Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Alex Marquez. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alex Marquez. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Mei 2026

“Kami Bukan Mesin,” Pedro Acosta Kritik Restart MotoGP Catalunya Setelah Dua Red Flag

Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.
Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

Pedro Acosta Kritik Restart MotoGP Catalunya Usai Dua Red Flag

JAKARTA - Pembalap KTM, Pedro Acosta, mengkritik keputusan MotoGP melanjutkan balapan MotoGP Catalunya 2026 setelah dua kali red flag di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu sore waktu setempat. Acosta menilai restart ketiga tidak diperlukan setelah dua insiden besar yang melibatkan beberapa rider.

Balapan MotoGP Catalunya sempat dihentikan pertama kali pada lap ke-12 dari total 24 putaran. Motor KTM milik Acosta mengalami masalah kelistrikan saat keluar dari Tikungan 9 menuju trek lurus belakang, yang membuat pembalap Alex Marquez menabraknya dari belakang.

Akibat kecelakaan tersebut, Alex Marquez mengalami beberapa patah tulang, sementara Acosta tidak mengalami cedera serius.

Tak lama setelah restart pertama dimulai, red flag kedua kembali dikibarkan usai insiden di Tikungan 1 yang melibatkan Johann Zarco, Francesco Bagnaia, dan Luca Marini.

Balapan akhirnya dilanjutkan dalam format 12 lap. Fabio Di Giannantonio keluar sebagai pemenang, sementara Acosta justru gagal finis setelah terjatuh pada lap terakhir akibat kontak dengan Ai Ogura.

Acosta Soroti Faktor Keselamatan

Usai balapan, Acosta memilih tidak banyak membahas insidennya dengan Ogura. Ia justru menyoroti keputusan race direction yang tetap melanjutkan balapan setelah dua kecelakaan besar.

“Saya tidak ingin terlalu membahas balapan karena yang paling penting hari ini adalah Alex dan Johann. Setelah semua yang terjadi, syukurnya mereka baik-baik saja,” kata Acosta kepada TNT Sports.

Ia menjelaskan motornya tiba-tiba kehilangan tenaga saat memimpin balapan.

“Di trek lurus saya dari posisi full gas tiba-tiba tidak punya throttle sama sekali. Semuanya berjalan sangat buruk hari ini,” ujarnya.

Menurut Acosta, restart ketiga seharusnya tidak dilakukan karena situasi di lintasan sudah terlalu berisiko.

“Saya rasa tidak perlu mencoba lagi untuk ketiga kalinya setelah dua red flag. Pertunjukan memang penting, tetapi kami yang membuat pertunjukan itu,” kata rider muda Spanyol tersebut.

Jorge Martin Sependapat

Komentar serupa juga datang dari pembalap Aprilia, Jorge Martin. Ia menilai aspek kemanusiaan juga perlu dipertimbangkan setelah sejumlah kecelakaan besar terjadi.

“Saya tidak tahu apakah memang perlu melanjutkan pertunjukan ini. Setelah insiden-insiden tadi dan ambulans di lintasan, saya rasa kita juga harus memikirkan sisi manusianya,” ujar Martin.

Meski demikian, Martin mengaku tetap mampu menjaga fokus saat balapan kembali dimulai dan merasa memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan kemenangan. 

MotoGP Catalunya 2026 menjadi salah satu balapan paling kacau musim ini karena dua kali red flag dan sejumlah kecelakaan serius dalam satu hari.

Perdebatan mengenai keselamatan pembalap diperkirakan kembali menjadi sorotan setelah kritik terbuka dari Acosta dan Martin terhadap keputusan race direction yang tetap melanjutkan balapan.

Setelah Dua Kecelakaan Besar, Acosta Heran MotoGP Tetap Dilanjutkan

Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.
Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

MotoGP Catalunya 2026 bukan hanya meninggalkan cerita soal kemenangan Fabio Di Giannantonio, tetapi juga memunculkan kembali perdebatan lama mengenai batas antara tontonan dan keselamatan pembalap.

Balapan di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu waktu setempat, berlangsung penuh kekacauan setelah dua kali red flag dikibarkan akibat kecelakaan besar yang melibatkan sejumlah rider papan atas.

Di tengah situasi itu, suara paling keras datang dari pembalap KTM, Pedro Acosta. Rider muda Spanyol tersebut secara terbuka mempertanyakan keputusan race direction yang tetap melanjutkan balapan hingga restart ketiga.

Bukan tanpa alasan.

Insiden pertama terjadi ketika Acosta yang sedang memimpin balapan mengalami masalah kelistrikan pada motornya di trek lurus belakang. Motor KTM miliknya tiba-tiba kehilangan tenaga saat keluar dari Tikungan 9.

Situasi itu membuat Alex Marquez tak sempat menghindar dan menabrak Acosta dari belakang dengan kecepatan tinggi.

Kecelakaan tersebut berujung serius. Alex Marquez dilaporkan mengalami beberapa patah tulang, sementara Acosta selamat tanpa cedera berarti.

Namun drama belum berhenti.

Saat balapan kembali dimulai, kecelakaan besar kembali terjadi di Tikungan 1 yang melibatkan Johann Zarco, Francesco Bagnaia, dan Luca Marini.

Red flag kedua pun kembali dikibarkan.

Dalam kondisi lintasan yang baru saja dipenuhi insiden besar dan ambulans yang keluar masuk area trek, MotoGP akhirnya tetap memutuskan balapan dilanjutkan dalam format 12 lap.

Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.
Pedro Acosta mengkritik keputusan restart MotoGP Catalunya setelah dua red flag akibat kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

Keputusan inilah yang kemudian memicu kritik Acosta.

“Saya rasa tidak perlu mencoba lagi untuk ketiga kalinya setelah dua red flag,” kata Acosta kepada TNT Sports.

Menurutnya, keselamatan pembalap seharusnya menjadi prioritas utama dibanding mempertahankan jalannya pertunjukan.

“Pertunjukan memang penting, tetapi kami yang membuat pertunjukan itu,” ujarnya.

Pernyataan Acosta langsung menarik perhatian karena jarang ada pembalap yang secara terbuka mengkritik keputusan race direction sesaat setelah balapan berlangsung.

Komentar senada juga disampaikan pembalap Aprilia, Jorge Martin. Ia menilai sisi kemanusiaan juga perlu dipikirkan ketika kecelakaan besar terus terjadi dalam satu balapan.

“Saya tidak tahu apakah memang perlu melanjutkan pertunjukan ini. Setelah insiden-insiden tadi dan ambulans di lintasan, saya rasa kita juga harus memikirkan sisi manusianya,” ujar Martin.

MotoGP selama ini dikenal sebagai salah satu ajang balap paling berisiko di dunia. Dalam beberapa musim terakhir, isu keselamatan pembalap terus menjadi perhatian setelah sejumlah kecelakaan fatal maupun cedera serius terjadi di berbagai kelas balap.

Karena itu, kritik dari Acosta dan Martin diperkirakan bakal memunculkan diskusi baru mengenai prosedur restart dan batas aman sebuah balapan untuk dilanjutkan.

Di sisi lain, MotoGP Catalunya 2026 akan dikenang bukan hanya karena hasil akhir balapan, tetapi karena momen ketika para pembalap mulai berbicara lebih keras soal keselamatan mereka sendiri di lintasan.

Kondisi Alex Marquez Usai Kecelakaan Besar Akhirnya Diungkap Gresini

Alex Marquez mengalami patah tulang usai kecelakaan besar dengan Pedro Acosta di MotoGP Catalunya dan harus menjalani operasi pada bahu kanannya.
Alex Marquez mengalami patah tulang usai kecelakaan besar dengan Pedro Acosta di MotoGP Catalunya dan harus menjalani operasi pada bahu kanannya.

JAKARTA - Alex Marquez mengalami cedera serius setelah terlibat kecelakaan besar pada MotoGP Catalunya, Minggu, saat balapan berlangsung di Sirkuit Catalunya. 

Pebalap Gresini Ducati itu mengalami beberapa patah tulang usai menabrak motor Pedro Acosta yang mengalami masalah teknis di tengah lomba.

Insiden terjadi pada lap ke-12 dari total 24 lap. Saat memimpin balapan, Pedro Acosta melambat akibat gangguan teknis di trek lurus belakang. 

Alex Marquez yang berada tepat di belakang tidak sempat menghindar dan menghantam bagian belakang motor KTM milik Acosta.

Benturan keras membuat Alex Marquez kehilangan kendali sebelum terjatuh dengan kecepatan tinggi. 

Pebalap asal Spanyol itu langsung mendapat penanganan di sisi lintasan sebelum dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tim Gresini Ducati kemudian mengonfirmasi kondisi terbaru Alex Marquez melalui pernyataan resmi. 

Mereka menyebut sang pebalap mengalami patah tulang selangka kanan dan retakan ringan pada tulang belakang bagian C7.

“Pebalap mengalami patah tulang selangka kanan dan akan menjalani operasi malam ini. Retakan ringan pada vertebra C7 akan dievaluasi dalam beberapa hari ke depan,” tulis Gresini.

Beberapa jam setelah pernyataan tim keluar, Alex Marquez juga memberikan kabar langsung melalui media sosialnya. Ia memastikan kondisinya terkendali dan siap menjalani operasi.

“Semuanya terkendali!! Saya akan menjalani operasi malam ini, dan saya tidak bisa berada di tangan yang lebih baik. Terima kasih atas perhatian dan semua pesan dukungannya,” tulis Alex Marquez.

Kecelakaan tersebut juga menyebabkan serpihan motor Marquez mengenai beberapa pebalap lain, termasuk Fabio di Giannantonio, Johann Zarco, dan Raul Fernandez.

Johann Zarco kemudian mengalami kecelakaan lain saat restart balapan dan kini mendapat perawatan akibat cedera pada kaki kiri. 

Sementara Fabio di Giannantonio tetap mampu melanjutkan balapan hingga memenangkan restart kedua meski sedang mengalami cedera tangan.

Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan terbesar dalam MotoGP Catalunya musim ini dan kembali menyoroti tingginya risiko balapan di kelas utama MotoGP.

Kecelakaan Alex Marquez Jadi Pengingat Keras Risiko MotoGP Modern

Foto inisden Alex Marquez.
Foto inisden Alex Marquez.

Kecelakaan besar yang dialami Alex Marquez di MotoGP Catalunya kembali menunjukkan betapa tipis batas antara persaingan dan bahaya di kelas utama balap motor dunia. Dalam hitungan detik, balapan yang berjalan kompetitif berubah menjadi insiden serius yang membuat pebalap Gresini Ducati itu harus dilarikan ke rumah sakit.

Insiden bermula saat Pedro Acosta yang sedang memimpin balapan tiba-tiba mengalami masalah teknis di trek lurus belakang. Alex Marquez yang berada tepat di belakang tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar. Tabrakan keras pun tak terelakkan.

Benturan itu membuat motor Ducati milik Alex terpental dan pecah berkeping-keping di lintasan. Sang pebalap kemudian terjatuh dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis di pinggir sirkuit.

Gresini Ducati memastikan Alex Marquez mengalami patah tulang selangka kanan dan retakan ringan pada tulang belakang bagian C7. Cedera tersebut membuatnya harus menjalani operasi sesegera mungkin.

Meski kondisinya cukup serius, Alex Marquez tetap memberikan kabar yang menenangkan kepada penggemar. Lewat media sosial, pebalap asal Spanyol itu memastikan situasi masih terkendali dan dirinya berada dalam penanganan terbaik.

Respons cepat tim medis MotoGP kembali menjadi sorotan positif dalam insiden ini. Dalam kecelakaan dengan kecepatan tinggi seperti yang terjadi di Catalunya, penanganan beberapa menit pertama sangat menentukan kondisi pebalap.

Kecelakaan Alex juga memicu efek berantai di lintasan. Serpihan motor mengenai beberapa pebalap lain, termasuk Johann Zarco dan Fabio di Giannantonio. Zarco bahkan kembali mengalami kecelakaan saat restart dan harus menjalani perawatan akibat cedera kaki kiri.

Di sisi lain, Fabio di Giannantonio justru berhasil memenangkan restart kedua meski balapan dalam kondisi cedera tangan. Hasil itu memperlihatkan bagaimana para pebalap MotoGP sering bertarung di tengah kondisi fisik yang tidak ideal.

MotoGP dalam beberapa musim terakhir memang semakin kompetitif. Jarak antarmotor sangat rapat, sementara kecepatan terus meningkat. Situasi itu membuat risiko kecelakaan besar selalu mengintai, terutama ketika terjadi gangguan teknis mendadak seperti yang dialami Acosta.

Insiden di Catalunya sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik atmosfer megah MotoGP, para pebalap tetap menghadapi risiko serius setiap kali lampu start dipadamkan.

Johann Zarco Ungkap Kondisinya Setelah Crash Menegangkan di MotoGP Catalunya

Johann Zarco mengalami cedera ligamen dan retak kecil fibula usai kecelakaan pada start ulang MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya.
Johann Zarco mengalami cedera ligamen dan retak kecil fibula usai kecelakaan pada start ulang MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya.

JAKARTA - MotoGP Catalunya 2026 berubah menjadi salah satu balapan paling kacau musim ini setelah rangkaian kecelakaan besar terjadi di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu waktu setempat. 

Di tengah drama red flag dan insiden beruntun, nama Johann Zarco menjadi salah satu sorotan utama usai mengalami crash keras pada start ulang balapan.

Pebalap LCR Honda itu terlibat tabrakan dengan Luca Marini dan Francesco Bagnaia di Tikungan 1. Benturan terjadi hanya beberapa saat setelah balapan kembali dimulai menyusul kecelakaan sebelumnya yang melibatkan Pedro Acosta dan Alex Marquez.

Zarco langsung terjatuh dan terseret bersama motor Ducati milik Bagnaia. Situasi sempat membuat banyak pihak khawatir karena insiden terjadi di area padat pembalap dengan kecepatan tinggi.

Beruntung, kondisi Zarco tidak separah yang dikhawatirkan awalnya.

Dalam pernyataan yang ia unggah dari rumah sakit, Zarco mengaku lebih merasakan ketakutan dibanding cedera serius. Meski harus memakai penyangga leher dan menjalani observasi medis, pebalap asal Prancis itu masih bisa memberikan kabar secara langsung kepada penggemarnya.

“Lebih banyak rasa takut daripada cedera serius,” kata Zarco.

Pernyataan tersebut sedikit melegakan setelah balapan di Catalunya dipenuhi momen menegangkan. Tim LCR Honda kemudian memastikan Zarco mengalami cedera ligamen di bagian lutut serta retakan kecil pada fibula di area pergelangan kaki kiri.

Cedera itu tetap membuat Zarco harus menjalani pemeriksaan lanjutan di Prancis untuk menentukan proses pemulihan berikutnya.

Namun drama Catalunya tidak berhenti di sana.

Sebelum insiden Zarco terjadi, balapan lebih dulu dihentikan akibat kecelakaan besar antara Pedro Acosta dan Alex Marquez di lintasan lurus antara Tikungan 9 dan 10. Motor KTM milik Acosta dilaporkan mengalami masalah teknis sebelum akhirnya memicu tabrakan keras.

Alex Marquez menjadi korban paling serius dalam rangkaian kecelakaan tersebut. Pebalap Gresini Racing itu dilaporkan mengalami beberapa patah tulang dan dijadwalkan menjalani operasi pada Minggu malam.

Rentetan insiden di Catalunya kini kembali memunculkan pertanyaan lama soal keamanan Tikungan 1 di Sirkuit Barcelona-Catalunya. 

Area tersebut memang dikenal sebagai salah satu titik paling rawan dalam kalender MotoGP, terutama saat start dan restart ketika seluruh pembalap masih berdekatan.

Beberapa pihak mulai mendesak MotoGP melakukan evaluasi terhadap pendekatan tikungan tersebut agar risiko kecelakaan besar bisa diminimalkan pada balapan mendatang.

Di tengah persaingan ketat perebutan poin musim ini, balapan Catalunya justru menjadi pengingat bahwa keselamatan pebalap tetap menjadi isu paling penting di MotoGP modern.

Minggu, 17 Mei 2026

Pedro Acosta Akui Kurang Satu Lap Usai Finis Kedua di Sprint Catalunya

Pedro Acosta finis kedua pada Sprint MotoGP Catalunya setelah kalah tipis 0,041 detik dari Alex Marquez dalam duel ketat hingga lap terakhir.
Pedro Acosta finis kedua pada Sprint MotoGP Catalunya setelah kalah tipis 0,041 detik dari Alex Marquez dalam duel ketat hingga lap terakhir.

JAKARTA - Pedro Acosta gagal mempertahankan posisi terdepan dan harus puas finis kedua pada Sprint MotoGP Catalunya, Sabtu, setelah kalah tipis 0,041 detik dari Alex Marquez di Sirkuit Catalunya.

Pebalap KTM itu sempat mengawali balapan dengan baik usai mengonversi pole position menjadi pimpinan lomba. Namun, Acosta kehilangan posisi setelah disalip Alex Marquez dari Gresini Ducati dan Raul Fernandez dari Trackhouse Aprilia di pertengahan balapan.

Memasuki lap-lap akhir, Acosta kembali menemukan ritmenya ketika grip ban para rival mulai menurun. Ia berhasil merebut kembali posisi dari Fernandez sebelum memburu Marquez hingga garis finis.

Duel keduanya berlangsung sangat ketat dan menjadi salah satu finis terdekat dalam sejarah Sprint MotoGP. Acosta hanya terpaut 0,041 detik saat bendera finis dikibarkan.

“Sejujurnya saya hanya kurang satu lap lagi,” kata Acosta kepada TNT Sports.

Ia mengaku sempat melihat peluang menyalip di Tikungan 10, area yang sebelumnya berhasil digunakannya untuk melewati Raul Fernandez. Namun jarak dengan Marquez dinilai masih terlalu jauh.

“Bagaimanapun, kami melakukan pekerjaan dengan baik. Kami menjalani balapan yang bagus dan meraih banyak poin dibanding musim lalu. Untuk itu kami harus senang,” ujarnya.

Acosta juga menilai performa KTM cukup kompetitif meski biasanya mengalami kesulitan saat menggunakan ban lunak di Sprint Race.

“Biasanya kami sedikit lebih menderita di Sprint dibanding balapan panjang. Tapi saya senang karena kami bisa mengelola ban soft dengan cukup baik, dan itu menjadi informasi penting untuk besok,” kata dia.

Menurut Acosta, performa motornya cukup cocok dengan kondisi lintasan Catalunya meski performanya sedikit menurun dibanding sesi pagi hari.

Ia juga mengakui Ducati dan Aprilia masih memiliki keunggulan dalam pengelolaan ban lunak, tetapi tetap optimistis menghadapi balapan utama.

“Hari esok adalah peluang bagus untuk kami,” ucap Acosta.

Hasil Sprint ini membuat Acosta kembali naik ke posisi ketiga klasemen MotoGP setelah unggul atas Fabio di Giannantonio. Pebalap VR46 Ducati tersebut juga tampil kuat di akhir balapan dan finis ketiga, hanya terpaut 0,457 detik dari kemenangan.

Jorge Martin Crash, Alex Marquez Menangi Sprint Thriller MotoGP Catalunya

Alex Marquez menang dramatis pada sprint MotoGP Catalunya usai mengalahkan Pedro Acosta dengan selisih 0,041 detik, sementara Aprilia mengalami hasil buruk di Barcelona.
Alex Marquez menang dramatis pada sprint MotoGP Catalunya usai mengalahkan Pedro Acosta dengan selisih 0,041 detik, sementara Aprilia mengalami hasil buruk di Barcelona.

