Berita BorneoTribun: Pendidikan hari ini
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 April 2026

Peran Mahasiswa Digenjot Lewat KKN Kolaboratif Bangun Desa Kaltim

Kaltim dorong pembangunan desa berkelanjutan lewat KKN Kolaboratif mahasiswa untuk percepatan SDGs Desa dan solusi nyata di masyarakat.
Kaltim dorong pembangunan desa berkelanjutan lewat KKN Kolaboratif mahasiswa untuk percepatan SDGs Desa dan solusi nyata di masyarakat.

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengakselerasi pembangunan desa berkelanjutan dengan melibatkan peran aktif mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi menjadi strategi nyata untuk mendorong pembangunan berbasis potensi lokal.

Dalam keterangannya di Samarinda, Jumat, Puguh menjelaskan bahwa KKN Kolaboratif dirancang untuk mengintegrasikan kemampuan intelektual mahasiswa dengan kebutuhan pembangunan di desa.

“Melalui KKN Kolaboratif, kami ingin memastikan kehadiran mahasiswa memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ini bukan sekadar rutinitas akademik,” ujar Puguh.

Kolaborasi Lintas Kampus Jadi Kunci

Program KKN Kolaboratif ini melibatkan berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di Kalimantan Timur. Kolaborasi lintas kampus dinilai mampu menghadirkan pendekatan multidisiplin dalam menyelesaikan persoalan di desa.

Dengan latar belakang keilmuan yang beragam, mahasiswa diharapkan bisa menghadirkan solusi konkret, mulai dari penguatan ekonomi desa, digitalisasi layanan, hingga pengembangan potensi lokal.

Pendekatan ini juga dinilai sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, yang menitikberatkan pada pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

Desa Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

Puguh menekankan bahwa desa merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, penguatan desa melalui kolaborasi antara pemerintah dan akademisi menjadi langkah strategis.

“Dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan perangkat daerah, kita dapat mendorong transformasi desa yang lebih terarah,” tambahnya.

Program ini juga memperkuat fungsi pemerintahan desa, meningkatkan kualitas pendampingan masyarakat, serta membuka ruang inovasi lintas sektor.

Dampak Nyata Bagi Masyarakat

Kehadiran mahasiswa melalui KKN Kolaboratif diharapkan tidak hanya memberi manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak berkelanjutan.

Beberapa fokus utama program ini meliputi:

  • Penguatan kapasitas aparatur desa

  • Pemberdayaan ekonomi masyarakat

  • Pemanfaatan teknologi digital

  • Pengembangan potensi lokal berbasis kearifan

Dengan pendekatan tersebut, desa di Kaltim diharapkan mampu berkembang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa itu KKN Kolaboratif?
KKN Kolaboratif adalah program pengabdian mahasiswa yang melibatkan berbagai kampus untuk bekerja bersama membangun desa secara terintegrasi.

2. Apa tujuan program ini di Kaltim?
Untuk mempercepat pembangunan desa berkelanjutan dan mendukung pencapaian SDGs Desa.

3. Siapa yang terlibat dalam program ini?
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan perangkat desa.

4. Apa manfaat bagi masyarakat desa?
Mendapat pendampingan, inovasi program, serta solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan.

5. Apakah program ini hanya untuk mahasiswa?
Tidak. Program ini juga berdampak langsung pada pemerintah desa dan masyarakat luas.

Kamis, 02 April 2026

Kanwil Kemenag Kalsel Tingkatkan Layanan Inklusi Di Lebih 500 Madrasah

Kemenag Kalsel perkuat pendidikan inklusi di madrasah untuk siswa berkebutuhan khusus dengan kolaborasi lintas sektor dan peningkatan layanan.
Kemenag Kalsel perkuat pendidikan inklusi di madrasah untuk siswa berkebutuhan khusus dengan kolaborasi lintas sektor dan peningkatan layanan.

BANJARMASIN – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat implementasi pendidikan inklusi di lingkungan madrasah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh peserta didik, termasuk siswa berkebutuhan khusus, mendapatkan layanan pendidikan yang adil dan berkualitas.

Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, H Muhammad Tambrin, menegaskan bahwa penguatan pendidikan inklusi menjadi prioritas penting, mengingat jumlah satuan pendidikan madrasah di wilayah tersebut mencapai lebih dari 500 unit dari berbagai jenjang.

Menurutnya, upaya ini telah diawali melalui rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Bunda Inklusi kabupaten/kota, kepala seksi pendidikan madrasah, hingga kelompok kerja madrasah.

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan madrasah mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, adil, dan terbuka bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali,” ujarnya di Banjarmasin, Rabu.

Tambrin menekankan bahwa pendidikan inklusi tidak bisa berjalan secara parsial. Diperlukan sinergi lintas sektor guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah bagi anak berkebutuhan khusus.

Kolaborasi tersebut mencakup kerja sama dengan kepolisian, lembaga perlindungan anak, serta instansi terkait lainnya. Fokusnya tidak hanya pada pendidikan, tetapi juga aspek perlindungan, kesehatan, dan pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.

“Kolaborasi lintas sektor ini penting untuk memastikan siswa mendapatkan perlindungan maksimal serta hak-haknya terpenuhi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh kepala madrasah agar memberikan perhatian khusus terhadap siswa berkebutuhan khusus. Pengawasan akan terus dilakukan guna memastikan implementasi berjalan optimal di lapangan.

“Saya tegaskan seluruh pihak harus memberikan atensi khusus. Ini akan terus kami pantau,” tegas Tambrin.

