Iklan Tutup X

Senin, 06 Juli 2026

Teganya KPK, Bupati Langkat Belum Sempat Makan Durian Malah Ditangkap

Teganya KPK, Bupati Langkat Belum Sempat Makan Durian Malah Ditangkap
Teganya KPK, Bupati Langkat Belum Sempat Makan Durian Malah Ditangkap.
Kita lanjutkan kisah ditangkapnya Bupati Langkat, Ondim. Rupanya saat penangkapan, ia mau makan durian. Eh..KPK menciduk duluan. Tega benar dah, kan kemponan. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Ini bukan sekadarn OTT. Ini tragedi gastronomi nasional. Ini luka kolektif pecinta durian se-Asia Tenggara. Ini peristiwa membuat para penggemar Musang King, Montong, Bawor, Petruk, Jemongko hingga Durian Kampung mendadak berkabung tiga hari tiga malam sambil menghirup aroma kulit durian bekas.

Nuan bayangkan. Lebih dari 200 kepala daerah dari seluruh Indonesia sedang berkumpul di Lubuk Pakam, Deli Serdang. Forum resmi Forbisda APKASI bersama KADIN sudah selesai sekitar pukul lima sore. Saatnya masuk agenda paling ditunggu para pemimpin daerah, pesta durian. Bukan pesta babi ya.

Jam enam malam. Meja sudah dipenuhi durian. Ada durian montong yang badannya segede koper haji plus. Ada musang king yang wajahnya seperti bangsawan kerajaan buah-buahan. Ada bawor yang bentuknya mirip granat zaman Majapahit. Ada petruk yang aromanya sanggup membuat tetangga tiga gang mendadak datang silaturahmi.

Suasana hangat, akrab, dan penuh persaudaraan. Para bupati saling ngobrol, tertawa, bertukar pengalaman pembangunan daerah, berbagi cerita APBD, mungkin juga diam-diam membandingkan siapa paling kuat makan durian tanpa takut kolesterol naik.

Namun tiba-tiba...Ondim menghilang. Syah Afandin, Bupati Langkat periode 2025–2030, lenyap.

Para bupati mulai panik. “Mana Ondim?” “Tadi ada.” “Kok sekarang hilang?” “Jangan-jangan dia sudah duluan nyerbu durian premium.”

“Jangan-jangan lagi cari Musang King ukuran kambing.”

Ternyata bukan. Bukan ke toilet. Bukan ke parkiran. Bukan pula sedang bertapa di bawah pohon durian.

Tim KPK datang lebih cepat dari semut menemukan durian pecah. Lebih agresif dari lalat yang baru dapat kabar ada durian busuk. Lebih presisi dari  tendangan Messi ke gawang Cape Varde.

Lalu, byurrr! Bupati Langkat langsung diamankan. Katanya terkait dugaan suap proyek di Pemkab Langkat.

Astaga. Durian belum dibelah. Durian belum dibuka. Durian belum disendok. Durian belum difoto untuk status WA bertuliskan, “Nikmat mana lagi yang kau dustakan.” Malah sudah harus berhadapan dengan prosedur hukum.

Lae bayangkan sedihnya durian-durian itu. Mereka sudah matang sempurna. Sudah rela jatuh dari pohon. Sudah siap mengorbankan kulit berduri demi membahagiakan umat manusia. Namun calon penikmatnya justru berangkat menuju Jakarta. "Kasian, kemponan die," kata budak Pontianak.

Ini benar-benar kisah paling pahit sejak seseorang membeli durian mahal ternyata isinya cuma tiga pongge dan dua biji.

Syah Afandin sendiri bukan tokoh sembarangan. Ia adik mantan Gubernur Sumut, Syamsul Arifin. Politikus PAN. Kariernya melesat dari DPRD, menjadi Plt Bupati, lalu terpilih penuh sebagai Bupati Langkat periode 2025–2030.

