Berita BorneoTribun: Kayong Utara hari ini
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Kayong Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kayong Utara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis di Kayong Utara Terhenti, Korwil Dituding Lalaikan Tugas

Foto: Dian Saputra, Tokoh Muda Kayong Utara, Mantan Ketua BEM Fisipol Universitas Tanjungpura (Untan) sekaligus Mantan Ketua Forum Mahasiswa Simpang Hilir (Formasi)

KAYONG UTARA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kayong Utara terhenti akibat penutupan empat titik dapur produksi. Korwil MBG setempat dituding melakukan kelalaian manajerial.

Dian Saputra, tokoh muda Kayong Utara, yang merupakan Mantan Ketua BEM Fisipol Universitas Tanjungpura (Untan) sekaligus Mantan Ketua Forum Mahasiswa Simpang Hilir (Formasi) mengkritik keras penutupan ini. 

Menurutnya, penutupan ini dinilai sebagai langkah mundur dalam upaya pemenuhan gizi siswa, mengingat program ini merupakan prioritas strategis untuk meningkatkan kualitas SDM di daerah.

"Ini bukti ketidaksiapan dan kelalaian Korwil. Mereka harusnya jadi jembatan solusi, bukan malah menghentikan program," katanya.

Dian juga mempertanyakan mekanisme penentuan titik dapur, pembangunan gedung, dan pengelolaan dapur yang diduga dimonopoli oknum pengusaha dan anggota dewan.

"Dalam waktu dekat saya bersama tokoh tokoh masyarakat juga akan melayangkan surat secara resmi kepada Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara untuk melaksanakan Audensi agar permasalahan permasalahan MBG di Kabupaten Kayong Utara dapat di Klarifikasi dari Pihak Satgas dan Korwil sehingga Publik mendapatkan Informasi secara Utuh," ujarnya.

Masyarakat juga mendesak audit kinerja Korwil dan instansi terkait agar program MBG kembali berjalan. Hingga kini, Korwil belum beri keterangan resmi.

"Kami tidak ingin hak-hak siswa di Kayong Utara terabaikan hanya karena masalah koordinasi yang buruk. Perlu ada evaluasi total terhadap kinerja Korwil agar kejadian serupa tidak terulang," tukasnya. (Izhar)

Selasa, 03 Maret 2026

Kebersamaan Ramadan, PT Dharma Inti Bersama Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat Desa Pelapis

PT Dharma Inti Bersama menggelar buka puasa bersama di Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, mempererat silaturahmi, dukung UMKM lokal, dan salurkan bantuan Ramadan bagi warga.
PT Dharma Inti Bersama menggelar buka puasa bersama di Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, mempererat silaturahmi, dukung UMKM lokal, dan salurkan bantuan Ramadan bagi warga.

Pelapis, 26 Februari 2026 – Bulan suci Ramadan 1447 H menjadi momentum PT Dharma Inti Bersama (DIB) mempererat silaturahmi dengan masyarakat melalui kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan di Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, Kayong Utara.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan manajemen DIB, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta karyawan DIB yang sehari-hari tinggal dan beraktivitas bersama masyarakat Pelapis.

Dalam rangkaian acara, tausiah Ramadan yang disampaikan penceramah menekankan pentingnya menjaga silaturahmi, semangat berbagi, serta memperkuat kepedulian sosial sebagai bagian dari nilai-nilai Ramadan.

“Ramadan mengajarkan bahwa keberkahan hadir melalui kebersamaan dan kepedulian. Ketika perusahaan dan masyarakat berjalan bersama, manfaatnya akan dirasakan lebih luas,” ujar ustaz dalam tausiahnya.

Warga Dusun Kelawar, Desa Pelapis, mengumpulkan produk UMKM ke posko CSR untuk di jual ke Pulau Penebang, Kamis (26/2/2026).
Warga Dusun Kelawar, Desa Pelapis, mengumpulkan produk UMKM ke posko CSR untuk di jual ke Pulau Penebang, Kamis (26/2/2026).

Kepala Dusun Kelawar, Wasmiyadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran DIB yang tidak hanya menjalankan kegiatan operasional, tetapi juga aktif membangun hubungan sosial yang erat dengan masyarakat Pelapis melalui berbagai program pemberdayaan.

“Kami merasakan bahwa perusahaan hadir sebagai bagian dari masyarakat. Kegiatan seperti ini mempererat kebersamaan dan membuka ruang komunikasi yang baik. Kami berharap silaturahmi ini terus terjaga dan kerja sama antara DIB dan masyarakat semakin kuat pada masa mendatang,” ujarnya.

Sinergi yang baik antara perusahaan dan masyarakat juga terwujud melalui program pemasaran jajanan pasar produksi ibu-ibu Desa Pelapis selama bulan Ramadan di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP). Aneka jajanan yang dijajakan turut mewarnai ibadah puasa karyawan di Pulau Penebang, sehingga para pekerja tetap dapat menikmati takjil berbuka puasa dengan beragam pilihan menu.

Perwakilan manajemen DIB, Seno Ario Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis dan berkelanjutan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Warga dan perwakilan PT Dharma Inti Bersama menunggu waktu berbuka puasa di Masjid Darul Falah Dusun Kelawar, Kamis (26/2/2025). Bulan suci Ramadan 1447 H menjadi momentum PT Dharma Inti Bersama (DIB) mempererat silaturahmi dengan masyarakat Desa Pelapis.
Warga dan perwakilan PT Dharma Inti Bersama menunggu waktu berbuka puasa di Masjid Darul Falah Dusun Kelawar, Kamis (26/2/2025). Bulan suci Ramadan 1447 H menjadi momentum PT Dharma Inti Bersama (DIB) mempererat silaturahmi dengan masyarakat Desa Pelapis. 

“Kegiatan buka puasa bersama ini kami selenggarakan di Dusun Kelawar, Dusun Jaya, dan Dusun Raya di Desa Pelapis pada 26 Februari hingga 1 Maret 2026. Pada momen Ramadan ini, DIB juga akan menyalurkan bantuan bagi para janda serta anak-anak yatim piatu di Desa Pelapis seperti tahun sebelumnya. Semoga Ramadan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, DIB berharap nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang tumbuh di bulan Ramadan dapat semakin mempererat hubungan perusahaan dengan masyarakat serta menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan di masa mendatang.

Selasa, 23 Desember 2025

Kisah Empat Anak Muda Desa Pelapis Jadi Sarjana Pertama Hingga Peneliti Laut

Gilang, mahasiswa Teknik Mesin, Politeknik Negeri Pontianak asal Desa Pelapis
Gilang, mahasiswa Teknik Mesin, Politeknik Negeri Pontianak asal Desa Pelapis.
Pontianak, 23 Desember 2025 - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terbaru yang menunjukkan bahwa Kabupaten Kayong Utara masih berada di peringkat terakhir di Kalimantan Barat. Meski demikian, angka IPM Kayong Utara menunjukkan tren positif. Pada 2025, IPM tercatat sebesar 67,60, meningkat dari 67,05 pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa upaya pembangunan sumber daya manusia mulai menunjukkan hasil, sekaligus membuka ruang optimisme bagi masa depan daerah.

Peningkatan tersebut tidak lepas dari investasi jangka panjang di bidang pendidikan khususnya pada generasi muda yang akan menjadi penggerak kesejahteraan daerah di masa depan. Harapan itu tumbuh hingga ke wilayah pesisir seperti Desa Pelapis, yang terletak di Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. 

