Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Angela Idang Belawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Angela Idang Belawan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juni 2026

PLTA Batoq Kelo di Mahulu Jadi Penopang Energi Hijau Kaltim dan IKN

PLTA Batoq Kelo di Mahulu, Kaltim, berkapasitas 300 MW dengan investasi Rp13 triliun. Proyek ini diharapkan mendukung IKN, membuka lapangan kerja, dan mendorong ekonomi daerah.
PLTA Batoq Kelo di Mahulu, Kaltim, berkapasitas 300 MW dengan investasi Rp13 triliun. Proyek ini diharapkan mendukung IKN, membuka lapangan kerja, dan mendorong ekonomi daerah.

MAHULU – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Angela Idang Belawan menyatakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo di Kecamatan Long Bagun menjadi bukti bahwa Mahulu memiliki posisi strategis dalam pengembangan pembangunan hijau di Kalimantan Timur. Pernyataan itu disampaikan di Mahulu, Selasa (2/6).

Proyek PLTA Batoq Kelo berkapasitas 300 megawatt tersebut telah memasuki tahap pembangunan setelah peletakan batu pertama dilakukan pada 25 Mei 2026. Proyek senilai Rp13 triliun itu ditargetkan rampung dalam waktu lima tahun.

Angela mengatakan pemerintah daerah mendorong keterlibatan masyarakat setempat dalam proyek tersebut agar tenaga kerja lokal dapat terserap dan merasakan manfaat langsung dari investasi yang masuk ke daerah.

Menurutnya, PLTA Batoq Kelo akan memberikan manfaat besar dari sisi energi, infrastruktur, serta ekonomi dan sosial.

Dari sektor energi, pembangkit itu diperkirakan mampu memasok kebutuhan listrik sekitar 300.000 rumah tangga di Kalimantan Timur. Energi yang dihasilkan juga diproyeksikan menjadi salah satu sumber pasokan listrik untuk Ibu Kota Nusantara (IKN), kawasan industri, serta sektor pertambangan sehingga mendukung keandalan pasokan listrik di wilayah tersebut.

Selain itu, PLTA Batoq Kelo merupakan sumber energi terbarukan yang tidak menghasilkan polusi dan mendukung target pengurangan emisi karbon Indonesia.

Di bidang infrastruktur, proyek ini turut didukung pembangunan jalan baru sepanjang 122 kilometer yang akan menghubungkan Kabupaten Mahakam Ulu dengan Kabupaten Malinau di Kalimantan Utara.

"Keberadaan jalan baru tentu akan membuka keterisoliran desa-desa di daerah hulu Mahakam hingga Kaltara, sehingga akan mempercepat aktivitas, mempermudah angkutan hasil bumi, dan akses kesehatan maupun pendidikan," kata Angela.

Ia menambahkan, pembangunan PLTA juga diperkirakan menyerap ribuan tenaga kerja selama masa konstruksi yang berlangsung sekitar lima tahun dan tetap membuka peluang kerja saat pembangkit mulai beroperasi.

Kehadiran proyek tersebut juga dinilai berpotensi meningkatkan pendapatan daerah serta mendorong tumbuhnya berbagai usaha baru, mulai dari kuliner, penginapan, perdagangan, hingga jasa pendukung lainnya. Kawasan sekitar bendungan bahkan berpeluang berkembang menjadi destinasi wisata baru berkat panorama alam yang dimiliki.

Angela mengatakan Pemerintah Kabupaten Mahulu telah berkomunikasi dengan pihak perusahaan terkait peluang keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut.

"PLTA ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi Mahulu, tetapi juga menjadi sumber energi ramah bagi seluruh masyarakat Kaltim," ujarnya.

Dengan kapasitas besar dan nilai investasi yang signifikan, PLTA Batoq Kelo diharapkan menjadi salah satu proyek strategis yang mendukung kebutuhan energi bersih Kalimantan Timur sekaligus mempercepat pembangunan wilayah Mahakam Ulu.

