Berita BorneoTribun hari ini
iklan banner

Headline

Dunia

Hukum

Lifestyle

Senin, 06 April 2026

Transparan dan Akuntabel, 231 Peserta Ikuti Seleksi Awal Penerimaan Polri di Polres Kubu Raya

Foto: Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H. turun langsung dalam proses penerimaan Polri tahap pemeriksaan administrasi 

KUBU RAYA - Proses penerimaan anggota Polri di Polres Kubu Raya memasuki tahap pemeriksaan administrasi pada Senin (6/4). Sebanyak 231 peserta tercatat mengikuti tahapan awal ini dengan penuh antusias.

Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa pemeriksaan administrasi dilakukan secara menyeluruh guna memastikan kelengkapan dan keabsahan data peserta. 

Dalam pelaksanaannya, pihaknya juga melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta pengawas internal dan eksternal.

“Pelaksanaan hari ini adalah pemeriksaan administrasi. Kami melibatkan Disdukcapil dan pengawas eksternal untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis,” ujarnya.

Dari total 231 peserta yang mendaftar, nantinya akan diseleksi berdasarkan kelengkapan administrasi. Peserta yang dinyatakan memenuhi syarat akan melanjutkan ke tahapan berikutnya.

Kapolres menjelaskan, setelah tahap administrasi di tingkat Polres, peserta yang lolos akan mengikuti seleksi lanjutan di tingkat Panitia Daerah (Panda) Polda Kalimantan Barat. Tahapan tersebut meliputi tes akademik, psikotes, serta tes jasmani.

“Untuk tahapan selanjutnya akan dilaksanakan di Polda Kalimantan Barat. Di Polres, kami fokus pada pemeriksaan administrasi dan verifikasi data peserta,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan anggota Polri dilakukan secara profesional dan transparan. Para peserta diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi setiap tahapan seleksi yang akan dilaksanakan.

Wabup Sanggau Pastikan Korban Kecelakaan Bus Damri Dapat Penanganan Maksimal

Foto: Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos., M.H, kunjungi RSUD M.Th. Djaman Sanggau

SANGGAU - Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos., M.H, kunjungi RSUD M.Th. Djaman Sanggau untuk memastikan korban kecelakaan bus Damri di Desa Penyeladi di turunan Penyeladi, Kecamatan Kapuas yang terjadi pada Minggu (5/4/26) mendapat penanganan medis maksimal.

Pada kunjungannya, Wabup juga berkoordinasi dengan Direktur RSUD untuk mengerahkan sumber daya tenaga medis. Langkah strategis disiapkan, antara lain mobilisasi dukungan tenaga medis dari 15 kecamatan dan penyediaan armada cadangan ambulans.

"Apresiasi tinggi kepada tenaga medis dan petugas lapangan. Kepada keluarga korban, kami sampaikan simpati mendalam," kata Wabup. 

Pemerintah daerah akan pantau terus kondisi korban dan pastikan penanganan optimal.

Rumah Bu Eli Nyaris Roboh, Bupati Kubu Raya Turun Tangan Pastikan Dibangun Rumah Yang Layak Huni

Foto: Bupati Sujiwo Kunjungi Rumah Keluarga Disabilitas di Dusun Parit Cek Mina, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya

KUBU RAYA - Tangis haru menyelimuti kediaman Bu Eli, warga Dusun Parit Cek Mina, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, saat rumahnya yang nyaris roboh mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah. Kunjungan Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, SE, M.Sos menjadi secercah harapan baru bagi keluarga tersebut, Minggu (5/4/2026).

Dalam suasana penuh haru, Bu Eli tak kuasa menahan air mata saat mendengar langsung kepastian bahwa rumahnya akan segera dibangun kembali agar layak huni. 

“Terimakasih Pak Bupati, terimakasih ya Allah, Engkau mendengarkan doa-doa kami,” ucapnya lirih.

Kondisi Bu Eli semakin memprihatinkan. Ia tinggal bersebelahan dengan kedua orang tuanya yang juga hidup dalam keterbatasan. Sang ayah diketahui mengalami kelumpuhan, sementara ibunya menderita cacat netra. 