Namun kini sejarah mungkin akan mengenangnya dengan gelar baru. "Bupati yang ditangkap sebelum makan durian."

Sebuah gelar yang terdengar seperti judul film festival buah internasional. Kronologinya pun seperti sinetron ijazah. OTT dilakukan di Binjai. Lalu merembet ke Medan. Kemudian menyentuh Deli Serdang. Total tujuh orang diamankan di tiga lokasi berbeda.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, ketika dikonfirmasi hanya menjawab singkat, “Benar.” Selesai. Tidak ada tambahan.

Tidak ada penjelasan apakah durian akhirnya disita sebagai barang bukti. Tidak ada keterangan apakah tersangka sempat mencium aromanya. Tidak ada informasi apakah ada kompensasi berupa durian frozen.

Sementara itu, para bupati lain kemungkinan tetap makan durian sambil termenung. Ada yang menyendok perlahan. Ada yang mengunyah sambil geleng kepala.

Ada yang berkata lirih, “Kasihan Ondim. Padahal duriannya fresh.” Yang lain mungkin berbisik, “Jangan-jangan KPK datang karena tidak kebagian durian.”

Tentu saja korupsi harus diberantas. Tidak boleh ditawar. Tidak boleh dikompromikan. Tetapi rakyat kecil tetap berhak bertanya dengan nada dramatis ala sinetron jam tujuh malam.

Kenapa harus pas pesta durian? Kenapa tidak sesudah dua pongge. Atau minimal sesudah satu biji Musang King?

Karena kini sejarah Indonesia bertambah satu bab baru. Ada orang kehilangan jabatan. Ada orang kehilangan kebebasan. Ada pula orang yang kehilangan kesempatan menikmati durian terbaik Sumatera Utara.

Sungguh tragis. Sungguh epik. Sungguh montong sekali.

Foto Ai hanya ilustrasi
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar
#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

Minggu, 05 Juli 2026

DPC Partai Demokrat Kayong Utara Gelar Rakercab, Tegaskan Komitmen Dukung Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati

 

Foto bersama pengurus, kader dan simpatisan partai Demokrat Kayong Utara dalam rangkaian kegiatan Rakercab tahun 2026 di hotel Mahkota Kayong Sukadana Minggu (5/7/2026)
Kayong Utara - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kayong Utara menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Tahun 2026 yang digelar di hotel Mahkota Kayong Sukadana, Minggu (5/7/2026).

Dalam sambutanya, ketua DPC partai Demokrat Kayong Utara Sarnawi SH mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu cara sebagai wadah silturahmi bagi seluruh pengurus, kader maupun simpatisan guna memperteguh semangat soliditas dan kebersamaan demi kebesaran partai. 

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan Rakercab juga sebagai bagian dari kewajiban pengurus sebagaimana amanat dalam AD/ART partai. 

"Dalam AD/ART, Rakercab adalah kegiatan wajib yang diselenggarakan oleh DPC agar para kader dan simpatisan tetap solid dan menjadi wadah silaturahmi bersama," kata Sarnawi saat menyampaikan sambutanya.

Di momen itu Sarnawi juga menegaskan bahwa partai Demokrat Kayong Utara mendukung penuh kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati Kayong Utara saat ini. 

Sebagai salah satu partai pengusung, menurut dia bahwa partai Demokrat Kayong Utara berharap agar Pemerintah Daerah lebih menguatkan ikhtiar pada bidang penguatan ekonomi masyarakat, serta mendukung investasi. 

Ia menambahkan pogram unggulan daerah yang sudah berjalan selama ini seperti Pendidikan dan Kesehatan gratis menurut partai Demokrat untuk dapat diteruskan. Peningkatan infrastukrur juga diharapkan lebih dapat menunjukan hasil nyata.

"Saat ini partai Demokrat mendukung Pemerintah Daerah agar fokus pada bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan serta inprastuktur. Semua hal itu bertujuan itu demi kepentingan masyarakat luas," kata Sarnawi. 

