Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Sangatta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sangatta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Mei 2026

Pemkab Kutim Siapkan Beasiswa untuk 1.000 Anak Penghafal Al-Quran

Pemkab Kutim menyiapkan beasiswa bagi 1.000 anak penghafal Al-Quran sebagai upaya membangun generasi qurani yang berakhlak dan unggul di bidang pendidikan agama.
Pemkab Kutim menyiapkan beasiswa bagi 1.000 anak penghafal Al-Quran sebagai upaya membangun generasi qurani yang berakhlak dan unggul di bidang pendidikan agama.

Kutim, Kaltim - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, menyiapkan program beasiswa bagi 1.000 anak penghafal Al-Quran sebagai upaya membentuk generasi qurani yang berakhlak mulia. Program tersebut disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Sangatta, Ahad.

Ardiansyah mengatakan program beasiswa tahfiz menjadi bagian dari 50 program unggulan pemerintah daerah di sektor pendidikan. Program itu ditujukan untuk mendukung lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang kuat.

Menurutnya, hafalan Al-Quran tidak sekadar untuk diingat, tetapi juga dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pemerintah Kabupaten Kutim berkomitmen dalam mendukung lahirnya generasi qurani melalui program pendidikan yang saat ini dilaksanakan di berbagai jenjang pendidikan baik sekolah negeri maupun swasta,” ujar Ardiansyah.

Ia menambahkan, teknis pelaksanaan program beasiswa bagi 1.000 penghafal Al-Quran akan diatur lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan.

Sehari sebelumnya, Ardiansyah juga menghadiri kegiatan Khatmul Quran di SD Islam Terpadu Daarussalam Sangatta. Dalam kesempatan itu, ia berharap kegiatan serupa ke depan dapat digelar pula di sekolah-sekolah negeri.

Menurut dia, kegiatan keagamaan seperti khataman menjadi bentuk dukungan terhadap pembentukan karakter siswa agar seimbang antara pendidikan akademik dan nilai keagamaan.

“Kegiatan seperti khataman merupakan bentuk dukungan agar lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam pendidikan agama,” katanya.

Khatmul Quran di SD Islam Terpadu Daarussalam menjadi momen bagi para santri yang telah menyelesaikan pembelajaran Al-Quran dengan capaian tartil, turjuman, serta tahfiz juz 1–16, juz 29, dan juz 30.

Sebanyak 220 santri dari kelas II hingga kelas VI mengikuti khataman dan ujian kandungan Al-Quran. Dalam kegiatan tersebut, para santri menampilkan kemampuan membaca hingga menerjemahkan ayat Al-Quran yang dibacakan.

Program beasiswa dan dukungan terhadap kegiatan keagamaan itu diharapkan menjadi langkah berkelanjutan Pemkab Kutim dalam memperkuat pendidikan karakter dan agama di lingkungan sekolah.

Selasa, 05 Mei 2026

Kutim Beralih Ke Bus Listrik Pelajar, Tantangan Infrastruktur Jadi Sorotan

Pemkab Kutai Timur uji coba bus listrik sekolah di Sangatta untuk kurangi emisi, kemacetan, dan biaya transportasi pelajar.
Pemkab Kutai Timur uji coba bus listrik sekolah di Sangatta untuk kurangi emisi, kemacetan, dan biaya transportasi pelajar.

Kutim, Kaltim - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mulai menguji penggunaan bus listrik sebagai angkutan pelajar di wilayah Sangatta. Langkah ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam mendorong transportasi ramah lingkungan sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas siswa.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa kehadiran bus listrik tidak hanya berorientasi pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pelajar dalam perjalanan ke sekolah.

Menurut Ardiansyah Sulaiman, program ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi yang selama ini menjadi salah satu penyumbang kemacetan, terutama pada jam sibuk pagi dan siang hari.

Selain aspek lingkungan, keberadaan bus listrik juga diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga. Orang tua tidak lagi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk antar-jemput anak setiap hari.

Uji coba tahap awal menghadirkan satu unit bus dengan kapasitas sekitar 30 penumpang. Meski jumlahnya masih terbatas, pemerintah daerah berencana menambah armada secara bertahap, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.

Antusiasme terlihat dari siswa, orang tua, dan pihak sekolah yang menyambut positif kehadiran moda transportasi baru ini.

Penggunaan bus listrik saat ini difokuskan untuk kawasan perkotaan seperti Sangatta. Ardiansyah Sulaiman menilai kondisi geografis Kutai Timur yang berbukit dan tersebar menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan.

Untuk wilayah dengan akses yang lebih sulit, pemerintah mempertimbangkan penggunaan bus berbahan bakar minyak sebagai solusi sementara agar seluruh pelajar tetap mendapatkan layanan transportasi yang layak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur Mulyono menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi program unggulan daerah.

Mulyono menyebut Dinas Pendidikan berperan sebagai penyedia manfaat program, sementara operasional teknis dijalankan oleh Dinas Perhubungan. Perencanaan program ini telah dimulai sejak 2024 dan baru dapat direalisasikan pada tahun ini.

Pada tahap awal, bus listrik akan melayani pelajar SMA Negeri 2 Sangatta Utara yang selama ini belum terjangkau angkutan umum.

Rute perjalanan dimulai dari kawasan Hotel Pinang menuju sekolah. Pemerintah daerah akan melakukan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas layanan tanpa mengganggu aktivitas belajar siswa.

FAQ

1. Apa tujuan utama bus listrik di Kutai Timur?
Mengurangi emisi karbon, kemacetan, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pelajar.

2. Berapa jumlah bus yang tersedia saat ini?
Saat ini baru tersedia satu unit untuk tahap uji coba.

3. Siapa yang mengelola program ini?
Program dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Perhubungan Kutai Timur.

4. Apakah semua wilayah akan menggunakan bus listrik?
Tidak, penggunaan bus listrik difokuskan di wilayah perkotaan, sementara daerah lain menggunakan bus berbahan bakar minyak.

5. Siapa yang menjadi prioritas pengguna bus ini?
Pelajar, khususnya yang belum terlayani angkutan umum seperti di SMA Negeri 2 Sangatta Utara.