Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juli 2026

DPRD Sekadau Berduka, Anggota Dewan Abang Nasir Meninggal dalam Kecelakaan Lalu Lintas

Anggota DPRD Sekadau Abang Nasir meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan dengan truk tangki di Jalan Merdeka Timur, Sekadau Hilir. Polisi masih menyelidiki penyebab kejadian.
Anggota DPRD Sekadau Abang Nasir meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan dengan truk tangki di Jalan Merdeka Timur, Sekadau Hilir. Polisi masih menyelidiki penyebab kejadian.

SEKADAU – Anggota DPRD Sekadau, Abang Nasir (61), meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Merdeka Timur, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 11.43 WIB.

Korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio berwarna putih terlibat tabrakan dengan truk tangki Mitsubishi Fuso berwarna kuning. Akibat benturan tersebut, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Satuan Lalu Lintas Polres Sekadau yang menangani peristiwa itu menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, kecelakaan bermula ketika korban keluar dari kawasan Warkop Pondok Indah dan hendak memasuki Jalan Merdeka Timur menuju arah Sintang.

Pada saat bersamaan, truk tangki Mitsubishi Fuso yang dikemudikan Juliansyah (38) melaju dari arah Sanggau menuju Sintang.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Plt Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan mengatakan, korban diduga tidak memperhatikan arus lalu lintas dari arah belakang saat memasuki badan jalan.

"Diduga saat memasuki jalan raya, pengendara sepeda motor tidak memperhatikan arus lalu lintas dari arah belakang. Pada saat bersamaan, truk tangki Mitsubishi Fuso yang dikemudikan Juliansyah (38) melaju dari arah Sanggau menuju Sintang," ujar IPDA Iwan.

Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari. Sementara itu, pengemudi truk dilaporkan tidak mengalami luka dalam peristiwa tersebut.

Hingga kini, Unit Gakkum Satlantas Polres Sekadau masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta melengkapi proses penyidikan sesuai ketentuan yang berlaku.

IPDA Iwan juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Abang Nasir.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Abang Nasir. Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," tuturnya.

Jumat, 26 Juni 2026

Hari Kelima Pencarian Sulyadi, Tim Gabungan Sisir Perairan Habitat Buaya Muara

Pencarian Sulyadi yang hilang saat memancing di perairan Batu Ampar, Kubu Raya, memasuki hari kelima. Tim SAR dan polisi memperluas penyisiran.
Pencarian Sulyadi yang hilang saat memancing di perairan Batu Ampar, Kubu Raya, memasuki hari kelima. Tim SAR dan polisi memperluas penyisiran.

KUBU RAYA - Tim SAR Gabungan bersama personel Polsek Batu Ampar dan warga setempat masih mengintensifkan pencarian terhadap Sulyadi (41), warga yang hilang saat memancing di perairan Dusun Karang Anyar, Desa Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Pencarian pada Jumat (26/6/2026) telah memasuki hari kelima.

Sulyadi dilaporkan hilang tanpa jejak beberapa hari lalu. Lokasi hilangnya korban diketahui merupakan kawasan habitat buaya muara yang selama ini dikenal rawan konflik satwa liar.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengatakan pencarian terus dilakukan dengan memperluas radius penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

"Hingga hari ini, pencarian terhadap saudara Sulyadi telah memasuki hari kelima. Kami dari Polres Kubu Raya bersama Tim SAR Gabungan dan dibantu warga setempat masih terus mengintensifkan penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga radius yang diperluas," ujar Ade.

Operasi pencarian dibagi ke beberapa titik yang dianggap krusial untuk memaksimalkan pengamatan, baik di permukaan air maupun di sepanjang tepian sungai yang dipenuhi vegetasi lebat.

Medan yang berat serta tingginya risiko di area perairan tidak menghentikan upaya tim gabungan dalam mencari keberadaan korban.

Selain melanjutkan pencarian, Polres Kubu Raya juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan Sungai Batu Ampar.

"Kami memohon dan mengimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat, terutama yang kerap beraktivitas di sekitar perairan Batu Ampar, untuk meningkatkan kewaspadaan. Wilayah tersebut dikenal sebagai habitat alami buaya," kata Ade.

Hingga pencarian hari kelima, korban belum ditemukan. Tim SAR Gabungan bersama unsur kepolisian dan warga setempat akan terus melanjutkan penyisiran di kawasan perairan Batu Ampar.

