Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Tabalong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tabalong. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Juni 2026

BKSDA Usulkan 3.000 Hektare Habitat Orangutan di Tabalong Jadi Areal Preservasi

BKSDA Kalimantan Selatan mengusulkan 3.000 hektare habitat orangutan di hutan gambut Tabalong menjadi Areal Preservasi untuk menjaga kelestarian satwa dan ekosistem.
BKSDA Kalimantan Selatan mengusulkan 3.000 hektare habitat orangutan di hutan gambut Tabalong menjadi Areal Preservasi untuk menjaga kelestarian satwa dan ekosistem.

Tabalong - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan mengusulkan kawasan hutan gambut di Desa Habau, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, sebagai Areal Preservasi untuk melindungi habitat orangutan Kalimantan. Usulan tersebut saat ini masih berada pada tahap persiapan melalui penyusunan data dan pembentukan kelompok kerja lintas pemangku kepentingan.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Kalimantan Selatan, Heri Sofian, mengatakan kawasan yang akan diusulkan berada di Areal Penggunaan Lain (APL). Berdasarkan hasil kajian bersama BKSDA, Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, dan sejumlah lembaga penelitian, bentang habitat yang berpotensi dilindungi mencapai sekitar 3.000 hektare.

Kawasan hutan gambut tersebut dinilai masih memiliki kondisi ekologis yang baik dan berfungsi sebagai habitat penting bagi orangutan Kalimantan. Temuan sejumlah sarang orangutan di pucuk pepohonan menjadi indikator bahwa ekosistem di wilayah itu masih mampu mendukung kehidupan satwa liar.

BKSDA menilai perlindungan habitat menjadi langkah yang lebih efektif mengingat populasi orangutan di Kalimantan Selatan relatif kecil. Upaya ini juga diharapkan mampu mengurangi potensi konflik antara satwa liar dan masyarakat.

Sejak 2015, BKSDA Kalimantan Selatan bersama Dinas Kehutanan, pemerintah daerah, dan masyarakat rutin melakukan pemantauan di wilayah perbatasan Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Tabalong, hingga Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Pemantauan terbaru di Desa Habau kembali menemukan sejumlah sarang orangutan. Tim juga menggunakan pesawat nirawak untuk mendukung pengamatan, meski rapatnya tutupan tajuk pohon menjadi tantangan dalam mendeteksi keberadaan satwa tersebut.

Hasil monitoring gabungan sejak 2020 mencatat kerapatan sarang orangutan di Kabupaten Tabalong mencapai 84,88 sarang per kilometer persegi dengan estimasi populasi sekitar 7,73 individu. Sementara di Kabupaten Hulu Sungai Utara tercatat 121,36 sarang per kilometer persegi dengan perkiraan populasi sekitar 12,45 individu.

Di Kecamatan Banua Lawas, populasi diperkirakan memiliki kerapatan sekitar 0,13 individu per kilometer persegi atau sekitar lima individu yang masih memanfaatkan kawasan tersebut sebagai habitat.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Kalimantan Selatan, Heri Sofian, mengatakan proses pengusulan Areal Preservasi masih berada pada tahap persiapan.

"Sejumlah tahapan tengah dilakukan, mulai pembentukan kelompok kerja yang melibatkan berbagai pihak, pengumpulan data, hingga pemutakhiran informasi sebagai dasar penyusunan usulan," ujar Heri Sofian.

Ia menegaskan habitat orangutan di kawasan tersebut masih tergolong baik sehingga perlu dipertahankan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian satwa dilindungi beserta ekosistem hutan gambutnya.

Sebagai bagian dari upaya perlindungan habitat, pemerintah bersama para pemangku kepentingan membentuk Forum Konservasi Orangutan (Forest) Kabupaten Tabalong. Forum tersebut akan menyusun rencana aksi konservasi sekaligus mendukung proses pengusulan Areal Preservasi.

Status Areal Preservasi nantinya tidak mengubah fungsi kawasan, tetapi diarahkan untuk menjaga kondisi ekologis, mempertahankan fungsi ekosistem, serta melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha dalam pengelolaan habitat secara berkelanjutan.

Senin, 06 April 2026

Bank Kalsel Resmikan 3 KCPS Baru, Perkuat Ekonomi Syariah Di Banua

Bank Kalsel resmikan 3 KCPS baru di Tabalong, Tapin, dan Batola untuk memperkuat layanan syariah dan mendukung ekonomi inklusif di Kalimantan Selatan.
Bank Kalsel resmikan 3 KCPS baru di Tabalong, Tapin, dan Batola untuk memperkuat layanan syariah dan mendukung ekonomi inklusif di Kalimantan Selatan.

BANJARMASIN – Komitmen memperkuat ekonomi berbasis syariah terus ditunjukkan Bank Kalsel. Terbaru, bank daerah ini resmi membuka tiga Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) sekaligus di wilayah strategis Kalimantan Selatan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengatakan ekspansi ini bertujuan untuk menghadirkan layanan perbankan syariah yang lebih dekat, nyaman, dan mudah diakses masyarakat.

“Pembukaan KCPS bertujuan menghadirkan layanan syariah yang lebih representatif dan menjangkau masyarakat lebih luas,” ujar Fachrudin di Banjarmasin, Minggu.

