menyeluruh:

1. Kriminologi dan Penegakan Hukum: Kabupaten Kubu Raya menempati peringkat ketiga tingkat kriminalitas di Kalbar, didominasi kasus pencurian dan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Langkah pencegahan dan penegakan hukum Satreskrim dinilai berjalan baik.

2. Urgensi Satuan Polairud: Mengingat wilayah Kubu Raya didominasi kepulauan dan jalur perairan, Polres mengajukan urgensi pembentukan Satuan Polairud untuk memaksimalkan pengamanan perairan.

3. Fokus Lahan Gambut dan Karhutla: Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan menjadi fokus utama mengingat topografi Kubu Raya didominasi lahan gambut yang rentan. Program “Gerakan Indonesia Asri” juga diakselerasi bersama Pemkab Kubu Raya.

4. Manajemen Sosial-Ekonomi dan Lalu Lintas: Polres memitigasi potensi gesekan sosial di sektor perkebunan sawit serta mengintervensi angka kecelakaan lalu lintas melalui manajemen keselamatan jalan oleh Satlantas.

5. Komunikasi Publik dan Penguatan Komunitas: Optimalisasi fungsi Bhabinkamtibmas, respons cepat layanan 110, dan komunikasi aktif dengan tokoh agama, adat, dan masyarakat.

Merespons paparan tersebut, Anggota Kompolnas RI Gufron memberikan tiga poin penekanan strategis:

1. Penebalan Keamanan di Titik Rawan: Peningkatan patroli, penguatan deteksi dini, dan kehadiran personel preventif di lokasi rawan.

2. Transformasi Humas di Era Digital: Optimalisasi fungsi kehumasan melalui media sosial untuk menyajikan informasi cepat, akurat, edukatif, dan humanis.

3. Pelayanan Responsif dan Transparan: Pelayanan yang responsif, transparan, adil, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan kepercayaan publik.

Kunjungan kerja ditutup dengan diskusi interaktif antara Tim Kompolnas RI dan jajaran PJU Polres Kubu Raya. Masukan yang dihimpun akan menjadi bahan rekomendasi kebijakan nasional untuk mendukung Polri yang semakin modern dan terpercaya. (Tim)


Rabu, 20 Mei 2026

Wanita yang Dilaporkan Tenggelam di Pangkalan Telok Nanga Tayap Ditemukan 270 Meter Dalam Kondisi Tewas

Foto : Evakuasi jasad Maga, wanita yang dilaporkan pada Selasa semalam tenggelam di sungai di desa Pangkalan Telok, Nanga Tayap oleh TIM SAR 

KETAPANG - Tim SAR gabungan berhasil menemukan Maga (34), warga Desa Pangkalan Telok, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat mandi di Sungai Kinjil, Dusun Sungai Kinjil.

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada koordinat sekitar 270 meter dari lokasi kejadian awal. Selanjutnya korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Ayub dalam laporan operasi SAR.

Dia mengatakan, korban ditemukan pada Rabu malam, 20 Mei 2026 sekitar pukul 20.45 WIB dalam keadaan jasad mengapung arah hilir dari titik awal kejadian.

Jasad Maga ditemukan setelah dua hari operasi pencarian. Proses saat ini, Tim SAR menyerahkan jasad korban langsung kepada pihak keluarga. 

"Setelah ditemukan, korban dievakuasi pada pukul 20.50 WIB dan dibawa ke rumah duka." ujarnya.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 21.00 WIB. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing.

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi pencarian antara lain Pos SAR Ketapang, BPBD Ketapang, Polsek Nanga Tayap, Koramil Nanga Tayap, Satpol PP Ketapang, perangkat Desa Pangkalan Telok, masyarakat, serta keluarga korban. (*)







Selasa, 19 Mei 2026

45 Pelajar Kaltara Jalani Seleksi Ketat Demi Lolos Paskibraka Nasional

45 peserta dari lima kabupaten/kota mengikuti seleksi Paskibraka Kaltara 2026 di Tanjung Selor untuk memperebutkan posisi tingkat provinsi dan nasional.
45 peserta dari lima kabupaten/kota mengikuti seleksi Paskibraka Kaltara 2026 di Tanjung Selor untuk memperebutkan posisi tingkat provinsi dan nasional.

