Berita BorneoTribun: Industri Sawit hari ini

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

BANNER - Geser keatas untuk melanjutkan
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Tampilkan postingan dengan label Industri Sawit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Industri Sawit. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 April 2026

Produksi CPO Tinggi, Kutim Bidik Industri Hilir Sawit Di KEK Maloy

Kutim mempercepat hilirisasi sawit melalui KEK Maloy untuk mendukung ketahanan energi nasional dan menarik investasi industri turunan sawit.
Kutim mempercepat hilirisasi sawit melalui KEK Maloy untuk mendukung ketahanan energi nasional dan menarik investasi industri turunan sawit.

Kutim, Kaltim - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, mulai mempercepat pengembangan industri hilir kelapa sawit sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Strategi ini tidak lagi menempatkan sawit hanya sebagai bahan baku, tetapi sebagai sumber energi alternatif bernilai tinggi.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa arah pembangunan daerah kini berfokus pada transformasi ekonomi dari sektor hulu menuju industri berbasis produk turunan. Menurutnya, hilirisasi sawit menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Ia menjelaskan bahwa kelapa sawit tidak hanya menghasilkan minyak goreng, tetapi juga memiliki potensi besar dalam produksi bahan bakar ramah lingkungan seperti biofuel serta biomassa yang dapat diolah menjadi energi terbarukan.

Langkah tersebut juga selaras dengan kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan kelapa sawit sebagai salah satu komoditas penting dalam mendukung ketahanan energi nasional di masa depan.

Produksi Sawit Kutim Dinilai Sangat Besar

Kabupaten Kutai Timur memiliki modal kuat untuk mengembangkan industri hilir sawit. Luas perkebunan sawit di wilayah ini mencapai sekitar 529.586 hektare, dengan produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 7,76 juta ton.

Dari hasil produksi tersebut, volume crude palm oil (CPO) yang dihasilkan mencapai sekitar 4,6 juta ton. Angka tersebut menjadikan Kutai Timur sebagai daerah penghasil CPO terbesar di Provinsi Kalimantan Timur pada 2023.

Besarnya produksi ini dinilai sebagai peluang strategis untuk memperkuat sektor industri pengolahan di tingkat daerah, sehingga hasil komoditas tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.

KEK Maloy Jadi Pusat Industri Hilir

Untuk mendukung percepatan hilirisasi, pemerintah daerah telah menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) sebagai pusat pengembangan industri berbasis sawit.

Kawasan ini dinilai memiliki keunggulan strategis dari sisi logistik karena dilengkapi fasilitas pelabuhan yang terhubung langsung dengan jalur perdagangan internasional melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

Keberadaan kawasan industri tersebut diharapkan dapat menarik investasi baru, khususnya untuk pembangunan pabrik pengolahan seperti kilang minyak sawit (refinery) dan pabrik biodiesel.

Perusahaan Didorong Terlibat Aktif

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga menekankan pentingnya peran perusahaan perkebunan dalam mendukung proses hilirisasi. Perusahaan diharapkan tidak hanya fokus pada produksi bahan mentah, tetapi juga membangun industri pengolahan yang berkelanjutan.

Langkah ini diyakini dapat menekan biaya logistik, meningkatkan daya saing produk, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

Selain itu, pengembangan industri turunan sawit di daerah juga dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi regional secara signifikan.

Peluang Investasi Dibuka Lebar

Pemerintah daerah menyatakan siap memberikan dukungan bagi investor yang ingin berinvestasi di sektor hilirisasi sawit di Kutai Timur.

Investasi tersebut tidak hanya terbuka bagi pelaku usaha lokal, tetapi juga investor nasional dan internasional yang ingin mengembangkan industri energi berbasis sawit di kawasan tersebut.

Dengan adanya industri pengolahan di dalam wilayah, rantai pasok diharapkan menjadi lebih efisien, sekaligus memperkuat posisi daerah dalam mendukung ketahanan energi nasional.

