BorneoTribun
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

BERITA TERBARU 1-13

TEMPAT CADANGAN

Berita 14-20

YOUTUBE

Berita 21-24

Berita 25-34

Berita 40-43

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Senin, 18 Mei 2026

“Kami Bukan Mesin,” Pedro Acosta Kritik Restart MotoGP Catalunya Setelah Dua Red Flag

Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.
Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

Pedro Acosta Kritik Restart MotoGP Catalunya Usai Dua Red Flag

JAKARTA - Pembalap KTM, Pedro Acosta, mengkritik keputusan MotoGP melanjutkan balapan MotoGP Catalunya 2026 setelah dua kali red flag di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu sore waktu setempat. Acosta menilai restart ketiga tidak diperlukan setelah dua insiden besar yang melibatkan beberapa rider.

Balapan MotoGP Catalunya sempat dihentikan pertama kali pada lap ke-12 dari total 24 putaran. Motor KTM milik Acosta mengalami masalah kelistrikan saat keluar dari Tikungan 9 menuju trek lurus belakang, yang membuat pembalap Alex Marquez menabraknya dari belakang.

Akibat kecelakaan tersebut, Alex Marquez mengalami beberapa patah tulang, sementara Acosta tidak mengalami cedera serius.

Tak lama setelah restart pertama dimulai, red flag kedua kembali dikibarkan usai insiden di Tikungan 1 yang melibatkan Johann Zarco, Francesco Bagnaia, dan Luca Marini.

Balapan akhirnya dilanjutkan dalam format 12 lap. Fabio Di Giannantonio keluar sebagai pemenang, sementara Acosta justru gagal finis setelah terjatuh pada lap terakhir akibat kontak dengan Ai Ogura.

Acosta Soroti Faktor Keselamatan

Usai balapan, Acosta memilih tidak banyak membahas insidennya dengan Ogura. Ia justru menyoroti keputusan race direction yang tetap melanjutkan balapan setelah dua kecelakaan besar.

“Saya tidak ingin terlalu membahas balapan karena yang paling penting hari ini adalah Alex dan Johann. Setelah semua yang terjadi, syukurnya mereka baik-baik saja,” kata Acosta kepada TNT Sports.

Ia menjelaskan motornya tiba-tiba kehilangan tenaga saat memimpin balapan.

“Di trek lurus saya dari posisi full gas tiba-tiba tidak punya throttle sama sekali. Semuanya berjalan sangat buruk hari ini,” ujarnya.

Menurut Acosta, restart ketiga seharusnya tidak dilakukan karena situasi di lintasan sudah terlalu berisiko.

“Saya rasa tidak perlu mencoba lagi untuk ketiga kalinya setelah dua red flag. Pertunjukan memang penting, tetapi kami yang membuat pertunjukan itu,” kata rider muda Spanyol tersebut.

Jorge Martin Sependapat

Komentar serupa juga datang dari pembalap Aprilia, Jorge Martin. Ia menilai aspek kemanusiaan juga perlu dipertimbangkan setelah sejumlah kecelakaan besar terjadi.

“Saya tidak tahu apakah memang perlu melanjutkan pertunjukan ini. Setelah insiden-insiden tadi dan ambulans di lintasan, saya rasa kita juga harus memikirkan sisi manusianya,” ujar Martin.

Meski demikian, Martin mengaku tetap mampu menjaga fokus saat balapan kembali dimulai dan merasa memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan kemenangan. 

MotoGP Catalunya 2026 menjadi salah satu balapan paling kacau musim ini karena dua kali red flag dan sejumlah kecelakaan serius dalam satu hari.

Perdebatan mengenai keselamatan pembalap diperkirakan kembali menjadi sorotan setelah kritik terbuka dari Acosta dan Martin terhadap keputusan race direction yang tetap melanjutkan balapan.

Setelah Dua Kecelakaan Besar, Acosta Heran MotoGP Tetap Dilanjutkan

Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.
Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

MotoGP Catalunya 2026 bukan hanya meninggalkan cerita soal kemenangan Fabio Di Giannantonio, tetapi juga memunculkan kembali perdebatan lama mengenai batas antara tontonan dan keselamatan pembalap.

Balapan di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu waktu setempat, berlangsung penuh kekacauan setelah dua kali red flag dikibarkan akibat kecelakaan besar yang melibatkan sejumlah rider papan atas.

Di tengah situasi itu, suara paling keras datang dari pembalap KTM, Pedro Acosta. Rider muda Spanyol tersebut secara terbuka mempertanyakan keputusan race direction yang tetap melanjutkan balapan hingga restart ketiga.

Bukan tanpa alasan.

Insiden pertama terjadi ketika Acosta yang sedang memimpin balapan mengalami masalah kelistrikan pada motornya di trek lurus belakang. Motor KTM miliknya tiba-tiba kehilangan tenaga saat keluar dari Tikungan 9.

Situasi itu membuat Alex Marquez tak sempat menghindar dan menabrak Acosta dari belakang dengan kecepatan tinggi.

Kecelakaan tersebut berujung serius. Alex Marquez dilaporkan mengalami beberapa patah tulang, sementara Acosta selamat tanpa cedera berarti.

