Berita BorneoTribun: Sujiwo hari ini

CSS

Kode Recentpost Grid

BANNER - Geser keatas untuk melanjutkan

Tampilkan postingan dengan label Sujiwo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sujiwo. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2026

Bupati Kubu Raya Tekankan Peran Dinas Pertanian Dampingi Petani

Bupati Kubu Raya menghadiri Gebyar Tani 2026 dan mendorong masyarakat membeli hasil petani lokal serta memperkuat peran pendampingan dan inovasi pertanian.
Bupati Kubu Raya menghadiri Gebyar Tani 2026 dan mendorong masyarakat membeli hasil petani lokal serta memperkuat peran pendampingan dan inovasi pertanian.

KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menjadikan kegiatan Gebyar Tani dan Bazar Pasar Tani sebagai sarana strategis untuk memperkuat posisi sektor pertanian dalam menopang ekonomi daerah.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (28/4/2026) tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kubu Raya bersama jajaran perangkat daerah, kelompok tani, serta masyarakat yang memadati area bazar untuk membeli hasil pertanian segar.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kubu Raya menegaskan pentingnya dukungan masyarakat terhadap produk hasil pertanian lokal sebagai bentuk nyata penghargaan kepada petani.

Menurut Bupati Kubu Raya, peningkatan konsumsi produk lokal memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan petani serta stabilitas ketahanan pangan daerah.

“Petani memegang peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan. Dukungan masyarakat melalui pembelian hasil panen lokal menjadi langkah sederhana yang memberikan dampak besar bagi perekonomian,” ujar Bupati Kubu Raya dalam sambutan kegiatan.

Pendampingan Lapangan Jadi Fokus Pemerintah

Selain mendorong peningkatan konsumsi produk lokal, Bupati Kubu Raya juga memberikan arahan khusus kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Agus Siswandi, agar memperkuat pendampingan kepada petani di tingkat lapangan.

Bupati Kubu Raya menilai kehadiran langsung aparat pertanian sangat penting untuk memastikan berbagai kendala petani dapat diatasi secara cepat dan tepat.

Arahan tersebut mencakup peningkatan intensitas kunjungan lapangan, pemberian motivasi, serta penyediaan solusi teknis untuk pengembangan komoditas unggulan.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Kubu Raya.

Generasi Muda Didorong Masuk Ke Sektor Pertanian

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Agus Siswandi, menyampaikan komitmen untuk melibatkan generasi muda dalam pengembangan pertanian modern.

Menurut Agus Siswandi, sektor pertanian memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung pemanfaatan teknologi serta inovasi sistem produksi.

Agus Siswandi menjelaskan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya akan mengembangkan sistem pertanian berbasis teknologi, termasuk penyediaan peralatan modern serta penguatan akses pemasaran hasil pertanian.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan minat generasi milenial agar melihat pertanian sebagai sektor usaha yang menjanjikan.

Gebyar Tani Jadi Sarana Promosi Produk Lokal

Kegiatan Gebyar Tani dan Bazar Pasar Tani tidak hanya menjadi ajang pertemuan antara petani dan konsumen, tetapi juga menjadi sarana promosi produk pertanian lokal.

Beragam komoditas segar serta produk olahan lokal ditampilkan dalam bazar tersebut, menarik minat masyarakat untuk membeli langsung dari petani.

Bupati Kubu Raya menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi memperluas pasar hasil pertanian.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pertanian secara berkesinambungan.

Optimisme Terhadap Masa Depan Pertanian Kubu Raya

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menilai sektor pertanian masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang, terutama dengan dukungan teknologi, pendampingan, serta keterlibatan generasi muda.

Kegiatan Gebyar Tani diharapkan mampu meningkatkan semangat bertani di kalangan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis pertanian.

Partisipasi aktif masyarakat dalam membeli produk lokal juga diyakini menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pangan di daerah.

FAQ

Apa tujuan utama kegiatan Gebyar Tani di Kubu Raya?

Kegiatan ini bertujuan memperkuat sektor pertanian, memperluas pasar hasil tani, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui penjualan langsung kepada masyarakat.

Siapa yang hadir dalam kegiatan Gebyar Tani 2026?

Kegiatan dihadiri oleh Bupati Kubu Raya, Kepala Dinas Pertanian Agus Siswandi, perangkat daerah, kelompok tani, serta masyarakat.

Apa peran Dinas Pertanian dalam kegiatan ini?

Dinas Pertanian bertugas melakukan pendampingan kepada petani, menyediakan teknologi pertanian modern, serta membantu akses pemasaran hasil pertanian.

Mengapa generasi muda didorong masuk ke sektor pertanian?

Karena pertanian modern berbasis teknologi dinilai memiliki peluang usaha besar dan dapat meningkatkan daya saing sektor pertanian.

Apa manfaat membeli produk pertanian lokal?

Membeli produk lokal membantu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ekonomi daerah, serta menjaga ketahanan pangan.

Senin, 27 April 2026

Naik Dango Ke-41 Di Kubu Raya Jadi Momen Bersejarah Pemersatu Dayak

Foto: Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan dan Bupati kubu Raya H Sujiwo Memukul Gong Sebanyak Tujuh Kali Dalam Pembuka Naik Dango Ke-41 di Kabupaten Kubu Raya

KUBU RAYA - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyebut perayaan Naik Dango tahun ini menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Dayak di Kalbar. Hal itu disampaikan saat membuka Naik Dango ke-41 di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Senin (27/4/2026).

Menurut Krisantus, penyelenggaraan Naik Dango kali ini memiliki makna istimewa karena mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat Dayak dalam satu ruang kebersamaan.

“Ini adalah perayaan Naik Dango yang sangat bersejarah. Tiga kabupaten bersatu dalam satu kegiatan adat yang sakral. Ini menunjukkan bahwa budaya kita tidak hanya dijaga, tetapi juga dirayakan bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Naik Dango merupakan ungkapan syukur masyarakat Dayak atas hasil kerja selama satu tahun, khususnya di bidang pertanian. Tradisi ini juga menjadi titik awal untuk memulai kembali aktivitas berladang dan bersawah menghadapi musim tanam berikutnya.

Dalam kesempatan itu, Krisantus mengajak masyarakat memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam kepercayaan Dayak dikenal sebagai Jubata, agar usaha ke depan diberi keberhasilan dan keberkahan.

“Kita berdoa kepada Jubata agar kerja-kerja kita ke depan dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan panen yang lebih baik lagi,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjadikan Naik Dango sebagai momentum pelestarian budaya di tengah arus globalisasi.

“Di era globalisasi ini, suku atau bangsa yang tidak melestarikan budayanya akan perlahan hilang ditelan zaman. Oleh karena itu, kita harus terus menjaga, mencintai, dan melestarikan adat istiadat kita,” tegasnya.

Momen Kebersamaan Pada Pembukaan Naik Dango ke-41 di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Senin (27/4/2026)

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menegaskan budaya merupakan jati diri bangsa yang harus dijaga seluruh elemen masyarakat. Ia mengapresiasi pelaksanaan Naik Dango ke-41 di Desa Lingga sebagai wujud nyata pelestarian budaya Dayak.

“Budaya ini sangat penting. Budaya adalah jati diri bangsa. Hari ini budaya masyarakat Dayak bukan hanya menjadi identitas masyarakat Dayak itu sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sujiwo mengingatkan, jika masyarakat adat tidak menjaga dan melestarikan budayanya, adat istiadat tersebut dapat hilang ditelan zaman.