Rakercab ini dihadiri utusan dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) partai Demokrat provinsi Kalimantan Barat, ketua DPC Demokrat kabupaten Ketapang serta anggota dewan maupun struktur dan simpatisan partai.(*/)

KORMA Kalbar 2026 Resmi Ditutup, Perkuat Silaturahmi dan Lahirkan Atlet Madrasah Berprestasi

Foto: Malam Penutupan Kompetisi Olahraga Madrasah (KORMA) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026

KUBU RAYA - Kompetisi Olahraga Madrasah (KORMA) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 resmi ditutup Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I., di halaman MAN 1 Kubu Raya, Kecamatan Rasau Jaya, Sabtu 4 Juli 2026 malam.

Ajang yang berlangsung 1-4 Juli 2026 itu diikuti 14 kontingen kabupaten/kota se-Kalbar. Cabang yang dipertandingkan meliputi bola voli putra-putri, bulu tangkis, dan tenis meja di MAN 1 Kubu Raya, MTs Al Muhajirin, MTsN Kubu Raya, MIN 2 Kubu Raya, dan GOR Omber Sport Limbung.

Sebelumnya, KORMA 2026 dibuka Wakil Bupati Kubu Raya H. Sukiryanto pada 1 Juli 2026 di halaman Kantor Bupati Kubu Raya. Persiapan panitia dimulai sejak 3 Juni 2026 meliputi pembentukan panitia, rakor, sosialisasi, audiensi, technical meeting, hingga finalisasi sarana.

Kepala Kanwil Kemenag Kalbar Muhajirin Yanis menyebut KORMA sebagai wadah strategis bagi peserta didik madrasah mengembangkan potensi olahraga sekaligus membentuk karakter sportif dan berdaya saing.

“Dengan adanya pertandingan tingkat provinsi, motivasi siswa untuk terus berlatih dan meningkatkan prestasi semakin besar. Kami berharap lahir atlet madrasah yang harumkan nama Kalbar di tingkat regional, nasional hingga internasional,” ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah daerah terus mendukung pembinaan. “Anak-anak ini aset daerah yang dapat dipersiapkan untuk PORDA maupun kejuaraan lainnya,” katanya.

Wabup H. Sukiryanto mengapresiasi suksesnya KORMA yang mempererat silaturahmi antarsiswa madrasah se-Kalbar. 

“Kegiatan ini membuktikan siswa madrasah tidak hanya belajar agama, tetapi juga berprestasi di bidang olahraga. Olahraga membangun karakter, disiplin, sportivitas, dan ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.

Pemkab Kubu Raya, lanjutnya, mendukung penuh mulai pembukaan, penyambutan kontingen, fasilitas, hingga penyerahan hadiah.

Kepala Kemenag Kubu Raya Dr. M. H. Ekhsan, S.Ag., M.Si., bersyukur seluruh rangkaian berjalan aman dan tertib. Ia mencontohkan nilai madrasah saat pertandingan voli dihentikan saat azan Magrib untuk salat berjamaah.

“Keberhasilan ini hasil kerja sama panitia, Kemenag kabupaten/kota, KKM, pengawas, Dharma Wanita, dan relawan,” ujarnya.

Upacara penutupan diakhiri penyerahan trofi dan pelepasan kontingen. Dengan tema “Madrasah Sehat, Sportif, dan Juara”, KORMA 2026 diharapkan menjadi momentum lahirnya atlet berprestasi sekaligus memperkuat persaudaraan warga madrasah di Kalbar. (Tim/Red)


Sabtu, 04 Juli 2026

Gubernur Ria Norsan Minta PLN Segera Perbaiki Mesin Rusak, Pemadaman 5-6 Jam Ganggu Masyarakat

Foto: Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan 

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan akhirnya buka suara terkait pemadaman listrik berjam-jam yang terjadi di Kalbar.

