Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juli 2026

UT Pontianak Tegaskan Ricky Rosales Tidak Terafiliasi dengan Universitas Terbuka

UT Pontianak Tegaskan Ricky Rosales Tidak Terafiliasi dengan Universitas Terbuka
UT Pontianak Tegaskan Ricky Rosales Tidak Terafiliasi dengan Universitas Terbuka.
PONTIANAK – Universitas Terbuka (UT) Pontianak menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait adanya laporan dari mahasiswa mengenai aktivitas yang dilakukan oleh Saudara Ricky Rosales yang mengatasnamakan UT Pontianak.

Direktur UT Pontianak, Dr. Romi Siswanto, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa Saudara Ricky Rosales bukan merupakan staf, pegawai, perwakilan resmi, maupun mitra kerja UT Pontianak.

“UT Pontianak tidak pernah menjalin kerja sama dalam bentuk apa pun dengan Saudara Ricky Rosales, khususnya dalam kegiatan penerimaan mahasiswa baru, registrasi, pengurusan administrasi akademik, pembayaran, maupun layanan kemahasiswaan lainnya di wilayah Kota Singkawang dan sekitarnya,” tegas Direktur UT Pontianak.

UT Pontianak juga menegaskan bahwa segala bentuk aktivitas, komunikasi, penawaran, pengumpulan data, maupun transaksi yang mengatasnamakan UT Pontianak melalui Saudara Ricky Rosales bukan menjadi tanggung jawab UT Pontianak.

Kepada mahasiswa maupun calon mahasiswa yang merasa pernah melakukan pendaftaran, pembayaran, atau pengurusan perkuliahan melalui pihak tersebut, UT Pontianak mengimbau agar segera menghentikan keterlibatan dan menarik keikutsertaannya.

Sebagai langkah perlindungan terhadap mahasiswa dan calon mahasiswa, UT Pontianak mengingatkan masyarakat agar melakukan seluruh proses pendaftaran dan pengurusan administrasi akademik hanya melalui jalur resmi Universitas Terbuka.

Adapun jalur resmi yang dapat digunakan adalah melalui jalur mandiri langsung pada sistem resmi Universitas Terbuka, atau melalui Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) mitra resmi UT Pontianak yaang ada di 14 Kabupaten dan Kota.

UT Pontianak mengimbau seluruh mahasiswa, calon mahasiswa, orang tua, serta masyarakat di Kalimantan Barat agar lebih berhati-hati terhadap pihak-pihak yang menawarkan layanan pendaftaran, pembayaran, maupun pengurusan akademik dengan mengatasnamakan UT Pontianak tanpa dasar resmi.

“Pernyataan sikap ini kami sampaikan untuk menjaga ketertiban administrasi, keamanan layanan akademik, serta melindungi mahasiswa dan calon mahasiswa dari potensi informasi maupun layanan yang tidak resmi,” tambah Dr. Romi.

UT Pontianak berkomitmen untuk terus memberikan layanan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh secara resmi, transparan, aman, dan akuntabel bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat.

Kontak resmi UT Pontianak:
Website: pontianak.ut.ac.id
HP./WA: 085135729090

Kamis, 25 Juni 2026

Wujud Kepedulian Sosial di Musim Libur Sekolah, Angkasa Pura Indonesia Gelar Khitanan Massal Gratis untuk 100 Anak di Kubu Raya dan Pontianak

Foto: PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Supadio menggelar program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Khitanan Massal 100 Anak

KUBU RAYA - Mengisi libur sekolah dengan aksi nyata, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Supadio menggelar program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Sehat Bersama InJourney Airports” berupa khitanan massal gratis, Kamis 25 Juni 2026.

Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna Candra Distra Wiradi, dekat Bandara Internasional Supadio, pukul 08.00-12.00 WIB. Sebanyak 100 anak dari Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak mengikuti khitan massal, termasuk anak-anak wilayah ring satu bandara: Desa Limbung, Arang Limbung, dan Kuala Dua.

Program ini merupakan hasil kerja sama Angkasa Pura Indonesia dengan Pemkab Kubu Raya melalui Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, serta organisasi kemanusiaan Brigade Gerak Cepat Kemanusiaan (BRIGECK).

Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya H. Wan Irwansyah, S.Pd., SKM., M.A.P, mengapresiasi kegiatan tersebut. 

“Khitanan ini sangat positif dan bersejarah bagi anak-anak. Dari sisi agama memang dianjurkan, sementara dari aspek kesehatan manfaatnya sudah terbukti untuk menjaga kebersihan dan mencegah infeksi,” ujarnya.

Ia menambahkan metode khitan saat ini sudah lebih baik. “Ada obat penghilang rasa sakit sehingga proses lebih nyaman dan penyembuhan lebih cepat dibandingkan zaman dulu,” katanya.

Foto: Joko Wahyudi, Branch Communication & CSR Department Head Angkasa Pura Indonesia Bandara Supadio

Joko Wahyudi, Branch Communication & CSR Department Head Angkasa Pura Indonesia Bandara Supadio mewakili General Manager Maya Damayanti, menyampaikan kegiatan ini bentuk kepedulian perusahaan di libur sekolah untuk membantu orang tua.

“Kami bersinergi dengan Gerakan Cepat Kemanusiaan, Dinas Sosial, dan Polsek Kawasan Bandara Supadio. Peserta 100 orang dari Kubu Raya dan Pontianak mendapat layanan khitan higienis oleh tenaga medis profesional BRIGECK, serta santunan uang saku dan bingkisan,” jelas Joko.

Kegiatan dihadiri stakeholders termasuk Polsek Kawasan Bandara Supadio dan kepala desa ring satu bandara. Angkasa Pura Indonesia berharap silaturahmi dan kemitraan dengan pemerintah, lembaga kemanusiaan, serta masyarakat terus terjaga untuk mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan sejahtera. (Jm)

Senin, 22 Juni 2026

Berawal dari Tugas Guru, Siswa SMTI Pontianak Ini Malah Jadi Juara Berkat Smart Barrier Lidar

Siswa SMTI Pontianak Indra Setyawan meraih Juara I Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas 2026 lewat inovasi Smart Barrier Lidar untuk meningkatkan keselamatan perlintasan kereta api.
Siswa SMTI Pontianak Indra Setyawan meraih Juara I Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas 2026 lewat inovasi Smart Barrier Lidar untuk meningkatkan keselamatan perlintasan kereta api.

Siswa SMTI Pontianak Raih Juara I Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas 2026 Berkat Smart Barrier Lidar

PONTIANAK - Indra Setyawan, siswa Kelas X SMTI Pontianak, meraih Juara I Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Kota Pontianak 2026. 

