Iklan Tutup X

BERITA TERBARU 1-13

TEMPAT CADANGAN

Berita 15-21

YOUTUBE

Berita 22-25

Berita 25-34

Berita 40-43

Kamis, 25 Juni 2026

Dua Pengendara Motor Luka Usai Tabrakan dengan Truk di Depan Polres Sekadau

Foto: Kecelakaan Motor Vs Truk Didepan Polres Sekadau 

SEKADAU - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Merdeka Timur, tepat di depan Mapolres Sekadau, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kamis 25 Juni 2026 pukul 12.35 WIB. Peristiwa melibatkan sepeda motor Honda Revo X putih dan truk Hino Dutro hijau.

Kasat Lantas Polres Sekadau IPTU Sudarsono melalui Plt Kasi Humas IPDA Iwan Kurniawan membenarkan kejadian itu. Pengendara motor SF, 18, mengalami luka robek di kening kanan, telapak tangan, dan kaki kanan. Penumpangnya OS, 26, mengalami dislokasi bahu kanan. “Kedua korban sudah dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk penanganan medis,” ujarnya.

Dari hasil olah TKP, truk yang dikemudikan NR, 43, melaju dari Sanggau ke Sintang. Di depan Polres Sekadau, motor yang dikendarai SF dengan penumpang OS diduga hendak berbelok ke arah Mapolres. Sopir truk sudah membunyikan klakson sebagai peringatan, namun jarak sudah terlalu dekat sehingga tabrakan tidak terhindarkan. Sopir truk tidak mengalami luka.

Petugas Satlantas Polres Sekadau langsung ke lokasi untuk olah TKP, mengamankan kendaraan, mengatur lalu lintas, dan mengevakuasi korban.

IPDA Iwan mengimbau pengendara meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. “Sebelum berbelok atau pindah jalur, pastikan kondisi sekitar aman. Fokus dan patuhi aturan lalu lintas agar kecelakaan serupa tidak terulang,” pesannya. (Tim)


Bea Cukai Entikong Musnahkan 922 Ribu Batang Rokok Ilegal dan 240 Ballpress Pakaian Bekas

Bea Cukai Entikong memusnahkan 922 ribu batang rokok ilegal, 240 ballpress pakaian bekas, dan 240 liter minuman beralkohol hasil penindakan di perbatasan Indonesia-Malaysia.
Bea Cukai Entikong memusnahkan 922 ribu batang rokok ilegal, 240 ballpress pakaian bekas, dan 240 liter minuman beralkohol hasil penindakan di perbatasan Indonesia-Malaysia.

SANGGAU — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Barat memusnahkan Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil penindakan kepabeanan dan cukai di Lapangan Pembakaran KPPBC TMP C Entikong, Kabupaten Sanggau, Rabu (24/6/2026). 

Pemusnahan dilakukan sebagai bagian dari pengawasan dan penegakan hukum di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu dihadiri sejumlah instansi terkait, termasuk Bea Cukai Entikong, Kepolisian, TNI melalui Satgas Pamtas, Jasa Raharja, serta unsur media.

Barang yang dimusnahkan terdiri dari 922.304 batang Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKC HT), 240 ballpress pakaian bekas, dan 240 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA). 

Seluruh barang tersebut merupakan hasil penindakan yang telah melalui proses administrasi dan hukum hingga ditetapkan sebagai Barang Milik Negara.

Proses pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar di area pembakaran KPPBC TMP C Entikong. 

Metode tersebut dipilih untuk memastikan barang-barang yang melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai tidak dapat digunakan kembali maupun beredar di masyarakat.

Bea Cukai Entikong Musnahkan 922 Ribu Batang Rokok Ilegal dan 240 Ballpress Pakaian Bekas
Bea Cukai Entikong memusnahkan 922 ribu batang rokok ilegal, 240 ballpress pakaian bekas, dan 240 liter minuman beralkohol hasil penindakan di perbatasan Indonesia-Malaysia.

Kepala Bea Cukai Entikong, Rudi Endro Pratikto, mengatakan pemusnahan ini merupakan bagian dari komitmen institusinya dalam menjaga integritas pengawasan di wilayah perbatasan serta melindungi masyarakat dari dampak peredaran barang ilegal.

Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi pesan tegas bahwa negara tidak memberikan ruang bagi praktik penyelundupan dan peredaran barang yang tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kasubsektor Entikong, IPDA Maralela Pandapotan Harahap, menegaskan pentingnya sinergi antara Bea Cukai, Kepolisian, TNI, dan instansi terkait dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan dari berbagai aktivitas ilegal.

“Pemusnahan ini menunjukkan bahwa setiap barang hasil pelanggaran yang telah melalui proses hukum akan ditindaklanjuti secara transparan dan akuntabel. Kami mendukung penuh langkah Bea Cukai dalam menjaga perbatasan negara dari peredaran barang ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat dan negara,” ujarnya.

Ia menambahkan, wilayah perbatasan memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap aktivitas penyelundupan. 

Karena itu, pengawasan berkelanjutan dan koordinasi antarinstansi menjadi faktor penting dalam mendukung penegakan hukum.

Selain penindakan aparat, dukungan masyarakat juga dinilai berperan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan perbatasan.

Bea Cukai Entikong Musnahkan 922 Ribu Batang Rokok Ilegal dan 240 Ballpress Pakaian Bekas
Bea Cukai Entikong memusnahkan 922 ribu batang rokok ilegal, 240 ballpress pakaian bekas, dan 240 liter minuman beralkohol hasil penindakan di perbatasan Indonesia-Malaysia.

Pemusnahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah melindungi kepentingan negara, menjaga iklim perdagangan yang sehat, serta mencegah kerugian negara akibat masuk dan beredarnya barang ilegal. 

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus menunjukkan sinergi antarinstansi dalam memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

Wujud Kepedulian Sosial di Musim Libur Sekolah, Angkasa Pura Indonesia Gelar Khitanan Massal Gratis untuk 100 Anak di Kubu Raya dan Pontianak

Foto: PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Supadio menggelar program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Khitanan Massal 100 Anak

KUBU RAYA - Mengisi libur sekolah dengan aksi nyata, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Supadio menggelar program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Sehat Bersama InJourney Airports” berupa khitanan massal gratis, Kamis 25 Juni 2026.

Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna Candra Distra Wiradi, dekat Bandara Internasional Supadio, pukul 08.00-12.00 WIB. Sebanyak 100 anak dari Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak mengikuti khitan massal, termasuk anak-anak wilayah ring satu bandara: Desa Limbung, Arang Limbung, dan Kuala Dua.

Program ini merupakan hasil kerja sama Angkasa Pura Indonesia dengan Pemkab Kubu Raya melalui Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, serta organisasi kemanusiaan Brigade Gerak Cepat Kemanusiaan (BRIGECK).

Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya H. Wan Irwansyah, S.Pd., SKM., M.A.P, mengapresiasi kegiatan tersebut. 

“Khitanan ini sangat positif dan bersejarah bagi anak-anak. Dari sisi agama memang dianjurkan, sementara dari aspek kesehatan manfaatnya sudah terbukti untuk menjaga kebersihan dan mencegah infeksi,” ujarnya.

Ia menambahkan metode khitan saat ini sudah lebih baik. “Ada obat penghilang rasa sakit sehingga proses lebih nyaman dan penyembuhan lebih cepat dibandingkan zaman dulu,” katanya.

Foto: Joko Wahyudi, Branch Communication & CSR Department Head Angkasa Pura Indonesia Bandara Supadio

Joko Wahyudi, Branch Communication & CSR Department Head Angkasa Pura Indonesia Bandara Supadio mewakili General Manager Maya Damayanti, menyampaikan kegiatan ini bentuk kepedulian perusahaan di libur sekolah untuk membantu orang tua.

“Kami bersinergi dengan Gerakan Cepat Kemanusiaan, Dinas Sosial, dan Polsek Kawasan Bandara Supadio. Peserta 100 orang dari Kubu Raya dan Pontianak mendapat layanan khitan higienis oleh tenaga medis profesional BRIGECK, serta santunan uang saku dan bingkisan,” jelas Joko.