Sebagai desa pesisir, Desa Pelapis masih menghadapi keterbatasan akses, khususnya dalam bidang pendidikan dan ekonomi. Sebagian besar masyarakat masih menggantungkan hidup pada sektor perikanan dengan penghasilan yang tidak menentu. Akses pendidikan yang tersedia pun masih terbatas hingga jenjang SMP. Kondisi ini membuat pendidikan tinggi kerap terasa sulit dijangkau bagi banyak anak muda di Desa Pelapis sehingga banyak dari mereka yang memilih tidak kuliah dan langsung bekerja demi membantu orang tua. 

Meski begitu, di tengah realitas tersebut tumbuh semangat baru dari generasi muda yang berani melangkah lebih jauh. Mereka adalah Claudia, Tira, Florencia, dan Gilang, putra-putri dari Desa Pelapis yang melihat pendidikan sebagai jalan untuk membawa perubahan positif, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan tempat mereka berasal.

Hadirnya program beasiswa menjadi titik balik dalam perjalanan mereka. Bantuan ini meringankan beban biaya pendidikan, tempat tinggal, hingga kebutuhan hidup sehari-hari. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para penerima, tetapi juga oleh keluarga mereka. Orang tua dapat bekerja lebih tenang tanpa harus memikirkan biaya kuliah anak-anaknya. Sementara itu, dengan beban finansial yang berkurang, para penerima beasiswa pun dapat lebih fokus belajar dan menata masa depan dengan lebih percaya diri.
Mahasiswa Biologi, Universitas OSO asal Pelapis, Claudia.
Mahasiswa Biologi, Universitas OSO asal Pelapis, Claudia.
Seiring perjalanan perkuliahan, mimpi dan tujuan hidup para penerima beasiswa pun semakin terarah. Bagi Claudia, ketertarikannya pada biologi tumbuh seiring pemahamannya terhadap potensi dan tantangan wilayah pesisir. Ia bercita-cita menjadi peneliti laut dan ingin berkontribusi dalam upaya penyediaan air berkualitas bagi warga Desa Pelapis. “Setelah lama kuliah, pengen jadi peneliti laut di Desa Pelapis karena pengen orang-orang yang tinggal di sana lebih sejahtera,” kata Claudia.
Tira, mahasiswa Akuntansi, Universitas Tanjungpura asal Desa Pelapis.
Tira, mahasiswa Akuntansi, Universitas Tanjungpura asal Desa Pelapis.
Tidak hanya Claudia, Tira pun ingin memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pembangunan daerah asalnya. Ia menargetkan berkarir di instansi pemerintah, khususnya di bidang bea cukai, atau di perusahaan multinasional agar memiliki stabilitas karier. Hal tersebut dimulai dari tekadnya untuk menjadi sarjana pertama di keluarganya. “Pengen jadi sarjana yang pertama di keluarga,” ucap Tira.
Florencia, mahasiswa Manajemen Internasional, Universitas Tanjungpura, Florencia.
Florencia, mahasiswa Manajemen Internasional, Universitas Tanjungpura, Florencia.
Mahasiswa Manajemen Internasional, Universitas Tanjungpura, Florencia memandang pendidikan sebagai jendela untuk melihat dunia yang lebih luas. Ia bercita-cita melanjutkan studi S2 dan membawa keluarganya merasakan pengalaman jalan-jalan ke luar negeri. “Setelah lulus pengen S2 keluar negeri untuk dapat exposure dan pandangan yang lebih luas. Pokoknya gimanapun caranya harus bisa keluar negeri,” ujarnya. Di masa depan, Florencia juga ingin membangun usaha sendiri sebagai bentuk kemandirian dan peningkatan taraf hidup bagi keluarganya. 
Kisah Empat Anak Muda Desa Pelapis Jadi Sarjana Pertama Hingga Peneliti Laut
Kisah Empat Anak Muda Desa Pelapis Jadi Sarjana Pertama Hingga Peneliti Laut.
Sejalan dengan yang lainnya, kuliah membuka peluang yang lebih besar bagi Gilang. Selama kuliah, mahasiswa Teknik Mesin, Politeknik Negeri Pontianak ini semakin menunjukkan ketertarikannya pada dunia teknik sehingga ia bercita-cita menjadi seorang engineer. Di balik target profesional tersebut, Gilang menyimpan tujuan yang sederhana namun bermakna yakni membahagiakan orang tua dan suatu hari dapat memberangkatkan mereka menunaikan ibadah haji. “Cita-cita dari kecil pengen jadi engineer, pengen sukses biar bisa banggain orang tua dan bawa orang tua naik haji,” tuturnya.

Meski memiliki mimpi yang berbeda, keempatnya dipersatukan oleh motivasi yang sama, yaitu membanggakan orang tua, membuka peluang kehidupan yang lebih baik, serta membawa perubahan positif bagi Kayong Utara, khususnya Desa Pelapis. (*)
Mahasiswa asal Desa Pelapis bersama Wakil Bupati Kayong Utara Amru Chanwari dan manajemen PT DIB pada acara penyerahan beasiswa di Pontianak, September lalu.
Mahasiswa asal Desa Pelapis bersama Wakil Bupati Kayong Utara Amru Chanwari dan manajemen PT DIB pada acara penyerahan beasiswa di Pontianak, September lalu.
Program beasiswa dari PT DIB ini merupakan upaya untuk mendukung komitmen pemerintah daerah dalam memajukan dunia pendidikan, termasuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Kalimantan Barat, terutama di Kayong Utara. Sinergi antara sektor swasta dan pemerintah diharapkan dapat memperluas akses pendidikan dan membuka semakin banyak kesempatan bagi putra-putri Desa Pelapis untuk berkembang, membawa perubahan dan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.

Kamis, 18 Desember 2025

DIB Latih 64 Ibu Pesisir Pelapis Kembangkan Produk Bakso dan Nugget Ikan

DIB Latih 64 Ibu Pesisir Pelapis Kembangkan Produk Bakso dan Nugget Ikan
DIB Latih 64 Ibu Pesisir Pelapis Kembangkan Produk Bakso dan Nugget Ikan.

Pelapis, Kayong Utara, Desember 2025 - Upaya mendorong kemandirian ekonomi perempuan pesisir terus dilakukan di Desa Pelapis, Kecamatan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Sebanyak 64 ibu rumah tangga dari tiga dusun mengikuti pelatihan pengolahan hasil perikanan yang diinisiasi PT Dharma Inti Bersama (DIB), guna meningkatkan keterampilan mengolah ikan hasil tangkapan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Pelatihan ini diikuti peserta dari Dusun Kelawar sebanyak 28 orang, Dusun Jaya 22 orang, dan Dusun Raya 14 orang. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan peserta dari semua dusun di desa Pelapis, yang mencerminkan besarnya minat untuk mengembangkan usaha olahan ikan sebagai sumber pendapatan tambahan keluarga.

Kegiatan pelatihan dipandu oleh tenaga ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan didukung tim CSR DIB yang aktif mendampingi program pemberdayaan masyarakat di Desa Pelapis. Berdasarkan evaluasi pasca pelatihan, para peserta dinilai telah mampu menghasilkan produk olahan ikan dengan kualitas yang baik, mulai dari bentuk, tekstur, hingga cita rasa, serta memenuhi standar mutu.
DIB Latih 64 Ibu Pesisir Pelapis Kembangkan Produk Bakso dan Nugget Ikan
DIB Latih 64 Ibu Pesisir Pelapis Kembangkan Produk Bakso dan Nugget Ikan.
Program ini merupakan hasil kolaborasi PT DIB dengan Pemerintah Desa Pelapis dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat sesuai karakter wilayah pesisir. Seluruh produk hasil pelatihan telah memiliki jaminan pasar dan akan diserap oleh proyek Penebang yang tengah berjalan. Meski demikian, peluang pemasaran ke segmen yang lebih luas tetap terbuka dan akan dikembangkan secara bertahap seiring peningkatan kapasitas produksi dan kelengkapan perizinan.

