Stok Ayam Dan Telur Kalbar Aman

Kamis, 12 Maret 2026

Stok Ayam Dan Telur Kalbar Aman

Stok ayam ras pedaging dan telur ayam ras Kalbar dipastikan aman menjelang Idul Fitri 1447 H. Namun pasokan sapi potong masih bergantung dari luar daerah.
Stok ayam ras pedaging dan telur ayam ras Kalbar dipastikan aman menjelang Idul Fitri 1447 H. Namun pasokan sapi potong masih bergantung dari luar daerah. (Gambar ilustrasi AI)

Menjelang Idul Fitri 1447 H, Kalbar Surplus Ayam dan Telur Namun Sapi Masih Kurang

Pontianak – Ketersediaan komoditas peternakan strategis di Provinsi Kalimantan Barat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dipastikan dalam kondisi aman. Pemerintah daerah menyebut stok ayam ras pedaging dan telur ayam ras mencukupi bahkan mengalami surplus berdasarkan proyeksi neraca produksi tahunan.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat, Ignatius I.K., mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap produk peternakan diperkirakan tetap terpenuhi selama periode Ramadan hingga Lebaran. Namun, untuk komoditas daging sapi, Kalbar masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Ia menjelaskan produksi ayam ras pedaging Kalbar saat ini masih mampu memenuhi konsumsi masyarakat sepanjang tahun. Bahkan, berdasarkan proyeksi produksi, terdapat kelebihan pasokan yang cukup signifikan.

Menurutnya, neraca produksi menunjukkan daging ayam ras mengalami surplus lebih dari 12 ribu ton dalam satu tahun. Kondisi ini menunjukkan sektor peternakan unggas di Kalbar masih berada dalam posisi aman untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Selain daging ayam, produksi telur ayam ras Kalbar juga diperkirakan cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat. Dalam satu tahun, produksi telur ayam ras di Kalbar mencapai sekitar 22.779 ton.

Ignatius menuturkan estimasi produksi tersebut telah mempertimbangkan peningkatan konsumsi akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendorong peningkatan kebutuhan protein hewani di masyarakat.

Meski demikian, ia mengakui bahwa pada periode tertentu seperti Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, permintaan produk peternakan biasanya meningkat tajam. Kondisi tersebut berpotensi memicu defisit pasokan sementara di pasar.

Menurutnya, lonjakan permintaan saat musim keagamaan merupakan pola yang terjadi hampir setiap tahun. Namun pemerintah daerah optimistis kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi melalui pengelolaan distribusi dan pasokan yang baik.

Sementara itu, komoditas sapi potong Kalbar masih menjadi tantangan bagi daerah. Produksi sapi lokal saat ini baru mampu memenuhi sekitar 60 persen dari total kebutuhan daging sapi di Kalimantan Barat.

Sisanya sekitar 40 persen masih harus dipasok dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa dan Madura. Pasokan tersebut juga termasuk dalam bentuk daging sapi beku.

Ignatius menilai keterbatasan produksi lokal belum sebanding dengan peningkatan permintaan yang terus terjadi setiap tahun. Kebutuhan biasanya melonjak pada momentum hari besar keagamaan seperti Idul Fitri.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilih produk daging yang beredar di pasaran, khususnya daging beku yang berasal dari luar daerah maupun impor.

Ia menekankan pentingnya memastikan produk daging memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Produk yang memiliki NKV umumnya telah melalui proses pengawasan dan memenuhi standar keamanan pangan.

Dengan langkah tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh produk peternakan yang aman, higienis, dan layak dikonsumsi selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Kata kunci: Ayam Ras Pedaging Kalbar, Telur Ayam Ras Kalbar, Sapi Potong Kalbar.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar