Iklan Tutup X

Minggu, 21 Juni 2026

Ribuan Warga Ambon Konvoi Usai Belanda Tundukkan Swedia di Grup F

Dubes Belanda Rayakan Kemenangan di Ambon, Ribuan Warga Padati Nonton Bareng
Belanda vs Swedia 5-1 di Piala Dunia 2026 disambut meriah di Ambon. Dubes Belanda Marc Gerritsen hadir dalam nonton bareng dan konvoi ribuan warga.

Dubes Belanda Rayakan Kemenangan di Ambon, Ribuan Warga Padati Nonton Bareng

JAKARTA - Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen menghadiri perayaan kemenangan tim nasional Netherlands national football team atas Sweden national football team dalam laga Grup F Piala Dunia 2026 yang digelar di Ambon, Minggu (21/6/2026) pagi, usai kegiatan nonton bareng yang diikuti ribuan warga.

Perayaan kemenangan berlangsung meriah sesaat setelah pertandingan berakhir. Ribuan warga yang memadati lokasi nonton bareng langsung bersorak, menyanyikan yel-yel dukungan, serta mengibarkan bendera Belanda.

Euforia kemudian berlanjut dengan konvoi kendaraan di sejumlah ruas utama Kota Ambon. Arus kendaraan roda dua dan roda empat bergerak perlahan mengelilingi pusat kota dengan pengawalan aparat keamanan.

Peserta konvoi berasal dari berbagai kalangan, tidak hanya warga Kota Ambon, tetapi juga dari wilayah sekitar seperti Kabupaten Maluku Tengah hingga Pulau Saparua.

Di lapangan, Belanda tampil dominan saat mengalahkan Swedia dengan skor 5-1 di laga yang berlangsung di NRG Stadium. Brian Brobbey dan Cody Gakpo masing-masing mencetak dua gol, sementara satu gol lainnya dicetak Crysencio Summerville. Swedia memperkecil kedudukan lewat Anthony Elanga.

Marc Gerritsen menilai antusiasme masyarakat Maluku menjadi fenomena yang unik dan menunjukkan kedekatan historis yang masih terjaga antara kedua wilayah.

“Menurut saya, itu sangat unik. Hubungan antara Maluku dan Belanda memiliki sejarah yang panjang, tetapi hingga saat ini juga tetap sangat kuat. Sepak bola menjadi salah satu alasan yang membuat kita merasa saling terhubung,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kontribusi pemain berdarah Maluku dalam sepak bola Belanda.

“Belanda sangat berterima kasih atas segala kontribusi yang telah diberikan Maluku kepada negara kami. Maluku memiliki arti yang sangat penting bagi kami,” katanya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon Richard Luhukay menyebut pemerintah telah mengantisipasi tingginya antusiasme masyarakat selama kegiatan berlangsung.

“Yang pertama menjaga keamanan dan ketertiban. Yang kedua, melakukan konvoi dengan damai dan tidak menimbulkan pertikaian. Yang ketiga, semua harus bergembira,” ujarnya.

Kemenangan ini membuat Netherlands national football team memuncaki klasemen sementara Grup F Piala Dunia 2026 dengan empat poin dari dua laga. Swedia berada di posisi kedua dengan tiga poin.

Start dari Belakang Lagi! Veda dan Hakim Danish Kena Penalti di Brno, Kok Bisa?

Jadwal lengkap MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno dan penalti Veda Ega Pratama serta Hakim Danish di Moto3 yang mengubah posisi start balapan.
Jadwal lengkap MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno dan penalti Veda Ega Pratama serta Hakim Danish di Moto3 yang mengubah posisi start balapan.

Jadwal Lengkap dan Penalti Warnai MotoGP Ceko 2026 di Brno

Rangkaian balapan MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Minggu (21/6/2026), berlangsung padat dari siang hingga malam, mulai sesi warm up hingga race utama MotoGP pukul 19.00 WIB. Ajang ini juga diwarnai penalti yang menimpa dua pembalap Moto3, Hakim Danish dan Veda Ega Pratama.