Produk utama yang dikembangkan dalam pelatihan ini meliputi bakso ikan dan nugget ikan. Selain pelatihan teknis pengolahan, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait pengemasan produk, penerapan sanitasi dan higienitas produksi, serta perhitungan modal dan biaya usaha untuk memperkuat pemahaman aspek bisnis.

External Relation Manager PT Dharma Inti Bersama, Seno Ario Wibowo, mengatakan perusahaan berkomitmen mendukung peningkatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. “Sebagai pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang, kami ingin memastikan masyarakat pesisir, khususnya keluarga nelayan, memiliki sumber pendapatan tambahan di luar musim tangkap,” ujarnya.

Ia menambahkan, produk olahan yang dihasilkan saat ini telah mengantongi sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan tengah dalam proses pengurusan perizinan lanjutan. “Prioritas kami adalah sertifikasi halal. Selanjutnya, pengajuan izin BPOM direncanakan pada 2026 agar produk dapat dipasarkan lebih luas dan memenuhi standar keamanan pangan,” pungkasnya.

Jumat, 12 Desember 2025

Talenta Insinyur Muda Kalimantan Barat Menjemput Peluang dari Pulau Penebang

Talenta Insinyur Muda Kalimantan Barat Menjemput Peluang dari Pulau Penebang
Talenta Insinyur Muda Kalimantan Barat Menjemput Peluang dari Pulau Penebang.
Pontianak, 12 Desember 2025 - Menjadi provinsi dengan luas terbesar kedua di Indonesia, serta potensi kekayaan alam yang dimiliki menjadikan Kalimantan Barat memiliki peluang dan tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah bagaimana putra daerah dapat terlibat dan berkontribusi dalam proses pembangunan dan pemanfaatan potensi yang dimiliki. Saat ini sesuai dengan Permenko No. 16/2025, terdapat sembilan kawasan industri di Pulau Kalimantan yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Empat diantaranya berada di Kalimantan Barat.

Kondisi ini menunjukan bahwa saat ini dan kedepan pembangunan di Kalbar akan berjalan sangat masif. Pembangunan PSN dan beberapa proyek strategis pemerintah provinsi Kalbar tentu akan membutuhkan sumber daya manusia (SDM) dengan berlatar ilmu dan kemampuan di bidang teknik. Kebutuhan insinyur dari berbagai spesialisasi akan meningkat.

Merespon tantangan dan kebutuhan ini, PT Dharma Inti Bersama sebagai pengelola Kawasan Industri Penebang (KIPP) salah satu PSN di Kalimantan Barat melakukan program Operations Development Program (ODP). Program ini adalah bentuk inisiatif, perhatian dan kontribusi perusahaan dalam mendukung pengembangan SDM di Kalimantan Barat. Dengan keyakinan bahwa Kalimantan Barat memiliki potensi, talenta dan tenaga muda yang perlu didukung dan diberi kesempatan, kegiatan ODP ini menjadi bukti peran positif swasta terhadap pembangunan SDM daerah, tidak semata pembangunan fisik semata namun juga SDM yang akan membangunnya.
Talenta Insinyur Muda Kalimantan Barat Menjemput Peluang dari Pulau Penebang
Talenta Insinyur Muda Kalimantan Barat Menjemput Peluang dari Pulau Penebang.
Operations Development Program (ODP) dilakukan DIB sebagai upaya perusahan untuk memprioritaskan dan memaksimalkan penyerapan tenaga kerja asli Kalimantan Barat. Di KIPP serapan tenaga kerja lokal menjadi prioritas. Kehadiran KIPP tidak hanya membangun industri, tetapi juga membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk maju dan bersama membangun daerah serta  meningkatkan kesejahteraan keluarga. ODP berlangsung pada awal Desember 2025, bertempat di Ruang Conference Universitas Tanjungpura (Untan), acara ini mampu mengumpulkan ratusan kandidat putra daerah dari berbagai kabupaten untuk selanjutnya akan mendapatkan pembekalan intensif berupa penguatan leadership, technical skill, hingga exposure ke praktik industri modern. Tidak hanya itu, program ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman belajar di luar negeri, seperti Tiongkok.

Antusiasme para peserta yang hadir saat Walk-in Interview ODP terlihat dari jumlah peserta yang hadir, namun juga dari cerita yang disampaikan dalam proses wawancara. Tidak hanya sekedar membawa CV, peserta yang hadir juga menunjukan tekad dan semangat untuk ambil bagian dalam pembangunan tanah kelahirannya. Bagi mereka, ODP yang dilakukan DIB bukan sekadar event. Ini adalah peluang untuk menjadi engineer muda di industri besar.

Di antara pelamar, ada yang menempuh perjalanan panjang, naik kapal berjam-jam demi mengikuti proses rekrutmen. Beberapa di antara mereka bahkan sudah mencoba melamar berkali-kali sebelum akhirnya lolos seleksi.

“Program ini bisa mewujudkan mimpi saya sebagai seorang engineer. Saya berharap dapat mengembangkan karier di KIPP. Melalui ODP ini, para fresh graduate seperti saya punya kesempatan dan dipersiapkan untuk bersaing serta membangun jalur karir yang lebih jelas kedepannya,” ucap Robin, salah satu pelamar asal Kayong Utara.

Saat ini, 69 persen tenaga kerja yang terserap di KIPP adalah pekerja yang berasal dari Kalimantan Barat, dan angka akan terus diupayakan untuk meningkat. Dengan semakin banyak tenaga kerja setempat yang terserap, diharapkan menimbulkan multiplier effect bagi Kabupaten Kayong Utara, sehingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kayong Utara terus meningkat.

Kamis, 11 Desember 2025

Pasar Murah Artha Graha Peduli, Bantu Warga Pelosok Desa Hadapi lonjakan Harga Akhir Tahun

Pasar Murah Artha Graha Peduli, Bantu Warga Pelosok Desa Hadapi lonjakan Harga Akhir Tahun
Kegiatan Artha Graha Peduli di desa Sutera kecamatan Sukadana kabupaten Kayong Utara.
Kayong Utara (Borneo Tribun) - PT Artha Graha grup (AG Grup) melakukan kegiatan pasar murah diberbagai lokasi dimana areal usaha ada. Satu diantaranya adalah di Kecamatan Simpang Hilir kabupaten Kayong Utara lewat kelompok usaha PT Jalin Vaneo (JV) dan PT Cipta Ushaa Sejati (CUS). 

Mengutip laman media sosial korporasi, gelaran pasar murah ini menyasar sampai  ke pelosok desa titik dimana domisili masyarakat terbilang jauh dari pasar dan pusat kota yang rentan dengan kenaikan harga setiap akhir tahun. 

Pasar murah ini diakui sebagai wujud dari program tahunan Artha Graha Peduli (AGP) sebagai upaya membantu masyarakat karena dampak lonjakan musiman kenaikan harga yang terjadi setiap tahun. 

Gelaran pasar murah AGP ini berlangsung sejak 11 Desember 2025. Kegiatan ini diadakan di berbagai daerah pada wilayah kerja unit usaha Artha Graha Group dan Artha Graha Network di seluruh Indonesia.

Untuk Kalimantan Barat, kegiatan ini dibawah kendali grup usaha AGP yakni PT Pasifik Agro Sentosa melalui PT Mitra Aneka Rezeki di Kabupaten Kubu Raya serta PT Cipta Usaha Sejati dan PT. Jalin Vaneo di Kabupten Kayong Utara.

Pasar murah ini menyediakan ratusan ribu paket sembako dengan harga terjangkau. Setiap paket berisi beras, minyak goreng, gula, serta berbagai kebutuhan bahan pokok lainnya.

Program ini selalu mendapat respons positif karena mampu memberikan akses pangan lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta kelompok rentan.