RSUD Sekadau Klarifikasi Informasi Viral Dugaan Pasien Dipulangkan Paksa, Tegaskan Pasien Masih Dirawat

Foto: Pasien Yang Disebut-sebut Mengalami Penolakan Oleh RSUD Sekadau 

SEKADAU - RSUD Sekadau memberikan klarifikasi terkait informasi viral di media sosial yang menduga adanya pasien dipulangkan paksa. Direktur RSUD Sekadau Tanjung Harapan menegaskan informasi tersebut adalah mis_informasi dan tidak sesuai fakta.

“Kami mohon maaf atas adanya mis_informasi tersebut. Perlu kami sampaikan bahwa RS tidak memulangkan atau memaksa pulang pasien tersebut. Sampai saat ini pasien masih dirawat di ruang penyakit dalam RSUD Sekadau,” ujar Tanjung Harapan.

Pasien diketahui masuk RSUD Sekadau pada 15 Juni 2026 dan telah ditangani tim medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien menderita gangguan neurologi atau gangguan sistem saraf yang harus ditangani lebih lanjut di rumah sakit dengan prasarana dan SDM lebih lengkap secara daring.

Rumah sakit tujuan rujukan hingga saat ini belum memberikan jawaban. Karena itu, pasien tetap dirawat di RSUD Sekadau. “Keluarga pasien sudah diberikan penjelasan mengenai rujukan dan sudah memahami kondisi tersebut,” jelasnya.

Terkait postingan di media sosial, Direktur menegaskan unggahan itu bukan dari keluarga pasien, melainkan dari pihak lain yang tidak memahami informasi sebenarnya.

RSUD Sekadau mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi karena dapat menimbulkan kesalahpahaman serta merugikan pasien dan keluarga. RSUD Sekadau berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, transparan, dan sesuai standar medis demi keselamatan pasien. (Tim)

Kamis, 25 Juni 2026

Dua Pengendara Motor Luka Usai Tabrakan dengan Truk di Depan Polres Sekadau

Foto: Kecelakaan Motor Vs Truk Didepan Polres Sekadau 

SEKADAU - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Merdeka Timur, tepat di depan Mapolres Sekadau, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kamis 25 Juni 2026 pukul 12.35 WIB. Peristiwa melibatkan sepeda motor Honda Revo X putih dan truk Hino Dutro hijau.

Kasat Lantas Polres Sekadau IPTU Sudarsono melalui Plt Kasi Humas IPDA Iwan Kurniawan membenarkan kejadian itu. Pengendara motor SF, 18, mengalami luka robek di kening kanan, telapak tangan, dan kaki kanan. Penumpangnya OS, 26, mengalami dislokasi bahu kanan. “Kedua korban sudah dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk penanganan medis,” ujarnya.

Dari hasil olah TKP, truk yang dikemudikan NR, 43, melaju dari Sanggau ke Sintang. Di depan Polres Sekadau, motor yang dikendarai SF dengan penumpang OS diduga hendak berbelok ke arah Mapolres. Sopir truk sudah membunyikan klakson sebagai peringatan, namun jarak sudah terlalu dekat sehingga tabrakan tidak terhindarkan. Sopir truk tidak mengalami luka.

Petugas Satlantas Polres Sekadau langsung ke lokasi untuk olah TKP, mengamankan kendaraan, mengatur lalu lintas, dan mengevakuasi korban.

IPDA Iwan mengimbau pengendara meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. “Sebelum berbelok atau pindah jalur, pastikan kondisi sekitar aman. Fokus dan patuhi aturan lalu lintas agar kecelakaan serupa tidak terulang,” pesannya. (Tim)

Selasa, 23 Juni 2026

Warga Kubu Raya Diduga Diterkam Buaya Saat Memancing, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Foto: Ilustrasi Pencarian Pemancing Yang Diduga Diterkam Buaya

KUBU RAYA - Seorang warga bernama Sulyadi (41) dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya muara saat memancing di Perairan Sungai Dusun Karang Anyar, Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Senin 22 Juni 2026 sore.

Peristiwa terjadi menjelang waktu magrib. Hingga Selasa 23 Juni 2026, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sungai untuk mencari keberadaan korban.

Kapolsek Batu Ampar IPTU Fahrizal melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB saat Abdul Wahab berangkat menggunakan Sampan Robin untuk mengantarkan pasokan minyak dan rokok kepada korban.

“Di lokasi kejadian, korban terlihat berada di atas Sampan Robin seorang diri. Jarak antara Abdul Wahab dan korban saat itu sekitar 20 meter. Di sekitar lokasi juga terdapat Pitung yang menggunakan Sampan Robin berbeda,” jelas Ade.