Potret kondisi rumah milik Bu Eli di Dusun Parit Cek Mina, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya

Tak hanya itu, dua saudaranya juga mengalami gangguan jiwa. Situasi tersebut membuat Bu Eli dan keluarganya tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki ataupun membangun rumah yang layak huni.

Kehadiran Bupati bersama rombongan merupakan bentuk respons cepat atas laporan kondisi rumah warga yang memprihatinkan. 

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Agus Sudarmansyah dan Moch. Darwis, serta sejumlah pejabat daerah lainnya, di antaranya Kepala Dinas PUPR Kubu Raya Supratmansyah, Kepala Dinas Pertanian Agus Siswandi, Kepala Dinas Perikanan Yoga P, Camat Sungai Kakap Junaidi, Kepala Desa Sungai Itik, serta RT dan RW setempat.

Di lokasi, rombongan meninjau langsung kondisi bangunan yang mengalami kerusakan parah dan berdialog dengan Bu Eli untuk mengetahui kebutuhan mendesak yang diperlukan. Pemerintah daerah memastikan akan segera mengambil langkah konkret agar Bu Eli dan keluarganya dapat kembali tinggal di rumah yang aman dan layak.

Bupati H. Sujiwo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap kondisi warganya yang mengalami kesulitan.

“Kami hadir untuk memastikan warga yang terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan. Ini adalah tanggung jawab kami sebagai pemerintah untuk selalu berada di tengah masyarakat,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Kehadiran pemerintah di tengah warga yang mengalami musibah menjadi bukti nyata bahwa negara hadir memberikan perlindungan dan harapan bagi masyarakatnya. (Tim Liputan)

Polres Tanah Laut Bersama Warga Perbaiki Akses Jembatan Desa Kunyit

Polres Tanah Laut bersama warga memperbaiki jembatan Desa Kunyit untuk meningkatkan akses dan keselamatan transportasi masyarakat.
Polres Tanah Laut bersama warga memperbaiki jembatan Desa Kunyit untuk meningkatkan akses dan keselamatan transportasi masyarakat.

Tanah Laut – Aksi nyata kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan jajaran kepolisian. Polres Tanah Laut bersama warga melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan dan perbaikan jembatan di RT 02 dan RT 05 Desa Kunyit, Kecamatan Bajuin.

Kegiatan ini bukan sekadar perbaikan fisik, tapi juga jadi bukti kuat kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga infrastruktur desa agar tetap layak dan aman digunakan.

Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga turut membantu kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi langsung membantu masyarakat, termasuk dalam perbaikan fasilitas umum seperti jembatan ini,” ujarnya di Pelaihari.

Menurutnya, jembatan tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas warga sehari-hari. Jika tidak segera diperbaiki, kerusakan bisa menghambat mobilitas masyarakat, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna.

Dalam pelaksanaan kegiatan, personel Polres Tanah Laut turun langsung ke lapangan bersama warga. Mereka bahu-membahu membersihkan area sekitar jembatan serta memperbaiki bagian yang mengalami kerusakan.

Kapolsek Pelaihari, H. Benny W Wardhani, juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini menunjukkan semangat kebersamaan, di mana masyarakat dan aparat bisa bekerja bahu-membahu untuk kepentingan bersama,” katanya.

Tak hanya itu, dukungan teknis juga datang dari Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Tanah Laut. Kehadiran mereka memastikan proses perbaikan dilakukan secara optimal dan hasilnya lebih tahan lama.

Kepala Desa Kunyit pun menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Polri dan instansi terkait dalam membantu memperbaiki jembatan yang selama ini menjadi akses utama warga.

“Kami sangat terbantu, karena jembatan ini merupakan jalur utama masyarakat untuk beraktivitas,” ujarnya.

