Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Banjarbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banjarbaru. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juni 2026

Akhirnya Pulang, 354 Jamaah Haji HSU Kloter 11 Tiba di Tanah Air dengan Selamat

Sebanyak 354 jamaah haji asal Hulu Sungai Utara yang tergabung dalam Kloter 11 Debarkasi Banjarmasin tiba di tanah air. Total jamaah yang telah pulang mencapai 3.943 orang.
Sebanyak 354 jamaah haji asal Hulu Sungai Utara yang tergabung dalam Kloter 11 Debarkasi Banjarmasin tiba di tanah air. Total jamaah yang telah pulang mencapai 3.943 orang.

BANJARBARU — Sebanyak 354 jamaah haji asal Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, yang tergabung dalam Kloter 11 Debarkasi Banjarmasin telah kembali ke Indonesia setelah menuntaskan ibadah haji 2026 di Tanah Suci Arab Saudi.

Rombongan jamaah tiba pada Jumat sekitar pukul 12.55 Wita melalui Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin. Kedatangan mereka menjadi bagian dari gelombang kedua pemulangan jamaah haji Indonesia yang diberangkatkan dari Madinah.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banjarmasin, Eddy Khairani, memastikan proses kepulangan berlangsung lancar. Setelah mendarat, para jamaah langsung diarahkan menuju Asrama Haji untuk mengikuti penyambutan sekaligus beristirahat sebelum kembali ke daerah masing-masing.

"Alhamdulillah, kondisi kesehatan jamaah haji kloter 11 cukup baik, hanya kebanyakan memang mengalami flu dan batuk," kata Eddy Khairani.

Kondisi Jamaah Haji HSU Umumnya Baik

Meski sebagian jamaah mengalami gangguan kesehatan ringan seperti flu dan batuk, secara keseluruhan kondisi mereka dinyatakan baik. Hal ini menjadi kabar positif mengingat perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Indonesia membutuhkan kondisi fisik yang prima.

Kloter 11 merupakan salah satu kelompok yang dipulangkan melalui Madinah. Sementara jamaah gelombang pertama sebelumnya diberangkatkan dari Makkah dan kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah.

Pemulangan Jamaah Haji Debarkasi Banjarmasin Terus Berlanjut

Dengan tibanya Kloter 11, jumlah jamaah yang telah kembali melalui Debarkasi Banjarmasin mencapai 3.943 orang.

Pada musim haji 2026, Debarkasi Banjarmasin melayani total 6.804 jamaah yang terbagi dalam 19 kloter. Rinciannya, 14 kloter berasal dari Kalimantan Selatan dan lima kloter dari Kalimantan Tengah.

Hingga saat ini, masih terdapat delapan kloter yang berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan ke Tanah Air.

Proses pemulangan jamaah haji Debarkasi Banjarmasin sendiri telah dimulai sejak 4 Juni 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 1 Juli 2026.

Harapan PPIH Bagi Jamaah yang Telah Kembali

Selain memastikan pelayanan kepulangan berjalan aman dan nyaman, PPIH Debarkasi Banjarmasin juga berharap para jamaah dapat mempertahankan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Menurut Eddy Khairani, perjalanan haji bukan hanya tentang keberangkatan dan kepulangan, tetapi juga bagaimana para jamaah menjaga semangat ibadah, kesabaran, keikhlasan, serta kepedulian sosial setelah kembali ke tengah masyarakat.

"Semoga seluruh jamaah menjadi haji dan hajjah yang mabrur serta membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, daerah, dan bangsa," ujarnya.

PPIH Debarkasi Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik hingga seluruh kloter tiba kembali di daerah masing-masing dengan aman, tertib, dan nyaman.

Kamis, 11 Juni 2026

Debarkasi Banjarmasin Pulangkan 1.793 Jamaah Haji, Kloter Terakhir Tiba 1 Juli

Sebanyak 1.793 jamaah haji Debarkasi Banjarmasin dari lima kloter telah tiba di Tanah Air. Pemulangan berlangsung hingga 1 Juli 2026 dengan kondisi jamaah umumnya sehat.
Sebanyak 1.793 jamaah haji Debarkasi Banjarmasin dari lima kloter telah tiba di Tanah Air. Pemulangan berlangsung hingga 1 Juli 2026 dengan kondisi jamaah umumnya sehat.

BANJARBARU – Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banjarmasin menyebut sebanyak 1.793 jamaah haji yang tergabung dalam lima kelompok terbang (kloter) telah kembali ke Tanah Air hingga 10 Juni 2026. Pemulangan jamaah berlangsung melalui Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Ketua PPIH Debarkasi Banjarmasin Eddy Khairani mengatakan proses pemulangan jamaah berjalan lancar dan seluruh jamaah yang telah tiba dalam kondisi kesehatan cukup baik.

"Hingga kemarin (10/6/2026) jamaah haji Debarkasi Banjarmasin sudah lima kloter yang dipulangkan ke Tanah Air," kata Eddy di Banjarbaru, Kamis (11/6).

Menurutnya, sebagian besar jamaah hanya mengalami keluhan ringan seperti flu dan batuk setelah menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Pemulangan jamaah haji Debarkasi Banjarmasin dimulai sejak 4 Juni 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 1 Juli 2026. Kloter terakhir yang akan tiba adalah Kloter 19.

"Kloter terakhir adalah Kloter 19 yang dijadwalkan pulang ke Tanah Air pada 1 Juli 2026," ujarnya.

Debarkasi Banjarmasin melayani kepulangan jamaah haji dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Pada musim haji 1447 Hijriah/2026, terdapat 19 kloter yang diberangkatkan, terdiri atas 14 kloter dari Kalimantan Selatan dan lima kloter dari Kalimantan Tengah.

Total jamaah yang tergabung dalam 19 kloter tersebut mencapai 6.804 orang.

Eddy juga menyampaikan hingga saat ini tercatat tujuh jamaah haji Debarkasi Banjarmasin meninggal dunia di Tanah Suci.

"Sampai saat ini terdata ada tujuh haji Debarkasi Banjarmasin yang wafat di Tanah Suci," katanya.

Ia berharap seluruh jamaah yang telah menunaikan ibadah haji dapat mempertahankan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di Tanah Suci.

"Semoga seluruh jamaah menjadi haji dan hajjah yang mabrur serta membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, daerah, dan bangsa," ujar Eddy.

PPIH Debarkasi Banjarmasin masih melanjutkan proses pemulangan jamaah haji hingga seluruh 19 kloter tiba di daerah masing-masing. Panitia berkomitmen memastikan proses kepulangan berlangsung aman, tertib, dan nyaman sampai kloter terakhir mendarat pada 1 Juli 2026.

Kamis, 04 Juni 2026

Kalsel Evaluasi Penyaluran BBM Bersubsidi Lewat Sosialisasi Aturan Baru BPH Migas

Kalsel mengevaluasi penyaluran BBM bersubsidi melalui sosialisasi Peraturan BPH Migas Nomor 4 Tahun 2025 dan pemanfaatan Aplikasi XSTAR untuk meningkatkan akuntabilitas.
Kalsel mengevaluasi penyaluran BBM bersubsidi melalui sosialisasi Peraturan BPH Migas Nomor 4 Tahun 2025 dan pemanfaatan Aplikasi XSTAR untuk meningkatkan akuntabilitas.

BANJARBARU – Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar sosialisasi dan monitoring implementasi Peraturan BPH Migas Nomor 4 Tahun 2025 tentang penerbitan surat rekomendasi pembelian Solar subsidi dan Pertalite, di Banjarbaru, Kamis.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sekaligus tindak lanjut atas berlakunya Peraturan BPH Migas Nomor 4 Tahun 2025 yang menggantikan sebagian ketentuan dalam Peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023.

Kepala Biro Perekonomian Setda Kalimantan Selatan, Eddy Elminsyah Jaya, mengatakan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman pemerintah daerah dan pihak terkait mengenai tata cara penggunaan Aplikasi XSTAR dalam penerbitan surat rekomendasi pembelian jenis BBM tertentu (JBT) Solar dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP) Pertalite.

"Kami berharap seluruh peserta dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai tata cara penggunaan Aplikasi XSTAR, mekanisme penginputan data, proses verifikasi, serta berbagai ketentuan yang perlu diperhatikan dalam penerbitan surat rekomendasi pembelian JBT dan JBKP," kata Eddy.