Sekitar pukul 17.00 WIB, buaya berukuran besar tiba-tiba muncul dan menerkam korban. “Tanpa ampun, predator tersebut langsung menerkam dan menyambar tubuh korban. Dalam sekejap, korban diseret masuk ke dalam air,” ungkap Ade.

Abdul Wahab dan Pitung sempat berupaya melakukan pencarian di sekitar titik kejadian. Namun keterbatasan alat dan kondisi yang mulai gelap membuat upaya awal tidak membuahkan hasil. Keduanya kemudian kembali ke Desa Sungai Kerawang untuk melaporkan kejadian ke Polsek Batu Ampar dan meminta bantuan warga.

Mendapat laporan, jajaran Polsek Batu Ampar dan Pol Airud langsung bergerak ke lokasi kejadian. 

“Hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan. Namun upaya pencarian terus dilakukan secara masif dan maksimal,” ujar Ade.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di Perairan Sungai Dusun Karang Anyar, untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak beraktivitas sendirian, terutama saat hari mulai gelap. (Red)

Senin, 22 Juni 2026

Detik-Detik Penemuan Mayat di Kapuas, Warga Langsung Lapor Polisi

Kapolsek Pontianak Timur AKP Suryadi tangani penemuan mayat pria di Sungai Kapuas Banjar Serasan, polisi lakukan olah TKP dan penyelidikan penyebab kematian.
Kapolsek Pontianak Timur AKP Suryadi tangani penemuan mayat pria di Sungai Kapuas Banjar Serasan, polisi lakukan olah TKP dan penyelidikan penyebab kematian.

PONTIANAK — AKP Suryadi bersama personel Polsek Pontianak Timur dan Tim Inafis Polresta Pontianak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan sesosok mayat pria di tepian Sungai Kapuas, Jalan Tanjung Harapan, Gang Baitussalam, Kelurahan Banjar Serasan, Minggu malam (21/6/2026).

Penemuan mayat tersebut pertama kali dilaporkan warga yang melihat sesosok pria di bantaran Sungai Kapuas. Laporan itu langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian dengan mendatangi lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, polisi melakukan pengamanan area TKP untuk mencegah warga mendekat serta memastikan proses identifikasi berjalan lancar. Tim Inafis kemudian melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi.

Kapolsek Pontianak Timur AKP Suryadi menyebut pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat untuk memastikan situasi tetap kondusif.

“Setelah menerima informasi dari masyarakat, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan TKP, berkoordinasi dengan Tim Inafis, serta melakukan penyelidikan guna mengetahui identitas korban dan penyebab pasti kematiannya,” ujar AKP Suryadi.

Jenazah korban telah dievakuasi untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap identitas serta penyebab kematian korban.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke Polsek Pontianak Timur atau kantor kepolisian terdekat.

Minggu, 21 Juni 2026

“Kami Akan Perbaiki Ini” Disdik Kalteng Bergerak Cepat Usai Video Pelajar di Kelas Jadi Sorotan

Disdik Kalteng evaluasi sekolah di Palangka Raya usai video pelajar viral, siapkan pengawasan CCTV dan penguatan karakter siswa di lingkungan pendidikan. (Foto ilustrasi)
Disdik Kalteng evaluasi sekolah di Palangka Raya usai video pelajar viral, siapkan pengawasan CCTV dan penguatan karakter siswa di lingkungan pendidikan. (Foto ilustrasi)

Palangka Raya, Kalteng — Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah melakukan evaluasi terhadap sebuah sekolah di Palangka Raya pada Sabtu (Juni 2026) setelah video pelajar yang diduga melakukan tindakan tidak pantas di ruang kelas beredar luas dan memicu perhatian publik.

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Reza Prabowo, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepala sekolah serta memanggil orang tua dari kedua siswa yang terlibat. Langkah ini dilakukan untuk menyelesaikan persoalan secara menyeluruh sekaligus memberikan pembinaan kepada para pelajar.

Selain itu, siswa yang terlibat telah dikenai sanksi dan diwajibkan menjalani pembinaan rutin melalui guru Bimbingan Konseling (BK).

Video Viral Terjadi Saat Jam Istirahat

Video tersebut diketahui mulai beredar sejak awal Juni 2026. Peristiwa yang terekam terjadi di lingkungan sekolah saat jam istirahat, bukan pada saat proses belajar mengajar berlangsung.

