Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Bengkayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bengkayang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juni 2026

Empat DPC dan 17 DPAC Kabupaten Bengkayang Ormas Mangkok Merah Borneo Bersatu Dilantik dan Dikukuhkan

Foto : Pelantikan dan Pengukuhan Ormas MMBB di Kebupaten Bengkayang

BENGKAYANG (BORNEOTRIBUN.COM), - Organisasi Masyarakat Mangkok Merah Borneo Bersatu (MMBB) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Ketapang dan Kota Singkawang. Resmi dikukuhkan dan dilantik besama 17 anak cabang atau DPAC MMBB Kabupaten Bengkayang, DPAC Kecamatan Subah Kabupaten Sambas, DPAC Kecamatan Banyuke Hulu Kabupaten Landak, dan DPAC Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak, yang Bertempat di Ramin Betang Bengkayang. Kamis, 18 Juni 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, mulai dari hari Rabu, 17 Juni 2026 sampai 18 Juni 2026. Acara yang diisi dengan bermacam acara tersebut seperti, pertunjukan budaya Dayak, seminar tentang organisasi, AD/ART Ormas dan lain sebagainya terlihat berjalan dengan baik dan diikuti anggota dari awal sampai akhir oleh anggota Ormas MMBB.

Ketua Umum Ormas Mangkok Merah Borneo Bersatu, Diseniman, SH saat memberikan arahan kepada anggota yang hendak di lantik mengatakan menegaskan pentingnya memegang teguh aturan dan menjaga nama baik Organisasi, ia berharap agar anggota Mangkok Merah Borneo Bersatu yang dikukuhkan dan dilantik tersebut hadir ditengah-tengah masyarakat adat untuk melestarikan adat dan budaya suku Dayak serta membantu membela hak hak masyarakat adat yang tidak mendaptkan keadilan.

"Saya ucapkan selamat kepada anggota yang telah dilantik, setelah di lantik dan dikukuhkan ini saya harap semuanya menjalankan tupoksi masing-masing bertindak sesuai kebenaran dan selaras dengan visi dan misi Ormas Mangkok Merah Borneo Bersatu," ucap Ketua Umum MMBB.

Kemudian, dalam acara tersebut Panglima Tertinggi Mangkok Merah Borneo Bersatu yakni Marselinus Mian, SE.,MM juga ikut menekankan dalam sambutanya kepada anggota bahwa dalam organisasi Mangkok Merah Borneo Bersatu tersebut ibarat pepatah duduk sama rendah berdiri sama tinggi yang artinya tidak ada perbedaan semuanya sama berjuang untuk satu tujuan.

"Singsingkan lengan baju mu kita di MMBB ini semuanya memiliki kewajiban dan hak yang sama dalam mendukung dan melestarikan adat dan budaya, jangan pernah takut dengan tantangan, sebab dengan tantangan dan rintangan jika kita mampu menghadapinya maka itu akan menjadikan kita dewasa dalam beroganisasi. Kita jadikan ormas MMBB ini cerdas dalam segala hal," kata Panglima Tertinggi MMBB, Marselinus Mian, SE.,MM.

Turut hadir dalam kegiatan Pelantiakan dan Pengukuhan Ormas Mangkok Merah Borneo Bersatu ( MMBB) di Kabupaten Bengkayang, Dewan Penasehat DPP MMBB Limen AK Lingai dan Martinus Kajot, MMBB Perwakilan Serawak Malaysia, Perwakilan Ormas Melayu, Bupati Bengkayang diwakilkan Staf Ahli Dr. Yan, Kapolres Bengkayang diwakilkan Kapolsek Bengkayang AKP Slamet Widodo, Kepala Pengadilan Bengkayang Anggalanton Boang Manulu, SH.,MH, Tokoh Masyarakat Bengkayang Suryatman Gidot, Jajaran Forkopimda, dan Pengurus DPD,DPC,DPAC dan anggota MMBB.

