Berita 15-21
YOUTUBE
Berita 22-25
Berita 25-34
Berita 40-43
Kamis, 09 Juli 2026
Ratusan Massa BPM Kalbar Demo di Kantor PLN UID Kalbar, Desak Hentikan Pemadaman Bergilir
![]() |
| Foto: Massa BPM Kalbar Demo di Kantor PLN UID Kalbar |
KUBU RAYA - Kekecewaan masyarakat terhadap pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Barat memuncak. Ratusan massa Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PT PLN (Persero) UID Kalimantan Barat, Jalan Adisucipto KM 7, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Rabu 8 Juli 2026 sore.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.05 WIB itu dipimpin Ketua Umum BPM DPP Provinsi Kalbar, Gusti Edy. Sekitar 200 massa menyampaikan orasi terkait dampak pemadaman terhadap roda ekonomi warga.
BPM Kalbar membawa empat tuntutan utama:
1. Hentikan Pemadaman Brutal: Mendesak pemulihan total pasokan listrik tanpa penundaan.
2. Jangan Bebani Rakyat: Menolak kenaikan tarif di tengah pelayanan yang buruk.
3. Kompensasi Nyata untuk UMKM dan Warga: Menuntut pembebasan biaya beban, potongan tarif, dan ganti rugi kerusakan alat elektronik milik warga, PKL, dan warung.
4. Jaminan Fasilitas Publik: Memastikan listrik untuk rumah sakit, tempat ibadah, dan instalasi pengolahan air bersih tidak terganggu.
Massa juga mendesak publikasi mekanisme kompensasi, evaluasi kinerja Manajer Komunikasi PLN UID Kalbar, pencopotan pimpinan PLN Kalbar oleh Pemerintah Pusat, serta pengusutan penyebab gangguan kelistrikan oleh APH dan Forkopimda.
Menanggapi aksi, manajemen PLN UID Kalbar menemui demonstran dan menjelaskan teknis gangguan, progres percepatan pemulihan sistem, serta rencana kompensasi bagi pelanggan terdampak.
Pengamanan aksi dilakukan 115 personel Polres Kubu Raya yang dipimpin Kabagops AKP Samidi. Pengamanan turut dibantu TNI, Ditpamobvit Polda Kalbar, Tim Tanggap Darurat PLN, dan PMI Kota Pontianak.
Kabagops AKP Samidi melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade menegaskan pendekatan humanis dikedepankan agar penyampaian aspirasi berjalan tertib.
“Kami mengapresiasi kerja sama massa yang menjaga ketertiban. Alhamdulillah aksi selesai aman dan terkendali,” ujarnya. (Red/Jm)
Pembangunan Jalan Poros Desa Sungai Jawi Dimulai, Warga Batu Ampar Antusias
![]() |
| Foto: Progres pembangunan jalan poros kabupaten di Desa Sungai Jawi, Kecamatan Batu Ampar |
KUBU RAYA - Kabar dimulainya pembangunan jalan poros kabupaten di Desa Sungai Jawi, Kecamatan Batu Ampar, disambut antusias masyarakat. Infrastruktur yang lama dinantikan warga pesisir itu diharapkan membuka akses transportasi sekaligus memperlancar roda perekonomian.
Salah seorang warga Desa Sungai Jawi, Sulaiman, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, S.E., M.Sos., atas realisasi pembangunan jalan tersebut.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo. Jalan poros kabupaten di Desa Sungai Jawi tahun ini sudah mulai dikerjakan. Ini kabar sangat menggembirakan bagi masyarakat,” ujar Sulaiman, Rabu 8 Juli 2026.
Menurutnya, pembangunan jalan merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat pesisir. Jalan tersebut akan memudahkan akses transportasi, mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, serta meningkatkan aktivitas ekonomi warga.
Sulaiman juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan kelancaran proses pembangunan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Desa Sungai Jawi untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta material proyek. Mari dukung pembangunan ini agar berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” katanya.
Ia menegaskan keberhasilan pembangunan tidak hanya tanggung jawab pemerintah dan kontraktor, tetapi juga butuh dukungan seluruh elemen masyarakat. Partisipasi warga penting agar proyek menghasilkan kualitas jalan yang baik dan manfaat jangka panjang bagi desa-desa pesisir di Batu Ampar.
“Jalan ini sudah lama jadi dambaan masyarakat pesisir. Kami berharap pembangunan sesuai target dan berkualitas sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan,” ungkapnya.
Warga berharap jalan poros ini menjadi awal pemerataan infrastruktur di wilayah pesisir Kubu Raya, sehingga konektivitas antarwilayah semakin baik dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. (Tim/Jm)
Kantor PT KSP Agro di Sekadau Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa
![]() |
| Foto: Kantor PT KSP Agro di Maboh Permai Terbakar |
SEKADAU - Kebakaran menghanguskan kantor PT KSP Agro (Kalimantan Sanggar Pusaka) di Desa Maboh Permai, Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau, Rabu 8 Juli 2026 sekitar pukul 18.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian material masih dalam proses pendataan dan penyelidikan.
Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kapolsek Belitang IPDA Fahrurrazi mengatakan, personel Polsek Belitang segera ke lokasi setelah menerima laporan untuk mengamankan TKP dan meminta keterangan saksi.
“Berdasar keterangan karyawan, api pertama kali diketahui saat ia datang untuk absensi. Saat mendekati bangunan, api sudah membesar dan membakar kantor perusahaan,” kata IPDA Fahrurrazi, Kamis 9 Juli.
Saksi kemudian menghubungi pihak perusahaan. Bersama warga, karyawan berupaya memadamkan api menggunakan APAR milik perusahaan dan mesin pompa air milik warga.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka, namun bangunan kantor mengalami kerusakan.
IPDA Fahrurrazi menjelaskan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting arus listrik. Namun penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan dan olah TKP.
“Personel Polsek Belitang telah mengamankan TKP dan meminta keterangan saksi. Olah TKP akan dilakukan bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Sekadau untuk memastikan penyebab kebakaran,” tutupnya. (Rls)
Selasa, 07 Juli 2026
Pemerintah Kubu Raya Perkuat Peran FKUB dalam Menjaga Toleransi Antarumat Beragama
![]() |
| Foto: Bupati Kubu Raya, Sujiwo Jalin Komitmen Bersama Ketua FKUB Kubu Raya Ustaz K.H. Ahmad Sudi. |
KUBU RAYA - Pengukuhan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kubu Raya periode 2026–2031 di Ruang Rapat Bupati, Selasa 7 Juli 2026, menjadi komitmen bersama pemerintah daerah dan tokoh agama untuk memperkuat persatuan, toleransi, serta stabilitas sosial di Kubu Raya.
Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, S.E., M.Sos., menegaskan Pemkab memberikan dukungan penuh kepada FKUB sebagai mitra strategis menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
“Pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya persatuan dan kerukunan. Pemerintah akan terus mendukung program-program FKUB, termasuk penyediaan sarana pendukung dan operasional organisasi,” ujar Sujiwo.
Ketua FKUB Kabupaten Kubu Raya Ustaz K.H. Ahmad Sudi mengatakan kepengurusan baru akan mengedepankan komunikasi, dialog, dan penyelesaian persoalan melalui musyawarah.
“FKUB hadir untuk seluruh umat beragama tanpa membedakan latar belakang,” katanya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kubu Raya Dr. M. H. Ekhsan, S.Ag., M.Si., menyampaikan penguatan moderasi beragama butuh kolaborasi seluruh pihak. Penyuluh agama yang tersebar di kecamatan menjadi ujung tombak menjaga kerukunan hingga tingkat desa.
“Kami berharap FKUB Kubu Raya mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan toleran,” ujarnya.
Kepala Badan Kesbangpol Kubu Raya Drs. Amini Maros, M.Si., menambahkan pembentukan kepengurusan FKUB telah sesuai Peraturan Menteri Agama dengan menyesuaikan komposisi jumlah pemeluk agama di Kubu Raya.
Pemkab Kubu Raya berharap FKUB semakin aktif dalam pembinaan, edukasi, mediasi, serta dialog lintas agama agar persatuan dan kerukunan tetap terjaga sebagai modal utama pembangunan daerah. (Jm)
Nelayan Pulau Pelapis Kayong Utara Dapat Bantuan dari PT DIB Penebang
![]() |
Salah seorang nelayan Pulau Pelapis Kayong Utara menunjukan bantuan yang didapat dari PT DIB Penebang |
KAYONG UTARA - PT Dharma Inti Bersama (DIB) dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama bagi nelayan yang berada di wilayah terdekat operasional perusahaan kembali menyalurkan bantuan alat tangkap.
Bantuan yang diberikan ini berupa jaring insang dan 2.500 kail pancing rawai kepada kelompok nelayan di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.
External Relation Manager PT DIB Sugeng Sulistiyo mengatakan bantuan alat tangkap. tersebut merupakan hasil komunikasi dan identifikasi kebutuhan masyarakat yang dilakukan tim CSR bersama kelompok nelayan Desa Pelapis.
"Program ini bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menghadirkan alternatif alat tangkap yang dapat dimanfaatkan nelayan sesuai kondisi di lapangan. Selama ini sebagian besar nelayan masih bergantung pada kelong. Kami berharap jaring insang maupun pancing rawai dapat menjadi pilihan tambahan untuk meningkatkan hasil tangkapan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga nelayan," ujar Sugeng Sulistiyo.
Menurut Sugeng, bantuan tersebut diberikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sebagai upaya mendukung produktivitas dan ketahanan ekonomi masyarakat nelayan.
Penyaluran bantuan merupakan bagian dari Program Perikanan Tangkap CSR DIB yang menyasar masyarakat di sekitar Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP).
Bantuan diserahkan kepada kelompok nelayan penerima jaring insang dan kelompok nelayan penerima pancing rawai sesuai kebutuhan yang telah diidentifikasi sebelumnya.