Meski demikian, Disdik Kalteng menilai kejadian tersebut tetap serius karena terjadi di area sekolah dan mencerminkan perlunya penguatan pengawasan serta pembinaan karakter siswa.

“Ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Hal-hal yang tidak baik di sekolah akan kita evaluasi,” ujar Reza Prabowo di Palangka Raya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, sesuai arahan Gubernur Agustiar Sabran, menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter peserta didik. Siswa diharapkan tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki etika, akhlak, dan sopan santun yang baik.

Reza juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut dan memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap sistem pengawasan sekolah.

Sebagai langkah pencegahan, Disdik Kalteng berencana meningkatkan sistem pengawasan di lingkungan sekolah, termasuk mengusulkan pemasangan kamera CCTV di ruang kelas dan area sekolah.

“Kami akan mencoba mengusulkan agar setiap sekolah dapat dipantau melalui CCTV sehingga memberikan rasa aman, tertib, dan dapat meminimalisir kejadian serupa,” jelasnya.

Selain itu, Disdik Kalteng juga memperkuat program pembinaan karakter siswa secara berkelanjutan agar lingkungan pendidikan tetap kondusif.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa kasus ini menjadi bahan evaluasi penting untuk memperkuat sistem pendidikan di Kalimantan Tengah, terutama dalam aspek pengawasan dan pembinaan perilaku siswa.

“Kami mohon doa dan dukungan semua pihak agar pendidikan di Kalimantan Tengah berjalan lebih baik, dan anak-anak kita memiliki adab serta etika yang sesuai harapan masyarakat,” tutup Reza.

Sabtu, 20 Juni 2026

Upaya Penyelamatan Gagal, Remaja 17 Tahun Tenggelam di Danau Biru Sintang

Remaja 17 tahun asal Baning, Kabupaten Sintang, tenggelam di Danau Biru Sintang setelah sempat meminta pertolongan dan terlepas dari pegangan warga yang berusaha menyelamatkannya. (Foto ilustrasi)
Remaja 17 tahun asal Baning, Kabupaten Sintang, tenggelam di Danau Biru Sintang setelah sempat meminta pertolongan dan terlepas dari pegangan warga yang berusaha menyelamatkannya. (Foto ilustrasi)

SINTANG - Seorang remaja berusia 17 tahun asal Baning, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dilaporkan tenggelam di Danau Biru Sintang setelah sempat meminta pertolongan dan berusaha diselamatkan warga yang berada di sekitar lokasi.

Korban sebelumnya terlihat dalam kondisi membutuhkan bantuan. Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya memberikan pertolongan.

Upaya Penyelamatan Gagal, Remaja 17 Tahun Tenggelam di Danau Biru Sintang
Remaja 17 tahun asal Baning, Kabupaten Sintang, tenggelam di Danau Biru Sintang setelah sempat meminta pertolongan dan terlepas dari pegangan warga yang berusaha menyelamatkannya.

Salah seorang warga bahkan berhasil menjangkau korban dan sempat memegang tubuhnya. Namun nahas, korban terlepas dari pegangan saat proses penyelamatan berlangsung.

Korban kemudian tenggelam dan menghilang di perairan Danau Biru Sintang.

Informasi yang diperoleh menyebutkan korban merupakan warga Baning, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Sebelum tenggelam, korban sempat meminta tolong kepada warga yang berada di sekitar lokasi.

Upaya Penyelamatan Gagal, Remaja 17 Tahun Tenggelam di Danau Biru Sintang
Remaja 17 tahun asal Baning, Kabupaten Sintang, tenggelam di Danau Biru Sintang setelah sempat meminta pertolongan dan terlepas dari pegangan warga yang berusaha menyelamatkannya.

Meski warga telah berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, korban tidak berhasil dipertahankan dan akhirnya hilang di dalam danau.(Iwan)

Pria Ditemukan Meninggal di Rumah Kosong, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Foto: Lokasi Penemuan Mayat Seorang Pria di Rumah Kosong 

SUNGAI RAYA - Seorang pria ditemukan meninggal dunia di teras rumah kosong di Jalan Parit Nomor 2, Gang Flamboyan 2, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Jumat 19 Juni 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Penemuan bermula dari laporan sekelompok anak yang mencium aroma tidak sedap saat bermain di sekitar lokasi. Mereka kemudian mendapati sesosok pria terbujur kaku di teras rumah kosong dan langsung melapor ke warga sekitar.