Kamis, 11 Juni 2026

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Bengkayang Dikawal TNI, Siap Diluncurkan Agustus 2026

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Bengkayang terus dipercepat. KDMP ditargetkan memperpendek rantai pasok, menekan inflasi, dan mendukung program MBG.
Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Bengkayang terus dipercepat. KDMP ditargetkan memperpendek rantai pasok, menekan inflasi, dan mendukung program MBG.

BENGKAYANG - Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, terus dipercepat menjelang target peluncuran pada Agustus 2026. Proyek tersebut mendapat pengawalan aparat TNI melalui Babinsa di masing-masing desa guna memastikan proses pembangunan berjalan lancar.

Pemerintah menargetkan keberadaan KDMP tidak hanya menjadi bangunan fisik semata, tetapi berfungsi sebagai penggerak ekonomi desa. Koperasi ini diharapkan mampu menyediakan kebutuhan pokok masyarakat, memperpendek rantai distribusi barang, sekaligus membantu menekan inflasi di tingkat desa.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang menargetkan tiga koperasi desa siap diluncurkan secara menyeluruh di setiap desa pada Agustus mendatang. Lahan pembangunan berasal dari tanah desa dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, mengatakan lahan yang telah disiapkan pemerintah daerah maupun desa akan diserahkan sepenuhnya kepada pengelola KDMP setelah pembangunan gedung selesai.

Menurutnya, koperasi tersebut akan berperan penting dalam memperpendek jalur distribusi berbagai kebutuhan utama masyarakat.

"KDMP ini akan sangat membantu desa dalam memperpendek rantai pasok barang kebutuhan utama seperti pupuk, sembako, hingga gas elpiji. Selain bisa menekan inflasi di daerah, koperasi ini juga dipersiapkan untuk menyuplai kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sudah berjalan di setiap desa," ujar Sebastianus Darwis.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari DPRD Kabupaten Bengkayang. Namun, legislatif mengingatkan agar koperasi yang dibangun dapat dikelola secara profesional sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Esidorus, menegaskan bahwa keberhasilan KDMP akan ditentukan oleh pengelolaan dan dampaknya terhadap kesejahteraan warga.

"Kami berharap kehadiran Koperasi Desa Merah Putih ini memberikan dampak nyata bagi ekonomi dan sosial masyarakat, dan tidak hanya menjadi monumen cipta karya yang sia-sia. Dengan menganut semangat dari anggota, oleh anggota, dan untuk kesejahteraan anggota, KDMP harus dapat menciptakan ekonomi masyarakat yang lebih baik," tegasnya.

Saat ini, pemerintah daerah dan masyarakat menaruh harapan agar gedung-gedung KDMP yang telah rampung dibangun dapat segera beroperasi optimal dan menjalankan fungsinya sebagai pusat penguatan ekonomi desa.

Oleh: Fran Asok

DKN Minta Penertiban Kawasan Hutan di Lumar Utamakan Kepastian Hak Masyarakat Adat

DKN meminta penertiban kawasan hutan di Lumar mengutamakan kepastian hak masyarakat adat dan legalitas lahan warga guna mencegah konflik sosial.
DKN meminta penertiban kawasan hutan di Lumar mengutamakan kepastian hak masyarakat adat dan legalitas lahan warga guna mencegah konflik sosial.

BENGKAYANG – Dewan Kehutanan Nasional (DKN) meminta proses penertiban kawasan hutan di Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mengutamakan kepastian hak masyarakat adat. Seruan itu disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Ngarantek Sawa Bahu ke-10 yang digelar di Lumar dan dihadiri masyarakat adat, mahasiswa, pelajar, serta tokoh adat.

Seminar tersebut menyoroti pendekatan yang dilakukan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Forum bahkan melahirkan mosi tidak percaya terhadap proses penertiban yang dinilai belum sepenuhnya memperhatikan hak-hak masyarakat yang telah lama menetap dan mengelola wilayah secara turun-temurun.