Namun drama belum berhenti.

Saat balapan kembali dimulai, kecelakaan besar kembali terjadi di Tikungan 1 yang melibatkan Johann Zarco, Francesco Bagnaia, dan Luca Marini.

Red flag kedua pun kembali dikibarkan.

Dalam kondisi lintasan yang baru saja dipenuhi insiden besar dan ambulans yang keluar masuk area trek, MotoGP akhirnya tetap memutuskan balapan dilanjutkan dalam format 12 lap.

Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.
Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

Keputusan inilah yang kemudian memicu kritik Acosta.

“Saya rasa tidak perlu mencoba lagi untuk ketiga kalinya setelah dua red flag,” kata Acosta kepada TNT Sports.

Menurutnya, keselamatan pembalap seharusnya menjadi prioritas utama dibanding mempertahankan jalannya pertunjukan.

“Pertunjukan memang penting, tetapi kami yang membuat pertunjukan itu,” ujarnya.

Pernyataan Acosta langsung menarik perhatian karena jarang ada pembalap yang secara terbuka mengkritik keputusan race direction sesaat setelah balapan berlangsung.

Komentar senada juga disampaikan pembalap Aprilia, Jorge Martin. Ia menilai sisi kemanusiaan juga perlu dipikirkan ketika kecelakaan besar terus terjadi dalam satu balapan.

“Saya tidak tahu apakah memang perlu melanjutkan pertunjukan ini. Setelah insiden-insiden tadi dan ambulans di lintasan, saya rasa kita juga harus memikirkan sisi manusianya,” ujar Martin.

MotoGP selama ini dikenal sebagai salah satu ajang balap paling berisiko di dunia. Dalam beberapa musim terakhir, isu keselamatan pembalap terus menjadi perhatian setelah sejumlah kecelakaan fatal maupun cedera serius terjadi di berbagai kelas balap.

Karena itu, kritik dari Acosta dan Martin diperkirakan bakal memunculkan diskusi baru mengenai prosedur restart dan batas aman sebuah balapan untuk dilanjutkan.

Di sisi lain, MotoGP Catalunya 2026 akan dikenang bukan hanya karena hasil akhir balapan, tetapi karena momen ketika para pembalap mulai berbicara lebih keras soal keselamatan mereka sendiri di lintasan.

Jorge Martin Kecewa Berat usai Crash di Catalunya, Sempat Dorong Paolo Bonora Akhirnya Minta Maaf ke Aprilia

Jorge Martin meminta maaf kepada Aprilia usai meluapkan emosi setelah crash akibat kontak dengan Raul Fernandez pada MotoGP Catalunya.
Jorge Martin meminta maaf kepada Aprilia usai meluapkan emosi setelah crash akibat kontak dengan Raul Fernandez pada MotoGP Catalunya.

JAKARTA - Jorge Martin meminta maaf kepada manajer tim Aprilia, Paolo Bonora, setelah menunjukkan reaksi emosional usai balapan MotoGP Catalunya, Minggu waktu setempat, di Sirkuit Catalunya.

Pebalap Aprilia itu marah setelah terjatuh dari posisi kedua pada lap pembuka restart terakhir akibat kontak dengan sesama rider Aprilia, Raul Fernandez. Fernandez tetap melanjutkan balapan, sementara Martin harus kembali dari posisi belakang dan finis jauh dari persaingan depan.

Insiden tersebut sempat ditinjau FIM MotoGP Stewards. Namun, pengawas balapan memutuskan tidak ada tindakan lanjutan terhadap Fernandez.

Setelah balapan berakhir, Martin terlihat memarkir motor RS-GP miliknya di luar garasi tim pabrikan Aprilia. Ia kemudian memberikan tepuk tangan bernada sarkastis sebelum masuk ke pit box.

Di dalam garasi, Paolo Bonora dan CEO Aprilia Racing Massimo Rivola berusaha menenangkan juara dunia bertahan tersebut yang masih terbawa emosi akibat insiden di lintasan.

“Cerita saya hari ini sebenarnya nomor dua, pikiran saya bersama Alex dan Johann,” kata Martin kepada MotoGP.com.

Martin mengaku kecewa karena merasa memiliki peluang besar untuk memperebutkan kemenangan di Catalunya sebelum insiden terjadi.

“Saya yakin punya potensi untuk menang. Tapi beginilah balapan. Saya tetap mengambil sisi positifnya karena saya merasa cepat,” ujarnya.

Pebalap asal Spanyol itu juga mengakui tindakannya di garasi tidak seharusnya terjadi. Ia mengatakan emosinya kembali memuncak sesaat setelah masuk ke area tim.

“Saya sangat kecewa dengan cara saya masuk ke garasi. Saya mencoba tenang selama balapan, tetapi ketika masuk, tensinya naik lagi,” kata Martin.

“Saya sudah meminta maaf kepada Paolo Bonora karena saya sempat mendorongnya. Itu benar-benar tidak perlu,” lanjutnya.

Martin juga mengungkapkan dirinya sempat mencari Bonora ke kantor untuk meminta maaf secara langsung, namun belum bertemu saat itu.