Selain itu, setiap satuan kerja diminta untuk menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menunjang aksesibilitas dan kenyamanan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

Langkah ini sejalan dengan prinsip pendidikan inklusi yang menekankan kesetaraan akses dan kesempatan belajar bagi semua anak, tanpa diskriminasi.

Dengan penguatan ini, Kemenag Kalsel berharap madrasah dapat menjadi lingkungan pendidikan yang lebih terbuka, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan seluruh peserta didik.

FAQ

1. Apa itu pendidikan inklusi di madrasah?
Pendidikan inklusi adalah sistem pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua siswa, termasuk yang berkebutuhan khusus, untuk belajar bersama dalam lingkungan yang sama.

2. Mengapa pendidikan inklusi penting?
Karena memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang setara tanpa diskriminasi, serta membangun lingkungan yang lebih toleran.

3. Apa langkah Kemenag Kalsel dalam mendukung inklusi?
Melalui koordinasi lintas sektor, peningkatan fasilitas, serta pengawasan terhadap layanan pendidikan di madrasah.

4. Siapa saja yang terlibat dalam program ini?
Kemenag, pemerintah daerah, kepolisian, lembaga perlindungan anak, serta pihak sekolah.

5. Apa manfaat pendidikan inklusi bagi siswa?
Meningkatkan kepercayaan diri, akses pendidikan, serta kesempatan berkembang bagi siswa berkebutuhan khusus.

Selasa, 31 Maret 2026

Cegah Learning Loss, Bengkayang Terapkan Sekolah Tatap Muka

Dinas Pendidikan Bengkayang mewajibkan sekolah tatap muka penuh untuk mencegah learning loss dan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa pascapandemi.
Dinas Pendidikan Bengkayang mewajibkan sekolah tatap muka penuh untuk mencegah learning loss dan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa pascapandemi. (Gambar ilustrasi)

Bengkayang, Kalbar — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang menegaskan seluruh sekolah wajib melaksanakan pembelajaran tatap muka secara penuh. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk mencegah terjadinya learning loss atau penurunan kemampuan belajar siswa pascapandemi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkayang, Heru Pujiono, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga kualitas pendidikan agar tetap optimal.

“Untuk memastikan kualitas pembelajaran, kita tegaskan tidak ada pembelajaran daring. Semua sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ujar Heru usai menjadi pembina upacara di SMP Negeri 4 Bengkayang, Senin.

Fokus Pemulihan Dampak Pandemi

Menurut Heru, dampak pandemi COVID-19 masih dirasakan hingga saat ini, terutama dalam capaian akademik siswa. Oleh karena itu, pembelajaran tatap muka dinilai sebagai solusi paling efektif.

“Dampak pandemi masih kita rasakan. Untuk menghindari semakin besarnya learning loss, maka pembelajaran tatap muka menjadi pilihan utama,” jelasnya.

Kebijakan ini juga selaras dengan upaya pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan pendidikan nasional.

Upacara Bendera Wajib Setiap Senin

Pada hari pertama masuk sekolah setelah libur Idul Fitri 1447 Hijriah, seluruh satuan pendidikan di Bengkayang melaksanakan upacara bendera.

Kegiatan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4 Tahun 2026, yang menginstruksikan:

  • Pelaksanaan upacara setiap hari Senin

  • Pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia

  • Menyanyikan lagu nasional

  • Penguatan karakter siswa

Lingkungan Sekolah Harus Aman dan Nyaman

Heru juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan asri.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi siswa, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter melalui tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,” tegasnya.

Hal ini menjadi bagian dari pendekatan pendidikan berbasis karakter yang kini semakin diperkuat di tingkat daerah.

Optimalisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA)

Selain pembelajaran tatap muka, sekolah juga didorong untuk mengoptimalkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

TKA menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur capaian belajar siswa sekaligus bahan evaluasi peningkatan mutu pendidikan.

Komitmen Pemda Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Dengan kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berharap:

  • Kualitas pembelajaran meningkat

  • Ketertinggalan siswa dapat dipulihkan

  • Sistem pendidikan lebih stabil pascapandemi

“Kita berharap kebijakan ini dapat mempercepat pemulihan capaian belajar siswa,” tutup Heru.

FAQ

1. Apa itu learning loss?
Learning loss adalah penurunan kemampuan belajar siswa akibat terganggunya proses pendidikan, seperti saat pandemi COVID-19.

2. Apakah masih ada pembelajaran daring di Bengkayang?
Tidak. Dinas Pendidikan menegaskan semua sekolah wajib tatap muka penuh.

3. Mengapa tatap muka dianggap penting?
Karena interaksi langsung dinilai lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa.

4. Apa itu TKA?
Tes Kemampuan Akademik adalah evaluasi untuk mengukur capaian belajar siswa.

5. Apa tujuan upacara setiap Senin?
Untuk membangun disiplin, nasionalisme, dan karakter siswa.

Oleh: Fran Asok

Minggu, 29 Maret 2026

Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah

Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah
Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah.

Mempawah — Gemawan menyelenggarakan workshop dan uji coba modul bertajuk “Kepemimpinan Perempuan Muda dalam Membangun Ketangguhan Komunitas terhadap Krisis Iklim” selama dua hari, pada 27–28 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Workshop ini melibatkan kelompok perempuan muda dari tiga desa, yakni Desa Sekabuk, Desa Bumbun, dan Desa Suak Barangan. Kegiatan turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kecamatan Sadaniang yang diwakili Sekretaris Camat, serta kepala desa dan perangkat desa dari ketiga wilayah tersebut.

