Berita BorneoTribun hari ini

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

IKLAN - Geser keatas untuk melanjutkan
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

BERITA TERBARU 1-13

TEMPAT CADANGAN

Berita 14-20

YOUTUBE

Berita 21-24

Berita 25-34

Berita 40-43

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Senin, 11 Mei 2026

Gotong Royong Warga Warnai Aksi Bersih Lingkungan di Pontianak Utara

Warga dan DLH Kota Pontianak bergotong royong membersihkan parit sepanjang 500 meter di Siantan Hulu untuk menjaga kebersihan lingkungan dan sistem drainase.
Warga dan DLH Kota Pontianak bergotong royong membersihkan parit sepanjang 500 meter di Siantan Hulu untuk menjaga kebersihan lingkungan dan sistem drainase.

PONTIANAK - Warga bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak menggelar aksi bersih lingkungan di Jalan Parit Pangeran Dalam, Kompleks Pondok Pangeran I dan II, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Minggu (10/5/2026). Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan fokus membersihkan parit dan lingkungan sekitar.

Aksi gotong royong itu melibatkan warga RW 27 dan RW 28, unsur kecamatan, RT dan RW, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, perangkat daerah, hingga anggota DPRD Kota Pontianak.

Pelaksana Tugas Kepala DLH Kota Pontianak, M Yamin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kebersihan kota, terutama kawasan parit yang memiliki fungsi penting dalam sistem drainase Pontianak.

“Kebersihan itu sebagian dari iman. Ini menjadi titik tolak kita untuk melakukan kegiatan hari ini,” kata Yamin.

Dalam kegiatan tersebut, parit sepanjang sekitar 500 meter menjadi sasaran pembersihan. Warga terlihat bergotong royong mengangkat sampah, lumpur, dan rumput liar yang menutupi aliran air.

Menurut Yamin, persoalan kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.

“Kita harus bersama-sama membersihkan lingkungan yang ada di sekitar kita. Mudah-mudahan ke depan Kota Pontianak semakin bersih, dan itu membutuhkan partisipasi kita semua,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda rutin semata, tetapi menjadi bagian dari kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Saya berharap ini bukan hanya rutinitas, tetapi masuk ke dalam sanubari kita bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama,” ucapnya.

Selain menggelar aksi bersih lingkungan, DLH Kota Pontianak juga terus melakukan pembenahan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Penataan dilakukan mulai dari tempat pembuangan sementara (TPS) hingga tempat pembuangan akhir (TPA).

“Kami dari DLH akan mencoba memanajemen dari hulu sampai hilir, supaya sampah di Kota Pontianak ini semakin tertangani dengan baik. TPA sampai TPS juga akan terus kita benahi,” jelas Yamin.

Pemerintah Kota Pontianak turut mengapresiasi keterlibatan warga, tokoh masyarakat, perangkat wilayah, dan anggota DPRD dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi modal penting untuk menciptakan lingkungan kota yang sehat, bersih, dan nyaman ditinggali.

Sebanyak 4.080 Siskamling di Kalsel Ikuti Penilaian Sabuk Kamtibmas

Polda Kalsel menyeleksi 4.080 Siskamling dari 13 kabupaten dan kota untuk program Sabuk Kamtibmas menuju lomba tingkat nasional.
Polda Kalsel menyeleksi 4.080 Siskamling dari 13 kabupaten dan kota untuk program Sabuk Kamtibmas menuju lomba tingkat nasional.

BANJARBARU - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menyeleksi 4.080 unit sistem keamanan lingkungan (Siskamling) dalam program Sabuk Kamtibmas di Banjarbaru, Senin. Seleksi dilakukan untuk menentukan Siskamling terbaik tingkat provinsi yang akan mewakili Kalimantan Selatan pada lomba tingkat nasional.

Direktur Binmas Polda Kalsel Kombes Pol Sri Damar Alam mengatakan ribuan Siskamling tersebut tersebar di 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Menurut Damar, proses penilaian dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat Polres hingga tingkat Polda. Nantinya, pemenang tingkat provinsi akan dikirim ke Mabes Polri untuk mengikuti perlombaan tingkat nasional.

Ia menjelaskan lomba tahunan itu digelar untuk meningkatkan motivasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan melalui penguatan keamanan swakarsa.

Keberadaan Siskamling dinilai penting untuk memperkokoh sistem keamanan lingkungan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat di tingkat rukun tetangga (RT).

“Tahun ini ada 4.080 Siskamling turut serta dalam perlombaan ini tersebar di 13 kabupaten dan kota,” kata Kombes Pol Sri Damar Alam di Banjarbaru, Senin.

Damar berharap setiap RT minimal memiliki satu unit Siskamling agar tercipta situasi lingkungan yang aman dan kondusif.

