Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Stok BBM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stok BBM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2026

Erna Lisa Halaby Tinjau Tiga SPBU Banjarbaru akibat Antrean Kendaraan

Pemkot Banjarbaru melakukan sidak ke sejumlah SPBU usai antrean panjang kendaraan. Wali Kota Erna Lisa Halaby memastikan stok BBM aman dan distribusi tetap normal. (Foto ilustrasi)
Pemkot Banjarbaru melakukan sidak ke sejumlah SPBU usai antrean panjang kendaraan. Wali Kota Erna Lisa Halaby memastikan stok BBM aman dan distribusi tetap normal. (Foto ilustrasi)

BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU pada Rabu untuk merespons antrean panjang kendaraan dan memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman.

Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby turun langsung bersama jajaran pemerintah daerah dan kepolisian memantau tiga SPBU yang mengalami kepadatan antrean kendaraan di wilayah Banjarbaru.

Tiga lokasi yang menjadi fokus pemantauan yakni SPBU Jalan Trikora, SPBU Jalan Jurusan Pelaihari Km 21,7 Liang Anggang, serta SPBU Jalan Mistar Cokrokusumo Cempaka.

Sidak dilakukan untuk memastikan antrean kendaraan tidak disebabkan gangguan distribusi maupun kelangkaan BBM yang dapat memicu kepanikan masyarakat dalam membeli bahan bakar.

Selain memantau kondisi di lapangan, wali kota juga berdialog dengan petugas SPBU guna memastikan distribusi dan pelayanan kepada masyarakat berjalan normal.

Pemkot Banjarbaru bersama aparat kepolisian turut menyiagakan personel gabungan di sejumlah titik SPBU yang rawan menimbulkan kemacetan akibat antrean kendaraan.

Petugas dari unsur Polsek, Satlantas, Satpol PP hingga Unit Sabhara diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas agar antrean tetap tertib dan tidak meluber ke badan jalan.

“Kita hari ini bersama jajaran dan Kapolres Banjarbaru turun ke lapangan, dalam rangka memonitoring dan menindaklanjuti adanya keluhan masyarakat terkait apa yang memicu terjadi antrean panjang di SPBU,” ujar Erna Lisa Halaby di Banjarbaru, Rabu.

Lisa memastikan stok BBM untuk wilayah Banjarbaru dalam kondisi aman.

“Kami hadir guna memastikan ketersediaan BBM untuk Banjarbaru, Insya Allah aman, karena pemerintah daerah menjamin stok BBM aman secara nasional,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat tetap tenang agar aktivitas di kota tidak terganggu akibat antrean di SPBU.

“Kami ingin masyarakat tetap tenang dan aktivitas kota tidak terganggu hanya karena antrean di SPBU,” ujar Lisa.

Pemerintah Kota Banjarbaru memastikan pengawasan distribusi BBM akan terus dilakukan secara berkala untuk menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus mencegah dampak sosial akibat kepanikan pembelian masyarakat.

Koordinasi dengan aparat kepolisian juga terus dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar SPBU yang mengalami antrean kendaraan.

Minggu, 10 Mei 2026

Pertamina Tambah Pasokan Pertamax di Palangka Raya Jadi 205 KL per Hari

Pertamina menambah pasokan Pertamax di Palangka Raya menjadi 205 KL per hari untuk mengatasi antrean panjang BBM di sejumlah SPBU sejak awal Mei.
Pertamina menambah pasokan Pertamax di Palangka Raya menjadi 205 KL per hari untuk mengatasi antrean panjang BBM di sejumlah SPBU sejak awal Mei.

PALANGKA RAYA - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin memastikan Pertamina menambah pasokan BBM jenis Pertamax menjadi 205 kilo liter (KL) per hari mulai Sabtu di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Penambahan dilakukan untuk mengatasi antrean panjang pengisian BBM yang terjadi di sejumlah SPBU sejak beberapa hari terakhir.