Pasar Murah AGP tidak hanya bertujuan meringankan beban masyarakat, tetapi juga mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional. 

Melalui Pasar Murah, AGP berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga dengan harga lebih terjangkau sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial Artha Graha Group dan Artha Graha Network.

Pasar Murah menjadi kontribusi AGP untuk mendukung arahan Bapak Presiden agar stabilitas pangan tetap terjaga. AGP akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak agar masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

AGP mengajak masyarakat di setiap wilayah pelaksanaan untuk memanfaatkan program ini, dengan harapan dapat membantu menekan dampak kenaikan harga pangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi keluarga.

Kamis, 20 November 2025

DIB Salurkan Lampu Celup untuk Dongkrak Hasil Nelayan Pelapis

DIB Salurkan Lampu Celup untuk Dongkrak Hasil Nelayan Pelapis
DIB Salurkan Lampu Celup untuk Dongkrak Hasil Nelayan Pelapis.
Sukadana (Borneo Tribun) — Di tengah musim tangkap ikan yang menjadi periode paling dinantikan nelayan kelong di Desa Pelapis, PT Dharma Inti Bersama (PT DIB) menyalurkan bantuan puluhan unit lampu celup bawah air kepada sekitar 130 nelayan. Bantuan ini diyakini mampu meningkatkan efektivitas penangkapan ikan dan cumi di perairan Kepulauan Karimata.

Momentum penyerahan bantuan ini menjadi sangat tepat, karena nelayan Desa Pelapis tengah memasuki musim puncak penangkapan ikan, di mana aktivitas di kelong meningkat tajam. Pada periode ini, keberhasilan menangkap ikan sangat ditentukan oleh kelengkapan alat tangkap, termasuk pencahayaan yang memadai untuk menarik gerombolan ikan berkumpul di sekitar kelong.

Lampu celup, alat bantu cahaya bawah air, kini menjadi teknologi yang semakin banyak digunakan oleh nelayan di berbagai daerah. Beberapa nelayan dampingan CSR PT DIB yang telah lebih dulu mencobanya melaporkan kenaikan hasil tangkapan yang cukup signifikan, terutama pada ikan teri dan cumi-cumi, dua komoditas utama nelayan kelong di Desa Pelapis.
DIB Salurkan Lampu Celup untuk Dongkrak Hasil Nelayan Pelapis
DIB Salurkan Lampu Celup untuk Dongkrak Hasil Nelayan Pelapis.
Lampu celup diterima sekitar 130 orang nelayan dari tiga dusun, yakni Dusun Raya, Dusun Jaya, dan Dusun Kelawar. Para nelayan yang hadir menyambut bantuan ini dengan antusias, mengingat alat ini langsung dapat digunakan dalam musim tangkap yang diperkirakan berlangsung hingga awal tahun mendatang.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kecamatan Kepulauan Karimata, Saruji, turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif PT DIB.

“Kami dari Kecamatan Pulau Karimata mengucapkan terima kasih kepada DIB atas bantuan lampu celup ini. Semoga alat ini membantu meningkatkan hasil tangkap nelayan di kelong. Sekarang awal musim kelong dan beberapa masyarakat sudah mulai dapat hasil. Mudah-mudahan dengan lampu celup, hasilnya bisa lebih banyak lagi,” ujarnya.

Para nelayan juga merasakan manfaat awal dari teknologi ini. Tomo, nelayan setempat, mengatakan lampu celup memberikan peluang lebih besar untuk meningkatkan hasil pada musim yang hanya datang sekali setahun.

“Banyaknya hasil tangkapan tergantung banyak hal. Tapi kalau alat lengkap dan tempatnya pas, bisa lebih maksimal. Saya lihat kelong teman yang sudah pakai lampu celup, ikan teri langsung berputar mengelilinginya. Harapannya, ikan makin banyak masuk setelah pakai alat ini,” tuturnya. 

External Relation Manager PT DIB, Seno Ario Wibowo, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari CSR Bidang Ekonomi yang ditujukan untuk mendukung optimalisasi perikanan tangkap masyarakat pesisir.

“Bantuan lampu celup ini kami berikan agar nelayan bisa memanfaatkan musim tangkap secara maksimal. PT DIB berkomitmen mendukung peningkatan ekonomi masyarakat Pelapis melalui alat tangkap yang efektif dan ramah lingkungan. Kami berharap manfaatnya bisa dirasakan langsung pada musim ini,” kata Seno.

Menurutnya, program ini tidak hanya berhenti pada distribusi alat, tetapi akan dilanjutkan dengan pendampingan teknis dan monitoring penggunaan, agar alat dapat bekerja optimal dan memberikan hasil yang konsisten bagi nelayan.

Program optimalisasi perikanan tangkap ini, yang dilengkapi dengan pengembangan budidaya ikan air tawar melalui kolam akuaponik serta kegiatan pengolahan hasil laut oleh kelompok ibu-ibu di Desa Pelapis, merupakan bagian dari program CSR PT DIB. Inisiatif ini menjadi wujud sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat perekonomian di Kayong Utara, khususnya di Desa Pelapis.  ***

Kamis, 30 Oktober 2025

Dampak Perubahan Regulasi, RSUD Djamaludin Sukadana Terancam Alami Kosong Dokter Spesialis

Dampak Perubahan Regulasi, RSUD Djamaludin Sukadana Terancam Alami Kosong Dokter Spesialis
Dampak Perubahan Regulasi, RSUD Djamaludin Su.kadana Terancam Alami Kosong Dokter Spesialis
Sukadana (Borneo Tribun) - Imbas pemberlakuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), memunculkan persoalan baru bagi rumah sakit Djamaludin Sukadana Kayong Utara berupa bakal kehilangan tenaga medis non PNS. 

Persoalan ini diungkapkan Kepala bagian tata usaha runah sakit itu, Ridwansyah yang dikutip dari akun media sosial sesorang.

Ridwandyah menuliskan, pangkal persoalan ini adalah adanya pasal dalam regulasi teraebut yang mengharuskan Pemda melakukan penataan tenaga non PNS. paling lama per tanggal 24 Desember 2025. 

"Konsekuensinya, mulai tahun 2026 mendatang, pemerintah daerah tidak lagi diperbolehkan menganggarkan pembayaran honorarium bagi tenaga non-ASN, termasuk dokter spesialis yang berstatus non-ASN di rumah sakit daerah," tulis Ridwansyah. 

Ia menyampaikan, selama ini gaji para dokter spesialis di RSUD ditanggung oleh APBD dan penerimaan rumah sakit. 

Menurut dia,  besaran penghasilan yang diterima para dokter spesialis perbulan sebesar Rp 40 juta. 

*Angka ini cukup besar untuk ukuran Kalbar.," katanya.

Atas penerapan regulasi itu,  otomatis ada perubahan. Tenaga bonor harus beralih status menjadi pegawai PPPK, dengan penghasilan menyesuaikan aturan.  Namun, beberapa dokter menurut dia dengan pertimbangan tertentu cenderung memilih keluar dari runah sakit. 

"Sebagian besar dokter spesialis yang bertugas saat ini merupakan tenaga non-ASN yang direkrut dari luar daerah,. Paling 2/3 tahun mereka (dokter) sudah resign" kata  Ridwansyah.

Untuk mencari solusi, Pemda dan pihak runah sakit sudah menjelaskan persoalan yang dihadapi kepada Pemerintah Pusat. Hal ini dilakukan untuk memperoleh pertimbangan lain atas penerapan aturan tersebut.

Menurut Ridwan, jika tidak ada regulasi itu, kondisi rumah sakit masih aman dan tetap memberikan layanan.  Bahkan, Pemda sudah menganggarkan pembayaran gaji para tenaga medis untuk tahun depan. 