Perbaikan jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi desa. Akses yang lancar menjadi faktor penting dalam distribusi hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan program pembangunan nasional dalam memperkuat infrastruktur pedesaan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

FAQ

1. Kenapa jembatan Desa Kunyit diperbaiki?
Karena jembatan tersebut merupakan akses utama warga yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan.

2. Siapa saja yang terlibat dalam perbaikan?
Polres Tanah Laut, Polsek Pelaihari, warga setempat, serta dukungan teknis dari Dinas PUPR.

3. Apa manfaat dari perbaikan jembatan ini?
Meningkatkan keselamatan, memperlancar mobilitas, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

4. Di mana lokasi kegiatan ini berlangsung?
Di RT 02 dan RT 05 Desa Kunyit, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut.

5. Apakah kegiatan ini bagian dari program pemerintah?
Ya, kegiatan ini mendukung program pembangunan infrastruktur pedesaan nasional.

Bank Kalsel Resmikan 3 KCPS Baru, Perkuat Ekonomi Syariah Di Banua

Bank Kalsel resmikan 3 KCPS baru di Tabalong, Tapin, dan Batola untuk memperkuat layanan syariah dan mendukung ekonomi inklusif di Kalimantan Selatan.
Bank Kalsel resmikan 3 KCPS baru di Tabalong, Tapin, dan Batola untuk memperkuat layanan syariah dan mendukung ekonomi inklusif di Kalimantan Selatan.

BANJARMASIN – Komitmen memperkuat ekonomi berbasis syariah terus ditunjukkan Bank Kalsel. Terbaru, bank daerah ini resmi membuka tiga Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) sekaligus di wilayah strategis Kalimantan Selatan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengatakan ekspansi ini bertujuan untuk menghadirkan layanan perbankan syariah yang lebih dekat, nyaman, dan mudah diakses masyarakat.

“Pembukaan KCPS bertujuan menghadirkan layanan syariah yang lebih representatif dan menjangkau masyarakat lebih luas,” ujar Fachrudin di Banjarmasin, Minggu.

Langkah ini sekaligus menjadi respons atas meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis prinsip syariah yang transparan dan sesuai nilai-nilai Islam.

Fokus Ekspansi ke Wilayah Strategis

Tiga KCPS yang diresmikan berada di lokasi yang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi, yakni:

  • KCPS Tanjung (Kabupaten Tabalong)
    Difokuskan untuk mendukung kawasan industri serta sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

  • KCPS Rantau (Kabupaten Tapin)
    Menjadi penguat sektor perdagangan dan pertanian lokal yang terus berkembang.

  • KCPS Handil Bakti (Kabupaten Barito Kuala)
    Melayani kawasan pemukiman padat dan jalur strategis lintas provinsi Kalsel-Kalimantan Tengah.

Menurut Fachrudin, ekspansi ini bukan semata mengejar target bisnis, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan yang inklusif.

“Ini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor syariah di Banua,” jelasnya.

Dorong UMKM dan Inklusi Keuangan

Kehadiran KCPS diharapkan mampu membuka akses lebih luas bagi pelaku UMKM dan nasabah ritel terhadap layanan perbankan syariah.

Selain itu, Bank Kalsel juga ingin memastikan layanan yang diberikan lebih transparan, mudah dipahami, serta sesuai prinsip syariah.

Langkah ini dinilai penting dalam mempercepat literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya di daerah yang selama ini belum terjangkau layanan optimal.

Komitmen Jangka Panjang

Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Bank Kalsel dalam memperkuat posisi sebagai bank daerah yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.

Dengan semakin luasnya jaringan layanan, Bank Kalsel optimistis dapat menjadi motor penggerak ekonomi syariah di Kalimantan Selatan.

FAQ

1. Apa itu KCPS Bank Kalsel?
KCPS adalah Kantor Cabang Pembantu Syariah yang menyediakan layanan perbankan berbasis prinsip syariah.

2. Di mana saja KCPS baru dibuka?
Di Tanjung (Tabalong), Rantau (Tapin), dan Handil Bakti (Barito Kuala).

3. Apa tujuan pembukaan KCPS ini?
Untuk memperluas akses layanan keuangan syariah yang lebih mudah, nyaman, dan inklusif.