Jadwal Lengkap Balapan MotoGP Ceko 2026 (21 Juni 2026)

  • 14.40 – 14.50 WIB: Warm Up MotoGP

  • 15.00 – 15.40 WIB: Rider Parade MotoGP

  • 16.00 WIB: Race Moto3 (16 lap)

  • 17.15 WIB: Race Moto2 (18 lap)

  • 19.00 WIB: Race MotoGP (21 lap)

  • 20.20 – 20.50 WIB: After the Flag MotoGP

  • 20.50 – 21.30 WIB: Sunday Press Conference MotoGP

Di kelas Moto3, dua pembalap muda Asia Tenggara, Hakim Danish dan Veda Ega Pratama, sama-sama terkena penalti grid setelah dinilai melaju terlalu lambat saat sesi kualifikasi.

Hakim yang sebelumnya finis di posisi kedua harus turun ke posisi 14. Sementara Veda yang mengamankan posisi delapan, dipaksa start dari urutan ke-20.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi keduanya yang sudah beberapa kali mengalami start dari barisan belakang pada musim 2026.

Dalam laporan Stadium Astro disebutkan: “Hakim Danish Ramli terpaksa menerima kenyataan mulai balapan dari posisi ke-14 menyusul kesalahan memacu sepeda motor terlalu pelan dalam sesi kualifikasi Grand Prix Ceko di Sirkuit Brno.”

Meski penalti mengubah posisi start, Veda Ega Pratama masih bersaing di papan tengah klasemen Moto3 2026 dengan 71 poin di peringkat keenam. Ia hanya terpaut enam poin dari posisi tiga besar.

Sementara Hakim Danish berada di peringkat ke-10 dengan 48 poin dan masih menjaga peluang untuk naik di klasemen.

Balapan utama MotoGP yang digelar pukul 19.00 WIB diprediksi menjadi sorotan utama, setelah Sprint Race sebelumnya dimenangkan Francesco Bagnaia, dengan persaingan ketat sejak lampu start padam.

Kami Sampai Menangis di Pulau Curiak: Kelahiran Kembar Bekantan Ini Bikin Peneliti Tak Percaya

Kelahiran kembar bekantan di Pulau Curiak, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, jadi sorotan konservasi dunia dan bukti keberhasilan pelestarian habitat.
Kelahiran kembar bekantan di Pulau Curiak, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, jadi sorotan konservasi dunia dan bukti keberhasilan pelestarian habitat.

BANJARMASIN - Kelahiran sepasang bayi bekantan kembar di Pulau Curiak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada pertengahan Juni 2026 membuat tim peneliti Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) tak mampu menyembunyikan haru. Peristiwa langka ini bahkan disebut sebagai momen pertama dalam lebih dari satu dekade upaya konservasi bekantan di kawasan tersebut.

Dua bayi bekantan kembar itu lahir dari induk betina kelompok Alpha di Stasiun Riset Bekantan “Camp Tim Roberts”, Pulau Curiak.

Saat ditemukan, kedua bayi masih menempel erat pada induknya dalam kondisi baru lahir. Tubuhnya diselimuti bulu hitam pekat dengan wajah kebiruan—ciri khas bekantan yang baru dilahirkan sebelum berubah saat dewasa menjadi kuning kecokelatan dengan hidung panjang yang ikonik.

Penemuan ini terjadi saat tim melakukan pemantauan rutin di kawasan mangrove yang kini menjadi habitat penting populasi bekantan di luar kawasan konservasi formal.

“Kami Tidak Menyangka Ini Terjadi”

Ketua tim konservasi ULM, Dr. Amalia Rezeki atau Amel, mengaku momen tersebut menjadi salah satu pengalaman paling emosional sepanjang perjalanan konservasi bekantan di Pulau Curiak.

Ia menyebut kelahiran bekantan kembar ini sebagai kejadian yang sangat jarang terjadi di alam liar. “Kami sangat bersyukur dan sempat meneteskan air mata karena ini pertama kalinya kami menemukan kelahiran bayi bekantan kembar selama lebih dari 10 tahun,” ujarnya.

Amel juga menyebut sepanjang pertengahan 2026 ini sudah tercatat tiga kelahiran bekantan di kawasan tersebut, menandakan kondisi habitat mulai stabil.

Fenomena Langka yang Menarik Perhatian Dunia

Kelahiran bekantan kembar ini tidak hanya menjadi perhatian peneliti Indonesia, tetapi juga ilmuwan internasional.

