Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Sujiwo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sujiwo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juni 2026

Pemkab Kubu Raya dan Kodam XII/Tanjungpura Perkuat Kolaborasi, Siapkan Pembangunan Batalyon Teritorial di Sungai Raya

Foto: Pangdam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Novi Rubadi Sugito Bersama Jajaran Berkunjung ke Kantor Bupati Kubu Raya

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus memperkuat kerja sama dengan Kodam XII/Tanjungpura untuk mendukung pembangunan daerah. Hal itu mengemuka dalam kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Novi Rubadi Sugito bersama jajaran ke Ruang Bupati Kubu Raya, Jumat 26 Juni 2026.

Pertemuan menjadi momentum evaluasi kerja sama TNI dan pemerintah daerah, sekaligus membahas program strategis ke depan, termasuk rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) di Kabupaten Kubu Raya.

Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito mengatakan kunjungan itu untuk melihat sejauh mana peran dan kerja sama yang telah dibangun bersama pemerintah daerah. “Ini menjadi evaluasi sejauh mana peran dan kerja sama yang sudah dibangun selama ini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat, dan ke depan akan lebih ditingkatkan untuk kegiatan kerja sama yang lebih konkret,” ujarnya.

Pangdam menyampaikan beberapa wilayah di Kubu Raya mendapat perhatian, salah satunya melalui rencana pembangunan BTP yang nantinya membantu pemerintah daerah.

Bupati Kubu Raya Haji Sujiwo mengapresiasi kunjungan dan dukungan Kodam XII/Tanjungpura. “Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Hari ini kami dikunjungi Pangdam XII/Tanjungpura. Kebetulan kantor Kodam ada di Kabupaten Kubu Raya, sehingga kerja sama dan kolaborasi berjalan dengan baik,” kata Sujiwo.

Menurut Bupati, pembangunan BTP menjadi peluang besar karena akan menciptakan kawasan baru dan mendukung percepatan pembangunan. “Ini anugerah luar biasa untuk Kubu Raya. Ketika terbangun nanti, akan terbentuk kawasan baru dan ada personel TNI yang secara tidak langsung membantu pembangunan dan kemajuan daerah,” tegasnya.

Sebagai dukungan awal, Pemkab Kubu Raya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk pembangunan akses menuju lokasi BTP. Sujiwo berharap dukungan dapat ditingkatkan agar akses layak dan mendukung ribuan personel TNI yang akan bertugas.

Rencana pembangunan BTP berada di Kecamatan Sungai Raya. Kehadiran fasilitas itu diharapkan memperkuat pembangunan, pelayanan masyarakat, serta pertumbuhan kawasan baru di Kubu Raya. (Tim/Jm)

Jumat, 19 Juni 2026

Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas Pemkab Kubu Raya Tahun 2027

Foto: Bupati Sujiwo Usai Mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kuburaya 

SUNGAI RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berencana meningkatkan alokasi anggaran untuk sektor pendidikan dan kesehatan pada Tahun Anggaran 2027.

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, mengatakan kedua sektor tersebut menjadi perhatian utama pemerintah daerah karena masih banyak fasilitas yang memerlukan perbaikan dan peningkatan pelayanan.

Menurutnya, hampir 60 persen sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten masih mengalami kerusakan dengan kategori sedang hingga berat. Kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah fasilitas kesehatan yang membutuhkan pembaruan sarana dan peralatan medis.

“Pendidikan dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas. Karena itu kami akan berupaya meningkatkan alokasi anggaran pada sektor tersebut,” kata Sujiwo.

Meski menghadapi keterbatasan fiskal daerah, pemerintah tetap berupaya mencari dukungan dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan. (Jm)

Rabu, 17 Juni 2026

Bupati Sujiwo Dukung Pengembangan SMP Quran Al Karimah dan Program Dokter Hafiz Quran

Foto: Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo (caping)

KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk terus mendukung pengembangan SMP Quran Al Karimah sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam unggulan di Kalimantan Barat.

Hal tersebut disampaikan Sujiwo saat mengunjungi SMP Quran Al Karimah, Senin 16 Juni 2026. Ia mengaku memiliki kedekatan dengan sekolah tersebut karena pernah terlibat dalam peletakan batu pertama pembangunan sekolah saat masih menjabat sebagai Wakil Bupati Kubu Raya.

Menurut Sujiwo, kepercayaan masyarakat terhadap Al Karimah harus dijaga melalui peningkatan kualitas pendidikan, tenaga pengajar, serta fasilitas pendukung yang memadai.

“Al Karimah sudah sangat familiar di tengah masyarakat. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik telah terbangun dan harus terus dijaga,” ujarnya.

Ia menilai sekolah berbasis boarding school dan pondok pesantren memiliki keunggulan dalam membentuk karakter, adab, etika, dan moral peserta didik.

“Adab dan moral itu lebih tinggi daripada ilmu. Orang berilmu tetapi tidak memiliki adab yang baik, maka ilmunya tidak akan memberikan manfaat secara maksimal,” katanya.

Sujiwo juga mengungkapkan gagasan untuk membangun program beasiswa bagi para hafiz Al-Quran dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke Fakultas Kedokteran. Ia berharap anak-anak hafiz Quran dari keluarga tidak mampu bisa menjadi dokter.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan SMP Quran Al Karimah, termasuk pembangunan infrastruktur pendukung demi kemajuan pendidikan di daerah.

Ketua Yayasan Al Karimah, Muhammad Amri, S.P., M.A.P., menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah. Pada tahun ajaran 2025/2026, SMP Quran Al Karimah meluluskan tiga siswa hafiz 30 juz Al-Quran di tingkat SMP. Sebanyak 14 siswa lainnya telah menghafal lebih dari 20 juz.

Selain unggul dalam tahfiz, sekolah ini juga mencatatkan prestasi akademik. Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik, SMP Quran Al Karimah meraih nilai tertinggi di Kabupaten Kubu Raya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika.

“Anak-anak mampu menghafal Al-Quran sekaligus berprestasi di bidang akademik,” jelas Amri.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Sy. Muhammad Firdaus, S.Pd., M.Pd., menilai SMP Quran Al Karimah telah berhasil membangun citra sebagai sekolah unggulan yang dipercaya masyarakat.

“SMP Quran Al Karimah sudah memenuhi syarat sebagai sekolah favorit karena memiliki branding yang kuat di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai model pendidikan yang diterapkan Al Karimah dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya di Kubu Raya. (Jm)


Senin, 15 Juni 2026

Kubu Raya Raih WTP ke-12 Berturut-turut, DPRD Apresiasi Kinerja Pemda

Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo Usai Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kubu Raya

SUNGAI RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI Perwakilan Kalimantan Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. Capaian ini menjadi opini WTP ke-12 kali secara berturut-turut bagi Kabupaten Kubu Raya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kubu Raya H. Sujiwo dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kubu Raya dengan agenda penyampaian pidato Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025, Senin 15 Juni 2026.

