Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Hubungan Bilateral. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hubungan Bilateral. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Mei 2026

Putin dan Presiden UEA Bahas Konflik Timur Tengah dan Ukraina Lewat Sambungan Telepon

Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara via telepon dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed membahas kerja sama bilateral, konflik Ukraina, dan situasi Timur Tengah.
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara via telepon dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed membahas kerja sama bilateral, konflik Ukraina, dan situasi Timur Tengah.

MOSKOW — Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed Al Nahyan pada Sabtu, menurut pernyataan resmi Kremlin.

Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas perkembangan kerja sama bilateral Rusia dan UEA, termasuk hubungan politik serta perdagangan dan ekonomi yang disebut terus berkembang positif.

Kremlin menyatakan Putin dan Mohammed bin Zayed sepakat untuk melanjutkan komunikasi aktif serta memperkuat hubungan kedua negara di berbagai sektor strategis.

Selain kerja sama bilateral, pembicaraan juga menyinggung konflik Ukraina. Putin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah UEA atas bantuan rutin yang diberikan dalam penyelesaian isu-isu kemanusiaan terkait perang di Ukraina.

“Vladimir Putin berterima kasih kepada pihak Emirat atas bantuan reguler mereka dalam menyelesaikan masalah kemanusiaan yang berkaitan dengan konflik Ukraina,” demikian pernyataan Kremlin.

Kedua pemimpin turut membahas situasi di Timur Tengah, termasuk perkembangan di sekitar Iran yang belakangan menjadi perhatian internasional.

Menurut Kremlin, Rusia dan UEA menekankan pentingnya melanjutkan proses politik dan diplomatik guna mencapai kesepakatan damai yang kompromistis dengan tetap mempertimbangkan kepentingan seluruh negara di kawasan.

Percakapan ini berlangsung di tengah meningkatnya perhatian global terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan upaya diplomatik sejumlah negara untuk mencegah eskalasi konflik lebih luas.

Selasa, 12 Mei 2026

Trump Akan Kunjungi China 13-15 Mei, Fokus pada Hubungan AS-China dan Perdamaian Dunia

Xi Jinping dan Donald Trump akan membahas hubungan bilateral, perdamaian global, dan kerja sama China-AS dalam kunjungan Trump ke Beijing pada 13-15 Mei.
Xi Jinping dan Donald Trump akan membahas hubungan bilateral, perdamaian global, dan kerja sama China-AS dalam kunjungan Trump ke Beijing pada 13-15 Mei.

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan membahas hubungan bilateral serta isu perdamaian dan pembangunan global dalam kunjungan kenegaraan Trump ke China pada 13-15 Mei. Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun di Beijing, Senin.

Guo mengatakan Xi dan Trump akan melakukan pertukaran pandangan secara mendalam terkait hubungan China-AS dan berbagai isu internasional.

“Presiden Xi Jinping akan melakukan pertukaran pandangan secara mendalam dengan Presiden Donald Trump mengenai isu penting terkait hubungan China-AS, serta perdamaian dan pembangunan dunia,” kata Guo dalam konferensi pers.

Pemerintah China juga menyatakan kesiapan untuk memperluas kerja sama dengan Amerika Serikat sambil menyelesaikan perbedaan yang ada di antara kedua negara.

Menurut Guo, langkah tersebut diharapkan dapat menghadirkan stabilitas dan kepastian yang lebih besar bagi situasi global.

Kunjungan Trump ke China berlangsung di tengah dinamika hubungan kedua negara yang selama beberapa tahun terakhir diwarnai isu perdagangan, geopolitik, dan persaingan pengaruh global.

Kementerian Luar Negeri China sebelumnya mengonfirmasi Trump akan melakukan kunjungan kenegaraan ke China mulai 13 hingga 15 Mei.