Associate Professor Charles Lee dari Singapura menyebut momen tersebut sangat mengharukan dan menjadi bukti nyata keberhasilan konservasi berbasis kolaborasi.

Sementara Prof. Tim Roberts dari University of Newcastle, Australia, menilai keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras panjang tim SBI dalam menjaga habitat bekantan di Pulau Curiak.

Peneliti Kyoto University, Ikki Matsuda, menegaskan bahwa kelahiran kembar pada primata seperti bekantan merupakan fenomena sangat langka dan bernilai ilmiah tinggi.

Pakar konservasi IPB, Prof. Hadi Alikodra, menilai kelahiran kembar bekantan ini sebagai indikator positif bahwa ekosistem Pulau Curiak dalam kondisi baik.

Menurutnya, ketersediaan pakan dan kualitas habitat menjadi faktor penting yang memungkinkan reproduksi satwa liar berjalan optimal.

Populasi Bekantan Naik Signifikan di Pulau Curiak

Data Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) menunjukkan populasi bekantan di Pulau Curiak kini mencapai 61 individu, meningkat drastis dibandingkan tahun 2016 yang hanya 14 individu.

Perubahan ini tidak lepas dari program rehabilitasi ekosistem mangrove rambai yang terus dilakukan. Dari awalnya hanya 2,7 hektare, kawasan ini kini berkembang menjadi sekitar 10 hektare dengan lebih dari 50.000 bibit mangrove yang telah ditanam.

Ekosistem baru yang terbentuk juga mulai memberikan ruang hidup yang lebih aman bagi bekantan dan satwa lainnya.

Keberhasilan konservasi ini tidak hanya berdampak pada satwa liar, tetapi juga pada masyarakat sekitar.

Nelayan di sembilan desa Kecamatan Anjir Muara kini merasakan peningkatan hasil tangkapan ikan dan udang di kawasan mangrove yang semakin sehat.

Pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga mendorong Pulau Curiak menjadi destinasi ekowisata berbasis konservasi dalam kawasan Meratus UNESCO Global Geopark.

Kelahiran kembar bekantan ini kini dipandang sebagai simbol harapan baru bagi masa depan spesies endemik Kalimantan yang terancam punah.

Di tengah tekanan perubahan lingkungan, peristiwa ini menjadi bukti bahwa konservasi yang konsisten, berbasis riset, dan melibatkan masyarakat mampu memberikan hasil nyata—baik bagi alam maupun manusia.

Unair Akhirnya Buka Suara soal Video Viral di Lingkungan Kampus

Unair memproses etik dua mahasiswa terkait video viral di kampus. Pihak kampus pastikan lokasi kejadian dan lakukan pendalaman melalui komisi etik.
Unair memproses etik dua mahasiswa terkait video viral di kampus. Pihak kampus pastikan lokasi kejadian dan lakukan pendalaman melalui komisi etik.

Surabaya -- Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tengah menjadi sorotan publik setelah mencuatnya video viral yang diduga memperlihatkan tindakan asusila dua mahasiswa di lingkungan kampus. 

Pihak kampus memastikan peristiwa tersebut benar terjadi di area Unair dan saat ini sedang diproses melalui komisi etik pada Kamis (18/6/2026).

Kepala Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol (PHMP) Unair, Pulung Siswantara, menegaskan bahwa universitas telah menindaklanjuti kasus tersebut secara internal. 

Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap, termasuk pihak yang merekam dan keterlibatan para mahasiswa dalam video yang beredar luas di media sosial.

“Dan saat ini posisinya tetap kami proses melalui komisi etik untuk mendalami apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana kronologisnya,” ujar Pulung.

Pihak kampus juga membenarkan bahwa lokasi dalam video tersebut berada di lingkungan Universitas Airlangga. Namun, detail lebih lanjut masih menunggu hasil pemeriksaan etik yang sedang berjalan.

Menurut Pulung, proses pendalaman dilakukan secara menyeluruh agar keputusan yang diambil nantinya objektif dan tidak merugikan pihak mana pun. 

Termasuk soal kemungkinan sanksi terhadap mahasiswa yang terlibat, semuanya akan ditentukan setelah hasil pemeriksaan keluar.