Seleksi Paskibraka Kaltara 2026 Jadi Ajang Mencari Putra-Putri Terbaik Daerah

TANJUNG SELOR - Sebanyak 45 pelajar terbaik dari lima kabupaten/kota di Kalimantan Utara mengikuti seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi tahun 2026 di Tanjung Selor. Seleksi berlangsung selama lima hari, mulai 18 hingga 22 Mei 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar proses memilih petugas pengibar bendera untuk upacara kenegaraan. Bagi para peserta, seleksi Paskibraka menjadi ruang pembentukan karakter, disiplin, dan mental kepemimpinan sejak usia muda.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltara, Jonilius, mengatakan peserta seleksi terdiri dari 29 putra dan 16 putri yang mewakili daerah masing-masing di Kaltara.

Mereka akan menjalani berbagai tahapan penilaian, mulai dari kedisiplinan, kemampuan fisik, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental. Dari proses itu nantinya akan dipilih putra-putri terbaik yang berpeluang menjadi anggota Paskibraka tingkat provinsi maupun nasional.

Pembukaan seleksi dilakukan di Ruang Serbaguna Lantai I Kantor Gubernur Kaltara dan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala.

Dalam arahannya, Ingkong Ala menekankan bahwa menjadi anggota Paskibraka tidak hanya soal kemampuan baris-berbaris. Menurutnya, anggota Paskibraka juga harus memiliki integritas, semangat kebangsaan, serta daya tahan mental yang kuat.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti proses seleksi dengan serius dan penuh tanggung jawab. Sebab, para peserta yang lolos nantinya akan membawa nama daerah pada momentum penting peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kita harus memastikan bahwa yang terpilih nantinya benar-benar merupakan putra-putri terbaik Kaltara,” tegasnya.

Pesan itu dinilai penting mengingat Kalimantan Utara merupakan wilayah perbatasan yang memiliki posisi strategis. Pembinaan generasi muda melalui kegiatan seperti Paskibraka menjadi salah satu cara menanamkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air sejak dini.

Selain peserta, panitia dan tim seleksi juga diminta menjaga objektivitas serta integritas selama proses berlangsung. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh tahapan berjalan transparan dan menghasilkan wakil terbaik untuk daerah.

Seleksi Paskibraka sendiri setiap tahun selalu menjadi perhatian di berbagai daerah. Tidak sedikit pelajar yang menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman berharga karena mampu membentuk kedisiplinan, kepercayaan diri, dan jiwa kepemimpinan.

Bagi para peserta di Kaltara, kesempatan mengikuti seleksi tingkat provinsi menjadi langkah awal menuju panggung nasional. Mereka bukan hanya membawa harapan sekolah atau keluarga, tetapi juga kebanggaan daerah masing-masing.

Cuaca di Mentarang Hulu Bikin Warga Cemas, Banjir Sempat Rendam Long Berang

Cuaca sulit diprediksi, Kecamatan Mentarang Hulu di Malinau imbau warga waspada banjir setelah Long Berang sempat terendam dan BMKG peringatkan potensi hujan petir.
Cuaca sulit diprediksi, Kecamatan Mentarang Hulu di Malinau imbau warga waspada banjir setelah Long Berang sempat terendam dan BMKG peringatkan potensi hujan petir.

Malinau, Kaltara - Cuaca yang berubah cepat mulai membuat warga di Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, meningkatkan kewaspadaan. 

Pemerintah kecamatan setempat bahkan sudah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk siaga menghadapi potensi banjir, terutama setelah banjir sempat terjadi di Desa Long Berang pada Senin malam.