Sujiwo menjelaskan laporan keuangan telah melalui proses pemeriksaan BPK RI Perwakilan Kalbar. Hasilnya, Kabupaten Kubu Raya kembali memperoleh opini WTP atas pengelolaan keuangan daerah tahun 2025.

Menurut Sujiwo, opini WTP bukan sekadar prestasi administratif, melainkan indikator bahwa pengelolaan dan pelaporan keuangan daerah telah berjalan sesuai standar akuntansi pemerintahan dan peraturan perundang-undangan.

“WTP bukanlah akhir perjuangan. Yang lebih penting adalah bagaimana anggaran yang telah dikelola benar-benar mampu menjawab kebutuhan rakyat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga mengapresiasi DPRD, Forkopimda, instansi vertikal, serta seluruh perangkat daerah atas dukungan pembangunan selama TA 2025.

Sepanjang 2025, Pemkab Kubu Raya melaksanakan rekonstruksi 37 ruas jalan sepanjang 34 km, rehabilitasi 20 ruas jalan 12,8 km, penggantian 11 jembatan, rehabilitasi 6 jembatan, normalisasi sungai dan irigasi lebih dari 200 km, pembangunan turap, serta penataan ruang publik.

Di bidang kesehatan, RSUD Tuan Besar Idrus naik status menjadi rumah sakit tipe C. Di sektor ekonomi, pemerintah membentuk 123 Koperasi Merah Putih dan merevitalisasi pasar tradisional.

Realisasi pendapatan daerah TA 2025 mencapai Rp1,97 triliun atau 99,55 persen dari target. Realisasi belanja daerah mencapai Rp1,97 triliun atau 96,33 persen dari total anggaran.

Ketua DPRD Kubu Raya Johan Saimima mengapresiasi capaian tersebut. Ia menyebut ada peningkatan pendapatan daerah dari PAD maupun transfer ke daerah, serta SiLPA 2025 yang akan dimasukkan kembali ke APBD 2026.

“DPRD akan terus mendukung pemerintah daerah dalam menjaga tata kelola keuangan yang baik, transparan, dan akuntabel agar capaian tersebut dapat dipertahankan,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Zainal Abidin menyoroti masih terbatasnya tenaga pendidik di sejumlah sekolah. DPRD akan menggelar rapat kerja dengan Dinas Pendidikan untuk mencari solusi, termasuk opsi penggabungan sekolah agar distribusi guru lebih efektif. (Jm)


Selasa, 19 Mei 2026

Panitia Harlah ke-17 Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalbar Audiensi Dengan Bupati Kubu Raya

Foto: Bupati Kubu Raya Terima Audensi Panitia Harlah ke-17 Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalbar

KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menerima audiensi Panitia Hari Lahir (Harlah) ke-17 Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalimantan Barat di ruang kerja bupati pada Senin (18/5/2026).

Audiensi tersebut berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan. Hadir dalam pertemuan itu Ketua Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalbar, Suharto; Ketua Panitia Harlah dan Pagelaran Wayang Kulit, Sutardi; Tokoh Wonogiri Kubu Raya, H. Sukasdi; serta Sekretaris Paguyuban Jawa Kalimantan Barat (PJKB), Edi Suhairul, S.Pd.I, CIM.

Selain bersilaturahmi, kedatangan panitia juga untuk menyampaikan undangan secara langsung kepada Bupati Sujiwo agar dapat menghadiri rangkaian kegiatan Harlah ke-17 Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalbar yang akan digelar pada 23 Mei 2026 di Taman Dirgantara Supadio.

Dalam kesempatan tersebut, panitia menyampaikan bahwa peringatan harlah akan dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit dan campur sari sebagai bentuk pelestarian budaya Jawa sekaligus mempererat tali persaudaraan masyarakat perantauan di Kalimantan Barat.

Pagelaran wayang kulit tersebut akan menghadirkan dalang perempuan asal Wonogiri, Jawa Tengah, yakni Nyi Wulan Sri Panjang Mas, S.Sn dengan lakon “Semar Mbangun Khayangan”. Penampilan tersebut diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat pecinta seni dan budaya tradisional Jawa di Kalimantan Barat.

Tidak hanya itu, kegiatan juga akan dihadiri warga Wonogiri dari 14 kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat. Momentum tersebut menjadi ajang silaturahmi besar masyarakat Wonogiri perantauan sekaligus memperkuat rasa persaudaraan dan kekompakan antarsesama warga.

Panitia juga akan menghadirkan berbagai produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) milik warga Wonogiri sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bupati Sujiwo menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi upaya paguyuban dalam menjaga nilai-nilai budaya, kebersamaan, serta semangat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Menurut Sujiwo, kegiatan budaya seperti pagelaran wayang kulit bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi dan memperkokoh persatuan antarwarga.

“Pemerintah daerah tentu mendukung kegiatan positif yang dapat mempererat kebersamaan masyarakat serta melestarikan budaya nusantara,” ujar Sujiwo.

Panitia berharap pelaksanaan Harlah ke-17 Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalbar dapat berjalan lancar dan menjadi momentum memperkuat kekompakan warga Wonogiri di Kalimantan Barat sekaligus mempererat hubungan dengan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Kubu Raya. (Tim)

Pemkab Kubu Raya Terbitkan Dispensasi Solar untuk Atasi Kelangkaan BBM Transportasi Sungai

Foto: Bupati Kubu Raya Bersama Ketua Gapasdap Usai Rapat Koordinasi Terkait Kelangkaan BBM Bersubsidi Jenis Solar

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bergerak cepat menyikapi kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar yang berdampak pada terganggunya operasional transportasi sungai di sejumlah wilayah pesisir dan terpencil.

Permasalahan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Terkait Kelangkaan BBM Bersubsidi Jenis Solar yang digelar di lingkungan Setda Kabupaten Kubu Raya, Senin (18/5). Rapat dihadiri langsung Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, Wakil Bupati Kubu Raya H. Sukiryanto, Sekda Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam, pihak Pertamina, Ketua Gapasdap Agus Tianto, tokoh masyarakat, Camat Batu Ampar, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.

Rapat digelar menyusul aksi mogok sebagian angkutan sungai akibat sulitnya mendapatkan BBM solar serta tingginya harga BBM industri yang dinilai memberatkan para operator kapal tradisional.