“Oleh karena itu, sebagai bentuk jati diri bangsa, kita harus merawat, menjaga, dan melestarikan budaya semua etnis yang ada, baik di Kabupaten Kubu Raya maupun di Nusantara,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Kubu Raya mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,22 miliar untuk Naik Dango ke-41. Rinciannya, Rp300 juta untuk pelaksanaan kegiatan dan Rp920 juta untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.

Selain itu, Pemkab juga berencana mengembangkan kawasan Rumah Betang sebagai destinasi budaya unggulan dengan tetap mempertahankan nilai keasliannya.

“Kawasan ini memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi. Akan kita tata dan kembangkan tanpa menghilangkan keasliannya, sehingga bisa menjadi cagar budaya sekaligus destinasi wisata,” jelasnya.

Sujiwo juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk kembali menggelar Naik Dango di Kubu Raya pada 2029 mendatang. “Insya Allah tahun 2029 kita siap menggelar Naik Dango di Kubu Raya dengan lebih baik lagi,” pungkasnya.

Ketua Panitia Naik Dango ke-41, Lorensius, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upacara adat masyarakat Dayak Kanayatn yang dilaksanakan di tiga kabupaten di Kalbar.

“Tradisi ini bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga wujud rasa syukur serta kebersamaan dalam menjaga adat, budaya, dan kearifan lokal,” ujarnya.

Ia berterima kasih kepada pemerintah daerah dan para donatur yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Diharapkan nilai-nilai adat Dayak Kanayatn semakin kuat, tetap lestari, dan terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Salah satu peserta, Yeheskiel Chandra, anggota kontingen dari Kecamatan Sebangki, mengaku bersyukur dapat berpartisipasi.

“Kami sangat bersyukur bisa hadir di sini. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun pada 25 sampai 28 April. Kami mengucapkan syukur atas hasil panen yang kami persembahkan kepada Jubata, serta berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung,” ujarnya.

Ia berharap Naik Dango terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk pelestarian budaya dan kebersamaan masyarakat Dayak.

Perayaan Naik Dango ke-41 ini diharapkan terus menjadi warisan budaya yang lestari serta memperkuat persatuan masyarakat Dayak di Kalimantan Barat. (Jm)

Kamis, 23 April 2026

Bupati Sujiwo: Tangani Stunting Butuh Keikhlasan Kader, Bukan Sekadar Insentif

Foto: Bupati Kubu Raya H. Sujiwo Pada Kegiatan Pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi balita dan ibu hamil yang digelar di Nordu Caffe, Kamis (23/4/2026)


KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya H. Sujiwo menekankan pentingnya keikhlasan dan ketulusan para kader dalam menjalankan tugas membantu masyarakat, khususnya dalam penanganan stunting di daerah.

Hal itu disampaikannya saat kegiatan pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi balita dan ibu hamil yang digelar di Nordu Caffe, Kamis (23/4/2026).

Sujiwo mengungkapkan, peran kader tidak bisa diukur hanya dari insentif yang diterima. Menurutnya, meskipun insentif yang diberikan relatif kecil, nilai pengabdian dan keikhlasan jauh lebih besar.

“Kalau dilihat secara materi mungkin kecil, tetapi menjadi besar ketika kita memiliki keikhlasan untuk membantu generasi anak bangsa,” ujarnya.

Ia mengaku memahami beratnya tugas yang dijalankan para kader di lapangan. Namun demikian, ia berharap semangat pengabdian tetap dijaga demi masa depan anak-anak di Kubu Raya.

Sujiwo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam menurunkan angka stunting, mengingat persoalan tersebut merupakan tanggung jawab bersama. (Jm)



Selasa, 21 April 2026

Pemkab Kubu Raya Kejar Pembangunan Pasar Induk, Tahap Verifikasi Teknis Dimulai

Pasar Induk Kubu Raya senilai Rp30 miliar mulai diverifikasi. Pemkab dan Kemendag meninjau lokasi pembangunan yang ditargetkan dimulai pada 2027.
Pasar Induk Kubu Raya senilai Rp30 miliar mulai diverifikasi. Pemkab dan Kemendag meninjau lokasi pembangunan yang ditargetkan dimulai pada 2027.

Kubu Raya, Kalbar - Rencana pembangunan Pasar Induk di Kabupaten Kubu Raya mulai memasuki tahap verifikasi teknis di lapangan. Pemerintah daerah bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melakukan peninjauan langsung guna memastikan kesiapan pembangunan fasilitas perdagangan tersebut.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mendampingi Wakil Ketua Tim Bidang Pengembangan Sarana Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Andre Prasetyo, saat melakukan identifikasi lokasi rencana pembangunan Pasar Induk di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya. Proyek tersebut dirancang dengan estimasi anggaran sekitar Rp30 miliar.

Menurut Andre, kunjungan lapangan ini menjadi bagian penting dari proses evaluasi usulan pembangunan pasar induk yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Identifikasi teknis dilakukan untuk memastikan lokasi memenuhi syarat kelayakan sebelum proyek dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Ia menjelaskan, hasil peninjauan lapangan akan dibahas bersama organisasi perangkat daerah (OPD) guna menyelaraskan kebutuhan pembangunan. Jika seluruh persyaratan administratif dan teknis terpenuhi, Kementerian Perdagangan akan mengeluarkan rekomendasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk melanjutkan proses pembangunan.

Kebutuhan Pasar Baru Dinilai Mendesak

Bupati Sujiwo menilai pembangunan pasar induk baru menjadi kebutuhan mendesak, terutama karena kondisi pasar lama yang sudah beroperasi selama puluhan tahun. Pasar Melati, yang menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan saat ini, telah berusia sekitar 35 tahun dan dinilai membutuhkan pembaruan infrastruktur.

Ia menyebut sebagian besar dokumen pendukung proyek telah disiapkan oleh pemerintah daerah. Saat ini, hanya tersisa dua dokumen penting yang masih dalam proses penyelesaian, yakni Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Sujiwo juga menekankan bahwa potensi suplai dan permintaan komoditas di wilayah Kubu Raya cukup besar. Lebih dari separuh pasokan barang dagangan di Pasar Flamboyan diketahui berasal dari wilayah Kubu Raya, sehingga pembangunan pasar induk dinilai strategis untuk memperkuat rantai distribusi.

Konsep Pasar Modern dan Terintegrasi

Pasar induk yang direncanakan tidak hanya difungsikan sebagai pasar tradisional, tetapi akan mengusung konsep modern yang lebih tertata dan ramah pengunjung. Rencana desain mencakup berbagai fasilitas tambahan seperti ruang terbuka hijau, jalur jogging, area bermain anak, serta kawasan waterfront yang mendukung aktivitas masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kubu Raya, Norasari Arani, menyampaikan bahwa target pembangunan fisik direncanakan dimulai pada tahun 2027. Hal tersebut bergantung pada rampungnya seluruh dokumen pendukung yang ditargetkan selesai pada 2026.

Ia menambahkan bahwa tingkat kesiapan dokumen saat ini telah mencapai sekitar 95 persen. Pemerintah daerah optimistis seluruh persyaratan dapat dipenuhi sesuai jadwal.

Prioritas Bagi Pedagang Lama dan Peluang Ekonomi Baru

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memastikan pedagang yang selama ini beraktivitas di pasar lama akan mendapatkan prioritas untuk menempati kios di pasar baru. Selain itu, peluang juga akan dibuka bagi pedagang dari sembilan kecamatan di wilayah tersebut.

Upaya penataan pasar juga terus dilakukan melalui program Bersinar (Bersama Membersihkan Pasar). Program ini mencakup penataan ulang pedagang serta relokasi ke area yang lebih tertib dan layak, sebagai bagian dari persiapan menuju pasar modern.

Dengan adanya Pasar Induk Kubu Raya, pemerintah berharap terbentuk pusat distribusi perdagangan yang terintegrasi dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

FAQ

1. Kapan Pasar Induk Kubu Raya mulai dibangun?
Pembangunan ditargetkan mulai pada tahun 2027, setelah seluruh dokumen pendukung selesai pada 2026.

2. Berapa anggaran pembangunan Pasar Induk Kubu Raya?
Nilai anggaran yang direncanakan mencapai sekitar Rp30 miliar.

3. Di mana lokasi Pasar Induk Kubu Raya akan dibangun?
Pasar akan dibangun di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

4. Apakah pedagang lama akan dipindahkan ke pasar baru?
Ya, pedagang dari pasar lama akan diprioritaskan untuk menempati kios di pasar induk yang baru.

5. Apa konsep yang digunakan dalam pembangunan pasar ini?
Pasar dirancang dengan konsep modern dan terintegrasi, dilengkapi ruang terbuka hijau, area bermain anak, jalur jogging, dan waterfront.

Jumat, 17 April 2026

Bupati Sujiwo Titip Harapan Besar Untuk Bank Kalbar Di Usia Ke-62

HUT ke-62 Bank Kalbar di Kubu Raya, Bupati Sujiwo berharap Bank Kalbar semakin profesional dan terus berkontribusi dalam mempercepat pembangunan serta ekonomi daerah.
HUT ke-62 Bank Kalbar di Kubu Raya, Bupati Sujiwo berharap Bank Kalbar semakin profesional dan terus berkontribusi dalam mempercepat pembangunan serta ekonomi daerah.

KUBU RAYA – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Bank Kalbar menjadi ajang refleksi sekaligus harapan baru bagi penguatan sektor ekonomi daerah. Dalam perayaan syukuran yang digelar di Kantor Cabang Bank Kalbar Kubu Raya pada Rabu (15/4/2026), Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyampaikan harapannya agar Bank Kalbar semakin profesional dalam menjalankan perannya sebagai bank pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Sujiwo menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas perjalanan panjang Bank Kalbar yang telah berkontribusi bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Saya bersama Pak Wabup, Pak Sekda, beserta jajaran pemerintah dan seluruh masyarakat Kubu Raya mengucapkan dirgahayu untuk Bank Kalbar. Di usia yang ke-62, Bank Kalbar harus sudah matang dan profesional,” ujar Sujiwo.

Bank Kalbar Diharapkan Semakin Siap Hadapi Tantangan

Menurut Sujiwo, setiap periode selalu menghadirkan tantangan baru, terutama di sektor ekonomi dan layanan keuangan. Karena itu, kesiapan menghadapi perubahan menjadi kunci agar Bank Kalbar tetap relevan dan dipercaya masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus memberikan dukungan nyata bagi keberlangsungan dan perkembangan Bank Kalbar.

“Setiap masa pasti ada tantangannya. Dalam setiap tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus hadir memberikan dukungan riil untuk Bank Kalbar,” imbuhnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Peran Strategis Bank Kalbar Dalam Pembangunan Daerah

Lebih lanjut, Sujiwo menekankan pentingnya peran Bank Kalbar sebagai motor penggerak ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung sektor usaha dan pembangunan infrastruktur.

Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Kalbar dinilai memiliki posisi strategis dalam mempercepat pergerakan ekonomi masyarakat serta membuka peluang usaha yang lebih luas.

“Semoga di usia ke-62 ini Bank Kalbar lebih sukses dan maju serta terus meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dengan Pemerintah Kubu Raya dalam rangka mempercepat pembangunan serta pergerakan ekonomi,” tutupnya.

Momentum ulang tahun ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga profesionalitas, meningkatkan layanan kepada masyarakat, serta memperkuat inovasi di tengah dinamika ekonomi modern.

Momentum Refleksi Dan Penguatan Kepercayaan Publik

Perayaan HUT ke-62 Bank Kalbar bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi institusi perbankan daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan sinergi berbagai pihak, Bank Kalbar diharapkan mampu terus berkembang, menghadirkan layanan yang inovatif, serta memperluas kontribusi bagi pembangunan ekonomi di Kabupaten Kubu Raya dan Kalimantan Barat secara umum.

FAQ

1. Kapan HUT ke-62 Bank Kalbar diperingati di Kubu Raya?
Syukuran HUT ke-62 Bank Kalbar digelar pada Rabu, 15 April 2026 di Kantor Cabang Bank Kalbar Kubu Raya.

2. Apa harapan utama Bupati Sujiwo untuk Bank Kalbar?
Bupati Sujiwo berharap Bank Kalbar semakin profesional, matang, dan mampu menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

3. Apa peran Bank Kalbar bagi pembangunan daerah?
Bank Kalbar berperan sebagai bank pembangunan daerah yang mendukung percepatan pembangunan dan pergerakan ekonomi masyarakat.

4. Apakah pemerintah daerah mendukung Bank Kalbar?
Ya, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan nyata bagi pengembangan Bank Kalbar.

5. Mengapa profesionalitas bank daerah penting?
Profesionalitas penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat, meningkatkan layanan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Semarak MTQ XII Kubu Raya Perkuat Persatuan Dan Syiar Islam Di Tengah Keberagaman

Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.
Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.

KUBU RAYA – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XII tingkat Kabupaten Kubu Raya berlangsung meriah dan penuh khidmat. Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Harmoni Dalam Keberagaman” ini mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Kubu Raya, Selasa malam (14/4/2026).

Ajang tahunan tersebut dinilai bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman suku, budaya, dan latar belakang sosial.

Pembukaan MTQ ke-XII digelar di halaman Kantor Camat Sungai Ambawang, Jalan Trans Kalimantan, Desa Sungai Ambawang Kuala. Suasana acara terasa khidmat sekaligus semarak dengan kehadiran berbagai tokoh penting daerah serta masyarakat dari berbagai kecamatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LPTQ Provinsi Kalimantan Barat Brigjen (Pol) Purn Andi Musa, SH, Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, SE, M.Sos, Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, Wakil Ketua DPRD Kubu Raya Hj. Umi Kulsum, tokoh agama, tokoh masyarakat lintas etnis, serta ratusan peserta dari sembilan kecamatan.

Total sebanyak 705 peserta mengikuti berbagai cabang lomba yang dipertandingkan dalam MTQ kali ini.

Tema Harmoni Jadi Cerminan Masyarakat Majemuk

Semarak MTQ XII Kubu Raya Perkuat Persatuan Dan Syiar Islam Di Tengah Keberagaman
Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.

Ketua Panitia MTQ ke-XII yang juga Camat Sungai Ambawang, Jurin, SE, menyampaikan bahwa tema “Merajut Harmoni Dalam Keberagaman” dipilih sebagai refleksi kondisi masyarakat Kabupaten Kubu Raya yang majemuk namun tetap hidup rukun dan damai.

Menurutnya, Al-Qur’an memiliki peran penting sebagai pedoman dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan penuh toleransi.

“Melalui MTQ ini, kami ingin memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman. Al-Qur’an menjadi pedoman dalam mempererat ukhuwah Islamiyah,” ujar Jurin dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan MTQ tidak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pembinaan generasi muda agar semakin mencintai Al-Qur’an serta mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati Tekankan Pentingnya Pembinaan Generasi Qur’ani

Bupati Tekankan Pentingnya Pembinaan Generasi Qur’ani
Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.

Dalam sambutannya, Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menegaskan bahwa MTQ merupakan sarana strategis untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus membina generasi muda agar memiliki karakter religius dan berakhlak mulia.