Fairid mengatakan keputusan tersebut diambil dalam rapat bersama Pemerintah Kota Palangka Raya, Forkopimda, Pertamina, dan pengelola SPBU. Sebelumnya, pasokan Pertamax sempat turun menjadi 150 KL per hari pada awal Mei, lalu meningkat menjadi 170 KL per hari dalam dua hari terakhir berkat bantuan suplai dari depo Banjarmasin.

Menurut dia, kebutuhan normal Pertamax di Palangka Raya mencapai 190 KL per hari. Bahkan saat periode Ramadhan, konsumsi sempat menyentuh 215 KL per hari.

“Hasil rapat kami mengambil titik tertinggi kebutuhan di Palangka Raya adalah 215 KL per hari. Maka kita minta Pertamina memenuhi kebutuhan di angka 205 KL per hari untuk Pertamax,” kata Fairid.

Selain menambah pasokan, pemerintah juga mewajibkan seluruh SPBU beroperasi mulai pukul 06.00 WIB hingga 01.00 WIB. Empat SPBU juga disiapkan untuk melayani operasional 24 jam, termasuk satu SPBU di Jalan Tjilik Riwut KM 12.

Pemkot juga meminta seluruh pengelola SPBU mengaktifkan seluruh dispenser pengisian BBM guna mempercepat layanan kepada masyarakat. Pengaturan antrean dan lalu lintas di sekitar SPBU turut dibantu aparat TNI dan Polri.

Sementara itu, pengendara motor yang membeli Pertalite untuk sementara tidak diwajibkan menggunakan barcode hingga kondisi antrean kembali normal. Kebijakan itu hanya berlaku bagi sepeda motor, sedangkan kendaraan roda empat tetap menggunakan barcode untuk pembelian BBM subsidi.

Sales Area Manager Retail Kalteng Pertamina Patra Niaga, Donny Prasetya, mengakui sempat terjadi keterlambatan suplai Pertamax pada awal Mei.

“Mulai hari ini dan seterusnya akan kita banjiri stoknya di angka 205 KL untuk Pertamax. Kalau untuk Pertalite aman tidak ada masalah stok,” ujarnya.

Menurut evaluasi Pertamina, antrean panjang dipicu peningkatan pembelian BBM secara bersamaan dalam beberapa hari terakhir.

Sejak awal pekan, belasan SPBU di Palangka Raya dipadati antrean kendaraan roda dua maupun roda empat. Warga harus menunggu satu hingga empat jam untuk mendapatkan BBM, bahkan sejak dini hari hingga menjelang tengah malam.

Kondisi tersebut membuat sejumlah ruas jalan di sekitar SPBU menyempit karena dipenuhi antrean kendaraan. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan pun turun langsung melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas agar situasi tetap kondusif.

Selasa, 21 April 2026

Kenaikan Harga BBM Picu Pengawasan Ketat di SPBU Kuala Kurun

Polisi meningkatkan pengawasan SPBU di Kuala Kurun untuk mencegah penimbunan BBM setelah kenaikan harga BBM non subsidi dan menjaga ketersediaan stok bagi masyarakat.
Polisi meningkatkan pengawasan SPBU di Kuala Kurun untuk mencegah penimbunan BBM setelah kenaikan harga BBM non subsidi dan menjaga ketersediaan stok bagi masyarakat.

Kuala Kurun, Kalteng - Aparat kepolisian di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, meningkatkan pengawasan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) berjalan lancar setelah adanya penyesuaian harga BBM non subsidi.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah potensi penimbunan maupun praktik pembelian berlebihan yang dapat memicu kelangkaan di tingkat masyarakat.

Jajaran Polres Gunung Mas melakukan pemantauan langsung di SPBU yang berada di Jalan Pangeran Diponegoro, Kuala Kurun. Pengawasan tersebut dimulai pada pagi hari dengan melibatkan sejumlah personel dari berbagai fungsi kepolisian.