JAKARTA - Pembalap Gresini Ducati, Alex Marquez, memenangkan sprint race MotoGP Catalunya di Barcelona, Sabtu sore, usai mengalahkan Pedro Acosta dengan selisih sangat tipis 0,041 detik. 

Balapan 12 lap itu berlangsung ketat hingga tikungan terakhir, sementara Aprilia mengalami hasil buruk setelah dua pembalap utamanya gagal bersinar.

Acosta yang memulai balapan dari pole position langsung memimpin sejak start. Pembalap KTM tersebut sempat menjaga posisi terdepan dalam beberapa lap awal sebelum disalip Marquez di Tikungan 1 pada awal lap keempat.

Setelah mengambil alih pimpinan lomba, Marquez sempat membuka jarak lebih dari enam persepuluh detik. 

Namun, Acosta mampu memangkas selisih pada lap-lap akhir dan terus memberi tekanan hingga garis finis.

Acosta beberapa kali mencoba mencari celah untuk menyalip, terutama di Tikungan 5 dan Tikungan 10. 

Namun, Marquez mampu mempertahankan racing line dan menutup peluang lawannya hingga finis.

Kemenangan itu menjadi kemenangan sprint pertama musim ini bagi Alex Marquez sekaligus salah satu finis sprint terketat dalam sejarah MotoGP.

Posisi ketiga diraih Fabio Di Giannantonio dari tim VR46 Ducati setelah duel sengit melawan pembalap Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez, di lap-lap terakhir.

Aprilia menjalani balapan yang sulit setelah Jorge Martin terjatuh saat berada di posisi keenam. 

Hasil Fernandez di posisi keempat menjadi pencapaian terbaik pabrikan Italia tersebut pada sprint race kali ini.

Pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi, juga mengalami balapan berat. Pembalap Aprilia itu hanya finis kesembilan setelah menyalip Enea Bastianini di lap terakhir untuk merebut satu poin tambahan.

Sementara itu, insiden terjadi di awal lomba ketika Fabio Di Giannantonio bersenggolan dengan Brad Binder. Binder kemudian terjatuh dan menabrak Joan Mir yang tidak dapat menghindar. 

Steward memutuskan tidak ada tindakan lanjutan atas insiden tersebut.

Pembalap Ducati pabrikan, Francesco Bagnaia, tampil cukup impresif dengan naik dari posisi start ke-13 untuk finis keenam. 

Sedangkan Maverick Vinales gagal menyelesaikan balapan setelah mengalami masalah teknis pada KTM Tech3 miliknya di lap ketujuh.

Hasil sprint ini membuat persaingan MotoGP Catalunya semakin terbuka menuju balapan utama, terutama setelah beberapa kandidat papan atas mengalami kendala sepanjang sprint race.

Jumat, 15 Mei 2026

Joan Mir Dipastikan Tinggalkan Honda pada 2027, Berpotensi Reuni dengan Frankie Carchedi di Gresini Ducati

Joan Mir dipastikan meninggalkan Honda pada MotoGP 2027 dan kini dikabarkan semakin dekat bergabung dengan Gresini Ducati untuk musim depan.
Joan Mir dipastikan meninggalkan Honda pada MotoGP 2027 dan kini dikabarkan semakin dekat bergabung dengan Gresini Ducati untuk musim depan.

JAKARTA - Mantan juara dunia MotoGP, Joan Mir, dipastikan tidak akan lagi membela tim pabrikan Honda pada musim 2027. Kepastian itu disampaikan manajernya, Paco Sanchez, pada Jumat, di tengah rumor kepindahan Mir ke Gresini Ducati.

Keputusan tersebut muncul setelah Honda disebut belum memberikan kejelasan terkait masa depan Mir bersama tim pabrikan HRC. Situasi itu membuat pembalap asal Spanyol tersebut mulai mencari proyek baru sejak seri Jerez.

Awalnya, Mir sempat dikaitkan dengan Trackhouse Aprilia untuk bereuni dengan eks bos Suzuki-nya, Davide Brivio. Namun, laporan terbaru menyebut Mir justru semakin dekat menuju Gresini Ducati.

Jika transfer itu terwujud, Mir berpeluang kembali bekerja sama dengan Frankie Carchedi, crew chief yang membantunya meraih gelar MotoGP 2020 bersama Suzuki.

Perubahan komposisi pembalap juga diperkirakan terjadi di Gresini. Fermin Aldeguer disebut bakal pindah ke VR46 untuk menyambut era baru MotoGP 850cc, sementara Alex Marquez dikabarkan menuju KTM pabrikan.

Moto2 rider Dani Holgado juga masuk radar untuk mengisi salah satu kursi di Gresini musim depan.

Paco Sanchez menegaskan keputusan Mir meninggalkan Honda sudah dibuat sejak seri Jerez.

“Karena belum ada perkembangan dari HRC terkait masa depannya, Joan memutuskan di Jerez untuk meninggalkan Honda di akhir musim dan meminta saya mencarikan proyek yang bagus,” kata Sanchez kepada Crash.net.

Ia menambahkan negosiasi dengan tim baru berjalan positif, meski belum ada kesepakatan final.

“Satu hal yang pasti, Joan tidak akan menjadi pembalap Honda pada 2027,” ujarnya.

Mir bergabung dengan Honda setelah Suzuki keluar dari MotoGP pada akhir 2022. Dalam dua musim awal yang sulit, pembalap berusia 28 tahun itu akhirnya mampu meraih podium pertamanya bersama Honda di Motegi dan Sepang musim lalu.

Pada musim 2026, Mir masih kerap mengalami insiden balapan, tetapi tetap menunjukkan kecepatan kompetitif. Ia sempat start dari posisi kelima di COTA dan finis keenam pada Sprint Race Le Mans sebelum terjatuh di balapan utama saat berada di posisi yang sama.

Sementara itu, Honda juga dirumorkan menyiapkan susunan pembalap baru untuk musim depan dengan membidik Fabio Quartararo dan David Alonso.

Sabtu, 09 Mei 2026

Veda Ega Tembus Q2 Di Le Mans, Marc Marquez Mulai Dari Q1, Aprilia Bidik Dominasi

Jadwal MotoGP Prancis 2026 di Le Mans menghadirkan duel sengit Marc Marquez, Jorge Martin, Alex Marquez, hingga Veda Ega Pratama di sesi sprint race.
Jadwal MotoGP Prancis 2026 di Le Mans menghadirkan duel sengit Marc Marquez, Jorge Martin, Alex Marquez, hingga Veda Ega Pratama di sesi sprint race.

JAKARTA - Balapan MotoGP Prancis 2026 akhir pekan ini diprediksi menghadirkan persaingan ketat sejak sesi kualifikasi hingga sprint race di Sirkuit Le Mans. 

Sejumlah pembalap papan atas datang dengan misi berbeda, mulai dari mengejar kebangkitan performa hingga mempertahankan tren positif pada awal musim.

Sorotan utama tertuju kepada Marc Marquez yang harus memulai perjuangan dari sesi kualifikasi pertama atau Q1. 

Pembalap Ducati Lenovo Team gagal mengamankan tiket otomatis ke Q2 setelah tercecer dari posisi 10 besar pada sesi practice hari Jumat.

Situasi tersebut membuat Marc Marquez wajib bekerja ekstra jika ingin kembali bersaing di barisan depan saat sprint race maupun balapan utama MotoGP Prancis 2026.

Di sisi lain, Aprilia Racing datang dengan optimisme tinggi. Marco Bezzecchi menunjukkan performa stabil sepanjang awal musim dan mulai konsisten bersaing di papan atas. Jorge Martin juga perlahan menemukan kembali ritme terbaik setelah menjalani proses pemulihan cedera.

Perkembangan motor Aprilia musim ini membuat persaingan di Le Mans diprediksi semakin terbuka. Marco Bezzecchi dan Jorge Martin bahkan disebut menjadi kandidat kuat perebut podium jika mampu menjaga konsistensi sepanjang akhir pekan balapan.

Ancaman serius bagi Aprilia datang dari Alex Marquez. Pembalap Gresini Racing tersebut sedang berada dalam tren positif usai meraih kemenangan penting pada seri MotoGP Spanyol beberapa waktu lalu.

Momentum kemenangan itu diperkirakan meningkatkan rasa percaya diri Alex Marquez menghadapi balapan di Le Mans. Kondisi tersebut membuat persaingan antarpembalap diprediksi berlangsung lebih agresif sejak sesi kualifikasi.

Selain Alex Marquez, Fabio Di Giannantonio juga berpotensi menjadi kuda hitam. Pembalap Pertamina VR46 Racing Team tampil cukup stabil sepanjang musim dan berpeluang mencuri podium jika mampu memanfaatkan celah persaingan di kelompok depan.

Dari kelas Moto3, perhatian publik Indonesia tertuju kepada Veda Ega Pratama. Pebalap muda Indonesia berhasil menembus Q2 setelah memperbaiki catatan waktunya pada sesi practice.

Veda Ega sebelumnya finis di posisi ke-11 saat FP1 sebelum naik ke posisi kesembilan pada sesi practice. Hasil tersebut membuka peluang lebih besar untuk bersaing di grid depan Moto3.

Sementara itu, hasil berbeda diperoleh Mario Aji di kelas Moto2. Pembalap Honda Team Asia masih kesulitan menemukan performa terbaik setelah menempati posisi terakhir pada FP1 dan finis urutan ke-25 di sesi practice.

MotoGP Prancis 2026 hari Sabtu akan ditutup dengan sprint race MotoGP sebanyak 13 lap pada malam hari WIB. Balapan tersebut diprediksi menjadi penentu awal peta persaingan menuju balapan utama hari Minggu.

