Iklan Tutup X

Senin, 22 Juni 2026

Universitas Liverpool Kembangkan Armada Mini Satelit untuk Melacak Asteroid Berbahaya

Ikuti kami:
Google

Universitas Liverpool mengembangkan proyek REMORA berupa enam mini satelit CubeSat untuk melacak asteroid berbahaya dan meneliti kandungan sumber daya dengan target peluncuran 2029-2035.
Universitas Liverpool mengembangkan proyek REMORA berupa enam mini satelit CubeSat untuk melacak asteroid berbahaya dan meneliti kandungan sumber daya dengan target peluncuran 2029-2035.

LIVERPOOL - Para ilmuwan dari Universitas Liverpool di Inggris mengembangkan proyek REMORA, armada mini satelit untuk melacak dan mempelajari asteroid dekat Bumi. 

Proyek yang diumumkan saat penelitian berlangsung di Liverpool ini ditujukan untuk membantu mengidentifikasi objek yang berpotensi berbahaya sekaligus mencari asteroid yang mengandung sumber daya bernilai.

Mempelajari asteroid selama ini menjadi tantangan karena pengamatan dari jarak jauh hanya menghasilkan data terbatas, sementara pengiriman wahana antariksa membutuhkan biaya sangat besar.

Untuk mengatasi kendala tersebut, tim peneliti Universitas Liverpool merancang REMORA, sebuah sistem yang terdiri dari enam satelit kecil berformat CubeSat dengan anggaran sekitar 50 juta euro.

Satelit-satelit tersebut akan dikirim menuju asteroid dekat Bumi yang telah diketahui keberadaannya. 

Setiap wahana dirancang mampu mendekati target secara mandiri, mempertahankan posisi di sekitarnya, hingga mendarat di permukaan asteroid untuk mempelajari karakteristiknya secara lebih rinci.

Nama REMORA diambil dari ikan remora yang biasa menempel pada hewan laut berukuran besar. Konsep yang sama diterapkan pada satelit-satelit tersebut, yang akan "menempel" atau mengorbit sangat dekat dengan asteroid guna memperoleh data yang tidak dapat diperoleh dari pengamatan jarak jauh.

Para peneliti juga mengembangkan perangkat lunak yang memungkinkan setiap satelit menghitung lintasan sendiri dan menggunakan bahan bakar secara efisien tanpa harus terus menerima perintah dari Bumi.

Universitas Liverpool saat ini membangun fasilitas uji yang mensimulasikan kondisi mikrogravitasi. Sarana tersebut akan digunakan untuk menguji sistem navigasi dan kemampuan manuver wahana dalam kondisi yang mendekati lingkungan sebenarnya di luar angkasa.

Tujuan utama REMORA adalah mendeteksi asteroid yang berpotensi membahayakan Bumi sekaligus menilai kandungan sumber daya yang dimilikinya, seperti air dan logam langka.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, misi ini diperkirakan dapat diluncurkan pada periode 2029 hingga 2035. Kehadiran armada CubeSat tersebut diharapkan membuat penelitian asteroid menjadi lebih cepat dan lebih hemat biaya dibandingkan misi konvensional.

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Follow
Ria Sartika
Ria Sartika
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.