Ia menyebut bahwa kegiatan ini menjadi wadah pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan qori dan qoriah terbaik yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

“MTQ ini bukan sekadar perlombaan, tetapi wadah pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan qori dan qoriah terbaik dari Kubu Raya,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, serta masyarakat dalam mendukung pembinaan peserta secara berkesinambungan.

Menurutnya, keberhasilan peserta dalam ajang MTQ tidak terlepas dari proses pembinaan panjang yang dilakukan secara terarah dan konsisten.

Ajang Silaturahmi Dan Kebersamaan Antar Kecamatan

Selain menjadi ajang kompetisi, MTQ ke-XII Kabupaten Kubu Raya juga berfungsi sebagai sarana mempererat silaturahmi antar kafilah dari berbagai kecamatan.

Semangat kebersamaan dan toleransi yang ditunjukkan para peserta menjadi cerminan nyata dari tema yang diusung pada tahun ini.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam mendukung jalannya kegiatan. Warga tampak memadati area acara untuk menyaksikan pembukaan dan memberikan dukungan kepada para peserta dari kecamatan masing-masing.

Dukungan Pemerintah Untuk Pengembangan Potensi Daerah

Bupati Kubu Raya menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan MTQ, baik dari sisi anggaran maupun program pembinaan.

Langkah ini dinilai penting agar potensi generasi muda dalam bidang tilawah Al-Qur’an dapat berkembang secara optimal dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus mendukung pembinaan agar anak-anak kita mampu berprestasi dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

MTQ Diharapkan Lahirkan Bibit Qori Dan Qoriah Berprestasi

Semarak MTQ XII Kubu Raya Perkuat Persatuan Dan Syiar Islam Di Tengah Keberagaman
Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.

Pelaksanaan MTQ ke-XII Kabupaten Kubu Raya berlangsung meriah dengan berbagai cabang lomba yang diikuti peserta terbaik dari seluruh kecamatan.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul qori dan qoriah yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Kubu Raya di tingkat provinsi maupun nasional.

MTQ juga diharapkan menjadi momentum lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

FAQ

Apa Itu MTQ XII Kabupaten Kubu Raya?

MTQ XII Kabupaten Kubu Raya adalah ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat kabupaten yang diikuti peserta dari sembilan kecamatan.

Di Mana Lokasi Pembukaan MTQ XII Kubu Raya?

Pembukaan digelar di halaman Kantor Camat Sungai Ambawang, Desa Sungai Ambawang Kuala.

Berapa Jumlah Peserta MTQ XII Kubu Raya?

Total sebanyak 705 peserta mengikuti berbagai cabang lomba dalam MTQ XII.

Apa Tujuan Utama Pelaksanaan MTQ?

Selain sebagai ajang kompetisi tilawah, MTQ bertujuan memperkuat persatuan masyarakat serta membina generasi Qur’ani.

Siapa Saja Tokoh Yang Hadir Dalam Pembukaan MTQ?

Sejumlah tokoh hadir, termasuk Bupati Kubu Raya, Ketua LPTQ Kalbar, Kapolres Kubu Raya, serta tokoh agama dan masyarakat.

Sabtu, 04 April 2026

Bupati Kubu Raya Sujiwo Minta Komitmen Nyata Pemprov Kalbar Saat Musrenbang 2027

Bupati Kubu Raya Sujiwo minta komitmen nyata Pemprov Kalbar dalam Musrenbang 2027 guna percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Kubu Raya Sujiwo minta komitmen nyata Pemprov Kalbar dalam Musrenbang 2027 guna percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Kubu Raya — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memberikan atensi lebih dan komitmen nyata dalam mendukung pembangunan di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikannya dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Kubu Raya Tahun 2027, yang menjadi agenda strategis dalam menyusun arah pembangunan daerah ke depan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Kalimantan Barat, yakni Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, serta jajaran Forkopimda Kubu Raya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, hingga pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Sujiwo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan, khususnya pada sektor infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Kalbar dapat memberikan perhatian lebih dan komitmen yang kuat dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Kubu Raya,” ujar Sujiwo.

Ia juga menyoroti posisi strategis Kubu Raya sebagai daerah penyangga ibu kota provinsi, Pontianak. Peran ini dinilai sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional di Kalimantan Barat.

Karena itu, Sujiwo menilai dukungan dari pemerintah provinsi menjadi faktor krusial, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar serta pengembangan sektor unggulan daerah yang berdampak langsung pada masyarakat.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan pelaku UMKM dan masyarakat dinilai harus terus diperkuat agar hasil pembangunan bisa dirasakan secara merata.

Sementara itu, Sekda Kalbar, Harisson, yang mewakili Gubernur Kalbar menyatakan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Musrenbang RKPD ini sendiri menjadi forum strategis yang tidak hanya menyusun rencana pembangunan tahun 2027, tetapi juga mengakomodasi berbagai aspirasi masyarakat demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

FAQ

1. Apa itu Musrenbang?
Musrenbang adalah forum perencanaan pembangunan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat untuk menyusun rencana pembangunan daerah.

2. Apa yang disampaikan Bupati Sujiwo dalam Musrenbang 2027?
Ia meminta komitmen nyata dari Pemprov Kalbar untuk mendukung pembangunan Kubu Raya, terutama infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

3. Mengapa Kubu Raya dianggap strategis?
Karena Kubu Raya merupakan daerah penyangga ibu kota provinsi, sehingga berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.

4. Siapa yang mewakili Pemprov Kalbar dalam kegiatan ini?
Sekretaris Daerah Kalbar, dr. Harisson, hadir mewakili Gubernur Kalbar.

5. Apa tujuan utama Musrenbang RKPD 2027?
Untuk menyusun rencana pembangunan daerah berdasarkan aspirasi masyarakat secara berkelanjutan dan merata.

Rabu, 01 April 2026

Pemkab Kubu Raya Dorong Ekonomi Daerah, 2 BUMD Tandatangani Kerja Sama

Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo memberikan arahan kepada Perumda Air Minum Tirta Raya dan Perumda Aneka Usaha, Rabu (1/4/2026)

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui kolaborasi antar badan usaha milik daerah (BUMD). Hal itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Perumda Air Minum Tirta Raya dan Perumda Aneka Usaha, Rabu (1/4/2026).

Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, serta dihadiri jajaran pejabat daerah, direksi BUMD, dan sejumlah pelaku usaha.

Direktur Perumda Aneka Usaha, Uray Emma Yaniaries Nelaprana, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem usaha daerah yang saling menguatkan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan UMKM di Kubu Raya.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini. Ini adalah momentum untuk bersama-sama membangun dan memperkuat ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya saat ini tengah melakukan verifikasi terhadap data pelaku usaha yang tercatat. Dari sekitar 30 ribu data, tidak seluruhnya aktif sehingga diperlukan pemetaan ulang untuk menentukan pelaku usaha yang benar-benar potensial.

“Kami juga menyiapkan program pendampingan, mulai dari penguatan SDM, literasi keuangan, pengemasan produk hingga pemasaran digital. Kolaborasi ini bukan hanya antar lembaga, tetapi menjadi upaya bersama membangun ekosistem usaha yang berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Raya Kubu Raya, Harmawan, menyampaikan komitmen pihaknya dalam mendukung pengembangan usaha daerah melalui kerja sama tersebut.

“Atas nama Perumda Tirta Raya, kami mengucapkan selamat atas terlaksananya penandatanganan kerja sama ini. Kami siap memberikan dukungan, baik melalui supervisi, konsultasi, maupun fasilitas yang dapat menunjang pengembangan usaha,” kata Harmawan.