Menurut Sugeng, diversifikasi alat tangkap menjadi penting karena dapat memberikan pilihan bagi nelayan ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan penggunaan metode tangkap tertentu. Dengan semakin banyak pilihan alat tangkap, nelayan diharapkan tetap dapat melaut dan memperoleh penghasilan.
la juga mengingatkan agar bantuan dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta tidak dipindahtangankan maupun diperjualbelikan.
Evaluasi terhadap pemanfaatan bantuan, lanjutnya, akan menjadi dasar penyusunan program pemberdayaan berikutnya.
"Kami berharap para nelayan juga dapat memberikan masukan mengenai manfaat bantuan ini. Evaluasi tersebut menjadi bekal bagi kami untuk terus menyusun program-program yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Komitmen kami adalah terus tumbuh dan melangkah bersama masyarakat Pelapis," tambah Sugeng.
Jaring insang (gill net) merupakan alat tangkap berbentuk jaring yang dipasang secara vertikal di perairan untuk menangkap ikan yang melintas.
Ketua kelompok nelayan penerima bantuan jaring insang, Hamsyah, mengatakan bantuan tersebut memberikan alternatif alat tangkap bagi kelompok nelayan yang selama ini hanya mengandalkan kelong.
"Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Dulu kami cuma punya satu cara menangkap ikan, pakai kelong. Sekarang kami punya cara lain dengan jaring insang sehingga peluang mendapat hasil tangkapan jadi lebih besar," ujarnya.
Selain membantu aktivitas penangkapan ikan, Hamsyah menilai berbagai program CSR DIB juga membuka ruang komunikasi yang lebih baik antara perusahaan dan masyarakat.
"Kami merasa lebih mudah berkomunikasi. Kalau ada kebutuhan atau usulan, sekarang ada tempat untuk menyampaikan. Kami merasakan perusahaan benar-benar hadir bersama masyarakat," katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Nelayan penerima bantuan pancing rawai, Sandi. la mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil usulan bersama para nelayan yang membutuhkan alternatif alat tangkap di tengah kondisi cuaca yang sering berubah.
"Kami berterima kasih kepada CSR DIB yang sudah membantu kami. Selama ini kami lebih banyak menggunakan kelong, tetapi sekarang kami bisa mencoba metode lain dengan pancing rawai. Bantuan ini memang sesuai kebutuhan yang kami usulkan bersama," ungkapnya.
Menurut Sandi, keberadaan bantuan tersebut diharapkan mampu mendukung perekonomian rumah tangga para nelayan ketika kondisi laut tidak memungkinkan penggunaan alat tangkap yang biasa digunakan.
Program bantuan alat tangkap ini menjadi salah satu bentuk komitmen PT DIB dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir. Selain sektor perikanan tangkap, perusahaan juga menjalankan berbagai program CSR di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur bagi masyarakat di sekitar Kawasan Industri Pulau Penebang, Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikelola PT Dharma Inti Bersama. (Jdn).
Senin, 06 Juli 2026
Kodim 1204/Sanggau Bangun Jembatan Aramco Non Bencal di Sungai Belimbing
![]() |
| Kodim 1204/Sanggau membangun Jembatan Aramco Non Bencal di Sungai Belimbing, Tayan Hulu, Sanggau, untuk meningkatkan konektivitas, mobilitas warga, dan distribusi hasil pertanian. |
SANGGAU - Kodim 1204/Sanggau membangun Jembatan Aramco Non Bencal di Sungai Belimbing, Desa Berakak, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, pada Senin (5/7/2026). Pembangunan tersebut dilakukan sebagai dukungan TNI Angkatan Darat terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.
Pembangunan jembatan menjadi bagian dari upaya mendukung program prioritas pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke kawasan pedalaman.
Keberadaan Jembatan Aramco Non Bencal diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun distribusi barang. Infrastruktur ini juga ditujukan untuk mempermudah pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan warga setempat.
Selain itu, akses menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta pusat kegiatan ekonomi diharapkan menjadi lebih mudah sehingga dapat mendukung aktivitas masyarakat secara lebih efektif.
![]() |
| Kodim 1204/Sanggau membangun Jembatan Aramco Non Bencal di Sungai Belimbing, Tayan Hulu, Sanggau, untuk meningkatkan konektivitas, mobilitas warga, dan distribusi hasil pertanian. |
Melalui pembangunan tersebut, Kodam XII/Tanjungpura melalui Kodim 1204/Sanggau menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pembangunan nasional sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan warga.
Informasi pembangunan Jembatan Aramco Non Bencal ini disampaikan oleh Pendim 1204/Sanggau.
Dengan hadirnya jembatan tersebut, konektivitas di wilayah Desa Berakak dan sekitarnya diharapkan semakin baik. Infrastruktur itu juga diproyeksikan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat serta meningkatkan akses terhadap berbagai layanan publik di Kabupaten Sanggau.