Kegiatan dipimpin oleh Kabag Ops AKP Nurheriyanto bersama Kasat Samapta AKP A Agung Gede Raka Sumiartha serta petugas piket lainnya. Kehadiran petugas di lokasi tidak hanya bertujuan menjaga ketertiban, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat yang tengah mengisi bahan bakar.

Selain memantau aktivitas pengisian BBM, petugas juga memastikan antrean kendaraan tetap tertata agar tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi SPBU.

Antisipasi Penimbunan dan Panic Buying

Pengawasan ini difokuskan pada potensi kecurangan yang dapat merugikan masyarakat, terutama setelah terjadinya kenaikan harga BBM non subsidi pada pertengahan April 2026.

Petugas melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan stok di tangki penyimpanan SPBU guna memastikan pasokan masih mencukupi kebutuhan masyarakat setempat.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau menggunakan sarana yang tidak sesuai aturan, karena hal tersebut berpotensi memicu kelangkaan buatan di lapangan.

Lokasi SPBU yang berada di jalur utama Kuala Kurun membuat pengaturan kendaraan menjadi perhatian penting selama kegiatan berlangsung.

Petugas mengatur antrean kendaraan agar tidak memakan badan jalan secara berlebihan, sehingga aktivitas lalu lintas tetap berjalan normal dan tidak menimbulkan kemacetan panjang.

Langkah ini dinilai penting mengingat peningkatan volume kendaraan kerap terjadi setelah adanya perubahan harga BBM.

Polres Gunung Mas memastikan kegiatan pemantauan tidak hanya dilakukan sekali, tetapi akan berlanjut secara berkala di sejumlah SPBU lain di wilayah hukum setempat.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen aparat dalam menjaga stabilitas distribusi energi sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat dari praktik penimbunan maupun spekulasi harga.

Sebagaimana diketahui, sejumlah jenis BBM non subsidi mengalami kenaikan harga mulai 18 April 2026, di antaranya Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan permintaan BBM dalam waktu singkat.

FAQ

Apa tujuan polisi melakukan pengawasan di SPBU?

Tujuannya untuk mencegah praktik penimbunan BBM, memastikan stok tersedia, dan menjaga ketertiban antrean kendaraan.

Kapan pengawasan mulai dilakukan?

Pengawasan dilakukan sejak pagi hari dan akan dilanjutkan secara berkala di berbagai SPBU di wilayah Gunung Mas.

Mengapa pengawasan diperketat setelah kenaikan harga BBM?

Kenaikan harga BBM sering memicu pembelian berlebihan atau panic buying yang berpotensi menyebabkan kelangkaan.

Apa yang diimbau kepada masyarakat?

Masyarakat diminta tetap tertib saat mengantre dan tidak membeli BBM secara berlebihan.

Apakah stok BBM masih aman?

Dari hasil pemantauan awal, stok BBM di SPBU dinyatakan masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Minggu, 15 Maret 2026

Panic Buying Picu Antrean BBM Di Singkawang, Pemerintah Pastikan Pasokan Aman

Antrean panjang di SPBU Singkawang dipicu panic buying. Wali Kota memastikan stok BBM dari Pertamina aman dan distribusi berjalan normal.
Antrean panjang di SPBU Singkawang dipicu panic buying. Wali Kota memastikan stok BBM dari Pertamina aman dan distribusi berjalan normal.

Wali Kota Singkawang Minta Warga Tak Panic Buying, Stok BBM Dipastikan Aman Meski Antrean Mengular

SINGKAWANG -- Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, dalam dua hari terakhir membuat masyarakat mulai khawatir akan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Singkawang langsung turun tangan memastikan situasi sebenarnya di lapangan.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. Ia menegaskan bahwa pasokan BBM di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman.

Pernyataan itu disampaikan setelah pemerintah daerah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah SPBU di Kota Singkawang pada Minggu. Langkah ini dilakukan untuk merespons keresahan masyarakat yang melihat antrean kendaraan cukup panjang di beberapa titik pengisian bahan bakar.