Rahma, pegiat Gemawan, menyampaikan bahwa workshop dan modul ini merupakan bagian akhir dari rangkaian Program REDA yang telah berjalan selama kurang lebih dua tahun di Kabupaten Mempawah. Program tersebut dilaksanakan di tiga kabupaten yaitu Mempawah, Kapuas Hulu dan Kubu Raya. Untuk Mempawah ada di 3 desa yaitu Sekabuk, Bumbun, dan Suak Barangan yang ke semua itu adalah kecamatan Sadaniang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mensosialisasikan hasil riset yang telah dilakukan selama program berjalan. Penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengetahui bahwa proyek ini tidak hanya sebatas penelitian, tetapi juga menghasilkan temuan dan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan bersama,” ujar Rahma.

Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah
Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah.

Ia menjelaskan bahwa selain memaparkan hasil riset, Gemawan juga menyusun modul pelatihan kepemimpinan perempuan muda, khususnya dalam upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat komunitas. Workshop ini diikuti oleh sekitar tiga puluhan peserta dari tiga desa, dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta dan dukungan pemerintah setempat.

Lebih lanjut, Rahma menyampaikan bahwa riset yang dilakukan mencakup kajian mengenai kepemimpinan perempuan muda dalam proses mitigasi perubahan iklim, serta analisis perubahan tutupan lahan (land cover) di wilayah desa. Hasil kajian ini menunjukkan berbagai dinamika perubahan lingkungan yang terjadi di ketiga desa tersebut.

“Melalui program ini, kami juga mendorong perempuan muda untuk lebih aktif mengambil peran sebagai agen perubahan dalam menghadapi krisis iklim,” tambahnya.

Rahma berharap hasil workshop dan modul yang dihasilkan tidak hanya bermanfaat bagi perempuan muda, tetapi juga dapat menjadi rujukan bagi pemerintah desa dan kecamatan dalam menyusun kebijakan berbasis data dan kebutuhan lokal.

“Kami berharap hasil ini bisa menjadi bahan bagi pemerintah desa untuk ditindaklanjuti, baik dalam bentuk kebijakan maupun program di tingkat desa. Selain itu, kelompok perempuan muda yang telah terbentuk di tiga desa ini diharapkan dapat terus berkembang dan tidak berhenti setelah program berakhir,” jelasnya.

Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah
Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah.

Ia juga menyoroti kondisi lingkungan yang dihadapi masyarakat saat ini, seperti musim kemarau panjang, keterbatasan akses air bersih, serta dampak kabut asap yang dirasakan langsung oleh warga. Situasi ini menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas komunitas, khususnya perempuan muda, dalam menghadapi krisis iklim.

Sebagai penutup, Rahma berharap modul pelatihan yang telah disusun dapat menjadi alat pembelajaran berkelanjutan bagi generasi muda.

“Modul ini diharapkan dapat digunakan oleh perempuan muda untuk melatih dan mengedukasi generasi lainnya agar lebih sadar dan terlibat dalam upaya mitigasi perubahan iklim,” pungkasnya.

Sabtu, 28 Maret 2026

SMAN 10 Samarinda Cetak 32 Siswa Diterima Kampus Luar Negeri

32 siswa SMAN 10 Samarinda berhasil menembus kampus dunia dengan 88 LoA. Program Garuda Transformasi jadi kunci sukses tembus universitas global.
32 siswa SMAN 10 Samarinda berhasil menembus kampus dunia dengan 88 LoA. Program Garuda Transformasi jadi kunci sukses tembus universitas global.

Samarinda – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kalimantan Timur. Sebanyak 32 siswa SMA Negeri 10 Samarinda berhasil menembus berbagai kampus bergengsi internasional dengan total perolehan 88 Letter of Acceptance (LoA).

Pencapaian ini menjadi lonjakan signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencatat empat siswa diterima di perguruan tinggi luar negeri.

Kepala SMA Negeri 10 Samarinda, Ni Made Adnyani, menyebut keberhasilan ini merupakan hasil nyata dari implementasi Program Garuda Transformasi yang diterapkan di sekolah tersebut.

“Peningkatan signifikan dari awalnya hanya empat siswa menjadi 32 anak ini merupakan buah nyata dari ekosistem baru melalui Program Garuda Transformasi,” ujarnya di Samarinda, Jumat.

Ekosistem Baru Dorong Prestasi Global

Program Garuda Transformasi menghadirkan pendekatan sistematis dalam mempersiapkan siswa menembus kampus internasional. Berbagai fasilitas disediakan, mulai dari tes resmi dan prediksi IELTS serta SAT, hingga bimbingan konseling khusus.

Tak hanya itu, sekolah juga melibatkan alumni sebagai konsultan pendidikan untuk membantu siswa memahami proses seleksi global.

Pendampingan dilakukan secara intensif, termasuk sesi personal one-on-one, revisi detail surat rekomendasi, hingga penyediaan dokumen administratif seperti rapor berbahasa Inggris.

Seleksi Ketat Hingga Lolos 32 Siswa

Proses seleksi dimulai sejak pertengahan Desember 2025. Dari total 49 siswa yang mengikuti seleksi internal, sebanyak 34 siswa melanjutkan ke tahap pendaftaran ke universitas luar negeri.

Dari jumlah tersebut, 32 siswa dipastikan telah mengantongi LoA, dengan potensi jumlah yang masih terus bertambah.

Ubah Budaya Akademik Sekolah

Made menjelaskan bahwa sebelum adanya program ini, siswa yang melanjutkan ke luar negeri umumnya mengandalkan inisiatif pribadi dan dukungan orang tua.

Kini, sekolah telah memiliki ekosistem terstruktur yang secara aktif membimbing siswa menuju perguruan tinggi luar negeri (PTLN).