Ketua Gapasdap Agus Tianto mengatakan, transportasi sungai merupakan akses utama masyarakat di tujuh kecamatan di Kabupaten Kubu Raya, terutama wilayah pesisir dan perairan yang sangat bergantung pada jalur sungai.

“Kami sudah berupaya sejak April melakukan komunikasi dengan Dinas Perhubungan dan Pertamina terkait kebutuhan BBM. Kalau transportasi sungai berhenti total, dampaknya sangat besar bagi masyarakat, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan hingga distribusi kebutuhan pokok,” ujarnya.

Menurut Agus Tianto, selama ini transportasi sungai belum mendapatkan perhatian maksimal, padahal ribuan masyarakat setiap hari menggunakan jalur air sebagai sarana utama mobilitas dan pengangkutan barang. Ia juga menyoroti minimnya fasilitas pengisian BBM khusus kapal di wilayah Kubu Raya. Saat ini, keberadaan SPBUN dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan operasional angkutan sungai.

“Kalau kapal berhenti, masyarakat di daerah terpencil otomatis lumpuh. Karena di sana transportasi air adalah urat nadi kehidupan masyarakat,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Kubu Raya H. Sujiwo menegaskan pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret guna mencegah dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.

“Kalau kondisi ini dibiarkan, efek dominonya akan berdampak ke banyak sektor. Maka demi kepentingan masyarakat dan pelayanan publik, pemerintah daerah akan menerbitkan surat dispensasi pengambilan solar untuk transportasi sungai,” kata Sujiwo saat wawancara usai rapat.

Menurut Sujiwo, kebijakan dispensasi tersebut bersifat sementara sambil menunggu regulasi dan rekomendasi resmi dari pihak terkait, termasuk BP Migas.

Ia juga meminta Pertamina meningkatkan pengawasan distribusi BBM agar tidak terjadi penyalahgunaan dan penimbunan oleh oknum tertentu.

“Saya minta pengawasan distribusi BBM diperketat supaya masyarakat kecil tidak menjadi korban,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap langkah tersebut dapat membuat operasional transportasi sungai kembali normal sehingga aktivitas masyarakat di wilayah pesisir dan perairan tetap berjalan lancar. (Jm)

Senin, 04 Mei 2026

Blusukan Naik Sepeda, Bupati Kubu Raya Serap Aspirasi Warga Hingga Bikin Haru

Foto: Bupati Kubu Raya, Sujiwo Blusukan Dengan Sepeda Ke Pemukiman Warga 

KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya H. Sujiwo melakukan blusukan dengan bersepeda pada Minggu (3/5/2026) untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga di lapangan.

Rute gowes dimulai dari Jalan Arteri Supadio, kemudian melintasi kawasan Sungai Raya, Parit Baru, hingga Kuala Dua. Di sepanjang perjalanan, Bupati Sujiwo beberapa kali berhenti untuk berdialog dengan warga.

Warga tampak antusias menyambut kedatangan Bupati. Sejumlah aspirasi disampaikan langsung, mulai dari persoalan infrastruktur, lingkungan, hingga kebutuhan dasar masyarakat.

“Dengan turun langsung seperti ini, kita bisa melihat kondisi riil di lapangan dan mendengar langsung keluhan masyarakat,” ujar Sujiwo.

Selain menyerap aspirasi, kegiatan ini juga menjadi ajang kampanye hidup sehat serta ajakan menjaga kebersihan lingkungan.

Bupati menegaskan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk kedekatan pemerintah dengan masyarakat.

Sentuh Hati Warga: Rumah Ibu Maria Didatangi Langsung


Ibu Maria

Blusukan tersebut menyentuh hati warga, salah satunya Ibu Maria yang tak kuasa menahan haru saat rumahnya didatangi langsung oleh orang nomor satu di Kubu Raya.

Dalam kunjungan sederhana itu, Bupati turun langsung melihat kondisi warga sekaligus menyerahkan bantuan sembako. Kehadiran Bupati di tengah masyarakat kecil menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah.

Ibu Maria dengan mata berkaca-kaca mengaku tidak pernah menyangka rumahnya akan didatangi langsung oleh seorang bupati.

“Ini seperti mimpi dalam hidup saya,” ucapnya lirih.

Bagi Ibu Maria, momen tersebut bukan sekadar menerima bantuan, tetapi menjadi sejarah baru dalam hidupnya. Perhatian dan kehadiran langsung dari pemimpin daerah itu akan selalu ia kenang sepanjang masa. (Jm)

Selasa, 28 April 2026

Bupati Kubu Raya Tekankan Peran Dinas Pertanian Dampingi Petani

Bupati Kubu Raya menghadiri Gebyar Tani 2026 dan mendorong masyarakat membeli hasil petani lokal serta memperkuat peran pendampingan dan inovasi pertanian.
Bupati Kubu Raya menghadiri Gebyar Tani 2026 dan mendorong masyarakat membeli hasil petani lokal serta memperkuat peran pendampingan dan inovasi pertanian.

KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menjadikan kegiatan Gebyar Tani dan Bazar Pasar Tani sebagai sarana strategis untuk memperkuat posisi sektor pertanian dalam menopang ekonomi daerah.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (28/4/2026) tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kubu Raya bersama jajaran perangkat daerah, kelompok tani, serta masyarakat yang memadati area bazar untuk membeli hasil pertanian segar.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kubu Raya menegaskan pentingnya dukungan masyarakat terhadap produk hasil pertanian lokal sebagai bentuk nyata penghargaan kepada petani.

Menurut Bupati Kubu Raya, peningkatan konsumsi produk lokal memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan petani serta stabilitas ketahanan pangan daerah.

“Petani memegang peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan. Dukungan masyarakat melalui pembelian hasil panen lokal menjadi langkah sederhana yang memberikan dampak besar bagi perekonomian,” ujar Bupati Kubu Raya dalam sambutan kegiatan.

Pendampingan Lapangan Jadi Fokus Pemerintah

Selain mendorong peningkatan konsumsi produk lokal, Bupati Kubu Raya juga memberikan arahan khusus kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Agus Siswandi, agar memperkuat pendampingan kepada petani di tingkat lapangan.

Bupati Kubu Raya menilai kehadiran langsung aparat pertanian sangat penting untuk memastikan berbagai kendala petani dapat diatasi secara cepat dan tepat.

Arahan tersebut mencakup peningkatan intensitas kunjungan lapangan, pemberian motivasi, serta penyediaan solusi teknis untuk pengembangan komoditas unggulan.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Kubu Raya.