Jadwal MotoGP Prancis 2026

Sabtu, 9 Mei 2026

  • 13.40 WIB – 14.10 WIB: Free Practice 2 Moto3

  • 14.25 WIB – 14.55 WIB: Free Practice 2 Moto2

  • 15.10 WIB – 15.40 WIB: Free Practice 2 MotoGP

  • 15.50 WIB – 16.05 WIB: Kualifikasi 1 MotoGP

  • 16.15 WIB – 16.30 WIB: Kualifikasi 2 MotoGP

  • 17.45 WIB – 18.00 WIB: Kualifikasi 1 Moto3

  • 18.10 WIB – 18.25 WIB: Kualifikasi 2 Moto3

  • 18.40 WIB – 18.55 WIB: Kualifikasi 1 Moto2

  • 19.05 WIB – 19.20 WIB: Kualifikasi 2 Moto2

  • 20.00 WIB: Sprint Race MotoGP (13 Lap)

Minggu, 10 Mei 2026

  • 19.00 WIB: Balapan Utama MotoGP Prancis 2026

FAQ MotoGP Prancis 2026

Mengapa Marc Marquez Harus Memulai Dari Q1?

Marc Marquez gagal finis di posisi 10 besar pada sesi practice sehingga tidak mendapatkan tiket otomatis ke Q2.

Siapa Pembalap Yang Sedang Jadi Sorotan Di Le Mans?

Marco Bezzecchi, Jorge Martin, Alex Marquez, dan Marc Marquez menjadi pembalap yang paling banyak mendapat perhatian menjelang MotoGP Prancis 2026.

Bagaimana Hasil Veda Ega Pratama Di Moto3?

Veda Ega berhasil lolos ke Q2 setelah finis posisi kesembilan pada sesi practice Moto3.

Kapan Sprint Race MotoGP Prancis 2026 Digelar?

Sprint race MotoGP Prancis 2026 berlangsung Sabtu malam pukul 20.00 WIB dengan total 13 lap.

Di Mana MotoGP Prancis 2026 Digelar?

MotoGP Prancis 2026 berlangsung di Sirkuit Le Mans atau Circuit de la Sarthe, Prancis.

Kamis, 07 Mei 2026

Jorge Martin dan Bezzecchi Waspadai Ancaman Marc Marquez Di Le Mans

Marco Bezzecchi dan Jorge Martin memburu kemenangan di MotoGP Prancis 2026 Le Mans dengan ancaman kuat dari Marc Marquez dan Alex Marquez.
Marco Bezzecchi dan Jorge Martin memburu kemenangan di MotoGP Prancis 2026 Le Mans dengan ancaman kuat dari Marc Marquez dan Alex Marquez.

JAKARTA - Duo pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, datang dengan ambisi besar menjelang MotoGP Prancis 2026 yang berlangsung di Circuit de la Sarthe, Minggu (10/5).

Marco Bezzecchi tampil cukup konsisten sepanjang awal musim. Pembalap asal Italia tersebut berhasil mencatatkan sejumlah hasil positif dan mulai menunjukkan kapasitas sebagai kandidat kuat perebut podium utama musim ini.

Sementara Jorge Martin perlahan kembali menemukan performa terbaik bersama Aprilia Racing. Setelah sempat berkutat dengan proses pemulihan cedera, Jorge Martin kini dinilai mulai nyaman dengan karakter motor Aprilia yang mengalami perkembangan signifikan pada musim 2026.

Performa motor Aprilia yang semakin kompetitif membuat persaingan di Le Mans diprediksi berlangsung ketat. Namun Marco Bezzecchi dan Jorge Martin tetap wajib mewaspadai ancaman dari rival-rival utama.

Salah satu ancaman terbesar datang dari Alex Marquez. Pembalap Gresini Racing tersebut baru saja mencuri perhatian usai meraih kemenangan impresif pada MotoGP Spanyol akhir April lalu.

Kepercayaan diri Alex Marquez diperkirakan meningkat jelang balapan di Le Mans. Kondisi tersebut bisa menjadi hambatan serius bagi dominasi Aprilia Racing pada seri MotoGP Prancis.

Selain Alex Marquez, perhatian juga tertuju kepada Marc Marquez dari Ducati Lenovo Team. Marc Marquez diprediksi berusaha bangkit setelah belum mampu menunjukkan performa paling dominan pada beberapa seri awal musim ini.

Rekam jejak Marc Marquez di Le Mans juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Pada musim sebelumnya, Marc Marquez sukses merebut podium kedua di sirkuit tersebut. Catatan itu menjadi modal penting untuk kembali bersaing di barisan depan.

Persaingan MotoGP Prancis musim ini juga diperkirakan semakin terbuka dengan hadirnya sejumlah pembalap lain yang berpotensi mencuri podium. Salah satunya adalah Fabio Di Giannantonio dari Pertamina VR46 Racing Team yang tampil cukup stabil sepanjang musim.

Dengan performa motor yang semakin merata antar tim, balapan di Le Mans diprediksi menghadirkan duel sengit sejak sesi kualifikasi hingga balapan utama.

Jadwal MotoGP Prancis 2026

Jumat (8/5)

  • Latihan Bebas 1: 15.45–16.30 WIB

  • Latihan: 20.00–21.00 WIB

Sabtu (9/5)

  • Latihan Bebas 2: 15.10–15.40 WIB

  • Kualifikasi 1: 15.50–16.05 WIB

  • Kualifikasi 2: 16.15–16.30 WIB

  • Sprint Race: 20.00 WIB

Minggu (10/5)

  • Balapan Utama: 19.00 WIB

Minggu, 07 September 2025

Alex Marquez Akui Overconfidence Bikin Crash di Sprint MotoGP Barcelona

JAKARTA - Alex Marquez, pembalap Gresini Ducati, mengalami insiden nahas saat memimpin Sprint MotoGP Catalunya 2025 di Barcelona, Sabtu (6/9/2025). Start dari pole position dan tampil dominan, adik Marc Marquez itu justru terjatuh di lap ke-9 dari 12 putaran. Alex mengaku terlalu percaya diri sehingga lengah, hingga akhirnya crash di tikungan 10 dan harus merelakan kemenangan jatuh ke tangan sang kakak, Marc.

“Jujur, saya terlalu santai. Terlalu percaya diri. Saat itu saya merasa crash bukanlah kemungkinan,” kata Alex seusai balapan. “Saya hanya mencoba menyelesaikan lap dengan mendorong, ingin melihat jarak dengan Marc. Dari situ, saya mulai mencoba mengatur gap. Tapi karena terlalu percaya diri, akhirnya justru terjatuh.”

Alex Marquez terjatuh saat memimpin sprint MotoGP Barcelona 2025 di tikungan 10
Alex Marquez terjatuh saat memimpin sprint MotoGP Barcelona 2025 di tikungan 10.

Alex sejatinya tampil luar biasa sejak kualifikasi. Ia merebut pole position dengan catatan rekor baru dan berpeluang besar menutup sprint dengan kemenangan pertamanya musim ini. Namun, lintasan Barcelona yang dikenal memiliki grip rendah membuat kesalahan kecil bisa berujung fatal. “Turn 10 memang tricky. Tikungan ini mengharuskan motor benar-benar berhenti. Sedikit saja melebar atau telat mengerem, jatuh itu mudah sekali terjadi,” jelas Alex.

Meski kecewa, Alex menegaskan dirinya tidak ingin larut dalam penyesalan. Ia menganggap crash ini sebagai pelajaran berharga untuk menghadapi balapan utama Minggu (7/9/2025). “Rasanya sakit, tapi itu hal yang tak bisa diubah. Kalau ini terjadi di hari Minggu, tentu lebih menyakitkan. Besok kami punya kesempatan besar lagi, start dari pole position. Jadi saya harus kembali fokus dan memanfaatkan peluang,” tutup Alex.

Performa Alex sepanjang akhir pekan memang menunjukkan potensi besar. Ia tercatat memiliki race pace terkuat dibanding rider lain, termasuk Marc. Artinya, peluang untuk menebus kesalahan di balapan utama masih terbuka lebar. Para penggemar pun menantikan duel lanjutan dua bersaudara Marquez di Sirkuit Catalunya, dengan harapan insiden serupa tidak terulang.

Minggu, 17 Agustus 2025

MotoGP: Alex Marquez Pilih Strategi Tepat, Fokus Rebut Posisi Kedua Klasemen

JAKARTA - Alex Marquez akhirnya mengubah targetnya di MotoGP 2025. Usai balapan Sprint GP Austria pada Sabtu malam (16/8/2025), pembalap Gresini Ducati itu menegaskan bahwa dirinya kini tidak lagi membidik gelar juara dunia. Cedera ringan yang dialaminya di Assen beberapa pekan lalu membuat Alex lebih realistis, dengan fokus utama mengejar posisi kedua klasemen sementara, di belakang sang kakak, Marc Marquez.

Meski sempat kehilangan peluang juara Sprint setelah melakukan sedikit kesalahan yang membuat Marc menyalipnya, Alex mengaku sudah berjuang maksimal. Ia menilai bahwa, sepanjang akhir pekan di Red Bull Ring, sang kakak memang tampil lebih kuat. “Untuk bertarung ya bisa, untuk bikin Marc sedikit kesulitan juga bisa, tapi saya pikir dia punya sesuatu yang lebih sepanjang akhir pekan,” ujar Alex dalam konferensi pers usai balapan.

Alex Marquez saat tampil di Sprint Race MotoGP Austria 2025 bersama tim Gresini Ducati.

Alex Marquez saat tampil di Sprint Race MotoGP Austria 2025 bersama tim Gresini Ducati.

Bagi Alex, hasil di Austria justru sangat penting. Dengan tambahan sembilan poin, ia berhasil memperkecil jarak dari Francesco "Pecco" Bagnaia dalam perebutan posisi kedua klasemen. “Saya lakukan yang terbaik. Poin ini penting, terutama setelah jeda musim panas. Fokus saya sekarang Pecco, karena Marc jelas sudah berada di level lain. Dia berkembang pesat sejak awal musim,” katanya.

Meski peluang juara dunia nyaris tertutup, Alex menilai strateginya sepanjang musim tetap tepat. Menurutnya, keputusan untuk tampil konsisten hingga GP Assen sudah sesuai rencana, hanya saja cedera menjadi penghalang besar. “Saya pikir strategi kami sudah benar sampai di Assen. Kami cerdas dan hati-hati. Tapi kalau cedera, semuanya hilang. Itu yang paling merugikan,” ungkapnya. Alex pun memastikan tidak akan mengubah pendekatan jika musim depan kembali harus bersaing dengan Marc.