Meski banjir di ibu kota kecamatan tersebut tidak berlangsung lama dan air telah surut pada Selasa (19/5/2026), kondisi cuaca yang tidak menentu masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Camat Mentarang Hulu, Paris, mengatakan perubahan cuaca dalam beberapa hari terakhir cukup sulit diprediksi. Pada siang hari kondisi terlihat aman, namun hujan dapat turun tiba-tiba pada sore hingga malam hari.

“Tadi malam banjir di Desa Long Berang, tapi tidak begitu besar. Saat ini sudah surut,” ujar Paris saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Menurutnya, pemerintah kecamatan terus memantau perkembangan cuaca dan debit air untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Warga juga diminta lebih waspada terhadap perubahan kondisi alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Selain meminta masyarakat memantau kondisi sungai dan cuaca, pemerintah kecamatan juga mengingatkan warga agar mengamankan barang-barang penting sejak dini. Anak-anak diminta tidak bermain di area genangan maupun aliran sungai yang berpotensi berbahaya saat hujan deras turun.

“Kita juga mengimbau masyarakat untuk mematikan aliran listrik apabila air mulai masuk ke rumah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Paris.

Kewaspadaan itu sejalan dengan prakiraan cuaca yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan-Bulungan. Dalam prakiraan periode 19 hingga 26 Mei 2026, sebagian besar wilayah Kabupaten Malinau diperkirakan masih berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang.

BMKG juga memperingatkan adanya potensi hujan disertai petir di sejumlah wilayah, termasuk Pujungan, Kayan Hulu, Bahau Hulu, Malinau Barat, Malinau Selatan, Malinau Utara, hingga Mentarang.

Prakirawan BMKG, Agus Ariyanto, mengatakan potensi hujan diperkirakan meningkat pada 21 Mei dan kembali menguat pada 25-26 Mei 2026.

“Potensi hujan disertai petir diprakirakan terjadi terutama pada 21 Mei dan meningkat kembali pada 25-26 Mei 2026,” ujarnya.

Kondisi geografis wilayah Malinau yang didominasi sungai dan daerah perbukitan membuat masyarakat perlu lebih waspada saat intensitas hujan meningkat. Selain genangan dan banjir kiriman, cuaca ekstrem juga berpotensi memicu angin kencang sesaat serta sambaran petir.

Hingga saat ini pemerintah kecamatan bersama warga masih terus memantau perkembangan cuaca sambil berharap kondisi tetap terkendali dalam beberapa hari ke depan.

Penumpang Membludak Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus, Speedboat di Tanjung Selor Tetap Jalan Lancar

Arus penumpang speedboat Tanjung Selor-Tarakan meningkat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026 dengan puncak keberangkatan mencapai 917 orang.
Arus penumpang speedboat Tanjung Selor-Tarakan meningkat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026 dengan puncak keberangkatan mencapai 917 orang.

TANJUNG SELOR - Sebanyak 20 hingga 21 unit speedboat melayani rute Tanjung Selor-Tarakan pulang pergi selama libur dan cuti bersama peringatan Kenaikan Yesus Kristus 2026 di Kalimantan Utara. Lonjakan penumpang terjadi pada 14-17 Mei 2026 dengan puncak keberangkatan mencapai 917 orang.

Perwira Jaga Kesyahbandaran Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor, Ariyanto, mengatakan sehari sebelum libur Kenaikan Yesus Kristus tercatat 20 unit speedboat beroperasi di rute Tanjung Selor-Tarakan.

“Sehari sebelum hari libur peringatan Kenaikan Yesus Kristus itu ada 20 speedboat PP Tanjung Selor-Tarakan dengan jumlah penumpang berangkat 821 orang dan datang 717 orang,” kata Ariyanto di Tanjung Selor, Selasa.

Pada hari H libur, Kamis (14/5), jumlah penumpang meningkat dan menjadi puncak arus keberangkatan. Sebanyak 917 penumpang berangkat menggunakan 21 unit speedboat.