Generasi Muda Didorong Masuk Ke Sektor Pertanian

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Agus Siswandi, menyampaikan komitmen untuk melibatkan generasi muda dalam pengembangan pertanian modern.

Menurut Agus Siswandi, sektor pertanian memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung pemanfaatan teknologi serta inovasi sistem produksi.

Agus Siswandi menjelaskan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya akan mengembangkan sistem pertanian berbasis teknologi, termasuk penyediaan peralatan modern serta penguatan akses pemasaran hasil pertanian.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan minat generasi milenial agar melihat pertanian sebagai sektor usaha yang menjanjikan.

Gebyar Tani Jadi Sarana Promosi Produk Lokal

Kegiatan Gebyar Tani dan Bazar Pasar Tani tidak hanya menjadi ajang pertemuan antara petani dan konsumen, tetapi juga menjadi sarana promosi produk pertanian lokal.

Beragam komoditas segar serta produk olahan lokal ditampilkan dalam bazar tersebut, menarik minat masyarakat untuk membeli langsung dari petani.

Bupati Kubu Raya menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi memperluas pasar hasil pertanian.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pertanian secara berkesinambungan.

Optimisme Terhadap Masa Depan Pertanian Kubu Raya

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menilai sektor pertanian masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang, terutama dengan dukungan teknologi, pendampingan, serta keterlibatan generasi muda.

Kegiatan Gebyar Tani diharapkan mampu meningkatkan semangat bertani di kalangan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis pertanian.

Partisipasi aktif masyarakat dalam membeli produk lokal juga diyakini menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pangan di daerah.

FAQ

Apa tujuan utama kegiatan Gebyar Tani di Kubu Raya?

Kegiatan ini bertujuan memperkuat sektor pertanian, memperluas pasar hasil tani, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui penjualan langsung kepada masyarakat.

Siapa yang hadir dalam kegiatan Gebyar Tani 2026?

Kegiatan dihadiri oleh Bupati Kubu Raya, Kepala Dinas Pertanian Agus Siswandi, perangkat daerah, kelompok tani, serta masyarakat.

Apa peran Dinas Pertanian dalam kegiatan ini?

Dinas Pertanian bertugas melakukan pendampingan kepada petani, menyediakan teknologi pertanian modern, serta membantu akses pemasaran hasil pertanian.

Mengapa generasi muda didorong masuk ke sektor pertanian?

Karena pertanian modern berbasis teknologi dinilai memiliki peluang usaha besar dan dapat meningkatkan daya saing sektor pertanian.

Apa manfaat membeli produk pertanian lokal?

Membeli produk lokal membantu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ekonomi daerah, serta menjaga ketahanan pangan.

Senin, 27 April 2026

Naik Dango Ke-41 Di Kubu Raya Jadi Momen Bersejarah Pemersatu Dayak

Foto: Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan dan Bupati kubu Raya H Sujiwo Memukul Gong Sebanyak Tujuh Kali Dalam Pembuka Naik Dango Ke-41 di Kabupaten Kubu Raya

KUBU RAYA - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyebut perayaan Naik Dango tahun ini menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Dayak di Kalbar. Hal itu disampaikan saat membuka Naik Dango ke-41 di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Senin (27/4/2026).

Menurut Krisantus, penyelenggaraan Naik Dango kali ini memiliki makna istimewa karena mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat Dayak dalam satu ruang kebersamaan.

“Ini adalah perayaan Naik Dango yang sangat bersejarah. Tiga kabupaten bersatu dalam satu kegiatan adat yang sakral. Ini menunjukkan bahwa budaya kita tidak hanya dijaga, tetapi juga dirayakan bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Naik Dango merupakan ungkapan syukur masyarakat Dayak atas hasil kerja selama satu tahun, khususnya di bidang pertanian. Tradisi ini juga menjadi titik awal untuk memulai kembali aktivitas berladang dan bersawah menghadapi musim tanam berikutnya.

Dalam kesempatan itu, Krisantus mengajak masyarakat memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam kepercayaan Dayak dikenal sebagai Jubata, agar usaha ke depan diberi keberhasilan dan keberkahan.

“Kita berdoa kepada Jubata agar kerja-kerja kita ke depan dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan panen yang lebih baik lagi,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjadikan Naik Dango sebagai momentum pelestarian budaya di tengah arus globalisasi.

“Di era globalisasi ini, suku atau bangsa yang tidak melestarikan budayanya akan perlahan hilang ditelan zaman. Oleh karena itu, kita harus terus menjaga, mencintai, dan melestarikan adat istiadat kita,” tegasnya.

Momen Kebersamaan Pada Pembukaan Naik Dango ke-41 di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Senin (27/4/2026)

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menegaskan budaya merupakan jati diri bangsa yang harus dijaga seluruh elemen masyarakat. Ia mengapresiasi pelaksanaan Naik Dango ke-41 di Desa Lingga sebagai wujud nyata pelestarian budaya Dayak.

“Budaya ini sangat penting. Budaya adalah jati diri bangsa. Hari ini budaya masyarakat Dayak bukan hanya menjadi identitas masyarakat Dayak itu sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sujiwo mengingatkan, jika masyarakat adat tidak menjaga dan melestarikan budayanya, adat istiadat tersebut dapat hilang ditelan zaman.

“Oleh karena itu, sebagai bentuk jati diri bangsa, kita harus merawat, menjaga, dan melestarikan budaya semua etnis yang ada, baik di Kabupaten Kubu Raya maupun di Nusantara,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Kubu Raya mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,22 miliar untuk Naik Dango ke-41. Rinciannya, Rp300 juta untuk pelaksanaan kegiatan dan Rp920 juta untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.

Selain itu, Pemkab juga berencana mengembangkan kawasan Rumah Betang sebagai destinasi budaya unggulan dengan tetap mempertahankan nilai keasliannya.

“Kawasan ini memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi. Akan kita tata dan kembangkan tanpa menghilangkan keasliannya, sehingga bisa menjadi cagar budaya sekaligus destinasi wisata,” jelasnya.

Sujiwo juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk kembali menggelar Naik Dango di Kubu Raya pada 2029 mendatang. “Insya Allah tahun 2029 kita siap menggelar Naik Dango di Kubu Raya dengan lebih baik lagi,” pungkasnya.

Ketua Panitia Naik Dango ke-41, Lorensius, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upacara adat masyarakat Dayak Kanayatn yang dilaksanakan di tiga kabupaten di Kalbar.

“Tradisi ini bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga wujud rasa syukur serta kebersamaan dalam menjaga adat, budaya, dan kearifan lokal,” ujarnya.