Dalam keterangannya, Norsan mengaku telah berkoordinasi dengan PLN dan Pertamina untuk memastikan penyebab gangguan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pemadaman disebabkan adanya mesin yang mengalami kerusakan.

“Kita udah menyampaikan kepada PLN, juga kepada Pertamina, takut ada hubungannya minyak. Ternyata katanya mesinnya ada yang rusak,” ujar Ria Norsan.

Ia meminta PLN segera mempercepat perbaikan karena pemadaman yang berlangsung 5–6 jam telah mengganggu aktivitas masyarakat.

“Saya minta tolong kepada pimpinan PLN, untuk segera mungkin perbaiki mesin yang rusak,” tegasnya. (Tim/Rh)


Dua Kubu PWI Kalbar Bersatu, Ria Norsan Siap Sinergi Bangun Daerah

Dua Kubu PWI Kalbar Bersatu, Ria Norsan Siap Sinergi Bangun Daerah
Dua Kubu PWI Kalbar Bersatu, Ria Norsan Siap Sinergi Bangun Daerah.
Pontianak, Jumat, 3 Juli 2026 - Kota Pontianak menjadi saksi sejarah runtuhnya tembok pemisah internal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat. 

Jumat, 3 Juli 2026, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara terbuka menyatakan dukungan penuh atas rekonsiliasi total lembaga pers tertua tersebut. Sinergi kuat pemerintah daerah bersama nakhoda baru pers kini siap mengakselerasi kemajuan wilayah.

Konflik panjang kini berganti kolaborasi instansi. Momentum epik ini menandai berakhirnya masa kelam dualisme kepengurusan lokal. Riak perpecahan melebur demi kepentingan publik bumi khatulistiwa.

"Sangat baik bagi Kalbar. Kami siap bersinergi dengan segenap insan pers dalam membangun daerah," tutur Ria Norsan penuh optimisme.

Pernyataan strategis tersebut meluncur langsung kala menerima kunjungan fungsionaris teras organisasi. 

Kehadiran figur penting membawa angin segar bagi iklim keterbukaan informasi publik. Pemerintah daerah membutuhkan mitra kritis, objektif, sekaligus solutif guna mengawal program strategis provinsi.

Persatuan ini diyakini mampu meningkatkan kualitas jurnalisme lokal secara masif. Wartawan daerah dapat kembali fokus menjalankan fungsi kontrol sosial tanpa sekat friksi internal. 

Energi positif kepengurusan baru diproyeksikan mempercepat penyebaran berita edukatif, akurat, bebas hoaks ke seluruh pelosok Kalimantan Barat.

SK Pusat Resmi
Legalitas kepengurusan baru kini berdiri kokoh tanpa keraguan hukum. Keputusan mufakat tertuang melalui Surat Keputusan PWI Pusat Nomor: 086-PGS/PP-PWI/VII/2026. 

Dokumen resmi tersebut menjadi landasan yuridis kuat, sekaligus memvalidasi struktur kepemimpinan rekonsiliatif.

Ketua PWI Kalbar Kundori ,Jauhari Sekertaris dan bendahara , Wawan Suwandi, beresrta jajaran pengurus  PWI Kalbar  sepakat dan menegaskan bahwa momentum penyatuan langkah merupakan amanat suci Kongres Persatuan PWI Cikarang, Jawa Barat, tahun 2025 silam. 

Komitmen tersebut akhirnya tuntas terwujud nyata wilayah Kalimantan Barat. Ego kelompok runtuh, digantikan semangat pengabdian profesi tanpa batas.

Langkah maju ini diprediksi memicu domino positif bagi ekosistem media nasional. 

PWI Kalbar kini bertransformasi menjadi role model penyelesaian konflik organisasi pers tanah air. 

Penguatan kompetensi wartawan lewat jurnalisme sastrawi, pelatihan digital, serta sertifikasi resmi kini kembali menjadi prioritas utama kerja kepengurusan.

