Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Kemiskinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kemiskinan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juni 2026

Ketua RT Diminta Jadi Garda Terdepan Pengentasan Kemiskinan di Malinau

Bupati Malinau Wempi W Mawa meminta 381 ketua RT fokus mengentaskan kemiskinan melalui pendataan akurat dan pelayanan masyarakat hingga tingkat lingkungan.
Bupati Malinau Wempi W Mawa meminta 381 ketua RT fokus mengentaskan kemiskinan melalui pendataan akurat dan pelayanan masyarakat hingga tingkat lingkungan.

MALINAU — Bupati Malinau Wempi W Mawa meminta 381 ketua rukun tetangga (RT) se-Kabupaten Malinau yang baru dilantik untuk memprioritaskan upaya pengentasan kemiskinan. Arahan itu disampaikan saat pembekalan kepada para ketua RT di Malinau, Kalimantan Utara, Selasa (10/6).

Wempi menegaskan ketua RT memiliki peran penting sebagai ujung tombak pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, mereka diminta memahami secara detail kondisi warga di lingkungan masing-masing, terutama masyarakat yang masuk kategori miskin dan tidak mampu.

Menurutnya, data yang akurat menjadi kunci agar berbagai program bantuan pemerintah dapat tersalurkan tepat sasaran. Selain mendata warga miskin, ketua RT juga diminta aktif mengidentifikasi penyebab kemiskinan yang dialami masyarakat.

"Kita harus tahu siapa yang benar-benar miskin dan apa penyebabnya. Apakah karena tidak memiliki pekerjaan, sudah lanjut usia, sakit, atau faktor lainnya. Dari situ baru kita carikan jalan keluarnya," kata Wempi.

Ia menjelaskan, data yang valid akan membantu pemerintah menyalurkan berbagai program, mulai dari bantuan BPJS kesehatan, bantuan bagi lanjut usia, bantuan sosial, hingga program pemberdayaan ekonomi kepada warga yang berhak menerima.

Wempi bahkan menantang para ketua RT untuk menunjukkan hasil nyata selama masa jabatan mereka. Menurutnya, jumlah warga miskin di setiap lingkungan harus terus berkurang.

"Kalau hari ini ada sepuluh warga miskin di RT bapak dan ibu, maka setelah masa jabatan selesai jumlah itu harus berkurang, bahkan kalau bisa menjadi nol. Itu baru Ketua RT yang berhasil," ujarnya.

Selain menyoroti pengentasan kemiskinan, Wempi berharap para ketua RT hasil pemilihan serentak pada Mei lalu mampu menjalankan tugas sebagai mitra pemerintah sekaligus pelayan masyarakat yang memahami kebutuhan warga hingga tingkat paling bawah.

Ia juga menekankan pentingnya keteladanan seorang ketua RT dalam kehidupan sosial maupun keagamaan. Menurutnya, pemimpin lingkungan harus mampu menjadi penengah, menjaga kerukunan, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat.

"Jangan meminta orang lain menjadi teladan kalau kita sendiri belum menjadi teladan. Ketua RT harus menjadi solusi, menjadi penengah, dan mampu menjaga kerukunan di tengah masyarakat," katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Malinau juga mengajak seluruh ketua RT memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pembangunan daerah serta mewujudkan Kabupaten Malinau yang aman, damai, nyaman, dan sejahtera.

Keberhasilan program pembangunan, menurut Wempi, sangat bergantung pada pelayanan dan kerja sama yang terbangun hingga tingkat RT sebagai garda terdepan pemerintahan.

Selasa, 05 Mei 2026

Kasus Siswa Meninggal Karena Sepatu Sempit, DPRD Soroti Data Bansos

Kasus siswa meninggal akibat sepatu sempit di Samarinda memicu DPRD menyoroti lemahnya pendataan bansos dan mendesak validasi data penerima bantuan.
Kasus siswa meninggal akibat sepatu sempit di Samarinda memicu DPRD menyoroti lemahnya pendataan bansos dan mendesak validasi data penerima bantuan.

Samarinda – Kasus meninggalnya seorang pelajar SMK di Samarinda membuka sorotan serius terhadap sistem pendataan bantuan sosial di daerah tersebut. DPRD Kota Samarinda menilai peristiwa ini bukan sekadar kejadian tragis, tetapi cerminan lemahnya akurasi data penerima bansos.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh lagi kecolongan dalam memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Ismail Latisi meminta Dinas Sosial segera melakukan pembaruan dan validasi data secara menyeluruh. Menurut Ismail Latisi, ketepatan data menjadi kunci agar distribusi bantuan tidak meleset dari sasaran.

Peristiwa ini berkaitan dengan meninggalnya Mandala Rizky Syahputra, pelajar berusia 16 tahun yang tercatat sebagai siswa kelas XI SMK Negeri 4 Samarinda. Mandala Rizky Syahputra meninggal dunia pada Jumat dini hari, 24 April 2026.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh infeksi serius pada kaki. Infeksi muncul akibat penggunaan sepatu sekolah yang sudah tidak sesuai ukuran. Mandala Rizky Syahputra tetap menggunakan sepatu ukuran 40 meski ukuran kaki mencapai 44 karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Kondisi semakin memburuk ketika Mandala Rizky Syahputra menjalani program magang sebagai pramuniaga di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda. Aktivitas tersebut menuntut berdiri dalam waktu lama dengan waktu istirahat yang terbatas.

Ismail Latisi menilai kasus ini menjadi bukti adanya celah dalam proses verifikasi data di lapangan. Menurut Ismail Latisi, kelemahan sistem pendataan berpotensi membuat warga yang berada di bawah garis kemiskinan justru tidak terjangkau program bantuan pemerintah.

Fakta lain yang memperkuat kritik tersebut adalah keluarga Mandala Rizky Syahputra tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial. Kondisi ini dinilai sebagai kegagalan sistem dalam mengidentifikasi warga rentan.

Ismail Latisi menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Meskipun pengelolaan pendidikan SMK berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Samarinda tetap memiliki tanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ismail Latisi mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan bansos, termasuk peningkatan verifikasi langsung di lapangan agar kasus serupa tidak terulang.

FAQ

1. Apa penyebab utama meninggalnya Mandala Rizky Syahputra?
Infeksi serius pada kaki akibat penggunaan sepatu yang terlalu sempit dalam jangka waktu lama.

2. Mengapa Mandala tetap memakai sepatu sempit?
Keterbatasan ekonomi membuat Mandala Rizky Syahputra tidak memiliki alternatif sepatu yang sesuai ukuran.

3. Apa kaitannya dengan bantuan sosial?
Keluarga Mandala Rizky Syahputra tidak terdaftar sebagai penerima bansos, menunjukkan potensi kesalahan data.

4. Apa yang disoroti DPRD Samarinda?
DPRD menilai sistem pendataan bansos masih lemah dan perlu segera diperbaiki.

5. Apa langkah yang diminta DPRD?
Validasi ulang data penerima bansos serta peningkatan verifikasi lapangan.