Kegiatan dihadiri stakeholders termasuk Polsek Kawasan Bandara Supadio dan kepala desa ring satu bandara. Angkasa Pura Indonesia berharap silaturahmi dan kemitraan dengan pemerintah, lembaga kemanusiaan, serta masyarakat terus terjaga untuk mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan sejahtera. (Jm)


Rabu, 24 Juni 2026

Tim Bola Voli Putra Kubu Raya Juara Grup, Bidik Gelar Juara Porprov

Foto: Tim Bola Voli Putra Kabupaten Kubu Raya Porprov Kalbar 2026

PONTIANAK - Tim bola voli putra Kabupaten Kubu Raya berhasil memastikan diri sebagai juara grup dan melaju ke babak semifinal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Rabu 24 Juni 2026. Pertandingan berlangsung di GOR Pangsuma, Jalan Ahmad Yani, Pontianak.

Keberhasilan ini menjadi bukti kerja keras dan kekompakan seluruh tim, mulai dari atlet, pelatih, hingga jajaran pengurus yang terus memberikan dukungan selama kompetisi.

Pelatih tim bola voli Kubu Raya Pramono menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan menjadi juara grup merupakan hasil kerja keras pemain dan tim pendukung.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah masuk semifinal. Kita hadir sebagai juara grup. Ke depan kita akan evaluasi kekurangan dan kelebihan tim agar penampilan berikutnya bisa lebih baik,” ujar Pramono. Ia menegaskan target tim tidak berhenti di semifinal, namun akan berjuang memberikan hasil terbaik untuk Kubu Raya.

Kepala Bidang Olahraga Disporapar Kubu Raya Budi Mulyono, S.P., M.Si., mengapresiasi perjuangan tim. Ia optimistis bola voli putra Kubu Raya mampu bersaing untuk meraih prestasi terbaik.

“Saya yakin Kubu Raya untuk bola voli putra bisa masuk dan bersaing untuk juara,” kata Budi. Ia berharap pembinaan terhadap atlet putra maupun putri terus konsisten agar Kubu Raya bisa memberikan prestasi terbaik.

Caretaker PBVSI Kubu Raya H. Sahrudin, SE., juga bangga atas perjuangan tim hingga lolos semifinal. “Target kami ingin menjadi yang terbaik. Ini berkat perjuangan luar biasa dari teman-teman, pelatih, asisten pelatih, pengurus, dan dukungan Dispora,” ungkapnya.

Menatap semifinal, tim terus melakukan persiapan di bawah arahan Pelatih Pramono, Mas Andi, dan Asisten Pelatih Yayan, dengan dukungan pengurus yang berkomitmen mendampingi atlet. (Tim/Jm)


Selasa, 23 Juni 2026

Taufik Hidayat "Monster Berwajah Manusia" Akhirnya Ditangkap

Taufik Hidayat "Monster Berwajah Manusia" Akhirnya Ditangkap.
Bisa dinobatkan, Taufik Hidayat ini (bukan yang itu) lelaki paling kejam abad ini. Pacarnya disiksa udah kayak binatang. Sambil menunggu laga Portugal vs Uzbekistan, siapkan Koptagulnya, dan nikmati narasinya, wak!

Tiga tahun. Bukan tiga hari, bukan tiga minggu, melainkan tiga tahun penuh YTR, seorang perempuan berusia 29 tahun asal Rancaekek, harus menanggung siksa lahir dan batin di sebuah kontrakan kumuh di Cileunyi, Kabupaten Bandung. Semua atas nama hubungan yang keliru disebut "pacaran". Di usianya terbilang muda, cakrawala YTR bukan lagi langit Bandung yang sejuk, melainkan kegelapan abadi. Karena, kedua bola matanya telah padam selamanya, buta permanen. Ini sebuah vonis dijatuhkan bukan oleh hakim, melainkan oleh tangan kekasihnya sendiri, Taufik Hidayat. 