Ia menegaskan bahwa sebagai BUMD, Tirta Raya harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan tidak menjadi beban bagi pemerintah.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata dan mendorong peningkatan pendapatan daerah. Ke depan, kami juga membuka peluang dukungan pembiayaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, dalam arahannya memberikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara kedua BUMD tersebut. Menurutnya, sinergi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat perekonomian daerah.

“Perumda harus hadir sebagai bagian dari solusi, mendukung pelaku usaha dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Saya berharap kedua BUMD ini dapat menjadi pilar ekonomi daerah ke depan,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya kemandirian BUMD setelah mendapatkan penyertaan modal dari pemerintah daerah.

“Kita ingin BUMD ini ke depan tidak lagi bergantung pada APBD, tetapi justru mampu memberikan kontribusi bagi daerah,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan perjanjian kerja sama sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kubu Raya. (JM)

Selasa, 31 Maret 2026

Sujiwo Tegas Karhutla Ancam Ekonomi dan Kesehatan, Pelaku Harus Ditangkap

Bupati Kubu Raya Sujiwo minta polisi tangkap pelaku karhutla. Dampaknya ancam kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi di musim kemarau panjang.
Bupati Kubu Raya Sujiwo minta polisi tangkap pelaku karhutla. Dampaknya ancam kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi di musim kemarau panjang. (Gambar ilustrasi)

KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman serius bagi berbagai sektor strategis. Memasuki masa peralihan menuju musim kemarau panjang, risiko karhutla diprediksi meningkat signifikan.

Dalam keterangannya di Sungai Raya, Senin, Sujiwo secara tegas meminta aparat kepolisian bertindak cepat dan tegas terhadap pelaku pembakaran lahan.

“Dampak karhutla ini sangat luas. Bukan hanya soal lahan terbakar dan kabut asap, tetapi bisa melumpuhkan banyak sektor. Makanya saya sudah minta kepada pak Kapolres untuk menangkap pelaku pembakaran lahan,” ujar Sujiwo.

Karhutla Ancam Pendidikan dan Kesehatan

Sujiwo menjelaskan, kabut asap akibat karhutla berpotensi besar mengganggu aktivitas pendidikan. Dalam kondisi udara yang tidak sehat, kegiatan belajar mengajar bisa terpaksa dihentikan demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Tak hanya itu, sektor kesehatan juga terdampak langsung. Peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi ancaman serius yang kerap terjadi saat musim asap.

Situasi ini, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama agar tidak terulang seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ganggu Transportasi Hingga Investasi

Dampak karhutla juga merembet ke sektor ekonomi. Salah satu yang paling terasa adalah terganggunya transportasi udara akibat kabut asap yang mengurangi jarak pandang.

“Jika penerbangan terganggu, maka pergerakan ekonomi ikut terhambat, termasuk aktivitas investasi di daerah,” jelasnya.

Gangguan distribusi barang dan mobilitas masyarakat dinilai bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah, bahkan berpotensi menurunkan minat investor.

Pencegahan Jadi Kunci Utama

Menghadapi potensi tersebut, Sujiwo menekankan pentingnya langkah pencegahan. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dalam kondisi apa pun.

Pemerintah daerah bersama Forkopimda terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih sadar akan dampak besar karhutla.

“Atas nama pemerintah bersama Forkopimda, kami mengajak masyarakat untuk menahan diri. Jangan melakukan pembakaran lahan karena dampaknya sangat besar bagi kita semua,” tegasnya.

Tanggung Jawab Bersama

Menurut Sujiwo, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan aparat penegak hukum. Peran aktif masyarakat menjadi faktor kunci dalam mencegah bencana ini.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga lingkungan dengan cara sederhana, yakni tidak melakukan pembakaran lahan.

“Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat tidak perlu ikut memadamkan, cukup dengan tidak membakar lahan, itu sudah sangat membantu,” pungkasnya.

FAQ

1. Apa dampak utama karhutla di Kubu Raya?
Karhutla berdampak pada kesehatan (ISPA), pendidikan (sekolah diliburkan), dan ekonomi (transportasi dan investasi terganggu).

2. Mengapa pembakaran lahan dilarang?
Karena dapat memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan serta menimbulkan kabut asap berbahaya.

3. Apa langkah pemerintah dalam mengatasi karhutla?
Pemerintah mendorong pencegahan, sosialisasi, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

4. Bagaimana peran masyarakat dalam mencegah karhutla?
Dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta melaporkan aktivitas mencurigakan.

5. Apa risiko kesehatan akibat kabut asap?
Risiko utama adalah penyakit pernapasan seperti ISPA, terutama pada anak-anak dan lansia.

Bupati Sujiwo Siapkan Agenda Religi Jadi Daya Tarik Wisata Kubu Raya

Pemkab Kubu Raya dorong wisata religi melalui agenda keagamaan tahunan seperti Selawat Akbar, Imlek, dan Natal untuk tingkatkan pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo saat menghadiri kegiatan budaya 'Bodo Kupat'.

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai mengarahkan berbagai agenda keagamaan tahunan sebagai bagian dari pengembangan wisata religi. Langkah ini dinilai strategis untuk mendorong sektor pariwisata sekaligus memperkuat nilai spiritual dan toleransi di tengah masyarakat.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyampaikan bahwa sejumlah kegiatan keagamaan telah resmi dimasukkan dalam kalender tahunan daerah dan akan dikemas lebih menarik agar memiliki daya tarik wisata.

“Empat agenda untuk umat Muslim seperti pawai obor, Gema Idul Fitri, Selawat Akbar, dan peringatan Tahun Baru Islam sudah kita tetapkan. Ke depan, ini juga kita dorong menjadi bagian dari wisata religi di Kubu Raya,” ujar Sujiwo di Sungai Raya, Minggu.

Potensi Besar Wisata Religi di Kubu Raya

Menurut Sujiwo, kegiatan seperti Selawat Akbar yang biasanya digelar saat Maulid Nabi Muhammad SAW atau Isra Mikraj memiliki potensi besar untuk menarik partisipasi masyarakat, termasuk wisatawan dari luar daerah.

Tidak hanya fokus pada umat Muslim, konsep wisata religi di Kubu Raya juga dirancang secara inklusif dengan melibatkan berbagai agama.

“Kita juga mengagendakan kegiatan seperti Imlek Bersama, Natal Bersama, Waisak, Nyepi, dan lainnya. Ini bisa menjadi daya tarik wisata berbasis keberagaman dan toleransi,” jelasnya.

Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata berbasis budaya dan spiritual.

Dorong Ekonomi Lokal Lewat Event Keagamaan

Selain memperkuat nilai sosial, pengembangan wisata religi juga diyakini dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Kunjungan wisatawan saat perayaan keagamaan berlangsung diprediksi akan berdampak langsung pada pelaku usaha lokal, mulai dari UMKM, kuliner, hingga sektor jasa.

Dengan konsep event yang terjadwal dan terintegrasi, pemerintah berharap Kubu Raya bisa menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Kalimantan Barat.

Bundaran Gaforaya Jadi Pusat Aktivitas

Dalam mendukung pengembangan ini, pemerintah juga menyoroti keberadaan Bundaran Gaforaya yang kini menjadi ikon baru daerah.

Kawasan tersebut dinilai strategis untuk dijadikan pusat kegiatan keagamaan, seni, dan budaya.

“Bundaran Gaforaya ini kita harapkan menjadi ruang publik yang bisa dimanfaatkan semua kalangan,” kata Sujiwo.

