Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label BPS Kaltara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BPS Kaltara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juni 2026

Sensus Ekonomi 2026 di Kaltara Akan Dijalankan 661 Petugas Lokal

BPS Kaltara merekrut 661 warga lokal sebagai petugas Sensus Ekonomi 2026 yang akan bertugas di lima kabupaten/kota untuk mendukung pendataan ekonomi yang akurat.
BPS Kaltara merekrut 661 warga lokal sebagai petugas Sensus Ekonomi 2026 yang akan bertugas di lima kabupaten/kota untuk mendukung pendataan ekonomi yang akurat.

Bulungan - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara merekrut 661 warga lokal untuk menjadi petugas Sensus Ekonomi 2026 yang akan bertugas di seluruh wilayah Kaltara. Rekrutmen tersebut disampaikan Kepala BPS Kaltara Mustaqim di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Rabu (10/6).

Menurut Mustaqim, seluruh petugas yang direkrut berasal dari lima kabupaten dan kota di Kalimantan Utara. BPS sengaja melibatkan warga setempat karena dinilai lebih memahami karakteristik wilayah dan masyarakat di daerah masing-masing.

“Kami coba rekrut mereka untuk mendekati dengan wilayah tempat tinggalnya karena mereka mudah beradaptasi, bisa berkomunikasi dengan bahasa sekitar dan paham serta mengenal wilayah,” kata Mustaqim.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, para petugas akan mengikuti pelatihan terlebih dahulu. Mereka dijadwalkan melakukan pendataan lapangan selama sekitar 2,5 bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, sebagai bagian dari pelaksanaan Sensus Ekonomi yang berlangsung pada Mei hingga Agustus.

BPS juga menyiapkan atribut khusus bagi petugas sensus untuk memudahkan identifikasi saat bertugas. Atribut tersebut meliputi rompi, kartu identitas bergambar, serta barcode yang tertera pada tanda pengenal resmi.

“Mereka menggunakan rompi, memakai papan nama (id card) yang ada barcode-nya dan fotonya. Itu tidak bisa ditiru di tempat lain,” ujar Mustaqim.

Dalam kesempatan itu, BPS Kaltara menegaskan bahwa seluruh data yang dihimpun dalam Sensus Ekonomi 2026 dijamin kerahasiaannya. Masyarakat maupun pelaku usaha diminta tidak ragu memberikan informasi yang sebenarnya kepada petugas.

Mustaqim menekankan bahwa pendataan tersebut tidak memiliki kaitan dengan perpajakan. Data yang dikumpulkan semata-mata digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi pemerintah agar lebih tepat sasaran.

Menurut dia, data ekonomi yang akurat, lengkap, dan terpercaya menjadi fondasi penting dalam mendukung perencanaan pembangunan serta perumusan kebijakan ekonomi di berbagai sektor.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat menghasilkan basis data yang lebih komprehensif mengenai aktivitas usaha di Kalimantan Utara, sehingga pemerintah memiliki landasan yang kuat dalam menyusun program pembangunan ekonomi ke depan.