Pemprov Kalteng Petakan Tiga Zona Ekonomi Untuk Percepat Investasi Daerah
![]() |
| Pemprov Kalteng membagi wilayah menjadi tiga zona ekonomi strategis untuk mempercepat investasi, hilirisasi industri, dan penguatan ketahanan pangan daerah. (Ilustrasi) |
Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai menata ulang arah pembangunan ekonomi daerah dengan membagi wilayah menjadi tiga zona utama. Strategi ini dirancang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi unggulan di setiap kawasan.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyampaikan bahwa pembagian wilayah menjadi zona barat, tengah, dan timur merupakan langkah terencana untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam sekaligus menarik investasi baru.
Menurut Agustiar Sabran, wilayah Kalimantan Tengah memiliki karakter geografis yang luas serta kekayaan sumber daya alam yang beragam. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan pendekatan pembangunan berbasis kawasan agar pengelolaan potensi daerah berjalan lebih efektif dan terarah.
Wilayah barat Kalimantan Tengah diproyeksikan sebagai pusat pengembangan industri berbasis sumber daya alam. Kawasan ini memiliki potensi besar di sektor perkebunan kelapa sawit, pertambangan baja dan nikel, sektor pariwisata, serta perikanan modern.
Salah satu program yang menjadi fokus di zona barat adalah pengembangan shrimp estate atau kawasan budidaya udang vaname. Program ini telah dijalankan di Desa Sungai Raja, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara.
Lahan pengembangan udang vaname tersebut mencapai sekitar 40,17 hektare, dengan kapasitas produksi yang diperkirakan mencapai sekitar 335 ton dalam satu siklus panen.
Agustiar Sabran menilai program shrimp estate menjadi langkah konkret dalam mendorong hilirisasi sektor perikanan. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ekspor hasil perikanan serta mendukung ketahanan pangan daerah.
Berbeda dengan zona barat, wilayah tengah Kalimantan Tengah diarahkan untuk memperkuat sektor pangan dan pengolahan hasil alam.
Pengembangan di kawasan ini berfokus pada sektor pertanian berbasis food estate, perkebunan, pertambangan bauksit dan emas, serta perikanan air tawar.
Selain sektor primer, zona tengah juga diarahkan untuk mengembangkan industri kreatif serta pengolahan hasil hutan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru di daerah.
Penguatan sektor budaya juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan tengah sebagai upaya menjaga identitas lokal di tengah pertumbuhan ekonomi.
Wilayah timur Kalimantan Tengah dipetakan sebagai kawasan yang memiliki potensi kuat di sektor pertambangan dan pengembangan hasil hutan.
Komoditas utama di wilayah ini meliputi batu bara, emas, serta berbagai mineral strategis lainnya. Selain itu, pengembangan perkebunan, hortikultura, dan perikanan air tawar juga menjadi fokus utama di zona timur.
Langkah ini diharapkan mampu memperluas basis ekonomi daerah dan memperkuat posisi Kalimantan Tengah sebagai salah satu wilayah strategis dalam pengembangan industri berbasis sumber daya alam.
Selain pembagian zona ekonomi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga mengembangkan sejumlah demplot terpadu di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
Program demplot tersebut tersebar di berbagai wilayah Kalimantan Tengah dan dirancang sebagai model pengembangan ekonomi berbasis kawasan terintegrasi.
Melalui pendekatan ini, pemerintah menargetkan peningkatan produktivitas sektor pangan, efisiensi pengelolaan lahan, serta kemandirian pangan masyarakat di tingkat lokal.
Seluruh program pembangunan daerah yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga diselaraskan dengan kebijakan nasional.
Agustiar Sabran menegaskan bahwa arah pembangunan daerah tetap mengacu pada program prioritas nasional, termasuk agenda pembangunan berkelanjutan yang menjadi bagian dari visi pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Keselarasan kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan pembangunan daerah yang berkelanjutan, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
FAQ
1. Mengapa Kalimantan Tengah dibagi menjadi tiga zona ekonomi?
Pembagian zona dilakukan untuk menyesuaikan pembangunan dengan potensi unggulan tiap wilayah sehingga pengembangan ekonomi lebih efektif dan terarah.
2. Apa fokus utama zona barat Kalimantan Tengah?
Zona barat difokuskan pada kelapa sawit, pertambangan baja dan nikel, pariwisata, serta pengembangan shrimp estate udang vaname.
3. Apa peran zona tengah dalam pembangunan ekonomi?
Zona tengah diarahkan menjadi pusat pertanian food estate, industri kreatif, serta pengolahan hasil hutan.
4. Apa potensi utama zona timur Kalimantan Tengah?
Zona timur memiliki kekuatan di sektor batu bara, emas, mineral strategis, hortikultura, dan perikanan air tawar.
5. Apa tujuan program demplot terpadu?
Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta mendukung kemandirian pangan masyarakat.