Menurutnya, pengelolaan dan pengawasan distribusi BBM bersubsidi membutuhkan dukungan data yang akurat, transparan, dan terintegrasi. Karena itu, Aplikasi XSTAR diharapkan menjadi instrumen penting untuk mendukung proses penerbitan surat rekomendasi sekaligus meningkatkan akuntabilitas serta ketepatan sasaran distribusi BBM bersubsidi.

Eddy menilai kesamaan pemahaman antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai pihak terkait dalam mendukung pengelolaan energi yang tepat sasaran dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

"Kami mengharapkan adanya sinergi dan koordinasi yang semakin baik antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan terkait dalam rangka mendukung pengelolaan energi yang tepat sasaran dan berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Selatan," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turut menyampaikan apresiasi kepada BPH Migas atas dukungan pelaksanaan sosialisasi tersebut serta kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan secara aktif.

Melalui penerapan regulasi terbaru dan pemanfaatan Aplikasi XSTAR, pemerintah berharap proses penerbitan surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi dapat berlangsung lebih tertib, transparan, dan akuntabel sehingga penyaluran energi subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Selasa, 19 Mei 2026

Dua Rumah Warga Banjarbaru Dibedah Polda Kalsel Jelang HUT Bhayangkara

Polda Kalsel menggelar program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Banjarbaru dalam rangka menyambut HUT Ke-80 Bhayangkara 2026.
Polda Kalsel menggelar program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Banjarbaru dalam rangka menyambut HUT Ke-80 Bhayangkara 2026.

BANJARBARU — Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) melaksanakan program bedah rumah untuk dua warga kurang mampu di Kelurahan Sei Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Selasa, dalam rangka menyambut HUT Ke-80 Bhayangkara 2026.

Program bakti sosial tersebut menyasar rumah milik M. Ali dan Rusli yang berada di kawasan permukiman padat penduduk.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memimpin langsung peletakan batu pertama pembangunan rumah tersebut. Ia berharap proses pembangunan berjalan lancar hingga menghasilkan hunian yang layak bagi pemiliknya.

Menurut Yudha, rumah yang layak huni tidak hanya berfungsi sebagai tempat berteduh, tetapi juga menjadi ruang membangun keharmonisan keluarga dan membentuk karakter anak.

“Rumah layak huni sebagai kebutuhan dasar yang penting bukan hanya untuk berteduh tetapi juga sebagai tempat pembentukan karakter anak dan menciptakan rasa aman,” kata Yudha.

Ia menyebut program bedah rumah menjadi bentuk kepedulian sosial Polri kepada masyarakat sekaligus upaya menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan warga.

Kapolda juga mengakui masih banyak rumah tidak layak huni di Kalimantan Selatan yang membutuhkan penanganan secara bertahap dan berkelanjutan.

Karena itu, menurut dia, diperlukan sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, dan masyarakat untuk membantu mengatasi persoalan sosial tersebut.

Sementara itu, Rusli mengaku terharu setelah rumahnya dipilih sebagai penerima bantuan program bedah rumah dari Polda Kalsel.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Kalsel dan jajaran atas bantuan penyediaan rumah layak huni bagi dirinya dan keluarga.

Program bedah rumah ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan sosial Polda Kalsel menjelang peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara tahun 2026.

Minggu, 17 Mei 2026

“Dulu Susah, Sekarang Lancar” Perubahan di SPBU Banjarbaru Bikin Tenang

Satgas BBM Polres Banjarbaru sidak SPBU pastikan distribusi Biosolar lancar tanpa pungli, setelah keluhan sopir terkait antrean dan praktik di lapangan.
Satgas BBM Polres Banjarbaru sidak SPBU pastikan distribusi Biosolar lancar tanpa pungli, setelah keluhan sopir terkait antrean dan praktik di lapangan.

BANJARBARU - Satgas Bahan Bakar Minyak (BBM) Polres Banjarbaru, jajaran Polda Kalimantan Selatan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU dan gerai AKR di Banjarbaru, Sabtu, untuk memastikan distribusi Biosolar berjalan normal tanpa pungutan liar (pungli).

Pemeriksaan dilakukan di lima titik, terdiri dari dua gerai AKR di Jalan Trikora, SPBU LIK Liang Anggang, serta dua SPBU di Jalan Ahmad Yani Banjarbaru. Petugas memantau antrean kendaraan hingga mekanisme distribusi BBM kepada sopir angkutan.

Selain pemantauan, petugas juga berdialog langsung dengan sopir serta pengawas SPBU untuk memastikan tidak ada biaya tambahan saat pengisian BBM subsidi.

Di salah satu gerai AKR di Jalan Trikora, kondisi terlihat sepi karena ditutup portal sehingga tidak ada antrean kendaraan. Sementara di SPBU lainnya, distribusi Biosolar berjalan normal dan lancar.

Kabag Ops Polres Banjarbaru Kompol Agus Sugianto mengatakan pihaknya turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan sopir terkait dugaan pungli parkir maupun prioritas antrean.

“Berdasarkan pengecekan langsung dan pengakuan sopir, tidak ditemukan lagi adanya pungutan parkir maupun pungutan lain,” ujarnya.

Salah seorang sopir angkutan serbuk kayu ulin asal Liang Anggang, Roni, juga mengaku kondisi kini lebih tertib dan mudah mendapatkan Biosolar.

“Sekarang aman saja, masuk tidak diminta uang parkir. Sebelum demo memang agak susah karena distribusi lambat dan BBM sering habis,” kata Roni.

Sidak ini merupakan tindak lanjut instruksi Kapolda Kalimantan Selatan menyusul aksi unjuk rasa sopir angkutan yang menyoroti distribusi Biosolar dan dugaan praktik premanisme di SPBU.

Polres Banjarbaru menyatakan pengawasan rutin akan terus dilakukan dan membuka layanan pengaduan bagi masyarakat jika masih ditemukan pungli atau intimidasi di SPBU.

Kamis, 14 Mei 2026

Erna Lisa Halaby Tinjau Tiga SPBU Banjarbaru akibat Antrean Kendaraan

Pemkot Banjarbaru melakukan sidak ke sejumlah SPBU usai antrean panjang kendaraan. Wali Kota Erna Lisa Halaby memastikan stok BBM aman dan distribusi tetap normal. (Foto ilustrasi)
Pemkot Banjarbaru melakukan sidak ke sejumlah SPBU usai antrean panjang kendaraan. Wali Kota Erna Lisa Halaby memastikan stok BBM aman dan distribusi tetap normal. (Foto ilustrasi)

BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU pada Rabu untuk merespons antrean panjang kendaraan dan memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman.

Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby turun langsung bersama jajaran pemerintah daerah dan kepolisian memantau tiga SPBU yang mengalami kepadatan antrean kendaraan di wilayah Banjarbaru.

Tiga lokasi yang menjadi fokus pemantauan yakni SPBU Jalan Trikora, SPBU Jalan Jurusan Pelaihari Km 21,7 Liang Anggang, serta SPBU Jalan Mistar Cokrokusumo Cempaka.

Sidak dilakukan untuk memastikan antrean kendaraan tidak disebabkan gangguan distribusi maupun kelangkaan BBM yang dapat memicu kepanikan masyarakat dalam membeli bahan bakar.

Selain memantau kondisi di lapangan, wali kota juga berdialog dengan petugas SPBU guna memastikan distribusi dan pelayanan kepada masyarakat berjalan normal.

Pemkot Banjarbaru bersama aparat kepolisian turut menyiagakan personel gabungan di sejumlah titik SPBU yang rawan menimbulkan kemacetan akibat antrean kendaraan.

Petugas dari unsur Polsek, Satlantas, Satpol PP hingga Unit Sabhara diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas agar antrean tetap tertib dan tidak meluber ke badan jalan.

“Kita hari ini bersama jajaran dan Kapolres Banjarbaru turun ke lapangan, dalam rangka memonitoring dan menindaklanjuti adanya keluhan masyarakat terkait apa yang memicu terjadi antrean panjang di SPBU,” ujar Erna Lisa Halaby di Banjarbaru, Rabu.

Lisa memastikan stok BBM untuk wilayah Banjarbaru dalam kondisi aman.

“Kami hadir guna memastikan ketersediaan BBM untuk Banjarbaru, Insya Allah aman, karena pemerintah daerah menjamin stok BBM aman secara nasional,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat tetap tenang agar aktivitas di kota tidak terganggu akibat antrean di SPBU.

“Kami ingin masyarakat tetap tenang dan aktivitas kota tidak terganggu hanya karena antrean di SPBU,” ujar Lisa.