Selasa, 31 Maret 2026

Investasi dan Infrastruktur Dorong Ekonomi Mahulu Tumbuh 5,11 Persen

Ekonomi Mahakam Ulu tumbuh 5,11 persen pada 2025, didorong sektor pertanian, infrastruktur, transportasi, dan investasi yang terus meningkat.
Ekonomi Mahakam Ulu tumbuh 5,11 persen pada 2025, didorong sektor pertanian, infrastruktur, transportasi, dan investasi yang terus meningkat.

Mahulu, Kaltim - Pertumbuhan ekonomi di Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Pemerintah daerah mencatat laju pertumbuhan mencapai 5,11 persen, melampaui target awal sebesar 3,5 persen.

Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, menyebut capaian ini sebagai indikator nyata membaiknya kondisi ekonomi daerah dibanding tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,11 persen, ini melampaui target yang telah ditetapkan,” ujarnya di Ujoh Bilang, Senin.

Empat Sektor Jadi Penopang Utama

Kinerja ekonomi Mahulu ditopang oleh empat sektor unggulan, yakni pertanian, infrastruktur dasar, transportasi, serta penanaman modal.

Sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan menjadi fondasi utama karena menyangkut kebutuhan pangan sekaligus sumber penghidupan masyarakat lokal. Pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor ini demi menciptakan kemandirian pangan.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur dasar juga memberikan dampak signifikan. Pada 2025, alokasi belanja untuk sektor ini mencapai lebih dari 40 persen dari total anggaran, sehingga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.

Di sisi lain, sektor transportasi dan pergudangan turut berperan sebagai pengungkit Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dalam mendukung distribusi barang dan mobilitas ekonomi.

Investasi Meningkat, Tembus Rp497 Miliar

Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal menunjukkan peningkatan signifikan. Baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai total Rp497 miliar sepanjang 2025.

Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi Mahulu, termasuk sektor sumber daya alam dan pembangunan daerah.

Realisasi Anggaran Dan Kinerja Keuangan

Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Anggaran 2025, pemerintah daerah mencatat pendapatan sebesar Rp1,9 triliun atau 85,21 persen dari target Rp2,2 triliun.

Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp2,4 triliun dari total anggaran Rp2,9 triliun, atau sekitar 81,74 persen. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung program pembangunan strategis.

Indikator Sosial Ikut Membaik

Tak hanya ekonomi, indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan perbaikan. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 10,09 persen, lebih rendah dari target 10,5 persen.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Mahulu mencapai 71,53, melampaui target 70,48. Hal ini mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk di sektor pendidikan dan kesehatan.

Infrastruktur Dan Lingkungan Makin Berkualitas

Kemajuan juga terlihat pada sektor infrastruktur dan pelayanan dasar. Akses jalan, air minum, serta rumah layak huni mengalami peningkatan.

Selain itu, kualitas lingkungan hidup tetap terjaga dengan indeks mencapai 86,62. Angka ini menunjukkan kondisi udara, air, dan kelestarian alam masih dalam kategori baik.

“Ini menandakan pembangunan berjalan seimbang antara ekonomi dan lingkungan,” kata Angela.

FAQ

1. Berapa pertumbuhan ekonomi Mahakam Ulu tahun 2025?
Pertumbuhan ekonomi Mahakam Ulu mencapai 5,11 persen, melampaui target 3,5 persen.

2. Apa sektor utama penopang ekonomi Mahulu?
Empat sektor utama adalah pertanian, infrastruktur, transportasi, dan investasi.

3. Berapa nilai investasi yang masuk ke Mahulu?
Total investasi pada 2025 mencapai Rp497 miliar dari PMDN dan PMA.

4. Apakah tingkat kemiskinan di Mahulu menurun?
Ya, turun menjadi 10,09 persen dari target 10,5 persen.

5. Bagaimana kondisi lingkungan di Mahulu?
Indeks kualitas lingkungan mencapai 86,62, menunjukkan kondisi yang masih terjaga baik.