Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Tim Medis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tim Medis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2026

Kasus Ebola di Kongo Tembus 1.000, China Turun Tangan: Dunia Mulai Cemas Lagi

China menambah bantuan medis untuk menangani wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo setelah jumlah kasus terkonfirmasi melampaui 1.000 dan korban meninggal terus bertambah.
China menambah bantuan medis untuk menangani wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo setelah jumlah kasus terkonfirmasi melampaui 1.000 dan korban meninggal terus bertambah.

BEIJING - Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk terus membantu penanganan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dengan mengirim tim medis, obat-obatan, serta perlengkapan penanggulangan epidemi. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Beijing, Senin, ketika jumlah kasus Ebola di DRC telah menembus 1.000 kasus.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan bantuan kemanusiaan darurat telah diberikan kepada Republik Demokratik Kongo dan Uni Afrika sejak wabah mulai menyebar.

Menurutnya, China mengirim para ahli medis bersama pasokan obat-obatan dan peralatan yang dibutuhkan untuk membantu penanganan epidemi di lapangan.

Republik Demokratik Kongo melaporkan jumlah kasus Ebola terkonfirmasi mencapai 1.003 kasus sejak wabah diumumkan pada 15 Mei. Dari jumlah tersebut, sebanyak 254 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian mencapai 25,3 persen.

Guo menyebut hampir seribu tenaga medis China saat ini terlibat dalam upaya penanggulangan Ebola bersama masyarakat Afrika.

Setelah tiba di Kinshasa pada 2 Juni, para ahli medis China langsung bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat untuk memetakan kebutuhan dan memberikan layanan serta konsultasi medis.

Melihat situasi wabah yang semakin serius, pemerintah China memutuskan menyalurkan bantuan kemanusiaan tambahan kepada DRC, Uganda, dan Uni Afrika.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan DRC Roger Kamba mengatakan pengendalian wabah masih difokuskan di Provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.

Sebanyak 100 pasien telah dinyatakan sembuh, sedangkan 365 pasien lainnya masih menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit.

Meski jumlah pasien sembuh bertambah, pelacakan kontak mengalami penurunan sehingga menjadi tantangan dalam mengendalikan penyebaran penyakit.

Pekan lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika memperingatkan bahwa wabah saat ini berpotensi berkembang menjadi lebih buruk apabila penularan tidak segera ditekan. Lembaga tersebut membandingkan ancaman saat ini dengan epidemi Ebola Afrika Barat pada 2014-2016 yang menewaskan lebih dari 11 ribu orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Penelitian terbaru yang dilakukan ilmuwan Uganda dan Kongo juga menunjukkan bahwa galur Ebola Bundibugyo yang saat ini beredar diduga berasal dari penularan baru yang bersumber dari satwa liar. Temuan tersebut membantah dugaan bahwa wabah berasal dari rantai penularan lama yang tidak terdeteksi.

"Kami memberikan bantuan kemanusiaan darurat kepada DRC dan Uni Afrika segera setelah penyakit itu menyerang. Kami mengirimkan para ahli medis serta obat-obatan yang sangat dibutuhkan dan perlengkapan penanggulangan epidemi ke DRC," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing.

"Mengingat parahnya wabah tersebut, pemerintah China telah memutuskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat tambahan kepada DRC, Uganda, dan Uni Afrika," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan DRC Roger Kamba mengatakan pemerintah terus memperkuat komunikasi kepada masyarakat, meningkatkan kapasitas diagnosis, dan mempercepat penanganan kasus guna menekan laju penyebaran penyakit.

Kekhawatiran terhadap penyebaran lintas negara mulai muncul setelah Kementerian Kesehatan Israel melaporkan kasus suspek Ebola kedua pada seorang warga yang baru kembali dari DRC.

Pasien tersebut telah diisolasi dan menjalani pemeriksaan di Sheba Tel Hashomer Medical Center. Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan keluar dalam beberapa hari ke depan.