Pemerintah Kota Banjarbaru memastikan pengawasan distribusi BBM akan terus dilakukan secara berkala untuk menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus mencegah dampak sosial akibat kepanikan pembelian masyarakat.

Koordinasi dengan aparat kepolisian juga terus dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar SPBU yang mengalami antrean kendaraan.

Sopir Truk Protes Solar Subsidi Sulit Didapat, Polda Kalsel Turunkan Satgas SPBU

Polda Kalsel membentuk Satgas Penebalan Pengamanan di SPBU untuk mencegah pelansiran BBM subsidi usai aksi demo sopir truk di Banjarbaru. (Foto Ilustrasi)
Polda Kalsel membentuk Satgas Penebalan Pengamanan di SPBU untuk mencegah pelansiran BBM subsidi usai aksi demo sopir truk di Banjarbaru. (Foto Ilustrasi)

BANJARMASIN - Polda Kalimantan Selatan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penebalan Pengamanan untuk mencegah praktik pelansiran BBM bersubsidi di SPBU, Rabu, di Banjarbaru. Langkah itu dilakukan menyusul aksi demo ratusan sopir truk yang memprotes sulitnya mendapatkan solar subsidi.

Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol Eko Irianto mengatakan satgas diterjunkan untuk menjaga keamanan dan kelancaran antrean kendaraan di SPBU sekaligus menindak dugaan pelansiran BBM subsidi.

“Satgas Penebalan ini berjaga di SPBU memastikan keamanan dan kelancaran antrian kendaraan sekaligus menindak praktik pelansiran,” kata Eko saat menemui massa aksi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Selatan.

Eko menyebut dirinya turun langsung memimpin satgas bersama unsur pemerintah daerah dan TNI. Ia juga meminta masyarakat, terutama sopir angkutan, melaporkan praktik premanisme maupun dugaan penimbunan BBM subsidi.

Menurutnya, informasi terkait gudang penimbunan solar subsidi akan segera ditindaklanjuti aparat di lapangan.

“Saya perintahkan para Kapolres untuk memastikan di wilayahnya tidak ada permainan di SPBU, jika ada oknum aparat terlibat maka Propam nanti yang turun,” tegasnya.

Eko mewakili Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan yang sedang bertugas di Jakarta untuk menemui para demonstran. Dalam aksinya, massa mendesak pemerintah daerah dan kepolisian turun tangan memastikan distribusi solar subsidi berjalan normal.

Para sopir truk mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar subsidi di sejumlah SPBU. Mereka juga meminta aparat memberantas dugaan penyelewengan BBM subsidi yang dinilai mengganggu operasional angkutan barang.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin mengatakan pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan distribusi BBM subsidi.

“Tentu kita semua tidak ingin ada penyelewengan BBM bersubsidi karena ini hak rakyat mendapatkannya,” ujar Syarifuddin.

Pengawasan di SPBU kini diperketat sebagai upaya menjaga distribusi solar subsidi tetap tepat sasaran dan mengurangi antrean panjang kendaraan angkutan.

Senin, 11 Mei 2026

Sebanyak 4.080 Siskamling di Kalsel Ikuti Penilaian Sabuk Kamtibmas

Polda Kalsel menyeleksi 4.080 Siskamling dari 13 kabupaten dan kota untuk program Sabuk Kamtibmas menuju lomba tingkat nasional.
Polda Kalsel menyeleksi 4.080 Siskamling dari 13 kabupaten dan kota untuk program Sabuk Kamtibmas menuju lomba tingkat nasional.

BANJARBARU - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menyeleksi 4.080 unit sistem keamanan lingkungan (Siskamling) dalam program Sabuk Kamtibmas di Banjarbaru, Senin. Seleksi dilakukan untuk menentukan Siskamling terbaik tingkat provinsi yang akan mewakili Kalimantan Selatan pada lomba tingkat nasional.

Direktur Binmas Polda Kalsel Kombes Pol Sri Damar Alam mengatakan ribuan Siskamling tersebut tersebar di 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Menurut Damar, proses penilaian dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat Polres hingga tingkat Polda. Nantinya, pemenang tingkat provinsi akan dikirim ke Mabes Polri untuk mengikuti perlombaan tingkat nasional.

Ia menjelaskan lomba tahunan itu digelar untuk meningkatkan motivasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan melalui penguatan keamanan swakarsa.

Keberadaan Siskamling dinilai penting untuk memperkokoh sistem keamanan lingkungan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat di tingkat rukun tetangga (RT).

“Tahun ini ada 4.080 Siskamling turut serta dalam perlombaan ini tersebar di 13 kabupaten dan kota,” kata Kombes Pol Sri Damar Alam di Banjarbaru, Senin.

Damar berharap setiap RT minimal memiliki satu unit Siskamling agar tercipta situasi lingkungan yang aman dan kondusif.

Ia juga meminta anggota Bhabinkamtibmas terus menyosialisasikan pentingnya keamanan swakarsa kepada masyarakat.

“Saya berpesan kepada anggota Bhabinkamtibmas untuk terus menyosialisasikan pentingnya keamanan swakarsa di tengah masyarakat,” ujarnya.

Seleksi berjenjang ini menjadi bagian dari upaya Polda Kalsel memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Pos Siskamling terbaik tingkat provinsi nantinya akan mewakili Kalimantan Selatan pada kompetisi Sabuk Kamtibmas tingkat nasional di Mabes Polri.

Selasa, 05 Mei 2026

Dari 140 Industri, Hanya 66 Perusahaan Kalsel Aktif Lapor SIINas

Kepatuhan industri Kalsel masih rendah, hanya 66 dari 140 perusahaan melapor ke SIINas hingga Triwulan I 2026. Data ini penting untuk kebijakan ekonomi.
Kepatuhan industri Kalsel masih rendah, hanya 66 dari 140 perusahaan melapor ke SIINas hingga Triwulan I 2026. Data ini penting untuk kebijakan ekonomi. (Foto Ilustrasi)

BANJARBARU – Tingkat kepatuhan pelaporan industri menengah dan besar di Kalimantan Selatan masih menjadi sorotan. Hingga Triwulan I 2026, baru 66 perusahaan yang tercatat aktif melaporkan data melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), dari total 140 industri yang wajib melapor.

Kepala Dinas Perindustrian Kalimantan Selatan, Miftahul Chair, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan masih perlunya dorongan serius agar pelaku industri lebih disiplin memenuhi kewajiban pelaporan.

Miftahul Chair menjelaskan, data industri yang lengkap dan akurat menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan sektor industri. Tanpa pelaporan yang optimal, pemerintah daerah berisiko menghadapi keterbatasan dalam merancang program yang tepat sasaran.

“Masih ada sejumlah perusahaan yang belum melaporkan data, khususnya untuk periode Triwulan I 2026. Hal ini perlu segera dibenahi agar basis data industri semakin kuat dan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Miftahul Chair di Banjarbaru.

Miftahul Chair menegaskan bahwa kewajiban pelaporan telah diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 13 Tahun 2025. Regulasi tersebut mengubah mekanisme pelaporan dari sebelumnya per semester menjadi setiap triwulan.

Perubahan ini menuntut peningkatan kedisiplinan dari pelaku industri, terutama dalam memenuhi tenggat waktu pelaporan yang ditetapkan maksimal tanggal 10 setiap bulan setelah periode berakhir.

Menurut Miftahul Chair, penyesuaian sistem pelaporan ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat ketersediaan data industri yang lebih mutakhir dan relevan.

Miftahul Chair menekankan bahwa SIINas berperan sebagai instrumen penting dalam memastikan integrasi data industri secara nasional. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain itu, optimalisasi pelaporan data juga berkaitan erat dengan target pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan mencapai 8 persen. Sektor industri dinilai menjadi salah satu pendorong utama, terutama melalui program hilirisasi.

“Hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga membuka peluang kerja, memperkuat daya saing, serta memperluas akses pasar ekspor,” kata Miftahul Chair.

Upaya peningkatan kepatuhan pelaporan ini juga sejalan dengan target Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 6,4 persen pada 2026.

Miftahul Chair menyebut, penguatan sistem pelaporan melalui SIINas diharapkan mampu memperkokoh perencanaan pembangunan industri berbasis data yang kredibel dan berkelanjutan.

Dengan adanya fasilitasi dari pemerintah daerah, pelaku industri diharapkan dapat lebih aktif melaporkan data secara berkala, sehingga ekosistem industri di Kalimantan Selatan semakin transparan dan kompetitif.

