Berita 14-20
YOUTUBE
Berita 21-24
Berita 25-34
Berita 40-43
Sabtu, 02 Mei 2026
Salut dengan Warga Kita, di Tanah Suci pun Mereka Praktik Nipu
Menu MBG Dibagikan Hari Sabtu untuk SD di Kamboja Kayong Utara Berisi Ulat
| foto menu MBG untuk SD 13 Kamboja Tengah Kayong Utara beisi ulat (muzahidin/kiriman orang tua siswa) |
Kayong Utara, BORNEO TRIBUN - Menu makanan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan pada hari Sabtu (2/05/2026) kepada siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13 desa Kamboja Tengah kecamatan Pulau Maya Karimata kabupaten Kayong Utara berisi ulat.
Dari foto yang dikirimkan orang tua siswa kepada media, menu tersebut disajikan dalam omprengan berisikan nasi putih, tahu, sayur kacang dan wortel. Menu MBG ini berasal dari dapur yang di kelola oleh Yayasan Surya Gizi Lestari.
"Mohon maaf, makanan MBG hari ini ade ulat di dalam nasi dan oseng-oseng sayur kacang dan wortel," ujar seorang guru di sekolah itu, Sabtu (2/05/2026.
Kejadian ini memicu reaksi keras dari orang tua murid. Mereka menuntut tanggung jawab dapur pengelola sebab menyangkut kesehatan anak mereka.
"Ini menyangkut konsumsi anak-anak. Tidak bisa dianggap remeh. Harus ada tanggung jawab jelas dari pengelola," ujar salah seorang orang tua siswa pada SD tersebut.
Koordinator wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kayong Utara Adi Afrianto dihubungi mengaku belum update inpo yang disampaikan.
"Wah, belum tau saye, baru tau dari abang ini. Saye cobe cek lok ye," ujarnya dikonfirmasi, Sabtu ini.
Adi mengungkapkan, dapur dari yayasan tersebut mendistribusikan menu omprengan sebanyak 2.307 porsi setiap harinya sampai hari Sabtu.
Soal adanya edaran dari BGN bahwa penyajian menu MBG berlaku hanya 5 hari kerja,, tidak termasuk hari Sabtu, Adi mengatakan bahwa kecamatan Pulau Maya terkatagori wilayah tinggi rentan masalah stunting.
"Jadi ada pengecualian di kecamatan Pulau Maya karena disana stunting masih tinggi, rawan gizi, diatas 20 persen. Masih dibolehkan untuk distribusi sampai hari Sabtu," kata Adi.
Kepala SPPG MBG SDN 13 Pulau Maya, Awaludin menjelaskan, menu yang diterima SD tersebut sebanyak 89 omprengan terdiri dari untuk murid dan guru.
Ulat tersebut bersumber dari menu makanan oseng-oseng kacang panjang dan nasi. Namun tidak semua omprengan yang didistribusikan hari ini berisi ulat.
"Benar kami akui ada ulat, tapi endak semua omprengan yang kami sajikan. Ulat itu berasal dari kacang panjang," kata Awaludin saat dikonfirmasi pada Sabtu sore ini.
Kapolresta Pontianak Pimpin Apel Pengamanan Aksi Unjuk Rasa SPARKA di Kantor Gubernur
Hardiknas 2026, Pendidikan Kalbar Tunjukkan Kemajuan Nyata
![]() |
| Hardiknas 2026, Pendidikan Kalbar Tunjukkan Kemajuan Nyata. |
Fadli Zon Dorong Pencarian Kapal Flor De La Mar Dengan Teknologi
![]() |
| Kemenbud dan ASUCH berkolaborasi mencari kapal Flor De La Mar di Selat Malaka dengan teknologi modern, berpotensi jadi museum maritim dunia. |
JAKARTA - Pemerintah Indonesia mulai mengarahkan fokus baru pada pelestarian warisan budaya bawah laut dengan membuka peluang kolaborasi internasional. Kementerian Kebudayaan menggandeng Association for Saving of Underwater Cultural Heritage untuk menelusuri jejak sejarah yang hilang di dasar laut, termasuk kapal legendaris Flor de la Mar.
Langkah ini ditandai dengan pertemuan antara Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Ketua ASUCH Nikolaus Graf Sandizell. Diskusi tersebut menyoroti peluang riset bersama, terutama dalam pencarian bangkai kapal Flor de la Mar yang diyakini tenggelam di kawasan Selat Malaka.