Sementara itu, Massimo Rivola sebelumnya juga terlihat berbicara serius dengan bos Trackhouse Racing, Davide Brivio, terkait insiden yang melibatkan Raul Fernandez.

Kecelakaan tersebut menjadi kerugian besar bagi Martin dalam persaingan klasemen. Sebelum balapan, ia berpeluang memangkas defisit dua poin dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang memimpin klasemen sementara.

Namun hasil balapan justru membuat Martin kehilangan kesempatan itu setelah Bezzecchi finis kelima. Posisi Bezzecchi bahkan masih berpotensi naik tergantung hasil investigasi tekanan ban terhadap Joan Mir dan Pecco Bagnaia.

Martin sendiri menolak memberikan komentar saat ditanya apakah Raul Fernandez layak mendapat penalti atas insiden tersebut.

Kondisi Alex Marquez Usai Kecelakaan Besar Akhirnya Diungkap Gresini

Alex Marquez mengalami patah tulang usai kecelakaan besar dengan Pedro Acosta di MotoGP Catalunya dan harus menjalani operasi pada bahu kanannya.
Alex Marquez mengalami patah tulang usai kecelakaan besar dengan Pedro Acosta di MotoGP Catalunya dan harus menjalani operasi pada bahu kanannya.

JAKARTA - Alex Marquez mengalami cedera serius setelah terlibat kecelakaan besar pada MotoGP Catalunya, Minggu, saat balapan berlangsung di Sirkuit Catalunya. 

Pebalap Gresini Ducati itu mengalami beberapa patah tulang usai menabrak motor Pedro Acosta yang mengalami masalah teknis di tengah lomba.

Insiden terjadi pada lap ke-12 dari total 24 lap. Saat memimpin balapan, Pedro Acosta melambat akibat gangguan teknis di trek lurus belakang. 

Alex Marquez yang berada tepat di belakang tidak sempat menghindar dan menghantam bagian belakang motor KTM milik Acosta.

Benturan keras membuat Alex Marquez kehilangan kendali sebelum terjatuh dengan kecepatan tinggi. 

Pebalap asal Spanyol itu langsung mendapat penanganan di sisi lintasan sebelum dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tim Gresini Ducati kemudian mengonfirmasi kondisi terbaru Alex Marquez melalui pernyataan resmi. 

Mereka menyebut sang pebalap mengalami patah tulang selangka kanan dan retakan ringan pada tulang belakang bagian C7.

“Pebalap mengalami patah tulang selangka kanan dan akan menjalani operasi malam ini. Retakan ringan pada vertebra C7 akan dievaluasi dalam beberapa hari ke depan,” tulis Gresini.

Beberapa jam setelah pernyataan tim keluar, Alex Marquez juga memberikan kabar langsung melalui media sosialnya. Ia memastikan kondisinya terkendali dan siap menjalani operasi.

“Semuanya terkendali!! Saya akan menjalani operasi malam ini, dan saya tidak bisa berada di tangan yang lebih baik. Terima kasih atas perhatian dan semua pesan dukungannya,” tulis Alex Marquez.

Kecelakaan tersebut juga menyebabkan serpihan motor Marquez mengenai beberapa pebalap lain, termasuk Fabio di Giannantonio, Johann Zarco, dan Raul Fernandez.

Johann Zarco kemudian mengalami kecelakaan lain saat restart balapan dan kini mendapat perawatan akibat cedera pada kaki kiri. 

Sementara Fabio di Giannantonio tetap mampu melanjutkan balapan hingga memenangkan restart kedua meski sedang mengalami cedera tangan.

Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan terbesar dalam MotoGP Catalunya musim ini dan kembali menyoroti tingginya risiko balapan di kelas utama MotoGP.

Kecelakaan Alex Marquez Jadi Pengingat Keras Risiko MotoGP Modern

Foto inisden Alex Marquez.
Foto inisden Alex Marquez.

Kecelakaan besar yang dialami Alex Marquez di MotoGP Catalunya kembali menunjukkan betapa tipis batas antara persaingan dan bahaya di kelas utama balap motor dunia. Dalam hitungan detik, balapan yang berjalan kompetitif berubah menjadi insiden serius yang membuat pebalap Gresini Ducati itu harus dilarikan ke rumah sakit.

Insiden bermula saat Pedro Acosta yang sedang memimpin balapan tiba-tiba mengalami masalah teknis di trek lurus belakang. Alex Marquez yang berada tepat di belakang tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar. Tabrakan keras pun tak terelakkan.

Benturan itu membuat motor Ducati milik Alex terpental dan pecah berkeping-keping di lintasan. Sang pebalap kemudian terjatuh dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis di pinggir sirkuit.

Gresini Ducati memastikan Alex Marquez mengalami patah tulang selangka kanan dan retakan ringan pada tulang belakang bagian C7. Cedera tersebut membuatnya harus menjalani operasi sesegera mungkin.

Meski kondisinya cukup serius, Alex Marquez tetap memberikan kabar yang menenangkan kepada penggemar. Lewat media sosial, pebalap asal Spanyol itu memastikan situasi masih terkendali dan dirinya berada dalam penanganan terbaik.