Penghargaan tersebut diterima pada Senin (22/6/2026) di Ruang VIP Wali Kota Pontianak berkat inovasi "Prototype Smart-Barrier Lidar" yang dikembangkannya bersama Faridh Zulfahmi.

Karya yang diusung keduanya berupa sistem palang pintu perlintasan sebidang otomatis yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan jalur kereta api melalui teknologi sensor dan pemantauan digital.

Indra mengaku awalnya ditunjuk oleh guru untuk mengikuti ajang tersebut. Bersama rekannya, ia kemudian mencari ide yang sesuai dengan tema keselamatan lalu lintas sebelum mengembangkan Smart Barrier Lidar.

Sistem tersebut memanfaatkan tiga sensor yang ditempatkan di titik berbeda di jalur kereta api. Sensor berfungsi mendeteksi kedatangan kereta dan memberikan respons otomatis apabila terdapat kendaraan yang terjebak di area perlintasan.

Saat kereta berada pada jarak tertentu, sistem akan mengaktifkan peringatan. Jika kendaraan masih berada di area perlintasan, palang pintu dapat terbuka kembali dan masinis menerima notifikasi peringatan. Sistem juga dapat dipantau melalui website dan dilengkapi lampu peringatan.

Pembuatan prototipe memerlukan waktu sekitar satu hingga dua minggu. Meski yang dipresentasikan dalam lomba masih berupa simulasi, tim telah memiliki prototipe yang sebelumnya sudah diuji coba.

Berkat inovasi tersebut, Indra dan Faridh meraih nilai total 94,28 dari penilaian karya tulis ilmiah dan presentasi alat di hadapan dewan juri.

“Awalnya kami ditunjuk oleh guru untuk mengikuti lomba ini. Setelah itu kami mulai mencari ide yang sesuai dengan tema keselamatan lalu lintas. Akhirnya kami mengembangkan Smart Barrier Lidar untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api,” kata Indra usai menerima piagam dan hadiah dari Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

Indra berharap inovasi tersebut dapat terus disempurnakan, terutama pada aspek sensor agar semakin akurat dan efektif dalam mendukung keselamatan di perlintasan kereta api.

“Sekolah sangat membantu, baik dari sisi pendanaan maupun pendampingan oleh guru pembimbing. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi,” ujarnya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menjadi sarana untuk membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus mendorong lahirnya inovasi keselamatan jalan.

“Kita menyadari bahwa tingkat kecelakaan lalu lintas, khususnya di Kota Pontianak, masih cukup tinggi dan banyak pelajar yang menjadi korban. 

Karena itu kegiatan ini menjadi momentum untuk melahirkan inovasi-inovasi terkait keselamatan lalu lintas,” ujar Edi.

Edi berharap inovasi yang dihasilkan para peserta tidak berhenti sebagai konsep, tetapi dapat diterapkan secara nyata untuk membantu menekan angka kecelakaan. 

Para pemenang juga diharapkan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan mengampanyekan budaya tertib berkendara di lingkungan masing-masing.

Selesai Jalani Pelatihan KKRI, Peserta di Sanggau Pulang dengan Semangat Baru untuk Masa Depan Indonesia

Kodim 1204/Sanggau resmi menutup Pelatihan KKRI Gelombang V Semester I TA 2026 bagi siswa SMA, SMK, dan MAN dengan fokus pembinaan karakter, disiplin, dan kepemimpinan.
Kodim 1204/Sanggau resmi menutup Pelatihan KKRI Gelombang V Semester I TA 2026 bagi siswa SMA, SMK, dan MAN dengan fokus pembinaan karakter, disiplin, dan kepemimpinan.

Kodim 1204/Sanggau Resmi Tutup Pelatihan KKRI Gelombang V Semester I TA 2026

SANGGAU – Kodim 1204/Sanggau menutup Pelatihan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang V Semester I Tahun Anggaran 2026 bagi siswa SMA, SMK, dan MAN di Sanggau. 

Penutupan dilakukan melalui upacara yang berlangsung khidmat sebagai penanda berakhirnya rangkaian pembinaan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan yang telah diikuti para peserta.

Pelatihan tersebut mengusung tema "KKRI sebagai Wadah Pembentukan Generasi Muda Tangguh, Disiplin, dan Berkarakter Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045". 

Program ini menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda yang terus dilakukan Kodim 1204/Sanggau.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi yang mencakup kedisiplinan, kepemimpinan, nasionalisme, wawasan kebangsaan, serta pembentukan karakter sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam amanat Inspektur Upacara yang dibacakan Kasdim 1204/Sanggau Mayor Arm Duloh, disampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

"Pelatihan ini bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang telah diperoleh selama mengikuti kegiatan KKRI. 

Jadilah generasi muda yang mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat," ujar Inspektur Upacara dalam amanatnya.

Selesai Jalani Pelatihan KKRI, Peserta di Sanggau Pulang dengan Semangat Baru untuk Masa Depan Indonesia
Kodim 1204/Sanggau resmi menutup Pelatihan KKRI Gelombang V Semester I TA 2026 bagi siswa SMA, SMK, dan MAN dengan fokus pembinaan karakter, disiplin, dan kepemimpinan.

Kodim 1204/Sanggau berharap para peserta mampu menjadi generasi yang tangguh menghadapi tantangan zaman, memiliki semangat bela negara dan rasa cinta tanah air, serta berkontribusi positif dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Penutupan pelatihan ditandai dengan penyematan penghargaan kepada peserta berprestasi, pelepasan tanda peserta secara simbolis, serta sesi foto bersama yang diikuti peserta, pembina, pelatih, dan para undangan.

Dengan berakhirnya Pelatihan KKRI Gelombang V Semester I Tahun Anggaran 2026, para peserta diharapkan terus mengembangkan potensi diri dan menerapkan nilai-nilai disiplin serta kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Minggu, 21 Juni 2026

Program MEGA BNN Batang Kenalkan Pencegahan Narkoba Secara Langsung

BNN Batang gelar edukasi antinarkoba lewat jelajah ruang bagi pelajar, kenalkan program MEGA dan pencegahan narkoba di Kabupaten Batang.
BNN Batang gelar edukasi antinarkoba lewat jelajah ruang bagi pelajar, kenalkan program MEGA dan pencegahan narkoba di Kabupaten Batang.