Dengan sisa paruh kedua musim, persaingan Alex dan Bagnaia diprediksi semakin panas. Jika berhasil konsisten, Alex Marquez berpeluang besar menutup musim di posisi kedua, sekaligus membuktikan dirinya sebagai pesaing serius di MotoGP meski gelar juara dunia kali ini terlepas dari genggaman.

Jumat, 18 Juli 2025

Cedera Tangan Belum Pulih, Alex Marquez Cemas Hadapi Sirkuit Brno yang Lebih Menantang!

Cedera Tangan Belum Pulih, Alex Marquez Cemas Hadapi Sirkuit Brno yang Lebih Menantang!
Cedera Tangan Belum Pulih, Alex Marquez Cemas Hadapi Sirkuit Brno yang Lebih Menantang!.

JAKARTA - Alex Marquez sedang menghadapi tantangan besar dalam perjalanannya di MotoGP musim ini. Meski baru saja naik podium di Jerman, pembalap Gresini Racing itu mengaku cukup khawatir menjelang balapan di Sirkuit Brno, Republik Ceko. Alasannya? Sirkuit ini punya karakter yang jauh lebih menuntut secara fisik, sementara tangan kirinya belum sepenuhnya pulih dari cedera.

Beberapa pekan lalu, Alex mengalami kecelakaan saat balapan di Belanda yang menyebabkan tulang di tangan kirinya retak. Setelah menjalani operasi di Madrid untuk menstabilkan kondisi tersebut, ia sempat membalap di GP Jerman dan berhasil finis di posisi kedua. Hasil ini memang membantu mempertahankan posisinya di klasemen sementara, tapi rasa sakit di tangannya ternyata masih membayangi.

Alex bercerita bahwa saat balapan di Sachsenring (Jerman), ia merasa cukup kesulitan saat harus mengubah arah motor dengan cepat—padahal di Brno, jumlah pergantian arah justru lebih banyak. “Saya memang sudah pulih cukup baik, tapi dalam empat hari terakhir tidak ada perubahan signifikan,” ujarnya.

Meski begitu, ia tetap optimis karena hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan bahwa kondisi tulangnya stabil dan tidak bergeser. “Itu yang paling penting,” katanya.

Strategi Alex untuk akhir pekan ini cukup realistis. Ia tidak membidik kemenangan secara agresif, melainkan berusaha untuk tetap konsisten dan mengurangi kehilangan poin sebanyak mungkin dari Pecco Bagnaia dan kakaknya sendiri, Marc Marquez.

“Tantangannya besar. Kami belum pernah balapan di Brno musim ini, jadi banyak yang perlu dicoba, termasuk ban dan adaptasi dengan aspal baru,” ujar Alex. “Target utamanya adalah mendengarkan feeling saat di atas motor, lalu menjalani tiap sesi dengan semangat dan usaha maksimal.”

Walau rasa cemas belum hilang sepenuhnya, Alex akan menjadikan akhir pekan ini sebagai ujian sejauh mana fisiknya sanggup bertahan. Sirkuit Brno, yang karakternya mirip dengan Mugello tapi dengan titik pengereman lebih banyak, jelas tak akan mudah. Tapi sebagai pejuang di lintasan, Alex siap hadapi semua tantangan, selangkah demi selangkah.

Sabtu, 07 Juni 2025

Alex Marquez Akui Masih Kewalahan Kejar Marc di MotoGP Aragon 2025, Meski Sudah Lihat Data Telemetri Sang Kakak

Alex Marquez Akui Masih Kewalahan Kejar Marc di MotoGP Aragon 2025, Meski Sudah Lihat Data Telemetri Sang Kakak
Alex Marquez Akui Masih Kewalahan Kejar Marc di MotoGP Aragon 2025, Meski Sudah Lihat Data Telemetri Sang Kakak.

JAKARTA -- Hari pertama MotoGP Aragon 2025 menyajikan pemandangan menarik: dua bersaudara, Marc dan Alex Marquez, menguasai papan atas catatan waktu. Marc berada di posisi terdepan, sementara Alex tepat di belakangnya. 

Tapi jangan salah, meski terlihat solid sebagai “duet keluarga”, Alex Marquez mengaku masih kesulitan menyaingi kecepatan kakaknya, meski sudah mengintip data rahasia dari sang juara dunia delapan kali itu!

Alex, yang kini membela tim Ducati Gresini, tampil cukup solid di sesi pre-kualifikasi dengan menempati posisi kedua. Tapi selisih waktunya dengan Marc masih cukup signifikan. 

Dalam wawancara dengan Sky Sport MotoGP, Alex nggak menutupi bahwa dirinya masih belum bisa menyamai performa luar biasa sang kakak.

“Kita memang lebih dekat dibanding tahun 2019, tapi jujur aja, saya masih jauh dari Marc. Dia tetap bikin perbedaan besar di lintasan,” kata Alex blak-blakan.

Sudah Lihat Data Telemetri, Tapi Masih Susah Tirukan Gaya Marc

Yang bikin menarik, Alex sebenarnya punya akses langsung ke data telemetri Marc — semacam "peta rahasia" yang nunjukin cara Marc mengendarai motornya di setiap tikungan. Tapi walaupun udah belajar dari data itu, ternyata nggak semudah itu meniru gaya balap sang maestro.

Menurut Alex, Marc punya keunggulan luar biasa di beberapa tikungan penting di sirkuit Aragon. “Dia beda banget di tikungan 10, 16/17, chicane, dan juga tikungan 8 dan 9. Dia bisa masuk lebih dalam, pakai jalur dalam, tapi tetap dengan kecepatan tinggi. Itu yang sulit ditiru,” ungkapnya.

Alih-alih bergantung pada akselerasi besar, Marc lebih mengandalkan presisi yang nyaris sempurna di setiap manuver. “Dia justru lebih halus, tarik lintasan lebih panjang, tapi tetap cepat. Harusnya itu bukan keuntungan, tapi entah gimana dia tetap aja kenceng,” lanjut Alex, masih dengan nada kagum.

Marc Tetap Jadi Teka-Teki, Bahkan Buat Sang Adik

Yang bikin makin menarik adalah, walaupun mereka bersaudara, tumbuh bersama, bahkan sekarang pakai motor yang sama, Marc tetap jadi misteri besar buat Alex. Meski progres Alex terlihat jelas — lebih konsisten, lebih dekat ke top rider Marc tetap berada satu level di atas, terutama di Aragon yang udah jadi “kandangnya” Marc selama bertahun-tahun.

Aragon memang selalu jadi tempat spesial buat Marc. Di sirkuit ini, ia udah berulang kali menunjukkan dominasinya. Jadi nggak heran kalau Alex merasa ada “bayangan besar” sang kakak yang terus membayangi performanya.

Perjalanan Alex Masih Panjang, Tapi Semangatnya Nggak Luntur

Meskipun belum bisa menyamai kecepatan Marc, Alex tetap menunjukkan semangat tinggi untuk terus berkembang. Dia sadar betul perjalanannya masih panjang, tapi dia juga tahu bahwa setiap langkah maju sekecil apapun tetap berarti.

Buat para penggemar MotoGP, duel saudara ini bukan cuma menarik dari sisi hasil akhir, tapi juga jadi gambaran jelas gimana persaingan dan rasa hormat bisa berjalan beriringan. Alex mungkin belum bisa menaklukkan Aragon seperti Marc, tapi satu hal yang pasti: dia nggak akan berhenti mencoba.

Sabtu, 31 Mei 2025

Duel Seru Kakak-Adik Marquez di MotoGP: Pilihan Sulit Marc Bisa Tentukan Juara Dunia

Duel Seru Kakak-Adik Marquez di MotoGP: Pilihan Sulit Marc Bisa Tentukan Juara Dunia
Duel Seru Kakak-Adik Marquez di MotoGP: Pilihan Sulit Marc Bisa Tentukan Juara Dunia.

JAKARTA -- Siapa sangka, dua bersaudara bisa jadi rival terkuat di MotoGP musim ini? Yap, Marc dan Alex Marquez sedang jadi sorotan utama karena mereka berdua menduduki posisi teratas di klasemen sementara. 

Marc saat ini unggul 24 poin dari adiknya, tapi bukan cuma soal angka ini tentang hubungan keluarga yang diuji di lintasan balap.

Marc sendiri mengakui bahwa situasi ini sangat tidak biasa. "Sekarang sih udah terasa biasa aja, tapi sejujurnya ini bukan hal yang normal," katanya ke TNT Sports. 

"Kami ini kakak-adik yang saling bersaing untuk gelar juara MotoGP. Kita udah di race ketujuh, dan tetap saling kejar-kejaran."

Tapi Marc juga menyadari bahwa dalam kondisi kayak gini, ada dua jalan yang bisa dipilih soal hubungan mereka: makin erat atau malah renggang. 

"Dan kami pilih untuk makin dekat. Kami tahu, aku nggak akan menyakiti dia, dan dia juga nggak akan menyakiti aku. Kami sama-sama ingin yang terbaik satu sama lain. Ini juga bikin orang tua kami senang."

Sang ayah memang sering terlihat di paddock karena hampir selalu hadir di setiap balapan. 

Tapi menurut Marc dan Alex, justru ibu mereka yang paling perhatian walau jarang terlihat, telepon dari sang ibu hampir selalu datang. 

“Aku bahkan nggak bisa bayangin kalau punya anak. Sekarang coba bayangin dua anak lo bertarung jadi juara dunia MotoGP. Gila nggak tuh?” ujar Marc sambil tertawa.

Alex juga ikutan menimpali, “Menurutku, orang tua kami lebih bahagia ngelihat hubungan kami yang tetap kuat, dibanding cuma sekadar menang balapan. 