"Anggaran nya sudah ada untuk pembayaran gaji mereka menggunakan APBD cuma masalahnya regulasi tersebut lah ganjalan nya. Kami sudah meminta pertimbangan pemerintah pusat untuk memberi opsi lain," kata Ridwansyah.

Untuk diketahui,  rumah sakit Djamaludin bertipe rumah sakit C dengan layanan medis berupa spesialis anak, bedah, kandungan, gigi penyakit dala, spesialis patologi klinik spesialis radiologi, anastesidan spesialis anestesiologi. 

Penulis: Muzahidin.

Polisi Tutup Kasus Kematian Mirawati, Terduga Pelaku Dinyatakan Meninggal Saat Ditangkap

Polisi Tutup Kasus Kematian Mirawati, Karyawan PT CUS, Terduga Pelaku Dinyatakan Meninggal Saat Ditangkap
Polisi Tutup Kasus Kematian Mirawati, Karyawan PT CUS, Terduga Pelaku Dinyatakan Meninggal Saat Ditangkap.
Kayong Utara (Borneo Tribun) - Kordi (25) terduga pelaku pembunuhan karyawati perusahaan perkebunan di Kayong Utata bernama Mirawati yang terjadi beberapa waktu lalu di Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara diserahkan ke keluarga dalam kondisi meninggal dunia. 

Kasat Reskrim Polres Kayong Utara Iptu Hendra Gunawan mengatakan pelaku masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pencurian disertai kekerasan. 

Menurut Hendra, pelaku ini juga seorang residivis dalam kasus yang sama yakni membunuh seorang anggota Polisi di Ketapang.

 
Hendra mengatakan, saat mau ditangkap Kordi melawan.  Petugas tak punya pilihan, sehingga harus melakukan tindakan tegas dan terukur. 

"Pelaku ini masuk DPO kita, waktu mau ditangkap, pelaku mau melarikan diri, sempat diberikan tembakan peringatan, namun masih berusaha kabur dan akhirnya dilakukan tindakan terukur," kata Hendra kepada wartawan, hari ini.

Dalam kondisi kritis, terduga pelaku sempat dibawa ke rumah sakit di Lamandau Kalimantan Tengah. Tetapi karena kondisinya kritis, nyawanya tidak bisa diselamatkan. 

Jenazah kemudian diserahkan ke keluarga untuk disemayamkan. Hendra mengatakan,  keluarga terduga pelaku menerima kejadian ini sebagai konsekuensi perbuatan pelaku. 

"Orang tua terduga ini menerima sebagai akibat perbuatanya sendiri," kata Hendra.

Hendra mengatakan, motif tewasnya Mirawati ditangan pelaku diduga murni pencurian disertai tindakan kekerasan. 

"Penyelidikan awal, pelaku mau mencuri, tapi saat kejadian itu korban (Mirawati) ketahuan. Karena pelaku membawa senjata tajam langsung menghabisi korban. Barang korban diambil pelaku dan dibawa kabur ke Lamandau," kata Hendra.

Menurut Hendra, atas meninggalnya pelaku, kasus kematian karyawan perusahaan kelapa sawit ini dianggap selesai.

Oleh: Muzahidin

Selasa, 28 Oktober 2025

Bupati Romi Lantik PNS Malas Ngantor dengan Naik Jabatan, Padahal Sering Ditegur Atasan

Bupati Romi Lantik PNS Malas Ngantor dengan Naik Jabatan, Padahal Sering Ditegur Atasan. (Gambar ilustrasi)
Bupati Romi Lantik PNS Malas Ngantor dengan Naik Jabatan, Padahal Sering Ditegur Atasan. (Gambar ilustrasi)
Kayong Utara - Oknum PNS kantor kecamatan Simpang Hilir,kabupaten Kayong Utara berinisial SN disebut-sebut malas ngantor. Meski demikian, SN masih diberi kenaikan jabatan oleh Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya. 

Camat kecamatan Simpang Hilir kabupaten Kayong Utara, Muhammad Achfan membenarkan ada nama stafnya bernama SN. Menurut Achfan, saat ini SN menjabat sebagai kepala seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib)

"Ada, Ia saat ini sebagai Kasi Trantib, sebelum diangkat pada 1 Oktober lalu, SN sebagai staf di kantor kecamatan," kata Achfan, Selasa (28/10/2025). 

Berdasarkan absensi pegawai, dalam sepekan, SN bekerja hanya 2 atau 3 hari dari jam kerja sesuai aturan. Selebihnya lebih banyak tidak masuk kantor tanpa keterangan jelas.

"Sewaktu masih staf, memang kalau ngantor paling 2 atau 3 hari. Inipun sudah saya sampaikan lisan ke BKPSDM, sungguh demikian, SN masih dapat jabatan," kata Ahcfan. 

Diduga, bolosnya PNS ini karena mengurusi kegiatan usaha pribadinya sebagai pedagang yang biasa berjualan di  wilayah kecamatan Simpang Hilir bahkan sampai ke kecamatan Teluk Batang. 

Menurut Achfan, sebagai pembina yang diamanatkan Undang-undang Kepegawaian, dirinya mengaku sudah menjalankan tahapan pembinaan. Termasuk menyampaikan kinerja SN kepada Pemda. 

"Upaya komunikasi dengan memanggil beliau ke ruangan saya sudah, termasuk memberikan info kepada BKPSDM, tapi nampaknya belum juga ada perubahan dari yang bersangkutan," kata Achfan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BKPSDM Kayong Utara Tasfirani mengatakan, PNS yang kerap membolos saat jam kerja dapat dikenakan sanksi ringan sampai pemecatan. 

"Dalam PP 94 tahun 2021 tentang disiplin PNS sudah jelas, PNS yang tidak hadir tanpa keterangan akan dikenakan sanksi disiplin ringan, sedang, atau berat. Namun tentu melalui pembinaan atasan langsung dulu," katanya, hari ini. 

Dikonfirmasi hal ini, SN menepis dirinya disebut kerap bolos kantor dan melalaikan tugasnya sebagai abdi negara. Ia juga mengaku baru saja istirahat seleoas membantu persoalan sengketa tanah yang dialami seorang warga. 

"Tadi saya baru membantu masyarakat menyelesaikan masalah tanah, baru dari kantor juga ini. Saya pun tidak pernah memerima surat peringatan (SP) soal kehadiran saya. Jadi saya kira tidak ada masalah soal kehadiran saya," kata SN, Selasa (28/10/2025). 

Penulis: Muzahidin. 

Rabu, 15 Oktober 2025

Efisiensi Anggaran 2026, Tokoh Muda Kayong Utara Dukung Langkah Bupati Aktif Menjaring Anggaran ke Pemerintah Pusat

Efisiensi Anggaran 2026, Tokoh Muda Kayong Utara Dukung Langkah Bupati Aktif Menjaring Anggaran ke Pemerintah Pusat

Kayong Utara – Dalam menghadapi kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026, Sabirin salah satu tokoh muda di Kabupaten Kayong Utara menyatakan dukungannya terhadap langkah Bupati yang dinilai aktif menjalin komunikasi dengan Pemerintah Pusat untuk menjaga stabilitas pembangunan Daerah.

Kebijakan efisiensi yang dilakukan Pemerintah Pusat, salah satunya melalui pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar kurang lebih Rp180 miliar, menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Daerah. Namun, menurut Sabirin, langkah strategis Bupati untuk memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga pusat merupakan tindakan yang tepat guna memastikan keberlanjutan program prioritas di Daerah.