Namun, keganasan Taufik tidak berhenti di situ. Ia merampas enam gigi depan korban hingga copot, lalu dengan sadis menyumpal bibir YTR dengan gunting hingga robek dan sumbing, seolah-olah ingin memastikan, perempuan itu tak hanya kehilangan penglihatan, tapi juga kehilangan martabat untuk tersenyum. Di sekujur tubuhnya, luka melepuh menghiasi kulit layaknya kanvas abstrak, bekas sundutan rokok menjadi ritual kekejaman rutin selama 1.095 hari. Sungguh sebuah mahakarya biadab yang membuat bulu kuduk merinding dan perut mual.

Sementara YTR terbaring luka-luka di RSHS Bandung. Ia menunggu operasi demi operasi tak kunjung selesai, publik digemparkan oleh ulah sang tersangka. Taufik Hidayat, pria berusia 30 tahun dengan nyali selubung langit ini, sempat menjadi buronan. Hal ini membuat seluruh penjuru Jabar gempar. Sampai-sampai Gubernur Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM harus menggelontorkan uang pribadinya Rp250 juta untuk sekadar sayembara. 

Ya, betapa ironisnya, harga kepalanya dihargai ratusan juta. Ini lebih mahal dari seekor sapi unggul. Padahal nyawa dan masa depan seorang perempuan hanya ia nodai dengan tiga tahun siksa tanpa bayaran. 

Ketika tim gabungan Polda Jabar akhirnya meringkusnya di kawasan Majalaya pada Selasa malam, 23 Juni 2026, apa yang dilakukan oleh monster berwajah manusia ini? Ia memotong rambutnya pendek-pendek. Sungguh strategi kabur yang brilian! Seakan-akan dengan mencukur habis surai di kepalanya, ia bisa menghapus jejak kekejaman yang tertancap di tulang korban. Seakan-akan rambut pendek adalah jubah tembus pandang yang membuatnya luput dari murka Tuhan dan manusia.

Ketika ia duduk santai di dalam mobil polisi, dengan tangan terikat namun raut muka datar tanpa penyesalan. Di situlah puncak sandiwara tragis ini. Ia tidak gemetar, tidak menangis, apalagi meminta maaf. Ia hanya duduk selayaknya penumpang angkutan kota yang kehabisan rokok. Publik dibuat naik pitam oleh sikap dinginnya yang keterlaluan. Sementara KDM memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada Polda Jabar. 

Luar biasa! Penangkapan yang katanya hasil jerih payah tim gabungan ini memang patut dirayakan. Namun jangan lupa, hadiah ratusan juta rupiah itu kini berpindah tangan ke aparat. Sementara YTR masih buta, masih meraba-raba dinding rumah sakit mencari cahaya yang tak akan pernah ia temui lagi. Darah mendidih mendengar Taufik tidak menunjukkan setetes pun rasa bersalah. Ia seolah-olah mencabut enam gigi dan mengguntung bibir hanyalah kesalahan kecil seperti lupa mematikan kompor. 

Masyarakat bertanya, apakah hukum mampu membayar lunas keadilan untuk seorang gadis yang kini hanya bisa mendengar deru amarah kita, tapi tak pernah lagi bisa melihat wajah para pendukungnya? Jika surga punya pintu, sudah seharusnya tertutup rapat-rapat untuk Taufik. Biarkan ia merasakan bagaimana gelapnya dunia yang telah ia ciptakan untuk YTR, selama-lamanya.

Wahai kaum hawa, seandainya Taufik ada di depan kalian saat ini, ekspresi apa yang akan kalian lakukan?

Foto Ai hanya ilustrasi
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar
#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

Audio Drama With Seedance 2.5

Audio Drama With Seedance 2.5. (Illustration image)
Audio Drama With Seedance 2.5. (Illustration image)

The digital media landscape is currently dominated by algorithms that ruthlessly prioritize video content. This presents a massive, existential challenge for audio-first creators. Podcasters, audio-drama producers, and voice actors create incredibly rich, immersive narratives, but when they attempt to distribute their work on platforms like YouTube, Spotify Video, or TikTok, they hit a wall. Simply uploading a static logo with a moving audio waveform is a surefire way to kill audience retention. Listeners in the modern era want something compelling to watch while they listen.