Ia juga meminta anggota Bhabinkamtibmas terus menyosialisasikan pentingnya keamanan swakarsa kepada masyarakat.

“Saya berpesan kepada anggota Bhabinkamtibmas untuk terus menyosialisasikan pentingnya keamanan swakarsa di tengah masyarakat,” ujarnya.

Seleksi berjenjang ini menjadi bagian dari upaya Polda Kalsel memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Pos Siskamling terbaik tingkat provinsi nantinya akan mewakili Kalimantan Selatan pada kompetisi Sabuk Kamtibmas tingkat nasional di Mabes Polri.

China Masuk KTT Xi-Trump dengan Keunggulan Strategis Rare Earth

China memasuki KTT Xi-Trump dengan posisi kuat berkat dominasi rare earth global yang menjadi bahan penting industri teknologi, kendaraan listrik, dan pertahanan.
China memasuki KTT Xi-Trump dengan posisi kuat berkat dominasi rare earth global yang menjadi bahan penting industri teknologi, kendaraan listrik, dan pertahanan.

Borneotribun - China memasuki pertemuan puncak antara Presiden Xi Jinping dan Donald Trump pada 2025 dengan posisi tawar yang dinilai lebih kuat, terutama karena dominasi Beijing dalam rantai pasok rare earth global yang menjadi bahan penting industri teknologi, kendaraan listrik, hingga pertahanan.

Keunggulan itu disebut mengubah dinamika negosiasi perdagangan antara China dan Amerika Serikat di tengah ketegangan tarif dan pembatasan ekspor yang masih berlangsung.

Saat ini, China menguasai sekitar 69 persen produksi tambang rare earth dunia. Negara itu juga mendominasi sekitar 90 persen proses pemurnian dan produksi magnet permanen yang dibutuhkan untuk perangkat elektronik, kendaraan listrik, dan sistem militer.

Sejak 2025, pemerintah China telah menerapkan pembatasan ekspor dalam dua gelombang. Kebijakan itu mencakup kontrol terhadap produk yang mengandung material asal China meski hanya sebesar 0,1 persen, sebagai langkah menutup celah penghindaran aturan.

Di sisi lain, Beijing disebut tidak terlalu terpengaruh oleh tarif baru dari Amerika Serikat. China menilai penguasaan rare earth menjadi jaminan strategis yang dapat memberi tekanan nyata terhadap AS jika konflik perdagangan kembali meningkat.

Kesepakatan gencatan dagang yang dicapai pada 2025 memang sempat menangguhkan sebagian pembatasan selama satu tahun. Namun, sejumlah kebijakan penting berpotensi kembali diberlakukan apabila negosiasi antara kedua negara gagal mencapai titik temu.

Laporan South China Morning Post menyebut China memandang dominasi rare earth sebagai alat tekanan ekonomi yang efektif terhadap Amerika Serikat dalam persaingan perdagangan dan teknologi kedua negara.

Hingga kini, Amerika Serikat masih belum memiliki rantai pasok alternatif yang dinilai mampu menyaingi kapasitas China dalam sektor rare earth.

Kondisi itu membuat posisi Beijing dianggap lebih siap menghadapi tekanan dagang menjelang pertemuan Xi dan Trump, terutama di tengah tingginya kebutuhan global terhadap material strategis tersebut.

Industri Migas Dunia Diperkirakan Kucurkan Tambahan US$300 Miliar Akibat Konflik Timur Tengah

Konflik Timur Tengah dan perang di Iran diperkirakan memicu tambahan investasi minyak global hingga US$300 miliar dalam lima tahun ke depan.
Konflik Timur Tengah dan perang di Iran diperkirakan memicu tambahan investasi minyak global hingga US$300 miliar dalam lima tahun ke depan.

Borneotribun - Konflik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Iran, diperkirakan akan memicu lonjakan investasi minyak global hingga US$300 miliar dalam lima tahun ke depan. Prediksi itu disampaikan Managing Partner Kasatkin Consulting, Dmitry Kasatkin, dalam wawancara dengan Sputnik.

Kasatkin mengatakan tambahan investasi tersebut setara dengan kenaikan sekitar 10 persen dibanding proyeksi sebelum konflik terjadi. Menurutnya, ketegangan geopolitik di kawasan mendorong perusahaan energi meningkatkan belanja di sektor hulu migas.

“Tambahan investasi hulu yang terkait dengan konflik diperkirakan mencapai sekitar US$300 miliar dalam lima tahun ke depan,” kata Kasatkin.

Dalam jangka pendek, perang di Iran dinilai mengganggu operasional energi di kawasan Timur Tengah. Risiko terhadap pekerja, distribusi pasokan, logistik, hingga biaya asuransi meningkat seiring memanasnya situasi keamanan.