FAQ

1. Apa itu SIINas?
SIINas adalah Sistem Informasi Industri Nasional yang digunakan untuk mengumpulkan dan mengelola data industri secara terintegrasi.

2. Berapa jumlah perusahaan yang sudah melapor di Kalsel?
Sebanyak 66 perusahaan dari total 140 industri menengah dan besar hingga Triwulan I 2026.

3. Mengapa pelaporan industri penting?
Pelaporan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan industri yang tepat sasaran dan berbasis data.

4. Apa aturan terbaru terkait pelaporan?
Sesuai Permenperin Nomor 13 Tahun 2025, pelaporan dilakukan setiap triwulan, bukan lagi per semester.

5. Kapan batas waktu pelaporan SIINas?
Paling lambat tanggal 10 setiap bulan setelah periode pelaporan berakhir.

Minggu, 26 April 2026

Bundaran Pohon Jokowi Dihijaukan, Dishut Kalsel Tanam 500 Bibit Tanjung

Dishut Kalsel menanam 500 pohon tanjung di Bundaran Pohon Jokowi Banjarbaru untuk memperkuat rehabilitasi lahan dan meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau kota.
Dishut Kalsel menanam 500 pohon tanjung di Bundaran Pohon Jokowi Banjarbaru untuk memperkuat rehabilitasi lahan dan meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau kota.

BANJARBARU — Upaya memperkuat ruang hijau perkotaan terus dilakukan pemerintah daerah. Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) menanam sebanyak 500 bibit pohon tanjung di kawasan Bundaran Pohon Jokowi, Komplek Kantor Sekretariat Daerah Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Sabtu.

Langkah ini tidak sekadar menambah vegetasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di wilayah perkotaan yang memiliki aktivitas publik tinggi.

Kepala Dishut Kalsel Fathimatuzzahra menjelaskan kegiatan tersebut melibatkan seluruh personel sebagai bentuk kerja terpadu dalam menjaga keseimbangan lingkungan kota.

Menurut Fathimatuzzahra, penanaman pohon tanjung dilakukan untuk meningkatkan tutupan hijau sekaligus memperkaya jenis vegetasi di kawasan strategis tersebut.

“Penanaman dan penyulaman sebanyak 500 batang tanaman jenis tanjung dilakukan untuk memperkaya keanekaragaman vegetasi serta memperkuat daya dukung lingkungan di kawasan Bundaran Pohon Jokowi,” ujar Fathimatuzzahra.

Penanaman pohon di area perkotaan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Selain berfungsi sebagai penghijauan, keberadaan pohon juga membantu mengurangi dampak perubahan iklim serta memperbaiki kualitas udara di wilayah dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Fathimatuzzahra menegaskan kawasan Bundaran Pohon Jokowi memiliki nilai strategis sebagai ruang publik yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga maupun rekreasi.

Karena itu, keberadaan vegetasi yang memadai dinilai penting untuk menjaga kenyamanan sekaligus kesehatan lingkungan.

Tidak hanya melakukan penanaman, Dishut Kalsel juga melakukan perawatan tanaman yang telah tumbuh sebelumnya.

Langkah perawatan meliputi penyulaman tanaman, pemangkasan ranting, serta pemeliharaan rutin agar pertumbuhan pohon tetap optimal.

Upaya tersebut bertujuan menjaga keberlanjutan fungsi ekologis kawasan dalam jangka panjang.

Tim di lapangan juga melakukan kegiatan pembersihan lingkungan dengan mengangkut sampah dan serasah di sekitar bundaran. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kebersihan sekaligus meningkatkan estetika kawasan yang menjadi salah satu titik favorit warga Banjarbaru.

Selain kegiatan teknis, pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Fathimatuzzahra mengajak pengunjung kawasan Bundaran Pohon Jokowi untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci agar kawasan hijau dapat terus berfungsi sebagai paru-paru kota sekaligus ruang publik yang nyaman.

Program penanaman pohon ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung rehabilitasi hutan dan lahan, serta memperluas ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan yang terus berkembang.

FAQ

1. Berapa jumlah pohon yang ditanam di Bundaran Pohon Jokowi?
Sebanyak 500 bibit pohon tanjung ditanam dalam kegiatan tersebut.

2. Apa tujuan utama penanaman pohon ini?
Tujuan utama adalah memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan serta meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan.

3. Mengapa pohon tanjung dipilih?
Pohon tanjung dikenal memiliki tajuk rindang dan cocok untuk penghijauan di wilayah perkotaan.

4. Selain penanaman, kegiatan apa saja yang dilakukan?
Dishut Kalsel juga melakukan penyulaman tanaman, pemangkasan, perawatan rutin, serta aksi bersih kawasan.

5. Apa manfaat ruang terbuka hijau bagi masyarakat?
Ruang terbuka hijau membantu memperbaiki kualitas udara, menurunkan suhu lingkungan, serta menyediakan ruang publik yang nyaman.

Kamis, 23 April 2026

Cegah Penyakit Menular, Asrama Haji Banjarbaru Jalani Fogging Massal

Asrama Haji Banjarbaru menjalani fogging massal untuk mencegah DBD jelang kedatangan jamaah haji kloter pertama Embarkasi Banjarmasin tahun 2026.
Asrama Haji Banjarbaru menjalani fogging massal untuk mencegah DBD jelang kedatangan jamaah haji kloter pertama Embarkasi Banjarmasin tahun 2026.

Banjarbaru, Kalsel - Menjelang kedatangan jamaah calon haji gelombang pertama, pengelola Embarkasi Banjarmasin meningkatkan langkah pencegahan penyakit di lingkungan asrama haji Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Langkah utama yang dilakukan adalah penyemprotan pengasapan atau fogging secara menyeluruh untuk menekan potensi penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang ditularkan nyamuk.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, Eddy Khairani, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pengamanan kesehatan jamaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Pengasapan dilakukan di berbagai area penting, mulai dari kamar jamaah, aula, ruang makan, ruang tunggu, hingga area luar bangunan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Menurut Eddy, kebersihan dan keamanan lingkungan menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi fisik jamaah selama berada di embarkasi. Ia menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan teknis yang telah disusun menjelang kedatangan kloter pertama yang dijadwalkan masuk asrama.

Selain fogging, pihak PPIH juga menggandeng Balai Karantina Kesehatan untuk memastikan standar sanitasi lingkungan terpenuhi. Pemeriksaan kualitas air bersih dilakukan secara berkala, disertai pengecekan kebersihan fasilitas umum yang akan digunakan jamaah.

Langkah lain yang disiapkan adalah penguatan layanan kesehatan di area embarkasi. Tenaga medis telah disiagakan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan awal, serta menangani kondisi darurat apabila ditemukan jamaah yang memerlukan perawatan lebih lanjut.

Petugas juga diminta aktif memberikan edukasi kepada jamaah terkait pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Edukasi ini diharapkan dapat membantu mencegah munculnya penyakit berbasis lingkungan selama masa tunggu keberangkatan.

PPIH menargetkan seluruh proses keberangkatan berjalan lancar dengan kondisi jamaah yang tetap sehat sejak berada di asrama hingga berangkat menuju Arab Saudi.

Pada musim haji 2026, Embarkasi Banjarmasin dijadwalkan melayani 19 kelompok terbang (kloter). Rinciannya terdiri dari 14 kloter asal Kalimantan Selatan dan lima kloter dari Kalimantan Tengah, dengan total jamaah mencapai 6.822 orang.

Dengan jumlah jamaah yang cukup besar, kesiapan fasilitas dan lingkungan menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Minggu, 19 April 2026

Hari Jadi Ke-27 Banjarbaru, Warga Serbu Layanan Cek Kesehatan Gratis

Dinkes Banjarbaru membuka layanan cek kesehatan gratis di Ekspo Hari Jadi ke-27. Warga antusias memanfaatkan pemeriksaan kesehatan dasar untuk deteksi dini penyakit.
Dinkes Banjarbaru membuka layanan cek kesehatan gratis di Ekspo Hari Jadi ke-27. Warga antusias memanfaatkan pemeriksaan kesehatan dasar untuk deteksi dini penyakit.

BANJARBARU — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), membuka layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam rangkaian Ekspo Banjarbaru sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru.

Langkah ini menjadi salah satu upaya konkret pemerintah daerah dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan, sekaligus memperkuat layanan preventif yang selaras dengan isu kesehatan nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Juhai Trianti, menyampaikan bahwa layanan kesehatan gratis ini sengaja dihadirkan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar tanpa harus menunggu munculnya gejala penyakit.