To compete in a visual-first ecosystem, audio creators must evolve their distribution strategy. Historically, turning a ten-episode sci-fi audio drama into a fully animated video series was financially impossible for independent producers. However, the paradigm has shifted dramatically. By integrating a highly controllable, multimodal video engine like Seedance 2.5 into their post-production pipeline, audio creators can now generate stunning, cinematic visual companions for their podcasts, transforming pure audio into an inescapable multi-sensory experience.

Building the Visual Ambience for Audio

Audio fiction relies entirely on the listener's imagination to build the world. When adapting this format for video platforms, the goal is not necessarily to animate every single action perfectly, but to establish a hypnotic, atmospheric loop that anchors the listener’s attention.

Rather than generating random clips, an audio producer can use an Image-to-Video workflow to establish a specific mood. If the podcast is a gritty, noir detective story, the creator can establish an initial frame of a rain-drenched window overlooking a neon-lit city street. By feeding this anchor image into the system, they can prompt the AI to create a seamless, subtle animation—raindrops streaking down the glass, the neon lights softly flickering, and smoke curling from an unseen cigarette. This creates a mesmerizing, high-fidelity visualizer that holds the viewer's gaze without distracting from the complexity of the spoken narrative.

The Breakthrough of Native Lip-Syncing

While atmospheric loops are excellent for non-fiction podcasts, narrative audio dramas often require character presence. The audience forms a deep emotional connection with the voices of the actors, and seeing those characters "speak" on screen amplifies that connection exponentially. Until recently, synchronizing a pre-recorded voice acting performance with an AI-generated face resulted in terrifying, uncanny-valley distortions.

The latest iteration of generative technology completely eliminates this friction. Utilizing the advanced toolset inside Seedance 2.5, creators can upload a pristine portrait of their story's protagonist alongside the finalized voiceover track. The platform’s native deep-learning architecture analyzes the acoustic nuances—the pauses, the dramatic whispers, the explosive shouts—and precisely maps the character's jaw movements, lip shapes, and micro-expressions to the audio file. This allows a solo audio producer to generate a compelling, perfectly synchronized character monologue, turning a standard podcast episode into a premium animated performance.

Scaling Visual Production to Match Audio Output

The reality of podcasting is that it requires a relentless release schedule. A weekly hour-long audio show demands an incredible volume of content. If the visual generation process is too complex or requires endless hours of troubleshooting, it will quickly bottleneck the entire operation.

The true value of a professional multimodal workspace is its efficiency. Once a creator establishes the visual identity of their show—saving their specific prompts, character reference images, and desired camera movements—they can generate high-definition video assets in minutes. A creator can easily render diverse camera angles of a digital studio, switch between close-ups of different generated "hosts" as the audio tracks alternate, and compile a dynamic, multi-camera video podcast. This high-velocity production capability ensures that the visual output can seamlessly match the demanding pace of modern audio publishing.

Conclusion

For the modern audio creator, ignoring the power of video is no longer a viable option. The algorithms demand visual engagement, and audiences expect a multi-sensory experience. By leveraging precise Image-to-Video environment building and flawless native lip-sync technology, podcasters and voice actors can finally break through the visual barrier. Transforming a brilliant piece of audio into a breathtaking cinematic journey is the ultimate strategy for capturing attention, expanding your audience, and thriving in the modern digital economy.

Kirab Budaya Grebeg Suro Kuda Lumping Maju Tresno Pontianak Utara, Rawat Warisan Budaya Jawa

Foto: Kirab Budaya Grebeg Suro Kuda Lumping Maju Tresno Pontianak Utara



PONTIANAK - Kelompok Kesenian Kuda Lumping Maju Tresno Pontianak Utara menggelar Kirab Budaya Grebeg Suro, Minggu 21 Juni 2026 sore. 

Kegiatan meriah ini merupakan rangkaian peringatan ulang tahun ke-62 kelompok kesenian tersebut sekaligus tradisi masyarakat Jawa dalam menyambut bulan Suro dan Tahun Baru Islam.

Kirab budaya mendapat dukungan masyarakat serta Pemerintah Kota Pontianak melalui Kecamatan Pontianak Utara. Berbagai unsur masyarakat hadir dalam kegiatan yang mengangkat nilai budaya, kebersamaan, dan pelestarian tradisi.