4. Siapa yang diuntungkan dari ekspansi ini?
Pelaku UMKM, nasabah ritel, serta masyarakat umum yang membutuhkan layanan perbankan syariah.

5. Apakah ini bagian dari strategi bisnis?
Ya, namun juga sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi syariah daerah.

968 Agen ADINK Bank Kalsel Perluas Akses Keuangan Di Desa

Bank Kalsel operasikan 968 Agen ADINK untuk perluas akses keuangan hingga desa, dukung inklusi keuangan dan permudah transaksi masyarakat Kalimantan Selatan.
Bank Kalsel operasikan 968 Agen ADINK untuk perluas akses keuangan hingga desa, dukung inklusi keuangan dan permudah transaksi masyarakat Kalimantan Selatan.

Banjarmasin — Bank Kalsel terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses layanan keuangan hingga ke pelosok daerah. Terbaru, bank pembangunan daerah ini telah mengoperasikan sebanyak 968 Agen Laku Pandai yang tersebar di seluruh Kalimantan Selatan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menegaskan langkah ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam mendukung program inklusi keuangan nasional.

“Kami terus hadir mendekatkan layanan perbankan hingga ke daerah pedesaan,” ujar Fachrudin di Banjarmasin, Minggu.

Menurutnya, pencapaian ratusan agen aktif tersebut juga sejalan dengan misi pemerintah serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong pemerataan akses keuangan di Indonesia.

“Ini wujud konsistensi Bank Kalsel dalam memastikan layanan keuangan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah yang jauh dari kantor bank,” tambahnya.

Peran Strategis Agen ADINK

Program Agen Laku Pandai milik Bank Kalsel dikenal dengan nama ADINK (Agen Digital Inklusif Keuangan). Kehadiran ADINK menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang sebelumnya kesulitan mengakses layanan perbankan.

Lewat agen ini, masyarakat kini bisa menikmati berbagai layanan dasar tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.

Beberapa layanan yang tersedia di antaranya:

  • Pembukaan rekening tabungan

  • Setoran dan penarikan tunai real-time

  • Transfer antar rekening

  • Pembayaran tagihan listrik, air, hingga pajak

Dengan semakin luasnya jaringan agen, masyarakat di daerah terpencil kini punya akses lebih cepat, mudah, dan praktis dalam mengelola keuangan.

Dorong Ekonomi Lokal & Cegah Keuangan Ilegal

Selain mempermudah transaksi, keberadaan ADINK juga berperan penting dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Hal ini diharapkan mampu melindungi warga dari praktik keuangan ilegal yang masih marak terjadi.

Tak hanya itu, aktivitas transaksi yang semakin efisien juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di wilayah pedesaan.

Bank Kalsel menilai, digitalisasi layanan keuangan melalui agen seperti ADINK menjadi salah satu kunci dalam mempercepat inklusi keuangan sekaligus memperkuat ekonomi berbasis masyarakat.

FAQ

1. Apa itu Agen ADINK Bank Kalsel?
ADINK adalah agen layanan keuangan tanpa kantor yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi perbankan di wilayah terdekat.

2. Apa saja layanan yang tersedia di ADINK?
Mulai dari buka rekening, tarik/setor tunai, transfer, hingga pembayaran tagihan.

3. Apakah aman menggunakan Agen ADINK?
Ya, karena merupakan layanan resmi Bank Kalsel yang diawasi oleh OJK.

4. Siapa yang bisa menggunakan layanan ini?
Semua masyarakat, khususnya yang tinggal jauh dari kantor bank.

5. Apa manfaat utama ADINK bagi masyarakat desa?
Mempermudah akses keuangan, menghemat waktu, dan mendukung ekonomi lokal.