“Kehadiran Program Garuda Transformasi ini mengubah wajah budaya akademik sekolah,” jelasnya.

Diterima di Kampus Top Dunia

Para siswa tersebut diterima di berbagai universitas ternama di negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Belanda, hingga Selandia Baru.

Beberapa kampus bergengsi yang menerima siswa SMAN 10 Samarinda antara lain:

  • University of Toronto

  • Monash University

  • University of Utah

  • Wageningen University

Program studi yang dipilih pun beragam dan relevan dengan kebutuhan global, mulai dari sains data, teknik, ilmu lingkungan, hingga bidang kesehatan.

Harapan Ke Depan

Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Indonesia untuk membangun ekosistem pendidikan yang mampu bersaing di level internasional.

Selain itu, capaian ini juga membuktikan bahwa dengan sistem yang tepat, siswa daerah mampu bersaing di panggung global.

FAQ (PERTANYAAN UMUM)

1. Apa itu Letter of Acceptance (LoA)?
LoA adalah surat resmi dari universitas yang menyatakan bahwa seorang siswa diterima sebagai mahasiswa.

2. Apa Program Garuda Transformasi?
Program ini adalah inisiatif sekolah untuk membangun sistem pembinaan siswa agar mampu menembus perguruan tinggi luar negeri.

3. Berapa jumlah LoA yang diraih siswa SMAN 10 Samarinda?
Total ada 88 LoA yang diraih oleh 32 siswa.

4. Negara mana saja tujuan siswa?
Amerika Serikat, Kanada, Australia, Belanda, dan Selandia Baru.

5. Apa kunci keberhasilan siswa?
Pendampingan intensif, fasilitas tes internasional, serta ekosistem pendidikan yang terstruktur.

Jumat, 27 Maret 2026

Kolaborasi Pemkot dan ICDN Diperkuat Untuk Kemajuan Singkawang

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dorong ICDN jadi mitra strategis pembangunan inklusif, fokus pada pendidikan, SDM, dan kebhinekaan masyarakat.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dorong ICDN jadi mitra strategis pembangunan inklusif, fokus pada pendidikan, SDM, dan kebhinekaan masyarakat.

Singkawang, Kalbar – Wali Kota Tjhai Chui Mie mendorong penguatan peran Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Dewan Pengurus Daerah ICDN Kota Singkawang di ruang kerja wali kota, Jumat, di Singkawang.

Audiensi ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus perkenalan kepengurusan baru DPD-ICDN Kota Singkawang periode 2025–2030.

“Audiensi tersebut dilaksanakan dalam rangka silaturahmi sekaligus perkenalan kepengurusan baru DPD-ICDN Kota Singkawang periode 2025–2030,” ujar Tjhai Chui Mie.

Komitmen ICDN Untuk Pembangunan Daerah

Dalam pertemuan tersebut, ICDN menyampaikan komitmennya untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah. Fokus utama meliputi sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kapasitas cendekiawan Dayak.

Langkah ini dinilai penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia lokal, khususnya di kalangan masyarakat Dayak di wilayah Singkawang dan sekitarnya.

Peran Strategis ICDN Di Mata Pemerintah

Tjhai Chui Mie menyambut positif kehadiran pengurus baru ICDN. Ia menilai organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung program pembangunan pemerintah daerah.

“Kami menyambut baik kehadiran ICDN sebagai bagian dari elemen strategis dalam pembangunan daerah. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan program inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dorongan Kolaborasi Dan Inovasi Program

Pemerintah Kota Singkawang berharap sinergi dengan ICDN dapat terus diperkuat, terutama dalam merancang program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata.

Kolaborasi ini diharapkan mampu:

  • Meningkatkan kualitas pendidikan

  • Memperluas pemberdayaan masyarakat

  • Mendorong pengembangan SDM lokal

Perkuat Nilai Kebhinekaan Di Kota Toleran

Selain aspek pembangunan, Tjhai Chui Mie juga mendorong ICDN untuk turut memperkuat nilai kebhinekaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Sebagai kota yang dikenal toleran, Singkawang membutuhkan peran aktif berbagai organisasi untuk menjaga harmonisasi sosial.

“ICDN mampu berperan lebih optimal dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta menjaga harmonisasi sosial di Kota Singkawang,” ujarnya.

Dengan kolaborasi yang solid, ICDN diharapkan tidak hanya menjadi organisasi intelektual, tetapi juga motor penggerak pembangunan inklusif berbasis kearifan lokal.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa itu ICDN?
ICDN adalah organisasi yang mewadahi para cendekiawan Dayak untuk berkontribusi dalam pembangunan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

2. Apa tujuan audiensi ICDN dengan Wali Kota Singkawang?
Untuk silaturahmi sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru periode 2025–2030 serta menyampaikan komitmen pembangunan.

3. Apa fokus kontribusi ICDN di Singkawang?
Pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kapasitas SDM Dayak.

4. Kenapa ICDN dianggap penting oleh pemerintah?
Karena menjadi mitra strategis dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

5. Apa harapan Wali Kota terhadap ICDN?
ICDN diharapkan memperkuat kebhinekaan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menjaga harmonisasi sosial.

Sabtu, 14 Maret 2026

4.392 Siswa SMP Di Bengkayang Ikuti TKA 2026, Disdik Pastikan Ujian Berbasis Komputer Berjalan Lancar

Sebanyak 4.392 siswa SMP di Bengkayang mengikuti TKA 2026 berbasis komputer. Disdik memastikan kesiapan sistem ujian melalui geladi bersih di seluruh sekolah. (Gambar Ilustrasi AI)
Sebanyak 4.392 siswa SMP di Bengkayang mengikuti TKA 2026 berbasis komputer. Disdik memastikan kesiapan sistem ujian melalui geladi bersih di seluruh sekolah. (Gambar Ilustrasi AI)

Ribuan Siswa SMP Di Bengkayang Siap Hadapi TKA 2026, Disdik Pastikan Sistem Ujian Berjalan Lancar

BENGKAYANG -- Sebanyak 4.392 siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, tercatat mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026 yang dilaksanakan menggunakan sistem berbasis komputer di sejumlah sekolah.