Perwakilan DKN, Glorio Sanen, menilai proses penertiban kawasan hutan saat ini terkesan mengabaikan sejarah penguasaan dan pengelolaan ruang hidup masyarakat adat.

"Pendekatan sepihak yang tiba-tiba mengklasifikasikan ulang wilayah kelola masyarakat tanpa mempertimbangkan bukti kepemilikan lokal justru mencederai tujuan keberlanjutan ekologis itu sendiri. Perlindungan lingkungan tidak boleh bertransformasi menjadi alat perampasan hak-hak masyarakat adat," ujar Glorio Sanen.

Dalam diskusi panel, peserta seminar bersama narasumber membahas sejumlah persoalan yang dinilai kerap memicu konflik agraria di lapangan. DKN menilai ketertiban hukum harus berjalan seiring dengan ketertiban administratif dan implementasi kebijakan.

DKN Minta Penertiban Kawasan Hutan di Lumar Utamakan Kepastian Hak Masyarakat Adat
DKN meminta penertiban kawasan hutan di Lumar mengutamakan kepastian hak masyarakat adat dan legalitas lahan warga guna mencegah konflik sosial.

Menurut Sanen, tindakan penertiban hanya dapat memperoleh legitimasi jika didasarkan pada validasi dokumen yang transparan dan mengakui keberadaan peta wilayah adat.

"Ketertiban hukum itu tidak boleh hanya tajam ke bawah tetapi tumpul pada prosedur internal. Harus ada keselarasan yang mutlak antara ketertiban administratif dan ketertiban implementatif," katanya.

Pandangan tersebut mendapat dukungan dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Kalimantan Barat (AMAN Kalbar). Organisasi itu menegaskan Satgas PKH harus memastikan seluruh proses administrasi berjalan konsisten serta melibatkan lembaga adat sebelum melakukan tindakan di lapangan.

Sejumlah warga Lumar mengaku terdampak oleh ketidakpastian status hukum lahan. Mereka melaporkan kebun sawit dan lahan pertanian yang telah lama dikelola, termasuk yang telah memiliki sertifikat resmi, masuk dalam klaim peta penertiban.

Menanggapi laporan tersebut, Sanen menegaskan bahwa hak milik masyarakat yang sah tidak boleh diabaikan.

"Klaim sepihak atas kebun sawit dan lahan bersertifikat milik warga merupakan bentuk pengabaian nyata terhadap hukum negara dan hukum adat. Bukti kepemilikan yang sah serta penguasaan lahan secara turun-temurun wajib menjadi filter utama yang menggagalkan klaim sepihak penertiban tersebut," tegasnya.

Menjelang penutupan seminar, forum yang dikawal AMAN Kalbar dan DKN merumuskan sejumlah rekomendasi untuk mendorong reforma agraria yang berkeadilan di Kalimantan Barat. Salah satu rekomendasi utama adalah meminta pemerintah daerah lebih aktif mempercepat verifikasi dan pengakuan legalitas lahan masyarakat.

"Pemerintah Daerah harus mengambil peran di garda terdepan untuk mempercepat proses verifikasi dan pengakuan legalitas lahan masyarakat. Percepatan administrasi di tingkat lokal adalah kunci utama untuk memberikan kepastian hukum sekaligus meredam potensi konflik sosial yang lebih besar," ujar Sanen.

Seminar Kebudayaan Ngarantek Sawa Bahu ke-10 ditutup dengan kesepakatan peserta untuk mendesak pemerintah daerah melakukan penyelidikan lapangan secara objektif. Mereka berharap penertiban kawasan hutan di Kecamatan Lumar dapat berlangsung secara adil, humanis, serta tidak menimbulkan dampak sosial bagi masyarakat adat.

Oleh: Fran Asok

Rabu, 10 Juni 2026

Tradisi Ngarantek Sawa' Bahu Perkuat Perlindungan Masyarakat Adat dan Ketahanan Pangan

Tradisi Ngarantek Sawa' Bahu Perkuat Perlindungan Masyarakat Adat dan Ketahanan Pangan
Tradisi Ngarantek Sawa' Bahu Perkuat Perlindungan Masyarakat Adat dan Ketahanan Pangan. 