Selain itu, Unair juga menyoroti pentingnya menjaga etika di lingkungan akademik. Kampus menegaskan akan memperkuat langkah pencegahan melalui program Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT), yang dapat diakses oleh seluruh sivitas akademika.

“Artinya tidak hanya excellent dalam bidang pendidikan, tapi juga kami menekankan sisi morality di mana ada etika yang harus dijaga di lingkungan kampus,” jelas Pulung.

Kasus ini menjadi perhatian luas di media sosial dan memicu diskusi publik mengenai pengawasan serta pembinaan etika mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. 

Unair menegaskan komitmennya untuk menjaga reputasi institusi dengan tetap mengedepankan proses etik yang sedang berlangsung.

Ke depan, pihak kampus memastikan akan memperketat pengawasan dan memperkuat edukasi moral agar kejadian serupa tidak terulang kembali di lingkungan Universitas Airlangga.

Dua Tahun Memilih Diam, Suami Ini Akhirnya Ungkap Video CCTV yang Kini Viral

Rekaman CCTV dugaan perselingkuhan viral di media sosial. Sang suami mengaku telah mengetahui hubungan tersebut selama dua tahun dan mengumpulkan berbagai bukti.
Rekaman CCTV dugaan perselingkuhan viral di media sosial. Sang suami mengaku telah mengetahui hubungan tersebut selama dua tahun dan mengumpulkan berbagai bukti.

Rekaman CCTV Dugaan Perselingkuhan Viral, Suami Klaim Simpan Bukti Selama Dua Tahun

JAKARTA – Rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan perselingkuhan seorang wanita menjadi viral di media sosial setelah unggahan akun Instagram 24jam.CCTV ramai diperbincangkan. 

Dalam unggahan tersebut, seorang pria yang mengaku sebagai suami dari wanita dalam video menyatakan telah mengetahui dugaan hubungan tersebut sejak sekitar dua tahun lalu.

Pengakuan sang suami menarik perhatian publik karena ia mengaku memilih menyimpan persoalan rumah tangganya selama bertahun-tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk mengungkapnya ke ruang publik. 

Keputusan itu, menurutnya, diambil demi mempertimbangkan kondisi keluarga serta masa depan anak-anak mereka.

Suami Mengaku Kumpulkan Bukti Selama Dua Tahun

Dalam unggahan yang beredar, pria tersebut menyebut dirinya telah lama mengetahui adanya dugaan hubungan antara istrinya dan pria lain. 

Namun, ia tidak langsung mengambil langkah terbuka.

Selama dua tahun terakhir, ia mengaku berupaya mengumpulkan berbagai bukti untuk memperkuat dugaannya. 

Selain itu, ia juga menyebut telah berkonsultasi dengan pihak terkait dan menempuh sejumlah prosedur sebelum akhirnya memutuskan untuk membuka persoalan tersebut kepada publik.

Menurut pengakuannya, keputusan untuk diam selama ini bukan berarti menerima keadaan, melainkan sebagai upaya untuk memiliki dasar yang cukup apabila persoalan tersebut nantinya dibawa melalui jalur hukum.

Rekaman CCTV Jadi Sorotan Warganet

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang wanita yang diduga terekam kamera pengawas saat memasuki dan keluar dari kamar hotel yang sama dengan seorang pria.

Rekaman tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan di kalangan pengguna internet. 

Banyak warganet memberikan perhatian terhadap pengakuan sang suami yang disebut telah memendam persoalan rumah tangganya selama dua tahun.

Meski demikian, belum ada keterangan atau klarifikasi dari pihak yang disebut dalam unggahan tersebut terkait dugaan yang beredar.

Beragam Respons Muncul di Media Sosial

Unggahan tersebut memunculkan berbagai reaksi dari pengguna media sosial. Sebagian netizen memberikan dukungan kepada sang suami, sementara yang lain menyarankan agar persoalan tersebut diselesaikan melalui perceraian.

"Terimakasih pihak penginapan atau hotelnya mau berbagi rekaman cctvnya," tulis akun niaxxxxxx.

"Pengadilan akhirat sangat adil tapi di dunia juga mereka yang berbuat curang akan menemukan keadilannya," tulis akun hoexxxxxxx.