Imbauan Jaga Fasilitas Publik

Meski demikian, Sujiwo mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas publik agar tetap bersih, tertib, dan nyaman.

Ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun pemerintah.

“Fasilitas ini kita hadirkan untuk masyarakat, sehingga perlu dijaga bersama agar tetap memberikan manfaat jangka panjang,” tegasnya.

FAQ

1. Apa itu wisata religi di Kubu Raya?
Wisata religi adalah konsep pariwisata berbasis kegiatan keagamaan yang dikemas menarik untuk dikunjungi wisatawan.

2. Agenda apa saja yang masuk wisata religi?
Beberapa di antaranya pawai obor, Gema Idul Fitri, Selawat Akbar, Imlek, Natal, Waisak, dan Nyepi.

3. Apa tujuan pengembangan wisata religi ini?
Untuk meningkatkan pariwisata, memperkuat toleransi, serta mendorong ekonomi masyarakat lokal.

4. Di mana pusat kegiatan wisata religi?
Salah satunya akan dipusatkan di Bundaran Gaforaya sebagai ikon baru daerah.

5. Apakah wisata religi hanya untuk umat tertentu?
Tidak. Konsep ini bersifat inklusif dan melibatkan seluruh agama di Kubu Raya.

Minggu, 29 Maret 2026

Bupati Kubu Raya Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi Lebaran Ketupat

Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo saat menghadiri kegiatan budaya 'Bodo Kupat' 

KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Lebaran Ketupat atau yang dikenal dengan “Bodo Kupat” di kalangan masyarakat Jawa. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan budaya pada Sabtu (28/3).

Menurut Bupati, Lebaran Ketupat merupakan tradisi yang dilaksanakan setelah umat Muslim menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal, usai Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini identik dengan hidangan ketupat sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

“Lebaran ketupat ini dilaksanakan setelah puasa enam hari di bulan Syawal. Ini adalah bagian dari budaya masyarakat Jawa yang dulu sangat meriah, meskipun saat ini hanya dilaksanakan di beberapa titik saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi tersebut merupakan bagian dari upaya “nguri-uri budaya” atau menjaga serta merawat warisan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, budaya merupakan jati diri bangsa yang harus dijaga oleh setiap etnis.

Mengutip pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, Bupati menegaskan pentingnya budaya dalam kehidupan berbangsa. 

"Bung Karno menegaskan bahwa kita harus berkepribadian dalam bidang budaya. Karena itu, setiap etnis wajib menjaga dan melestarikan budaya masing-masing,” katanya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang secara konsisten mempertahankan tradisi Lebaran Ketupat setiap tahun. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mempererat persaudaraan antarwarga.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang terus istiqomah menjaga tradisi ini. Selain sebagai bentuk silaturahmi, kegiatan ini juga masih dalam suasana Syawal, saling memaafkan dan mempererat hubungan persaudaraan,” tuturnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya lokal agar tetap terjaga dan menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa. (Jm

Sabtu, 28 Maret 2026

Gebyar Idul Fitri 1447 H Meriahkan Bundaran Gaforaya

Foto: Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo disela-sela kemeriahan Gebyar Idul Fitri 1447 Hijriah di Bundaran Gaforaya 

KUBU RAYA - Ribuan masyarakat memadati Bundaran Gaforaya pada malam perayaan Gebyar IdulFitri & Pesta Kembang Api dalam rangka Gema Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya ini berlangsung meriah, khidmat, dan penuh kebersamaan.

Sejak matahari terbenam, warga dari berbagai penjuru berdatangan dengan mengajak keluarga dan kerabat untuk merayakan momen kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Suasana semakin semarak saat tabuhan bedug menggema, menjadi simbol kemenangan umat Islam yang disambut antusias masyarakat.

Berbagai rangkaian kegiatan religius dan hiburan turut memeriahkan acara, mulai dari penampilan seni, tausiah, hingga puncaknya pesta kembang api yang menghiasi langit malam Kubu Raya.

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, serta jajaran Forkopimda yang telah berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut terselenggara berkat dukungan besar dari masyarakat dan pihak swasta, dengan penggunaan anggaran daerah yang sangat minim.

“Kegiatan ini tidak membebani APBD, karena sebagian besar merupakan kontribusi masyarakat dan para pengusaha,” ujarnya.

Sujiwo juga menambahkan bahwa Gema Idulfitri akan dijadikan sebagai agenda tahunan Kabupaten Kubu Raya, bersama kegiatan keagamaan lainnya seperti pawai obor, sholawat akbar, dan peringatan tahun baru Islam.

Apresiasi terhadap kegiatan ini datang dari berbagai tokoh, di antaranya Habibi yang menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya atas terselenggaranya acara tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kubu Raya yang telah mengadakan Gema IdulFitri ini,” kata Habibi.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Habib Thoha bin Husein Al Jufri. Ia menilai Gema IdulFitri merupakan kegiatan positif yang mampu menghidupkan syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.

“Kegiatan ini sangat baik sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat persaudaraan umat,” ujarnya.

Habib Thoha turut mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sendiri berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan positif yang melibatkan masyarakat luas, khususnya dalam momentum hari-hari besar keagamaan.

Kegiatan berlangsung hingga malam hari dan ditutup dengan pesta kembang api yang memukau, disambut sorak gembira ribuan masyarakat yang memadati Bundaran Gaforaya. (JM)

Minggu, 08 Maret 2026

Perkuat Kebersamaan, Pemkab Kubu Raya Gelar Buka Puasa Bersama Peringati Satu Tahun JIKIR

Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo bersama Wakil Bupati Kuburaya Sukiryanto usai Buka Puasa Bersama pada Sabtu (7/3/2026) malam

KUBU RAYA - Momentum satu tahun kepemimpinan Bupati Kubu Raya Sujiwo dan Wakil Bupati Sukiryanto yang dikenal dengan pasangan JIKIR (Jiwo–Sukir) diperingati dengan kegiatan buka puasa bersama sekaligus peringatan Nuzulul Qur’an. 

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan bersama masyarakat serta jajaran pemerintah daerah di kediaman Wakil Bupati Kubu Raya, H. Sukiryanto, S.Ag Di Komplek Al-Farizd Jalan Sepakat Pontianak pada hari Sabtu (7/3/2026).

Acara yang digelar pada bulan suci Ramadan itu dihadiri oleh unsur Forkopimda, Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, Dandim 1207/Pontianak Kolonel Inf. Robi Firdaus, Kepala BNN Kalbar, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala OPD, serta undangan lainnya. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan satu tahun kepemimpinan Jiwo–Sukir dalam memimpin Kabupaten Kubu Raya.

Dalam sambutannya, Bupati Kubu Raya Sujiwo menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat yang telah diberikan selama satu tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan yang telah diraih tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama semua pihak.

“Momentum Ramadan ini menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi sekaligus melakukan refleksi atas perjalanan satu tahun kepemimpinan kami. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kubu Raya yang terus mendukung dan bersama-sama membangun daerah ini,” ujar Sujiwo.

Sujiwo juga menegaskan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati Sukiryanto tetap berkomitmen menjalankan amanah masyarakat dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, pasangan JIKIR akan terus konsisten dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pasangan JIKIR akan tetap konsisten melayani dan mengabdi kepada masyarakat. Kami bekerja bukan untuk kepentingan golongan tertentu, apalagi kepentingan pribadi, tetapi untuk seluruh masyarakat Kubu Raya,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan pelayanan publik serta mempercepat pembangunan di berbagai sektor demi kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Sujiwo juga menyampaikan rencana kegiatan kebersamaan bersama tim dan relawan JIKIR yang selama ini turut berjuang dalam perjalanan kepemimpinan mereka.