Namun dalam jangka menengah, kenaikan harga minyak diperkirakan akan mendorong perusahaan energi memperbesar investasi untuk pengeboran, perawatan sumur, dan peningkatan produksi.

Kasatkin memperkirakan sebagian besar tambahan investasi, sekitar US$185 miliar, akan mengalir ke kawasan Teluk Persia. Meski begitu, wilayah produsen minyak lain juga berpotensi mendapatkan dampak positif dari meningkatnya kebutuhan produksi energi global.

Proyek dengan hasil cepat seperti pengeboran shale di Amerika Serikat, hydraulic fracturing, perbaikan sumur, serta pengembangan peralatan bawah tanah diprediksi menjadi sektor yang paling diuntungkan.

Meski permintaan jasa migas diperkirakan meningkat, Kasatkin mengingatkan keuntungan perusahaan kontraktor belum tentu ikut melonjak. Kenaikan biaya peralatan, bahan bakar, asuransi, hingga utang dapat menekan margin industri jasa ladang minyak.

Ia juga menilai tekanan terhadap sektor jasa migas berpotensi memperlambat pertumbuhan produksi minyak global mulai 2026.

Serangan Baru AS ke Iran Disebut Upaya Tekan Kesepakatan Sesuai Kepentingan Washington

Serangan terbaru AS ke Iran disebut sebagai upaya menekan Teheran agar menyetujui kesepakatan sesuai kepentingan Washington di tengah memanasnya konflik di Selat Hormuz.
Serangan terbaru AS ke Iran disebut sebagai upaya menekan Teheran agar menyetujui kesepakatan sesuai kepentingan Washington di tengah memanasnya konflik di Selat Hormuz.

AMERIKA SERIKAT - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan pada 7-8 Mei di kawasan Selat Hormuz. Pengamat politik Timur Tengah, Farhad Ibragimov, menilai langkah Washington bertujuan menekan Iran agar segera menyepakati perjanjian yang menguntungkan AS.

Dalam wawancaranya kepada Sputnik, Ibragimov mengatakan pemerintahan AS saat ini fokus mempercepat tercapainya kesepakatan dengan Teheran melalui tekanan militer dan politik.

Menurut dia, rangkaian serangan terbaru yang dilakukan AS terhadap Iran menjadi bagian dari strategi tersebut. Meski begitu, ia meragukan peluang terciptanya perdamaian jangka panjang antara kedua negara.

“Saya tidak percaya itu akan terjadi. Pada kenyataannya, peluang untuk menandatangani perjanjian yang benar-benar berarti masih sangat tidak pasti. Bahkan jika kesepakatan damai tercapai, kemungkinan besar akan dilanggar setelah beberapa waktu,” ujar Ibragimov.

Ia juga menyinggung agenda Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada 13-15 Mei. Menurutnya, Trump berharap isu Timur Tengah dapat diselesaikan lebih dulu agar Washington memiliki posisi tawar lebih kuat saat berhadapan dengan Beijing.

Ketegangan terbaru pecah setelah Iran menuding militer AS melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker minyak Iran yang bergerak dari perairan pesisir menuju Selat Hormuz.

Sebagai respons, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan terhadap kapal militer AS di wilayah timur Selat Hormuz dan selatan Chabahar. Iran mengklaim serangan tersebut menimbulkan kerusakan signifikan pada armada militer AS.

Situasi ini kembali menambah ketidakpastian di kawasan Timur Tengah, terutama di jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute utama perdagangan energi dunia.

Jorge Martin Menang di MotoGP Le Mans 2026, Pangkas Jarak dari Bezzecchi

Jorge Martin meraih kemenangan perdana bersama Aprilia di MotoGP Le Mans 2026 usai mengalahkan Marco Bezzecchi dan memangkas jarak klasemen menjadi satu poin.
Jorge Martin meraih kemenangan perdana bersama Aprilia di MotoGP Le Mans 2026 usai mengalahkan Marco Bezzecchi dan memangkas jarak klasemen menjadi satu poin.

JAKARTA - Jorge Martin sukses meraih kemenangan perdana grand prix bersama Aprilia pada MotoGP Le Mans 2026 di Sirkuit Le Mans, Prancis, Minggu waktu setempat. Pebalap asal Spanyol itu finis terdepan usai mengejar rekan setimnya, Marco Bezzecchi, dan kini hanya terpaut satu poin dari puncak klasemen MotoGP.