Deddy Sophian Perjuangkan 300 Unit Bedah Rumah Di Banjarmasin Barat 2026

Deddy Sophian dorong 300 unit program bedah rumah di Banjarmasin Barat 2026 bersama DPRD Kalsel untuk wujudkan hunian layak dan sehat. (Ilustrasi)
Deddy Sophian dorong 300 unit program bedah rumah di Banjarmasin Barat 2026 bersama DPRD Kalsel untuk wujudkan hunian layak dan sehat. (Ilustrasi)

BANJARMASIN – Komitmen meningkatkan kualitas hunian warga terus diperjuangkan Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Deddy Sophian. Ia menargetkan program bedah rumah atau perbaikan rumah tidak layak huni bisa mencapai ratusan unit pada 2026.

Hal ini disampaikan saat kegiatan reses bersama warga di kawasan Kuin Selatan, Banjarmasin Barat. Dalam pertemuan tersebut, Deddy menegaskan bahwa upaya perbaikan rumah tidak hanya mengandalkan program dari pemerintah kota, tetapi juga didorong melalui pemerintah provinsi.

“Tidak hanya program bedah rumah dari pemerintah kota, tapi juga dari pemerintah provinsi,” ujarnya.

Target 300 Unit Untuk Banjarmasin Barat

Khusus wilayah Banjarmasin Barat, Deddy mengusulkan sebanyak 300 unit rumah untuk diperbaiki melalui program pemerintah provinsi Kalimantan Selatan.

Untuk merealisasikan target tersebut, ia menjalin kolaborasi dengan anggota DPRD Kalimantan Selatan dari partai yang sama, yakni PKB, yang berasal dari daerah pemilihan Kota Banjarmasin.

“Semoga bisa terwujud dengan kita berjuang bersama,” katanya.

Realisasi 2025 Jadi Modal Optimisme

Deddy mengungkapkan, pada 2025 program serupa telah berhasil direalisasikan dengan capaian sekitar 100 unit rumah di Kecamatan Banjarmasin Barat.

Jumlah tersebut bahkan bertambah dengan dukungan dari program pemerintah kota, yang turut memberikan bantuan tambahan bagi warga.

Menurutnya, kondisi permukiman di Banjarmasin Barat yang padat dan banyak kawasan perkampungan lama membuat program bedah rumah menjadi kebutuhan mendesak.

Dorongan Di Musrenbang Provinsi

Deddy berharap usulan tersebut dapat disetujui dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat provinsi.

Target minimal yang diharapkan bisa terealisasi adalah sekitar 250 unit rumah.

“Mudah-mudahan usulan ini disetujui, setidaknya 250 unit bisa terealisasi,” harapnya.

Dukungan DPRD Kalsel Dan Kenaikan Anggaran

Anggota DPRD Kalimantan Selatan, Suripno Sumas, turut membenarkan adanya kolaborasi lintas tingkat pemerintahan untuk mendorong program ini.

Ia menyebutkan bahwa usulan 300 unit bedah rumah untuk Banjarmasin Barat pada 2026 telah diajukan secara resmi.

“Alhamdulillah pada 2025 sudah terealisasi, dan untuk 2026 usulan 300 unit sudah masuk,” jelasnya.

Suripno juga mengungkapkan adanya peningkatan anggaran per unit rumah.

Jika pada tahun sebelumnya biaya per unit sebesar Rp20 juta, maka pada 2026 direncanakan naik menjadi Rp25 juta per unit.

Program ini mencakup perbaikan struktur utama rumah seperti lantai, atap, dan dinding agar memenuhi standar kelayakan dan kesehatan.

Harapan: Tidak Ada Lagi Rumah Tidak Layak Huni

Dengan adanya peningkatan jumlah unit dan anggaran, pemerintah diharapkan mampu mempercepat pengurangan jumlah rumah tidak layak huni di Banjarmasin.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di kawasan padat penduduk.

“Harapannya tidak ada lagi rumah yang tidak layak huni dan tidak memenuhi standar kesehatan,” tutupnya.

FAQ

1. Apa itu program bedah rumah?
Program bedah rumah adalah bantuan pemerintah untuk memperbaiki rumah tidak layak huni agar menjadi aman dan sehat.