“Kita tidak bisa hanya bergantung pada dana transfer Pusat. Upaya Bupati menjaring anggaran tambahan melalui program kementerian adalah bentuk respons cepat terhadap situasi efisiensi fiskal nasional,” ujar salah satu tokoh muda Kayong Utara, Sabirin, Rabu (15/10/2025).
Efisiensi Anggaran 2026, Tokoh Muda Kayong Utara Dukung Langkah Bupati Aktif Menjaring Anggaran ke Pemerintah Pusat

Ia menegaskan, meskipun efisiensi menjadi keniscayaan dalam situasi fiskal saat ini, pelayanan publik tidak boleh dikorbankan. Pemerintah Daerah diminta tetap menjaga kualitas layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur agar masyarakat tidak benar-benar merasakan terdampak.

Selain itu, Sabirin juga mengingatkan pentingnya menjaga hak-hak pegawai, terutama Aparatur Sipil Negara (ASN), agar kinerja Pemerintahan tetap maksimal di tengah keterbatasan anggaran.

"Motivasi pegawai harus dijaga. Jangan sampai efisiensi justru membuat semangat kerja menurun. Hak pegawai, seperti tunjangan dan insentif, harus tetap menjadi perhatian,” tambahnya.

Sabirin Yang juga merupakan Bappilu Partai Nasdem dan Anggota MD KAHMI Kayong Utara juga Menekan Kepada Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) untuk lebih selektif dalam merancang program kerja tahun 2026. Ia menegaskan agar tidak ada program titipan yang tidak termasuk dalam skala prioritas pembangunan Daerah.

"Bapperida harus menjadi filter utama. Program yang tidak punya urgensi atau tidak berdampak langsung bagi masyarakat sebaiknya ditunda dulu. Fokuskan pada hal yang benar-benar prioritas," tegasnya.
Efisiensi Anggaran 2026, Tokoh Muda Kayong Utara Dukung Langkah Bupati Aktif Menjaring Anggaran ke Pemerintah Pusat

Langkah efisiensi anggaran ini diharapkan tidak hanya menjadi upaya menyesuaikan diri dengan kondisi fiskal nasional, tetapi juga menjadi momentum bagi Pemkab Kayong Utara untuk memperkuat tata kelola Keuangan Daerah yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis hasil.

Selasa, 07 Oktober 2025

Pemberian Makanan Tambahan PT DIB di Desa Pelapis Tingkatkan Kunjungan Masyarakat ke Posyandu

Pemberian Makanan Tambahan PT DIB di Desa Pelapis Tingkatkan Kunjungan Masyarakat ke Posyandu
Pemberian Makanan Tambahan PT DIB di Desa Pelapis Tingkatkan Kunjungan Masyarakat ke Posyandu.
Sukadana (Borneo Tribun) – Dalam upaya meningkatkan kesehatan bayi dan balita serta mencegah stunting, PT Dharma Inti Bersama (DIB), pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) melakukan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi bayi dan balita di Desa Pelapis. 

Program ini terlaksana berkat kolaborasi PT DIB dengan Puskesmas dan Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di tiga Dusun di Desa Pelapis. Sedikitnya 100 bayi dan balita menerima paket makanan tambahan berupa; susu UHT, biskuit, telur rebus dan kacang hijau.

Ketua Kader Posyandu Strawberry Dusun Jaya Desa Pelapis, Jumailian mengungkapkan rasa syukurnya dan berterimakasih kepada PT DIB atas terlaksananya program PMT. Program ini menurutnya dapat menambah asupan gizi anak-anak di Desa Pelapis. Hal senada disampaikan oleh Ema Nurhajah, Ketua Kader Posyandu Mangga Harum Dusun Kelawar. 

“Dengan adanya pemberian makanan tambahan ini pemenuhan protein bagi anak-anak di Pelapis dapat meningkat”. Semoga program ini bisa berjalan terus demikian harapnya. 
Pemberian Makanan Tambahan PT DIB di Desa Pelapis Tingkatkan Kunjungan Masyarakat ke Posyandu
Pemberian Makanan Tambahan PT DIB di Desa Pelapis Tingkatkan Kunjungan Masyarakat ke Posyandu.
Tenaga kesehatan Puskesmas Desa Pelapis, Agung Prasetyo, S.Kep. menyambut baik program PMT yang dilakukan PT DIB. Menurutnya dengan adanya program PMT di semua dusun di Desa Pelapis terbukti meningkatkan jumlah kunjungan ibu dan anak ke Posyandu, sehingga program ini turut mendukung pencapaian program-program pemerintah lainnya seperti sosialisasi dan penyuluhan kesehatan, pemantauan kesehatan dan vaksinasi. 

“Program ini menjadi daya tarik masyarakat untuk mau datang ke Posyandu, yang tadinya kunjungan hanya dihadiri belasan orang sekarang meningkat menjadi puluhan. Dengan kunjungan ibu dan anak ke Posyandu, maka berat dan tinggi anak dapat termonitor dengan baik, dan jika ada anak atau balita yang teridentifikasi kurang dalam tumbuh kembang baik tinggi maupun berat badan akan segera mendapat konsultasi dan pendampingan khusus dari ahli gizi di Puskesmas Pelapis”. Kegiatan ini adalah bentuk sinergis swasta dan pemerintah sejalan dengan program nasional Ayo ke Posyandu, demikian pungkasnya.

PT DIB memiliki komitmen terhadap generasi penerus Desa Pelapis, selain program PMT, perusahaan juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa asal Desa Pelapis yang sedang menempuh pendidikan jenjang S1 baik yang berkuliah di Kota Pontianak maupun Kabupaten Ketapang. Pada tahap pertama ada 15 orang yang mendapatkan bantuan biaya pendidikan per semester dan biaya kos tahunan hingga 8 semester (4 tahun). 

Dengan demikian para mahasiswa asal Desa Pelapis bisa belajar dengan tenang, tanpa terbebani pikiran biaya, dan fokus menyelesaikan studi hingga selesai dan menjadi agen perubahan Kayong Utara. Bantuan beasiswa secara simbolis diserahkan oleh Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, di Pontianak, pada Jumat 19 September 2025.

Seno Ario Wibowo, External Relation Manager PT DIB mengatakan, program PMT dan beasiswa adalah wujud komitmen perusahaan dalam membangun kapasitas sumber daya manusia di Desa Pelapis, 

“Kami percaya bahwa kesehatan dan gizi yang baik bagi anak dan balita adalah fondasi penting bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui program kesehatan dan pendidikan, kami berharap bisa memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Pelapis." kata Seno.

Serangkaian program tanggung jawab sosial perusahaan/corporate social responsibility (CSR) telah dilakukan DIB sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Secara berkala perusahaan menggelar kegiatan DIB Care yang memfokuskan pada bidang kesehatan berupa penyuluhan, konsultasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan umum. Dukungan terhadap ekonomi masyarakat pesisir juga dilakukan melalui pelatihan teknologi penangkapan ikan, budidaya perikanan, dan pengolahan hasil laut.

Senin, 06 Oktober 2025

Mobil Boks SPPG Kecelakaan dengan Pemotor di Nipah Kuning Kayong Utara

Foto: Mobil Boks SPPG Kecelakaan dengan Pemotor di Nipah Kuning Kayong Utara



KAYONG UTARA - Mobil boks pembawa menu makanan Gratis atau MBG nabrak pengendara motor yang sedang membawa keranjang berisi getah karet di persimpangan Sungai Sambas desa Nipah Kuning kabupaten Kayong Utara (KKU) pada Senin, (06/10/2025) sekitar pukul 11.35 wiba.


Korban diketahui bernama panggilan Manteb, warga trans Rantau Panjang KKU.


Iwan Candra, saksi atas peristiwa tersebut mengatakan, mobil berlogo BGN itu melaju dari arah Teluk Melano menuju Teluk Batang. aat itu sedang membawa makanan gratis untuk siswa SDN 33 Sungai Sambas Nipah Kuning. 