Ia berterima kasih kepada pemerintah daerah dan para donatur yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Diharapkan nilai-nilai adat Dayak Kanayatn semakin kuat, tetap lestari, dan terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Salah satu peserta, Yeheskiel Chandra, anggota kontingen dari Kecamatan Sebangki, mengaku bersyukur dapat berpartisipasi.

“Kami sangat bersyukur bisa hadir di sini. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun pada 25 sampai 28 April. Kami mengucapkan syukur atas hasil panen yang kami persembahkan kepada Jubata, serta berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung,” ujarnya.

Ia berharap Naik Dango terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk pelestarian budaya dan kebersamaan masyarakat Dayak.

Perayaan Naik Dango ke-41 ini diharapkan terus menjadi warisan budaya yang lestari serta memperkuat persatuan masyarakat Dayak di Kalimantan Barat. (Jm)

Kamis, 23 April 2026

Bupati Sujiwo: Tangani Stunting Butuh Keikhlasan Kader, Bukan Sekadar Insentif

Foto: Bupati Kubu Raya H. Sujiwo Pada Kegiatan Pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi balita dan ibu hamil yang digelar di Nordu Caffe, Kamis (23/4/2026)


KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya H. Sujiwo menekankan pentingnya keikhlasan dan ketulusan para kader dalam menjalankan tugas membantu masyarakat, khususnya dalam penanganan stunting di daerah.

Hal itu disampaikannya saat kegiatan pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi balita dan ibu hamil yang digelar di Nordu Caffe, Kamis (23/4/2026).

Sujiwo mengungkapkan, peran kader tidak bisa diukur hanya dari insentif yang diterima. Menurutnya, meskipun insentif yang diberikan relatif kecil, nilai pengabdian dan keikhlasan jauh lebih besar.

“Kalau dilihat secara materi mungkin kecil, tetapi menjadi besar ketika kita memiliki keikhlasan untuk membantu generasi anak bangsa,” ujarnya.

Ia mengaku memahami beratnya tugas yang dijalankan para kader di lapangan. Namun demikian, ia berharap semangat pengabdian tetap dijaga demi masa depan anak-anak di Kubu Raya.

Sujiwo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam menurunkan angka stunting, mengingat persoalan tersebut merupakan tanggung jawab bersama. (Jm)



Selasa, 21 April 2026

Pemkab Kubu Raya Kejar Pembangunan Pasar Induk, Tahap Verifikasi Teknis Dimulai

Pasar Induk Kubu Raya senilai Rp30 miliar mulai diverifikasi. Pemkab dan Kemendag meninjau lokasi pembangunan yang ditargetkan dimulai pada 2027.
Pasar Induk Kubu Raya senilai Rp30 miliar mulai diverifikasi. Pemkab dan Kemendag meninjau lokasi pembangunan yang ditargetkan dimulai pada 2027.

Kubu Raya, Kalbar - Rencana pembangunan Pasar Induk di Kabupaten Kubu Raya mulai memasuki tahap verifikasi teknis di lapangan. Pemerintah daerah bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melakukan peninjauan langsung guna memastikan kesiapan pembangunan fasilitas perdagangan tersebut.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mendampingi Wakil Ketua Tim Bidang Pengembangan Sarana Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Andre Prasetyo, saat melakukan identifikasi lokasi rencana pembangunan Pasar Induk di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya. Proyek tersebut dirancang dengan estimasi anggaran sekitar Rp30 miliar.

Menurut Andre, kunjungan lapangan ini menjadi bagian penting dari proses evaluasi usulan pembangunan pasar induk yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Identifikasi teknis dilakukan untuk memastikan lokasi memenuhi syarat kelayakan sebelum proyek dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Ia menjelaskan, hasil peninjauan lapangan akan dibahas bersama organisasi perangkat daerah (OPD) guna menyelaraskan kebutuhan pembangunan. Jika seluruh persyaratan administratif dan teknis terpenuhi, Kementerian Perdagangan akan mengeluarkan rekomendasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk melanjutkan proses pembangunan.

Kebutuhan Pasar Baru Dinilai Mendesak

Bupati Sujiwo menilai pembangunan pasar induk baru menjadi kebutuhan mendesak, terutama karena kondisi pasar lama yang sudah beroperasi selama puluhan tahun. Pasar Melati, yang menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan saat ini, telah berusia sekitar 35 tahun dan dinilai membutuhkan pembaruan infrastruktur.

Ia menyebut sebagian besar dokumen pendukung proyek telah disiapkan oleh pemerintah daerah. Saat ini, hanya tersisa dua dokumen penting yang masih dalam proses penyelesaian, yakni Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Sujiwo juga menekankan bahwa potensi suplai dan permintaan komoditas di wilayah Kubu Raya cukup besar. Lebih dari separuh pasokan barang dagangan di Pasar Flamboyan diketahui berasal dari wilayah Kubu Raya, sehingga pembangunan pasar induk dinilai strategis untuk memperkuat rantai distribusi.

Konsep Pasar Modern dan Terintegrasi

Pasar induk yang direncanakan tidak hanya difungsikan sebagai pasar tradisional, tetapi akan mengusung konsep modern yang lebih tertata dan ramah pengunjung. Rencana desain mencakup berbagai fasilitas tambahan seperti ruang terbuka hijau, jalur jogging, area bermain anak, serta kawasan waterfront yang mendukung aktivitas masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kubu Raya, Norasari Arani, menyampaikan bahwa target pembangunan fisik direncanakan dimulai pada tahun 2027. Hal tersebut bergantung pada rampungnya seluruh dokumen pendukung yang ditargetkan selesai pada 2026.

Ia menambahkan bahwa tingkat kesiapan dokumen saat ini telah mencapai sekitar 95 persen. Pemerintah daerah optimistis seluruh persyaratan dapat dipenuhi sesuai jadwal.

Prioritas Bagi Pedagang Lama dan Peluang Ekonomi Baru

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memastikan pedagang yang selama ini beraktivitas di pasar lama akan mendapatkan prioritas untuk menempati kios di pasar baru. Selain itu, peluang juga akan dibuka bagi pedagang dari sembilan kecamatan di wilayah tersebut.

Upaya penataan pasar juga terus dilakukan melalui program Bersinar (Bersama Membersihkan Pasar). Program ini mencakup penataan ulang pedagang serta relokasi ke area yang lebih tertib dan layak, sebagai bagian dari persiapan menuju pasar modern.

Dengan adanya Pasar Induk Kubu Raya, pemerintah berharap terbentuk pusat distribusi perdagangan yang terintegrasi dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

FAQ

1. Kapan Pasar Induk Kubu Raya mulai dibangun?
Pembangunan ditargetkan mulai pada tahun 2027, setelah seluruh dokumen pendukung selesai pada 2026.