Warga yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan menghubungi Polsek Sungai Raya. Tim Identifikasi Polres Kubu Raya bersama personel Polsek Sungai Raya langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kasubsie Penamas Polres Kubu Raya Aiptu Ade membenarkan peristiwa tersebut. Korban diketahui berinisial WH, 31 tahun, warga setempat.

“Saat ditemukan, jenazah WH berada dalam posisi telentang di teras rumah dengan mengenakan kaos berwarna cokelat dan celana pendek abu-abu. Di sekitar lokasi dipenuhi tumpukan sampah plastik,” ujar Ade, Sabtu 19 Juni 2026.

Hasil pemeriksaan luar Tim Identifikasi tidak menemukan luka menganga atau tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh maupun kepala korban. Dari keterangan saksi dan keluarga, diketahui korban mengalami gangguan jiwa semasa hidupnya.

Pihak keluarga telah menyatakan ikhlas dan menolak dilakukan visum maupun autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga dan pengurus Yayasan Budi Bhakti Marga Chai untuk dimakamkan. Situasi di lokasi saat ini sudah kondusif. (Tim)


Jumat, 19 Juni 2026

Guru SD di Mempawah Hulu Tersambar Petir Saat Perbaiki Saluran Air

Foto Ini Hanya Ilustrasi Kejadian

LANDAK (BORNEOTRIBUN.COM), – Seorang warga bernama Ferdinan Tolan, S.TH. (50), yang berprofesi sebagai guru SD dan merupakan warga Dusun Batu Catur, Desa Sabaka, Kecamatan Mempawah Hulu, meninggal dunia pada Kamis (18/06/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, diduga akibat tersambar petir.

Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kejadian korban pergi untuk memperbaiki saluran air bersih meskipun kondisi cuaca sedang hujan disertai petir. Setelah selesai memperbaiki saluran air, korban diduga berhenti di sekitar pohon durian yang berada tidak jauh dari lokasi.

Karena korban tidak kunjung pulang, pihak keluarga menyuruh anak bungsunya untuk menyusul. Setibanya di lokasi, korban ditemukan dalam keadaan tergeletak dan tidak sadarkan diri di bawah pohon durian. Korban kemudian dibawa pulang ke rumah oleh keluarga.

Bidan yang melakukan pemeriksaan awal menyatakan korban telah meninggal dunia. Pada tubuh korban ditemukan luka yang diduga akibat sambaran petir, berupa bekas luka bakar pada bagian belakang kepala serta luka melepuh pada bagian belakang pinggang.

Kapolsek Mempawah Hulu Iptu Freddy Surya Purnama menyampaikan, bahwa berdasarkan hasil pengecekan awal tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan visum maupun autopsi.

"Jenazah saat ini disemayamkan di rumah duka dan direncanakan akan dimakamkan pada Jumat (19/06/2026) besok."ujar Kapolsek.

Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem, khususnya menghindari aktivitas di area terbuka maupun berteduh di bawah pohon saat hujan disertai petir guna mencegah kejadian serupa.

"Intinya kita harus ekstra hati hati apalagi cuaca sedang tidak mendukung, kalau bisa jika cuaca ekstrem sebaiknya berada di rumah saja." tutup Kapolsek.

Selasa, 16 Juni 2026

Rumah Warga di Sungai Kakap Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik

Foto: Puing-puing bangunan pasca kebakaran 

KUBU RAYA - Satu unit rumah tinggal milik Haryono (52) di Dusun Merak, RT 003/RW 009, Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, hangus terbakar api pada Selasa 16 Juni 2026 siang.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.50 WIB ini mengejutkan warga sekitar setelah kobaran api cepat membesar dan meluas ke badan bangunan.

Kapolsek Sungai Kakap Iptu Widiharso melalui Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade menjelaskan, titik api pertama kali diketahui dari teriakan histeris warga di luar rumah. 

Saat kejadian, anak pemilik rumah berada di dalam dan sedang mengerjakan tugas kuliah di ruang tengah. Setelah mendengar teriakan warga, ia menuju dapur dan mendapati api sudah membumbung tinggi dari arah belakang kulkas.

Korban sempat berupaya memadamkan api dengan air seadanya, namun material yang mudah terbakar membuat api cepat menyebar. Korban kemudian menyelamatkan diri dan menghubungi pemadam kebakaran serta Polsek Sungai Kakap.

Personel Polsek Sungai Kakap dan tim pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB. Sebanyak 8 unit pemadam gabungan dikerahkan untuk melokalisir api agar tidak merembet ke pemukiman padat penduduk.