Martin menutup akhir pekan secara sempurna setelah sebelumnya juga memenangi Sprint Race pada Sabtu. Kemenangan ini terasa spesial karena Le Mans menjadi sirkuit tempat dirinya sempat ingin meninggalkan Aprilia saat mengalami masa sulit akibat cedera musim lalu.

Pebalap juara dunia MotoGP 2024 itu mengaku kondisi mentalnya sempat terpuruk ketika berjuang pulih dari serangkaian cedera yang dialami sejak bergabung dengan Aprilia.

“Bukan hanya fisik, mental saya juga sangat berat musim lalu. Saya ingat pernah mengatakan kepada Massimo bahwa saya ingin pergi karena saat itu saya pikir itu pilihan terbaik,” ujar Martin.

“Tapi sekarang saya bersyukur Massimo mempertahankan saya. Saya juga bersyukur akhirnya memilih bertahan di Aprilia dan semuanya kini berjalan ke arah yang benar,” lanjutnya.

Pada Sprint Race, Martin tampil dominan setelah melesat dari posisi kedelapan ke barisan depan sejak tikungan awal. Namun balapan utama berlangsung lebih sulit.

Martin sempat tercecer di posisi ketujuh pada lap pembuka, sementara Bezzecchi langsung memimpin jalannya lomba seperti yang ia lakukan di beberapa seri sebelumnya.

Meski begitu, Martin perlahan menyalip para rivalnya satu per satu. Ia mengaku tetap berusaha menekan meski motornya sulit dikendalikan saat berada di belakang pebalap lain.

“Saya belajar untuk tidak pernah menyerah. Hari ini adalah salah satu balapan seperti itu,” kata Martin.

“Saya tidak start dengan baik, tetapi terus mencoba menyalip. Ketika melihat Marco mulai kesulitan dengan grip ban belakang, saya langsung menekan lebih keras dan mengganti mapping motor,” ujarnya.

Dalam balapan 27 lap tersebut, target Martin juga berubah beberapa kali. Awalnya ia hanya membidik finis lima besar sebelum akhirnya yakin bisa mengejar podium dan merebut kemenangan.

Martin akhirnya finis pertama dengan selisih 0,477 detik atas Bezzecchi. Ai Ogura melengkapi podium yang seluruhnya diisi pebalap Aprilia.

Hasil di Le Mans menjadi kemenangan grand prix pertama Martin sejak MotoGP Indonesia 2024 sekaligus menghidupkan persaingan perebutan gelar musim ini. Meski tampil impresif bersama Aprilia, Martin dikabarkan bakal kehilangan kursinya pada 2027 setelah tim disebut telah mencapai kesepakatan dengan Francesco Bagnaia, sementara Martin diproyeksikan pindah ke Yamaha.

Pesta Babi dan Meja Makan Para Dewa Investasi

Pesta Babi dan Meja Makan Para Dewa Investasi
Pesta Babi dan Meja Makan Para Dewa Investasi.
Tulisan ini agak panjang. Mirip laporan investigasi. Saya mesti riset dulu karena isunya sangat sensitif. Saat riset ditemani Koptagul asal Sorong, Kopi Senang. Masih ada di rak dapur, oleh-oleh pernah empat hari berada di ibukota Papua Barat Daya. Simak narasinya sambil seruput Kopi Senang, wak!

Papua sekarang seperti meja makan raksasa. Di atas meja itu ada peta hutan, tanah adat, sungai, rawa, sagu, babi, manusia. Duduklah para bangsawan proyek nasional sambil membawa istilah manis: ketahanan pangan, hilirisasi, bioetanol, transisi energi, dan PSN. Semua terdengar ilmiah, modern, futuristik. Padahal kalau diterjemahkan ke bahasa rakyat, “Hutan kalian kami pinjam dulu, mungkin selamanya.”

Film dokumenter Pesta Babi seolah membuka tirai kasino raksasa bernama Papua Selatan. Di sana, sekitar 2 juta hektare hutan disiapkan untuk tebu bioetanol, padi, sawit, dan agribisnis skala dewa. Dua juta hektare. Itu bukan lagi proyek pembangunan. Itu operasi bedah geografi. Hutan dibuka seperti kaleng sarden. Sementara rakyat adat diminta percaya, semua ini demi masa depan bangsa. Bangsa yang mana dulu nih?

Di tengah hiruk-pikuk proyek itu, satu kalimat terus menggema dari masyarakat adat, mahasiswa Papua, aktivis lingkungan, sampai diskusi-diskusi kampus yang dibubarkan, “Papua bukan tanah kosong.” Kalimat sederhana, tapi seperti tamparan keras ke wajah logika investasi yang melihat hutan hanya sebagai lahan tidur. Sebab bagi banyak elite pembangunan, tanah dianggap hidup kalau sudah ada alat berat, pagar perusahaan, dan papan bertuliskan “Proyek Strategis Nasional.” Sebelum itu? Dianggap kosong. Sunyi. Belum produktif. Seolah manusia yang hidup turun-temurun di sana cuma wallpaper alam.