Masyarakat menaruh harapan besar pundak kepengurusan bersatu. Pers sehat, pemerintahan kuat, masyarakat sejahtera bukan lagi sekadar impian kosong. Babak baru perjuangan pena Kalimantan Barat resmi dimulai hari ini.

Jumat, 03 Juli 2026

FORBASI Kubu Raya Optimistis Raih Prestasi Terbaik di FORPROV II KORMI Kalbar

Foto: Atlet FORBASI Kubu Raya Untuk FORPROV II KORMI Kalbar di Kota Singkawang 

KUBU RAYA - Ketua FORBASI Provinsi Kalimantan Barat Syarif Rudiansyah Al-Qadrie, S.H., optimistis kontingen FORBASI Kabupaten Kubu Raya mampu meraih prestasi terbaik pada FORPROV II KORMI Kalimantan Barat di Kota Singkawang.

Optimisme itu didasarkan pada kesiapan atlet yang telah menjalani latihan intensif dan memiliki semangat juang tinggi untuk membawa nama daerah.

“Kubu Raya memiliki potensi besar di cabang olahraga baris dan diyakini mampu bersaing dengan kontingen kabupaten/kota lain di Kalimantan Barat,” ujar Syarif Rudiansyah.

FORPROV II KORMI Kalbar berlangsung 11 Juli 2026 di GOR Mulia STIE Singkawang. Ajang ini menjadi wadah atlet olahraga masyarakat menunjukkan kemampuan, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan prestasi olahraga rekreasi di Kalimantan Barat. (Jm)


Cara Mengelola Arus Kas UMKM untuk Menghindari Defisit Keuangan yang Fatal

Cara Mengelola Arus Kas UMKM untuk Menghindari Defisit Keuangan yang Fatal
Cara Mengelola Arus Kas UMKM untuk Menghindari Defisit Keuangan yang Fatal. 

Di tahun 2026, banyak pelaku UMKM di Indonesia merasakan tekanan dari biaya operasional yang terus naik dan daya beli konsumen yang belum sepenuhnya pulih. Tanpa pengelolaan arus kas yang tepat, usaha kecil bisa dengan mudah tergelincir ke dalam defisit yang berujung fatal. Saat ini, menjaga likuiditas bukan lagi sekadar strategi, melainkan kebutuhan mendasar agar bisnis tetap bertahan. 

Salah satu langkah yang bisa Anda pertimbangkan adalah mengakses pinjaman online ojk yang aman dan terpercaya. Namun, sebelum mencari pendanaan tambahan, Anda perlu membangun fondasi keuangan yang kokoh terlebih dahulu. Artikel ini akan memandu Anda melalui lima strategi praktis untuk mengelola arus kas secara efektif, sehingga bisnis tetap stabil meski dihadang ketidakpastian ekonomi.

Lima Strategi Utama Mengelola Arus Kas

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda terapkan untuk menghindari defisit keuangan yang fatal.

1. Buat Proyeksi Arus Kas yang Realistis

Proyeksi arus kas bulanan memungkinkan Anda memprediksi pemasukan dan pengeluaran dengan lebih akurat. Dengan memperhitungkan tren penjualan, biaya rutin, hingga kemungkinan fluktuasi harga bahan baku, Anda bisa mendeteksi potensi kekurangan dana jauh sebelum terjadi. Ini bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi peta yang membantu Anda menentukan kapan perlu menambah modal atau menunda ekspansi.

Menurut komunitas bisnis, proyeksi yang realistis membuat Anda lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan besar, terutama saat kondisi ekonomi masih belum pasti. Dengan begitu, Anda tidak akan gegabah melakukan ekspansi yang justru bisa memicu tekanan pada arus kas.