Sementara korban juga melaju dari arah yang sama hendak berbelok masuk ke arah jalan Sungai Sambas. Pas di pertigaan jalan masuk kampung tersebut, tetiba dari arah belakang mobil boks SPPG yang dikemudikan Yoga menabrak sepeda motor korban.


"Tabrakan satu arah. Mobil MBG mau belok ke arah jalan kampung Sungai Sambas, motor itu juga belok. Laju mungkin mobil boks itu. Dari belakang tetiba nabrak pengendara. Lukanya cukup serius," ujar Iwan. 


Kecelakaan itu membuat korban luka serius pada bagian kaki, tangan dan luka di bagian kening. 


Sementara motor korban saat ini sedang disimpan di Mapolsek Simpang Hilir Teluk Melano untuk diselidiki. 


"Kendaraan sementara kita amankan dulu di Mapolsek. Korban sudah di rujuk ke rumah sakit Djamaludin Sukadana," ujar Kapolsek Simpang Hilir, AKP Dede 


(Muzahidin)

Senin, 29 September 2025

Dapur MBG Yayasan Mitra Sejahtera di Teluk Melano Beroperasi Belum Kantongi Sejumlah Izin

Dapur MBG Yayasan Mitra Sejahtera di Teluk Melano Beroperasi Belum Kantongi Sejumlah Izin
Foto Menu MBG dari SPPG Teluk Melano yang diduga pemicu dugaan keracunan siswa SMP PGRI Pulau Kumbang.
Teluk Melano, Borneo Tribun - Dapur pengelola makan bergizi gratis atau dapur MBG yang di kelola Yayasan Mitra Sejahtera berlokasi di jalan provinsi desa Teluk Melano -Teluk Batang kabupaten Kayong Utara ternyata beroperasi belum memiliki izin lengkap.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Kayong Utara, dr Maria Fransisca Antonely menjelaskan, penerbitan perizinan di level kabupaten berada pada dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). 

Kendati demikian,menurut dia, terkait perijinan seperti sertifikat layak higienis dan sanitasi (SLHS) biasanya tetap memerlukan rekomendasi dinas Kesehatan sebelum izin resminya diterbitkan PTSP. 

"Sampai sekarang kita belum mengeluarkan rekomendasi untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah ada beroperasi di Kayong Utara ini," ujarnya, pada Kamis pekan lalu (25/09/2025) saat ditanya Borneo Tribun ketika mengecek kasus dugaan keracunan di Puskesmas Teluk Melano. 

Meski belum berizin, Ia meminta agar pengelola SPPG tetap memperhatikan dan memprioritaskan proses penyajian menu makanan MBG kepada siswa sesuai standar kesehatan dan kebersihan untuk mencegah kemungkinan kasus keracunan dari makanan yang disuguhkan pengelola dapur. 

Sementara itu, mewakili Yayasan Mitra Sejahtera, Candra mengatakan, dapur MBG ini mengelola 2.116 porsi makanan per hari yang didistribusikan kepada siswa PAUD, SD, SMP sampai SMA/SMK.

Candra menjelaskan, pihaknya sedang mempersiapkan proses sertifikasi halal yang sempat tertunda akibat simpang siur informasi dari Badan Gizi Nasional (BGN). 

"Kami lagi melanjutkan persiapan sertifikasi yang sempat saya batalkan karena ada info akan dilakukan oleh pihak BGN. InsyaAllah dalam wakru dekat sudah terbit," kata Candra. 

Candra bilang, sebagai ketua HIPMI Kayong Utara, persoalan perizinan dapur MBG juga menjadi atensi pihaknya. Candra mengatakan, rencananya HIPMI KKU dibantu Polres setempat akan menjadi pihak penyedia sertifikat halal dan sertifikasi Demi Chef. 

"Karena yang punya gagasan utama HIPMI dan Kapolres supaya cepat mendapatkan izin standar semua SPPG KKU. Itupun bagi yang mau dengan agenda kami," kata Candra. 

Muzahidin

Lagi, 9 Siswa SMP PGRI Pulau Kumbang Diduga Keracunan Makanan MBG dari dapur SPPG Teluk Melano

Lagi, 9 Siswa SMP PGRI Pulau Kumbang Diduga Keracunan Makanan MBG dari dapur SPPG Teluk Melano
Menu MBG dari dapur SPPG desa Teluk Melano Kayong Utara diduga mengandung racun.
Kayong Utara, Borneo Tribun - Lagi, sebanyak 9 orang siswa SMP PGRI desa Pulau Kumbang kecamatan Simpang Hilir kabupaten Kayong Utara dirawat di Puskesmas Teluk Melano karena mengeluhkan sakit sesak napas, pusing, mual, sakit perut hingga muntah-muntah seusai menyantap hidangan dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin pagi (29/09/2025).

Dugaan sementara, siswa yang alami sakit itu akibat mengkonsumsi menu makanan telur diduga sudah busuk, goreng tahu dan oseng-oseng kol campur wortel berlendir. 

Kepala Puskesmas Teluk Melano, Azwar mengkonfirmasi peristiwa itu. Azwar mengatakan, ke-9 siswa itu datang pertama-tama ke Puskesmas dengan keluhan hampir seragam yakni pusing, sakit perut, mual dan muntah-muntah.

"Mereka datang ke Puskesmas sekitar jam 9.25 pagi dengan keluhan hampir sama semua yakni sakit perut,mual sampai muntah. Katanya abis makan dari MBG yakni telur, oseng-oseng kol dan tahu goreng," kata Azwar, dihubungi Borneo Tribun, Senin malam (29/09/2025)

Azwar mengatakan, sampai saat ini, ada dua orang pelajar yang masih dirawat inap pada salah satu ruangan di Puskesmas. Sedangkan 7 orang lainya dilakukan rawat jalan sambil diobeservasi oleh petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) desa Pulau Kumbang.

"Sampai pukul 12.45 siang, 2 orang kami tahan untuk dirawat inap, sedangkan 7 orang kami pulangkan sambil lakukan tindakan observasi melalui petugas Pustu Pulau Kumbang," kata Azwar. 

Azwar melanjutkan, guna mengetahui penyebab sakit para siswa ini, sampel makanan dan sampel muntah murid sudah diambil untuk dilakukan pemeriksa di BPOM dan laboratorium. 

Disampaikan Azwar, kalau asal makanan yamg dikonsumsi siswa SMP PGRI Pulau Kumbang itu diketahui berasal dari dapur MBG yang dikelola oleh Yayasan Mitra Sejahtera berlokasi di jalan Teluk Melano Teluk Batang. 

"Informasinya menu makanan itu berasal dari dapur yang di Teluk Melano itu, yang depan rumah pak camat," imbuhnya. 

Dikonfirmasi, ketua Yayasan Mitra Sejahtera, Candra, mengakui akan mendampingi dan bertanggung jawab terhadap kasus ini. Kendati demikian, Ia menjelaskan, dari jumlah siswa itu, ada yang memang baru sembuh dari sakit dan baru masuk sekolah pada Senin ini. 

"Ada yang memang sudah sakit, baru masuk sekolah, mungkin belum fit 100 persen. Satu lagi memang ade riwayat penyakit maag, sebelum makan MBG, ada makan nasi goreng di kantin," kata Candra. 

Saat ini, pihaknya mengaku menunggu hasil dari pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab sakit siswa ini karena sampel makanan dan muntah sudah dikirim ke Pontianak.

"Kami masih menunggu kepastian dari hasil Lab. Kalau sementara, makanan kami masih layak," tandasnya. 