Batang, Jawa Tengah — Badan Narkotika Nasional Kabupaten Batang menggelar program jelajah ruang edukasi antinarkoba bagi pelajar di Batang pada Minggu, dengan memperkenalkan langsung tugas, fasilitas, dan alat peraga pencegahan narkoba.

Kegiatan ini dikemas sebagai edukasi interaktif yang memungkinkan pelajar dan mahasiswa melihat langsung diorama, replika narkoba, serta berbagai fasilitas kerja BNN dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika.

Kepala Tim Rehabilitasi BNN Kabupaten Batang, Ardhi Yusuf Rahmawan, mengatakan pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi pelajar maupun mahasiswa yang ingin mempelajari metode kerja BNN.

Menurutnya, siswa tidak hanya melihat alat peraga, tetapi juga mendapat penjelasan mengenai tugas masing-masing tim di BNN dalam penanganan kasus narkoba.

Program Motivasi Edukasi Generasi Anti-Narkoba (MEGA) menjadi bagian dari kegiatan ini, dengan fokus memberikan pengalaman langsung kepada pelajar terkait bahaya narkoba dan metode pencegahannya.

“Respons para pelajar sangat positif karena ini pengalaman baru bagi mereka,” kata Ardhi.

Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah diikuti oleh sejumlah lembaga pendidikan, di antaranya SMP Negeri 6 Batang dan Madrasah Aliyah Negeri Batang.

Ardhi Yusuf Rahmawan menyebut edukasi langsung ini penting untuk memperkuat pemahaman pelajar tentang tugas BNN sekaligus meningkatkan kesadaran bahaya narkoba.

Ia juga menekankan pentingnya pencegahan sejak dini, mengingat pelajar menjadi kelompok yang rentan terhadap penyalahgunaan zat terlarang seperti tramadol dan hexymer.

Berdasarkan data, BNN Kabupaten Batang bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah mengungkap lima kasus narkotika dengan 11 tersangka sepanjang 2025.

BNN Batang berharap edukasi langsung ini dapat memperluas pemahaman pelajar dan mendorong mereka menyebarkan informasi pencegahan narkoba di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari.

Senin, 15 Juni 2026

Kunjungi SMA PGRI 05 Rawak, Bawaslu Sosialisasikan Pengawasan Pemilu

Kunjungi SMA PGRI 05 Rawak, Bawaslu Sosialisasikan Pengawasan Pemilu
Bawaslu Kabupaten Sekadau menggelar sosialisasi pengawasan pemilu kepada pelajar SMA PGRI 05 Rawak. (Bawaslu Sekadau/Tim)

SEKADAU - Tidak hanya ke sekolah-sekolah negeri, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sekadau kali ini juga mengunjungi sekolah swasta yang ada di Bumi Lawang Kuari seperti ke Sekolah Menengah Atas Persatuan Guru Republik Indonesia (SMA PGRI) 05 Rawak. 

Hal ini guna untuk menyasar calon pemilih pemula yang akan memilih pada pemilu tahun 2029 mendatang.

Kunjungan ke sekolah tersebut juga dalam rangka mensosialisasikan tugas dan fungsi Bawaslu pada tahapan pemilu termasuk pemisahan pemilu nasional dan pemilu lokal.

Kepada media ini Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Bawaslu Kabupaten Sekadau Muhammad Sandi mengatakan bahwa kunjungan itu bertujuan untuk mengajak peran aktif calon pemilih pemula mengawasi suara yang mereka berikan mulai dari TPS hingga putusan pleno penetapan calon terpilih benar-benar dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang mengaturnya. 

"Kepada calon pemilih kita juga sampaikan agar memilih itu bukan karena isu Politisasi SARA, Politik Uang atau karena intimidasi, " paparnya.

Bawaslu Kabupaten Sekadau menggelar sosialisasi pengawasan pemilu kepada pelajar SMA PGRI 05 Rawak. (Bawaslu Sekadau/Tim)
Bawaslu Kabupaten Sekadau menggelar sosialisasi pengawasan pemilu kepada pelajar SMA PGRI 05 Rawak. (Bawaslu Sekadau/Tim)

Untuk masa non tahapan sekarang ini, Bawaslu gencar melakukan sosialisasi tugas dan fungsinya dan juga mengajak warga masyarakat termasuk calon pemilih pemula agar kelak aktif mengawasi pemilu minimal disekitar lingkungan TPS (Tempat Pemungutan Suara) dekat tempat tinggalnya berada.

Dikatakan pula bahwa tujuan lain dari Bawaslu goes to school ini adalah untuk memotivasi kepada para pelajar agar rajin belajar menimba ilmu untuk bekal di kemudian hari, sehingga kelak bisa menjadi generasi penerus bangsa yang sangat berguna sekali. 

"Siapa nantinya yang akan mengganti kami-kami, kalau bukan para pelajar kaum terdidik sebagai generasi penerus bangsa," terangnya pula.

Dijelaskan bahwa tugas Bawaslu adalah mengawasi semua tahapan, mencegah terjadi pelanggaran dan menindak pelanggaran yang ada. 

"Kami lakukan pengawasan melekat pada semua tahapan yang ada, dan disitu kami hadir untuk mencegah terjadinya pelanggaran dengan mengingatkan peserta pemilu dan para pemilih termasuk juga penyelenggara pemilu seperti Bawaslu dan KPU bersama seluruh jajaran yang ada," tambahnya.

Sunardi selalu Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (PPPS) menambahkan bahwa kegiatan non bajeter ini juga menjelaskan mengenai bagaimana Bawaslu menangani laporan pelanggaran Pemilu. 

" Kami juga sampaikan bagaimana cara melapor jika melihat dan mengetahui telah terjadi pelanggaran pemilu. Paling utama membawa identitas pelapor dan terlapor, ada cukup barang bukti serta adanya para saksi-saksi," ucapnya.

Disampaikan pula para pelajar sangat antusias sekali menyimak materi yang disampaikan walaupun waktu penyampaiannya mulai dari siang hingga ke sore hari. 

"Kami sangat mengapresiasi antusias para pelajar yang ada. Dari jam 2 siang sampai jam 16.00 wib, para pelajar yang awalnya menyimak dan mendengar materi, kemudian aktif bertanya seputar kegiatan pengawasan pemilu dan ssngat interaktif sekali mereka," terangnya.

