Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Jagung Hibrida. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jagung Hibrida. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2026

Kalbar Fokus Perluas Lahan Jagung Demi Kejar Swasembada Pangan 2026

Pemprov Kalbar memperkuat gerakan tanam jagung hibrida untuk mendukung swasembada pangan 2026 dengan melibatkan pemerintah daerah, petani, TNI, dan Polri.
Pemprov Kalbar memperkuat gerakan tanam jagung hibrida untuk mendukung swasembada pangan 2026 dengan melibatkan pemerintah daerah, petani, TNI, dan Polri.

BENGKAYANG - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mulai memperkuat kerja sama lintas sektor untuk mempercepat target swasembada pangan pada 2026. Salah satu langkah yang kini diprioritaskan yakni pengembangan jagung hibrida di sejumlah daerah potensial, termasuk Kabupaten Bengkayang.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menilai gerakan tanam jagung hibrida menjadi strategi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa hingga nasional.

Menurut Krisantus Kurniawan, pengembangan sektor pertanian tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Dukungan pemerintah kabupaten dan kota, kelompok tani, hingga unsur TNI dan Polri dinilai penting untuk mempercepat peningkatan produktivitas lahan pertanian.

“Gerakan tanam jagung ini menunjukkan keseriusan bersama dalam memperkuat swasembada pangan nasional, termasuk di Kalimantan Barat,” kata Krisantus Kurniawan saat menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Jagung Hibrida di Kabupaten Bengkayang, Kamis.

Bengkayang Dinilai Punya Potensi Besar

Kabupaten Bengkayang disebut memiliki peluang besar menjadi salah satu sentra pengembangan jagung di Kalimantan Barat. Daerah tersebut dinilai mampu menopang kebutuhan produksi pangan apabila pengelolaan lahan dilakukan secara optimal.

Data Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mencatat luas panen jagung sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 34.503 hektare. Dari luasan tersebut, produksi jagung menembus 179.246 ton pipilan kering.

Capaian itu disebut tidak lepas dari kontribusi sejumlah daerah penghasil jagung, termasuk Bengkayang yang selama ini dinilai aktif mengembangkan komoditas pertanian strategis.

Krisantus Kurniawan berharap Bengkayang terus memperkuat posisinya sebagai wilayah unggulan pengembangan jagung di Kalimantan Barat.

Lahan Tidur Diminta Dioptimalkan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga mendorong optimalisasi lahan yang belum produktif agar dapat dimanfaatkan menjadi kawasan pertanian pangan.

Krisantus Kurniawan menegaskan pemanfaatan lahan tidur penting dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung kebutuhan pangan nasional.

Selain meningkatkan produksi pertanian, program tersebut juga diyakini mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di daerah.

“Optimalisasi lahan bukan hanya untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Krisantus Kurniawan.

Sejalan Dengan Program Nasional

Program penguatan sektor pangan di Kalimantan Barat disebut sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui program Astacita.

Fokus utama program tersebut mencakup penguatan ketahanan pangan, energi, dan ekonomi hijau sebagai upaya mendorong kemandirian nasional.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat optimistis target swasembada pangan 2026 dapat tercapai apabila seluruh pihak terus menjaga kolaborasi dan inovasi di sektor pertanian.

FAQ

Apa tujuan Gerakan Tanam Jagung Hibrida di Kalbar?

Program tersebut bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan mendukung target swasembada pangan nasional pada 2026.

Mengapa Bengkayang menjadi fokus pengembangan jagung?

Kabupaten Bengkayang dinilai memiliki potensi lahan dan produktivitas yang besar untuk menjadi sentra jagung di Kalimantan Barat.

Berapa produksi jagung Kalbar pada 2025?

Produksi jagung Kalimantan Barat sepanjang 2025 mencapai 179.246 ton pipilan kering.

Siapa saja yang dilibatkan dalam program swasembada pangan?

Program melibatkan pemerintah daerah, kelompok tani, TNI, Polri, serta berbagai pihak terkait di sektor pertanian.

Apa manfaat optimalisasi lahan tidur?

Optimalisasi lahan tidur diharapkan meningkatkan produksi pangan, memperkuat ekonomi masyarakat, dan menjaga ketahanan pangan daerah.

Rabu, 20 Oktober 2021

Dongkrak Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Kalbar Galakan Komoditi Jagung Hibrida


Panen Jagung Hibrida


BorneoTribun Kuburaya, Kalbar Setelah cukup lama stagnan dan sempat memudar, semangat penanaman jagung hibrida kembali tampak di desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya pada Senin (18/10/21) kelompok tani Raya melakukan panen jagung hibrida varietas BETRAS-5 di lahan Bp.Heri Purnomo.

Dilahan percontohan dengan luas kurang lebih 0,5 Ha (dari total 9 Ha) Poktan Raya yang sebagian besar beranggotakan petani milenial (usia 30-35 tahun) berhasil membudidayakan jagung hibrida di lahan marginal (pertama kali ditanam).

Acara di mulai dengan panen jagung bersama Perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kubu Raya, Aparat Desa dan Kamtibnas Kecamatan Sungai Ambawang, Kepala BPSB Provinsi Kalimantan barat, perwakilan dari PT. Benih Citra Asia, serta perwakilan Gapoktan dan Poktan.

Dalam sambutannya Bp. Naufal sebagai perwakilan PT. Benih Citra Asia untuk Regional Kalimantan, menekankan pentingnya pemilihan benih yang baik sebagai faktor utama keberhasilan usaha pertanian.

Selanjutnya Bp.Budi Susetiyono yang mewakili dinas tanaman pangan kabupaten kubu raya mengharapkan agar lahan percontohan serupa bisa buat di lokasi-lokasi lain bekerjasama dengan BPP setempat.

Sebagai pembicara utama,mewakili Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Bp. Ir. Dony Saiful Bahri.,MMA (Kepala Bidang Tanaman pangan provinsi Kalimantan barat) menjelaskan potensi serapan jagung hibrida yang masih sangat besar di Kalimantan barat.

Kebutuhan jagung pipil pertahun sekitar 320 ribu ton, baru bisa dipenuhi sekitar 200-250 ribu ton, dan kekurangannya selama ini didatangkan dari luar.

Namun untuk memastikan serapan hasil panen, perlu peningkatan kualitas dan kontinuitas suplai jagung hibrida agar sesuai spesifikasi pabrik.

Terkait hal tersebut dinas tanaman pangan akan mengupayakan bantuan pengolahan pasca panen apabila luas penanaman di suatu kawasan sudah memenuhi kapasitas minimal mesin pengolahan hasil panen.

Acara kemudian dilanjutkan sesi diskusi. Pembina Poktan Raya Bp.Heri Purnomo berharap rencana menjadikan lahan percontohan sebagai lokasi Diklat (gerbang mas) segera terealisasi.

Ketua penyuluh swadaya sui.ambawang Bp.Abas juga menyampaikan disamping sarana dan prasarana pasca panen, tidak kalah penting akses yang lebih terjamin untuk menjual hasil panen.

Hingga akhir acara, peserta sangat antusias mengikuti jalannya diskusi, sehingga sesi tanya jawab terpaksa di batasi terkait prokes yang diberlakukan oleh panitia (pembatasan waktu acara, jumlah peserta, dan peserta wajib menggunakan masker dan handsanitizer selama dilokasi acara).

Reporter : Rinto Andreas