Aiptu Ade menegaskan kehadiran polisi di TKP untuk mengamankan lokasi, memastikan jalur evakuasi dan pergerakan armada pemadam tidak terhambat, serta mengantisipasi potensi penjarahan.

Api berhasil dipadamkan total pada pukul 11.35 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Kerugian materil masih dalam proses pendataan.

Berdasarkan hasil olah TKP awal dan keterangan saksi, kebakaran diduga kuat akibat korsleting arus listrik pada kabel kulkas di dapur korban.

Polres Kubu Raya mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa kelayakan instalasi listrik dan penggunaan elektronik di rumah untuk mencegah kejadian serupa. (Tim/Jm)

Sempat Terlihat Kelelahan, Abang To Ditemukan Meninggal di Jalan Botong Sekadau

Penemuan mayat Abang To di Dusun Selabi, Sekadau, ditangani Tim Inafis Polres Sekadau. Hasil olah TKP memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan maupun unsur tindak pidana.
Penemuan mayat Abang To di Dusun Selabi, Sekadau, ditangani Tim Inafis Polres Sekadau. Hasil olah TKP memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan maupun unsur tindak pidana.

SEKADAU – Penemuan mayat seorang pria lanjut usia di Jalan Botong, Dusun Selabi, Desa Seberang Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, mengundang perhatian warga setempat. Korban diketahui bernama Abang To (64), warga Desa Seberang Kapuas, yang ditemukan meninggal dunia pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Peristiwa tersebut segera dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan kepada pihak kepolisian. Menindaklanjuti laporan warga, Tim Inafis Satreskrim Polres Sekadau bersama personel Polsek Sekadau Hilir langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan awal guna memastikan penyebab kematian korban.

Sempat Terlihat Kelelahan, Abang To Ditemukan Meninggal di Jalan Botong Sekadau
Penemuan mayat Abang To di Dusun Selabi, Sekadau, ditangani Tim Inafis Polres Sekadau. Hasil olah TKP memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan maupun unsur tindak pidana.

Berdasarkan informasi yang dihimpun polisi, Abang To sebelumnya berangkat menuju pondok miliknya di wilayah Mungguk Botong pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Pondok tersebut biasa digunakan korban sebagai tempat beristirahat maupun bermalam saat mengurus kebun.

Sehari kemudian, korban sempat terlihat berjalan turun dari arah Mungguk Botong menuju Dusun Selabi. Kepala Dusun Selabi, Yohanes, menyebut korban terlihat melintas pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB dan tampak dalam kondisi kelelahan setelah perjalanan dari kawasan kebun.

Beberapa jam setelah itu, warga menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa di Jalan Botong. Penemuan mayat tersebut sempat menimbulkan pertanyaan mengenai penyebab kematian korban sehingga polisi melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Sekadau IPTU Zainal Abidin menjelaskan, hasil olah TKP dan pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban.

"Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan awal yang dilakukan, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban," ujar IPTU Zainal.

Dalam pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan luka lecet pada bagian kaki dan tangan kanan korban. Namun, luka tersebut diduga terjadi akibat gesekan dengan ilalang atau vegetasi di sekitar lokasi penemuan. Selain itu, petugas juga mendapati semut api mengerumuni tubuh korban saat proses identifikasi dilakukan.

Menurut IPTU Zainal, kondisi lingkungan sekitar lokasi menjadi faktor yang diduga menyebabkan munculnya luka-luka ringan tersebut. Hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya bekas penganiayaan maupun tanda kekerasan lain yang mengarah pada tindakan kriminal.

"Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda kekerasan. Luka yang ditemukan diduga dipengaruhi kondisi lingkungan di sekitar lokasi," jelasnya.

Setelah seluruh rangkaian olah TKP selesai dilakukan, jenazah korban dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Desa Seberang Kapuas. Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan permintaan pemeriksaan lanjutan.

Penanganan cepat yang dilakukan warga, perangkat desa, Bhabinkamtibmas, hingga Tim Inafis Polres Sekadau memungkinkan proses identifikasi dan pemeriksaan berlangsung dengan lancar. Berdasarkan hasil penyelidikan awal yang dilakukan kepolisian, tidak ditemukan unsur pidana dalam kematian Abang To.

"Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan olah TKP yang dilakukan, tidak ditemukan indikasi tindak pidana terkait peristiwa tersebut," pungkas IPTU Zainal.