BENGKAYANG – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi adat sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya, perlindungan masyarakat adat, sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Hal itu disampaikan Darwis saat menghadiri kegiatan Ngarantek Sawa' Bahu ke-10 yang digelar di Ramin Adat Banua Lumar, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang, Selasa (9/6). 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkayang, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, lembaga adat, tokoh masyarakat, para donatur, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan ini,” kata Darwis.

Menurut dia, tema perlindungan masyarakat adat yang diangkat dalam pelaksanaan Ngarantek Sawa' Bahu tahun ini memiliki makna penting karena mengingatkan seluruh pihak bahwa adat, budaya, dan kearifan lokal tidak dapat dipisahkan dari peran masyarakat adat yang selama ini menjaga serta mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Ia mengatakan tanpa peran masyarakat adat, berbagai nilai luhur, pengetahuan tradisional, bahasa daerah, serta warisan budaya berpotensi hilang seiring perkembangan zaman.

Bagi masyarakat Dayak Bakati Lumar, lanjut Darwis, Ngarantek Sawa' Bahu bukan sekadar seremoni adat, melainkan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus penghormatan terhadap warisan leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi Ngarantek Sawa' Bahu Perkuat Perlindungan Masyarakat Adat dan Ketahanan Pangan
Tradisi Ngarantek Sawa' Bahu Perkuat Perlindungan Masyarakat Adat dan Ketahanan Pangan. 

“Melalui tradisi ini kita diingatkan akan pentingnya kebersamaan, gotong royong, serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Darwis menilai tantangan terbesar saat ini bukan hanya mempertahankan keberadaan tradisi, tetapi memastikan generasi muda terus mengenal, mempelajari, dan menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, hilangnya budaya sering kali bukan disebabkan perubahan zaman, melainkan karena generasi penerus tidak lagi mengenal dan melestarikannya.

Karena itu, tradisi seperti Ngarantek Sawa' Bahu menjadi ruang penting untuk proses pembelajaran dan pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Selain itu, pengakuan dan perlindungan masyarakat adat juga tidak hanya berkaitan dengan identitas budaya, tetapi juga penghargaan terhadap peran masyarakat adat sebagai penjaga kearifan lokal yang mengajarkan nilai kebersamaan, musyawarah, penghormatan terhadap sesama, serta keseimbangan hubungan antara manusia dan alam.

“Nilai-nilai tersebut merupakan kekayaan yang sangat berharga bagi daerah kita,” katanya.

Darwis juga menekankan bahwa tradisi Ngarantek Sawa' Bahu mengingatkan masyarakat akan eratnya hubungan masyarakat Dayak dengan sektor pertanian.

Melalui tradisi tersebut, kata dia, para leluhur telah mewariskan nilai kerja keras, gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap alam sebagai sumber kehidupan.

“Kemajuan tidak hanya ditentukan oleh perkembangan teknologi, tetapi juga oleh karakter dan kearifan masyarakatnya,” ujar Darwis.

Ia berharap Ngarantek Sawa' Bahu tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap adat dan budaya sekaligus mendorong generasi muda untuk menjaga serta melanjutkan warisan leluhur.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Lumar, Esidorus, mengatakan Ngarantek Sawa' Bahu merupakan tradisi yang menandai dimulainya masa tanam baru bagi masyarakat Dayak di wilayah tersebut.

“Kalau Ngarantek Sawa' Bahu tahun 2026 dilaksanakan hari ini, artinya kita memasuki tahun tanam baru periode 2026–2027,” katanya.

Menurut Esidorus, tradisi masyarakat Dayak tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian. Namun selama ini berbagai kegiatan budaya lebih banyak menonjolkan fase pascapanen, seperti pesta padi baru, naik dango, hingga penutupan masa panen.