Langkah ini sekaligus menjadi respons atas meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis prinsip syariah yang transparan dan sesuai nilai-nilai Islam.

Fokus Ekspansi ke Wilayah Strategis

Tiga KCPS yang diresmikan berada di lokasi yang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi, yakni:

  • KCPS Tanjung (Kabupaten Tabalong)
    Difokuskan untuk mendukung kawasan industri serta sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

  • KCPS Rantau (Kabupaten Tapin)
    Menjadi penguat sektor perdagangan dan pertanian lokal yang terus berkembang.

  • KCPS Handil Bakti (Kabupaten Barito Kuala)
    Melayani kawasan pemukiman padat dan jalur strategis lintas provinsi Kalsel-Kalimantan Tengah.

Menurut Fachrudin, ekspansi ini bukan semata mengejar target bisnis, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan yang inklusif.

“Ini adalah wujud nyata dukungan kami terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor syariah di Banua,” jelasnya.

Dorong UMKM dan Inklusi Keuangan

Kehadiran KCPS diharapkan mampu membuka akses lebih luas bagi pelaku UMKM dan nasabah ritel terhadap layanan perbankan syariah.

Selain itu, Bank Kalsel juga ingin memastikan layanan yang diberikan lebih transparan, mudah dipahami, serta sesuai prinsip syariah.

Langkah ini dinilai penting dalam mempercepat literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya di daerah yang selama ini belum terjangkau layanan optimal.

Komitmen Jangka Panjang

Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Bank Kalsel dalam memperkuat posisi sebagai bank daerah yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.

Dengan semakin luasnya jaringan layanan, Bank Kalsel optimistis dapat menjadi motor penggerak ekonomi syariah di Kalimantan Selatan.

FAQ

1. Apa itu KCPS Bank Kalsel?
KCPS adalah Kantor Cabang Pembantu Syariah yang menyediakan layanan perbankan berbasis prinsip syariah.

2. Di mana saja KCPS baru dibuka?
Di Tanjung (Tabalong), Rantau (Tapin), dan Handil Bakti (Barito Kuala).

3. Apa tujuan pembukaan KCPS ini?
Untuk memperluas akses layanan keuangan syariah yang lebih mudah, nyaman, dan inklusif.

4. Siapa yang diuntungkan dari ekspansi ini?
Pelaku UMKM, nasabah ritel, serta masyarakat umum yang membutuhkan layanan perbankan syariah.

5. Apakah ini bagian dari strategi bisnis?
Ya, namun juga sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi syariah daerah.

Jumat, 26 Januari 2024

Pertamina EP Tanjung Hadapi Kebocoran Pipa, Antisipasi Tumpahan Minyak di Tabalong

Lahan warga di Desa Namun Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong yang terendam tumpahan minyak dari pipa Pertamina.
Lahan warga di Desa Namun Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong yang terendam tumpahan minyak dari pipa Pertamina.
TABALONG - Tumpahan Minyak di Desa Namun, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Memicu Antisipasi dari PT Pertamina EP Tanjung

PT Pertamina EP Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, sedang menghadapi masalah serius dengan kebocoran pipa distribusi jalur Tanjung–Balikpapan. 

Akibat kebocoran ini, terjadi lokalisasi tumpahan minyak di Desa Namun, Kecamatan Jaro.

Dalam upaya menangani situasi darurat ini, Manager Komunikasi dan Hubungan Masyarakat & CID PHI Regional 3 Kalimantan, Dony Indrawan, mengungkapkan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah untuk membatasi luasnya tumpahan minyak. 

Salah satunya adalah dengan membuat kolam buatan agar aliran minyak tidak meluas ke wilayah yang lebih luas.

"Sudah kita lokalisasi dengan membuat kolam buatan agar aliran tidak meluas," jelas Dony di Tabalong pada hari Jumat.

Langkah ini diambil sebagai tanggapan atas keprihatinan yang disampaikan oleh Kepala Desa Namun, H. Majin Noor, terkait potensi meluasnya tumpahan minyak jika hujan turun ke area persawahan warga. 

Sebanyak 2,4 hektar lahan pertanian dan persawahan, yang berjarak sekitar 250 meter dari lokasi kebocoran, berisiko terkena dampaknya.

Tidak hanya merendam lahan pertanian warga, namun kebocoran pipa Pertamina ini juga telah merendam bengkel dan rumah karyawan di sekitar area kebocoran tersebut.

Pertamina juga berkomitmen untuk memberikan kompensasi kepada warga Desa Namun yang terdampak langsung oleh tumpahan minyak ini. 

Proses pendataan telah dilakukan oleh pihak perusahaan untuk mengestimasi dampak yang dirasakan oleh warga, yang akan menjadi acuan dalam penentuan kompensasi yang akan diberikan.

"Kami telah melakukan pendataan untuk mengestimasi dampak yang dirasakan warga sebagai acuan pemberian kompensasi," ujar Dony.

Kebocoran pipa Pertamina ini terjadi pada Rabu (24/1) malam. Penyebab kebocoran tersebut disebabkan oleh usia pipa distribusi yang sudah tua dan korosi, sehingga tidak mampu menahan tekanan yang menyebabkan kebocoran tersebut.