Sekretaris Umum Paguyuban Jawa Kalimantan Barat Edi Suhairul mengatakan, Grebeg Suro merupakan bentuk nyata masyarakat menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur. 

“Ini adalah bagian dari merawat budaya atau nguri-uri budaya yang selalu kita gaungkan. Visi dan misi Paguyuban Jawa Kalbar adalah menjadi wadah silaturahmi dan pelestarian budaya,” ujarnya.

Edi menilai kegiatan budaya seperti Grebeg Suro penting karena tidak hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga mempererat hubungan sosial masyarakat. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang ikut membantu pelestarian budaya.

Gubernur Kalimantan Barat H. Ria Norsan juga memberikan apresiasi. Menurutnya, budaya adalah kekayaan bangsa yang harus dirawat bersama dan keberagaman budaya di Kalbar menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan dan persatuan.

“Pemerintah tentu mendukung kegiatan positif seperti ini. Budaya bukan hanya tentang tradisi, tetapi juga bagaimana kita mempererat silaturahmi dan kebersamaan,” katanya.

Camat Pontianak Utara Indrawan Tauhid, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Pontianak terhadap kegiatan tersebut. Rangkaian acara sebelumnya juga diisi kegiatan sosial seperti sunatan massal dan senam sehat, kemudian kirab budaya sore hari dan pertunjukan wayang malam hari.

Ketua Panitia Muhammad menjelaskan, Grebeg Suro merupakan kegiatan rutin tahunan yang selama ini dilaksanakan secara swadaya oleh anggota kelompok. Ia berharap ada dukungan lebih dari pemerintah, pengusaha, dan pelaku seni agar tradisi ini terus berkembang.

Kirab Budaya Grebeg Suro Kuda Lumping Maju Tresno Pontianak Utara menjadi bukti komitmen masyarakat dalam menjaga budaya leluhur di Kalimantan Barat. (Tim)


Polda Kalteng Layani 1.500 Warga Lewat Cek Kesehatan Gratis Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Polda Kalimantan Tengah memberikan layanan cek kesehatan gratis kepada 1.500 warga dalam bakti kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, termasuk donor darah dan operasi katarak.
Polda Kalimantan Tengah memberikan layanan cek kesehatan gratis kepada 1.500 warga dalam bakti kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, termasuk donor darah dan operasi katarak.

PALANGKA RAYA — Polda Kalimantan Tengah memberikan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada 1.500 warga di berbagai daerah di Kalimantan Tengah dalam rangka bakti kesehatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan program tersebut dilaksanakan secara bertahap mulai dari tingkat polda, polres hingga polsek.

Pelayanan kesehatan tidak dipusatkan di satu lokasi, tetapi digelar di sejumlah wilayah yang telah ditentukan agar lebih banyak masyarakat dapat mengakses layanan medis.

Berbagai layanan diberikan kepada warga, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan hingga tindakan medis tertentu yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Selain itu, kegiatan bakti kesehatan juga mencakup donor darah, khitanan massal, operasi katarak, serta operasi bibir sumbing.

Program tersebut dirancang secara menyeluruh untuk membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau dan tanpa biaya.

"Kegiatan ini kami laksanakan di berbagai lokasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," kata Irjen Pol Iwan Kurniawan di Palangka Raya, Selasa.

Ia menegaskan, selain pemeriksaan kesehatan gratis, pihaknya juga memberikan obat-obatan serta melaksanakan donor darah, khitanan massal, hingga operasi katarak dan bibir sumbing.

Menurut Iwan, jumlah peserta operasi katarak dan operasi bibir sumbing tidak terlalu banyak. Masing-masing jenis operasi diikuti sekitar 10 peserta yang telah melalui proses pendataan dan pemeriksaan.

"Kami berharap masyarakat yang membutuhkan bantuan medis seperti operasi katarak maupun operasi bibir sumbing dapat terbantu melalui program ini," ujarnya.