FAQ

1. Apa tujuan hilirisasi sawit di Kutai Timur?
Untuk meningkatkan nilai tambah kelapa sawit, memperkuat ketahanan energi nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

2. Apa itu KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK)?
KEK MBTK adalah kawasan industri strategis di Kutai Timur yang difokuskan untuk pengembangan industri berbasis kelapa sawit dan logistik.

3. Mengapa sawit penting untuk ketahanan energi?
Karena sawit dapat diolah menjadi biofuel dan biomassa yang berfungsi sebagai sumber energi terbarukan.

4. Berapa luas kebun sawit di Kutai Timur?
Sekitar 529.586 hektare dengan produksi TBS mencapai 7,76 juta ton.

5. Apa manfaat hilirisasi bagi masyarakat lokal?
Membuka lapangan kerja, meningkatkan ekonomi daerah, serta meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.

Rabu, 18 Maret 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik 0,43 Persen Periode Awal Maret 2026

Harga TBS sawit Kaltim naik 0,43 persen menjadi Rp3.266 per kg pada awal Maret 2026, didorong peningkatan kualitas produksi dan penetapan lintas sektor. (Gambar ilustrasi AI)
Harga TBS sawit Kaltim naik 0,43 persen menjadi Rp3.266 per kg pada awal Maret 2026, didorong peningkatan kualitas produksi dan penetapan lintas sektor. (Gambar ilustrasi AI)

Harga TBS Sawit Kaltim Naik 0,43 Persen Periode Awal Maret 2026

Samarinda – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami kenaikan pada periode 1–15 Maret 2026. Kenaikan ini didorong oleh perbaikan kualitas produksi di tingkat pekebun.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim, Ahmad Muzakkir, menyampaikan bahwa harga TBS sawit pada periode tersebut mencapai Rp3.266,40 per kilogram (kg), atau naik sebesar Rp13,90 (0,43 persen) dibandingkan periode 16–28 Februari 2026 yang berada di angka Rp3.252,50 per kg.

Harga tersebut berlaku untuk TBS yang dipanen dari tanaman berumur 10 tahun ke atas. Sementara itu, harga TBS dari tanaman yang lebih muda berada sedikit di bawah angka tersebut.

Menurut Muzakkir, penetapan harga dilakukan oleh tim lintas sektor yang melibatkan Dinas Perkebunan Kaltim, perwakilan kelompok pekebun, serta perusahaan kelapa sawit. Pendekatan ini bertujuan menjaga keseimbangan harga agar tetap adil bagi semua pihak.

“Penetapan harga dilakukan secara bersama agar tidak merugikan petani maupun perusahaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa harga tersebut hanya berlaku untuk kebun plasma atau kebun kemitraan, termasuk kebun swadaya yang telah bekerja sama dengan pabrik pengolahan kelapa sawit.

Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01/Permentan/KB.120/1/2018 tentang pedoman penetapan harga pembelian TBS kelapa sawit produksi pekebun, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani melalui kemitraan yang berkelanjutan.

Pemerintah daerah juga mendorong petani untuk membentuk kelembagaan seperti koperasi, kelompok tani, atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan berorganisasi dan bermitra dengan pabrik, posisi tawar petani dinilai akan lebih kuat dan terhindar dari permainan harga oleh tengkulak.

Rincian Harga TBS Berdasarkan Umur Tanaman

Adapun rincian harga TBS sawit pada periode 1–15 Maret 2026 berdasarkan umur tanaman adalah sebagai berikut:

  • Umur 9 tahun: Rp3.228,61 per kg

  • Umur 8 tahun: Rp3.160,65 per kg

  • Umur 7 tahun: Rp3.137,34 per kg

  • Umur 6 tahun: Rp3.118,18 per kg

  • Umur 5 tahun: Rp3.084,55 per kg

  • Umur 4 tahun: Rp3.064,31 per kg

  • Umur 3 tahun: Rp2.875,21 per kg

Kenaikan harga ini menjadi sinyal positif bagi sektor perkebunan sawit di Kaltim, meskipun pergerakannya masih tergolong moderat. Stabilitas harga diharapkan terus terjaga seiring peningkatan kualitas produksi dan penguatan kelembagaan petani.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.