Respons cepat tim medis MotoGP kembali menjadi sorotan positif dalam insiden ini. Dalam kecelakaan dengan kecepatan tinggi seperti yang terjadi di Catalunya, penanganan beberapa menit pertama sangat menentukan kondisi pebalap.

Kecelakaan Alex juga memicu efek berantai di lintasan. Serpihan motor mengenai beberapa pebalap lain, termasuk Johann Zarco dan Fabio di Giannantonio. Zarco bahkan kembali mengalami kecelakaan saat restart dan harus menjalani perawatan akibat cedera kaki kiri.

Di sisi lain, Fabio di Giannantonio justru berhasil memenangkan restart kedua meski balapan dalam kondisi cedera tangan. Hasil itu memperlihatkan bagaimana para pebalap MotoGP sering bertarung di tengah kondisi fisik yang tidak ideal.

MotoGP dalam beberapa musim terakhir memang semakin kompetitif. Jarak antarmotor sangat rapat, sementara kecepatan terus meningkat. Situasi itu membuat risiko kecelakaan besar selalu mengintai, terutama ketika terjadi gangguan teknis mendadak seperti yang dialami Acosta.

Insiden di Catalunya sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik atmosfer megah MotoGP, para pebalap tetap menghadapi risiko serius setiap kali lampu start dipadamkan.

Johann Zarco Ungkap Kondisinya Setelah Crash Menegangkan di MotoGP Catalunya

Johann Zarco mengalami cedera ligamen dan retak kecil fibula usai kecelakaan pada start ulang MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya.
Johann Zarco mengalami cedera ligamen dan retak kecil fibula usai kecelakaan pada start ulang MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya.

JAKARTA - MotoGP Catalunya 2026 berubah menjadi salah satu balapan paling kacau musim ini setelah rangkaian kecelakaan besar terjadi di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu waktu setempat. 

Di tengah drama red flag dan insiden beruntun, nama Johann Zarco menjadi salah satu sorotan utama usai mengalami crash keras pada start ulang balapan.

Pebalap LCR Honda itu terlibat tabrakan dengan Luca Marini dan Francesco Bagnaia di Tikungan 1. Benturan terjadi hanya beberapa saat setelah balapan kembali dimulai menyusul kecelakaan sebelumnya yang melibatkan Pedro Acosta dan Alex Marquez.

Zarco langsung terjatuh dan terseret bersama motor Ducati milik Bagnaia. Situasi sempat membuat banyak pihak khawatir karena insiden terjadi di area padat pembalap dengan kecepatan tinggi.

Beruntung, kondisi Zarco tidak separah yang dikhawatirkan awalnya.

Dalam pernyataan yang ia unggah dari rumah sakit, Zarco mengaku lebih merasakan ketakutan dibanding cedera serius. Meski harus memakai penyangga leher dan menjalani observasi medis, pebalap asal Prancis itu masih bisa memberikan kabar secara langsung kepada penggemarnya.

“Lebih banyak rasa takut daripada cedera serius,” kata Zarco.

Pernyataan tersebut sedikit melegakan setelah balapan di Catalunya dipenuhi momen menegangkan. Tim LCR Honda kemudian memastikan Zarco mengalami cedera ligamen di bagian lutut serta retakan kecil pada fibula di area pergelangan kaki kiri.

Cedera itu tetap membuat Zarco harus menjalani pemeriksaan lanjutan di Prancis untuk menentukan proses pemulihan berikutnya.

Namun drama Catalunya tidak berhenti di sana.

Sebelum insiden Zarco terjadi, balapan lebih dulu dihentikan akibat kecelakaan besar antara Pedro Acosta dan Alex Marquez di lintasan lurus antara Tikungan 9 dan 10. Motor KTM milik Acosta dilaporkan mengalami masalah teknis sebelum akhirnya memicu tabrakan keras.

Alex Marquez menjadi korban paling serius dalam rangkaian kecelakaan tersebut. Pebalap Gresini Racing itu dilaporkan mengalami beberapa patah tulang dan dijadwalkan menjalani operasi pada Minggu malam.

Rentetan insiden di Catalunya kini kembali memunculkan pertanyaan lama soal keamanan Tikungan 1 di Sirkuit Barcelona-Catalunya. 

Area tersebut memang dikenal sebagai salah satu titik paling rawan dalam kalender MotoGP, terutama saat start dan restart ketika seluruh pembalap masih berdekatan.

Beberapa pihak mulai mendesak MotoGP melakukan evaluasi terhadap pendekatan tikungan tersebut agar risiko kecelakaan besar bisa diminimalkan pada balapan mendatang.

Di tengah persaingan ketat perebutan poin musim ini, balapan Catalunya justru menjadi pengingat bahwa keselamatan pebalap tetap menjadi isu paling penting di MotoGP modern.

Saat Sevilla Menyerang Tanpa Henti, Madrid Bertahan Sampai Akhir

Real Madrid menang 1-0 atas Sevilla lewat gol Vinicius Junior pada pekan ke-37 Liga Spanyol 2025/26 dan memastikan tetap di posisi kedua klasemen.
Real Madrid menang 1-0 atas Sevilla lewat gol Vinicius Junior pada pekan ke-37 Liga Spanyol 2025/26 dan memastikan tetap di posisi kedua klasemen.