Fadli Zon menegaskan bahwa pencarian kapal bersejarah tersebut tidak bisa dilakukan secara konvensional. Pemerintah berencana memanfaatkan teknologi penginderaan jarak jauh dan pemetaan bawah laut untuk mempersempit lokasi pencarian.
Flor de la Mar dikenal sebagai kapal Portugis sarat muatan berharga sebelum karam pada abad ke-16. Nilai historis dan ekonominya menjadikan kapal ini sebagai salah satu target utama eksplorasi arkeologi maritim dunia.
Menurut Fadli Zon, jika bangkai kapal berhasil ditemukan dan diangkat, Flor de la Mar berpotensi menjadi pusat perhatian dalam pengembangan museum maritim bertaraf internasional.
Keberadaan artefak kapal tersebut diyakini mampu:
menarik wisatawan mancanegara,
memperkuat ekonomi berbasis budaya,
sekaligus menjadi sarana edukasi sejarah maritim Indonesia.
Fadli Zon juga menilai penemuan ini dapat memperkuat narasi kedaulatan Indonesia atas warisan budaya bawah laut.
Kolaborasi ini tidak hanya melibatkan Kementerian Kebudayaan. Sejumlah lembaga turut disiapkan untuk mendukung proyek ini, di antaranya:
Kementerian Kelautan dan Perikanan,
Badan Riset dan Inovasi Nasional,
Badan Koordinasi Penanaman Modal.
Pendekatan lintas sektor ini diperlukan untuk memastikan aspek ilmiah, regulasi, hingga potensi investasi dapat berjalan selaras.
Selain eksplorasi, pemerintah juga menaruh perhatian pada aspek hukum dan pelestarian. Kajian ilmiah serta penyusunan regulasi terkait cagar budaya bawah air menjadi bagian penting dari kerja sama ini.
Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengidentifikasi dan melindungi objek-objek bersejarah yang tersebar di perairan Indonesia.
Nikolaus Graf Sandizell menyambut positif kerja sama ini. ASUCH berharap kolaborasi tidak hanya berfokus pada eksplorasi, tetapi juga mencakup pertukaran pengetahuan, pelatihan, dan pengalaman arkeologi bawah laut.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia dalam bidang arkeologi maritim.
FAQ
1. Apa itu Flor de la Mar?
Flor de la Mar adalah kapal Portugis abad ke-16 yang tenggelam di Selat Malaka dan dikenal membawa muatan berharga.
2. Mengapa kapal ini penting?
Nilai sejarah dan potensi ekonominya sangat tinggi, termasuk sebagai objek wisata dan penelitian arkeologi.
3. Teknologi apa yang digunakan untuk pencarian?
Teknologi penginderaan jarak jauh dan pemetaan bawah laut digunakan untuk menemukan lokasi kapal secara akurat.
4. Siapa saja yang terlibat dalam proyek ini?
Selain Kementerian Kebudayaan, ada KKP, BRIN, BKPM, dan mitra internasional ASUCH.
5. Apa manfaat jika kapal ditemukan?
Dapat menjadi museum maritim, meningkatkan pariwisata, serta memperkuat identitas sejarah Indonesia.
Dapur MBG Tak Sekadar Masak, Limbah Disulap Jadi Energi dan Pupuk
![]() |
| APPMBGI mengolah limbah dapur MBG menjadi bioavtur dan kompos untuk mendukung ekonomi sirkular, ketahanan pangan, dan energi nasional. |
Jakarta — Upaya menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diarahkan ke pengelolaan limbah yang lebih bernilai. Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia menegaskan komitmen membangun sistem dapur berbasis zero waste dengan mengolah sisa produksi menjadi kompos dan bioavtur.
Ketua Umum Abdul Rivai Ras menyampaikan bahwa pendekatan ini menjadi bagian penting dari keberlanjutan program nasional tersebut. Fokus tidak hanya pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga memastikan limbah dapur tidak menjadi beban lingkungan maupun anggaran negara.
Abdul Rivai Ras menilai Program MBG sebagai investasi jangka panjang untuk generasi masa depan. Karena itu, setiap dapur MBG diarahkan menjadi unit produktif yang mampu menghasilkan nilai tambah dari sisa produksi.
Dengan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah, potensi limbah yang dihasilkan dinilai cukup besar. Dua jenis limbah utama yang menjadi perhatian adalah minyak jelantah dan sampah organik dari bahan makanan.