"Cerai mas apapun pertimbangannya asli ceraikan saja," tulis akun yog***********.

Video Masih Ramai Diperbincangkan

Hingga saat ini, video rekaman CCTV dugaan perselingkuhan tersebut masih menjadi perbincangan di media sosial. 

Beragam komentar dan pendapat terus bermunculan seiring meluasnya penyebaran video tersebut.

Perlu diketahui, informasi yang beredar berasal dari pengakuan yang diunggah melalui media sosial dan belum terdapat pernyataan resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam unggahan tersebut.

Viral di TikTok, Video Handuk Putih Anak vs Ibu Memicu Munculnya Mitos dan Link Berbahaya

Video Handuk Putih Anak vs Ibu viral di TikTok dan ramai dicari warganet. Masyarakat diminta waspada terhadap link palsu yang berpotensi mengandung phishing dan malware.
Video Handuk Putih Anak vs Ibu viral di TikTok dan ramai dicari warganet. Masyarakat diminta waspada terhadap link palsu yang berpotensi mengandung phishing dan malware.

JAKARTA -- Fenomena video "Handuk Putih Anak vs Ibu" kembali ramai diperbincangkan pengguna TikTok pada Sabtu (20/6/2026). Meningkatnya rasa penasaran publik membuat banyak orang mencari tautan video lengkap di berbagai platform digital, sementara sejumlah pihak mengingatkan adanya risiko keamanan siber dari link yang beredar.

Lonjakan pencarian video tersebut memicu beredarnya berbagai tautan yang belum jelas keamanannya. Kondisi ini dikhawatirkan dimanfaatkan pelaku kejahatan siber melalui metode phishing yang menargetkan pengguna yang penasaran terhadap konten viral.

Berdasarkan informasi yang dilansir Jawapos, cuplikan video yang beredar memperlihatkan seorang anak kecil yang baru selesai mandi dan masih mengenakan handuk putih. Dalam rekaman itu, sang ibu membantu mengeringkan tubuh anaknya sebagai bagian dari aktivitas pengasuhan sehari-hari.

Secara objektif, video tersebut tidak menampilkan peristiwa luar biasa. Konten itu hanya menggambarkan aktivitas domestik yang umum terjadi dalam kehidupan keluarga.

Namun, potongan video berdurasi singkat itu berkembang luas di media sosial dan memunculkan berbagai interpretasi dari warganet. Banyak unggahan ulang dan komentar yang tidak menyertakan konteks lengkap sehingga memicu beragam persepsi.

Di tengah viralnya video tersebut, muncul pula narasi yang mengaitkannya dengan mitos keberuntungan atau hoki bagi anak. Klaim tersebut menyebar melalui percakapan daring dan konten turunan di media sosial.

Hingga kini belum terdapat bukti ilmiah maupun penelitian yang mendukung klaim tersebut. Narasi mengenai keberuntungan lebih banyak muncul sebagai interpretasi pengguna internet yang belum terverifikasi.

Melansir Jawapos, fenomena ini menunjukkan bagaimana sebuah konten sederhana dapat berkembang menjadi berbagai persepsi ketika tersebar tanpa konteks utuh di ruang digital.

Lonjakan pencarian video juga dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan tautan palsu. Pakar keamanan digital mengingatkan bahwa link yang dibagikan melalui kolom komentar, pesan pribadi, maupun akun anonim berpotensi mengarah ke situs phishing.

Risiko yang dapat muncul antara lain pencurian akun media sosial melalui halaman login palsu, penyalahgunaan data pribadi seperti alamat email dan nomor telepon, pencurian data finansial hingga penyebaran malware pada perangkat pengguna.

Modus tersebut memanfaatkan rasa penasaran masyarakat terhadap konten viral untuk mengarahkan korban menuju situs yang tidak aman.

Karena itu, masyarakat diimbau lebih berhati-hati saat mengakses informasi dari sumber yang tidak dikenal. Pengguna internet juga disarankan tidak langsung mengklik tautan yang belum jelas asal-usulnya serta tidak mudah membagikan informasi yang belum terverifikasi.

Peningkatan literasi digital dinilai penting agar masyarakat lebih selektif dalam menyikapi konten viral sekaligus terhindar dari risiko kejahatan siber yang menyertainya.