“Kami turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan bahwa ketersediaan BBM bagi masyarakat tetap aman,” ujar Tjhai Chui Mie.

Pemerintah Tinjau Sejumlah SPBU

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota bersama sejumlah pejabat terkait mendatangi beberapa SPBU yang menjadi pusat antrean kendaraan. Beberapa di antaranya adalah SPBU Setapuk, SPBU Sungai Wie, SPBU Sedau, dan SPBU Pasiran.

Dari hasil pemantauan, pemerintah memastikan bahwa distribusi BBM dari Pertamina ke wilayah Singkawang berjalan normal tanpa gangguan.

Menurut Tjhai Chui Mie, tidak ada kendala dalam pasokan bahan bakar dari pihak perusahaan energi milik negara tersebut. Antrean panjang yang terjadi justru dipicu oleh meningkatnya jumlah pembelian masyarakat dalam waktu bersamaan.

“Stok BBM sebenarnya tersedia. Distribusinya juga normal. Namun karena masyarakat khawatir akan terjadi kelangkaan, banyak yang membeli dalam jumlah lebih banyak dari biasanya,” jelasnya.

Antrean Dipicu Kekhawatiran Warga

Fenomena panic buying kerap terjadi ketika muncul isu kelangkaan barang kebutuhan pokok, termasuk bahan bakar. Kondisi ini membuat masyarakat berlomba-lomba mengisi tangki kendaraan lebih awal atau bahkan menyimpan cadangan BBM.

Akibatnya, permintaan mendadak melonjak tajam dalam waktu singkat dan menyebabkan antrean panjang di SPBU.

Pemerintah daerah menilai situasi tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi jika masyarakat tetap tenang dan membeli bahan bakar sesuai kebutuhan.

Tjhai Chui Mie mengingatkan bahwa panic buying justru dapat memperburuk situasi distribusi BBM di lapangan.

“Kalau semua membeli dalam jumlah berlebihan secara bersamaan, tentu antrean akan semakin panjang. Padahal stoknya cukup,” katanya.

Pemerintah Awasi Potensi Penimbunan BBM

Selain mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan, pemerintah juga memperingatkan adanya potensi penyalahgunaan situasi oleh oknum tertentu.

Wali Kota menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi praktik penimbunan BBM ataupun pembelian menggunakan jeriken untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

Menurutnya, aktivitas di SPBU kini dipantau melalui sistem kamera pengawas atau CCTV.

Jika ditemukan pelanggaran, baik dari pihak pembeli maupun pengelola SPBU yang melayani pembelian tidak sesuai aturan, pemerintah akan segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas.

“Kami memantau aktivitas di SPBU. Jika ada yang mencoba menimbun atau membeli untuk dijual kembali, tentu akan kami tindak sesuai aturan,” tegasnya.

Langkah pengawasan ini dilakukan untuk memastikan distribusi BBM tetap tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

SPBU Tetap Layani Warga Selama 24 Jam

Sementara itu, pemilik SPBU Sungai Wie di Kecamatan Singkawang Tengah, Thony Haryadi, memastikan pasokan BBM dari Pertamina tetap berjalan lancar.

Ia menjelaskan bahwa distribusi bahan bakar ke SPBU tidak mengalami gangguan sama sekali.

Menurutnya, antrean panjang kendaraan terjadi karena masyarakat datang lebih awal untuk mengisi bahan bakar, bahkan sejak dini hari.

“Pasokan dari Pertamina tetap normal. Namun karena banyak masyarakat khawatir, mereka sudah datang sejak subuh untuk mengantre,” ujar Thony.

Meski demikian, pihak SPBU tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Kami tetap melayani masyarakat selama 24 jam agar kebutuhan bahan bakar tetap terpenuhi,” katanya.

Pemerintah Minta Warga Tetap Tenang

Pemerintah Kota Singkawang kembali menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan BBM di wilayah tersebut. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terpancing oleh isu yang belum tentu benar.

