535 Penari Ramaikan Hari Tari Dunia 2026, Budaya Banjar Kian Menguat
![]() |
| Pemprov Kalsel memperkuat pelestarian tari Banjar melalui Hari Tari Dunia 2026 dengan melibatkan ratusan penari muda sebagai langkah regenerasi budaya daerah. (Foto Ilustrasi) |
BANJARMASIN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memanfaatkan peringatan Hari Tari Dunia 2026 sebagai momentum memperkuat regenerasi penari sekaligus menjaga keberlangsungan budaya lokal, khususnya tari khas Banjar.
Langkah tersebut dijalankan melalui berbagai kegiatan seni yang melibatkan masyarakat luas, mulai dari seniman profesional hingga anak-anak penari dari sejumlah daerah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan Abdul Rahim menegaskan pelestarian budaya tidak dapat berjalan tanpa partisipasi aktif masyarakat. Abdul Rahim menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan seni tradisi.
Menurut Abdul Rahim, berbagai kegiatan seni yang digelar di Taman Budaya dan museum menjadi wadah strategis untuk menjaga eksistensi budaya daerah, terutama tari Banjar yang menjadi identitas masyarakat setempat.
Apresiasi juga disampaikan kepada para seniman lokal yang terus aktif menciptakan karya seni. Abdul Rahim berharap jumlah masyarakat yang terlibat dalam kegiatan seni budaya terus meningkat sehingga kesenian tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang mengikuti zaman.
Momentum peringatan Hari Tari Dunia yang jatuh setiap 29 April dimanfaatkan sebagai penguat semangat berkesenian di daerah. Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan Suharyanti menyebut kegiatan tahun ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
535 Penari Dari Sembilan Daerah Tampil Selama Dua Hari
Dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia 2026, UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan menggelar pertunjukan tari selama dua hari, yakni pada 25 hingga 26 April 2026.
Sebanyak 535 penari dan seniman dari sembilan kabupaten dan kota ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Peserta terdiri dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak yang menjadi fokus utama program regenerasi.
Menurut Suharyanti, peningkatan jumlah peserta dibanding tahun sebelumnya menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap seni tari semakin kuat.
Pada malam pertama, sembilan delegasi daerah menampilkan kekhasan budaya masing-masing. Kabupaten Tanah Laut menghadirkan tarian yang memadukan unsur berbagai etnis, sementara Kabupaten Hulu Sungai Utara menampilkan Tari Dor yang berakar dari gerakan dasar seni Mamanda.
Kabupaten Hulu Sungai Selatan turut mempersembahkan tarian bertema Nusantara yang menampilkan keberagaman budaya dalam satu panggung.
Anak-Anak Jadi Fokus Utama Regenerasi Penari
Regenerasi menjadi salah satu prioritas utama dalam penyelenggaraan kegiatan tahun ini. Suharyanti menjelaskan ruang ekspresi diberikan secara luas kepada anak-anak untuk tampil, baik dalam tarian tradisional maupun modern.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni tari sejak dini.
Suharyanti menegaskan bahwa konsep utama tari adalah gerakan yang selaras dengan irama, sehingga tidak ada pembatasan terhadap jenis tari yang ditampilkan selama tetap memberikan ruang kreativitas bagi penari.
Selain pertunjukan seni, rangkaian kegiatan juga mencakup sarasehan seni tari pada hari pertama yang diikuti pelaku seni dari berbagai daerah. Pada hari kedua, puluhan pertunjukan seni digelar dengan target total 30 penampilan.
Strategi Jangka Panjang Menjaga Warisan Budaya Banjar
Pelibatan sanggar tari menjadi bagian penting dalam strategi menjaga keberlanjutan seni budaya daerah. Melalui aktivitas rutin di sanggar, estafet kepenarian diharapkan dapat terus terjaga.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan jumlah pelaku seni tari terus bertambah dalam beberapa tahun mendatang.
Upaya tersebut juga diharapkan memperkuat citra Kalimantan Selatan sebagai daerah yang kaya talenta seni tari sekaligus mampu menjaga warisan budaya lokal di tengah arus modernisasi.
FAQ
1. Apa tujuan utama peringatan Hari Tari Dunia 2026 di Kalimantan Selatan?
Tujuan utamanya adalah memperkuat pelestarian budaya Banjar sekaligus mendorong regenerasi penari muda melalui berbagai pertunjukan seni.
2. Berapa jumlah penari yang terlibat dalam kegiatan ini?
Sebanyak 535 penari dan seniman dari sembilan kabupaten/kota ikut serta dalam rangkaian kegiatan Hari Tari Dunia 2026.
3. Mengapa generasi muda menjadi fokus utama dalam kegiatan ini?
Generasi muda dianggap sebagai penerus seni budaya sehingga keterlibatan sejak dini penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi tari Banjar.
4. Kegiatan apa saja yang diselenggarakan dalam peringatan ini?
Kegiatan meliputi pertunjukan tari selama dua hari, sarasehan seni tari, serta puluhan penampilan seni dari berbagai daerah.
5. Apa harapan pemerintah terhadap kegiatan seni tari di Kalimantan Selatan?
Pemerintah berharap jumlah penari terus bertambah dan Kalimantan Selatan semakin dikenal sebagai daerah dengan kekayaan seni tari yang kuat.