Tak lupa kepada pihak sekolah mewakili Bawaslu, kedua komisioner yang didampingi oleh dua orang staf ini juga berterima kasih karena telah sudi berbagi waktu untuk memberikan tempat kepada Bawaslu menyampaikan tugas dan fungsi Bawaslu kepada para pelajar di SMA PGRI 05 Rawak.*

Kamis, 11 Juni 2026

Sekolah Rakyat Kaltim di Palaran Tampung 210 Siswa dari Keluarga Tidak Mampu

Kuota Sekolah Rakyat Kaltim sebanyak 210 peserta didik telah terpenuhi. Fasilitas pendidikan di Palaran, Samarinda, ditargetkan siap diresmikan pada 20 Juni 2026.
Kuota Sekolah Rakyat Kaltim sebanyak 210 peserta didik telah terpenuhi. Fasilitas pendidikan di Palaran, Samarinda, ditargetkan siap diresmikan pada 20 Juni 2026.

SAMARINDA — Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur memastikan kuota peserta didik Sekolah Rakyat sebanyak 210 orang telah terpenuhi. Program pendidikan yang dipusatkan di Kota Samarinda itu akan menampung anak-anak dari keluarga kurang mampu dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2026.

Kepala Dinsos Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan seluruh kuota berhasil terisi berkat kerja tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang melakukan penjaringan calon siswa di berbagai daerah.

“Alhamdulillah, untuk kuota sudah terisi penuh semua berkat tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kaltim, yang telah terjun bekerja keras melakukan penjaringan siswa ke berbagai wilayah,” kata Andi di Samarinda, Kamis.

Menurutnya, penjaringan peserta didik dari keluarga tidak mampu menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjamin hak dasar anak untuk memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas.

Dinsos Kaltim mengalokasikan daya tampung Sekolah Rakyat secara proporsional, yakni 60 siswa untuk jenjang SD, 60 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Seluruh peserta didik yang berasal dari kelompok desil terbawah tersebut nantinya akan ditempatkan di Sekolah Rakyat permanen yang berlokasi di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda.

Untuk jenjang SD, sebanyak 55 siswa berasal dari Samarinda dan lima siswa lainnya berasal dari kabupaten maupun kota terdekat. Sementara seluruh kuota SMP sebanyak 60 siswa diisi oleh anak-anak yang berdomisili di Samarinda.

Adapun pada tingkat SMA, kuota diisi oleh 80 siswa asal Samarinda dan 10 siswa dari wilayah sekitar.

Andi menjelaskan, Sekolah Rakyat permanen di Palaran dibangun di atas lahan seluas tujuh hektare dengan total luas bangunan mencapai 27.498,18 meter persegi. Fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu bagi masyarakat rentan.

Pemerintah menargetkan pembangunan sekolah tersebut rampung sepenuhnya dan siap diresmikan pada 20 Juni 2026. Dengan terpenuhinya kuota peserta didik, program ini memasuki tahap persiapan akhir sebelum mulai digunakan.

Rabu, 13 Mei 2026

Koperasi SBS Mitra BGA Grup Ikuti Pelatihan Wirausaha Peternakan di Bogor

PESERTA PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN : Anggota dan Pengurus Koperasi Sinar Berlanjut Sejahtera (SBS) mitra PT BGA Grup di lokasi pelatihan di Bogor Jawa Barat (ist) 

KETAPANG (BT) - PT Gunajaya Ketapang Sentosa (GKS) grup usaha PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) bersama mitra binaanya koperasi Sinar Berlanjut Sejahtera (SBS) di kecamatan Kendawangan kabupaten Ketapang melakukan pelatihan kewirausahan. 

Pelatihan ini diselenggarakan dengan menggandeng lembaga pelatihan profesional, Best Planter Indonesia (BPI). Pelatihan ini dilakukan di Bogor Jawa Barat pada tanggal 13 Mei 2026.

Sebanyak 12 orang peserta pelatihan diajak langsung melihat kproses peternakan kambing dan domba. 

Ketua koperasi SBS, Tarbiin Rahmadani menjelaskan, tujuan pelatihan ini diberikan perusahaan agar anggota koperasi bisa lebih dapat mengembangkan diri melalui upaya literasi dan praktek lapangan secara langsung. 

"Jadi kami bukan hanya taunya bagaimana budidaya kelapa sawit saja, tetapi pelatihan ini lebih ditujukan agar lebih dapat mengembangkan diri melalui usaha lain seperti peternakan yang memang kami nilai cocok di daerah kami,"  ujarnya, Rabu (13/05/2026). 

Pelatihan ini memang dimintakan oleh pihak koperasi kepada PT BGA Grup agar anggota koperasi dapat lebih berkembang  pengetahuanya selain soal budidaya kelapa sawit. 

Ia mengatakan, koperasi yang ia pimpin sudah selesai masa kreditnya sehingga pihaknya merasa perlu untuk mencari alternatif usaha lain. 

"Sebagai mitra BGA yang udah lunas, memang kami mengajukan permintaan kepada BGA agar kami diberikan ilmu soal usaha-usaha yang bisa kami lakukan selain soal tatacara buddidaya kelapa sawit," katanya. 

peserta pelatihan melihat langsung usaha peternakan kambing 

Sekretaris koperasi, Nano Romansyah mengatakan, dalam pelatihan kali ini, jumlah peserta yang ikut hadir langsung sebanyak 12 orang. 

Pihaknya berterima kasih kepada perusahaan yang sudah memberikan wawasan pengetahuan dan  pengembangan diri untuk berusaha yang bisa dilakukan. 

Ia mengatakan, dalam pelatihan ini, dirinya menerima ilmu secara langsung yang disampaikan oleh ahli dari BPI. Melihat peternakan kambing dan domba yang berhasil dikembangkan. 

"Kami berterima kasih kepada BGA yang menyetujui usulan kami soal pelatihan ini. Dalam pelatihan ini, kami secara langsung diajari bagaimana mencari alternatif usaha lain selain kelapa sawit. Kami melihat bagaimana cara beternak kambing dan domba," kata Nano. (mzn)

Senin, 11 Mei 2026

Police Goes To School, Ditlantas Polda Kalsel Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas pada Anak

Polda Kalsel menggelar Police Goes To School di SDIT Ukhuwah Banjarmasin untuk mengedukasi siswa tentang tertib berlalu lintas sejak dini melalui kegiatan interaktif.
Polda Kalsel menggelar Police Goes To School di SDIT Ukhuwah Banjarmasin untuk mengedukasi siswa tentang tertib berlalu lintas sejak dini melalui kegiatan interaktif.

BANJARMASIN - Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan menggelar kegiatan “Police Goes To School” di SD Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin, Senin, untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya tertib berlalu lintas sejak usia dini.