2. Berapa target bedah rumah di Banjarmasin Barat 2026?
Targetnya mencapai 300 unit rumah yang diusulkan ke pemerintah provinsi.

3. Berapa anggaran per unit rumah pada 2026?
Anggaran direncanakan sebesar Rp25 juta per unit, naik dari Rp20 juta pada 2025.

4. Siapa yang memperjuangkan program ini?
Program ini diperjuangkan oleh Deddy Sophian bersama DPRD Kalimantan Selatan.

5. Apa saja yang diperbaiki dalam program ini?
Perbaikan meliputi lantai, atap, dan dinding rumah agar layak huni.

128 Tenaga Kerja Terampil Dicetak BLK HSU Untuk Tekan Pengangguran

BLK HSU cetak 128 tenaga kerja terampil melalui pelatihan 8 kejuruan untuk menekan pengangguran dan dorong kemandirian masyarakat.
BLK HSU cetak 128 tenaga kerja terampil melalui pelatihan 8 kejuruan untuk menekan pengangguran dan dorong kemandirian masyarakat. (Ilustrasi)

HSU, Kalsel - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Lewat Balai Latihan Kerja (BLK), sebanyak 128 peserta berhasil dibekali keterampilan kerja berbasis kompetensi yang siap diterapkan di dunia industri maupun usaha mandiri.

Kepala BLK HSU, A. Humaidi, menyampaikan bahwa program pelatihan kali ini menghadirkan delapan bidang kejuruan yang dirancang sesuai kebutuhan pasar kerja saat ini.

“Terdapat delapan kejuruan yang tersedia bagi masyarakat pada periode pelatihan ini,” ujarnya di Amuntai, Minggu.

Delapan Kejuruan Siap Pakai

Adapun bidang keterampilan yang diberikan meliputi:

  • Desain grafis

  • Teknik listrik

  • Pengelasan

  • Menjahit

  • Furniture

  • Tata boga

  • Otomotif mobil

  • Otomotif motor

Setiap kejuruan diikuti oleh 16 peserta, sehingga total mencapai 128 orang yang mendapatkan pelatihan intensif.

Pelatihan Intensif 30 Hari, 8 Jam Per Hari

Program pelatihan berlangsung selama 30 hari dengan durasi pembelajaran hingga delapan jam setiap hari. Pola ini dirancang agar peserta benar-benar menguasai keterampilan secara praktis, bukan hanya teori.

Model pelatihan berbasis kompetensi ini juga mengacu pada standar dunia kerja, sehingga lulusan memiliki nilai tambah saat melamar pekerjaan.

Akses Inklusif untuk Disabilitas

Yang menarik, program ini juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok disabilitas. “Ini menjadi komitmen kami memberikan kesempatan bagi disabilitas untuk bisa bekerja dan mandiri,” tegas Humaidi.

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan ketenagakerjaan di HSU bersifat inklusif dan merata.

Dapat Sertifikat, Siap Masuk Dunia Kerja

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mendapatkan sertifikat resmi sebagai bukti kompetensi.

Sertifikat ini dapat digunakan sebagai dokumen pendukung saat melamar pekerjaan atau membuka usaha sendiri.

Humaidi berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal. “Setelah dinyatakan lulus, mereka mendapatkan sertifikat sebagai bekal penting untuk memasuki dunia kerja,” tambahnya.

Dorong Kemandirian dan Kurangi Pengangguran

Program ini menjadi salah satu strategi konkret pemerintah daerah dalam:

  • Mengurangi angka pengangguran

  • Meningkatkan keterampilan masyarakat

  • Mendorong wirausaha mandiri

Dengan bekal keterampilan yang dimiliki, para peserta diharapkan tidak hanya mencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Berapa jumlah peserta pelatihan BLK HSU?
Sebanyak 128 peserta mengikuti pelatihan.