Sementara pada Jumat (15/5), jumlah armada yang beroperasi menurun menjadi 17 unit. Penumpang yang berangkat tercatat 593 orang, sedangkan penumpang tiba di Tanjung Selor sebanyak 421 orang.

Memasuki akhir pekan, arus penumpang kembali meningkat seiring dimulainya arus balik libur panjang. Pada Sabtu (16/5), sebanyak 18 unit speedboat beroperasi dengan 492 penumpang berangkat dan 593 penumpang tiba di Tanjung Selor.

Ariyanto menyebut Minggu (17/5) menjadi puncak arus balik selama periode libur dan cuti bersama.

“Untuk kedatangan penumpang Minggu, 17 Mei sebanyak 923 penumpang dan 807 penumpang yang berangkat dengan menggunakan 20 unit speedboat,” ujarnya.

Ia juga memastikan seluruh aktivitas pelayanan transportasi di Pelabuhan Kayan II berjalan aman dan lancar selama masa libur panjang.

“Alhamdulillah kegiatan pelayanan transportasi di Pelabuhan Kayan II berjalan aman, tertib dan lancar. Semua speedboat berangkat dan tiba sesuai jadwal tanpa ada kendala yang berarti,” katanya.

Lonjakan penumpang selama libur Kenaikan Yesus Kristus menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat di jalur transportasi laut Tanjung Selor-Tarakan, terutama saat libur panjang dan akhir pekan. Meski terjadi peningkatan arus keberangkatan dan kedatangan, operasional pelabuhan serta perjalanan speedboat tetap berlangsung normal tanpa gangguan berarti.

Panitia Harlah ke-17 Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalbar Audiensi Dengan Bupati Kubu Raya

Foto: Bupati Kubu Raya Terima Audensi Panitia Harlah ke-17 Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalbar

KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menerima audiensi Panitia Hari Lahir (Harlah) ke-17 Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalimantan Barat di ruang kerja bupati pada Senin (18/5/2026).

Audiensi tersebut berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan. Hadir dalam pertemuan itu Ketua Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalbar, Suharto; Ketua Panitia Harlah dan Pagelaran Wayang Kulit, Sutardi; Tokoh Wonogiri Kubu Raya, H. Sukasdi; serta Sekretaris Paguyuban Jawa Kalimantan Barat (PJKB), Edi Suhairul, S.Pd.I, CIM.

Selain bersilaturahmi, kedatangan panitia juga untuk menyampaikan undangan secara langsung kepada Bupati Sujiwo agar dapat menghadiri rangkaian kegiatan Harlah ke-17 Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalbar yang akan digelar pada 23 Mei 2026 di Taman Dirgantara Supadio.

Dalam kesempatan tersebut, panitia menyampaikan bahwa peringatan harlah akan dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit dan campur sari sebagai bentuk pelestarian budaya Jawa sekaligus mempererat tali persaudaraan masyarakat perantauan di Kalimantan Barat.

Pagelaran wayang kulit tersebut akan menghadirkan dalang perempuan asal Wonogiri, Jawa Tengah, yakni Nyi Wulan Sri Panjang Mas, S.Sn dengan lakon “Semar Mbangun Khayangan”. Penampilan tersebut diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat pecinta seni dan budaya tradisional Jawa di Kalimantan Barat.

Tidak hanya itu, kegiatan juga akan dihadiri warga Wonogiri dari 14 kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat. Momentum tersebut menjadi ajang silaturahmi besar masyarakat Wonogiri perantauan sekaligus memperkuat rasa persaudaraan dan kekompakan antarsesama warga.

Panitia juga akan menghadirkan berbagai produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) milik warga Wonogiri sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bupati Sujiwo menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi upaya paguyuban dalam menjaga nilai-nilai budaya, kebersamaan, serta semangat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Menurut Sujiwo, kegiatan budaya seperti pagelaran wayang kulit bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi dan memperkokoh persatuan antarwarga.

“Pemerintah daerah tentu mendukung kegiatan positif yang dapat mempererat kebersamaan masyarakat serta melestarikan budaya nusantara,” ujar Sujiwo.