2. Disiplin dalam Menyusun Anggaran

Anggaran yang disiplin memastikan setiap rupiah yang Anda keluarkan benar-benar tepat sasaran. Pisahkan biaya operasional esensial dari pengeluaran yang bisa ditunda, karena di sinilah letak perbedaan antara usaha yang likuid dan yang mulai limbung. Dengan sistem yang ketat, Anda bisa meminimalkan pemborosan dan menjaga kestabilan keuangan sehari-hari.

Praktik ini juga membantu Anda mengantisipasi kenaikan biaya logistik dan energi yang kerap menjadi tantangan di tahun 2026. Kalau Anda sudah memiliki anggaran yang solid, perubahan mendadak di luar rencana tidak akan langsung menggerus cadangan dana Anda.

3. Manfaatkan Teknologi Digital untuk Efisiensi

Saat ini, digitalisasi bukan lagi barang mewah, melainkan alat yang sangat membantu efisiensi keuangan UMKM. Dengan aplikasi pencatatan keuangan atau sistem pembayaran digital, Anda bisa memantau arus kas secara real-time tanpa repot menghitung manual. Transparansi ini membuat Anda lebih cepat menyadari jika ada kebocoran di sana-sini. 

Selain itu, adopsi teknologi membuka akses ke pasar yang lebih luas dan meningkatkan kepercayaan mitra bisnis. Pemerintah dan berbagai komunitas bisnis pun terus mendorong pelaku usaha kecil untuk go digital sebagai strategi bertahan di tengah tekanan ekonomi global.

4. Diversifikasi Sumber Pendapatan Anda

Mengandalkan satu sumber pendapatan saja membuat usaha Anda rentan terhadap fluktuasi pasar. Kalau tiba-tiba permintaan di segmen utama menurun, arus kas bisa langsung terpukul. Oleh karena itu, diversifikasi produk atau layanan menjadi kunci untuk menambah stabilitas. 

Misalnya, jika Anda bergerak di bidang kuliner, coba tambahkan layanan pesan antar atau produksi makanan kemasan yang tahan lama. Dengan begitu, pemasukan tetap mengalir dari berbagai sisi, dan risiko defisit bisa dikurangi secara signifikan.

5. Kelola Utang dengan Bijak

Utang bisa menjadi pendorong ekspansi, tapi tanpa kendali yang tepat, ia justru akan menjadi beban. Anda perlu memastikan bahwa rasio utang terhadap pendapatan tetap dalam batas sehat, serta menghindari pinjaman dengan bunga tinggi yang bisa menggerogoti margin. Prioritaskan juga pembayaran tepat waktu agar reputasi kredit Anda tetap terjaga.

Dengan manajemen utang yang cermat, Anda tidak hanya mengurangi risiko gagal bayar, tetapi juga membangun kepercayaan dengan lembaga keuangan. Ini akan memudahkan Anda mengakses pendanaan di masa depan tanpa harus panik saat kebutuhan mendesak muncul.

Mengelola arus kas adalah perpaduan antara perencanaan matang, disiplin harian, dan kesiapan menghadapi perubahan. Dengan proyeksi realistis, anggaran ketat, pemanfaatan teknologi, diversifikasi pendapatan, serta pengelolaan utang yang bijak, Anda bisa menjaga likuiditas usaha dan menghindari defisit yang dapat mematikan bisnis.

Langkah Selanjutnya: Buat Cashflow Lebih Sehat Bersama Adapundi 

Setelah menerapkan strategi di atas, Anda mungkin masih memerlukan dukungan pembiayaan yang cepat dan transparan. Sebagai solusi modern, pinjaman online OJK bisa menjadi alternatif, sekarang ada banyak pindar yang bisa diandalkan untuk membantu pendanaan dari keperluan bisnis sampai kebutuhan tambahan keluarga.

Salah satu pindar legal yang bisa dipilih adalah Adapundi , yang menyediakan akses dana hingga Rp100 juta dengan pengajuan mudah cukup KTP dan no HP, tanpa perlu jaminan.