2. Berapa lama durasi pelatihan?
Pelatihan berlangsung selama 30 hari dengan 8 jam per hari.

3. Apa saja kejuruan yang tersedia?
Ada 8 kejuruan, termasuk desain grafis, listrik, las, menjahit, hingga otomotif.

4. Apakah disabilitas bisa ikut pelatihan?
Ya, program ini juga membuka akses bagi peserta disabilitas.

5. Apakah peserta mendapatkan sertifikat?
Ya, peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat resmi.

Dari Kebun Ke Pasar, Hilirisasi Nanas Barito Kuala Buka Peluang Usaha

Pemkab Batola mendorong hilirisasi nanas Tamban melalui KWT, hasilkan berbagai produk olahan bernilai ekonomi tinggi dan memperkuat pasar lokal.
Pemkab Batola mendorong hilirisasi nanas Tamban melalui KWT, hasilkan berbagai produk olahan bernilai ekonomi tinggi dan memperkuat pasar lokal.

Marabahan – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan terus mendorong hilirisasi produk hortikultura, khususnya komoditas unggulan daerah berupa nanas. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Batola, H Wahyu Waguna, menegaskan bahwa pihaknya aktif mendorong para pembudidaya untuk tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk segar.

“Kami terus mendorong para pembudidaya buah ini untuk meningkatkan hilirisasi produk hortikultura,” ujarnya di Marabahan, Minggu.

Peran KWT Dalam Hilirisasi Nanas

Salah satu contoh sukses datang dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Bunda Bersama yang berada di Desa Jelapat II, Kecamatan Mekarsari.

Kelompok ini dikenal aktif mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar nanas seperti:

  • Manisan nanas

  • Jelly nanas

  • Sirup nanas

  • Selai nanas

  • Minuman sari buah nanas

Tak hanya itu, mereka juga memproduksi olahan lain seperti keripik singkong dan keripik pisang sebagai diversifikasi usaha.

Dalam satu hingga dua minggu setiap bulan, kelompok ini mampu mengolah sekitar 30 kilogram nanas, yang kemudian dipasarkan ke berbagai kanal.

Strategi Pemasaran Produk Lokal

Produk olahan KWT Karya Bunda Bersama telah dipasarkan melalui:

  • Pasar tradisional

  • Sentra oleh-oleh

  • Minimarket

  • Pameran tingkat kecamatan hingga kabupaten

Strategi ini dinilai efektif dalam memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan produk lokal ke masyarakat luas.

Dukungan Pemerintah Dan Kementerian

Berkat konsistensinya dalam melakukan hilirisasi, kelompok ini juga mendapat dukungan berupa bantuan sarana produksi (saprodi) dari Kementerian Pertanian.

Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas hasil olahan.

Nanas Tamban Jadi Andalan Daerah

Diketahui, Kecamatan Mekarsari yang dulunya bagian dari Kecamatan Tamban, merupakan sentra produksi nanas Tamban, salah satu komoditas hortikultura unggulan Batola.

Selain dijual dalam bentuk buah segar, nanas ini juga diolah menjadi berbagai produk turunan seperti:

  • Wajik

  • Dodol

  • Selai

  • Serbuk nanas

Hilirisasi ini terbukti mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas sekaligus membuka peluang usaha baru di tingkat masyarakat.

Langkah hilirisasi yang dilakukan Pemkab Batola sejalan dengan strategi nasional dalam penguatan sektor pertanian berbasis nilai tambah.

Secara ekonomi, pengolahan hasil panen menjadi produk turunan dapat:

  • Meningkatkan harga jual komoditas

  • Mengurangi ketergantungan pada pasar buah segar

  • Membuka lapangan kerja baru

  • Meningkatkan daya saing produk lokal

Dari sisi keberlanjutan, model ini juga membantu mengurangi potensi kerugian akibat buah yang tidak terserap pasar.

FAQ

1. Apa itu hilirisasi hortikultura?
Hilirisasi adalah proses mengolah hasil pertanian menjadi produk turunan agar memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi.