Pelaksanaan ujian ini menjadi salah satu langkah penting dalam mengukur kemampuan akademik siswa sekaligus mengevaluasi kualitas pembelajaran di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, mengatakan sebelum ujian utama digelar, pihaknya lebih dulu melaksanakan geladi bersih di seluruh sekolah penyelenggara guna memastikan kesiapan teknis berjalan optimal.

“Geladi bersih ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh sistem berjalan dengan baik sehingga saat pelaksanaan TKA nanti para siswa dapat mengikuti ujian dengan tenang tanpa gangguan teknis,” ujarnya saat memantau kegiatan tersebut di SD Negeri 01 Monterado, Bengkayang, Jumat.

Dalam peninjauan tersebut, Heru memeriksa berbagai aspek teknis pelaksanaan ujian. Mulai dari kesiapan ruang ujian, perangkat komputer yang digunakan siswa, kestabilan jaringan internet, hingga kesiapan aplikasi yang digunakan dalam sistem ujian berbasis komputer.

Selain itu, ia juga berdialog langsung dengan panitia sekolah, proktor, serta teknisi untuk memastikan seluruh prosedur pelaksanaan ujian telah dipahami dan dijalankan sesuai ketentuan.

Puluhan SMP Ikut TKA Berbasis Online

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, pelaksanaan TKA 2026 diikuti ratusan satuan pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga SMP.

Untuk jenjang SMP, terdapat 86 sekolah yang terdaftar mengikuti TKA tahun ini.

Dari jumlah tersebut:

  • 84 sekolah melaksanakan ujian secara mandiri

  • 1 sekolah menumpang di sekolah lain yang memiliki fasilitas memadai

Dari sisi metode pelaksanaan, sebagian besar sekolah telah menerapkan sistem ujian berbasis daring.

Rinciannya:

  • 75 SMP menggunakan sistem online penuh

  • 10 sekolah menggunakan sistem semi-online

Metode semi-online diterapkan menyesuaikan kondisi infrastruktur dan jaringan internet di beberapa wilayah.

Ribuan Siswa SD Juga Ikut TKA

Tidak hanya siswa SMP, pelaksanaan TKA tahun ini juga melibatkan jenjang sekolah dasar.

Tercatat 264 SD di Kabupaten Bengkayang turut berpartisipasi dengan total 5.004 siswa yang mengikuti tes.

Pelaksanaan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai kemampuan akademik siswa.

Data Penting Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan

Heru menegaskan bahwa Tes Kompetensi Akademik merupakan salah satu instrumen penting untuk mengukur capaian hasil belajar siswa di sekolah.

Melalui TKA, pemerintah daerah dapat melihat sejauh mana kemampuan peserta didik, terutama dalam aspek literasi dan numerasi.

“Hasil TKA nantinya akan menjadi salah satu sumber data penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan peningkatan mutu pendidikan,” jelasnya.

Ia berharap pelaksanaan TKA 2026 yang telah dipersiapkan secara matang dapat berjalan lancar serta menghasilkan data akademik yang akurat.

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar penting dalam merancang berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bengkayang.

Poliban Dorong Mahasiswa Jadi Pengusaha Lewat Program Hibah Rp150 Juta

Poliban Banjarmasin menguatkan program mahasiswa wirausaha melalui hibah Rp150 juta dan pelatihan bisnis guna mencetak pengusaha muda dan pencipta lapangan kerja. (Gambar ilustrasi AI)
Poliban Banjarmasin menguatkan program mahasiswa wirausaha melalui hibah Rp150 juta dan pelatihan bisnis guna mencetak pengusaha muda dan pencipta lapangan kerja. (Gambar ilustrasi AI)

Banjarmasin – Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Kalimantan Selatan, terus memperkuat budaya kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Melalui pembinaan dari Entrepreneur Training Unit (ETU), kampus ini aktif mendorong mahasiswa berani memulai usaha mandiri sejak masih menempuh pendidikan.

Koordinator Kewirausahaan ETU Poliban, Nadia Putri Utami, menjelaskan bahwa program Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) menjadi salah satu langkah nyata untuk membangun mental entrepreneur di kalangan mahasiswa.

Menurutnya, Poliban tidak hanya berfokus mencetak lulusan dengan kemampuan akademik yang siap bekerja di industri. Lebih dari itu, kampus juga ingin melahirkan generasi muda yang mampu membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja baru.

“Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk berani memulai usaha sendiri. Jadi setelah lulus nanti, mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga bisa menjadi pencipta lapangan pekerjaan,” ujarnya di Banjarmasin, Sabtu.

Hibah Modal Usaha Bagi Mahasiswa

Untuk memperkuat program tersebut, Poliban secara rutin menggelar sosialisasi mengenai PMW kepada mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan minat berwirausaha sekaligus memberikan pemahaman tentang cara memulai bisnis.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa juga dibekali pengetahuan tentang cara menyusun proposal bisnis agar berpeluang mendapatkan hibah modal usaha.

“Baru-baru ini kami mengadakan sosialisasi PMW yang salah satunya membahas bagaimana menulis proposal usaha agar bisa memperoleh dana hibah,” kata Nadia.

