Iklan Tutup X

Kamis, 04 Desember 2025

Kisruh Video Viral 19 Menit! Terungkap Hanya Deepfake AI, Sweet Zannat Tidak Terlibat dan Dua Penyebar Hoaks Sudah Minta Maaf

Ikuti kami:
Google
Kisruh Video Viral 19 Menit! Terungkap Hanya Deepfake AI, Sweet Zannat Tidak Terlibat dan Dua Penyebar Hoaks Sudah Minta Maaf
Kisruh Video Viral 19 Menit! Terungkap Hanya Deepfake AI, Sweet Zannat Tidak Terlibat dan Dua Penyebar Hoaks Sudah Minta Maaf.

JAKARTA - Fenomena “video 19 menit” kembali jadi bahan perbincangan panas di berbagai platform media sosial. Mulai dari TikTok, Instagram, X, hingga Facebook, warganet ramai memburu link yang disebut-sebut berisi rekaman kontroversial berdurasi 19 menit 34 detik.

Tren ini pertama kali meledak di India sebelum akhirnya merambah ke berbagai negara, memicu rasa penasaran, perdebatan publik, sampai banjir komentar nyeleneh.

Namun setelah ditelusuri lebih jauh, dugaan kuat menunjukkan bahwa video tersebut bukanlah rekaman asli, melainkan konten deepfake yang diproduksi menggunakan kecerdasan buatan (AI). Sayangnya, sebelum fakta itu terungkap, sejumlah nama ikut terseret dalam arus hoaks, salah satunya influencer muda Sweet Zannat.

Awal Mula Misinformasi Video 19 Menit

Kisruh ini dimulai pada akhir November 2025 ketika sebuah cuplikan yang diklaim melibatkan sepasang kekasih Instagram beredar di beberapa grup Telegram. Klip itu langsung menyebar luas tanpa adanya verifikasi ataupun keterangan resmi dari pihak terkait.

Minimnya informasi justru membuka ruang spekulasi. Sebagian warganet menuding video tersebut adalah potongan lama dari situs dewasa, sementara lainnya menduga rekaman itu adalah hasil rekayasa AI. Dugaan ini makin kuat setelah muncul “Season 2” dan “Season 3”, yang dengan jelas menunjukkan bahwa ini adalah konten buatan, bukan kejadian nyata.

Nama Sweet Zannat Terseret Tanpa Bukti

Nama influencer Sweet Zannat, yang berasal dari Mahendraganj, Meghalaya, tiba-tiba ikut terbawa arus rumor. Melalui akun Instagram @sweet_zannat_12374, ia biasanya mengunggah konten ringan tentang kesehariannya. Namun belakangan, kolom komentarnya dipenuhi pertanyaan bernada tuduhan seperti “19 menit itu kamu?”, meski wajahnya sama sekali tidak mirip dengan sosok di video.

Lebih jauh lagi, pemeran perempuan dalam video tampak fasih berbahasa Inggris, sementara Zannat sendiri mengakui bahwa ia belum mahir memakai bahasa tersebut. Perbedaan ini sebenarnya sudah cukup menjadi bukti tidak relevannya tudingan warganet, namun rumor tetap menyebar secara masif.

Respons Klarifikasi Zannat Justru Ikut Viral

Tak ingin isu berkembang liar, Zannat akhirnya memberikan klarifikasi melalui sebuah video. Dalam gaya yang santai dan apa adanya, ia meminta publik membandingkan wajahnya dengan perempuan dalam video.

“Lihat dulu wajah saya, lalu lihat video itu. Jelas tidak mirip,” ujarnya sambil tersenyum. Ia juga menyayangkan banyaknya komentar yang menyeret-nyeret namanya.
Dalam nada bercanda, Zannat bahkan menambahkan, “Perempuan di video itu lancar bahasa Inggris, saya belum lulus SMA. Tapi ya syukurlah, follower saya bertambah.”

Video klarifikasi ini justru ikut viral dan ditonton jutaan kali di Instagram serta YouTube.

Dua Penyebar Video Palsu Datang Meminta Maaf

Tak lama setelah klarifikasi itu beredar, dua pemuda yang diduga ikut menyebarkan video palsu tersebut datang ke rumah Zannat untuk meminta maaf secara langsung.
Dalam unggahan terbaru, Zannat menuliskan bahwa masalah sudah diselesaikan dan kedua pelaku menyadari kesalahan mereka.

Rekaman permintaan maaf itu kini mendekati 10 juta tayangan, menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap isu ini.

Maraknya Penipuan Berkedok “Link Asli 19 Menit”

Di tengah kekacauan informasi, sejumlah oknum memanfaatkan situasi dengan menyebarkan tautan palsu yang mengklaim menyediakan “video asli 19 menit”. Padahal sebagian besar link tersebut mengarah ke malware, situs phishing, atau modus pencurian data.

Pakar siber memastikan bahwa video yang beredar adalah deepfake. Beberapa indikator manipulasi terlihat jelas, seperti ketidaksinkronan gerakan mulut, pencahayaan wajah, dan transisi adegan yang tidak alami.

Bahkan rumor lanjutan seperti adanya korban bunuh diri akibat video ini dipastikan merupakan hoaks belaka.

Pelajaran Penting dari Kasus Sweet Zannat

Kasus ini kembali menegaskan bahayanya penyebaran informasi tanpa verifikasi. Teknologi deepfake memungkinkan manipulasi visual yang sangat meyakinkan, membuat siapa pun rentan menjadi korban fitnah digital.

Otoritas siber India mengimbau masyarakat untuk bijak dalam membagikan konten, memeriksa kebenaran informasi, serta menghindari klik tautan mencurigakan yang bisa mencuri data pribadi.

Zannat Tetap Optimis di Tengah Badai Hoaks

Meski namanya sempat tercemar, Sweet Zannat tetap berusaha menjaga sikap positif.

“Saya tidak ada hubungan dengan video itu. Ini murni kesalahpahaman yang sering terjadi di media sosial,” ujarnya dalam sebuah unggahan.

Walaupun pencarian “video 19 menit” masih mendominasi tren, publik kini mulai memahami bahwa konten tersebut hanyalah hasil rekayasa AI.
Harapannya, semakin banyak pengguna internet yang lebih berhati-hati sebelum mempercayai dan menyebarkan informasi sensitif.

Tetap waspada dan cek fakta sebelum klik atau share, ya!

Google Logo Follow
Ria Sartika
Ria Sartika
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.