Program bertajuk Polantas Sahabat Anak itu dikemas melalui permainan dan sesi interaktif agar materi keselamatan berkendara lebih mudah dipahami anak-anak.

Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol M Fahri Siregar mengatakan edukasi lalu lintas kepada anak menjadi langkah penting dalam membangun generasi yang sadar keselamatan di jalan raya.

“Hari ini kami menyapa anak-anak di SD Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin untuk bermain ceria sembari belajar tertib,” kata Fahri di Banjarmasin.

Menurut dia, pengetahuan yang ditanamkan sejak kecil akan lebih mudah diingat hingga anak tumbuh dewasa. Karena itu, edukasi tertib berlalu lintas dinilai perlu diberikan sejak dini agar kelak mereka menjadi pelopor keselamatan berkendara.

Dalam kegiatan tersebut, polisi menyampaikan materi secara ringan dan diselingi berbagai permainan edukatif. Para siswa juga diajak menjawab pertanyaan seputar aturan lalu lintas.

Ditlantas Polda Kalsel turut membagikan hadiah dan bingkisan kepada siswa yang aktif selama kegiatan berlangsung.

Bingkisan yang diberikan antara lain alat tulis, buku, boneka Safety Driving Center (SDC), serta tumbler sebagai bagian dari kampanye pengurangan sampah plastik dari botol minuman sekali pakai.

Kepala SDIT Ukhuwah Banjarmasin Syaiful Rahman mengapresiasi kegiatan edukasi tersebut dan berharap program serupa dapat rutin digelar di lingkungan sekolah.

“Kami berharap kunjungan ke sekolah ini bisa rutin digelar mengingat pentingnya edukasi tertib berlalu lintas bagi anak, sekaligus melihat sosok polisi untuk role model bagi mereka yang bercita-cita menjadi polisi,” ujarnya.

Program edukasi lalu lintas ke sekolah menjadi salah satu upaya kepolisian menanamkan budaya disiplin dan keselamatan berkendara sejak dini. Selain memperkenalkan aturan lalu lintas, kegiatan itu juga membangun kedekatan antara polisi dan anak-anak melalui pendekatan yang ramah dan edukatif.

Sebanyak 4.080 Siskamling di Kalsel Ikuti Penilaian Sabuk Kamtibmas

Polda Kalsel menyeleksi 4.080 Siskamling dari 13 kabupaten dan kota untuk program Sabuk Kamtibmas menuju lomba tingkat nasional.
Polda Kalsel menyeleksi 4.080 Siskamling dari 13 kabupaten dan kota untuk program Sabuk Kamtibmas menuju lomba tingkat nasional.

BANJARBARU - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menyeleksi 4.080 unit sistem keamanan lingkungan (Siskamling) dalam program Sabuk Kamtibmas di Banjarbaru, Senin. Seleksi dilakukan untuk menentukan Siskamling terbaik tingkat provinsi yang akan mewakili Kalimantan Selatan pada lomba tingkat nasional.

Direktur Binmas Polda Kalsel Kombes Pol Sri Damar Alam mengatakan ribuan Siskamling tersebut tersebar di 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Menurut Damar, proses penilaian dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat Polres hingga tingkat Polda. Nantinya, pemenang tingkat provinsi akan dikirim ke Mabes Polri untuk mengikuti perlombaan tingkat nasional.

Ia menjelaskan lomba tahunan itu digelar untuk meningkatkan motivasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan melalui penguatan keamanan swakarsa.

Keberadaan Siskamling dinilai penting untuk memperkokoh sistem keamanan lingkungan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat di tingkat rukun tetangga (RT).

“Tahun ini ada 4.080 Siskamling turut serta dalam perlombaan ini tersebar di 13 kabupaten dan kota,” kata Kombes Pol Sri Damar Alam di Banjarbaru, Senin.

Damar berharap setiap RT minimal memiliki satu unit Siskamling agar tercipta situasi lingkungan yang aman dan kondusif.

Ia juga meminta anggota Bhabinkamtibmas terus menyosialisasikan pentingnya keamanan swakarsa kepada masyarakat.

“Saya berpesan kepada anggota Bhabinkamtibmas untuk terus menyosialisasikan pentingnya keamanan swakarsa di tengah masyarakat,” ujarnya.

Seleksi berjenjang ini menjadi bagian dari upaya Polda Kalsel memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Pos Siskamling terbaik tingkat provinsi nantinya akan mewakili Kalimantan Selatan pada kompetisi Sabuk Kamtibmas tingkat nasional di Mabes Polri.

Minggu, 10 Mei 2026

Pemkab Kutim Siapkan Beasiswa untuk 1.000 Anak Penghafal Al-Quran

Pemkab Kutim menyiapkan beasiswa bagi 1.000 anak penghafal Al-Quran sebagai upaya membangun generasi qurani yang berakhlak dan unggul di bidang pendidikan agama.
Pemkab Kutim menyiapkan beasiswa bagi 1.000 anak penghafal Al-Quran sebagai upaya membangun generasi qurani yang berakhlak dan unggul di bidang pendidikan agama.

Kutim, Kaltim - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, menyiapkan program beasiswa bagi 1.000 anak penghafal Al-Quran sebagai upaya membentuk generasi qurani yang berakhlak mulia. Program tersebut disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Sangatta, Ahad.

Ardiansyah mengatakan program beasiswa tahfiz menjadi bagian dari 50 program unggulan pemerintah daerah di sektor pendidikan. Program itu ditujukan untuk mendukung lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang kuat.

Menurutnya, hafalan Al-Quran tidak sekadar untuk diingat, tetapi juga dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pemerintah Kabupaten Kutim berkomitmen dalam mendukung lahirnya generasi qurani melalui program pendidikan yang saat ini dilaksanakan di berbagai jenjang pendidikan baik sekolah negeri maupun swasta,” ujar Ardiansyah.

Ia menambahkan, teknis pelaksanaan program beasiswa bagi 1.000 penghafal Al-Quran akan diatur lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan.

Sehari sebelumnya, Ardiansyah juga menghadiri kegiatan Khatmul Quran di SD Islam Terpadu Daarussalam Sangatta. Dalam kesempatan itu, ia berharap kegiatan serupa ke depan dapat digelar pula di sekolah-sekolah negeri.

Menurut dia, kegiatan keagamaan seperti khataman menjadi bentuk dukungan terhadap pembentukan karakter siswa agar seimbang antara pendidikan akademik dan nilai keagamaan.

“Kegiatan seperti khataman merupakan bentuk dukungan agar lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam pendidikan agama,” katanya.

Khatmul Quran di SD Islam Terpadu Daarussalam menjadi momen bagi para santri yang telah menyelesaikan pembelajaran Al-Quran dengan capaian tartil, turjuman, serta tahfiz juz 1–16, juz 29, dan juz 30.

Sebanyak 220 santri dari kelas II hingga kelas VI mengikuti khataman dan ujian kandungan Al-Quran. Dalam kegiatan tersebut, para santri menampilkan kemampuan membaca hingga menerjemahkan ayat Al-Quran yang dibacakan.

Program beasiswa dan dukungan terhadap kegiatan keagamaan itu diharapkan menjadi langkah berkelanjutan Pemkab Kutim dalam memperkuat pendidikan karakter dan agama di lingkungan sekolah.

Festival Seni dan Sastra Pelajar Barito Utara Resmi Digelar Selama Dua Hari, FLS3N Barito Utara 2026 Diikuti 347 Siswa dari SD hingga SMP

Sebanyak 347 pelajar SD dan SMP mengikuti FLS3N 2026 tingkat Kabupaten Barito Utara sebagai ajang pengembangan bakat seni dan sastra menuju tingkat provinsi. (Foto Ilustrasi AI)
Sebanyak 347 pelajar SD dan SMP mengikuti FLS3N 2026 tingkat Kabupaten Barito Utara sebagai ajang pengembangan bakat seni dan sastra menuju tingkat provinsi. (Foto Ilustrasi AI)

Barito Utara, Kalteng - Sebanyak 347 pelajar SD/MI dan SMP/MTs mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 tingkat Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, yang digelar di Muara Teweh pada 11–12 Mei 2026.

Ketua Panitia FLS3N 2026 Barito Utara, Akhmad Rafiq, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan potensi di bidang seni maupun sastra.

“FLS3N ini bertujuan memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kreativitas, serta menumbuhkan rasa percaya diri melalui penampilan karya seni di depan publik,” kata Rafiq, Sabtu.

Pelaksanaan lomba berlangsung di beberapa lokasi sesuai cabang perlombaan, di antaranya Aula Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Barito Utara serta Aula SMP Negeri 1 Muara Teweh.

Cabang lomba yang dipertandingkan meliputi menyanyi solo, gambar bercerita, ilustrasi, kriya, seni tari, ansambel campuran tiga alat musik, kreativitas musik tradisional, pantomim, menulis cerita, hingga mendongeng.

Dari total peserta, sebanyak 188 siswa berasal dari jenjang SD/MI dan 159 siswa dari SMP/MTs.

Rafiq berharap kegiatan tersebut dapat memotivasi para pelajar untuk terus mengembangkan kemampuan seni dan sastra serta meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Menurut dia, FLS3N juga menjadi ajang persiapan bagi siswa untuk bersaing di tingkat provinsi maupun nasional sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa.

Peserta yang meraih juara I pada masing-masing cabang lomba tingkat kabupaten nantinya akan mewakili Barito Utara pada FLS3N tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

“Pelaksanaan di tingkat provinsi nantinya dilakukan secara daring atau melalui pengiriman video talenta terbaik peserta,” ujar Rafiq.

Kamis, 07 Mei 2026

Pemprov Kaltim Pastikan Anak Kurang Mampu Tetap Bisa Sekolah Negeri

Pemprov Kaltim memastikan anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapat akses pendidikan negeri melalui SPMB 2026 yang objektif dan transparan.
Pemprov Kaltim memastikan anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapat akses pendidikan negeri melalui SPMB 2026 yang objektif dan transparan.

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya menjaga akses pendidikan bagi seluruh anak, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu. Melalui pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, pemerintah memastikan tidak ada siswa yang kehilangan kesempatan masuk sekolah negeri.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, Armin, menekankan pentingnya pemerataan pendidikan tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi masyarakat.

Armin menyampaikan seluruh jajaran pendidikan diminta mengawal ketat pelaksanaan petunjuk teknis SPMB agar proses penerimaan siswa baru berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.

Menurut Armin, tahapan penerimaan peserta didik baru selalu menjadi perhatian masyarakat sehingga seluruh proses wajib dipersiapkan secara matang, transparan, dan bertanggung jawab.

Selain memastikan akses pendidikan tetap terbuka, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga menyiapkan dukungan berupa seragam sekolah gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

“Jangan sampai ada anak-anak kita tertinggal atau tidak mendapatkan akses pendidikan negeri, terutama bagi masyarakat kurang mampu,” ujar Armin dalam kegiatan Sosialisasi Petunjuk Teknis SPMB SMA/SMK/SLB Tahun Ajaran 2026/2027 di Samarinda.

Ketua Panitia SPMB Kalimantan Timur, Siti Mariam, menegaskan proses seleksi siswa baru dirancang inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Siti Mariam memastikan seluruh calon peserta didik tetap memperoleh hak belajar, termasuk anak penyandang disabilitas di berbagai wilayah Kalimantan Timur.

Penyelenggaraan SPMB tahun ini juga diwajibkan berjalan objektif, akuntabel, transparan, serta bebas diskriminasi guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Sosialisasi SPMB diikuti secara daring oleh perwakilan Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah I hingga VI serta jajaran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Samarinda.

FAQ

Apa tujuan utama SPMB 2026 di Kaltim?

SPMB 2026 bertujuan memastikan seluruh anak di Kalimantan Timur mendapat akses pendidikan negeri secara adil dan merata.

Siapa yang diprioritaskan dalam kebijakan ini?

Pemerintah memprioritaskan siswa dari keluarga kurang mampu dan memastikan anak penyandang disabilitas tetap memperoleh hak pendidikan.

Apa bantuan yang diberikan Pemprov Kaltim?

Selain akses sekolah negeri, pemerintah juga menyiapkan bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa kurang mampu.

Bagaimana sistem seleksi SPMB dilakukan?

SPMB dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, dan bebas diskriminasi sesuai petunjuk teknis yang berlaku.

Jenjang pendidikan apa saja yang masuk dalam SPMB 2026?

SPMB mencakup jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kalimantan Timur.

Peringati Hardiknas 2026, CMI Bersama PGRI Luncurkan Modul Edukatif Berbasis Kearifan Lokal

peluncuran program PUSAKA PT Cita Mineral Investindo Tbk (CMI)  bekerja sama dengan PC PGRI kecamatan Air Upas ketapang (Ist) 
Ketapang, BORNEOTRIBUN - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2026, PT Cita Mineral Investindo Tbk (CMI) site Air Upas mempertegas perannya sebagai mitra strategis pembangunan daerah dengan meluncurkan program PUSAKA (Pusat Edukasi Ekologi Berbasis Kearifan Lokal Air Upas) .

Program ini hasil kolaborasi erat bersama PC PGRI Air Upas dan Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Air Upas. Inovasi ini merupakan bentuk nyata komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di bidang Seni Budaya sebagai upaya mempertahankan tradisi lokal dan edukasi generasi muda.

Program PUSAKA lahir dari kesadaran akan pentingnya menjaga identitas budaya dan kelestarian lingkungan di tengah arus modernisasi. Melalui Modul PUSAKA yang diluncurkan secara resmi hari ini, nilai-nilai ekologis, sosial dan budaya lokal diintegrasikan langsung ke dalam kurikulum pembelajaran sekolah. Langkah ini bertujuan untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan rasa tanggung jawab sosial terhadap tanah kelahirannya.

Implementasi program ini dilakukan melalui model Agent of Change, melibatkan 24 siswa terpilih dari SMPN 1 Air Upas yang mewakili setiap kelas dari 7A hingga 9D. Selama periode Juni hingga Desember 2026, para siswa ini akan mengikuti 12 pertemuan intensif dengan frekuensi sebanyak dua kali sebulan. Setiap sesi berdurasi 90 menit dan dirancang dengan metode pembelajaran dinamis, mulai dari storytelling, diskusi reflektif, hingga Project-Based Learning (PBL) yang berfokus pada aksi nyata lingkungan.

Rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 diawali dengan Upacara di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Air Upas yang diikuti secara khidmat oleh seluruh. pemangku kepentingan pendidikan dan unsur pemerintahan setempat. 

Dalam kesempatan tersebut, perusahaan turut melaksanakan penyerahan bantuan CSR secara simbolis sebagai bentuk dukungan berkelanjutan perusahaan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan sarana prasarana penunjang di wilayah Air Upas.

Agustinus Mulyatmojo, Senior Manager CSR LA dan Umum CMI Site Air Upas, dalam sambutannya menekankan pentingnya bekal karakter bagi siswa. 

"Kami ingin generasi muda Air Upas mampu memahami nilai kehidupan masyarakat lokal sebagai dasar pengambilan. keputusan di masa depan. Pendidikan bukan hanya soal bangku sekolah, tetapi soal bagaimana kita berinteraksi dengan ekosistem di sekitar kita," ujarnya.

Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni budaya Tari Tradisional Air Upas dari siswi SMPN 1 Air Upas. Penampilan ini menjadi simbol harmonisasi antara pendidikan modern dan pelestarian seni tradisional yang menjadi pilar utama dalam Modul PUSAKA. Peluncuran ditandai secara simbolis oleh Ketua PGRI Air Upas, Bapak Prima Hadi, S.Pd., dan Ketua DAD Air Upas, Bapak Raimandus Herman, dengan penyerahan modul kepada siswa-siswi SMPN 1 Air Upas.

Melalui momentum Hardiknas ini, perusahaan berharap Program PUSAKA dapat menjadi model referensi bagi pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal di wilayah lain, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia usaha, institusi pendidikan dan tokoh adat.

Rabu, 29 April 2026

Gejolak Global Tekan APBN, Pendidikan Jarak Jauh Kembali Jadi Opsi Efisiensi

Gejolak global dan lonjakan harga energi mendorong efisiensi anggaran negara, termasuk penerapan PJJ bagi mahasiswa sebagai strategi menjaga stabilitas fiskal. Foto Ketua PP Pergunu, Dr. Romi Siswanto, M.Si.
Gejolak global dan lonjakan harga energi mendorong efisiensi anggaran negara, termasuk penerapan PJJ bagi mahasiswa sebagai strategi menjaga stabilitas fiskal. Foto Ketua PP Pergunu, Dr. Romi Siswanto, M.Si.

PONTIANAK - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah tidak lagi dipandang sebagai konflik regional semata. Dampaknya menjalar hingga ke sektor energi, pangan, hingga kebijakan fiskal banyak negara, termasuk Indonesia. Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu ketidakpastian global yang berimbas langsung pada harga energi dan stabilitas ekonomi dunia.

Sejumlah proyeksi ekonomi internasional memperkirakan lonjakan harga energi global pada 2026. Harga minyak mentah jenis Brent diprediksi berada di kisaran 86 dolar AS per barel atau sekitar Rp1,4 juta per barel (kurs asumsi Rp16.500 per dolar AS). Bahkan dalam skenario konflik yang berkepanjangan, harga dapat melonjak hingga 115 dolar AS per barel atau setara sekitar Rp1,9 juta per barel.

Tidak hanya energi, harga pupuk global diperkirakan meningkat hingga 31 persen. Kondisi tersebut berpotensi menekan sektor pertanian dan memperbesar risiko inflasi, terutama di negara berkembang yang masih bergantung pada impor bahan baku energi dan pangan.

Tekanan Global Dorong Lonjakan Beban Subsidi Energi

Indonesia turut merasakan tekanan akibat gejolak global tersebut. Ketergantungan terhadap energi impor membuat perubahan harga minyak dunia berdampak langsung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran subsidi dan kompensasi energi sekitar Rp381,3 triliun pada 2026. Anggaran tersebut disusun dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia sekitar Rp1,15 juta per barel (setara 70 dolar AS).

Namun, jika konflik global terus berlanjut dan harga energi meningkat, kebutuhan subsidi energi berpotensi bertambah hingga sekitar Rp97,3 triliun (konversi dari 5,9 miliar dolar AS). Kondisi ini mempersempit ruang fiskal dan memaksa pemerintah melakukan langkah efisiensi pada berbagai sektor.

Selain subsidi energi, tekanan juga terlihat pada nilai tukar rupiah. Pada Maret 2026, rupiah tercatat berada di kisaran Rp16.958 per dolar AS, dipengaruhi sentimen global yang cenderung menghindari risiko akibat konflik geopolitik.

Efisiensi Anggaran Sentuh Dunia Pendidikan Tinggi

Situasi fiskal yang ketat mendorong pemerintah menyesuaikan kebijakan di sektor pendidikan tinggi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memberi ruang bagi perguruan tinggi untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara terbatas.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menerbitkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026 yang membuka peluang pelaksanaan PJJ bagi mahasiswa semester lima ke atas serta mahasiswa pascasarjana.

Pendekatan ini dipandang rasional karena mahasiswa tingkat lanjut dinilai telah memiliki dasar akademik yang lebih kuat. Mata kuliah berbasis teori, seminar, dan diskusi dinilai lebih memungkinkan dilakukan secara daring.