2. Berapa anggaran pembangunan Pasar Induk Kubu Raya?
Nilai anggaran yang direncanakan mencapai sekitar Rp30 miliar.

3. Di mana lokasi Pasar Induk Kubu Raya akan dibangun?
Pasar akan dibangun di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

4. Apakah pedagang lama akan dipindahkan ke pasar baru?
Ya, pedagang dari pasar lama akan diprioritaskan untuk menempati kios di pasar induk yang baru.

5. Apa konsep yang digunakan dalam pembangunan pasar ini?
Pasar dirancang dengan konsep modern dan terintegrasi, dilengkapi ruang terbuka hijau, area bermain anak, jalur jogging, dan waterfront.

Jumat, 17 April 2026

Bupati Sujiwo Titip Harapan Besar Untuk Bank Kalbar Di Usia Ke-62

HUT ke-62 Bank Kalbar di Kubu Raya, Bupati Sujiwo berharap Bank Kalbar semakin profesional dan terus berkontribusi dalam mempercepat pembangunan serta ekonomi daerah.
HUT ke-62 Bank Kalbar di Kubu Raya, Bupati Sujiwo berharap Bank Kalbar semakin profesional dan terus berkontribusi dalam mempercepat pembangunan serta ekonomi daerah.

KUBU RAYA – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Bank Kalbar menjadi ajang refleksi sekaligus harapan baru bagi penguatan sektor ekonomi daerah. Dalam perayaan syukuran yang digelar di Kantor Cabang Bank Kalbar Kubu Raya pada Rabu (15/4/2026), Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyampaikan harapannya agar Bank Kalbar semakin profesional dalam menjalankan perannya sebagai bank pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Sujiwo menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas perjalanan panjang Bank Kalbar yang telah berkontribusi bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Saya bersama Pak Wabup, Pak Sekda, beserta jajaran pemerintah dan seluruh masyarakat Kubu Raya mengucapkan dirgahayu untuk Bank Kalbar. Di usia yang ke-62, Bank Kalbar harus sudah matang dan profesional,” ujar Sujiwo.

Bank Kalbar Diharapkan Semakin Siap Hadapi Tantangan

Menurut Sujiwo, setiap periode selalu menghadirkan tantangan baru, terutama di sektor ekonomi dan layanan keuangan. Karena itu, kesiapan menghadapi perubahan menjadi kunci agar Bank Kalbar tetap relevan dan dipercaya masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus memberikan dukungan nyata bagi keberlangsungan dan perkembangan Bank Kalbar.

“Setiap masa pasti ada tantangannya. Dalam setiap tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus hadir memberikan dukungan riil untuk Bank Kalbar,” imbuhnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Peran Strategis Bank Kalbar Dalam Pembangunan Daerah

Lebih lanjut, Sujiwo menekankan pentingnya peran Bank Kalbar sebagai motor penggerak ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung sektor usaha dan pembangunan infrastruktur.

Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Kalbar dinilai memiliki posisi strategis dalam mempercepat pergerakan ekonomi masyarakat serta membuka peluang usaha yang lebih luas.

“Semoga di usia ke-62 ini Bank Kalbar lebih sukses dan maju serta terus meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dengan Pemerintah Kubu Raya dalam rangka mempercepat pembangunan serta pergerakan ekonomi,” tutupnya.

Momentum ulang tahun ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga profesionalitas, meningkatkan layanan kepada masyarakat, serta memperkuat inovasi di tengah dinamika ekonomi modern.

Momentum Refleksi Dan Penguatan Kepercayaan Publik

Perayaan HUT ke-62 Bank Kalbar bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi institusi perbankan daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan sinergi berbagai pihak, Bank Kalbar diharapkan mampu terus berkembang, menghadirkan layanan yang inovatif, serta memperluas kontribusi bagi pembangunan ekonomi di Kabupaten Kubu Raya dan Kalimantan Barat secara umum.

FAQ

1. Kapan HUT ke-62 Bank Kalbar diperingati di Kubu Raya?
Syukuran HUT ke-62 Bank Kalbar digelar pada Rabu, 15 April 2026 di Kantor Cabang Bank Kalbar Kubu Raya.

2. Apa harapan utama Bupati Sujiwo untuk Bank Kalbar?
Bupati Sujiwo berharap Bank Kalbar semakin profesional, matang, dan mampu menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

3. Apa peran Bank Kalbar bagi pembangunan daerah?
Bank Kalbar berperan sebagai bank pembangunan daerah yang mendukung percepatan pembangunan dan pergerakan ekonomi masyarakat.

4. Apakah pemerintah daerah mendukung Bank Kalbar?
Ya, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan nyata bagi pengembangan Bank Kalbar.

5. Mengapa profesionalitas bank daerah penting?
Profesionalitas penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat, meningkatkan layanan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Semarak MTQ XII Kubu Raya Perkuat Persatuan Dan Syiar Islam Di Tengah Keberagaman

Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.
Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.

KUBU RAYA – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XII tingkat Kabupaten Kubu Raya berlangsung meriah dan penuh khidmat. Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Harmoni Dalam Keberagaman” ini mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Kubu Raya, Selasa malam (14/4/2026).

Ajang tahunan tersebut dinilai bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman suku, budaya, dan latar belakang sosial.

Pembukaan MTQ ke-XII digelar di halaman Kantor Camat Sungai Ambawang, Jalan Trans Kalimantan, Desa Sungai Ambawang Kuala. Suasana acara terasa khidmat sekaligus semarak dengan kehadiran berbagai tokoh penting daerah serta masyarakat dari berbagai kecamatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LPTQ Provinsi Kalimantan Barat Brigjen (Pol) Purn Andi Musa, SH, Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, SE, M.Sos, Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, Wakil Ketua DPRD Kubu Raya Hj. Umi Kulsum, tokoh agama, tokoh masyarakat lintas etnis, serta ratusan peserta dari sembilan kecamatan.

Total sebanyak 705 peserta mengikuti berbagai cabang lomba yang dipertandingkan dalam MTQ kali ini.

Tema Harmoni Jadi Cerminan Masyarakat Majemuk

Semarak MTQ XII Kubu Raya Perkuat Persatuan Dan Syiar Islam Di Tengah Keberagaman
Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.

Ketua Panitia MTQ ke-XII yang juga Camat Sungai Ambawang, Jurin, SE, menyampaikan bahwa tema “Merajut Harmoni Dalam Keberagaman” dipilih sebagai refleksi kondisi masyarakat Kabupaten Kubu Raya yang majemuk namun tetap hidup rukun dan damai.