Padahal bagi suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu, hutan bukan tanah kosong. Itu supermarket, rumah sakit, sekolah, pasar, bank kehidupan, sekaligus rumah leluhur. Sungai bukan sekadar aliran air, tapi jalur sejarah. Pohon sagu bukan sekadar tanaman, tapi jaminan hidup. Maka ketika negara dan korporasi datang membawa peta konsesi, masyarakat adat merasa bukan hanya tanah mereka yang diambil, tapi juga ingatan dan masa depan mereka.

Tradisi Pesta Babi dalam film itu menjadi simbol yang menyakitkan. Orang Papua memelihara babi bertahun-tahun untuk pesta antar-klan. Babi bukan sekadar hewan. Ia simbol relasi sosial, harga diri, budaya, dan ikatan komunitas. Tapi bagaimana mau pelihara babi kalau hutannya dibabat? Mau kasih makan apa? PowerPoint kementerian?

Lalu datanglah ironi paling mahal di republik ini, proyek yang katanya untuk ketahanan pangan justru mengancam sumber pangan asli masyarakat adat. Ini seperti orang merampas dapur ibunya lalu berkata, “Tenang Bu, nanti kami kirim mi instan.”

Data 2025 memperlihatkan lonjakan deforestasi Papua yang seperti roket lepas kendali. Tahun 2024 sekitar 17.341 hektare hilang. Tahun 2025 melonjak jadi 77.678 hektare. Naik 348 persen. Tambahan lebih dari 60 ribu hektare dalam setahun. Kalau hutan bisa teriak, mungkin seluruh Papua sudah terdengar sampai Jakarta. Kabupaten Merauke jadi salah satu titik paling brutal. Sementara Sorong ikut masuk daftar nasional dengan sekitar 7.168 hektare kehilangan hutan pada 2025. Global Forest Watch mencatat Papua Selatan sebagai hotspot kehilangan hutan primer. Tapi tenang, di konferensi pers nanti biasanya ada kata-kata “tetap memperhatikan keberlanjutan.”

Yang lebih membuat bulu kuduk berdiri adalah pola pengamanannya. Berdasarkan riset independen Project Multatuli dan Suara Papua akhir 2025, total personel TNI dan Polri organik di Tanah Papua mencapai 83.177 orang. Sekitar 56.517 TNI dan 26.660 Polri. Rasio kasarnya hampir 1 aparat untuk 70 penduduk. Ini Papua atau kompleks NATO tropis?

Lucunya, semua ini disebut demi menjaga stabilitas investasi dan keamanan nasional. Di republik ini, pohon sagu ditebang demi ketahanan pangan, lalu aparat ditambah demi menjaga keamanan akibat konflik yang lahir dari penebangan itu sendiri. Siklusnya indah sekali. Seperti ular memakan ekornya sambil tersenyum.

Film itu juga memperlihatkan sesuatu yang sangat mengganggu para pemuja pembangunan absolut. Rakyat Papua ternyata bisa bicara sendiri. Mereka tidak sedang menunggu diselamatkan. Mereka marah. Mereka sadar. Mereka melawan. Itu rupanya lebih menakutkan dari hutan terbakar.

Jangan heran kalau pemutaran film ini dibubarkan di berbagai tempat. Di Universitas Mataram pada 7 Mei 2026, rektorat dan satpam membubarkan acara sebelum film tayang. Alasannya menjaga kondusivitas kampus. Ada Wakil Rektor III yang menyarankan mahasiswa lebih baik nonton bola. Mungkin karena dribble sepak bola dianggap lebih aman dari dribble fakta.

Besoknya di UIN Mataram, film baru berjalan tiga menit sebelum proyektor dimatikan. Tiga menit saja sudah bikin panik. Kalau satu setengah jam penuh, mungkin langsung dianggap ancaman terhadap stabilitas galaksi.

Di Benteng Oranje, nobar yang diadakan AJI dan SIEJ dibubarkan aparat TNI karena dianggap provokatif. Menarik sekali. Hutan dibabat jutaan hektare tidak provokatif. Tapi film dokumenternya yang dianggap bahaya.

Padahal reaksi banyak orang Papua justru mendukung film itu. Esau Klagilit di Sorong bilang apa yang ditampilkan adalah kenyataan hidup Orang Asli Papua. Aktivis LBH Pos Sorong juga menyebut masyarakat adat terus menjadi korban di tanah sendiri. Banyak mahasiswa Papua di Kalimantan, Bandung, hingga Papua sendiri mendukung pemutaran film karena merasa inilah wajah asli yang selama ini ditutupi jargon pembangunan.