Namun, kegiatan yang membutuhkan praktik langsung seperti laboratorium, bengkel, klinik, maupun studio tetap harus dilaksanakan secara tatap muka guna menjaga kualitas pembelajaran.

Belajar Dari Pengalaman Pandemi Covid-19

Penerapan pembelajaran jarak jauh bukan hal baru bagi Indonesia. Pengalaman selama pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting tentang tantangan pendidikan daring.

Pada masa tersebut, banyak institusi pendidikan melakukan pembelajaran daring secara darurat tanpa perencanaan pedagogi yang matang. Proses belajar kerap berubah menjadi sekadar pemberian tugas tanpa interaksi bermakna antara dosen dan mahasiswa.

Sejumlah laporan internasional menunjukkan dampak serius terhadap capaian belajar. Indonesia tercatat mengalami penurunan kemampuan literasi hingga 40 persen dan numerasi hingga 56 persen selama masa pembelajaran jarak jauh darurat.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa PJJ membutuhkan sistem yang dirancang khusus, bukan sekadar memindahkan kelas tatap muka ke platform video daring.

Mutu Pendidikan Jadi Penentu Keberhasilan PJJ

Implementasi PJJ tidak dapat dilakukan secara instan. Perguruan tinggi harus memastikan kesiapan kurikulum, materi digital, metode evaluasi, serta interaksi pembelajaran yang efektif.

Setiap mata kuliah daring perlu dilengkapi dengan bahan ajar digital, forum diskusi, asesmen berbasis proyek, serta umpan balik yang terukur. Tanpa komponen tersebut, risiko penurunan kualitas pembelajaran menjadi sangat besar.

Regulasi nasional sebenarnya telah memberi dasar hukum bagi pelaksanaan PJJ. Aturan tersebut memungkinkan perguruan tinggi menyelenggarakan pembelajaran daring hingga 50 persen dari total beban studi tanpa izin khusus, selama mendapat persetujuan senat akademik.

Dengan kata lain, PJJ merupakan sistem pendidikan yang kompleks, bukan sekadar pilihan teknis untuk menghemat biaya operasional kampus.

Peran Pengalaman Nasional Dalam Pengembangan PJJ

Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam pendidikan jarak jauh melalui Universitas Terbuka. Model pembelajaran yang telah berjalan selama puluhan tahun menunjukkan bahwa PJJ dapat menjadi solusi perluasan akses pendidikan tinggi.

Keberhasilan tersebut menegaskan bahwa transformasi digital pendidikan membutuhkan sistem yang terintegrasi, mulai dari kurikulum hingga evaluasi pembelajaran.

Langkah efisiensi fiskal akibat tekanan global memang tidak dapat dihindari. Namun, kebijakan tersebut perlu dijalankan secara hati-hati agar tidak mengorbankan mutu pendidikan.

PJJ Dipandang Sebagai Strategi Jangka Panjang

Kondisi global yang tidak menentu mendorong banyak negara menata ulang prioritas belanja publik. Dalam konteks Indonesia, pendidikan tetap menjadi sektor strategis yang harus dijaga kualitasnya.

Pembelajaran jarak jauh dapat menjadi solusi jangka panjang jika dirancang sebagai bagian dari transformasi pendidikan, bukan sekadar kebijakan darurat.

Di tengah tekanan ekonomi global, menjaga mutu pendidikan tinggi menjadi investasi penting untuk mempertahankan daya saing nasional di masa depan.

FAQ

1. Mengapa konflik global memengaruhi pendidikan di Indonesia?
Konflik global memicu kenaikan harga energi dan subsidi, sehingga pemerintah perlu melakukan efisiensi anggaran termasuk di sektor pendidikan.

2. Siapa yang dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ)?
Mahasiswa semester lima ke atas dan mahasiswa pascasarjana berpotensi mengikuti PJJ, tergantung kebijakan perguruan tinggi.

3. Apakah semua mata kuliah bisa dilakukan secara daring?
Tidak. Mata kuliah praktik seperti laboratorium dan klinik tetap membutuhkan pembelajaran tatap muka.

4. Apa risiko terbesar dari PJJ yang tidak dirancang dengan baik?
Risiko utama adalah penurunan kualitas pembelajaran atau learning loss.

5. Apakah PJJ akan menjadi sistem pendidikan masa depan?
PJJ berpotensi menjadi bagian penting pendidikan masa depan jika didukung sistem dan teknologi yang memadai.

Kadisdikbud Kubu Raya: Tak aAda Lagi Kubu-kubuan Di Sekolah, Kolaborasi Jadi Kunci

Foto: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Sy. Muhammad Firdaus, S.Pd., M.Pd

KUBU RAYA - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Sy. Muhammad Firdaus, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarpendidik. Hal itu disampaikan saat Halal Bihalal Keluarga Besar PGRI dan Pengurus LPTQ Kecamatan Sungai Kakap di Al-Fityan School Kubu Raya, Desa Pal IX, Rabu (29/4/2026).

Dalam arahannya, Firdaus menyebut tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks, mulai dari keterbatasan jumlah tenaga pendidik hingga masih kurangnya kolaborasi di lingkungan sekolah. Ia mengajak seluruh guru memperkuat kerja sama dalam menjalankan tugas.

“Persoalan yang kita hadapi akan lebih mudah diselesaikan jika dilakukan bersama-sama. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama bagi para pendidik,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih adanya pola lama di lingkungan sekolah yang menciptakan sekat-sekat antar kelompok. Menurutnya, praktik itu sudah tidak relevan dan harus ditinggalkan.

“Tidak zamannya lagi ada kubu-kubu di sekolah. Kita harus bersatu, apalagi tantangan pendidikan semakin besar dan membutuhkan kekuatan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Firdaus menjelaskan momentum halal bihalal memiliki makna penting dalam mempererat persatuan. Tradisi tersebut sejak awal digunakan sebagai sarana menyatukan berbagai perbedaan.

“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki nilai sejarah sebagai alat pemersatu. Semangat inilah yang harus kita bawa untuk memperkuat kolaborasi di dunia pendidikan,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan ini membawa semangat baru bagi para pendidik untuk meningkatkan kerja sama, berbagi informasi, serta memperkuat komunikasi antar sesama guru.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah keagamaan sebagai penguatan nilai kebersamaan. Dengan momentum ini, kualitas pendidikan di Kabupaten Kubu Raya diharapkan terus meningkat melalui kolaborasi solid antar seluruh elemen pendidikan. (Jm)