Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Barito Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Barito Timur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 April 2026

Pemkab Barito Timur Tetapkan Aturan Busana Adat Untuk ASN Pada Hari Kartini

ASN Barito Timur diwajibkan mengenakan busana adat dan batik khas daerah pada Hari Kartini 2026 sebagai bentuk penghormatan kepada Kartini dan pelestarian budaya lokal.
ASN Barito Timur diwajibkan mengenakan busana adat dan batik khas daerah pada Hari Kartini 2026 sebagai bentuk penghormatan kepada Kartini dan pelestarian budaya lokal.

Barito Timur, Kalteng - Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, menjadikan peringatan Hari Kartini 2026 sebagai momentum untuk meneguhkan identitas budaya di lingkungan pemerintahan.

Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah tersebut diminta mengenakan busana adat maupun batik khas daerah pada 21 April 2026 selama jam kerja berlangsung di kantor masing-masing.

Kebijakan ini tidak sekadar menjadi simbol seremonial tahunan, melainkan bagian dari upaya memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Aturan Busana Diatur Melalui Surat Edaran Resmi

Ketentuan penggunaan pakaian adat tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur yang diterbitkan pada 16 April 2026.

Sekretaris Daerah Barito Timur, Misnohartaku, menjelaskan bahwa penggunaan batik khas daerah merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini yang dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia.

Selain itu, penggunaan busana adat juga diharapkan mampu meningkatkan rasa bangga ASN terhadap warisan budaya nasional, khususnya budaya khas Kalimantan Tengah.

ASN Perempuan Dan Laki-Laki Memiliki Ketentuan Busana Berbeda

Dalam aturan tersebut, ASN perempuan diwajibkan mengenakan Kebaya Nasional atau Kebaya Kartini yang dilengkapi dengan aksesoris sumping sebagai pelengkap penampilan.

Sementara itu, ASN laki-laki diwajibkan memakai Batik Kalimantan Tengah atau batik khas Barito Timur yang dipadukan dengan lawung sebagai bagian dari busana adat.

Bagi ASN perempuan yang menggunakan hijab, dianjurkan menyesuaikan warna hijab dengan kebaya agar tampilan tetap rapi dan serasi selama menjalankan tugas.

Berlaku Untuk Seluruh Tingkatan ASN

Kebijakan ini berlaku bagi seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur tanpa terkecuali.

Mulai dari staf ahli, asisten daerah, kepala perangkat daerah, hingga camat dan lurah diinstruksikan untuk mematuhi aturan tersebut selama peringatan Hari Kartini berlangsung.

Langkah ini diharapkan mampu membangun keseragaman sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.

Hari Kartini Diharapkan Tak Sekadar Seremonial

Pemerintah daerah berharap peringatan Hari Kartini tidak hanya menjadi agenda rutin setiap tahun, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya kontribusi perempuan dalam pembangunan daerah.

Selain itu, melalui penggunaan busana adat, ASN diharapkan dapat menunjukkan profesionalisme kerja sekaligus menampilkan kebanggaan terhadap budaya lokal.

Semangat Kartini dinilai masih relevan dalam mendorong kesetaraan peran perempuan serta menjaga nilai-nilai budaya di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung.

FAQ

Mengapa ASN Barito Timur diminta mengenakan busana adat saat Hari Kartini?

Sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini sekaligus upaya melestarikan budaya lokal dan meningkatkan rasa bangga terhadap identitas daerah.

Kapan aturan penggunaan busana adat tersebut berlaku?

Aturan berlaku pada tanggal 21 April 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

Apakah seluruh ASN wajib mengikuti aturan ini?

Ya, aturan berlaku bagi seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur mulai dari tingkat kabupaten hingga kelurahan.

Apa saja busana yang wajib dikenakan ASN perempuan?

ASN perempuan diwajibkan memakai Kebaya Nasional atau Kebaya Kartini lengkap dengan aksesoris sumping.

Apa busana yang dikenakan ASN laki-laki?

ASN laki-laki diwajibkan memakai batik khas Kalimantan Tengah atau Barito Timur yang dipadukan dengan lawung.