JAKARTA - Real Madrid mungkin hanya menang dengan skor tipis 1-0 atas Sevilla, tetapi laga di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Minggu (18/5), memperlihatkan bagaimana Los Blancos tetap mampu menjaga kontrol di tengah tekanan besar menjelang akhir musim.

Di pertandingan pekan ke-37 Liga Spanyol 2025/26 itu, satu momen cepat dari Vinicius Junior menjadi pembeda. 

Gol sang winger Brasil pada menit ke-14 cukup untuk membawa Madrid mengamankan tiga poin sekaligus mempertahankan posisi kedua klasemen sementara.

Gol tersebut lahir dari situasi yang sebenarnya belum sepenuhnya matang. 

Brahim Diaz mengirim bola ke dalam kotak penalti, lalu Kylian Mbappe mencoba memanfaatkan ruang sempit di depan gawang Sevilla. 

Dalam tekanan ketat Jose Carmona, bola sempat terlepas dan jatuh tepat ke arah Vinicius.

Tanpa banyak sentuhan, Vinicius langsung melepaskan sepakan keras yang mengarah ke pojok gawang. 

Publik Ramon Sanchez Pizjuan terdiam, sementara pemain Madrid merayakan gol yang akhirnya menjadi penentu kemenangan.

Meski hanya mencetak satu gol, Vinicius kembali menunjukkan betapa penting perannya dalam skema serangan Madrid musim ini. 

Ketika Mbappe beberapa kali gagal menuntaskan peluang, pemain Brasil itu hadir sebagai penyelesai yang efektif.

Mbappe sendiri sebenarnya tampil cukup aktif sepanjang pertandingan. 

Penyerang asal Prancis itu mendapat beberapa peluang matang di babak pertama, namun belum mampu mengonversinya menjadi gol.

Salah satu momen yang cukup menyita perhatian terjadi di babak kedua. 

Dalam situasi serangan balik cepat, Mbappe memilih membawa bola dan mengeksekusi peluang sendiri meski Vinicius berdiri bebas tanpa penjagaan di sisi lain. 

Keputusan itu membuat peluang emas Madrid terbuang setelah bek Sevilla, Kike Salas, berhasil merebut bola.

Momen tersebut sempat memperlihatkan sisi frustrasi dalam permainan Madrid. 

Namun di tengah penyelesaian akhir yang belum maksimal, lini belakang mereka justru tampil sangat disiplin.

Dean Huijsen menjadi figur penting dalam menjaga pertahanan tetap kokoh. 

Bek muda itu beberapa kali mematahkan serangan Sevilla yang dipimpin Akor Adams dan Neal Maupay.

Di bawah mistar, Thibaut Courtois kembali membuktikan kualitasnya sebagai penyelamat utama Madrid. 

Kiper asal Belgia itu melakukan sejumlah penyelamatan krusial, termasuk menepis sundulan Kike Salas pada menit-menit akhir pertandingan.

Sevilla sebenarnya tampil cukup berani di depan pendukung sendiri. Mereka mencoba menekan sejak awal babak kedua dan beberapa kali memaksa Madrid bertahan lebih dalam. 

Namun penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat tuan rumah gagal menyamakan kedudukan.

Madrid bahkan hampir menggandakan keunggulan melalui Franco Mastantuono. Pemain muda itu menerima sodoran matang dari Vinicius, tetapi tembakannya hanya membentur tiang gawang.

Mbappe juga sempat mencetak gol pada menit ke-73 setelah menerima umpan Jude Bellingham. 

Namun selebrasi pemain Prancis itu harus terhenti karena wasit menganulir gol akibat offside.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Real Madrid.

Hasil ini membuat Los Blancos mengoleksi 83 poin dan memastikan diri tetap berada di posisi kedua klasemen sementara Liga Spanyol. 

Sementara Sevilla masih tertahan di papan tengah, tepatnya di urutan ke-13 dengan 43 poin.

Pada pekan terakhir musim ini, Real Madrid dijadwalkan menjamu Athletic Bilbao. Di sisi lain, Sevilla akan bertandang ke markas Celta Vigo untuk menutup kompetisi.

Sekadau Dibuat Meriah Semalaman, Ribuan Warga Padati Penutupan Keling Kumang Festival 2026

Penutupan Keling Kumang Festival IV 2026 di Sekadau berlangsung aman dan tertib dengan pengamanan 30 personel Polres Sekadau serta dihadiri unsur Forkopimda.
Penutupan Keling Kumang Festival IV 2026 di Sekadau berlangsung aman dan tertib dengan pengamanan 30 personel Polres Sekadau serta dihadiri unsur Forkopimda.

Keling Kumang Festival IV 2026 Ditutup Meriah, Budaya Dayak dan Antusias Warga Warnai Sekadau

SEKADAU - Penutupan Keling Kumang Festival IV Tahun 2026 di Taman Kelempiau, Desa Tapang Semadak, Kecamatan Sekadau Hilir, Sabtu (16/5/2026), berlangsung meriah dan kondusif. 