Minyak jelantah akan dikumpulkan secara terstruktur untuk kemudian diolah menjadi bioavtur, bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Sementara itu, sisa bahan makanan akan dimanfaatkan sebagai kompos yang dapat mendukung sektor pertanian.
Langkah ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular dinilai mampu menciptakan lapangan kerja, mengurangi beban pengelolaan sampah, serta memberdayakan pelaku UMKM di sekitar dapur MBG.
Dalam implementasinya, APPMBGI menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kementerian terkait dan PT Pertamina (Persero), guna memastikan proses pengolahan limbah memenuhi standar keamanan, kualitas, dan kelestarian lingkungan.
Abdul Rivai Ras menegaskan bahwa pengelolaan limbah bukan program sementara, melainkan bagian dari ekosistem jangka panjang MBG. Model ini diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus ketahanan energi nasional.
Transformasi limbah dapur menjadi energi dan pupuk disebut sebagai langkah strategis yang menghubungkan sektor pangan, lingkungan, dan energi dalam satu sistem terpadu.
FAQ
1. Apa itu Program Makan Bergizi Gratis (MBG)?
Program pemerintah yang bertujuan menyediakan makanan bergizi untuk masyarakat, khususnya pelajar, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
2. Apa peran APPMBGI dalam program ini?
APPMBGI bertanggung jawab dalam pengelolaan dapur MBG, termasuk inovasi pengolahan limbah agar lebih berkelanjutan.
3. Limbah apa saja yang diolah dalam program ini?
Minyak jelantah diolah menjadi bioavtur, sedangkan sampah organik dijadikan kompos.
4. Apa manfaat pengolahan limbah ini?
Mengurangi pencemaran lingkungan, menciptakan nilai ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mendukung energi alternatif.
5. Siapa saja yang terlibat dalam kolaborasi ini?
Selain APPMBGI, terdapat kementerian terkait dan PT Pertamina (Persero) dalam pengembangan teknologi dan standar pengolahan.
Kronologi Lengkap Pembunuhan Satu Keluarga Di Barito Utara Terungkap
![]() |
| Polisi ungkap kronologi dan motif pembunuhan satu keluarga di Barito Utara. Konflik lahan jadi pemicu utama tragedi yang menewaskan lima orang. (Foto Ilustrasi) |
Muara Teweh — Kepolisian Resor Barito Utara mengungkap secara rinci latar belakang serta kronologi kasus pembunuhan satu keluarga yang mengguncang wilayah perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Peristiwa ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan puncak dari konflik panjang yang gagal diselesaikan melalui jalur damai.
Kasat Reskrim Polres Barito Utara, AKP Ricky Hermawan, menjelaskan bahwa akar persoalan berasal dari sengketa lahan yang telah berlangsung bertahun-tahun. Upaya mediasi sebenarnya telah dilakukan berulang kali, baik di tingkat desa maupun kepolisian, namun tidak menghasilkan kesepakatan permanen.
Konflik tersebut mencapai titik kritis setelah muncul dugaan penghinaan terhadap orang tua dari salah satu pihak. Situasi ini memperkeruh hubungan keluarga yang sebelumnya sudah tegang, hingga akhirnya berujung pada aksi kekerasan fatal.
Peristiwa pembunuhan terjadi pada Minggu, 19 April, sekitar pukul 17.30 WIB di sebuah rumah di kawasan Jalan Hauling HPH PT Timber Dana Kilometer 95. Dalam kejadian tersebut, lima orang dinyatakan meninggal dunia, yaitu CU (51), NA (41), Normilah alias Ono (58), TW (19), dan seorang anak berusia tiga tahun berinisial MD. Satu korban lainnya, AL (40), mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan.
Polisi menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, yakni VS (46), LK (60), SH (37), dan SP alias MN (45). Keempat tersangka diketahui memiliki hubungan keluarga, yang semakin memperumit dinamika konflik.
Dalam proses penyidikan, aparat mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pakaian yang digunakan saat kejadian serta satu bilah mandau berukir khas Dayak. Selain itu, ditemukan pula kompor gas, tabung LPG 3 kilogram, serta sisa abu yang mengindikasikan adanya upaya pembakaran di lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil penyelidikan, para tersangka dijerat dengan Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana yang ancamannya meliputi hukuman mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Selain itu, dikenakan pula Pasal 458 ayat (1) KUHP dengan ancaman hingga 15 tahun penjara, serta Pasal 20 huruf c KUHP terkait penyertaan dalam tindak pidana.