Pada tahun 2025 lalu, Poliban mengalokasikan dana hibah sebesar Rp150 juta untuk mendukung program mahasiswa wirausaha. Dana ini dimanfaatkan mahasiswa sebagai modal awal untuk merintis berbagai ide bisnis kreatif.

Ia menambahkan, pada tahun ini program hibah serupa kemungkinan kembali digelar. Bahkan nilainya berpotensi meningkat, tergantung pada kualitas serta inovasi ide bisnis yang diajukan mahasiswa.

Inspirasi Dari Alumni Yang Sukses Berbisnis

Untuk menambah wawasan sekaligus memotivasi mahasiswa, Poliban juga menghadirkan wirausahawan muda yang berhasil mengembangkan usaha sejak masih kuliah.

Salah satunya adalah Nor Azizah, alumni Poliban angkatan 2025 yang kini menjalankan bisnis resin art. Dalam sesi berbagi pengalaman, ia menceritakan bagaimana hobinya terhadap kerajinan resin akhirnya berkembang menjadi usaha yang menghasilkan.

“Usaha biasanya berawal dari hal yang kita sukai. Dulu saya sangat tertarik dengan resin art, lalu mencoba mengajukan proposal PMW. Alhamdulillah diterima dan dari situ usaha ini mulai berkembang,” ungkapnya.

Menurut Azizah, pengalaman berwirausaha selama kuliah memberikan banyak pelajaran berharga, mulai dari manajemen usaha hingga menghadapi tantangan bisnis di lapangan.

Ia juga mengapresiasi dukungan kampus melalui program PMW yang tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga pendampingan bagi mahasiswa.

“Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan menerima hibah dari PMW karena dananya cukup membantu. Selain itu, mahasiswa juga mendapat bimbingan dari tim kampus. Jadi jangan ragu untuk mencoba. Ajukan saja ide yang kalian punya,” katanya.

Dorong Mahasiswa Berani Memulai Usaha

Program kewirausahaan yang digagas Poliban ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pengusaha muda dari kalangan mahasiswa.

Selain meningkatkan kemandirian ekonomi, langkah ini juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif menghadapi persaingan dunia kerja.

Dengan adanya dukungan modal, pelatihan, serta pendampingan bisnis, mahasiswa diharapkan berani mengambil langkah pertama untuk memulai usaha mereka sendiri.

Minggu, 01 Maret 2026

Kitabisa dan Harapan Alam Gerakkan Komunitas Tanam Mangrove

Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.
Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.

Mempawah - Pesisir bukan hanya tentang laut. Di sana, mangrove tumbuh sebagai benteng alami yang melindungi daratan dari abrasi, menjaga kehidupan pesisir, sekaligus menyimpan harapan bagi generasi mendatang.

Semangat itu menjadi dasar kolaborasi antara Kitabisa.org, Harapan Alam (HARPA), Ganavira, Crustea, komunitas Interraction, dan Gemawan dalam kegiatan penanaman mangrove bertajuk “Dari Hati Turun ke Alam – Bersama Tanam Mangrove”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 28 Februari 2026 di Desa Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dengan melibatkan penerima beasiswa, komunitas pecinta lingkungan, serta masyarakat setempat.

Merawat Pesisir, Merawat Kehidupan

Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.
Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.

Mangrove bukan sekadar vegetasi pesisir. Ia adalah pelindung alami dari gelombang dan badai, habitat berbagai biota laut, sekaligus penyangga ekonomi masyarakat.

“Dalam konteks perubahan iklim dan meningkatnya risiko abrasi, keberadaan mangrove menjadi semakin krusial,” ujar Lani Ardiansya, pegiat Gemawan.

Selain menanam bibit mangrove, peserta juga mendapatkan pembelajaran langsung mengenai praktik silvofishery—model budidaya perikanan yang terintegrasi dengan pelestarian mangrove. Pendekatan ini menjadi contoh nyata bahwa konservasi lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dari Aksi ke Edukasi

Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.
Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.

Kegiatan ini tidak berhenti pada aksi simbolik. “Dari Hati Turun ke Alam” menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama.

Ucup sapaan Akrabnya, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas latar belakang ini membuktikan kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dari siapa saja dan menjadi gerakan berdampak ketika disatukan.

Senada dengan itu, Muti dari Komunitas Lingkungan Kitabisa–Interraction berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran komunitas terhadap isu-isu lingkungan. Ia menekankan pentingnya anggota komunitas memahami tujuan setiap program, lalu menyebarkan pengetahuan dan advokasi di lingkungannya masing-masing.

“Harapannya teman-teman komunitas tidak hanya ikut menanam, tapi juga menjadi penyambung informasi dan penggerak kesadaran di ruang mereka sendiri,” ujarnya.

Ke depan, komunitas di Kalimantan Barat—khususnya Pontianak—diharapkan dapat menginisiasi kegiatan lanjutan secara mandiri, baik terkait mangrove maupun isu lingkungan lainnya.

Komitmen Berkelanjutan

Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.
Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.

Tantowi Gilang dari Harapan Alam–Kitabisa.org menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara program beasiswa, pemberdayaan, dan pelestarian lingkungan.

“Kegiatan lanjutan pasti ada. Kami masih memiliki banyak pekerjaan rumah, terutama dalam penguatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan komunitas di Kalimantan Barat. Ke depan, akan ada diskusi kelompok terarah (FGD) serta kegiatan lain untuk memperkuat gerakan ini,” jelasnya.