“Nantinya kami juga akan menggelar buka puasa bersama dengan tim dan para relawan sebagai bentuk kebersamaan dalam perjuangan. Sekaligus akan dilaksanakan Reuni Akbar JIKIR yang direncanakan berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026,” ungkap Sujiwo.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukiryanto mengatakan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an serta menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui momentum Nuzulul Qur’an ini, kita diingatkan untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam bekerja dan melayani masyarakat,” ungkap Sukiryanto.

Sukiryanto juga menegaskan bahwa dirinya bersama Bupati Sujiwo selalu bekerja sama dan saling mendukung dalam menjalankan roda pemerintahan serta membangun Kabupaten Kubu Raya.

“Dalam menjalankan pemerintahan, kami selalu bekerja sama dengan baik, saling berbagi tugas dan wewenang dalam melayani masyarakat. Tujuannya satu, yaitu agar pembangunan di Kubu Raya terus berjalan dan daerah ini semakin maju,” ujarnya.

Kegiatan diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh KH Zein Muchsin, Lc yang mengangkat makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia, dilanjutkan dengan doa bersama serta buka puasa bersama.

Suasana kebersamaan terlihat hangat saat para tamu undangan, pejabat daerah, dan masyarakat duduk bersama menikmati hidangan berbuka puasa. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Kubu Raya yang lebih baik ke depan. (Tim)

Sabtu, 07 Maret 2026

Sembako Untuk 50 Ojol Saat Ramadhan di Kubu Raya

Bupati Kubu Raya Sujiwo membagikan paket sembako kepada 50 pengemudi ojol di Sungai Raya sebagai bentuk kepedulian sosial pada momentum Ramadhan 1447 Hijriah.
Bupati Kubu Raya Sujiwo membagikan paket sembako kepada 50 pengemudi ojol di Sungai Raya sebagai bentuk kepedulian sosial pada momentum Ramadhan 1447 Hijriah.

KUBU RAYA -- Bupati Sujiwo membagikan paket sembako kepada 50 pengemudi ojek daring (ojol) di wilayah Sungai Raya, Jumat. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial pemerintah daerah kepada para pekerja sektor informal pada momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Pembagian bantuan tersebut menjadi bagian dari agenda tahunan yang rutin digelar setiap Ramadhan menjelang Hari Raya Idulfitri. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang bekerja di lapangan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Sujiwo mengatakan kegiatan berbagi dengan para pengemudi ojol sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya. Menurutnya, profesi pengemudi ojek daring memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sehari-hari.

“Kegiatan ini sudah tahun ketiga kita lakukan bersama teman-teman ojek online. Kita memang menjadikannya agenda tahunan saat Ramadhan dan menjelang Idulfitri,” ujar Sujiwo.

Bantuan Juga Untuk Profesi Lain

Selain pengemudi ojol, pemerintah daerah juga berencana menyalurkan bantuan serupa kepada sejumlah kelompok profesi lainnya. Beberapa di antaranya adalah porter bandara, petugas kebersihan, serta relawan pemadam kebakaran.

Menurut Sujiwo, kelompok-kelompok tersebut dinilai memiliki kontribusi besar dalam pelayanan publik namun kerap luput dari perhatian. Karena itu, bantuan sosial ini diharapkan dapat memberikan dukungan sekaligus bentuk apresiasi.

“Nanti juga akan menyusul untuk teman-teman porter bandara, petugas kebersihan, relawan pemadam kebakaran, dan beberapa kelompok masyarakat lainnya yang memang layak mendapatkan perhatian,” katanya.

Ramadhan Momentum Memperkuat Kepedulian Sosial

Sujiwo menilai Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Bulan suci tersebut dianggap sebagai momentum untuk meningkatkan solidaritas dan semangat berbagi kepada sesama.

Ia menyebut Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah dan ampunan, di mana setiap amal kebaikan mendapatkan balasan berlipat ganda. Karena itu, kegiatan berbagi seperti pembagian sembako dinilai sangat relevan dilakukan pada periode tersebut.

“Ramadan adalah bulan penuh ampunan dan keberkahan, di mana pahala dilipatgandakan. Karena itu, kita jadikan momentum Ramadhan ini untuk saling berbagi,” tuturnya.

Pesan Untuk Pengemudi Ojol

Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo juga menyampaikan pesan kepada para pengemudi ojol agar tetap bersyukur dan sabar dalam menjalani profesinya. Ia menegaskan bahwa setiap orang memiliki jalan hidup dan pekerjaan masing-masing.

Menurutnya, sikap sabar dan rasa syukur menjadi kunci penting dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan di lapangan.

“Setiap manusia memiliki takdir dan profesinya masing-masing. Pesan saya kepada teman-teman pengemudi ojek online, tetaplah bersyukur dan sabar dalam menjalani pekerjaan,” ujarnya.

Kegiatan pembagian sembako ini ditutup dengan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat. Sujiwo berharap seluruh amal ibadah di bulan suci Ramadhan dapat diterima oleh Allah SWT serta membawa keberkahan bagi masyarakat.

Kamis, 05 Maret 2026

Jalan Poros Ekonomi Kuala Dua Mekar Sari Kubu Raya Dikebut Tuntas Sebelum Lebaran Warga Sungai Raya Sambut Harapan Baru

Proyek Jalan Kuala Dua Mekar Sari Dikebut Pemkab Kubu Raya Target Selesai Sebelum Lebaran Mobilitas Warga Makin Lancar
Pemkab Kubu Raya memastikan proyek peningkatan jalan poros ekonomi Kuala Dua–Mekar Sari selesai sebelum Lebaran. Pengaspalan dimulai dan penataan kawasan Pasar Senggol ikut dilakukan.

Proyek Jalan Kuala Dua Mekar Sari Dikebut Pemkab Kubu Raya Target Selesai Sebelum Lebaran Mobilitas Warga Makin Lancar

KUBU RAYA -- Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, memastikan peningkatan kualitas jalan poros ekonomi yang menghubungkan Desa Kuala Dua dan Desa Mekar Sari di Kecamatan Sungai Raya akan rampung sebelum Lebaran tahun ini. Proyek strategis tersebut saat ini telah memasuki tahap akhir pengaspalan setelah proses pengerjaan lapisan fondasi agregat (LPA) selesai dilakukan.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan dirinya telah turun langsung meninjau kondisi jalan guna memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana. Dari hasil pemantauan tersebut, ia memastikan bahwa struktur dasar jalan sudah padat dan siap memasuki tahap pengaspalan.

Menurutnya, pekerjaan pengaspalan dijadwalkan dimulai pada malam hari agar proses pengerjaan dapat berlangsung lebih cepat dan tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

“Lapisan fondasi agregat sudah selesai dan kondisinya sudah cukup padat. Pengaspalan dijadwalkan mulai malam ini dan kami menargetkan seluruh pekerjaan bisa selesai dalam waktu sekitar satu minggu,” ujarnya saat berada di Sungai Raya.

Jika seluruh tahapan berjalan lancar, pemerintah daerah menargetkan ruas jalan poros ekonomi Kuala Dua–Mekar Sari sudah dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat pada hari ke-20 bulan Ramadhan. Dengan kondisi jalan yang lebih mulus dan lebar, mobilitas warga diharapkan menjadi jauh lebih lancar menjelang arus mudik Lebaran.