Di tengah semua itu, konflik bersenjata tetap membara. Pemerintah menyebut mereka KKB. Mereka menyebut diri TPNPB-OPM. Tahun 2025 saja tercatat 104 kasus kekerasan. Korbannya 94 orang tewas: 9 TNI, 6 Polri, 64 warga sipil, 15 anggota KKB. Ada 120 orang luka-luka. Ironisnya, warga sipil Papua lagi-lagi jadi korban utama. Papua seperti dipaksa hidup di tengah dua mesin, mesin investasi dan mesin konflik.

Sementara itu mahasiswa Papua turun ke jalan pada 27 April 2026 membawa tema “Papua Darurat Militer” dan “Papua Darurat Kemanusiaan.” Bentrok terjadi di Jayapura, Waena, dan Abepura. Gas air mata ditembakkan. Sekolah diliburkan. Aspirasi diterima DPR Papua dengan janji klasik paling terkenal di Indonesia: “akan diteruskan ke pusat.” Kalimat yang mungkin sudah lebih tua dari pohon-pohon Papua sendiri.

Lalu beberapa hari setelahnya, Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC dan gagal promosi ke Liga 1. Stadion ricuh. Kursi rusak. Mobil dibakar. Gas air mata lagi. Bagi banyak orang Papua, Persipura bukan sekadar klub bola. Itu simbol harga diri. Ketika identitas ditekan bertahun-tahun, sepak bola kadang menjadi satu-satunya tempat orang merasa masih punya kebanggaan.

Di sinilah benang merahnya mulai terlihat seperti kabel listrik telanjang. Hutan hilang. Aparat bertambah. Film dibungkam. Mahasiswa turun jalan. Konflik bersenjata berlanjut. Simbol kebanggaan rakyat runtuh. Semua terjadi hampir bersamaan. Seolah Papua sedang diperas dalam kecepatan tinggi agar segera cocok dengan cetak biru investasi nasional.

Yang paling tragis, rakyat Papua sering diposisikan seperti figuran di tanah sendiri. Mereka diminta bersyukur atas pembangunan yang tidak mereka minta, diam atas hutan yang hilang, dan tepuk tangan saat hidup mereka dikonversi menjadi statistik pertumbuhan ekonomi.

Mungkin benar ini bukan kolonialisme lama. Tidak ada lagi topi baja dan kapal perang. Sekarang kolonialisme datang memakai drone, presentasi investasi, istilah green energy, dan rompi proyek strategis nasional. Lebih modern. Lebih wangi. Tapi bagi rakyat yang hutannya hilang, hasil akhirnya tetap sama, mereka disuruh minggir dari meja makan. Sementara pesta besar terus berlangsung di atas tanah leluhur mereka sendiri.

“Bang, bagaimana dengan Kalbar sendiri?”

“Mulai mirip Papua juga, wak. Cuma belum ada filmnya saja.” Ups

Foto Ai hanya ilustrasi
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar
#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

Veda Ega yang Patut Kita Banggakan

Veda Ega yang Patut Kita Banggakan
Veda Ega yang Patut Kita Banggakan.
Awali Senin dengan senyuman, maksudnya dengan berita yang membanggakan. Soalnya hampir setiap hari kita membaca berita korupsi merajalela, narkoboy, judol, pejabat ditangkap, dll. Kali ini kita sebagai rakyat Indonesia patut bangga untuk Veda Ega  yang bersinar di Moto3. 

“Bukannya yang membanggakan negeri ini, MBG dan Kopdes, Bang.”

“Hus, ente ni jangan nyinggung itulah. Ini cerita balap-membalap.” Ups

Maaf, kawan saya itu mulutnya lamir, efek belum kena Koptagul, wak. Kita lanjutkan soal balap. Namanya, Veda Ega Pratama. Anak muda Indonesia yang sekarang mulai bikin paddock Moto3 gelisah seperti caleg gagal lihat hasil quick count.

Di GP Prancis 2026 di Bugatti Circuit, Veda finis keempat. Tambahan 13 poin membuat rider Honda Team Asia itu kini mengoleksi 50 poin dan duduk di posisi kelima klasemen sementara Moto3 2026. Posisi lima! Ini bukan lomba balap karung tujuhbelasan. Ini Moto3, tempat bocah-bocah Eropa menikung seperti utang pinjol sudah jatuh tempo.

Yang bikin dunia balap mulai batuk kecil sambil melirik curiga adalah catatan awal Veda ternyata lebih ganas dibanding debut Valentino Rossi dan Marc Marquez.