Proses pencairan di Adapundi juga terbilang cepat, cukup hitungan menit dana cair langsung ke rekening. Juga, hangan takut ada biaya tersembunyi, karena semua biaya di Adapundi akan disampaikan secara transparan, dari limit, tenor, sampai biaya lainnya.

Bagi UMKM, tentu Adapundi bisa menjadi opsi pendanaan ketika membutuhkan tambahan dana yang cepat tanpa ribet dengan proses panjang. Saatnya mengambil langkah proaktif untuk memastikan bisnis Anda tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh di tengah tantangan ekonomi 2026.

Wabup Sukiryanto Lepas 272 Atlet FORBASI Kubu Raya, Targetkan Prestasi di FORPROV II KORMI Kalbar

Foto: Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto Melepas 272 Atlet Baris Forbasi di FORPROV II KORMI Kalbar di GOR Mulia STIE Singkawang 

KUBU RAYA - Wakil Bupati Kubu Raya H. Sukiryanto secara resmi melepas 272 atlet Barisan Indonesia (FORBASI) Kabupaten Kubu Raya yang akan berlaga di Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) II KORMI Kalimantan Barat di GOR Mulia STIE Singkawang.

Pelepasan dihadiri pelatih, ofisial, pengurus FORBASI, dan atlet dari berbagai kategori. Ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemkab Kubu Raya terhadap pembinaan olahraga masyarakat cabang baris.

“Jaga kekompakan, disiplin, dan sportivitas. Tampilkan kemampuan terbaik untuk mengharumkan nama Kabupaten Kubu Raya,” pesan H. Sukiryanto.

Ketua FORBASI Provinsi Kalbar Syarif Rudiansyah Al-Qadrie, S.H., optimistis kontingen Kubu Raya meraih prestasi terbaik. 

“Atlet sudah latihan intensif dan punya semangat juang tinggi. Kubu Raya punya potensi besar di cabang baris dan mampu bersaing dengan kabupaten/kota lain,” ujarnya.

FORPROV II KORMI Kalbar berlangsung 11 Juli 2026 di Singkawang sebagai wadah atlet olahraga masyarakat menunjukkan kemampuan, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan prestasi olahraga rekreasi di Kalbar. (Jm)


Target Tiga Besar, KORMI Kubu Raya Kirim 511 Pegiat Olahraga ke FORPROV II Kalbar

Foto: Ketua Umum KORMI Kubu Raya Sumangel 

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melepas Kontingen Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Kubu Raya untuk berlaga di Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Provinsi (FORPROV) II Kalimantan Barat, Jumat 3 Juli 2026 di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya. FORPROV II digelar di Kota Singkawang, 5–12 Juli 2026.

Pelepasan dilakukan Wakil Bupati H. Sukiryanto mewakili Bupati yang berhalangan hadir.

Ketua Umum KORMI Kubu Raya Sumangel menyebut kontingen berjumlah 511 orang terdiri atlet, pelatih, dan ofisial. Mereka akan bertanding di 19 induk olahraga (inorga) plus 2 inorga kategori ekspedisi.

Persiapan dilakukan sejak Mei-Juni melalui training center satu bulan dengan dana hibah Pemkab Rp200 juta. 

“Pada FORPROV pertama Kubu Raya peringkat enam. Tahun ini target naik ke tiga besar, bahkan bersaing juara umum. Andalan kami PBBI dan IDCA yang sudah berprestasi nasional,” ujar Sumangel.

Ia menegaskan KORMI fokus membangun budaya hidup sehat, kebugaran, dan kebahagiaan. “Jaga kesehatan, nama baik daerah, dan sportivitas. Sesuai moto KORMI: kalah menang tetap senang,” katanya.

Kadispopar Kubu Raya Indah Yuliastuti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan menyebut dukungan hibah sebagai motivasi agar peserta tampil maksimal.

Wabup H. Sukiryanto berpesan agar kontingen membawa amanah masyarakat. 