Buat mereka, persaudaraan lebih penting daripada trofi.”

Yang bikin cerita ini makin menarik, keduanya ternyata pakai motor yang beda versi! Marc saat ini mengendarai motor pabrikan Ducati versi 2025. 

Tapi sayangnya, motor itu justru masih punya banyak masalah, bahkan Pecco Bagnaia rider utama Ducati juga kesulitan.

Marc pun mulai merasakan masalah serupa di seri Silverstone kemarin. 

Di sisi lain, Alex justru makin gacor dengan motor Ducati versi 2024 di tim Gresini. 

Hebatnya, dia bahkan konsisten tampil lebih oke dibanding Bagnaia sepanjang musim ini!

Minggu depan, MotoGP bakal lanjut ke sirkuit Aragon kandang sendiri buat duo Marquez. 

Jadi makin panas nih! Apalagi kalau keduanya masih saling salip-menyalip di puncak klasemen.

Akhir musim nanti bisa jadi jadi momen paling emosional, bukan cuma buat mereka berdua, tapi juga buat seluruh keluarga Marquez. 

Akankah sang kakak mempertahankan posisi teratas? 

Atau justru sang adik yang bikin kejutan? Yang pasti, apapun hasilnya, ini bukan cuma tentang siapa yang juara tapi juga tentang arti persaudaraan di dunia balap yang keras.

Minggu, 25 Mei 2025

Alex Marquez Kritik Tikungan 1 Silverstone yang Dinilai Berbahaya Usai Kecelakaan di MotoGP Inggris

Alex Marquez Kritik Tikungan 1 Silverstone yang Dinilai Berbahaya Usai Kecelakaan di MotoGP Inggris
Alex Marquez Kritik Tikungan 1 Silverstone yang Dinilai Berbahaya Usai Kecelakaan di MotoGP Inggris.

JAKARTA - Alex Marquez, pembalap Gresini Ducati, nggak bisa menahan rasa kecewanya setelah mengalami kecelakaan di Tikungan 1 Sirkuit Silverstone saat balapan MotoGP Inggris. Marquez bahkan bilang dirinya “kesal” karena tikungan itu terasa sangat tidak aman.

Kejadian itu terjadi saat balapan baru dimulai. Alex memimpin di tikungan pertama (Abbey), tapi langsung terjatuh begitu mulai miringkan motornya. Motornya meluncur ke luar lintasan, lalu menghantam pembatas. Untungnya, dia nggak cedera parah.

Setelah itu, balapan sempat dihentikan sementara karena tumpahan oli, dan Alex diberi kesempatan untuk mengulang start. Hebatnya, walau sempat terjatuh, dia tetap bisa menyelesaikan balapan dan finis di posisi kelima. Lumayan banget, kan?

Tapi yang bikin Alex benar-benar kesal adalah kondisi keselamatan di Tikungan 1. Menurutnya, area tersebut kurang aman karena tidak ada gravel (kerikil penahan laju motor) di titik yang seharusnya. Dia merasa beruntung karena kejadiannya terjadi saat start. Kalau kecelakaan itu terjadi saat dia melaju kencang di lap terbang, hasilnya bisa jauh lebih parah.

"Ada beberapa hal yang harus dikritisi soal keselamatan," kata Alex kepada media di Silverstone. "Di titik saya jatuh itu nggak ada gravel. Sama seperti insiden yang dialami Carlos Tatay di Portimao tahun lalu. Saya dan motor benar-benar dekat banget dengan dinding pembatas."

"Motornya langsung nabrak tembok, dan saya cuma meluncur sejauh 15 meter. Kalau kecepatannya lebih tinggi, saya bisa cedera parah. Harusnya, hal seperti ini bisa dicegah lebih awal."

Alex berharap pihak penyelenggara seperti Dorna dan komisi keselamatan MotoGP bisa lebih responsif. "Mereka harus bertindak sebelum hal-hal buruk terjadi. Ini masalah serius," tambahnya dengan nada kecewa.

Soal balapan ulang, Alex sempat kesulitan menemukan ritme karena dia memilih ban depan medium, yaitu tipe ban yang sama saat dia jatuh. Keputusan itu ternyata diambil atas pilihannya sendiri.

"Kami berdiskusi bareng tim, tapi aku lebih memilih ban medium karena khawatir ban soft nggak akan tahan sampai akhir balapan. Bisa-bisa sisi kanan bannya habis duluan," jelasnya. "Mungkin pilihan itu nggak tepat, tapi setidaknya saya bisa finis di P5. Kita ambil sisi positifnya aja."

Dengan hasil ini, Alex Marquez sekarang tertinggal 25 poin dari pemuncak klasemen. Meski begitu, dia tetap merasa beruntung bisa menyelamatkan poin di hari yang cukup berat buatnya.

Marc Marquez dan Alex Marquez Dapat Kesempatan Kedua Usai Kecelakaan di MotoGP Inggris 2025

Marc Marquez dan Alex Marquez Dapat Kesempatan Kedua Usai Kecelakaan di MotoGP Inggris 2025
Marc Marquez dan Alex Marquez Dapat Kesempatan Kedua Usai Kecelakaan di MotoGP Inggris 2025.

Silverstone – Dua pembalap bersaudara, Marc Marquez dan Alex Marquez, mendapatkan kesempatan kedua untuk melanjutkan balapan setelah terjatuh di awal MotoGP Inggris 2025. Balapan yang digelar di Sirkuit Silverstone ini sempat dihentikan sementara akibat insiden yang terjadi di lap pertama.

Kejadian tersebut berlangsung sangat cepat. Marc Marquez, yang membela tim Gresini, terjatuh di lap pertama. Tak lama berselang, insiden lain melibatkan pembalap pabrikan Ducati hingga memicu pengibaran bendera merah atau red flag. Dalam waktu singkat, balapan resmi dihentikan sementara.

Namun, sesuai regulasi MotoGP, karena balapan belum menyelesaikan tiga lap penuh, maka seluruh pembalap yang terlibat kecelakaan termasuk Marc dan Alex Marquez, Aleix Espargaro, serta Franco Morbidelli diperbolehkan ikut restart.

Marc Marquez dan Alex Marquez Dapat Kesempatan Kedua Usai Kecelakaan di MotoGP Inggris 2025
Marc Marquez dan Alex Marquez Dapat Kesempatan Kedua Usai Kecelakaan di MotoGP Inggris 2025.

Dalam pasal 1.25.2 disebutkan bahwa apabila balapan dihentikan sebelum tiga lap selesai, maka race dianggap batal dan seluruh pembalap bisa memulai dari awal. Selain itu, menurut pasal 1.26.4, pembalap diizinkan memperbaiki atau mengganti motor, serta melakukan pengisian bahan bakar sebelum balapan dimulai kembali.

Balapan pun diulang dengan posisi grid awal, memberi peluang besar bagi pembalap yang sebelumnya mengalami insiden.

Hasilnya, Marc Marquez tampil konsisten hingga berhasil finis di posisi ketiga, sementara sang adik, Alex Marquez, mengamankan posisi kelima. Hasil ini menjadi pencapaian penting bagi keduanya setelah nyaris gagal meraih poin.

Sementara itu, Fabio Quartararo, yang sebelumnya memimpin jalannya balapan, terpaksa keluar akibat kendala teknis pada sistem ride height device. Hal ini membuka peluang bagi Marco Bezzecchi yang akhirnya keluar sebagai pemenang MotoGP Inggris 2025.

Persaingan sengit terjadi hingga lap terakhir, termasuk duel antara Marc Marquez dan Franco Morbidelli dalam perebutan posisi podium ketiga.

Alex Marquez Puas di Sprint Race MotoGP, Siap Tantang Balapan Utama dengan Strategi Ban Matang

Alex Marquez Puas di Sprint Race MotoGP, Siap Tantang Balapan Utama dengan Strategi Ban Matang
Alex Marquez Puas di Sprint Race MotoGP, Siap Tantang Balapan Utama dengan Strategi Ban Matang.

JAKARTA - Alex Marquez tampil gemilang di Sprint Race MotoGP dan nggak bisa menyembunyikan rasa senangnya setelah berhasil menunjukkan performa solid di lintasan. Pembalap Gresini ini mengaku sudah memperkirakan bakal ada strategi khusus di balapan tersebut, tapi kenyataannya justru sedikit berbeda.

"Balapannya berjalan lancar. Awalnya kupikir bakal jadi balapan penuh strategi, tapi ketika aku ambil alih posisi terdepan setelah Marc (Marquez) bikin kesalahan, aku langsung bilang ke diri sendiri: 'Cari ritme, jangan lepas!'. Aku sempat mengira Marc bakal mengejar lagi di akhir, tapi ternyata dia melambat. Hasil ini bikin aku senang banget," ungkap Alex dengan wajah sumringah.

Tapi, meski berhasil naik podium, Alex nggak langsung berpuas diri. Dia sadar tantangan sesungguhnya justru baru dimulai.

Fokus ke Balapan Utama Hari Minggu

Alex Marquez Puas di Sprint Race MotoGP, Siap Tantang Balapan Utama dengan Strategi Ban Matang
Alex Marquez Puas di Sprint Race MotoGP, Siap Tantang Balapan Utama dengan Strategi Ban Matang.

Menurutnya, balapan hari Minggu jauh lebih penting. “Besok itu balapan yang sebenarnya. Soal ban, aku nggak punya masalah tadi. Di lap terakhir aku sempat ngegas lebih agresif karena nggak lihat sisa waktu. Memang tenaga motor sedikit turun di akhir, tapi itu normal,” jelasnya.

Yang menarik, ban jadi faktor krusial dalam Sprint Race ini. Di area parc fermĆ©, Marc Marquez langsung memeriksa kondisi ban depan motornya begitu turun dari motor—tanda bahwa pemilihan ban sangat berpengaruh terhadap hasil balap.

Alex pun nggak mau lengah soal ini. Dia mengaku masih harus memikirkan pilihan ban terbaik untuk balapan utama.