Panitia berharap pelaksanaan Harlah ke-17 Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalbar dapat berjalan lancar dan menjadi momentum memperkuat kekompakan warga Wonogiri di Kalimantan Barat sekaligus mempererat hubungan dengan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Kubu Raya. (Tim)

Cuci Pakaian, Ibu Muda Diduga Tercebur di Sungai Pawan Desa Pangkalan Teluk

Foto warga sedang mencari Sarina, diduga tercebur di sungai Pawan pada Selasa pagi (19/05/2026)

KETAPANG - Seorang wanita bernama Maga berusia sekitar 34 tahun dilaporkan hilang terseret arus sungai di desa Pangkalan Teluk kecamatan Nanga Tayap kabupaten Ketapang pada Selasa siang (19/05/2026) sekitar jam 10 pagi. 

Berdasarkan informasi dari seorang warga desa setempat bernama Joni menyampaikan bahwa, wanita tersebut diduga tercebur ke sungai saat sedang mencuci pakaian di jamban atau disebut warga setempat dengan sebutan Lanting. 

"Dia itu menurut keluarganya  sedang mencuci sekaligus mandi di lanting sungai, dak tau bagaimane sampai mungkin terjatuh, terseret arus sungai yang sedang deras," ujarnya.

Ia menyampaikan, saat kejadian, kondisi air sungai Pawan sedang pasang tinggi. Arus sungai juga sedang deras. Korban kemungkinan terpeleset dari lanting sehingga tercabur dan terseret arus.

Keluarga korban melaporkan kejadian ini kepada perangkat desa dan meneruskan laporan kejadian kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sampai sore ini keluarga, warga desa dan petugas BPBD masih mencari korbann. Hingga sore ini, korban belum ditemukan. 

"Keluarga, warga desa dan petugas BPBD masih mencari sampai petang ini, korban belum ketemu," ujarnya. (*)

Dua Rumah Warga Banjarbaru Dibedah Polda Kalsel Jelang HUT Bhayangkara

Polda Kalsel menggelar program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Banjarbaru dalam rangka menyambut HUT Ke-80 Bhayangkara 2026.
Polda Kalsel menggelar program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Banjarbaru dalam rangka menyambut HUT Ke-80 Bhayangkara 2026.

BANJARBARU — Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) melaksanakan program bedah rumah untuk dua warga kurang mampu di Kelurahan Sei Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Selasa, dalam rangka menyambut HUT Ke-80 Bhayangkara 2026.

Program bakti sosial tersebut menyasar rumah milik M. Ali dan Rusli yang berada di kawasan permukiman padat penduduk.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memimpin langsung peletakan batu pertama pembangunan rumah tersebut. Ia berharap proses pembangunan berjalan lancar hingga menghasilkan hunian yang layak bagi pemiliknya.

Menurut Yudha, rumah yang layak huni tidak hanya berfungsi sebagai tempat berteduh, tetapi juga menjadi ruang membangun keharmonisan keluarga dan membentuk karakter anak.

“Rumah layak huni sebagai kebutuhan dasar yang penting bukan hanya untuk berteduh tetapi juga sebagai tempat pembentukan karakter anak dan menciptakan rasa aman,” kata Yudha.

Ia menyebut program bedah rumah menjadi bentuk kepedulian sosial Polri kepada masyarakat sekaligus upaya menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan warga.

Kapolda juga mengakui masih banyak rumah tidak layak huni di Kalimantan Selatan yang membutuhkan penanganan secara bertahap dan berkelanjutan.

Karena itu, menurut dia, diperlukan sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, dan masyarakat untuk membantu mengatasi persoalan sosial tersebut.

Sementara itu, Rusli mengaku terharu setelah rumahnya dipilih sebagai penerima bantuan program bedah rumah dari Polda Kalsel.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Kalsel dan jajaran atas bantuan penyediaan rumah layak huni bagi dirinya dan keluarga.

Program bedah rumah ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan sosial Polda Kalsel menjelang peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara tahun 2026.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.