Berita BorneoTribun: Pendidikan Tinggi hari ini

CSS

Kode Recentpost Grid


Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Tinggi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Tinggi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 April 2026

Perguruan Tinggi Di Pontianak Dinilai Jadi Motor IPM Dan Penggerak Ekonomi Kota

Perguruan tinggi di Pontianak dinilai berperan besar meningkatkan IPM dan ekonomi kota. Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya sinergi kampus dan pemerintah.
Perguruan tinggi di Pontianak dinilai berperan besar meningkatkan IPM dan ekonomi kota. Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya sinergi kampus dan pemerintah.

Pontianak — Keberadaan perguruan tinggi di Kota Pontianak dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Peran tersebut semakin terlihat seiring meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kota yang kini masuk kategori sangat tinggi.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa sektor pendidikan tinggi memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan Gedung Leopold Mandic di Universitas Widya Dharma Pontianak, Sabtu (25/4/2026).

Menurut Edi Rusdi Kamtono, posisi Pontianak sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, dan pendidikan menjadi fondasi penting dalam mendukung capaian IPM yang saat ini mencapai angka 82,80.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap kualitas masyarakat, termasuk dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi.

Edi Rusdi Kamtono menekankan bahwa pembangunan manusia tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi juga pada kolaborasi antara pemerintah dan institusi pendidikan tinggi.

Perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, budaya, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Kehadiran kampus di berbagai wilayah kota diharapkan mampu melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan pembangunan daerah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Selain berdampak pada sektor pendidikan, aktivitas mahasiswa juga memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Jumlah mahasiswa di Pontianak yang mencapai puluhan ribu orang, termasuk sekitar 43 ribu mahasiswa dari luar daerah, turut menghidupkan berbagai sektor ekonomi seperti hunian, kuliner, transportasi, hingga jasa lainnya.

Perputaran ekonomi dari kebutuhan mahasiswa dinilai membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar kampus, sekaligus memperluas peluang usaha baru.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga berdampak langsung pada dinamika ekonomi kota.

Di tengah pertumbuhan kota, Pontianak juga menghadapi berbagai tantangan perkotaan, seperti pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, dan kepadatan lalu lintas.

Dengan jumlah penduduk yang mendekati 700 ribu jiwa, kebutuhan akan solusi inovatif dinilai semakin mendesak.

Edi Rusdi Kamtono menilai keterlibatan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menciptakan inovasi yang mampu menjawab persoalan kota secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah diharapkan menghasilkan penelitian serta teknologi yang dapat diterapkan langsung di masyarakat.

Ketua Yayasan Widya Dharma, Polycarpus Widjaja Tandra, menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya fokus pada aktivitas akademik di dalam kampus.

Menurut Polycarpus Widjaja Tandra, institusi pendidikan tinggi harus aktif berkontribusi dalam kehidupan masyarakat serta mendukung program pembangunan pemerintah daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui upaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di Kota Pontianak.

Kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan pendidikan, tetapi juga pada pengembangan inovasi, ekonomi kreatif, serta peningkatan kualitas lingkungan kota.

Dengan dukungan seluruh pihak, pembangunan sumber daya manusia di Pontianak diharapkan terus meningkat dan mampu memperkuat daya saing daerah di tingkat regional maupun nasional.

FAQ

Apa peran perguruan tinggi terhadap IPM Pontianak?

Perguruan tinggi berperan meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat, sehingga mendukung peningkatan nilai IPM Pontianak.

Berapa nilai IPM Kota Pontianak saat ini?

IPM Kota Pontianak tercatat mencapai angka 82,80, yang masuk kategori sangat tinggi.

Bagaimana mahasiswa mempengaruhi ekonomi kota?

Mahasiswa mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebutuhan hunian, makanan, transportasi, serta berbagai layanan jasa di sekitar kampus.

Apa tantangan utama Kota Pontianak saat ini?

Tantangan utama meliputi pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, dan pengaturan lalu lintas di tengah pertumbuhan penduduk.

Mengapa kolaborasi kampus dan pemerintah penting?

Kolaborasi memungkinkan lahirnya inovasi dan solusi berbasis riset untuk mengatasi berbagai persoalan perkotaan secara berkelanjutan.

Oleh: Slamet

Kamis, 02 April 2026

UMPR Siap Dukung Pendirian Universitas Muhammadiyah Barito, Ini Langkah M Yamin

Bupati Bartim M Yamin kunjungi UMPR untuk percepatan pendirian Universitas Muhammadiyah Barito guna tingkatkan SDM dan akses pendidikan tinggi.
Bupati Bartim M Yamin kunjungi UMPR untuk percepatan pendirian Universitas Muhammadiyah Barito guna tingkatkan SDM dan akses pendidikan tinggi.

Barito, Kalteng - Langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah kembali digencarkan. Bupati Barito Timur, M Yamin, melakukan kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Palangka Raya di Palangka Raya dalam rangka penjajakan kerja sama percepatan pendirian Universitas Muhammadiyah Barito.

Kunjungan yang berlangsung pada Kamis tersebut menjadi bagian dari upaya serius pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sekaligus membuka akses pendidikan tinggi yang lebih merata, khususnya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito hingga wilayah perbatasan provinsi.

M Yamin menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting di tengah keterbatasan anggaran daerah. Ia melihat sinergi ini sebagai solusi strategis untuk mempercepat pembangunan berbasis pendidikan.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi Muhammadiyah dalam mendorong pembangunan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan kampus baru nantinya diharapkan mampu melahirkan SDM unggul yang fokus pada sektor potensial daerah seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.