“Besar harapan kami CKG gratis ini bisa diakses sebanyak-banyaknya oleh masyarakat dengan tujuan deteksi dini setiap kondisi kesehatannya,” ujar Juhai Trianti di Banjarbaru, Sabtu.

Stan layanan kesehatan yang mulai beroperasi pukul 14.00 WITA langsung disambut antusias oleh pengunjung ekspo. Area layanan terlihat dipadati warga yang ingin memanfaatkan kesempatan pemeriksaan gratis tersebut.

Dalam layanan ini, Dinkes Banjarbaru menyediakan berbagai pemeriksaan kesehatan dasar, antara lain:

  • Pemeriksaan tekanan darah

  • Pemeriksaan gula darah

  • Pemeriksaan kolesterol

  • Pemeriksaan asam urat (sesuai indikasi)

Pada sesi pertama pelaksanaan, tercatat hampir 50 pengunjung telah memanfaatkan layanan tersebut hingga pukul 18.00 WITA.

Antusiasme masyarakat ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan secara rutin, terutama melalui pemeriksaan dasar yang sederhana namun berdampak besar.

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, turut meninjau langsung stan layanan kesehatan di sela kunjungannya ke area ekspo. Kehadirannya disambut tenaga medis yang bertugas di lokasi.

Dalam kesempatan tersebut, Erna Lisa Halaby juga menjalani pemeriksaan kesehatan dasar sebagai contoh nyata kepada masyarakat.

“Pemeriksaan kesehatan seperti ini penting sebagai langkah awal menjaga kualitas hidup masyarakat,” ujar Erna Lisa Halaby setelah mengikuti pemeriksaan.

Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci utama dalam mencegah penyakit berkembang menjadi kondisi serius yang membutuhkan penanganan lebih kompleks.

“Dengan deteksi lebih awal, diharapkan masyarakat tidak jatuh pada kondisi sakit serius yang membutuhkan penanganan lebih besar,” tambahnya.

Program cek kesehatan gratis ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis pencegahan (preventif).

Pendekatan preventif dinilai lebih efektif dalam menekan angka penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi, yang sering kali berkembang tanpa gejala awal.

Dengan adanya layanan kesehatan di lokasi publik seperti ekspo, masyarakat memiliki akses yang lebih mudah untuk melakukan pemeriksaan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan formal.

Langkah ini juga mendukung program nasional yang mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan sejak dini.

Selain memberikan layanan pemeriksaan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kesehatan langsung kepada masyarakat.

Tenaga medis yang bertugas memberikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan, sekaligus menyarankan langkah-langkah lanjutan yang perlu dilakukan warga jika ditemukan indikasi gangguan kesehatan.

Pendekatan ini diharapkan mampu membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat, terutama dalam hal rutin memeriksakan kondisi kesehatan.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini, diharapkan kualitas kesehatan warga Kota Banjarbaru dapat terus meningkat di masa mendatang.

FAQ

1. Apa itu layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG)?
CKG adalah layanan pemeriksaan kesehatan dasar tanpa biaya yang disediakan oleh Dinas Kesehatan untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan masyarakat.

2. Pemeriksaan apa saja yang tersedia di layanan CKG?
Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat sesuai kebutuhan.

3. Siapa saja yang bisa mengikuti layanan ini?
Seluruh masyarakat yang datang ke area Ekspo Banjarbaru dapat memanfaatkan layanan tersebut.

4. Mengapa deteksi dini kesehatan penting?
Deteksi dini membantu mencegah penyakit berkembang menjadi kondisi serius sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

5. Apakah layanan CKG akan diadakan kembali di masa depan?
Kemungkinan besar akan kembali dilaksanakan, terutama pada kegiatan publik yang melibatkan masyarakat luas.

Pertamina Salurkan Bantuan Budidaya Ikan Untuk BPK Di Banjarbaru

Pertamina Patra Niaga memperkuat ekonomi warga melalui Program Sigana Cekatan dengan bantuan budidaya ikan gurame bagi BPK di Banjarbaru.
Pertamina Patra Niaga memperkuat ekonomi warga melalui Program Sigana Cekatan dengan bantuan budidaya ikan gurame bagi BPK di Banjarbaru.

BANJARMASIN - Upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bencana terus dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.

Melalui Program Sigana Cekatan, perusahaan menyalurkan bantuan sarana budidaya perikanan kepada Kelompok Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Barokah Syamsudin Noor (BSN).

Program ini dijalankan oleh Aviation Fuel Terminal Syamsudin Noor sebagai bagian dari upaya terintegrasi antara pemberdayaan ekonomi masyarakat dan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang masih menjadi isu nasional di wilayah Kalimantan.

Dorong Kemandirian Ekonomi Anggota BPK

Area Manager Communication, Relations & CSR Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana.

“Melalui Program Sigana Cekatan, kami tidak hanya mendorong kesiapsiagaan terhadap bencana, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” ujar Edi saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Sabtu.

Bantuan yang disalurkan berupa 15 sak pakan ikan gurame serta bibit gurame unggul. Seluruh bantuan diberikan langsung di lokasi budidaya milik kelompok BPK BSN di Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru.

Melalui dukungan tersebut, anggota BPK didorong untuk mengembangkan usaha budidaya ikan sebagai sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan.

Langkah ini dinilai penting agar para anggota tidak hanya bergantung pada aktivitas utama mereka dalam penanggulangan kebakaran.

Kesiapan Personel Didukung Penghasilan Tambahan

Edi menambahkan bahwa penguatan ekonomi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesiapan personel di lapangan.

Menurutnya, anggota BPK yang memiliki sumber penghasilan tambahan akan lebih fokus dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Harapannya, para anggota BPK dapat lebih fokus dan optimal dalam menjalankan tugas kemanusiaan mereka, karena didukung oleh sumber penghasilan tambahan yang berkelanjutan,” katanya.

Selain bantuan sarana budidaya, program ini juga dilengkapi dengan pendampingan dan monitoring berkala guna memastikan bantuan dimanfaatkan secara efektif.

Pendekatan tersebut bertujuan agar program mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kelompok penerima manfaat.

Respons terhadap Tantangan Karhutla Nasional

Pendekatan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas dinilai relevan dengan tantangan nasional dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan.

Kesiapan sumber daya manusia di tingkat komunitas menjadi kunci penting dalam mitigasi bencana.

Edi menegaskan bahwa pihaknya akan terus menghadirkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan.

“Pertamina akan hadir melalui program-program TJSL yang tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui Program Sigana Cekatan, Pertamina Patra Niaga AFT Syamsudin Noor berupaya menciptakan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.

Program ini juga menjadi contoh sinergi antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam menghadapi risiko bencana di wilayah rawan karhutla.

FAQ

Apa itu Program Sigana Cekatan?

Program Sigana Cekatan adalah inisiatif tanggung jawab sosial dari Pertamina Patra Niaga untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui kegiatan produktif.

Bantuan apa saja yang diberikan dalam program ini?

Bantuan berupa 15 sak pakan ikan gurame dan bibit gurame unggul untuk mendukung usaha budidaya ikan oleh anggota BPK.

Siapa penerima bantuan program ini?

Penerima bantuan adalah Kelompok Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Barokah Syamsudin Noor di Banjarbaru.

Apa tujuan utama program ini?

Tujuannya adalah meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Mengapa budidaya ikan dipilih sebagai program pemberdayaan?

Budidaya ikan dinilai memiliki potensi ekonomi berkelanjutan dan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi anggota kelompok.

Pemkot Banjarbaru Gelar Khitanan Massal Gratis Sambut Hari Jadi Ke-27 Kota

Pemkot Banjarbaru melalui RSD Idaman menggelar khitanan massal gratis dalam rangka Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru sebagai bentuk layanan sosial inklusif bagi masyarakat.
Pemkot Banjarbaru melalui RSD Idaman menggelar khitanan massal gratis dalam rangka Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru sebagai bentuk layanan sosial inklusif bagi masyarakat.

BANJARBARU — Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman menggelar kegiatan khitanan massal sebagai bentuk penguatan layanan sosial yang inklusif bagi masyarakat, Sabtu.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Besar Lantai IV RSD Idaman tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru. Program ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Banjarbaru, Sri Lailana, menyampaikan apresiasi atas inisiatif RSD Idaman dalam menyelenggarakan kegiatan sosial tersebut.

Menurutnya, kegiatan khitanan massal bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan layanan kesehatan anak.

“Program sunatan massal ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial pemerintah untuk membantu dan meringankan beban masyarakat,” ujar Sri Lailana di Banjarbaru.