Kapolda menyebut sedikitnya jumlah peserta operasi khusus menunjukkan kasus yang membutuhkan penanganan kesehatan tertentu relatif tidak banyak ditemukan di Kalimantan Tengah. Program bakti kesehatan tersebut diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Warga Kubu Raya Diduga Diterkam Buaya Saat Memancing, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Foto: Ilustrasi Pencarian Pemancing Yang Diduga Diterkam Buaya

KUBU RAYA - Seorang warga bernama Sulyadi (41) dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya muara saat memancing di Perairan Sungai Dusun Karang Anyar, Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Senin 22 Juni 2026 sore.

Peristiwa terjadi menjelang waktu magrib. Hingga Selasa 23 Juni 2026, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sungai untuk mencari keberadaan korban.

Kapolsek Batu Ampar IPTU Fahrizal melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB saat Abdul Wahab berangkat menggunakan Sampan Robin untuk mengantarkan pasokan minyak dan rokok kepada korban.

“Di lokasi kejadian, korban terlihat berada di atas Sampan Robin seorang diri. Jarak antara Abdul Wahab dan korban saat itu sekitar 20 meter. Di sekitar lokasi juga terdapat Pitung yang menggunakan Sampan Robin berbeda,” jelas Ade.

Sekitar pukul 17.00 WIB, buaya berukuran besar tiba-tiba muncul dan menerkam korban. “Tanpa ampun, predator tersebut langsung menerkam dan menyambar tubuh korban. Dalam sekejap, korban diseret masuk ke dalam air,” ungkap Ade.

Abdul Wahab dan Pitung sempat berupaya melakukan pencarian di sekitar titik kejadian. Namun keterbatasan alat dan kondisi yang mulai gelap membuat upaya awal tidak membuahkan hasil. Keduanya kemudian kembali ke Desa Sungai Kerawang untuk melaporkan kejadian ke Polsek Batu Ampar dan meminta bantuan warga.

Mendapat laporan, jajaran Polsek Batu Ampar dan Pol Airud langsung bergerak ke lokasi kejadian. 

“Hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan. Namun upaya pencarian terus dilakukan secara masif dan maksimal,” ujar Ade.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di Perairan Sungai Dusun Karang Anyar, untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak beraktivitas sendirian, terutama saat hari mulai gelap. (Red)

Dialog Kebangsaan Sambut Tahun Baru Islam 1448 H Digelar di Kubu Raya, Hadirkan Habib Jindan dan Habib Thoha

Foto: Dialog Kebangsaan Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

KUBU RAYA - Majelis Almuwasholah Baina Ulamail Muslimin Kalimantan Barat menggelar Dialog Kebangsaan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Senin 22 Juni 2026.

Kegiatan bertema “Spirit Hijrah Mempererat Persaudaraan untuk Indonesia yang Lebih Berdaulat dan Bermartabat” menghadirkan ulama kharismatik nasional Alhabib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan. Hadir pula para alim ulama, tokoh lintas agama, tokoh lintas etnis, tokoh masyarakat, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Dialog ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Kalbar yang dikenal sebagai miniatur Indonesia.

Dalam tausiyahnya, Habib Jindan mengajak masyarakat menjaga persatuan dan mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah. 

“Persatuan adalah kekuatan bangsa. Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan karunia yang harus dijaga dan dirawat bersama,” pesannya.

Ketua Majelis Almuwasholah Baina Ulamail Muslimin Kalbar, Alhabib Thoha Al-Jufri, mengatakan kegiatan ini menjadi sarana menyiarkan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam serta memperkuat komitmen menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.

“Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian, persaudaraan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap perbedaan. Semangat hijrah harus menjadi semangat untuk memperkuat persatuan dan membangun bangsa yang lebih baik,” ujarnya.

Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, SE., M.Sos., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan untuk memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan toleransi menghadapi tantangan pembangunan.

“Kami berterima kasih kepada Majelis Almuwasholah yang memilih Kubu Raya sebagai lokasi Dialog Kebangsaan. Kegiatan ini bukti bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama,” kata Sujiwo.

Pertemuan dua tokoh ulama, Habib Jindan dan Habib Thoha, menjadi simbol kuat kolaborasi ulama dalam merawat kebhinekaan dan memperkokoh persatuan bangsa. (Tim/Jm)