Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Washington. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Washington. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Mei 2026

Trump Sebut AS Akan Hadapi Kepemimpinan Iran Saat Ini Sampai Deal Tercapai

Trump menyatakan AS akan tetap berurusan dengan pemerintah Iran saat ini hingga tercapai kesepakatan damai, di tengah ketegangan Selat Hormuz dan negosiasi yang belum tuntas.
Trump menyatakan AS akan tetap berurusan dengan pemerintah Iran saat ini hingga tercapai kesepakatan damai, di tengah ketegangan Selat Hormuz dan negosiasi yang belum tuntas.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin di Washington menyatakan akan tetap berurusan dengan kepemimpinan Iran saat ini hingga tercapai kesepakatan damai antara kedua negara.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menegaskan pemerintahannya masih membuka jalur diplomasi dengan Teheran meski sebelumnya muncul spekulasi soal kemungkinan pergantian rezim di Iran.

“Saya akan berurusan dengan mereka sampai mereka membuat kesepakatan,” kata Trump saat ditanya apakah AS masih bisa bekerja sama dengan pemerintahan Iran yang sekarang.

Trump juga mengklaim para negosiator Iran mengatakan kepada dirinya bahwa Amerika Serikat perlu membantu membersihkan “debu nuklir” dari fasilitas Iran yang hancur akibat serangan sebelumnya. Menurut Trump, Iran disebut tidak memiliki teknologi untuk melakukan proses tersebut sendiri.

Ketegangan antara Washington dan Teheran sebelumnya berdampak besar terhadap jalur perdagangan energi global. Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz sempat nyaris terhenti, memicu kenaikan harga bahan bakar dunia karena kawasan itu menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia.

Pada 3 Mei lalu, Trump mengumumkan Project Freedom untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz dan ingin keluar dari wilayah tersebut. Namun dua hari kemudian, ia memutuskan menunda operasi itu sementara waktu guna memberi ruang bagi proses perundingan damai dengan Iran.

Konflik meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Serangan itu menyebabkan kerusakan fasilitas dan korban sipil.

Washington dan Teheran kemudian menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April. Meski pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan keputusan final, Trump memperpanjang penghentian sementara permusuhan untuk memberi kesempatan kepada Iran menyusun proposal baru yang lebih terpadu.

Biaya Operasi Militer AS terhadap Iran Tembus US$77 Miliar dalam 71 Hari

Biaya operasi militer AS terhadap Iran menembus US$77 miliar pada hari ke-71 konflik, menurut Iran War Cost Tracker di tengah perpanjangan gencatan senjata.
Biaya operasi militer AS terhadap Iran menembus US$77 miliar pada hari ke-71 konflik, menurut Iran War Cost Tracker di tengah perpanjangan gencatan senjata.

WASHINGTON — Biaya operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran telah melampaui US$77 miliar hingga hari ke-71 konflik, menurut data terbaru dari portal Iran War Cost Tracker yang diperbarui secara real time.

Portal tersebut menghitung pengeluaran untuk mempertahankan personel militer, kapal perang yang dikerahkan ke kawasan, serta berbagai kebutuhan operasional lain selama konflik berlangsung.

Metode perhitungan mengacu pada laporan Pentagon kepada Kongres AS yang menyebut enam hari pertama operasi menelan biaya sekitar US$11,3 miliar. Setelah itu, biaya diperkirakan mencapai sekitar US$1 miliar per hari.

Pada akhir April, Under Secretary of Defense (Comptroller)/Chief Financial Officer AS, Jules Hurst, mengatakan kepada anggota House Armed Services Committee bahwa biaya konflik dengan Iran berada di kisaran US$25 miliar.

Namun sehari kemudian, sejumlah media AS mengutip sumber yang menyebut angka tersebut belum memasukkan biaya pemulihan fasilitas militer Amerika dan penggantian peralatan yang rusak. Berdasarkan laporan media, total biaya sebenarnya disebut hampir dua kali lebih besar.

Konflik memanas sejak 28 Februari ketika AS dan Israel mulai melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran. Serangan itu dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Pada 8 April, Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan baru, tetapi hingga kini belum ada laporan mengenai dimulainya kembali serangan militer.

Meski demikian, AS disebut mulai menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Gencatan senjata pun diperpanjang di tengah situasi yang masih tegang di kawasan.