Ribuan warga memadati area festival untuk menyaksikan rangkaian acara budaya yang menjadi agenda tahunan kebanggaan masyarakat Kabupaten Sekadau.

Festival yang digelar selama tiga hari, sejak 14 hingga 16 Mei 2026 itu menjadi ruang pertemuan budaya, hiburan, sekaligus promosi pariwisata daerah. Penampilan seni tradisional, parade Bujang dan Dara, hingga penobatan Bujang Keling dan Dara Kumang Tahun 2026 menjadi daya tarik utama dalam malam penutupan.

Suasana semakin semarak ketika Wakil Bupati Sekadau Subandrio secara resmi menutup festival melalui prosesi pemukulan gong. Momen tersebut disambut tepuk tangan masyarakat yang memenuhi kawasan Taman Kelempiau.

Di balik kemeriahan acara, aparat keamanan juga memastikan seluruh kegiatan berjalan tertib. Polres Sekadau menurunkan 30 personel yang ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengamankan jalannya festival dan mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Pengamanan dipimpin Kasat Samapta IPTU Insan Malau bersama Kasikum IPTU Moh Haerudin serta didukung personel Satpol PP Sekadau. Kehadiran aparat membuat masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman hingga acara berakhir.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono mengatakan situasi selama penutupan festival terpantau aman dan kondusif tanpa gangguan berarti.

“Selama rangkaian penutupan berlangsung hingga selesai, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan menonjol,” ujar AKP Triyono, Minggu (17/5/2026).

Tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, Festival Keling Kumang juga memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya Dayak di Kabupaten Sekadau. Berbagai pertunjukan tradisional yang ditampilkan menjadi bentuk pelestarian budaya sekaligus sarana mengenalkan kearifan lokal kepada generasi muda.

Festival ini juga memberi dampak positif bagi pelaku usaha kecil dan ekonomi kreatif lokal. Kehadiran pengunjung selama tiga hari pelaksanaan turut menggerakkan aktivitas perdagangan di sekitar lokasi acara.

Dengan berakhirnya Keling Kumang Festival IV 2026, masyarakat berharap agenda budaya tahunan tersebut terus berkembang dan semakin mampu menarik wisatawan untuk datang ke Kabupaten Sekadau.

Minggu, 17 Mei 2026

Kapal Klotok Rute Teluk Batang Rasau Jaya Setop Berlayar Sementara Hingga Solusi BBM Tercapai

Kapal kelotok bersandar di pelabuhan Teluk Batang kabupaten Kayong Utara (istimewa/muzahidin)
Kapal kelotok bersandar di pelabuhan Teluk Batang kabupaten Kayong Utara (istimewa/muzahidin)

KAYONG UTARA - Pengelola kapal kayu atau dikenal dengan istilah kapal kelotok angkutan penumpang dan barang jurusan Teluk Batang Kayong Utara ke Rasau Jaya Kubu Raya dan sebaliknya berhenti beroperasi untuk sementara waktu terhitung sejak Minggu 17 Mei 2026.

Informasi tersebut disampaikan Agus Trianto dari Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP) Provinsi Kalimantan Barat kepada wartawan. 

"Beberapa armada kapal untuk sementara memilih tidak beroperasi terhitung sejak hari ini," ujarnya, Minggu (17/06/2026).

Menurut Agus, kondisi ini adalah dampak langsung yang dirasakan para motaris atas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang dianggap tak seimbang dengan biaya operasional. 

Sementara harga solar ditingkat pengecer juga cenderung tidak stabil dan sulit diperoleh sehingga mengganggu jadwal keberangkatan kapal. 

"Pemilik kapal kesulitan memperoleh pasokan solar subsidi untuk memenuhi kebutuhan operasional harian. Kalaupun ada, itu yang dijual di pengecer, harganya sulit diprediksi" katanya. 

Menurut dia, pengelola kapal menyadari kalau kebutuhan angkutan seperti ini sangat penting bagi masyarakat. Tetapi pihak pengelola juga memiliki alasan kuat untuk melakukan langkah penghentian sementara untuk menghindari resiko kerugian lebih besar. 

"Pemerintah dan pihak terkait dapat segera mengambil langkah cepat guna memastikan ketersediaan solar subsidi bagi transportasi sungai, khususnya kapal angkutan penumpang yang melayani masyarakat di wilayah pesisir dan perairan Kalimantan Barat," pangkasnya. 

(din) 

“Kang Dedi Tolongin Kami,” Jeritan Warga Kalbar soal Jalan Rusak Ini Viral

Warga Sintang, Kalimantan Barat, viral setelah meminta bantuan Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda terkait kondisi jalan rusak yang dipenuhi lumpur dan tanah tebal. (Foto ilustrasi AI)
Warga Sintang, Kalimantan Barat, viral setelah meminta bantuan Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda terkait kondisi jalan rusak yang dipenuhi lumpur dan tanah tebal. (Foto ilustrasi AI)

Ketika Warga Kalbar Memanggil Gubernur dari Luar Daerah

PONTIANAK - Viralnya video seorang warga Sintang, Kalimantan Barat, yang memanggil nama Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda untuk membantu persoalan jalan rusak bukan sekadar keluhan biasa di media sosial. 