“Saya ingin dari kampus ini lahir kajian dan SDM yang fokus pada sektor unggulan daerah. Ini penting untuk meningkatkan potensi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Dukungan UMPR Untuk Pengembangan Pendidikan

Kedatangan rombongan Pemerintah Kabupaten Barito Timur disambut langsung oleh jajaran pimpinan UMPR, termasuk Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Bulkani dan Wakil Rektor III Guntur Satrio P, bersama para dekan serta tim pengembangan kampus.

Bulkani mengapresiasi komitmen Pemkab Barito Timur dalam memajukan pendidikan tinggi di daerahnya. Menurutnya, UMPR siap berperan aktif dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah. UMPR siap menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul dan berdampak langsung,” ungkapnya.

Sementara itu, Guntur Satrio P menegaskan bahwa pengembangan kampus akan berbasis pada potensi lokal yang menjadi kekuatan utama daerah.

“Kami akan menyusun kajian akademik dan membuka program studi yang relevan agar lulusan benar-benar dibutuhkan dan mampu berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah,” jelasnya.

Fokus Pada Dampak Nyata Bagi Masyarakat

Rencana pendirian Universitas Muhammadiyah Barito tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan lokal, tetapi juga diharapkan menjadi pusat pendidikan regional yang menjangkau wilayah sekitar, termasuk daerah perbatasan provinsi.

UMPR juga menegaskan komitmennya dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat—sebagai fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kehadiran perguruan tinggi harus memberi dampak nyata. Kampus ini diharapkan menjadi pusat pengembangan SDM yang mampu mendorong kemandirian dan kemajuan daerah,” tegas Guntur.

Tindak Lanjut: Kunjungan Balasan

Sebagai langkah lanjutan, pihak UMPR dijadwalkan melakukan kunjungan balasan ke Barito Timur pada 4 April mendatang. Agenda tersebut meliputi peninjauan lokasi pembangunan kampus serta audiensi lanjutan dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek pendirian Universitas Muhammadiyah Barito tidak sekadar wacana, melainkan sedang bergerak menuju tahap realisasi.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa tujuan kunjungan Bupati Bartim ke UMPR?
Untuk menjajaki kerja sama percepatan pendirian Universitas Muhammadiyah Barito.

2. Di mana lokasi rencana kampus baru?
Di wilayah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.

3. Apa manfaat kampus ini bagi masyarakat?
Meningkatkan akses pendidikan tinggi dan mencetak SDM unggul berbasis potensi lokal.

4. Kapan tindak lanjut dilakukan?
UMPR dijadwalkan melakukan kunjungan balasan pada 4 April.

5. Sektor apa yang akan menjadi fokus utama?
Pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.

Kamis, 12 Maret 2026

OIKN Buka Beasiswa S1 Gratis Bagi Warga Sekitar IKN

OIKN membuka program beasiswa S1 gratis bagi warga sekitar IKN untuk meningkatkan kualitas SDM lokal dan mendukung pengembangan klaster superhub ekonomi Ibu Kota Nusantara.
OIKN membuka program beasiswa S1 gratis bagi warga sekitar IKN untuk meningkatkan kualitas SDM lokal dan mendukung pengembangan klaster superhub ekonomi Ibu Kota Nusantara.

Samarinda, Kaltim – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk mendukung pengembangan klaster superhub ekonomi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Upaya tersebut dilakukan melalui program beasiswa S1 bagi masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar IKN di Provinsi Kalimantan Timur.

Juru Bicara OIKN, Troy Pantouw, mengatakan warga yang tinggal di kawasan sekitar IKN mendapat kesempatan kuliah gratis melalui program tersebut. 

Program ini menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat lokal agar mampu berperan dalam pembangunan kawasan ibu kota baru.

Program bantuan biaya pendidikan tersebut juga bertujuan memperluas akses masyarakat sekitar IKN terhadap pendidikan tinggi. Dengan adanya kesempatan ini, generasi muda di wilayah tersebut diharapkan memiliki bekal pendidikan yang memadai untuk menghadapi perkembangan ekonomi di kawasan ibu kota baru.

Menurut Troy Pantouw, peningkatan kualitas SDM merupakan salah satu fokus pembangunan nasional. Karena itu, pemerintah memastikan masyarakat di sekitar kawasan IKN tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan melalui peningkatan kapasitas pendidikan.

Program beasiswa S1 tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Universitas Brawijaya. Proses pendaftaran dilakukan secara daring dengan melengkapi sejumlah dokumen yang dipersyaratkan oleh pihak penyelenggara.

Dalam program ini, bantuan biaya belajar diberikan secara penuh. Pembiayaan mencakup Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga delapan semester serta Iuran Pengembangan Institusi (IPI).

Beasiswa tersebut menyediakan berbagai pilihan bidang studi, antara lain Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pemerintahan, Psikologi, Ilmu Politik, Hubungan Internasional, Agribisnis, Agroteknologi, serta Studi Kehutanan.

Program ini ditujukan untuk menyiapkan SDM lokal yang mampu mendukung pengembangan klaster superhub ekonomi di kawasan IKN. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan masyarakat sekitar, diharapkan pembangunan ekonomi di wilayah ibu kota baru dapat berjalan lebih inklusif.

Masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, serta Kecamatan Samboja, Muara Jawa, Loa Kulu, dan Loa Janan di Kabupaten Kutai Kartanegara dapat mengikuti program kuliah gratis tersebut.