Sebaliknya, Ngarantek Sawa' Bahu justru mengangkat nilai budaya yang berkaitan dengan tahapan awal pertanian atau sektor hulu, mulai dari persiapan lahan, penanaman hingga perawatan tanaman.

“Di sektor hulu inilah persoalan pertanian paling banyak terjadi dan perlu mendapat perhatian,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini antara lain penyempitan lahan pertanian, alih fungsi lahan menjadi perkebunan, dampak perubahan iklim yang memicu gagal panen, menurunnya minat generasi muda menjadi petani, serta berkurangnya produktivitas pertanian.

Karena itu, melalui Ngarantek Sawa' Bahu, masyarakat didorong untuk kembali menghidupkan semangat bercocok tanam melalui pola tanam serentak guna meningkatkan produktivitas pertanian.

Menurut Esidorus, bercocok tanam bagi masyarakat Dayak tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga menjaga keberlanjutan benih lokal, melestarikan plasma nutfah, dan mempertahankan keberlangsungan tradisi budaya.

“Kalau kita meninggalkan bercocok tanam, maka berbagai tradisi yang berkaitan dengan padi dan pertanian lambat laun juga akan hilang,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Bengkayang secara simbolis menyerahkan sejumlah perlengkapan pertanian berupa parang, tugal, dan benih kepada masyarakat sebagai simbol dimulainya masa tanam baru sekaligus dukungan pemerintah daerah terhadap upaya penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.

Kegiatan Ngarantek Sawa' Bahu ke-10 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong keberlanjutan sektor pertanian sebagai penopang kehidupan masyarakat Dayak di Kabupaten Bengkayang.

Senin, 01 Juni 2026

Borneo Twindo Group Siapkan Beasiswa bagi Pemenang Bujang dan Dara Barape' Sawa' 2026

Panitia Barape' Sawa' 2026 mengapresiasi dukungan Pemkab Bengkayang, Forkopimda, kepolisian, sponsor, dan donatur yang membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Panitia Barape' Sawa' 2026 mengapresiasi dukungan Pemkab Bengkayang, Forkopimda, kepolisian, sponsor, dan donatur yang membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan.

BENGKAYANG - Ketua Panitia Barape' Sawa' 2026 Kabupaten Bengkayang, Rudi S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang atas dukungan penuh yang diberikan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Rudi mengatakan keberhasilan pelaksanaan Barape' Sawa' tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Selain pemerintah daerah, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari kepolisian serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang turut membantu kelancaran penyelenggaraan acara.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh agenda berjalan sesuai harapan panitia.

"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang yang telah mendukung penuh seluruh kegiatan ini sehingga dapat terlaksana dengan baik," ujar Rudi.

Ia juga menyoroti kontribusi para sponsor dan donatur yang turut mendukung penyelenggaraan Barape' Sawa' 2026. Salah satu di antaranya adalah Borneo Twindo Group yang disebut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Rudi menyampaikan kabar gembira terkait pemilihan Bujang dan Dara Barape' Sawa' 2026. Para pemenang nantinya akan memperoleh beasiswa pendidikan dari Borneo Twindo Group.

"Mereka mendapatkan beasiswa untuk biaya kuliah sejak awal masuk hingga tamat," katanya.

Selain dukungan sponsor, panitia juga mengapresiasi dana hibah yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bengkayang. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu kebutuhan pelaksanaan kegiatan.

Menutup keterangannya, Rudi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bengkayang, masyarakat adat Dayak Bengkayang, serta masyarakat adat Dayak dari daerah sekitar apabila selama pelaksanaan Barape' Sawa' terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

Permintaan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan Barape' Sawa' 2026.