Di balik video singkat itu, ada gambaran tentang rasa lelah masyarakat yang merasa suaranya belum benar-benar didengar.

Kalimat sederhana seperti “Kang Dedi, kadieu, tulungin” mendadak menyebar luas di berbagai platform media sosial. 

Bukan karena dibuat dramatis, tetapi karena banyak orang merasa situasi itu sangat dekat dengan kenyataan di banyak daerah: ketika warga lebih percaya suara viral bisa lebih cepat sampai dibanding laporan resmi.

Fenomena ini menarik karena warga Sintang justru memanggil dua kepala daerah dari luar provinsi. 

Nama Dedi Mulyadi muncul karena citranya yang selama ini dikenal aktif turun ke lapangan dan cepat merespons persoalan masyarakat. 

Sementara Sherly Tjoanda mulai dikenal publik lewat aktivitas sosial dan pemerintahan yang cukup menonjol di Maluku Utara.

Di titik ini, media sosial bukan lagi hanya tempat hiburan atau ruang berbagi aktivitas sehari-hari. Platform digital berubah menjadi saluran pengaduan publik yang dianggap lebih efektif. 

Ketika video viral, perhatian datang lebih cepat. Tekanan publik terbentuk. Pemerintah pun akhirnya ikut bergerak.

Hal itu terlihat dari pengakuan warga yang menyebut perbaikan jalan mulai dilakukan setelah videonya ramai diperbincangkan. 

Meski belum sepenuhnya selesai, respons tersebut menunjukkan satu hal penting: viralitas kini punya pengaruh nyata terhadap kebijakan dan perhatian pemerintah.

Namun, di balik ramainya dukungan netizen, ada persoalan yang lebih besar dari sekadar jalan berlumpur di Sintang. 

Infrastruktur jalan di banyak wilayah Indonesia masih menjadi masalah lama yang belum sepenuhnya tuntas. 

Jalan rusak bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga berkaitan langsung dengan ekonomi warga, distribusi barang, akses sekolah, hingga pelayanan kesehatan.

Ketika jalan sulit dilalui, aktivitas masyarakat ikut melambat. Biaya distribusi meningkat. Mobilitas warga terganggu. Dalam jangka panjang, kondisi seperti ini bisa memperlemah pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu, video warga Sintang sebenarnya berbicara lebih luas tentang harapan masyarakat terhadap kehadiran pemerintah. 

Publik ingin melihat pemimpin yang tidak hanya muncul di balik meja birokrasi, tetapi hadir langsung melihat kondisi lapangan.

Popularitas figur seperti Dedi Mulyadi di media sosial muncul karena gaya komunikasi yang dianggap dekat dengan rakyat. 

Banyak warga merasa lebih mudah didengar lewat konten viral dibanding prosedur administrasi yang panjang. Ini menjadi tantangan sekaligus peringatan bagi pemerintah daerah di berbagai wilayah.

Di era digital, respons pemerintah kini tidak hanya diukur dari program kerja di atas kertas, tetapi juga dari kecepatan mendengar dan hadir saat masyarakat membutuhkan solusi.

Kasus Sintang memperlihatkan bagaimana media sosial telah mengubah pola hubungan antara warga dan pemimpin. 

Satu video sederhana dari jalan berlumpur bisa memicu perhatian nasional, membangun tekanan publik, bahkan mendorong percepatan respons pemerintah.

Pada akhirnya, yang paling diharapkan warga sebenarnya sederhana: jalan yang layak dilalui dan pemerintah yang mau mendengar tanpa harus menunggu viral terlebih dahulu.

Wagub Kalbar Apresiasi Dedikasi Relawan Damkar Bakti 28 di HUT ke-5

Foto: Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan menghadiri HUT ke-5 Damkar Bakti 28 di Posko Damkar Bakti 28, Kecamatan Pontianak Utara, Minggu (17/5/2026)

PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengapresiasi dedikasi relawan Pemadam Kebakaran Bakti 28 yang selama ini aktif membantu masyarakat dalam penanganan kebakaran dan berbagai kegiatan kemanusiaan di Kota Pontianak dan sekitarnya.

Apresiasi tersebut disampaikan Krisantus saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-5 Damkar Bakti 28 di Posko Damkar Bakti 28, Kecamatan Pontianak Utara, Minggu (17/5/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala BPBD Kota Pontianak mewakili Wali Kota Pontianak, Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin, Pembina Damkar Bakti 28 Yo Nguan Cua, Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa Kota Pontianak Hendry Pangestu Lim, Ketua Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran Swasta Kota Pontianak, perwakilan pemadam kebakaran dari Kubu Raya, Mempawah, Bengkayang, dan Kota Singkawang, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta 10 donatur tetap Yayasan Damkar Bakti 28.

Krisantus mengatakan keberadaan relawan pemadam kebakaran swasta sangat membantu pemerintah daerah, terutama dalam menangani musibah kebakaran yang kerap terjadi di kawasan perkotaan.