Kamis, 02 April 2026

UMPR Siap Dukung Pendirian Universitas Muhammadiyah Barito, Ini Langkah M Yamin

Bupati Bartim M Yamin kunjungi UMPR untuk percepatan pendirian Universitas Muhammadiyah Barito guna tingkatkan SDM dan akses pendidikan tinggi.
Bupati Bartim M Yamin kunjungi UMPR untuk percepatan pendirian Universitas Muhammadiyah Barito guna tingkatkan SDM dan akses pendidikan tinggi.

Barito, Kalteng - Langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah kembali digencarkan. Bupati Barito Timur, M Yamin, melakukan kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Palangka Raya di Palangka Raya dalam rangka penjajakan kerja sama percepatan pendirian Universitas Muhammadiyah Barito.

Kunjungan yang berlangsung pada Kamis tersebut menjadi bagian dari upaya serius pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sekaligus membuka akses pendidikan tinggi yang lebih merata, khususnya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito hingga wilayah perbatasan provinsi.

M Yamin menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting di tengah keterbatasan anggaran daerah. Ia melihat sinergi ini sebagai solusi strategis untuk mempercepat pembangunan berbasis pendidikan.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi Muhammadiyah dalam mendorong pembangunan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan kampus baru nantinya diharapkan mampu melahirkan SDM unggul yang fokus pada sektor potensial daerah seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.

“Saya ingin dari kampus ini lahir kajian dan SDM yang fokus pada sektor unggulan daerah. Ini penting untuk meningkatkan potensi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Dukungan UMPR Untuk Pengembangan Pendidikan

Kedatangan rombongan Pemerintah Kabupaten Barito Timur disambut langsung oleh jajaran pimpinan UMPR, termasuk Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Bulkani dan Wakil Rektor III Guntur Satrio P, bersama para dekan serta tim pengembangan kampus.

Bulkani mengapresiasi komitmen Pemkab Barito Timur dalam memajukan pendidikan tinggi di daerahnya. Menurutnya, UMPR siap berperan aktif dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah. UMPR siap menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul dan berdampak langsung,” ungkapnya.

Sementara itu, Guntur Satrio P menegaskan bahwa pengembangan kampus akan berbasis pada potensi lokal yang menjadi kekuatan utama daerah.

“Kami akan menyusun kajian akademik dan membuka program studi yang relevan agar lulusan benar-benar dibutuhkan dan mampu berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah,” jelasnya.

Fokus Pada Dampak Nyata Bagi Masyarakat

Rencana pendirian Universitas Muhammadiyah Barito tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan lokal, tetapi juga diharapkan menjadi pusat pendidikan regional yang menjangkau wilayah sekitar, termasuk daerah perbatasan provinsi.

UMPR juga menegaskan komitmennya dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat—sebagai fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kehadiran perguruan tinggi harus memberi dampak nyata. Kampus ini diharapkan menjadi pusat pengembangan SDM yang mampu mendorong kemandirian dan kemajuan daerah,” tegas Guntur.

Tindak Lanjut: Kunjungan Balasan

Sebagai langkah lanjutan, pihak UMPR dijadwalkan melakukan kunjungan balasan ke Barito Timur pada 4 April mendatang. Agenda tersebut meliputi peninjauan lokasi pembangunan kampus serta audiensi lanjutan dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek pendirian Universitas Muhammadiyah Barito tidak sekadar wacana, melainkan sedang bergerak menuju tahap realisasi.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa tujuan kunjungan Bupati Bartim ke UMPR?
Untuk menjajaki kerja sama percepatan pendirian Universitas Muhammadiyah Barito.

2. Di mana lokasi rencana kampus baru?
Di wilayah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.

3. Apa manfaat kampus ini bagi masyarakat?
Meningkatkan akses pendidikan tinggi dan mencetak SDM unggul berbasis potensi lokal.

4. Kapan tindak lanjut dilakukan?
UMPR dijadwalkan melakukan kunjungan balasan pada 4 April.

5. Sektor apa yang akan menjadi fokus utama?
Pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.