Program ini juga dinilai selaras dengan tema Hari Jadi ke-27 Banjarbaru, yakni “Kita Gawi Sabarataan, Bakurinah Gasan Banjarbaru Emas”, yang menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam pembangunan daerah.

Melalui kegiatan ini, pemerintah bersama fasilitas layanan kesehatan berupaya mengambil peran strategis dalam memperluas akses pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan layanan medis berkualitas.

Khitanan massal juga menjadi salah satu bentuk layanan kesehatan preventif yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Selain itu, Sri Lailana turut menyampaikan ucapan selamat kepada para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka dalam proses khitan.

Menurutnya, khitan merupakan salah satu kewajiban penting dalam proses menuju kedewasaan anak, baik dari sisi kesehatan maupun sosial budaya.

“Para orang tua telah menuntaskan salah satu kewajiban dan hak penting bagi anak, ini menjadi bagian dari proses menuju kedewasaan,” katanya.

Sri Lailana juga menegaskan bahwa peran keluarga sangat penting dalam membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan berakhlak mulia di tengah berbagai tantangan pembangunan nasional saat ini.

Ia berharap kegiatan sosial seperti khitanan massal dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Semoga kegiatan sunatan massal ini bermanfaat langsung bagi masyarakat, sehingga semarak Hari Jadi Kota Banjarbaru dirasakan oleh semua,” tutup Sri Lailana.

FAQ

1. Apa tujuan diadakannya khitanan massal di Banjarbaru?

Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu masyarakat mendapatkan layanan khitan secara gratis serta mendukung pemerataan akses kesehatan bagi anak-anak.

2. Siapa penyelenggara kegiatan khitanan massal ini?

Kegiatan diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman.

3. Kegiatan ini bagian dari peringatan apa?

Khitanan massal ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru.

4. Di mana lokasi pelaksanaan khitanan massal?

Kegiatan berlangsung di Aula Besar Lantai IV RSD Idaman Banjarbaru.

5. Apa manfaat khitan bagi anak-anak?

Khitan bermanfaat untuk menjaga kebersihan organ reproduksi, mencegah infeksi, serta mendukung kesehatan anak dalam jangka panjang.

Senin, 13 April 2026

Jaringan Fredy Pratama Terungkap, Polda Kalsel Musnahkan Puluhan Kg Sabu

Polda Kalsel memusnahkan 75,2 kg sabu dan 15.742 ekstasi dari 59 tersangka jaringan narkoba, termasuk afiliasi Fredy Pratama selama Januari–April 2026.
Polda Kalsel memusnahkan 75,2 kg sabu dan 15.742 ekstasi dari 59 tersangka jaringan narkoba, termasuk afiliasi Fredy Pratama selama Januari–April 2026.

Banjarbaru, Kalsel - Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) memusnahkan barang bukti narkotika dalam jumlah besar hasil pengungkapan kasus selama periode 23 Januari hingga 8 April 2026. Total barang bukti yang dimusnahkan mencapai 75.221,5 gram atau 75,2 kilogram sabu-sabu serta 15.742 butir ekstasi.

Pemusnahan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel Inspektur Jenderal Polisi Rosyanto Yudha Hermawan di Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Senin.

Dalam keterangannya, Kapolda menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti merupakan bagian penting dari proses penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.

“Barang bukti narkotika ini dimusnahkan untuk memastikan tidak kembali beredar sekaligus menunjukkan transparansi dalam proses penegakan hukum,” ujar Rosyanto.

59 Tersangka Diamankan, Termasuk Afiliasi Jaringan Internasional

Kapolda menjelaskan, seluruh barang bukti narkotika tersebut disita dari 59 tersangka pengedar yang berhasil diamankan selama operasi berlangsung.

Menariknya, dari puluhan tersangka itu terdapat dua tersangka perempuan yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan gembong narkotika internasional Fredy Pratama, sosok yang selama ini dikenal sebagai salah satu target utama aparat penegak hukum dalam kasus narkotika lintas negara.

Pengungkapan ini menjadi bukti bahwa jaringan narkoba lintas provinsi bahkan internasional masih berupaya menyusup ke wilayah Kalimantan Selatan.

Ratusan Ribu Warga Berhasil Diselamatkan

Berdasarkan perhitungan aparat kepolisian, jumlah narkotika yang berhasil disita tersebut diperkirakan mampu menyelamatkan sekitar 391.850 orang dari potensi penyalahgunaan narkoba.

Perhitungan tersebut didasarkan pada asumsi bahwa:

  • 1 gram sabu dapat digunakan oleh 5 orang

  • 1 butir ekstasi biasanya dikonsumsi oleh 1 orang

Dengan jumlah barang bukti sebesar itu, potensi penyalahgunaan yang berhasil dicegah dinilai sangat signifikan, khususnya dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.

Modus Jaringan Terus Berubah, Polisi Diminta Tetap Waspada

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, Komisaris Besar Polisi Baktiar Joko Mujiono, menambahkan bahwa jaringan pengedar narkoba terus berupaya menyelundupkan barang haram dalam jumlah besar ke wilayah Kalimantan Selatan.

Menurutnya, jaringan lintas provinsi kerap mengubah modus operandi untuk mengelabui petugas di lapangan.

“Kami terus lakukan penyelidikan untuk mendeteksi gerak-gerak jaringan yang kerap berganti modus operandi. Kita tidak boleh lelah dan harus tetap semangat demi menyelamatkan generasi bangsa dari kejahatan narkoba,” tegas Baktiar.

Langkah penguatan intelijen dan koordinasi antarwilayah menjadi strategi utama dalam menghadapi jaringan narkotika yang semakin kompleks.

Ajakan Kepada Masyarakat: Laporkan Jika Ada Aktivitas Mencurigakan

Kapolda Kalsel juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi peredaran narkoba.

Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting dalam membantu aparat mengungkap jaringan narkotika yang beroperasi secara tersembunyi.

Ia berharap masyarakat tidak ragu memberikan informasi sekecil apa pun apabila menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar.

Komitmen Penegakan Hukum Dan Perlindungan Generasi Muda

Pemusnahan barang bukti narkotika dalam jumlah besar ini menunjukkan komitmen aparat kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Kalimantan Selatan.

Selain tindakan represif melalui penangkapan, aparat juga menekankan pentingnya pendekatan preventif, seperti edukasi kepada masyarakat dan peningkatan kesadaran akan bahaya narkotika.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga masa depan generasi muda sekaligus mempersempit ruang gerak jaringan pengedar narkoba.

FAQ

1. Berapa jumlah narkoba yang dimusnahkan Polda Kalsel?
Sebanyak 75,2 kilogram sabu-sabu dan 15.742 butir ekstasi dimusnahkan hasil pengungkapan kasus Januari–April 2026.

2. Berapa jumlah tersangka yang diamankan?
Sebanyak 59 tersangka diamankan, termasuk dua perempuan yang diduga terkait jaringan internasional.

3. Apakah ada keterkaitan dengan jaringan internasional?
Ya, sebagian tersangka diduga terafiliasi dengan jaringan narkotika internasional milik Fredy Pratama.

4. Berapa orang yang berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan?
Diperkirakan sekitar 391.850 orang berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkoba.

5. Apa peran masyarakat dalam pemberantasan narkoba?
Masyarakat diimbau aktif melaporkan aktivitas mencurigakan agar aparat dapat segera menindak jaringan narkoba.

Selasa, 07 April 2026

Gubernur Muhidin Prioritaskan Liang Anggang Cegah Karhutla Jelang Kemarau

Gubernur Kalsel Muhidin memprioritaskan Liang Anggang untuk pencegahan karhutla demi menjaga operasional Bandara Syamsudin Noor menjelang musim kemarau 2026. (Gambar ilustrasi)
Gubernur Kalsel Muhidin memprioritaskan Liang Anggang untuk pencegahan karhutla demi menjaga operasional Bandara Syamsudin Noor menjelang musim kemarau 2026. (Gambar ilustrasi)

BANJARBARU - Menjelang masuknya musim kemarau pada April 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mulai memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan Liang Anggang, Kota Banjarbaru.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menegaskan bahwa wilayah Liang Anggang harus menjadi prioritas utama dalam upaya mitigasi karhutla karena posisinya yang strategis dan berdekatan dengan Bandara Syamsudin Noor.

Arahan tersebut disampaikan Muhidin usai mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla di Banjarbaru pada Senin. Dalam pertemuan itu, ia menekankan pentingnya perlindungan wilayah sekitar bandara guna menghindari gangguan operasional penerbangan akibat kabut asap.