Soal Ban: Soft atau Medium?

“Besok aku harus putuskan pakai ban yang mana. Kemarin aku cukup cepat dengan ban medium, tapi ban soft mungkin agak berisiko kalau dipakai untuk jarak lebih panjang. Tadi pagi aku lihat Marc dan Pecco sempat melambat setelah 16 lap. Jadi, besok kita lihat deh suhu lintasannya kayak gimana,” pungkasnya.

Bisakah Alex Marquez Ulangi Kejutan di Grand Prix?

Performa solid di Sprint Race jadi modal penting buat Alex Marquez. Tapi tantangan di balapan utama biasanya lebih berat dan penuh kejutan. Apakah dia bisa mengulang performa apiknya dan mungkin naik podium lagi?

Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar. Apakah menurut kamu Alex bakal kembali bikin kejutan di balapan utama MotoGP besok?

Drama Seru di MotoGP Inggris 2025: Alex Marquez Gagalkan Dominasi Marc di Sprint Race Silverstone

Drama Seru di MotoGP Inggris 2025: Alex Marquez Gagalkan Dominasi Marc di Sprint Race Silverstone
Drama Seru di MotoGP Inggris 2025: Alex Marquez Gagalkan Dominasi Marc di Sprint Race Silverstone.

JAKARTA - Setelah tampil sempurna di sprint race MotoGP 2025, Marc Marquez akhirnya harus merelakan catatan kemenangannya terhenti di Sirkuit Silverstone. Menariknya, bukan pembalap lain yang menghentikannya, tapi justru adik kandungnya sendiri, Alex Marquez!

Duel Kakak-Adik, Alex Tampil Lebih Tenang

Balapan sprint MotoGP Inggris 2025 pada Sabtu (24/5) berlangsung dalam cuaca dingin dan berangin. 

Marc Marquez yang tampil agresif sejak awal harus menerima kenyataan kehilangan posisi terdepan setelah melebar di tikungan. 

Kesalahan kecil itu langsung dimanfaatkan Alex Marquez yang tampil konsisten sepanjang balapan.

Alex, yang sebelumnya sempat bikin deg-degan karena mengalami highside parah saat latihan pagi (hingga menyebabkan bendera merah dikibarkan), justru tampil tanpa beban saat race. 

Hasilnya? Ia berhasil mempertahankan posisi terdepan hingga garis finis. Kemenangan ini jadi sprint win pertamanya sejak Sepang 2023 lalu.

Quartararo Start Ciamik, Tapi...

Fabio Quartararo dari tim Monster Yamaha tampil meyakinkan sejak awal dengan meraih holeshot dari pole position ketiganya secara beruntun. 

Sayangnya, performa apik itu nggak bertahan lama. Setelah beberapa lap, ia disalip Marc Marquez yang dengan cepat menyalip Bagnaia dan Alex.

Namun, tak lama setelah memimpin balapan, Marc melakukan kesalahan di tikungan Stowe. Alex mengambil alih pimpinan dan tak pernah menoleh ke belakang lagi.

Bagnaia Merosot, Di Giannantonio Raih Podium

Francesco Bagnaia sempat berada di posisi ketiga, tapi performanya menurun di paruh kedua balapan. Ia akhirnya turun ke posisi enam, disalip oleh Fabio Di Giannantonio (VR46), Marco Bezzecchi (Aprilia), dan Johann Zarco (LCR Honda).

Di Giannantonio sukses naik podium ketiga, menambah catatan impresifnya musim ini. Sementara itu, Quartararo hanya bisa finis di posisi ketujuh, tepat di depan Pedro Acosta (KTM) yang nyaris celaka akibat senggolan dengan rookie Gresini, Fermin Aldeguer, di lap terakhir.

Hasil Sprint MotoGP Inggris 2025: Posisi 1-10

  1. Alex Marquez – BK8 Gresini Ducati (GP24)

  2. Marc Marquez – Ducati Lenovo (GP25)

  3. Fabio Di Giannantonio – VR46 Ducati (GP25)

  4. Marco Bezzecchi – Aprilia Racing

  5. Johann Zarco – LCR Honda

  6. Francesco Bagnaia – Ducati Lenovo

  7. Fabio Quartararo – Monster Yamaha

  8. Pedro Acosta – Red Bull KTM

  9. Jack Miller – Pramac Yamaha

  10. Luca Marini – Honda HRC

Drama Lainnya: Penalti, Cedera, dan Comeback

Selain duel seru di lintasan, ada juga kabar menarik dari paddock. Ai Ogura terpaksa mundur dari balapan karena cedera kaki yang dialaminya di sesi latihan Jumat. Jorge Martin masih absen akibat cedera, dan posisinya kembali diisi Lorenzo Savadori dari tim Aprilia.

Enea Bastianini, yang tahun lalu mendominasi Silverstone, akan menjalani penalti long lap di race utama karena insiden di GP Prancis. Sedangkan Franco Morbidelli bakal start tiga posisi lebih belakang karena menghalangi Bezzecchi di latihan bebas.

Balapan sprint MotoGP Inggris 2025 di Silverstone memang penuh kejutan. Dari kemenangan emosional Alex Marquez hingga jatuhnya dominasi Marc, semuanya menghadirkan tontonan yang luar biasa seru. Fakta bahwa persaingan utama justru datang dari dua kakak beradik bikin balapan kali ini makin berkesan!

Sabtu, 24 Mei 2025

Marc Marquez dan Alex Marquez: Siap Tampil Maksimal di MotoGP Silverstone 2025

Marc Marquez dan Alex Marquez: Siap Tampil Maksimal di MotoGP Silverstone 2025
Marc Marquez dan Alex Marquez: Siap Tampil Maksimal di MotoGP Silverstone 2025.

JAKARTA - MotoGP Silverstone selalu jadi ajang menarik, apalagi buat Marc Marquez dan adiknya, Alex Marquez. Meski Marc terakhir kali menang di Silverstone itu tahun 2014, ia datang ke balapan kali ini dengan sikap realistis dan penuh harapan.

Marc bilang, “Saya tahu Alex dan Pecco bakal tampil kuat di sini. Soalnya, sirkuit ini bukan yang paling cocok buat saya. Kita lihat saja apakah saya bisa dekat dengan mereka dan bagaimana mengatur strategi balapan.”

Salah satu tantangan Marc adalah tikungan panjang ke kanan yang jadi titik lemahnya. “Tikungan seperti itu juga sulit buat saya di Catalunya dan Qatar. Tapi di Qatar tahun ini beda cerita, jadi kita lihat saja hasilnya di sini.”

Sementara itu, Alex Marquez justru merasa Silverstone cocok banget dengan gaya balapnya yang cepat dan minim pengereman tajam. “Kalau menurut saya, sirkuit ini enak banget buat gaya balap yang saya suka, yang cepat dan nggak banyak tikungan pelan. Kalau di Jerez atau Le Mans, itu trek kecil dan ketat, jadi kamu nggak bisa gas pol. Di sini kamu bisa ngerasain power motor secara penuh, jadi asyik banget,” jelas Alex.

Marc juga sempat bercanda soal kenapa dirinya belum menang lagi di Silverstone, seakan-akan ada kelemahan yang Alex tahu. Tapi Alex cepat membalas, “Saya bilang ke dia, ‘Kamu selalu cepat kok di sini!’ Cuma di 2018 dia sempat rusak mesin, lalu di 2019 nyaris menang tapi kalah tipis di detik-detik terakhir. Jadi menurut saya itu cuma soal keberuntungan dan strategi saja.”

Alex sendiri sudah membuktikan kecepatan di musim ini, dengan sembilan kali finis posisi kedua dan satu kemenangan pertamanya di MotoGP di Jerez. Walaupun motor GP24 miliknya tidak banyak berubah, motor GP25 yang digunakan Marc, Francesco Bagnaia, dan Fabio di Giannantonio terus mengalami perkembangan.

Alex menambahkan, “Menurut saya, motor GP25 punya beberapa keunggulan di beberapa situasi karena ada beberapa fitur baru. Tapi dari apa yang saya tahu, motornya masih cukup mirip. Kita lihat saja nanti apakah sasis baru yang sedang dibicarakan itu bisa membuat perbedaan besar atau tidak.”

Ia pun optimis, “Untuk sekarang, dengan kondisi motor yang kami punya, kami punya peluang bagus untuk cepat, konsisten, dan bisa bersaing dengan mereka.”

Jumat, 02 Mei 2025

Alex Marquez Pimpin Klasemen MotoGP Usai Menang di Jerez, Siap Tantang Marc Race demi Race

Alex Marquez Pimpin Klasemen MotoGP Usai Menang di Jerez, Siap Tantang Marc Race demi Race
Alex Marquez Pimpin Klasemen MotoGP Usai Menang di Jerez, Siap Tantang Marc Race demi Race.

JAKARTA - Setelah sukses besar menang di kandang sendiri di MotoGP Jerez, Alex Marquez nggak buang waktu lama buat kembali ke lintasan. Besok paginya, dia langsung gas lagi buat ikut sesi tes resmi di sirkuit yang sama bareng tim Gresini Ducati-nya.

Di sesi tes tersebut, Alex nyelesaiin 47 lap, dan catatan waktunya yang terbaik bikin dia nangkring di posisi ke-10.

Bukan cuma pemanasan biasa, tes ini jadi ajang buat Alex nyoba beberapa ubahan setelan motor GP24-nya. Kondisi trek saat itu punya daya cengkeram (grip) yang luar biasa tinggi, dan itu cukup ngasih tantangan tersendiri.

“Hari ini grip-nya gila banget, tinggi banget,” kata Alex. “Biasanya, setelan dasar motor kami udah bagus banget buat dapetin traksi, bahkan bisa dibilang kami paling unggul dalam hal itu dibanding rider Ducati lain. Tapi kalau grip-nya terlalu tinggi kayak gini, motor malah susah diajak belok dan keseimbangannya kurang enak.”