Ia juga berharap kolaborasi lintas pemangku kepentingan—mulai dari relawan, lembaga lingkungan, hingga penerima beasiswa dan keluarga mereka—dapat memperkuat pendidikan, kesejahteraan, serta melahirkan program-program baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.
Kolaborasi Kitabisa, Gemawan, dan komunitas lokal menanam mangrove di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai benteng pesisir alami, edukasi lingkungan, dan pelestarian masa depan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, para kolaborator mengajak masyarakat luas untuk turut serta menjaga pesisir. Karena pesisir bukan hanya tentang laut—ia adalah tentang kehidupan, keberlanjutan, dan masa depan yang dirawat bersama.

Sabtu, 28 Februari 2026

100 Siswa Landak Ikuti Psikotes KKRI Kodim 1210 Penuh Semangat dan Antusias

Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.

NGABANG -- Semangat generasi muda kembali terlihat di Kabupaten Landak. Sebanyak 100 siswa mengikuti psikotes Personel Korps Kadet Republik Indonesia yang digelar oleh Kodim 1210 Landak pada Kamis 26 Februari 2026 di sebuah sekolah Kristen swasta berasrama di Jalan MIKA Plasma 2 Km 14 Amboyo Inti Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak Kalimantan Barat.

Kegiatan seleksi ini menjadi bagian dari program pembinaan Korps Kadet Republik Indonesia yang berada di bawah naungan Kodim 1210/Landak. 

Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.

Psikotes dilakukan untuk mengukur kesiapan mental, karakter, kemampuan kognitif, serta aspek kepribadian para peserta sebelum mengikuti tahapan pembinaan lanjutan.

Seleksi Ketat untuk Menjaring Generasi Berkarakter

Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.

Sebanyak 100 siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi tes. Mereka berasal dari lingkungan sekolah berasrama di wilayah Ngabang yang dikenal aktif dalam kegiatan pembinaan karakter. 

Proses psikotes dirancang secara sistematis dan terukur agar hasilnya objektif serta mampu memetakan potensi terbaik siswa.

Komandan Kodim 1210 Landak, Andy Setio Untoro, menegaskan bahwa pembinaan melalui Korps Kadet Republik Indonesia bukan hanya fokus pada kekuatan fisik. 

Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.

Menurutnya, program ini mengedepankan pembentukan mental tangguh, jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, dan semangat nasionalisme.

Ia menjelaskan bahwa tahapan psikotes menjadi filter awal untuk memastikan peserta memiliki kesiapan mental dan integritas. 

Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.

Dengan demikian, siswa yang terpilih nantinya benar-benar siap dibina menjadi generasi muda unggul yang berkontribusi positif bagi daerah.

Komitmen Membangun Masa Depan Kabupaten Landak

Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.

Kegiatan yang berlangsung tertib ini mencerminkan keseriusan TNI AD dalam membangun sumber daya manusia sejak usia sekolah. 

Melalui program Korps Kadet Republik Indonesia, pembinaan tidak hanya menargetkan prestasi akademik, tetapi juga ketahanan mental serta nilai kebangsaan.

Langkah ini diharapkan mampu melahirkan kader muda yang siap menghadapi tantangan masa depan. 

Kabupaten Landak membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat dan memiliki kepemimpinan yang matang.

Bagi para siswa, mengikuti psikotes ini bukan sekadar tes biasa. Ini adalah peluang untuk mengembangkan diri, melatih disiplin, serta memperluas wawasan kebangsaan sejak dini.

FAQ

Apa itu Korps Kadet Republik Indonesia KKRI?
Korps Kadet Republik Indonesia adalah wadah pembinaan generasi muda yang berfokus pada penguatan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan.

Mengapa psikotes penting dalam seleksi KKRI?
Psikotes digunakan untuk mengukur kesiapan mental, karakter, serta potensi kognitif peserta agar proses pembinaan lebih tepat sasaran.

Siapa yang menyelenggarakan kegiatan ini?
Kegiatan diselenggarakan oleh Kodim 1210 Landak sebagai bagian dari pembinaan generasi muda di wilayah Kabupaten Landak.

Berapa jumlah peserta yang mengikuti psikotes?
Sebanyak 100 siswa mengikuti tahapan psikotes pada kegiatan tersebut.

Penulis: Tino | Editor: Heri Yakop

Rabu, 25 Februari 2026

Tari Sekar Jagat dan Pendet Warnai Pertukaran Budaya Indonesia Satukan Mahasiswa Jepang dan UI

Gamelan Jawa dan Tari Bali Memikat Mahasiswa Tokyo di Depok
Mahasiswa Tokyo University of Agriculture and Technology mengikuti workshop gamelan Jawa dan tari Bali di UI Depok. Program ini memperkuat diplomasi budaya dan pertukaran akademik Indonesia Jepang.

Gamelan Jawa dan Tari Bali Memikat Mahasiswa Tokyo di Depok

JAKARTA -- Mahasiswa dari Tokyo University of Agriculture and Technology mengikuti lokakarya seni budaya Indonesia di Makara Art Center Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, yang digelar oleh Direktorat Kebudayaan UI bersama Fakultas Teknik UI

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pertukaran budaya tahunan yang bertujuan memperkenalkan kekayaan seni Nusantara sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan Jepang melalui pendekatan budaya.

Bertajuk Workshop Indonesian Art Cultural, kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar langsung atau learning by doing. Para mahasiswa Jepang tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi terlibat aktif memainkan alat musik tradisional dan mempraktikkan gerakan tari daerah.

Fasilitator dalam lokakarya tersebut adalah pengajar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI dan seniman profesional, Dr. Ari Prasetyo, M.Hum., serta Citra Cahyaning Sumirat, S.H., M.Pd. Mereka membimbing peserta memahami teknik sekaligus filosofi di balik setiap ekspresi seni yang dipelajari.

Pada sesi pertama, mahasiswa TUAT diperkenalkan dengan gamelan Jawa. Mereka mencoba memainkan saron, bonang, dan gong secara langsung. Tidak sekadar memukul instrumen, peserta diajak memahami makna harmoni, keseimbangan, dan kebersamaan yang menjadi ruh musik gamelan. Suasana penuh antusias terlihat ketika alunan nada mulai terdengar padu meski baru pertama kali dimainkan.

Memasuki sesi berikutnya, energi ruangan berubah saat para peserta mempelajari Tari Pendet dan Tari Sekar Jagat dari Bali. Dengan arahan penari profesional, mereka berlatih gerakan dasar seperti ngelo, agem, hingga seledet atau gerakan mata khas tari Bali. Meski awalnya terlihat kaku, tawa dan semangat kebersamaan mencairkan suasana, menjadikan proses belajar terasa hangat dan menyenangkan.

Perwakilan Direktorat Kebudayaan UI, Eko Sulistiyo, menyampaikan bahwa seni merupakan bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan latar belakang disiplin ilmu maupun budaya. Menurutnya, diplomasi budaya melalui gamelan dan tari tradisional membuktikan bahwa seni Indonesia mampu menginspirasi mahasiswa dari bidang pertanian dan teknologi.

Salah satu peserta, Yuki Tanaka, mengaku mendapatkan perspektif baru dari pengalaman tersebut. Sebagai mahasiswa teknik, ia melihat bagaimana ketepatan, ritme, dan kelembutan dalam seni Indonesia berpadu menjadi harmoni yang indah. Pengalaman ini dinilai membuka wawasan lintas budaya dan memperkaya pemahaman globalnya.

Program kolaborasi antara Fakultas Teknik UI dan TUAT ini diharapkan melahirkan duta budaya yang dapat memperkenalkan seni Indonesia di Jepang. Kegiatan ditutup dengan pertunjukan kolaboratif singkat dan sesi foto bersama sebagai simbol harmonisasi dua bangsa dalam satu panggung persahabatan.

Melalui inisiatif seperti ini, hubungan akademik dan budaya Indonesia-Jepang semakin kuat. Seni bukan sekadar pertunjukan, tetapi jembatan yang mempertemukan ide, nilai, dan rasa saling menghargai antarbangsa.

FAQ

Apa tujuan lokakarya seni budaya ini?
Untuk memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada mahasiswa Jepang sekaligus mempererat hubungan bilateral melalui diplomasi budaya.

Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ini?
Direktorat Kebudayaan UI, Fakultas Teknik UI, serta mahasiswa dari Tokyo University of Agriculture and Technology.

Seni apa saja yang dipelajari peserta?
Gamelan Jawa serta Tari Pendet dan Tari Sekar Jagat dari Bali.

Mengapa kegiatan ini penting?
Karena memperkuat hubungan internasional, meningkatkan pemahaman lintas budaya, dan memperluas wawasan mahasiswa di luar bidang akademik utama mereka.

Senin, 23 Februari 2026

MoU Ditandatangani, Bawaslu Dapat Akses Sosialisasi ke Sekolah Kemenag

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memperkuat koordinasi dan sosialisasi demokrasi.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memperkuat koordinasi dan sosialisasi demokrasi.

Pontianak — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memperkuat koordinasi dan sosialisasi demokrasi.

Penandatanganan berlangsung di Kantor Kanwil Kemenag Kalbar, Senin (23/2/2026), dan dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, Mursyid Hidayat, S.Sos., M.H., serta Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Dr. Muhajirin Yanis, M.Pd.I.

Mursyid mengatakan, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas edukasi demokrasi kepada masyarakat, khususnya melalui lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag.

“Kerja sama ini sangat penting untuk memperkuat demokrasi di Kalimantan Barat. Kami melihat kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran publik,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui MoU tersebut, Bawaslu memperoleh ruang untuk melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif di sekolah-sekolah madrasah maupun satuan pendidikan yang berada di bawah Kemenag.

“Kami berharap akses sosialisasi ke sekolah-sekolah ini dapat membangun budaya demokrasi sejak dini, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu,” kata Mursyid.

Selain menyasar pelajar, kerja sama ini juga mencakup sosialisasi terkait netralitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama.

Menurut Mursyid, penguatan pemahaman netralitas ASN menjadi aspek penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan integritas penyelenggaraan pemilu.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis, menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung penuh upaya penguatan demokrasi melalui jalur pendidikan dan pembinaan ASN.

“Pada prinsipnya kami siap mendukung Bawaslu dalam meningkatkan kesadaran demokrasi di Kalimantan Barat, termasuk melalui satuan pendidikan yang berada di bawah naungan Kemenag,” kata Muhajirin.

Ia menilai, edukasi demokrasi perlu berjalan beriringan dengan penguatan nilai toleransi dan moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk.

“Kerja sama ini juga penting untuk meneguhkan nilai toleransi dan netralitas ASN. Kami akan membuka ruang sosialisasi agar pesan-pesan penguatan demokrasi dapat menjangkau lebih luas,” ujarnya.

Muhajirin berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi berlanjut pada program konkret di lapangan.

Dengan adanya MoU tersebut, kedua lembaga menargetkan peningkatan literasi demokrasi masyarakat, penguatan pengawasan partisipatif, serta pemahaman netralitas ASN di lingkungan Kemenag Kalimantan Barat.

Sinergi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjaga kualitas demokrasi di Kalimantan Barat sekaligus membangun kesadaran publik yang lebih kuat menjelang tahapan-tahapan demokrasi ke depan. (*)