Dorong Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Perbaikan jalan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga memperkuat konektivitas ekonomi di kawasan Sungai Raya. Jalan Kuala Dua–Mekar Sari dikenal sebagai jalur penting yang mendukung distribusi barang dan aktivitas perdagangan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga menargetkan percepatan penyelesaian proyek agar aktivitas ekonomi warga tidak terganggu terlalu lama. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, distribusi logistik, hasil pertanian, hingga kegiatan perdagangan lokal diperkirakan akan meningkat.

Selain memperbaiki badan jalan, pemerintah daerah juga melakukan penataan kawasan di sepanjang jalur tersebut. Fokus utama penataan berada di area Pasar Senggol dan simpang WBA yang selama ini dikenal padat dan sering menjadi titik kemacetan.

Penataan Kawasan Pasar Senggol

Dalam upaya menciptakan kawasan yang lebih tertata dan nyaman, pemerintah daerah akan membagikan banner khusus untuk resplang kios para pedagang di sepanjang Pasar Senggol hingga simpang WBA. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki tampilan kawasan sehingga terlihat lebih rapi dan terorganisir.

Menurut Sujiwo, perubahan signifikan juga terlihat pada kondisi tikungan di kawasan Pasar Senggol yang sebelumnya sempit dan sering menghambat arus kendaraan.

“Dulu tikungan ini lebarnya sekitar tiga meter saja. Sekarang setelah dilakukan penataan, lebarnya sudah mencapai delapan hingga sembilan meter. Ini perubahan yang sangat besar bagi kelancaran lalu lintas,” jelasnya.

Ajak Pedagang Ikut Menjaga Ketertiban

Meski pembangunan dan penataan kawasan terus dilakukan, pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga ketertiban lingkungan. Para pedagang diminta merapikan kios yang masih menjorok ke badan jalan agar tidak mengganggu arus kendaraan.

Dengan kondisi jalan yang semakin baik, Sujiwo berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga keteraturan kawasan juga semakin meningkat.

Ia bahkan menyatakan komitmennya untuk membantu mempercantik kawasan pasar dengan menanggung biaya pengecatan kios para pedagang agar tampil lebih seragam dan menarik.

“Nanti biaya catnya saya tanggung. Semua kios akan dicat supaya kawasan ini terlihat lebih rapi dan indah,” katanya.

Dampak bagi Perekonomian Daerah

Pembangunan jalan poros ekonomi Kuala Dua–Mekar Sari diharapkan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Sungai Raya dan wilayah sekitarnya.

Dengan infrastruktur jalan yang lebih baik, konektivitas antarwilayah akan meningkat sehingga mempercepat arus distribusi barang dan jasa. Kondisi tersebut juga berpotensi membuka peluang usaha baru serta meningkatkan aktivitas perdagangan lokal.

Perbaikan jalan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Kubu Raya.

FAQ

1. Kapan jalan Kuala Dua–Mekar Sari selesai diperbaiki?
Pemerintah menargetkan pengerjaan pengaspalan selesai dalam sekitar satu minggu dan jalan sudah bisa digunakan dengan baik pada hari ke-20 Ramadhan.

2. Apa saja yang diperbaiki dalam proyek ini?
Perbaikan meliputi penguatan lapisan fondasi agregat, pengaspalan jalan, pelebaran tikungan, serta penataan kawasan Pasar Senggol dan simpang WBA.

3. Mengapa jalan ini penting bagi masyarakat?
Jalan ini merupakan jalur poros ekonomi yang mendukung mobilitas warga, distribusi barang, serta aktivitas perdagangan di Kecamatan Sungai Raya.

4. Apakah ada penataan untuk pedagang di sekitar jalan?
Ya, pemerintah akan menata kios pedagang, memberikan banner resplang, serta membantu pengecatan agar kawasan pasar terlihat lebih rapi.

Sabtu, 28 Februari 2026

Pemkab Kubu Raya Benahi Kantor Kecamatan Demi Pelayanan Publik Lebih Nyaman

Sujiwo Fokus Tata Kantor Kecamatan untuk Wujudkan Pelayanan Profesional
Pemkab Kubu Raya membenahi kantor kecamatan secara menyeluruh untuk meningkatkan pelayanan publik yang nyaman, tertib, dan profesional. Program ditargetkan rampung tahun depan.

Sujiwo Fokus Tata Kantor Kecamatan untuk Wujudkan Pelayanan Profesional

KUBU RAYA -- Pemerintah Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai membenahi kantor kecamatan secara menyeluruh di wilayah Kubu Raya, Kalimantan Barat, sebagai langkah nyata meningkatkan kualitas pelayanan publik. Program ini ditegaskan langsung oleh Bupati Sujiwo di Sungai Raya, Sabtu, dengan fokus menciptakan lingkungan kantor yang bersih, nyaman, dan representatif bagi masyarakat.

Menurut Sujiwo, kantor camat adalah wajah pelayanan pemerintah daerah. Karena itu, kondisi fisik kantor harus mencerminkan wibawa, marwah, serta profesionalisme aparatur. Lingkungan kerja yang tertata rapi diyakini mampu mendorong kinerja pegawai sekaligus memberikan rasa nyaman bagi warga yang datang mengurus administrasi.

Pembenahan dilakukan secara menyeluruh, baik di bagian dalam maupun luar kantor. Penataan interior diarahkan untuk mendukung efektivitas pelayanan, sementara area luar dipercantik agar terlihat lebih tertib dan enak dipandang. Pemerintah daerah bahkan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta untuk pembangunan pagar serta Rp100 juta untuk penataan taman di Kantor Camat Sungai Raya.

Tidak hanya itu, program ini juga mencakup normalisasi parit guna mencegah genangan air, penebaran benih ikan di saluran air, hingga pemasangan lampu hias untuk memperindah kawasan kantor. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih asri dan ramah bagi masyarakat.

Pembenahan kantor kecamatan tidak hanya terpusat di Sungai Raya. Sejumlah kecamatan seperti Sungai Kakap, Sungai Ambawang, Rasau Jaya, Batu Ampar, Teluk Pakedai, Terentang, hingga Kuala Mandor B juga telah memulai proses penataan. Targetnya, seluruh kantor kecamatan di sembilan wilayah rampung pada tahun depan.

Bupati Sujiwo turut mendorong para camat agar berinovasi dan berkreasi dalam menata lingkungan kantor melalui semangat gotong royong bersama unsur forkopimcam dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi, sehingga peningkatan kualitas pelayanan publik tidak semata bergantung pada anggaran pemerintah.

Sementara itu, Camat Sungai Raya M Ikhsan Sukendra menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah. Ia optimistis pembenahan ini akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan yang lebih cepat, tertib, dan profesional.

Melalui program ini, Pemkab Kubu Raya berharap kantor kecamatan benar-benar menjadi pusat pelayanan publik yang modern, nyaman, dan mampu memenuhi harapan masyarakat. Dengan lingkungan yang tertata baik, pelayanan pun diharapkan semakin optimal dan humanis.

FAQ

1. Apa tujuan pembenahan kantor kecamatan di Kubu Raya?
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih nyaman, tertib, dan profesional bagi masyarakat.

2. Berapa anggaran yang dialokasikan?
Untuk Kantor Camat Sungai Raya, Rp200 juta untuk pembangunan pagar dan Rp100 juta untuk penataan taman.

3. Kecamatan mana saja yang ikut dibenahi?
Selain Sungai Raya, penataan dilakukan di Sungai Kakap, Sungai Ambawang, Rasau Jaya, Batu Ampar, Teluk Pakedai, Terentang, dan Kuala Mandor B.

4. Kapan target penyelesaian program ini?
Seluruh pembenahan ditargetkan rampung pada tahun depan.

Sumber: ANTARA/Rendra Oxtora