Menurutnya, Al-Qur’an memiliki peran penting sebagai pedoman dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan penuh toleransi.

“Melalui MTQ ini, kami ingin memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman. Al-Qur’an menjadi pedoman dalam mempererat ukhuwah Islamiyah,” ujar Jurin dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan MTQ tidak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pembinaan generasi muda agar semakin mencintai Al-Qur’an serta mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati Tekankan Pentingnya Pembinaan Generasi Qur’ani

Bupati Tekankan Pentingnya Pembinaan Generasi Qur’ani
Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.

Dalam sambutannya, Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menegaskan bahwa MTQ merupakan sarana strategis untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus membina generasi muda agar memiliki karakter religius dan berakhlak mulia.

Ia menyebut bahwa kegiatan ini menjadi wadah pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan qori dan qoriah terbaik yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

“MTQ ini bukan sekadar perlombaan, tetapi wadah pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan qori dan qoriah terbaik dari Kubu Raya,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, serta masyarakat dalam mendukung pembinaan peserta secara berkesinambungan.

Menurutnya, keberhasilan peserta dalam ajang MTQ tidak terlepas dari proses pembinaan panjang yang dilakukan secara terarah dan konsisten.

Ajang Silaturahmi Dan Kebersamaan Antar Kecamatan

Selain menjadi ajang kompetisi, MTQ ke-XII Kabupaten Kubu Raya juga berfungsi sebagai sarana mempererat silaturahmi antar kafilah dari berbagai kecamatan.

Semangat kebersamaan dan toleransi yang ditunjukkan para peserta menjadi cerminan nyata dari tema yang diusung pada tahun ini.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam mendukung jalannya kegiatan. Warga tampak memadati area acara untuk menyaksikan pembukaan dan memberikan dukungan kepada para peserta dari kecamatan masing-masing.

Dukungan Pemerintah Untuk Pengembangan Potensi Daerah

Bupati Kubu Raya menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan MTQ, baik dari sisi anggaran maupun program pembinaan.

Langkah ini dinilai penting agar potensi generasi muda dalam bidang tilawah Al-Qur’an dapat berkembang secara optimal dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus mendukung pembinaan agar anak-anak kita mampu berprestasi dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

MTQ Diharapkan Lahirkan Bibit Qori Dan Qoriah Berprestasi

Semarak MTQ XII Kubu Raya Perkuat Persatuan Dan Syiar Islam Di Tengah Keberagaman
Semarak MTQ XII Kubu Raya berlangsung meriah dengan 705 peserta. Ajang ini menjadi momentum memperkuat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi Qur’ani.

Pelaksanaan MTQ ke-XII Kabupaten Kubu Raya berlangsung meriah dengan berbagai cabang lomba yang diikuti peserta terbaik dari seluruh kecamatan.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul qori dan qoriah yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Kubu Raya di tingkat provinsi maupun nasional.

MTQ juga diharapkan menjadi momentum lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

FAQ

Apa Itu MTQ XII Kabupaten Kubu Raya?

MTQ XII Kabupaten Kubu Raya adalah ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat kabupaten yang diikuti peserta dari sembilan kecamatan.

Di Mana Lokasi Pembukaan MTQ XII Kubu Raya?

Pembukaan digelar di halaman Kantor Camat Sungai Ambawang, Desa Sungai Ambawang Kuala.

Berapa Jumlah Peserta MTQ XII Kubu Raya?

Total sebanyak 705 peserta mengikuti berbagai cabang lomba dalam MTQ XII.

Apa Tujuan Utama Pelaksanaan MTQ?

Selain sebagai ajang kompetisi tilawah, MTQ bertujuan memperkuat persatuan masyarakat serta membina generasi Qur’ani.

Siapa Saja Tokoh Yang Hadir Dalam Pembukaan MTQ?

Sejumlah tokoh hadir, termasuk Bupati Kubu Raya, Ketua LPTQ Kalbar, Kapolres Kubu Raya, serta tokoh agama dan masyarakat.

Sabtu, 04 April 2026

Bupati Kubu Raya Sujiwo Minta Komitmen Nyata Pemprov Kalbar Saat Musrenbang 2027

Bupati Kubu Raya Sujiwo minta komitmen nyata Pemprov Kalbar dalam Musrenbang 2027 guna percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Kubu Raya Sujiwo minta komitmen nyata Pemprov Kalbar dalam Musrenbang 2027 guna percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Kubu Raya — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memberikan atensi lebih dan komitmen nyata dalam mendukung pembangunan di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikannya dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Kubu Raya Tahun 2027, yang menjadi agenda strategis dalam menyusun arah pembangunan daerah ke depan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Kalimantan Barat, yakni Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, serta jajaran Forkopimda Kubu Raya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, hingga pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Sujiwo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan, khususnya pada sektor infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Kalbar dapat memberikan perhatian lebih dan komitmen yang kuat dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Kubu Raya,” ujar Sujiwo.

Ia juga menyoroti posisi strategis Kubu Raya sebagai daerah penyangga ibu kota provinsi, Pontianak. Peran ini dinilai sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional di Kalimantan Barat.

Karena itu, Sujiwo menilai dukungan dari pemerintah provinsi menjadi faktor krusial, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar serta pengembangan sektor unggulan daerah yang berdampak langsung pada masyarakat.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan pelaku UMKM dan masyarakat dinilai harus terus diperkuat agar hasil pembangunan bisa dirasakan secara merata.

Sementara itu, Sekda Kalbar, Harisson, yang mewakili Gubernur Kalbar menyatakan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Musrenbang RKPD ini sendiri menjadi forum strategis yang tidak hanya menyusun rencana pembangunan tahun 2027, tetapi juga mengakomodasi berbagai aspirasi masyarakat demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

FAQ

1. Apa itu Musrenbang?
Musrenbang adalah forum perencanaan pembangunan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat untuk menyusun rencana pembangunan daerah.

2. Apa yang disampaikan Bupati Sujiwo dalam Musrenbang 2027?
Ia meminta komitmen nyata dari Pemprov Kalbar untuk mendukung pembangunan Kubu Raya, terutama infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

3. Mengapa Kubu Raya dianggap strategis?
Karena Kubu Raya merupakan daerah penyangga ibu kota provinsi, sehingga berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.

4. Siapa yang mewakili Pemprov Kalbar dalam kegiatan ini?
Sekretaris Daerah Kalbar, dr. Harisson, hadir mewakili Gubernur Kalbar.

