Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Kerja Sama Global. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerja Sama Global. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Mei 2026

Trump Akan Kunjungi China 13-15 Mei, Fokus pada Hubungan AS-China dan Perdamaian Dunia

Xi Jinping dan Donald Trump akan membahas hubungan bilateral, perdamaian global, dan kerja sama China-AS dalam kunjungan Trump ke Beijing pada 13-15 Mei.
Xi Jinping dan Donald Trump akan membahas hubungan bilateral, perdamaian global, dan kerja sama China-AS dalam kunjungan Trump ke Beijing pada 13-15 Mei.

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan membahas hubungan bilateral serta isu perdamaian dan pembangunan global dalam kunjungan kenegaraan Trump ke China pada 13-15 Mei. Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun di Beijing, Senin.

Guo mengatakan Xi dan Trump akan melakukan pertukaran pandangan secara mendalam terkait hubungan China-AS dan berbagai isu internasional.

“Presiden Xi Jinping akan melakukan pertukaran pandangan secara mendalam dengan Presiden Donald Trump mengenai isu penting terkait hubungan China-AS, serta perdamaian dan pembangunan dunia,” kata Guo dalam konferensi pers.

Pemerintah China juga menyatakan kesiapan untuk memperluas kerja sama dengan Amerika Serikat sambil menyelesaikan perbedaan yang ada di antara kedua negara.

Menurut Guo, langkah tersebut diharapkan dapat menghadirkan stabilitas dan kepastian yang lebih besar bagi situasi global.

Kunjungan Trump ke China berlangsung di tengah dinamika hubungan kedua negara yang selama beberapa tahun terakhir diwarnai isu perdagangan, geopolitik, dan persaingan pengaruh global.

Kementerian Luar Negeri China sebelumnya mengonfirmasi Trump akan melakukan kunjungan kenegaraan ke China mulai 13 hingga 15 Mei.

Minggu, 10 Mei 2026

Pontianak Resmi Masuk UCLG ASPAC, Perluas Akses Pendanaan dan Kerja Sama Hijau

Pontianak resmi bergabung dengan UCLG ASPAC untuk memperluas kerja sama internasional dan memperkuat pembangunan berkelanjutan di tingkat Asia Pasifik.
Pontianak resmi bergabung dengan UCLG ASPAC untuk memperluas kerja sama internasional dan memperkuat pembangunan berkelanjutan di tingkat Asia Pasifik.

PONTIANAK - Kota Pontianak resmi bergabung dalam jaringan internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC). Pengumuman itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah saat menghadiri agenda UCLG ASPAC Executive Bureau and The Asia Pacific Forum 2026 di Hotel Claro Kendari, Jumat (8/5/2026) malam.

Amirullah mengatakan bergabungnya Pontianak ke organisasi pemerintah daerah terbesar di kawasan Asia Pasifik menjadi langkah penting untuk memperluas kerja sama global sekaligus memperkuat posisi kota tersebut di tingkat internasional.

“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak dan masyarakat Kota Pontianak, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UCLG ASPAC yang telah secara resmi menyambut Kota Pontianak dalam organisasi ini,” ujarnya.

Menurut dia, keanggotaan tersebut bukan hanya pencapaian administratif, tetapi juga tanggung jawab besar untuk ikut berkontribusi menghadapi tantangan global bersama kota-kota lain di Asia Pasifik.

Amirullah menilai persoalan seperti perubahan iklim, urbanisasi cepat, hingga ketimpangan sosial membutuhkan kolaborasi lintas daerah dan negara.

“Kami percaya, solusi atas tantangan global terbesar seperti perubahan iklim, ketimpangan, dan urbanisasi dibangun dari bawah, kota demi kota, komunitas demi komunitas,” katanya.

Keanggotaan di UCLG ASPAC membuka peluang bagi Pontianak untuk memperluas jejaring internasional, bertukar pengalaman, hingga mengakses dukungan teknis dan pendanaan hijau untuk pembangunan kota yang lebih ramah lingkungan.

Perjalanan Pontianak menuju jejaring global dimulai sejak akhir 2021 saat terpilih sebagai salah satu dari empat kota percontohan Indonesia dalam program Global Covenant of Mayors for Climate and Energy (GCoM).

Pontianak menjadi satu-satunya kota dari Kalimantan yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Melalui pendampingan UCLG ASPAC sebagai sekretariat regional GCoM, Pontianak kemudian mencatat sejumlah perkembangan dalam pembangunan berkelanjutan. Kota ini juga meraih GCoM Compliance Badge pada Mei 2025 setelah memenuhi standar global dalam penyusunan rencana aksi perubahan iklim.

Selain itu, program pengelolaan sampah terintegrasi dan mitigasi banjir di Pontianak mulai dilirik sebagai contoh praktik baik bagi kota-kota menengah di Asia Tenggara.

Dengan status sebagai anggota aktif UCLG ASPAC, Pontianak kini memiliki akses lebih luas untuk berkolaborasi dengan para ahli internasional dalam memperkuat infrastruktur kota agar lebih tangguh menghadapi perubahan iklim dan ancaman lingkungan.

Keanggotaan ini juga menandai langkah Pontianak untuk memperkuat peran sebagai kota percontohan pembangunan berkelanjutan, inklusif, dan rendah emisi di kawasan Asia Pasifik.