Makanya, timnya nyoba ubah beberapa setting, termasuk bagian elektronik, demi nyari solusi kalau kondisi serupa kejadian lagi di akhir pekan balapan.

“Kadang punya grip terlalu besar juga jadi masalah. Jadi kita coba beberapa perubahan yang agak ekstrem, biar tahu mana arah terbaiknya,” tambahnya.

Coba Ban Depan Baru dari Michelin, Tapi Belum Meyakinkan

Selain tes setting motor, Alex juga nyobain ban depan baru dari Michelin yang rencananya bakal dipake tahun 2026. Tapi sayangnya, dia ngerasa performanya nggak se-oke waktu dia coba di Misano, Montmelo, Malaysia, atau Buriram.

“Di Jerez ini agak kurang positif dibanding tempat lain. Mungkin karena sirkuitnya lebih lambat ya. Tapi ya, ada sisi bagusnya juga. Bukan masalah besar sih,” ujarnya.

Ban baru ini sebenarnya ditujukan buat mengurangi masalah tekanan ban yang naik drastis saat ngikutin motor lain dari jarak dekat. Tapi menurut Alex, solusi total kayaknya belum bisa didapat cuma dari ban aja. 

“Karet ya tetap karet. Kalau di depan kita ada motor lain yang panas, ya tekanan ban kita juga naik. Sulit buat sepenuhnya ngilangin masalah itu,” jelasnya.

Apalagi, dalam waktu sekitar satu setengah tahun lagi, MotoGP bakal ganti pemasok ban dari Michelin ke Pirelli. Jadi, belum pasti juga apakah ban ini bakal dipakai beneran atau enggak.

Fokus Lanjutkan Performa: “Kita Jalani Satu per Satu”

Kemenangan di Jerez kemarin jadi momen spesial banget buat Alex Marquez. Itu adalah kemenangan pertamanya di kelas utama MotoGP, dan langsung nganterin dia ke puncak klasemen.

Yang menarik, saingan terdekatnya di klasemen bukan orang jauh melainkan kakaknya sendiri, Marc Marquez, yang cuma terpaut satu poin. “Itu hari Minggu yang sempurna: kemenangan pertama dan langsung pimpin klasemen. Tapi jujur, kami masih sedikit di belakang Marc, mungkin cuma setengah langkah. Dia masih lebih kuat di beberapa aspek,” aku Alex.

Akhir pekan depan, seri MotoGP bakal lanjut ke Prancis, tepatnya di Le Mans. Sirkuit itu bukan tempat favorit Alex, tapi Jerez pun dulunya juga bukan dan nyatanya dia menang di sana.

“Jerez dan Le Mans itu dua trek yang biasanya sulit buat aku. Tapi sekarang aku bisa menang di Jerez, jadi kenapa nggak coba lagi di Le Mans? Setelah itu ada Silverstone, Mugello, Aragon tempat-tempat di mana aku lebih cepat.”

“Yang penting sekarang, kita jalanin satu balapan demi satu,” tutup Alex.

Minggu, 27 April 2025

Alex Marquez Kembali Puncaki Klasemen MotoGP 2025 Setelah Kemenangan Bersejarah di GP Spanyol

Alex Marquez Kembali Puncaki Klasemen MotoGP 2025 Setelah Kemenangan Bersejarah di GP Spanyol
Alex Marquez Kembali Puncaki Klasemen MotoGP 2025 Setelah Kemenangan Bersejarah di GP Spanyol.

JAKARTA - Klasemen sementara Kejuaraan Dunia MotoGP 2025 kembali memanas setelah Alex Marquez berhasil merebut posisi puncak, menggeser posisi saudaranya, Marc Marquez, dengan kemenangan emosionalnya di Grand Prix Spanyol. Ini adalah kemenangan pertama Marquez di musim ini, yang membawanya kembali ke posisi teratas setelah perjuangan panjang di awal musim.

Dalam balapan yang berlangsung di sirkuit Jerez, Alex Marquez tampil luar biasa dan berhasil mengalahkan rival-rival beratnya, termasuk Marc Marquez, yang meskipun sempat memimpin klasemen, harus puas berada di posisi kedua. Kini, perbedaan poin antara keduanya hanya satu angka, yang semakin menambah ketegangan di sisa musim ini.

Berikut adalah klasemen sementara Kejuaraan Dunia MotoGP 2025 setelah balapan di Jerez:

Klasemen Sementara MotoGP 2025

Pos Pembalap Negara Tim Poin Selisih
1 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP24) 140
2 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP25) 139 (-1)
3 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP25) 120 (-20)
4 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP24) 84 (-56)
5 Fabio di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) 63 (-77)
6 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) 50 (-90)
7 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) 43 (-97)
8 Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP25)* 37 (-103)
9 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP25) 35 (-105)
10 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) 33 (-107)
11 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) 32 (-108)
12 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) 32 (-108)
13 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) 28 (-112)
14 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP24)* 25 (-115)
15 Maverick ViƱales SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) 24 (-116)
16 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) 19 (-121)
17 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) 17 (-123)
18 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) 11 (-129)
19 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP25) 5 (-135)
20 Augusto Fernandez SPA Pramac Yamaha (YZR-M1) 3 (-137)
21 Aleix Espargaro SPA Honda Test Team (RC213V) 2 (-138)
22 Miguel Oliveira POR Pramac Yamaha (YZR-M1) 2 (-138)
23 Lorenzo Savadori ITA Aprilia Factory (RS-GP25) 1 (-139)

Kejutan di GP Spanyol: Alex Marquez Menang Emosional

Kemenangan Alex Marquez di GP Spanyol bukan hanya soal hasil balapan, tetapi juga soal emosional yang membawanya kembali ke jalur juara. Setelah sempat merosot dalam beberapa balapan awal musim, kemenangan ini membuktikan ketangguhan dan kemampuan Marquez dalam menghadapi tekanan.

Marc Marquez, meskipun kehilangan posisi pertama, tetap berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan hanya terpaut satu poin dari saudaranya. Performa Ducati Lenovo, yang diperkuat oleh Marc dan Francesco Bagnaia, masih sangat solid, meskipun perbedaan antara mereka dengan Alex Marquez cukup signifikan, yaitu 20 poin.

Pertarungan Ketat di Posisi Teratas

Klasemen sementara menunjukkan pertarungan yang semakin ketat di posisi teratas. Francesco Bagnaia, meskipun tidak berhasil meraih podium di GP Spanyol, tetap berada di posisi ketiga dengan 120 poin. Ini menunjukkan bahwa meskipun Alex Marquez melangkah jauh di depan, persaingan untuk gelar juara dunia MotoGP 2025 masih sangat terbuka.

Di posisi keempat, Franco Morbidelli berhasil mempertahankan posisi tersebut meskipun selisih poin dengan Fabio di Giannantonio yang berada di peringkat kelima semakin menyempit. Kedua pembalap Ducati ini menunjukkan konsistensi yang baik sepanjang musim, namun masih harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan dari para pembalap di posisi teratas.

Pembalap Yamaha yang Berjuang Keras

Fabio Quartararo, yang berada di posisi keenam, menunjukkan tanda-tanda kebangkitan meskipun sempat menghadapi kesulitan di awal musim. Dengan 50 poin, Quartararo bertekad untuk kembali ke jalur kemenangan dan bersaing untuk posisi teratas. Namun, perbedaan poin yang cukup jauh dari pemimpin klasemen menjadi tantangan besar baginya.

Sementara itu, Johann Zarco, yang berada di posisi ketujuh, juga terus berusaha untuk memperbaiki performanya. Di belakangnya, pembalap muda seperti Ai Ogura dan Marco Bezzecchi berusaha meraih lebih banyak poin untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen. Kedua pembalap ini menunjukkan potensi besar dan bisa menjadi ancaman bagi pembalap-pembalap senior dalam beberapa balapan mendatang.

Pembalap-pembalap Lain yang Tak Kalah Menarik

Di posisi ke-10, Pedro Acosta dan Brad Binder memiliki peluang untuk terus naik, dengan keduanya hanya tertinggal beberapa poin dari posisi teratas. Sementara itu, Luca Marini dan Enea Bastianini berjuang keras untuk mempertahankan posisi mereka di klasemen dan mengurangi selisih poin dari para pemimpin.

Kemenangan di GP Spanyol memberikan dorongan moral yang besar bagi pembalap-pembalap ini. Setiap balapan yang dilalui sekarang terasa lebih krusial karena setiap poin akan sangat menentukan dalam perebutan gelar juara dunia.

Masa Depan MotoGP 2025: Semakin Sengit dan Penuh Ketegangan

Dengan musim yang masih panjang dan banyak balapan yang tersisa, persaingan untuk gelar juara dunia MotoGP 2025 dipastikan akan semakin sengit. Alex Marquez, yang kini memimpin klasemen, harus terus mempertahankan performanya di balapan-balapan berikutnya. Namun, Marc Marquez, Francesco Bagnaia, dan Fabio Quartararo tidak akan menyerah begitu saja.

Klasemen ini hanya mencerminkan sebuah awal dari apa yang akan menjadi salah satu musim paling menarik dalam sejarah MotoGP. Semua pembalap berusaha untuk mencatatkan prestasi terbaik mereka, dan tentu saja, kita tidak sabar untuk melihat bagaimana pertarungan ini akan berkembang.

Musim MotoGP 2025 sudah memasuki tahap yang sangat seru dengan persaingan yang semakin ketat di antara para pembalap papan atas. Kemenangan Alex Marquez di GP Spanyol memberikan pergeseran signifikan dalam klasemen sementara dan semakin menambah keseruan dalam perebutan gelar juara dunia. Di sisi lain, pembalap-pembalap seperti Marc Marquez, Francesco Bagnaia, dan Fabio Quartararo akan terus berusaha untuk merebut posisi puncak, menjadikan setiap balapan semakin penuh ketegangan dan harapan.

Perebutan gelar juara dunia MotoGP 2025 masih jauh dari kata selesai, dan setiap pembalap akan berjuang habis-habisan untuk meraih gelar bergengsi ini.