Berita BorneoTribun: Astrobiologi hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Astrobiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astrobiologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 September 2025

Mineral Misterius Ditemukan di Asteroid Ryugu Bikin Ilmuwan Terkejut

JAKARTA - Sebuah penemuan mengejutkan diumumkan oleh tim ilmuwan Amerika Serikat yang meneliti sampel asteroid Ryugu. Dalam penelitian yang dilakukan di Brookhaven National Laboratory, Selasa (2/9/2025), para peneliti menemukan mineral aneh yang tidak pernah ditemukan di Bumi. Mineral tersebut berasal dari sampel langka seberat 9,3 miligram yang dikirim ke Bumi oleh wahana Jepang Hayabusa-2. Temuan ini dianggap penting karena mineral tersebut ternyata lebih tua dari batuan mana pun di planet kita.

Para peneliti menggunakan metode pencitraan sinar-X untuk meneliti partikel kecil dari asteroid tersebut. Hasil analisis mengungkap keberadaan berbagai unsur seperti selen, mangan, besi, sulfur, silikon, kalsium, hingga fosfor. Menariknya, fosfor ditemukan dalam dua bentuk berbeda: satu dalam bentuk umum yang juga terdapat pada tulang dan gigi manusia, dan satu lagi dalam bentuk senyawa fosfida langka yang belum pernah dijumpai di Bumi. Dari situlah kemudian ilmuwan berhasil mengidentifikasi mineral baru bernama HAMP (Hydrated Ammonium Magnesium Phosphate).

Mineral Misterius Ditemukan di Asteroid Ryugu Bikin Ilmuwan Terkejut
Mineral Misterius Ditemukan di Asteroid Ryugu Bikin Ilmuwan Terkejut.

Mineral HAMP disebut mirip dengan struvite, mineral yang bisa terbentuk di tubuh manusia dalam bentuk batu ginjal. Namun, keberadaannya di asteroid Ryugu justru menambah keyakinan ilmuwan bahwa materi luar angkasa bisa saja memainkan peran besar dalam munculnya kehidupan di Bumi miliaran tahun lalu. “Setiap butir dari Ryugu adalah kapsul waktu. Ini adalah bahan paling tua yang bisa membantu kita memahami awal mula tata surya,” ujar astrobiolog Matthew Pasek.

Paul Northrup, seorang ahli geologi yang terlibat dalam riset ini, juga menegaskan pentingnya melindungi sampel tersebut. “Dari seluruh misi Hayabusa-2, hanya ada 5,4 gram bahan yang tersedia untuk dianalisis. Itu membuat setiap butir sangat berharga, mengingat ratusan peneliti berebut akses untuk menelitinya,” jelas Northrup. Karena itu, tim ilmuwan menggunakan teknik non-destruktif agar sampel tetap utuh untuk penelitian di masa depan.

Penemuan mineral misterius di asteroid Ryugu bukan hanya memberi gambaran lebih jelas soal proses kimia yang terjadi di awal tata surya, tetapi juga membuka kemungkinan baru tentang asal-usul kehidupan. Jika benar mineral seperti HAMP ikut berperan dalam membentuk lingkungan awal Bumi, maka penelitian ini bisa menjadi titik penting dalam astrobiologi modern. Ke depan, hasil riset ini diprediksi akan semakin memperkuat alasan bagi misi luar angkasa lain yang bertujuan membawa pulang sampel asteroid atau planet kecil untuk diteliti.

Rabu, 20 Agustus 2025

Mars Rover NASA Temukan Helm Perang di Planet Merah, Ilmuwan Curiga Ada Jejak Air Bawah Tanah

JAKARTA - NASA mengumumkan penemuan unik di Mars setelah rover Perseverance memotret batu berbentuk mirip helm perang pada 5 Agustus 2025 lalu. 

Batu yang diberi nama Horneflya ini terlihat jelas lewat kamera Mastcam-Z, lengkap dengan puncak tajam dan tekstur bulat menyerupai lapisan baju zirah kuno. 

Para ilmuwan menduga bentuknya bisa menjadi petunjuk penting tentang adanya aktivitas air di bawah permukaan Mars.

Mars Rover NASA Temukan ‘Helm Perang’ di Planet Merah, Ilmuwan Curiga Ada Jejak Air Bawah Tanah
Mars Rover NASA Temukan ‘Helm Perang’ di Planet Merah, Ilmuwan Curiga Ada Jejak Air Bawah Tanah.

Menurut tim ilmuwan, hampir seluruh permukaan Horneflya dipenuhi butiran bulat kecil yang disebut sferula. Struktur inilah yang langsung menarik perhatian. 

“Bukan bentuknya yang membuat batu ini luar biasa, tapi komposisinya,” ujar David Egla, perwakilan tim Perseverance

Ia menjelaskan, di Bumi, formasi serupa kerap muncul akibat proses kimia dari air tanah yang menembus celah batuan sedimen, atau bisa juga dari aktivitas vulkanik.

Kamera Mastcam-Z yang dibawa Perseverance memang dirancang untuk merekam detail permukaan Mars dengan resolusi tinggi, termasuk dalam format stereo. 

Dari kamera inilah publik sebelumnya sudah dibuat heboh dengan foto-foto batu berbentuk “donat” hingga “avokad”. 

Fenomena ini disebut pareidolia, yakni kecenderungan otak manusia mengenali pola atau bentuk familiar dalam objek acak. Meski demikian, para peneliti tetap menekankan bahwa di balik “wajah” lucu bebatuan itu tersimpan data geologi penting.

Ke depan, NASA berencana mengumpulkan lebih banyak sampel untuk memastikan asal-usul formasi Horneflya. 

Jika benar sferula terbentuk akibat air bawah tanah, maka temuan ini bisa menambah bukti bahwa Mars pernah atau mungkin masih menyimpan cadangan air di bawah permukaan. 

Penemuan ini sangat penting untuk memahami sejarah iklim Mars, sekaligus membuka peluang penelitian tentang kemungkinan adanya kehidupan mikroba di masa lalu.