“Jangan hanya berangkat bertanding, tapi pulang bawa medali dan harumkan nama Kubu Raya. Jaga disiplin dan kekompakan,” tegasnya.

Kontingen dijadwalkan bertolak ke Singkawang 5 Juli 2026 dengan target meningkatkan peringkat Kubu Raya di ajang olahraga masyarakat tingkat provinsi. (Jm)


$251 Million in Cash Found Hidden Inside Iraqi Deputy Oil Minister's Wall as Anti-Corruption Crackdown Expands

$251 Million in Cash Found Hidden Inside Iraqi Deputy Oil Minister's Wall as Anti-Corruption Crackdown Expands
$251 Million in Cash Found Hidden Inside Iraqi Deputy Oil Minister's Wall as Anti-Corruption Crackdown Expands

The discovery of $251 million in cash hidden behind a wall inside the home of Iraq's Deputy Oil Minister for Distribution Affairs, Ali Maarij Al Bahadly, has become one of the most striking developments in the country's ongoing anti-corruption campaign.

Investigators raided Al Bahadly's residence over the weekend and uncovered approximately US$14 million (around Rp251.3 billion) in cash concealed inside a wall near the property's swimming pool. The money consisted of US$11 million in U.S. dollars and four billion Iraqi dinars, worth roughly US$3 million.

Photos released by Iraq's Judicial Council show investigators using a jackhammer to break through the wall before discovering multiple suitcases packed with stacks of U.S. dollars and Iraqi dinars. Authorities also recovered several boxes of valuables, including a gold Rolex watch.

The raid is part of a sweeping anti-corruption campaign launched by Iraqi Prime Minister Ali al-Zaidi, who took office on May 14, 2026. The government previously announced the arrest of 47 corruption suspects in a single day, including cabinet officials and members of parliament, underscoring its efforts to tackle Iraq corruption.

$251 Million in Cash Found Hidden Inside Iraqi Deputy Oil Minister's Wall as Anti-Corruption Crackdown Expands
$251 Million in Cash Found Hidden Inside Iraqi Deputy Oil Minister's Wall as Anti-Corruption Crackdown Expands

As Deputy Oil Minister for Distribution Affairs, Al Bahadly oversaw the allocation and sale of refined fuel products across Iraq. The position is considered highly sensitive because it involves direct oversight of private fuel traders, distribution companies, and provincial fuel quotas.

The chief judge of Iraq's Central Criminal Court for Corruption said the cash was discovered during the initial stage of the investigation, adding that the inquiry remains ongoing.

Al Bahadly has since been arrested and is facing legal proceedings before Baghdad's Central Anti-Corruption Criminal Court, which handles major financial crimes involving senior government officials.

The Iraqi government has also reported recovering billions of Iraqi dinars, seizing properties in Baghdad and overseas, and securing prison sentences for several convicted officials. The campaign is widely viewed as an effort to restore public confidence in the country's institutions after years of widespread corruption.

$251 Million in Cash Found Hidden Inside Iraqi Deputy Oil Minister's Wall as Anti-Corruption Crackdown Expands
$251 Million in Cash Found Hidden Inside Iraqi Deputy Oil Minister's Wall as Anti-Corruption Crackdown Expands.

However, analysts remain cautious about the long-term impact of the crackdown. Harith Hasan, a researcher at the Arab Centre for Research and Policy Studies, believes the campaign could lose momentum once it begins to face significant political or security costs.

According to Hasan, the success of the operation will ultimately depend not only on high-profile arrests but also on the government's willingness to apply the law consistently. He said additional arrests are still possible, although mounting political pressure could slow future investigations.

The case involving Ali Maarij Al Bahadly has attracted widespread attention because of the extraordinary amount of cash allegedly linked to corruption. As the legal process continues, many Iraqis are watching closely to see whether the government's anti-corruption drive will produce lasting reforms and greater accountability.