“Sampai bulan April ini sudah terjadi sekitar 20 kasus kebakaran di Kota Pontianak. Kebakaran tidak pernah memberi tahu kapan akan terjadi, sehingga keberadaan pemadam kebakaran sangat penting membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang selama ini mendukung operasional Damkar Bakti 28. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para donatur tetap yang telah membantu operasional Damkar Bakti 28 selama lima tahun ini. Bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi kegiatan penyelamatan masyarakat,” katanya.

Krisantus menilai tugas anggota pemadam kebakaran memiliki risiko tinggi karena tidak hanya memadamkan api, tetapi juga membantu berbagai situasi darurat lainnya di tengah masyarakat.

“Tugas mereka sangat mulia. Kadang membantu evakuasi, penyelamatan warga, hingga berbagai kondisi darurat lainnya,” tuturnya.

Ketua Damkar Bakti 28, Tjhin Djie Sen, mengatakan pihaknya bersyukur organisasi tersebut masih dapat terus hadir melayani masyarakat sejak berdiri pada 2021 lalu. Menurutnya, keberlangsungan operasional Damkar Bakti 28 tidak terlepas dari dukungan para donatur dan relawan.

“Selama ini operasional kami didukung para donatur. Kami bersyukur Damkar Bakti 28 masih bisa terus membantu masyarakat Kota Pontianak maupun daerah sekitarnya,” ujarnya.

Ia berharap adanya perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, terutama armada dan perlengkapan keselamatan kerja bagi anggota.

“Sebagian besar unit kendaraan kami merupakan mobil lama. Selain itu, anggota juga membutuhkan perlengkapan keselamatan karena pekerjaan ini memiliki risiko tinggi,” katanya.

Tjhin Djie Sen juga mengapresiasi kehadiran Wakil Gubernur Kalimantan Barat dalam peringatan HUT ke-5 Damkar Bakti 28 sebagai bentuk dukungan terhadap relawan pemadam kebakaran swasta di daerah.

Peringatan HUT ke-5 Damkar Bakti 28 berlangsung meriah dengan penampilan tarian Tidayu dan hiburan artis yang menghibur para tamu undangan dan masyarakat yang hadir. (Jm)


Dari Cari Kerja ke Penyiksaan, Kisah Kelam Mahasiswi di Makassar

Polrestabes Makassar jerat pelaku penyekapan dan pemerkosaan mahasiswi asal Nunukan dengan tiga pasal KUHP dalam kasus di Tamalate Makassar.
Polrestabes Makassar jerat pelaku penyekapan dan pemerkosaan mahasiswi asal Nunukan dengan tiga pasal KUHP dalam kasus di Tamalate Makassar.

MAKASSAR - Kasus kekerasan yang menimpa seorang mahasiswi asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, di Makassar kembali membuka sorotan terhadap modus kejahatan berbasis lowongan kerja palsu yang kian marak digunakan pelaku kriminal.

Peristiwa ini bermula ketika korban yang berstatus mahasiswi di salah satu kampus di Makassar mencari pekerjaan sampingan melalui media sosial. Ia kemudian tertarik pada tawaran kerja yang diposting pelaku FR (30), yang mengaku membuka lowongan babysitter.

Tanpa curiga, korban datang ke rumah kontrakan pelaku di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Di lokasi tersebut, pelaku mengubah skema pekerjaan menjadi asisten rumah tangga sementara, sambil menunggu pekerjaan yang dijanjikan tersedia.

Namun, situasi berubah drastis setelah dua hari korban berada di rumah tersebut. Pada hari ketiga, pelaku masuk ke kamar korban, mengancam menggunakan senjata tajam, lalu menyekap korban dengan lakban sebelum melakukan pemerkosaan. Dalam kondisi tak berdaya, korban juga mengalami kekerasan fisik.

Tak berhenti di situ, pelaku kemudian mengambil barang berharga milik korban berupa ponsel, uang, dan sepeda motor. Semua barang itu dibawa kabur, bahkan sebagian dijual untuk memperlancar pelarian pelaku yang kemudian meninggalkan Makassar menuju Surabaya melalui jalur laut.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menyebut kasus ini tidak berdiri sebagai satu tindakan tunggal, melainkan rangkaian tindak pidana yang saling berkaitan, mulai dari kekerasan seksual, penganiayaan, hingga pencurian.

“Jadi bukan hanya diperkosa tapi uang, handphone dan motornya juga diambil dan dijual,” ujarnya.

Atas perbuatannya, FR dijerat tiga pasal berlapis sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal mencapai 12 tahun penjara untuk pasal pemerkosaan, serta tambahan hukuman dari tindak penganiayaan dan pencurian.

Penyelidikan juga mengungkap bahwa pelaku bukan orang baru dalam dunia kriminal. Ia disebut pernah terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor di Sulawesi Selatan dan diduga kembali mencoba menjalankan modus serupa dengan membuka lowongan kerja palsu di Surabaya melalui media sosial.

Meski sempat melarikan diri, pelaku akhirnya berhasil ditangkap oleh Tim Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar. Saat ini, FR telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu, korban masih mendapatkan pendampingan dari pihak terkait karena mengalami trauma berat akibat peristiwa yang dialaminya. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat keras tentang risiko penipuan lowongan kerja di media sosial yang dapat berujung pada kejahatan serius.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.