2. Apa produk olahan nanas di Batola?
Manisan, jelly, sirup, selai, minuman sari buah, hingga dodol dan wajik.

3. Siapa pelaku hilirisasi di Batola?
Salah satunya Kelompok Wanita Tani Karya Bunda Bersama di Mekarsari.

4. Berapa kapasitas produksi KWT tersebut?
Sekitar 30 kilogram nanas per periode produksi.

5. Apa manfaat hilirisasi bagi petani?
Meningkatkan pendapatan, memperluas pasar, dan mengurangi risiko kerugian.

Tragedi Bus DAMRI Di Sanggau, 1 Meninggal Dunia Puluhan Luka, Polisi Ungkap Penyebab Awal

Kecelakaan bus DAMRI di Sanggau menewaskan 1 penumpang dan 20 luka. Polisi ungkap dugaan rem bermasalah saat melintas di jalan menurun.
Kecelakaan bus DAMRI di Sanggau menewaskan 1 penumpang dan 20 luka. Polisi ungkap dugaan rem bermasalah saat melintas di jalan menurun.

Sanggau, Kalbar — Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sanggau. Sebuah bus milik Perum DAMRI jurusan Sintang–Pontianak mengalami kecelakaan tunggal pada Minggu (5/4) siang, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sanggau, Iptu Andiet Tri Hatmojo, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.50 WIB di jalan menurun Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas.

“Benar, satu orang penumpang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal bus DAMRI di wilayah Sanggau siang tadi,” ujarnya.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan awal dari pihak kepolisian, kecelakaan diduga dipicu oleh kendaraan yang kehilangan kendali saat melintasi jalan menurun dan tikungan.

Sopir bus diketahui sudah menyadari adanya kendala pada sistem pengereman sejak awal perjalanan. Meski begitu, pengemudi tetap berusaha mengendalikan kendaraan dengan hati-hati.

Namun, saat tiba di lokasi kejadian yang memiliki turunan curam dan tikungan ke kanan, bus mulai oleng ke kiri. Upaya sopir untuk mengembalikan kendali dengan membanting setir ke kanan tidak berhasil, hingga akhirnya kendaraan mengalami kecelakaan tunggal.

“Dugaan sementara, rem tidak berfungsi optimal sehingga kendaraan kehilangan kendali,” jelas Andiet.

Korban Dan Penanganan

Data sementara mencatat satu orang meninggal dunia, 10 penumpang mengalami luka berat, dan 10 lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat.

Bus dengan nomor polisi KB 7710 S tersebut diketahui mengangkut total 31 orang, termasuk sopir dan kernet, dalam perjalanan dari Sintang menuju Terminal Ambawang, Kubu Raya.

Tanggapan DAMRI

Manajemen DAMRI Cabang Pontianak menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut. Mereka memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.

“Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan agar korban yang dirawat segera pulih,” tulis pihak manajemen dalam keterangan resmi.

DAMRI juga menegaskan telah melakukan langkah cepat, mulai dari evakuasi di lokasi, koordinasi dengan pihak rumah sakit dan kepolisian, hingga pendampingan kepada korban dan keluarga.

Selain itu, perusahaan berkomitmen untuk mendukung penuh proses investigasi serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan operasional.

Proses Investigasi Masih Berjalan

Saat ini, Satlantas Polres Sanggau masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh operator transportasi untuk lebih memperhatikan kondisi kendaraan, terutama sistem keselamatan seperti rem, guna mencegah kejadian serupa.

FAQ

1. Di mana lokasi kecelakaan bus DAMRI terjadi?
Kecelakaan terjadi di Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

2. Berapa jumlah korban dalam kecelakaan ini?
Satu orang meninggal dunia, 10 luka berat, dan 10 luka ringan.

3. Apa penyebab kecelakaan bus DAMRI?
Dugaan sementara akibat rem tidak berfungsi optimal saat melintas di jalan menurun dan tikungan.

4. Berapa jumlah penumpang dalam bus?
Total ada 31 orang, termasuk sopir dan kernet.

5. Apa langkah yang dilakukan DAMRI setelah kejadian?
Evakuasi korban, koordinasi dengan rumah sakit dan polisi, serta evaluasi keselamatan operasional.