Berita BorneoTribun: Tilawatil Quran hari ini

CSS

Kode Recentpost Grid


Tampilkan postingan dengan label Tilawatil Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tilawatil Quran. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 April 2026

MTQ Ke-34 Pontianak Barat Diikuti 266 Peserta Dari Empat Kelurahan

MTQ Pontianak Barat 2026 diikuti 266 peserta. Amirullah menegaskan MTQ harus menjadi gerakan pembentuk karakter dan penguatan nilai Qurani di masyarakat.
MTQ Pontianak Barat 2026 diikuti 266 peserta. Amirullah menegaskan MTQ harus menjadi gerakan pembentuk karakter dan penguatan nilai Qurani di masyarakat.

PONTIANAK - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat, bukan sekadar menjadi kegiatan tahunan yang bersifat simbolis. Pesan tersebut menjadi sorotan utama saat pembukaan MTQ ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Barat tahun 2026.

Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menekankan bahwa MTQ harus dipahami sebagai momentum memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Amirullah, kegiatan MTQ seharusnya mampu mendorong perubahan sikap dan perilaku masyarakat secara nyata.

Pembukaan MTQ berlangsung di Aula Kantor Camat Pontianak Barat pada Minggu (26/4/2026), dihadiri peserta dari berbagai kelurahan di wilayah tersebut.

MTQ Diposisikan Sebagai Gerakan Sosial Berbasis Nilai Qurani

Dalam arahannya, Amirullah menjelaskan bahwa MTQ memiliki makna lebih luas daripada sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an. MTQ diposisikan sebagai gerakan sosial yang mendorong terbentuknya masyarakat religius, cerdas, dan berdaya saing.

Konsep tersebut dibangun di atas empat pilar utama yang menjadi fondasi pelaksanaan MTQ tahun ini.

Pilar pertama adalah qurani, yang menempatkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam perilaku sehari-hari. Amirullah menilai nilai-nilai Al-Qur’an perlu diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari keluarga hingga lingkungan sosial.

Pilar kedua adalah cerdas, yang menekankan pentingnya kecerdasan intelektual generasi muda. Amirullah menilai kecerdasan akademik harus selaras dengan nilai moral yang bersumber dari ajaran Al-Qur’an.

Peran Keluarga Jadi Penentu Pembentukan Karakter Generasi

Pilar ketiga yang disampaikan Amirullah berfokus pada pembentukan karakter. Menurut Amirullah, keluarga merupakan lingkungan pertama yang menentukan kualitas moral generasi muda.

Di tengah derasnya arus globalisasi, Amirullah menilai keluarga berfungsi sebagai benteng utama dalam menjaga nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas.

Pilar keempat adalah adaptif, yang menekankan kemampuan masyarakat menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan identitas religius. Amirullah menilai kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar generasi muda mampu bersaing tanpa meninggalkan nilai dasar keagamaan.

Peserta Diingatkan Menjadikan MTQ Sebagai Media Dakwah

Selain menyoroti makna kegiatan, Amirullah juga memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta. Amirullah mengingatkan bahwa tujuan utama mengikuti MTQ bukan semata-mata meraih gelar juara.

Menurut Amirullah, setiap peserta diharapkan mampu menjadi penyebar nilai-nilai Al-Qur’an di lingkungan masing-masing setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Amirullah juga mengingatkan dewan hakim untuk menjalankan tugas secara objektif dan adil dalam melakukan penilaian. Penilaian yang transparan dinilai penting untuk menghasilkan peserta terbaik yang layak mewakili Kecamatan Pontianak Barat pada ajang tingkat kota hingga provinsi.

Ratusan Peserta Ikuti MTQ di Berbagai Cabang Lomba

MTQ ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Barat tahun 2026 diikuti sebanyak 266 peserta yang berasal dari empat kelurahan.

Jumlah peserta terdiri dari 101 peserta laki-laki dan 90 peserta perempuan untuk cabang perorangan. Selain itu, cabang beregu juga diikuti oleh 9 regu laki-laki dan 16 regu perempuan, khusus pada cabang Syarhil Qur’an dan Fahmil Qur’an.

Pelaksanaan lomba tersebar di sejumlah lokasi yang telah ditentukan panitia.

Cabang tilawah dan tartil dilaksanakan di Aula Kantor Camat Pontianak Barat. Sementara cabang Fahmil Qur’an dan Syarhil Qur’an dipusatkan di Aula Kelurahan Sungai Jawi Luar.

Adapun cabang tahfiz, murattal, dan mujawwad berlangsung di Masjid Syaiful Islam. Untuk cabang kaligrafi, seluruh kegiatan dipusatkan di SMA Kapuas Pontianak dengan kategori yang mencakup penulisan naskah hingga kaligrafi digital.

MTQ Dinilai Berperan Menyiapkan Generasi Berkarakter

Pelaksanaan MTQ dinilai tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana membangun generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan moral.

Melalui pelaksanaan yang konsisten, kegiatan MTQ diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah. (Slamet)