Rossi pada debut 125cc musim 1996 cuma mengumpulkan 33 poin dalam empat balapan awal. Marquez malah lebih seret lagi. Debut 125cc musim 2008, dia hanya dapat empat poin dari empat race awal. Sementara Veda? Lima seri awal langsung 50 poin.

Lima puluh!

Ini angka yang bikin paddock Moto3 mulai bertanya, “ini anak Indonesia dikasih makan apa?” Karena selama ini Indonesia dikenal sebagai bangsa penonton MotoGP paling barbar sedunia. Jam dua pagi rela begadang sambil teriak di depan TV seperti komentator bayaran. Tapi sekarang beda. Indonesia mulai punya monster sendiri.

Sebelumnya Veda sudah naik podium di GP Brasil. Sekarang finis keempat di Le Mans. Total 50 poin membuatnya menggeser Marco Morelli yang turun ke posisi keenam dengan 48 poin. Jarak ke Valentin Perrone di posisi empat cuma dua poin. Ke Alvaro Carpe di posisi tiga hanya tiga angka. Tipis sekali. Lebih tipis daripada janji politik menjelang pemilu.

Memang Maximo Quiles masih nyaman di puncak klasemen dengan 115 poin bersama CFMOTO Gaviota Aspar Team. Adrian Fernandez juga masih kuat di posisi kedua dengan 69 angka. Tapi masalahnya bukan di situ. Yang bikin kagum adalah untuk pertama kalinya Indonesia tidak cuma numpang lewat di arena Grand Prix.

Selama ini kita cuma jadi penonton fanatik. Beli jersey, debat Rossi vs Marquez sampai putus silaturahmi, tapi pembalap Indonesia sendiri jarang benar-benar diperhitungkan. Veda mengubah itu semua.

Seperti biasa, kalau ada prestasi begini, para pejabat mulai siap-siap pidato, seolah sejak bayi mereka sudah mengajari Veda racing line. Padahal dulu mungkin proposal olahraga nyasar di bawah map studi banding.

Tapi sudahlah. Kali ini rakyat mau menikmati saja. Karena akhirnya ada anak Merah Putih yang bikin dunia balap melirik Indonesia bukan karena pasar penonton terbesar, melainkan karena ancaman baru di lintasan.

Veda Ega Pratama bukan cuma pembalap muda. Dia sedang berubah menjadi simbol, anak Indonesia ternyata bisa ikut mengacak-acak arena yang selama ini terasa eksklusif milik Eropa.

Jujur saja, melihat Merah Putih mulai diperhitungkan di Grand Prix dunia rasanya lebih menyegarkan dari mendengar pidato pejabat yang katanya “menuju Indonesia emas” sambil rakyat masih debat panas soal “benaran swasembada pangan.” 

Untuk sekarang, biarkan dulu rakyat menikmati ini. Sebab di tengah berita yang isinya sering bikin migrain nasional, akhirnya ada satu kabar yang membuat Indonesia bisa tersenyum tanpa perlu sensor dan klarifikasi.

Foto Ai hanya ilustrasi
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar
#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

Minggu, 10 Mei 2026

IPSI Kota Pontianak dan Kubu Raya Dilantik, Alexander Wilyo: Pontianak-Kubu Raya Barometer Silat Kalbar

Foto: Pelantikan Pengurus IPSI Kota Pontianak dan IPSI Kabupaten Kubu Raya Masa Bhakti 2026-2030 di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (10/5/2026)

PONTIANAK - Semangat persatuan dan kebangkitan pencak silat Kalimantan Barat (Kalbar) menguat dalam Halalbihalal Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Kalbar sekaligus pelantikan pengurus IPSI Kota Pontianak dan IPSI Kabupaten Kubu Raya masa bakti 2026-2030. Kegiatan digelar di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (10/5/2026) pukul 15.00 WIB.

Momentum ini menjadi penanda penting bagi pencak silat Kalbar setelah Alexander Wilyo, http://S.STP., http://M.Si. yang juga Bupati Ketapang, resmi memimpin Pengurus Provinsi IPSI Kalbar periode 2025-2029.

Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menegaskan pencak silat bukan sekadar cabang olahraga, melainkan bagian dari jati diri bangsa yang harus dijaga, diwariskan, dan dikembangkan melalui prestasi.

“Pontianak sebagai ibu kota provinsi dan Kubu Raya sebagai daerah penyangga merupakan barometer olahraga di Kalimantan Barat. Jika pencak silat di dua wilayah ini maju, maka prestasi Kalimantan Barat di tingkat nasional juga akan terangkat,” ujarnya.

Ia meminta pengurus IPSI yang baru dilantik membangun kolaborasi pembinaan atlet antara Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Tujuannya melahirkan atlet tangguh yang mampu membawa nama Kalbar di tingkat nasional maupun internasional.