Reporter: Muzahidin

Jumat, 12 September 2025

Jadwal Lelang Mepet, Tender Proyek Puskesmas Sukadana Dibatalkan

Jadwal Lelang Mepet, Tender Proyek Puskesmas Sukadana Dibatalkan
Puskesmas Sukadana. 
SUKADANA - Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara membatalkan eksekusi proyek renovasi Puskesmas Sukadana tuai tudingan miring dari calon mitra swasta. 

Kepala bagian (Kabag) Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Sekretaris Daerah Kayong Utara Jam Jami angkat suara.

Ia menjelaskan, kalau sumber anggaran proyek senilai Rp 3,1 miliar ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik. Faktor gagal eksekusi ini dilandasi karena regulasi terkait perubahan jadwal pencairan dana dari Pemerintah Pusat. 

"Karena tender melebihi batas akhir penerimaan dokumen persyaratan penyaluran DAK Tahap I Tahun Anggaran 2025," jelasnya melalui surat yang dibaca Borneotribun, Jumat (12/09/2025).

Secara rinci, Jam Jami menjelaskan, bahwa hasil evaluasi terkait perubahan jadwal tahapan lelang proyek itu adalah sebagai berikut:

Tahapan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPBJ) sejak 2 September 2025 pukul 13:00 sampai 8 September 2025 pukul 16:00.

Tahapan penandatanganan kontrak sejak 3 September 2025 pukul 08:00 sampai 15 September 2025 pukul 08:00.

Mengingat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 25/MK/PK/2025 tentang Perpanjangan Batas Waktu Penyampaian Dokumen Persyaratan Penyaluran DAK Khusus Fisik Tahun Anggaran 2025, diatur adalah paling lambat tanggal 29 Agustus 2025 pukul 17.00 WIB.

Surat Edaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Barat Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Nomor: S-277/KPN.1704/2025 tanggal 15 Juli 2025 tentang Pemberitahuan Petunjuk Teknis Penyaluran DAK Fisik Tahap II Tahun
2025.

Ketentuan terkait dengan pembatalan proses tender juga telah diatur melalui
dokumen pemilihan paket pekerjaan Nomor: 000.3.3/01/POKJA.08.08/PK/VIII/2025 tanggal 8 Agustus 2025 pada Bab XIV yang menyatakan, dalam hal pelaksanaan tender melebihi batas akhir penerimaan dokumen persyaratan penyaluran DAK Tahap I, maka proses tender dihentikan dan Pengguna Anggaran (PA) menyatakan tender batal serta peserta tidak dapat menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun.

"Seluruh nformasi ketentuan sudah disampaikan pada saat tahapan pemberian penjelasan sebagaimana dapat dilihat pada Berita Acara Pemberian Penjelasan Renovasi/Penambahan Ruang Puskesmas Sukadana Nomor: 000.3.3/02/POKJA.08.08/PK/VIII/2025 tanggal 11 Agustus 2025," ungkap Jam Jami. 

Jadi menurut Jam Jami, tindakan yang dilakukan Kadinkes dengan menghentikan proses penanda tanganan kontrak proyek tersebut dinilainya sudah tepat dan sesuai regulasi. 

"Sudah benar, sesuai regulasi. Surat pemberitahuan pembatalan sudah dikirim melalui Email perusahaan calon pelaksana proyek. Jadi calon pelaksana tidak dapat menuntut apapun atas pembatalan ini," tandasnya. 

Sebelumnya direktur perusahaan calon pelaksana proyek CV Salman Nakarna protes kepada Kadinkes atas pembatalan proyek senilai Rp 3,1 miliar. Direktur itu merasa rugi dan menggangap pihak Dinkes melanggar prinsip transparan dan akuntabel atas batal eksekusi proyek. 

"Kami dirugikan, siap kerja namun dibatalkan sepihak tanpa alasan jelas," kata direktur itu, Senin pekan ini. 

Penulis: Muzahidin

Senin, 08 September 2025

PT DIB Penebang Gelar DIB Care Tahap 2 di Pulau Pelapis Kayong Utara

PT DIB Penebang Gelar DIB Care Tahap 2 di Pulau Pelapis Kayong Utara
PT DIB Penebang Gelar DIB Care Tahap 2 di Pulau Pelapis Kayong Utara.
Sukadana - PT Dharma Inti Bersama (DIB), pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), kembali menggelar program DIB Care sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap kondisi kesehatan masyarakat. 

Selama tiga hari, sejak 21 Agustus hingga 23 Agustus 2025, DIB Care II menjangkau 125 orang warga dari tiga dusun di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.

Program tanggung jawab sosial lingkungan (corporate social responsibilty/CSR) ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran pentingnya hidup sehat, sekaligus menyediakan akses layanan kesehatan gratis bagi warga.

Kegiatan DIB Care II ini fokus pada masalah kesehatan yang umum dihadapi warga Desa Pelapis sesuai evaluasi DIB Care I, yaitu hipertensi atau tekanan darah tinggi. 
PT DIB Penebang Gelar DIB Care Tahap 2 di Pulau Pelapis Kayong Utara
PT DIB Penebang Gelar DIB Care Tahap 2 di Pulau Pelapis Kayong Utara.

Melalui diskusi kesehatan bertajuk "Kenali & Kendalikan Hipertensi: Kunci Hidup Sehat," Tim kesehatan PT PT Dharma Inti Bersama, dr. Haryo Wibowo, MH.Kes., menjelaskan bahwa tingginya kasus hipertensi terkait dengan pola hidup dan pola makan sehari-hari. 

Menurutnya, pola makan yang kurang bervariasi, terutama minimnya konsumsi sayur dan buah, menjadi salah satu penyebab utama. Karena itu, diskusi ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga agar dapat mengendalikan faktor-faktor risiko tersebut demi hidup yang lebih sehat.

"Berdasarkan pengakuan warga, ketersediaan sayur dan buah di Desa Pelapis memang masih minim. Karena itu, saya menyarankan warga untuk mulai mengembangkan hobi bercocok tanam agar pasokan serta asupan sayur dan buah dapat bertambah dan bervariasi," jelas dr. Haryo.

Selain menyarankan agar warga menambah variasi makanan, dr Haryo mengajak warga untuk mengelola stres, tidak merokok, dan beristirahat yang cukup. Ia juga menyarankan warga untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta berolahraga secara rutin untuk menjaga tubuh tetap bugar.

Bersamaan dengan diskusi kesehatan, tim DIB Care bersama Puskesmas mengadakan layanan pemeriksaan, konsultasi, dan pengobatan gratis. Dari 125 warga yang diperiksa, 35 orang terdiagnosis hipertensi, selain dari sakit maag (dispepsia), sakit kepala akut (tension headache), dan ISPA. 

Warga Dusun Kelawar, Desa Pelapis, Sumiati, mengaku sangat terbantu dengan adanya program DIB Care. Ia berharap layanan konsultasi kesehatan dan pengobatan gratis dapat terus berlangsung.

"Pengobatan gratis ini bagus dan sangat membantu, apalagi karena di Dusun Kelawar belum ada tenaga kesehatan yang menetap. Harapannya, pada kegiatan DIB Care berikutnya jenis obat yang tersedia bisa lebih banyak, dan waktu pelaksanaannya diperpanjang,” ujar Sumiati.

Seno Ario Wibowo, External Relation Manager PT Dharma Inti Bersama, menyatakan DIB Care adalah wujud kepedulian perusahaan pada masyarakat di sekitar Kawasan Industri Pulau Penebang.

"Kami yakin bahwa masyarakat yang sehat akan mendorong produktivitas dan kesejahteraan. Melalui peningkatan akses layanan kesehatan, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi Desa Pelapis," kata Seno.

DIB terus berkomitmen untuk menjalankan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung antara perusahaan dan lingkungan sekitar.