5. Apa tujuan utama Musrenbang RKPD 2027?
Untuk menyusun rencana pembangunan daerah berdasarkan aspirasi masyarakat secara berkelanjutan dan merata.

Rabu, 01 April 2026

Pemkab Kubu Raya Dorong Ekonomi Daerah, 2 BUMD Tandatangani Kerja Sama

Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo memberikan arahan kepada Perumda Air Minum Tirta Raya dan Perumda Aneka Usaha, Rabu (1/4/2026)

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui kolaborasi antar badan usaha milik daerah (BUMD). Hal itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Perumda Air Minum Tirta Raya dan Perumda Aneka Usaha, Rabu (1/4/2026).

Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, serta dihadiri jajaran pejabat daerah, direksi BUMD, dan sejumlah pelaku usaha.

Direktur Perumda Aneka Usaha, Uray Emma Yaniaries Nelaprana, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem usaha daerah yang saling menguatkan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan UMKM di Kubu Raya.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini. Ini adalah momentum untuk bersama-sama membangun dan memperkuat ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya saat ini tengah melakukan verifikasi terhadap data pelaku usaha yang tercatat. Dari sekitar 30 ribu data, tidak seluruhnya aktif sehingga diperlukan pemetaan ulang untuk menentukan pelaku usaha yang benar-benar potensial.

“Kami juga menyiapkan program pendampingan, mulai dari penguatan SDM, literasi keuangan, pengemasan produk hingga pemasaran digital. Kolaborasi ini bukan hanya antar lembaga, tetapi menjadi upaya bersama membangun ekosistem usaha yang berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Raya Kubu Raya, Harmawan, menyampaikan komitmen pihaknya dalam mendukung pengembangan usaha daerah melalui kerja sama tersebut.

“Atas nama Perumda Tirta Raya, kami mengucapkan selamat atas terlaksananya penandatanganan kerja sama ini. Kami siap memberikan dukungan, baik melalui supervisi, konsultasi, maupun fasilitas yang dapat menunjang pengembangan usaha,” kata Harmawan.

Ia menegaskan bahwa sebagai BUMD, Tirta Raya harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan tidak menjadi beban bagi pemerintah.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata dan mendorong peningkatan pendapatan daerah. Ke depan, kami juga membuka peluang dukungan pembiayaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, dalam arahannya memberikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara kedua BUMD tersebut. Menurutnya, sinergi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat perekonomian daerah.

“Perumda harus hadir sebagai bagian dari solusi, mendukung pelaku usaha dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Saya berharap kedua BUMD ini dapat menjadi pilar ekonomi daerah ke depan,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya kemandirian BUMD setelah mendapatkan penyertaan modal dari pemerintah daerah.

“Kita ingin BUMD ini ke depan tidak lagi bergantung pada APBD, tetapi justru mampu memberikan kontribusi bagi daerah,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan perjanjian kerja sama sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kubu Raya. (JM)

Selasa, 31 Maret 2026

Sujiwo Tegas Karhutla Ancam Ekonomi dan Kesehatan, Pelaku Harus Ditangkap

Bupati Kubu Raya Sujiwo minta polisi tangkap pelaku karhutla. Dampaknya ancam kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi di musim kemarau panjang.
Bupati Kubu Raya Sujiwo minta polisi tangkap pelaku karhutla. Dampaknya ancam kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi di musim kemarau panjang. (Gambar ilustrasi)

KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman serius bagi berbagai sektor strategis. Memasuki masa peralihan menuju musim kemarau panjang, risiko karhutla diprediksi meningkat signifikan.

Dalam keterangannya di Sungai Raya, Senin, Sujiwo secara tegas meminta aparat kepolisian bertindak cepat dan tegas terhadap pelaku pembakaran lahan.

“Dampak karhutla ini sangat luas. Bukan hanya soal lahan terbakar dan kabut asap, tetapi bisa melumpuhkan banyak sektor. Makanya saya sudah minta kepada pak Kapolres untuk menangkap pelaku pembakaran lahan,” ujar Sujiwo.

Karhutla Ancam Pendidikan dan Kesehatan

Sujiwo menjelaskan, kabut asap akibat karhutla berpotensi besar mengganggu aktivitas pendidikan. Dalam kondisi udara yang tidak sehat, kegiatan belajar mengajar bisa terpaksa dihentikan demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Tak hanya itu, sektor kesehatan juga terdampak langsung. Peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi ancaman serius yang kerap terjadi saat musim asap.

Situasi ini, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama agar tidak terulang seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ganggu Transportasi Hingga Investasi

Dampak karhutla juga merembet ke sektor ekonomi. Salah satu yang paling terasa adalah terganggunya transportasi udara akibat kabut asap yang mengurangi jarak pandang.

“Jika penerbangan terganggu, maka pergerakan ekonomi ikut terhambat, termasuk aktivitas investasi di daerah,” jelasnya.

Gangguan distribusi barang dan mobilitas masyarakat dinilai bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah, bahkan berpotensi menurunkan minat investor.

Pencegahan Jadi Kunci Utama

Menghadapi potensi tersebut, Sujiwo menekankan pentingnya langkah pencegahan. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dalam kondisi apa pun.

Pemerintah daerah bersama Forkopimda terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih sadar akan dampak besar karhutla.

“Atas nama pemerintah bersama Forkopimda, kami mengajak masyarakat untuk menahan diri. Jangan melakukan pembakaran lahan karena dampaknya sangat besar bagi kita semua,” tegasnya.

Tanggung Jawab Bersama

Menurut Sujiwo, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan aparat penegak hukum. Peran aktif masyarakat menjadi faktor kunci dalam mencegah bencana ini.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga lingkungan dengan cara sederhana, yakni tidak melakukan pembakaran lahan.

“Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat tidak perlu ikut memadamkan, cukup dengan tidak membakar lahan, itu sudah sangat membantu,” pungkasnya.

FAQ

1. Apa dampak utama karhutla di Kubu Raya?
Karhutla berdampak pada kesehatan (ISPA), pendidikan (sekolah diliburkan), dan ekonomi (transportasi dan investasi terganggu).

2. Mengapa pembakaran lahan dilarang?
Karena dapat memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan serta menimbulkan kabut asap berbahaya.

3. Apa langkah pemerintah dalam mengatasi karhutla?
Pemerintah mendorong pencegahan, sosialisasi, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

4. Bagaimana peran masyarakat dalam mencegah karhutla?
Dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta melaporkan aktivitas mencurigakan.

5. Apa risiko kesehatan akibat kabut asap?
Risiko utama adalah penyakit pernapasan seperti ISPA, terutama pada anak-anak dan lansia.