“Liang Anggang menjadi kawasan yang harus dijaga karena dampak karhutla di wilayah tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi langsung mengganggu operasional penerbangan,” ujar Muhidin.

Risiko Gangguan Penerbangan Jadi Perhatian Utama

Muhidin mengingatkan bahwa kabut asap akibat karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memicu efek berantai terhadap berbagai sektor penting.

Gangguan pada penerbangan berpotensi menghambat mobilitas penumpang, distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi daerah yang sangat bergantung pada konektivitas transportasi udara.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius, mengingat Bandara Syamsudin Noor merupakan pintu utama transportasi udara di Kalimantan Selatan.

Secara historis, wilayah lahan kering dan gambut di sekitar Liang Anggang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kebakaran, terutama saat curah hujan menurun dan suhu udara mulai meningkat saat musim kemarau.

Penguatan Infrastruktur Air Jadi Strategi Utama

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong penguatan infrastruktur pengendalian karhutla di kawasan rawan.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah penyediaan sumber air yang memadai, termasuk pembangunan kanal di sejumlah titik rawan kebakaran. Kanal tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air saat terjadi kebakaran, sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk mitigasi dini, terutama untuk mencegah munculnya titik panas yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar.

Selain itu, koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat untuk memastikan kesiapan personel serta peralatan dalam menghadapi potensi karhutla sepanjang musim kemarau.

Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan

Selain penguatan sarana fisik, Muhidin juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Menurutnya, praktik pembakaran lahan secara sembarangan masih menjadi salah satu pemicu utama kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Selatan.

“Pembakaran lahan secara sembarangan dapat dikenakan sanksi hukum. Kami mengajak masyarakat aktif melaporkan indikasi pembakaran ilegal guna memperkuat pencegahan karhutla,” tegas Muhidin.

Imbauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendekatan preventif yang melibatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Mitigasi Dini Jadi Kunci Hadapi Musim Kemarau

Memasuki periode kemarau, risiko munculnya titik panas diprediksi meningkat. Oleh karena itu, langkah mitigasi dini dinilai menjadi kunci utama dalam mengurangi potensi karhutla.

Upaya pencegahan sejak awal tidak hanya bertujuan menjaga lingkungan, tetapi juga melindungi fasilitas vital seperti bandara, jalur transportasi, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan fokus pada kawasan strategis seperti Liang Anggang, pemerintah berharap dampak karhutla dapat ditekan seminimal mungkin selama musim kemarau 2026.

Pendekatan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas aktivitas transportasi dan keselamatan masyarakat dari dampak kabut asap yang berpotensi merugikan banyak sektor.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Mengapa Liang Anggang diprioritaskan dalam pencegahan karhutla?
Karena wilayah ini berada dekat Bandara Syamsudin Noor, sehingga kebakaran dapat langsung mengganggu operasional penerbangan.

2. Apa dampak karhutla terhadap bandara?
Kabut asap dapat mengurangi jarak pandang, menyebabkan keterlambatan atau pembatalan penerbangan.

3. Apa langkah yang dilakukan Pemprov Kalsel?
Pemerintah memperkuat infrastruktur air, membangun kanal di titik rawan, serta meningkatkan koordinasi penanganan karhutla.

4. Apa peran masyarakat dalam pencegahan karhutla?
Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan segera melaporkan jika melihat indikasi pembakaran ilegal.

5. Kapan musim kemarau diperkirakan mulai?
Musim kemarau diprediksi mulai pada April 2026, sehingga langkah pencegahan dilakukan lebih awal.

Minggu, 29 Maret 2026

314 Prajurit Siswa TNI AD Resmi Ikuti Pendidikan Tamtama Di Rindam XXII Tambun Bungai

Sebanyak 314 prajurit siswa TNI AD resmi mengikuti pendidikan tamtama 2026 di Rindam XXII Tambun Bungai Banjarbaru untuk membentuk prajurit tangguh dan profesional.
Sebanyak 314 prajurit siswa TNI AD resmi mengikuti pendidikan tamtama 2026 di Rindam XXII Tambun Bungai Banjarbaru untuk membentuk prajurit tangguh dan profesional.

Banjarbaru – Sebanyak 314 prajurit siswa resmi memulai pendidikan pertama Tamtama Infanteri TNI Angkatan Darat (AD) Gelombang I Tahun 2026 di Rindam XXII/Tambun Bungai, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Pendidikan ini menjadi tahap awal bagi para calon prajurit untuk ditempa dalam “kawah candradimuka”, sebuah proses pembentukan karakter, mental, dan fisik sebelum resmi menjadi bagian dari TNI AD.

Komandan Rindam XXII/Tambun Bungai, Ali Akhwan, menegaskan bahwa seluruh prajurit siswa yang mengikuti pendidikan ini telah melewati proses seleksi ketat.

“Sebanyak 314 prajurit siswa ini sebelumnya telah dinyatakan lulus seleksi ketat dan kini mulai menjalani pendidikan sebagai langkah awal menjadi prajurit TNI AD,” ujarnya saat membuka pendidikan, Sabtu.

Menurutnya, pendidikan tamtama ini tidak hanya berfokus pada kemampuan militer semata, tetapi juga bertujuan membentuk karakter prajurit yang tangguh, profesional, serta memiliki kedekatan dengan rakyat.

Ia juga menekankan bahwa masa pendidikan merupakan proses penting dalam membangun identitas sebagai prajurit sejati.

Dalam amanat yang disampaikan dari Pangdam XXII/Tambun Bungai, Zainul Arifin, para siswa diminta untuk memanfaatkan waktu pendidikan dengan maksimal.

Mereka diharapkan serius dalam belajar dan berlatih guna menguasai ilmu dasar kemiliteran, khususnya di bidang infanteri.

“Apa yang diperoleh selama pendidikan akan menjadi bekal utama saat menjalankan tugas di satuan nanti,” tegasnya.

Selain itu, semangat pantang menyerah juga menjadi pesan penting yang ditekankan kepada seluruh prajurit siswa. Mengingat kesempatan menjadi anggota TNI merupakan kehormatan besar, baik bagi diri sendiri maupun keluarga.

Dengan dimulainya pendidikan ini, diharapkan para prajurit siswa mampu berkembang menjadi garda terdepan pertahanan negara yang disiplin, profesional, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan.

FAQ

1. Apa itu pendidikan tamtama TNI AD?
Pendidikan tamtama TNI AD adalah pelatihan dasar militer untuk membentuk prajurit dari segi fisik, mental, dan disiplin sebelum ditempatkan di satuan.

2. Di mana pendidikan ini dilaksanakan?
Di Rindam XXII/Tambun Bungai, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

3. Berapa jumlah peserta pendidikan tahun 2026?
Sebanyak 314 prajurit siswa Gelombang I.

4. Apa tujuan utama pendidikan ini?
Membentuk prajurit infanteri yang tangguh, profesional, dan dicintai rakyat.

5. Siapa yang membuka pendidikan ini?
Komandan Rindam XXII/TB Brigjen TNI Ali Akhwan.

Senin, 23 Maret 2026

Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby Sambut Difabel Di Lebaran Sederhana

Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby sambut tamu difabel saat Lebaran sederhana, tekankan komitmen inklusif dan kepedulian sosial.
Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby sambut tamu difabel saat Lebaran sederhana, tekankan komitmen inklusif dan kepedulian sosial.

Lebaran Simpel, Wali Kota Banjarbaru Tetap Sambut Hangat Tamu Difabel

BANJARBARU — Lebaran tahun ini di rumah dinas Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, terasa beda. Nggak ada kemewahan berlebihan, tapi justru vibes-nya hangat banget dan penuh makna.

Erna Lisa langsung nyambut rombongan tamu dari kalangan penyandang disabilitas yang datang bersilaturahmi. Bahkan, dia sempat bilang kalau sebenarnya dia yang seharusnya datang ke mereka duluan.

“Mohon maaf banget, harusnya saya yang datang ke bapak dan ibu,” ucapnya.

Lebaran Tanpa Ribet, Ikuti Arahan Presiden

Tahun ini, perayaan Lebaran memang dibuat simpel. Nggak ada tenda besar atau jamuan mewah kayak biasanya. Semua ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto supaya pejabat daerah nggak berlebihan saat merayakan Idul Fitri.

Walaupun tanpa open house resmi, suasana tetap terasa hangat. Rombongan dari Yayasan Tuna Netra Nusantara yang dipimpin Sigit tetap disambut dengan penuh keakraban di ruang tamu.