Alexander juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelatih, wasit, dan juri agar mampu mengikuti perkembangan regulasi pertandingan pencak silat modern. “Kita ingin lahir pendekar-pendekar muda Kalimantan Barat yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga memiliki karakter dan sportivitas yang baik,” katanya.

Ketua IPSI Kabupaten Kubu Raya, Sugiarto, menyampaikan kepengurusan baru membawa harapan besar bagi kemajuan pencak silat di daerahnya. Menurutnya, pencak silat berperan penting membentuk disiplin, mental, dan karakter generasi muda.

“Harapan kami tentu bagaimana IPSI Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak dapat meraih prestasi yang lebih baik untuk Kalimantan Barat. Pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga budaya bangsa yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepengurusan baru akan mempertahankan program yang sudah berjalan baik sekaligus melakukan pembinaan lebih maksimal demi meningkatkan prestasi atlet. “Ada perubahan dalam kepengurusan, tetapi semangatnya tetap sama, yakni membawa IPSI menjadi lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua IPSI Kota Pontianak, Dede Martin Kurniawan, S.A.P., menegaskan komitmennya untuk membangun pembinaan atlet yang lebih modern dan terarah.

Menurutnya, Kota Pontianak memiliki tanggung jawab besar sebagai ibu kota provinsi untuk melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional. “Kami siap bersinergi dengan seluruh pengurus IPSI di Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Kubu Raya, untuk memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi pencak silat Kalbar,” ujarnya.

Melalui kepengurusan baru tersebut, IPSI Kalbar di bawah kepemimpinan Alexander Wilyo diharapkan mampu menyatukan semangat para pesilat, memperkuat pembinaan sejak usia dini, dan membawa harum nama Kalimantan Barat di panggung olahraga nasional maupun internasional. (Jm)

DLH Kaltim Tingkatkan Pengawasan Teknis Pembuangan Air Limbah Perusahaan

DLH Kaltim memperketat penilaian izin pembuangan air limbah industri untuk mencegah pencemaran sungai dan menjaga kelestarian lingkungan. (Foto Ilustrasi)
DLH Kaltim memperketat penilaian izin pembuangan air limbah industri untuk mencegah pencemaran sungai dan menjaga kelestarian lingkungan. (Foto Ilustrasi)

SAMARINDA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur memperketat penilaian dokumen persetujuan teknis pembuangan air limbah industri di Samarinda, Minggu, guna mencegah pencemaran dan menjaga kelestarian ekosistem sungai.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kaltim, Doni Fahroni, menegaskan pengawasan dilakukan lebih detail karena sungai memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat dan lingkungan.

“Sungai adalah sumber kehidupan, sehingga setiap kegiatan pembuangan air limbah harus benar-benar terkendali dan memenuhi standar baku mutu agar tidak merusak lingkungan maupun berdampak buruk pada kesehatan masyarakat,” kata Doni.

DLH Kaltim melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengolahan limbah perusahaan sebelum persetujuan teknis diterbitkan. Penilaian tersebut mencakup kesiapan operasional hingga kelayakan infrastruktur pengolahan air limbah.

Menurut Doni, proses penilaian tidak hanya sebatas administrasi perizinan, tetapi juga memastikan seluruh sistem pengelolaan limbah mampu berjalan sesuai ketentuan lingkungan.

DLH menelaah sejumlah aspek teknis, mulai dari rancangan instalasi pengolahan limbah, prediksi kualitas efluen, titik pembuangan ke badan air, hingga metode pemantauan lingkungan secara berkala.

Selain itu, pemerintah provinsi mewajibkan seluruh parameter teknis dalam dokumen pengajuan mematuhi standar baku mutu yang berlaku tanpa pengecualian.

DLH Kaltim juga memberi perhatian khusus pada aspek pemetaan spasial. Seluruh rancangan tata ruang dalam dokumen perizinan diminta disusun konsisten sesuai kaidah kartografi.

Doni mengatakan pengawasan ketat terhadap pembuangan limbah ke sungai menjadi prioritas pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan flora, fauna, dan kebutuhan masyarakat sekitar.

“Melalui intervensi sejak fase perencanaan perizinan, instansi lingkungan berupaya keras meminimalisasi segala bentuk potensi bencana perairan akibat kelalaian operasional dari limbah perusahaan,” ujarnya.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen DLH Kaltim untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas industri dan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Pemerintah daerah berharap pengawasan sejak tahap perencanaan dapat menekan risiko pencemaran sungai sekaligus memastikan kegiatan usaha tetap berjalan sesuai aturan lingkungan.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.

TAMPIL DI HOME AJA