Cuaca Kalbar 21 Juni 2026: Hujan Lebat Disertai Petir Diprediksi Melanda Sejumlah Daerah

Cuaca Kalbar 21 Juni 2026: Hujan Lebat Disertai Petir Diprediksi Melanda Sejumlah Daerah
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca Kalbar 21 Juni 2026. Hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi meluas ke sejumlah kabupaten hingga pukul 06.30 WIB.

PONTIANAK – BMKG Kalimantan Barat memperbarui peringatan dini cuaca pada Minggu, 21 Juni 2026 pukul 03.30 WIB. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat mulai pukul 03.50 WIB.

Wilayah yang berpotensi terdampak pada periode awal meliputi Kecamatan Siantan di Kabupaten Mempawah, Kecamatan Dedai, Kayan Hulu, dan Kelam Permai di Kabupaten Sintang, serta Kecamatan Silat Hilir di Kabupaten Kapuas Hulu.

BMKG menyebut kondisi cuaca tersebut berpotensi meluas ke berbagai daerah lain di Kalimantan Barat.

Beberapa wilayah yang diprakirakan terdampak antara lain Kabupaten Kapuas Hulu, Sambas, Mempawah, Sanggau, Ketapang, Sintang, Landak, Sekadau, Melawi, Kayong Utara, Kubu Raya, Kota Pontianak, hingga Kota Singkawang.

Di Kabupaten Sekadau, potensi hujan sedang hingga lebat dapat terjadi di Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau Hulu, Nanga Taman, Nanga Mahap, Belitang Hilir, Belitang Hulu, dan Belitang.

Sementara di Kabupaten Melawi, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Belimbing, Nanga Pinoh, Ella Hilir, Menukung, Sayan, Tanah Pinoh, Sokan, Pinoh Utara, Pinoh Selatan, Belimbing Hulu, serta Tanah Pinoh Barat.

Untuk Kota Pontianak, potensi hujan diprakirakan mencakup Pontianak Selatan, Pontianak Timur, Pontianak Barat, Pontianak Utara, Pontianak Kota, dan Pontianak Tenggara.

Prakirawan BMKG Kalimantan Barat menyampaikan kondisi cuaca tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 06.30 WIB.

Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan lebat, petir, dan angin kencang yang dapat mengganggu aktivitas maupun perjalanan pada pagi hari.

“Kami Akan Perbaiki Ini” Disdik Kalteng Bergerak Cepat Usai Video Pelajar di Kelas Jadi Sorotan

Disdik Kalteng evaluasi sekolah di Palangka Raya usai video pelajar viral, siapkan pengawasan CCTV dan penguatan karakter siswa di lingkungan pendidikan. (Foto ilustrasi)
Disdik Kalteng evaluasi sekolah di Palangka Raya usai video pelajar viral, siapkan pengawasan CCTV dan penguatan karakter siswa di lingkungan pendidikan. (Foto ilustrasi)

Palangka Raya, Kalteng — Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah melakukan evaluasi terhadap sebuah sekolah di Palangka Raya pada Sabtu (Juni 2026) setelah video pelajar yang diduga melakukan tindakan tidak pantas di ruang kelas beredar luas dan memicu perhatian publik.

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Reza Prabowo, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepala sekolah serta memanggil orang tua dari kedua siswa yang terlibat. Langkah ini dilakukan untuk menyelesaikan persoalan secara menyeluruh sekaligus memberikan pembinaan kepada para pelajar.

Selain itu, siswa yang terlibat telah dikenai sanksi dan diwajibkan menjalani pembinaan rutin melalui guru Bimbingan Konseling (BK).

Video Viral Terjadi Saat Jam Istirahat

Video tersebut diketahui mulai beredar sejak awal Juni 2026. Peristiwa yang terekam terjadi di lingkungan sekolah saat jam istirahat, bukan pada saat proses belajar mengajar berlangsung.

Meski demikian, Disdik Kalteng menilai kejadian tersebut tetap serius karena terjadi di area sekolah dan mencerminkan perlunya penguatan pengawasan serta pembinaan karakter siswa.

“Ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Hal-hal yang tidak baik di sekolah akan kita evaluasi,” ujar Reza Prabowo di Palangka Raya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, sesuai arahan Gubernur Agustiar Sabran, menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter peserta didik. Siswa diharapkan tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki etika, akhlak, dan sopan santun yang baik.

Reza juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut dan memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap sistem pengawasan sekolah.

Sebagai langkah pencegahan, Disdik Kalteng berencana meningkatkan sistem pengawasan di lingkungan sekolah, termasuk mengusulkan pemasangan kamera CCTV di ruang kelas dan area sekolah.

“Kami akan mencoba mengusulkan agar setiap sekolah dapat dipantau melalui CCTV sehingga memberikan rasa aman, tertib, dan dapat meminimalisir kejadian serupa,” jelasnya.

Selain itu, Disdik Kalteng juga memperkuat program pembinaan karakter siswa secara berkelanjutan agar lingkungan pendidikan tetap kondusif.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa kasus ini menjadi bahan evaluasi penting untuk memperkuat sistem pendidikan di Kalimantan Tengah, terutama dalam aspek pengawasan dan pembinaan perilaku siswa.

“Kami mohon doa dan dukungan semua pihak agar pendidikan di Kalimantan Tengah berjalan lebih baik, dan anak-anak kita memiliki adab serta etika yang sesuai harapan masyarakat,” tutup Reza.

Serius Ini di Kaltim?” Danau Jempang Tampilkan Alam dan Budaya Sekaligus

Dispar Kaltim mempromosikan Danau Jempang Kutai Barat sebagai destinasi wisata alam dan budaya di Sungai Mahakam dengan keindahan flora, fauna, dan Kampung Tanjung Isuy. (Foto ilustrasi)
Dispar Kaltim mempromosikan Danau Jempang Kutai Barat sebagai destinasi wisata alam dan budaya di Sungai Mahakam dengan keindahan flora, fauna, dan Kampung Tanjung Isuy. (Foto ilustrasi)

Danau Jempang Kutai Barat Jadi Sorotan Dispar Kaltim, Surga Tersembunyi di Alur Sungai Mahakam

Samarinda, Sabtu (20 Juni 2026) — Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) yang dipimpin Kepala Dispar Ririn Sari Dewi memaparkan potensi wisata alam dan budaya terpadu di kawasan Danau Jempang, Kabupaten Kutai Barat, pada Sabtu di Samarinda.

Paparan tersebut menyoroti Danau Jempang sebagai destinasi “surga tersembunyi” yang memadukan keindahan ekosistem air tawar dengan kekayaan budaya masyarakat lokal di tepiannya.

Danau Jempang memiliki luas sekitar 15.000 hektare dengan kedalaman rata-rata 7–8 meter dan merupakan salah satu danau terbesar di antara sekitar 76 danau di sepanjang aliran Sungai Mahakam.

“Danau Jempang menyuguhkan keindahan yang terintegrasi antara keanekaragaman flora, fauna, dan kekayaan budaya lokal yang menjadi kebanggaan kita bersama,” kata Kepala Dispar Kaltim Ririn Sari Dewi di Samarinda.

Selain panorama alam, kawasan ini menjadi habitat berbagai satwa liar, termasuk burung air seperti kuntul, bangau, walet, dan cangak yang kerap terlihat melintasi langit danau.

Ririn juga menjelaskan bahwa danau ini menjadi sumber kehidupan masyarakat melalui sektor perikanan dengan beragam ikan lokal yang hidup di perairan tersebut.

Di sisi lain, daya tarik budaya terpusat di Kampung Tanjung Isuy yang berada di tepian danau. Di kawasan ini, wisatawan dapat melihat langsung rumah-rumah adat tradisional serta karya kerajinan rotan dan ukiran kayu khas masyarakat setempat.

“Pengalaman wisata budaya pengunjung juga akan semakin menarik dengan kehadiran berbagai karya kerajinan tangan berbahan rotan serta ukiran kayu yang sangat artistik,” ujarnya.

Akses menuju lokasi tergolong menantang karena letaknya yang cukup terpencil. Dari Kota Samarinda, perjalanan darat menuju Tanjung Isuy memakan waktu sekitar 6,5 hingga 7 jam dengan jarak kurang lebih 213 kilometer.