Dengan membeli BBM sesuai kebutuhan, distribusi bahan bakar dapat berjalan lebih lancar dan merata bagi semua pengguna.

Tjhai Chui Mie juga memastikan pemerintah daerah akan terus memantau situasi di lapangan untuk menjaga stabilitas pasokan BBM.

“Saya mengajak masyarakat tetap tenang. Stok BBM tersedia dan pemerintah akan terus mengawal agar distribusinya berjalan lancar,” ujarnya.

Imbauan ini diharapkan dapat meredakan kepanikan warga sekaligus mengurangi antrean kendaraan di SPBU yang sempat memicu kekhawatiran dalam beberapa hari terakhir.

Minggu, 08 Maret 2026

Stok BBM Kalimantan Dipastikan Aman, Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying

Pertamina memastikan pasokan BBM di Kalimantan aman dengan stok nasional sekitar 21 hari. Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap lancar.
Pertamina memastikan pasokan BBM di Kalimantan aman dengan stok nasional sekitar 21 hari. Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap lancar.

BANJARMASIN -- Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kalimantan tetap aman dan terkendali. PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga menyatakan distribusi energi ke masyarakat berjalan normal sehingga kebutuhan energi tetap terpenuhi.

Pengelolaan pasokan tersebut dilakukan melalui sistem logistik energi yang terintegrasi. Selain itu, pemantauan distribusi juga dilakukan secara berkala untuk memastikan kelancaran penyaluran BBM ke berbagai daerah di Kalimantan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Edi Mangun saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Sabtu, mengatakan Pertamina terus memastikan stok BBM dalam kondisi aman. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

Menurut Edi, pembelian BBM yang tidak sesuai kebutuhan dapat berpotensi mengganggu kelancaran distribusi energi yang selama ini berjalan normal.

“Masyarakat kami imbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Dengan penggunaan yang bijak, distribusi energi dapat terus terjaga sehingga seluruh masyarakat tetap mendapatkan akses BBM,” ujar Edi.

Stok BBM Nasional Dijaga Sekitar 21 Hari

Secara nasional, Pertamina Patra Niaga mengelola stok operasional BBM yang berada pada kisaran sekitar 21 hari. Stok tersebut merupakan bagian dari sistem logistik energi nasional untuk menjaga stabilitas pasokan energi di berbagai wilayah Indonesia.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan stok tersebut disimpan dalam kapasitas penimbunan nasional dan disalurkan secara bertahap kepada masyarakat.

Menurutnya, stok operasional tersebut merupakan kondisi normal yang selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional.

“Stok sekitar 21 hari tersebut terus dilakukan top up melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya,” kata Roberth.

Distribusi Energi Dipantau Secara Terintegrasi

Pertamina Patra Niaga juga memastikan pengelolaan rantai pasok energi dilakukan secara terintegrasi. Proses tersebut dimulai dari pengadaan minyak mentah, pengolahan di kilang, transportasi, hingga distribusi ke berbagai wilayah di Indonesia.

Perusahaan juga terus memantau perkembangan situasi global, termasuk dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi pasokan energi dunia.

Langkah pemantauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan distribusi BBM kepada masyarakat tetap berjalan lancar.

Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying

Pertamina mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau pembelian BBM secara tidak wajar. Pembelian berlebihan dapat berdampak pada distribusi yang selama ini berjalan normal.

Dengan pembelian sesuai kebutuhan, Pertamina memastikan seluruh masyarakat tetap dapat memperoleh akses BBM secara merata.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi lebih lanjut terkait distribusi BBM, Pertamina menyediakan layanan melalui Pertamina Contact Center di nomor 135.

Dengan sistem logistik energi yang terintegrasi dan pengelolaan stok nasional yang terjaga, Pertamina memastikan pasokan BBM di Kalimantan tetap aman. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi energi serta memastikan kebutuhan masyarakat dan sektor usaha tetap terpenuhi.