AKP Ricky Hermawan menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara profesional hingga tuntas. Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan konflik melalui kekerasan, melainkan melalui jalur hukum yang berlaku.
Saat ini, seluruh tersangka telah diamankan di Polres Barito Utara dan proses hukum masih terus berjalan.
FAQ
1. Apa motif utama pembunuhan ini?
Motif utama adalah konflik sengketa lahan yang sudah berlangsung lama dan tidak terselesaikan.
2. Berapa jumlah korban dalam kasus ini?
Lima orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat.
3. Siapa saja tersangka yang ditangkap?
VS (46), LK (60), SH (37), dan SP alias MN (45).
4. Apa barang bukti yang ditemukan polisi?
Mandau, pakaian pelaku, kompor gas, tabung LPG, dan sisa pembakaran.
5. Apa ancaman hukuman bagi para tersangka?
Hukuman mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara.
Polisi Kotim Gagalkan Penyelewengan 160 Karung Pupuk Subsidi
![]() |
| Polisi Kotim gagalkan penyelewengan 160 karung pupuk subsidi. Tersangka gunakan identitas kelompok tani, ancaman hukuman hingga 6 tahun penjara. (Foto ilustrasi) |
SAMPIT – Kepolisian Resor Kotawaringin Timur (Polres Kotim), Kalimantan Tengah, mengungkap dugaan praktik penyelewengan pupuk bersubsidi yang berpotensi merugikan sektor pertanian. Sebanyak 160 karung pupuk berhasil diamankan dari sebuah truk yang diduga akan disalurkan tidak sesuai peruntukan.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang diterima oleh Polsek Jaya Karya. Informasi tersebut kemudian dikembangkan hingga berujung pada penetapan seorang tersangka berinisial B (47).
AKBP Resky Maulana Zulkarnain menyebutkan bahwa kasus ini masuk dalam kategori tindak pidana ekonomi yang menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, terutama terkait distribusi pupuk bersubsidi yang diawasi ketat oleh pemerintah.
Dalam penyelidikan, tersangka B diduga memanfaatkan identitas kelompok tani untuk memperoleh pupuk subsidi, lalu menjualnya kepada pihak yang tidak berhak. Praktik tersebut bertujuan mendapatkan keuntungan dari selisih harga antara pupuk subsidi dan non-subsidi.
Pengungkapan kasus berawal pada Senin malam (6/4), saat petugas menerima laporan adanya truk mencurigakan di wilayah Desa Kuin Permai, Kecamatan Teluk Sampit. Setelah dilakukan pemantauan, polisi menghentikan truk berwarna hijau bernomor polisi KH 8067 FH.
Saat pemeriksaan, ditemukan dua jenis pupuk bersubsidi, yakni Urea dan NPK Phonska. Sopir truk tidak mampu menunjukkan dokumen resmi terkait pengangkutan pupuk tersebut, sehingga langsung diamankan bersama barang bukti.
Barang Bukti Capai Rp14,56 Juta
Dari hasil penindakan, aparat menyita:
80 karung pupuk Urea (sekitar 4 ton) senilai Rp7,2 juta
80 karung pupuk NPK Phonska (sekitar 4 ton) senilai Rp7,36 juta
Total nilai barang bukti mencapai sekitar Rp14,56 juta. Selain itu, satu unit truk dan alat komunikasi yang digunakan dalam aktivitas tersebut turut diamankan.
Saat ini seluruh barang bukti berada di Polres Kotim sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.
AKBP Resky Maulana Zulkarnain menegaskan bahwa tersangka dijerat dengan Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, bersama aturan turunan terkait distribusi pupuk bersubsidi.
Ancaman hukuman maksimal dalam kasus ini mencapai 6 tahun penjara.
AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengingatkan bahwa pupuk subsidi hanya diperuntukkan bagi kelompok tani yang berhak dan tidak boleh diperjualbelikan secara bebas.
Distribusi pupuk bersubsidi merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional, sehingga penyalahgunaannya akan ditindak tegas.
FAQ
1. Apa itu pupuk bersubsidi?
Pupuk bersubsidi adalah pupuk yang mendapatkan bantuan harga dari pemerintah untuk mendukung petani dalam meningkatkan produksi.
2. Mengapa penyelewengan pupuk subsidi menjadi masalah serius?
Karena dapat merugikan petani yang berhak dan mengganggu program ketahanan pangan nasional.
