Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Prakiraan Cuaca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prakiraan Cuaca. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Mei 2026

Musim Kemarau 2026 Diprediksi Memuncak Juli–Agustus, Warga Diminta Siaga

BMKG memprediksi puncak musim kemarau Kaltara terjadi Juli–Agustus 2026. Suhu meningkat dan risiko karhutla tinggi, masyarakat diminta waspada. (foto ilustrasi)
BMKG memprediksi puncak musim kemarau Kaltara terjadi Juli–Agustus 2026. Suhu meningkat dan risiko karhutla tinggi, masyarakat diminta waspada. (foto ilustrasi)

Tanjung Selor — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Provinsi Kalimantan Utara akan menghadapi puncak musim kemarau pada pertengahan tahun 2026. Kondisi ini diprediksi berlangsung pada periode Juli hingga Agustus, dengan peningkatan suhu udara yang signifikan.

Prakirawan BMKG Tanjung Harapan, Sylvi Yulianti, menyampaikan bahwa fase peralihan menuju musim kering sudah mulai terasa sejak Mei. Meski cuaca didominasi cerah, potensi hujan masih terjadi secara lokal.

Sylvi Yulianti menjelaskan, cuaca panas pada siang hari saat ini belum sepenuhnya menandakan kemarau kering total. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang turun pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah di Kalimantan Utara.

Data BMKG pada awal Mei 2026 menunjukkan suhu udara cukup tinggi telah terjadi di beberapa daerah. Kabupaten Bulungan tercatat sebagai wilayah dengan suhu maksimum tertinggi, mencapai 35,9 derajat Celsius pada 2–3 Mei 2026.

Kondisi tersebut menjadi sinyal awal meningkatnya risiko kekeringan dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menanggapi hal ini, Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap ancaman karhutla, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut dan kawasan hutan.

Zainal A. Paliwang menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan, termasuk menghindari aktivitas pembakaran sampah maupun lahan yang berpotensi memicu kebakaran besar.

Zainal A. Paliwang juga mendorong masyarakat untuk saling mengingatkan jika menemukan aktivitas berisiko, guna mencegah meluasnya kebakaran di tengah cuaca yang semakin panas.

Pemerintah daerah bersama BMKG terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026.

FAQ

1. Kapan puncak musim kemarau di Kalimantan Utara 2026?
Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Juli hingga Agustus 2026.

2. Apakah Mei sudah masuk musim kemarau?
Belum sepenuhnya. Mei masih merupakan masa peralihan dengan cuaca panas dan potensi hujan lokal.

3. Wilayah mana yang mengalami suhu tertinggi?
Kabupaten Bulungan mencatat suhu tertinggi mencapai 35,9 derajat Celsius.

4. Apa risiko utama saat musim kemarau?
Risiko utama adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.

5. Apa imbauan pemerintah kepada masyarakat?
Masyarakat diminta tidak membakar lahan atau sampah serta menjaga lingkungan sekitar.

Kamis, 12 Maret 2026

Waspada Hujan Sedang Di Kalbar

BMKG Kalbar mengingatkan potensi hujan intensitas sedang pada 14–18 Maret 2026 serta risiko karhutla pada 12–15 Maret 2026 di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. (Gambar ilustrasi AI)
BMKG Kalbar mengingatkan potensi hujan intensitas sedang pada 14–18 Maret 2026 serta risiko karhutla pada 12–15 Maret 2026 di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. (Gambar ilustrasi AI)

BMKG Kalbar Rilis Prospek Cuaca 12–18 Maret 2026

PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan intensitas sedang serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Peringatan ini disampaikan dalam analisis dan prospek cuaca Kalimantan Barat yang diperbarui pada 12 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.

Dalam laporan tersebut, BMKG menyebutkan potensi hujan intensitas sedang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Kalimantan Barat pada periode 14 hingga 18 Maret 2026. Kondisi ini berpotensi memicu genangan air di beberapa daerah, terutama di wilayah dengan sistem drainase terbatas.

BMKG Kalbar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Aktivitas luar ruangan sebaiknya memperhatikan kondisi langit dan informasi cuaca terbaru yang dirilis secara berkala oleh BMKG.

Selain potensi hujan, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan analisis BMKG, sebagian wilayah Kalimantan Barat berpotensi mengalami kondisi yang mempermudah terjadinya karhutla pada periode 12 hingga 15 Maret 2026.

Kondisi tersebut dipicu oleh cuaca relatif kering di beberapa daerah serta potensi angin yang dapat mempercepat penyebaran api jika terjadi kebakaran. Situasi ini memerlukan perhatian bersama, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut dan area rawan kebakaran.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Upaya pencegahan sejak dini dinilai penting untuk menghindari dampak lingkungan, kabut asap, serta gangguan kesehatan masyarakat.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dua potensi cuaca tersebut. Koordinasi antar lembaga juga diperlukan untuk memastikan langkah mitigasi berjalan efektif di lapangan.

Informasi terbaru mengenai analisis dan prospek cuaca Kalimantan Barat dapat diakses melalui situs resmi BMKG Kalbar. Masyarakat disarankan untuk rutin memantau pembaruan informasi agar dapat mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.

Kata kunci terkait: Cuaca Kalimantan Barat, Hujan Intensitas Sedang, Karhutla Kalimantan Barat