Meski demikian, Dispar Kaltim menilai perjalanan tersebut akan terbayar dengan panorama alam Danau Jempang yang masih alami. Alternatif lain, wisatawan juga dapat menempuh jalur sungai menggunakan perahu dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keamanan.

Fenomena Air Dua Rasa di Danau Labuan Cermin Berau Jadi Sorotan, Pemerintah Turun Tangan Jaga Ekosistem

Danau Labuan Cermin Berau dijaga ketat oleh Pemprov Kaltim untuk melestarikan geoheritage air dua rasa di kawasan Geopark Sangkulirang Mangkalihat.
Danau Labuan Cermin Berau dijaga ketat oleh Pemprov Kaltim untuk melestarikan geoheritage air dua rasa di kawasan Geopark Sangkulirang Mangkalihat.

Danau Labuan Cermin Berau Dijaga Ketat, Pemprov Kaltim Perkuat Pelestarian Geoheritage Air Dua Rasa

BERAU, Kalimantan Timur – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat upaya pelestarian Danau Labuan Cermin di Kampung Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Sabtu, dengan mengintensifkan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat serta wisatawan guna menjaga ekosistem kawasan yang telah ditetapkan sebagai warisan geologi nasional.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Timur, Rusmadi, mengatakan pihaknya terus mengimbau pengunjung agar tidak merusak batuan karst dan tidak membuang sampah sembarangan demi mendukung keberlanjutan ekowisata di kawasan tersebut.

"Kami terus mengimbau pengunjung agar tidak merusak batuan karst dan membuang sampah sembarangan demi mendukung pelestarian pariwisata yang berkelanjutan," ujar Rusmadi di Samarinda.

Danau Labuan Cermin yang berada di Kampung Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, memiliki fenomena alam unik berupa lapisan air tawar di bagian atas dan air asin di bagian bawah yang bertemu secara seimbang. Keunikan hidrologi tersebut menjadikan kawasan ini ditetapkan sebagai Geoheritage atau Warisan Geologi pada 2024 melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 187.K/GL.1/MEM.G/2024.

Rusmadi menjelaskan, Danau Labuan Cermin juga menjadi salah satu situs geologi unggulan dalam kawasan Geopark Sangkulirang Mangkalihat yang saat ini menjadi kebanggaan Kalimantan Timur.

"Kawasan perairan ini juga merupakan salah satu komponen geologi unggulan yang berada di bawah naungan Geopark Sangkulirang Mangkalihat," katanya.

Secara geologi, kawasan tersebut terbentuk dari sistem bentang alam karst yang memiliki ekosistem danau air tawar dengan aliran menuju laut di bagian utara. Selain itu, terdapat kontak batu gamping klasik dengan lapisan napal dari Formasi Domaring yang diperkirakan berusia sekitar 12 hingga 15 juta tahun.

Struktur geologi kawasan ini juga dipengaruhi aktivitas Sesar Mangkalihat yang memunculkan mata air dengan arah memanjang dari barat laut ke tenggara.

"Struktur geologinya turut dipengaruhi oleh aktivitas sesar Mangkalihat yang memicu kemunculan mata air dengan arah membentang dari barat laut ke tenggara," ujar Rusmadi.

Untuk menjaga kelestarian kawasan wisata alam tersebut, Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Berau Pantai dari Dinas Kehutanan Kalimantan Timur diterjunkan untuk melakukan pengawasan secara langsung.

Pemerintah daerah juga melarang aktivitas yang berpotensi merusak vegetasi alami maupun mencemari kejernihan air Danau Labuan Cermin. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mempertahankan daya tarik wisata berbasis alam di Kabupaten Berau.

"Sosialisasi kelestarian lingkungan terus kami gencarkan agar masyarakat sekitar maupun pengunjung semakin menyadari pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di bentang permata karst Kaltim ini," tegas Rusmadi.

Keberadaan Danau Labuan Cermin Berau menjadi salah satu aset geowisata penting di Kalimantan Timur. Selain menawarkan panorama air yang sangat jernih, kawasan ini juga menyimpan nilai ilmiah dan geologi yang menjadikannya sebagai bagian penting dari konservasi alam serta pengembangan pariwisata berkelanjutan di daerah tersebut.