Komitmen Serius Buat Teman-Teman Difabel

Di momen itu, Erna Lisa juga kembali negesin kalau dia serius banget memperhatikan kesejahteraan penyandang disabilitas di Banjarbaru.

Dia cerita kalau kepeduliannya ini udah ada sejak dulu, waktu masih jadi Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial di Sekretariat Daerah.

“Dulu kewenangannya terbatas, sekarang sebagai kepala daerah tentu bisa dimaksimalkan,” katanya.

Sebagai wali kota, dia pengen kebijakan yang dibuat benar-benar inklusif dan berkelanjutan, jadi nggak ada yang merasa ketinggalan.

“Kita pengen semua kebijakan itu buat semua orang, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” tegasnya.

Diundang Pengajian, Tanda Kedekatan

Nggak cuma silaturahmi, pihak yayasan juga ngajak wali kota buat hadir di pengajian rutin bulanan mereka. Ajakan ini disambut dengan positif.

“Insyaallah saya datang, bukan sebagai wali kota, tapi sebagai bagian dari keluarga yang saling belajar dan saling menguatkan,” katanya.

Penutup Hangat Yang Bikin Haru

Di akhir pertemuan, suasana makin terasa hangat. Erna Lisa bahkan nganter langsung rombongan sampai ke depan rumah dinas.

Dia juga nyalami satu per satu para tamu sebelum mereka pulang. Simpel, tapi momen ini terasa dalam banget penuh rasa peduli dan kebersamaan.

FAQ (Biar Makin SEO & Dicari Orang)

1. Siapa Erna Lisa Halaby?
Erna Lisa Halaby adalah Wali Kota Banjarbaru yang dikenal aktif mendorong kebijakan inklusif, terutama untuk difabel.

2. Kenapa Lebaran di Banjarbaru dibuat sederhana?
Karena mengikuti arahan Presiden supaya pejabat nggak merayakan secara berlebihan.

3. Apa fokus kebijakan Erna Lisa Halaby?
Fokusnya ke kebijakan inklusif, terutama buat memastikan penyandang disabilitas dapat perhatian yang layak.

4. Yayasan Tuna Netra Nusantara itu apa?
Yayasan yang fokus mendukung dan memberdayakan penyandang tuna netra.

5. Kenapa momen ini penting?
Karena nunjukin kedekatan sosial dan kepedulian pemerintah ke semua lapisan masyarakat.

Minggu, 22 Maret 2026

Arus Mudik Lebaran 1447 H, Bandara Syamsudin Noor Catat 12.958 Penumpang

Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru layani 12.958 pemudik selama dua hari lebaran 1447 H, siapkan penerbangan tambahan antisipasi lonjakan penumpang.
Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru layani 12.958 pemudik selama dua hari lebaran 1447 H, siapkan penerbangan tambahan antisipasi lonjakan penumpang.

Banjarbaru – Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mencatat total 12.958 penumpang yang terangkut melalui 118 penerbangan selama dua hari lebaran pada Sabtu dan Minggu (21–22 Maret 2026).

“Penumpang terangkut dalam 118 penerbangan selama dua hari lebaran pada Sabtu dan Minggu hari ini,” ujar Ahmad Zulfian Noor, Head of Branch Communication & CSR Department Bandara Internasional Syamsudin Noor, Minggu.

Rinciannya, pada Sabtu (21/3) tercatat 6.139 penumpang dengan 58 penerbangan, sedangkan pada Minggu (22/3) ada 6.819 penumpang dengan 60 penerbangan.

Sejak H-8 hingga hari lebaran, total 91.781 pemudik telah melintasi bandara dengan 860 penerbangan. Zulfian menambahkan, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026, dengan 12.716 penumpang.

“Sejumlah maskapai telah menyiapkan penerbangan tambahan jika diperlukan ketika terjadi lonjakan penumpang signifikan,” katanya. Hingga saat ini, sudah ada 52 penerbangan tambahan yang beroperasi untuk melayani arus mudik.

Bandara Internasional Syamsudin Noor terus memaksimalkan layanan agar arus mudik dan arus balik berjalan lancar, termasuk penerapan protokol kesehatan, sistem informasi digital, dan koordinasi dengan pihak maskapai.

Dengan prediksi puncak arus balik yang padat, penumpang diimbau untuk mengecek jadwal penerbangan dan memanfaatkan layanan tambahan yang tersedia agar perjalanan tetap nyaman.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Q1: Berapa total penumpang yang melintasi Bandara Syamsudin Noor saat lebaran 1447 H?
A1: Total penumpang yang terangkut pada Sabtu dan Minggu mencapai 12.958 orang, sedangkan sejak H-8 hingga lebaran mencapai 91.781 penumpang.

Q2: Kapan puncak arus balik diperkirakan terjadi?
A2: Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026, dengan prediksi 12.716 penumpang.

Q3: Apakah ada penerbangan tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang?
A3: Ya, hingga saat ini 52 penerbangan tambahan telah beroperasi untuk melayani arus mudik.

Q4: Bagaimana penumpang bisa memastikan penerbangan mereka aman dan nyaman?
A4: Penumpang disarankan cek jadwal penerbangan melalui maskapai dan memanfaatkan penerbangan tambahan yang tersedia.

Senin, 09 Maret 2026

1.000 Takjil Dari Randurlap Polda Kalsel Ludes 15 Menit

Polda Kalimantan Selatan membagikan 1.000 porsi takjil melalui Randurlap Brimob di Banjarbaru. Antusias warga tinggi hingga seluruh paket berbuka puasa habis dalam 15 menit.
Polda Kalimantan Selatan membagikan 1.000 porsi takjil melalui Randurlap Brimob di Banjarbaru. Antusias warga tinggi hingga seluruh paket berbuka puasa habis dalam 15 menit.

BANJARBARU – Polda Kalimantan Selatan mendirikan Kendaraan Dapur Lapangan (Randurlap) yang dioperasikan oleh Satuan Brimob di depan Museum Lambung Mangkurat, Jalan Ahmad Yani Km 36, Banjarbaru. Dalam kegiatan tersebut, polisi membagikan 1.000 porsi takjil kepada masyarakat untuk berbuka puasa.

Kapolda Kalsel Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, seluruh makanan berbuka tersebut dimasak langsung oleh personel Brimob menggunakan kendaraan dapur lapangan. Program ini merupakan bagian dari aksi berbagi kepada masyarakat selama bulan suci Ramadan.

“Alhamdulillah hari ini kami bagikan 1.000 paket kudapan berbuka yang dimasak langsung oleh personel Brimob di Randurlap,” kata Kapolda saat kegiatan berlangsung di Banjarbaru, Minggu.

Selain di Banjarbaru, pembagian takjil juga dilakukan di Banjarmasin dengan total 500 porsi makanan berbuka puasa. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, bahkan ratusan paket takjil yang disediakan habis dalam waktu singkat.

Menurut Kapolda, sekitar 500 porsi takjil di Banjarbaru dan 500 porsi di Banjarmasin ludes hanya dalam waktu sekitar 15 menit. Warga terlihat berbondong-bondong mendatangi lokasi pembagian untuk mendapatkan paket makanan berbuka.

Melihat tingginya antusias masyarakat, Kapolda berjanji akan kembali menggelar kegiatan serupa pada Rabu (11/3) pekan depan di lokasi yang sama. Pada kegiatan berikutnya, pihaknya kembali menyiapkan sekitar 1.000 porsi takjil untuk dibagikan kepada masyarakat.

Yudha menilai kegiatan berbagi makanan berbuka puasa ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kepolisian kepada masyarakat selama Ramadan. Ia juga mengajak seluruh jajaran kepolisian untuk menyisihkan rezeki dan melakukan kegiatan sosial serupa.

Setelah kegiatan pembagian takjil selesai, Kapolda melanjutkan agenda berbuka puasa bersama puluhan mahasiswa dari Universitas Lambung Mangkurat.

Acara berlangsung sederhana dengan tenda yang didirikan di depan Museum Lambung Mangkurat. Suasana berbuka terasa hangat sembari Kapolda berdialog dan menerima berbagai masukan dari mahasiswa terkait upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Perwakilan mahasiswa, M Raja Dharma Kusuma, menyampaikan apresiasi atas kegiatan berbagi yang dilakukan Polda Kalsel. Ia berharap aksi sosial seperti pembagian takjil dapat terus dilakukan, khususnya selama bulan Ramadan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat melalui kegiatan sosial yang bermanfaat bagi warga.