3. Berapa jumlah pupuk yang diamankan dalam kasus ini?
Sebanyak 160 karung atau sekitar 8 ton pupuk.
4. Apa hukuman bagi pelaku penyelewengan pupuk subsidi?
Ancaman maksimal hingga 6 tahun penjara sesuai Undang-Undang Perdagangan.
5. Bagaimana cara mencegah penyelewengan pupuk subsidi?
Dengan pengawasan ketat distribusi, pelaporan masyarakat, dan penegakan hukum yang konsisten.
Fakta Baru Kasus Pembantaian Keluarga Di Barito Utara, Tersangka Bertambah
![]() |
| Polisi menangkap Mano, tersangka keempat pembunuhan satu keluarga di Barito Utara. Kasus diduga dipicu sengketa lahan, lima korban meninggal dunia. (Ilustrasi) |
Muara Teweh, Kalteng — Kepolisian Resor Barito Utara, Kalimantan Tengah, berhasil menangkap tersangka keempat berinisial S alias Mano (45) dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Desa Benangin, Kecamatan Teweh Timur. Penangkapan ini memperjelas peran masing-masing pelaku dalam peristiwa yang menewaskan lima orang tersebut.
Kasat Reskrim Polres Barito Utara AKP Ricky Hermansyan menyampaikan, Mano ditangkap pada Selasa (28/4) sekitar pukul 16.00 WITA setelah buron selama sembilan hari. Operasi penangkapan melibatkan kerja sama dengan Polsek Kongbeng dan Polres Kutai Timur.
Menurut Ricky Hermansyan, Mano ditemukan saat bersembunyi di sebuah pondok kosong di kawasan belukar Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur. Dari hasil pemeriksaan awal, Mano mengakui keterlibatan langsung dalam pembunuhan tiga korban. Sementara itu, tersangka lain berinisial F diduga menghabisi satu korban.
“Untuk satu korban lainnya, yakni anak berusia tiga tahun, penyidik masih mendalami siapa pelaku yang bertanggung jawab,” ujar Ricky Hermansyan.
Polisi mengungkap bahwa para korban dibunuh menggunakan senjata tajam. Senjata api sempat digunakan dengan cara ditembakkan ke udara. Senjata api rakitan diduga telah dibuang ke sungai, sementara senjata tajam jenis mandau sudah diamankan dan dinyatakan sesuai dengan hasil autopsi korban.
Data kepolisian juga mencatat adanya konflik sebelumnya antara Mano dan salah satu korban, Ono. Pada 2025, Mano pernah menampar Ono dan kasus tersebut diproses sebagai tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri Muara Teweh.
Sebelumnya, polisi telah menangkap tiga tersangka lain berinisial VN, LK, dan SA. LK diketahui pernah menjabat sebagai kepala desa di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. LK dan SA merupakan pasangan suami-istri, sementara VN memiliki hubungan keluarga dengan SA.
Penyelidikan sementara menunjukkan motif pembunuhan berkaitan dengan sengketa lahan. Lokasi konflik berada di kawasan hutan dekat jalan perusahaan HPH PT Timber Dana, Kilometer 95, yang terletak di perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu (19/4) sekitar pukul 16.30 WIB. Satu keluarga yang terdiri dari enam orang menjadi korban serangan brutal.
Lima orang dinyatakan meninggal dunia, yakni Cuah (55), Hasna (40), Tasya Haulina (17), David (3), dan Ono (50). Sementara satu korban lainnya, Alfian (40), mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan di RSUD Muara Teweh.
Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh peran pelaku serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.
FAQ
Apa motif pembunuhan satu keluarga di Barito Utara?
Motif sementara terkait sengketa lahan di kawasan hutan dekat jalan perusahaan HPH.
Berapa jumlah pelaku yang sudah ditangkap?
Empat orang telah ditangkap, termasuk tersangka terakhir berinisial S alias Mano.
Siapa saja korban dalam peristiwa ini?
Lima korban meninggal dunia, termasuk anak-anak, dan satu korban luka berat masih dirawat.
Apa senjata yang digunakan pelaku?
Pelaku menggunakan senjata tajam jenis mandau dan senjata api rakitan.
Apakah kasus ini sudah selesai?
Belum, penyidik masih mendalami peran pelaku dan kemungkinan keterlibatan lainnya.