Laporan: Fran Asok

Sabtu, 09 Mei 2026

Krisantus Kurniawan Pastikan Jalan Suti Semarang Dibangun Pada 2026

Pemprov Kalbar mengalokasikan Rp15 miliar untuk pembangunan Jalan Suti Semarang di Bengkayang guna memperkuat konektivitas dan distribusi hasil pertanian.
Pemprov Kalbar mengalokasikan Rp15 miliar untuk pembangunan Jalan Suti Semarang di Bengkayang guna memperkuat konektivitas dan distribusi hasil pertanian.

BENGKAYANG - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk pembangunan ruas Jalan Suti Semarang di Kabupaten Bengkayang pada tahun 2026. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari program peningkatan infrastruktur jalan provinsi yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan menyampaikan anggaran pembangunan jalan tersebut telah tersedia melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalbar.

Menurut Krisantus Kurniawan, pembangunan Jalan Suti Semarang menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk menjaga konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bengkayang.

“Kami sudah menganggarkan sekitar Rp15 miliar melalui Dinas PUPR untuk Jalan Suti Semarang,” ujar Krisantus Kurniawan di Bengkayang, Jumat.

Krisantus Kurniawan menegaskan Pemerintah Provinsi Kalbar tetap berkomitmen memperbaiki seluruh ruas jalan berstatus provinsi meskipun kemampuan anggaran daerah masih terbatas.

Perbaikan jalan dinilai penting untuk menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan, terutama distribusi barang dan hasil pertanian dari wilayah pedesaan menuju pusat perdagangan.

Pemerintah Provinsi Kalbar saat ini lebih memprioritaskan jalan yang dapat berfungsi secara optimal agar tetap bisa dilalui masyarakat dengan aman dan layak.

“Kami lakukan secara bertahap. Minimal jalan tetap fungsional sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu,” kata Krisantus Kurniawan.

Kabupaten Bengkayang sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penyangga sektor pangan di Kalimantan Barat. 

Karena itu, akses jalan yang memadai dianggap sangat penting untuk mempercepat distribusi hasil pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Peningkatan kualitas Jalan Suti Semarang juga diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga serta membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan pedalaman Bengkayang.

FAQ

Berapa anggaran pembangunan Jalan Suti Semarang?

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk pembangunan Jalan Suti Semarang.

Kapan pembangunan Jalan Suti Semarang dimulai?

Pembangunan direncanakan masuk dalam program anggaran tahun 2026.

Siapa yang menyampaikan informasi pembangunan jalan tersebut?

Informasi disampaikan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan.

Mengapa Jalan Suti Semarang menjadi prioritas?

Jalan tersebut dinilai penting untuk mendukung konektivitas wilayah, distribusi hasil pertanian, dan aktivitas ekonomi masyarakat Bengkayang.

Apa fokus utama Pemprov Kalbar dalam pembangunan jalan?

Pemprov Kalbar memprioritaskan jalan provinsi agar tetap fungsional dan bisa digunakan masyarakat dengan layak meski anggaran terbatas.

Kamis, 07 Mei 2026

Kalbar Fokus Perluas Lahan Jagung Demi Kejar Swasembada Pangan 2026

Pemprov Kalbar memperkuat gerakan tanam jagung hibrida untuk mendukung swasembada pangan 2026 dengan melibatkan pemerintah daerah, petani, TNI, dan Polri.
Pemprov Kalbar memperkuat gerakan tanam jagung hibrida untuk mendukung swasembada pangan 2026 dengan melibatkan pemerintah daerah, petani, TNI, dan Polri.

BENGKAYANG - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mulai memperkuat kerja sama lintas sektor untuk mempercepat target swasembada pangan pada 2026. Salah satu langkah yang kini diprioritaskan yakni pengembangan jagung hibrida di sejumlah daerah potensial, termasuk Kabupaten Bengkayang.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menilai gerakan tanam jagung hibrida menjadi strategi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa hingga nasional.

Menurut Krisantus Kurniawan, pengembangan sektor pertanian tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Dukungan pemerintah kabupaten dan kota, kelompok tani, hingga unsur TNI dan Polri dinilai penting untuk mempercepat peningkatan produktivitas lahan pertanian.

“Gerakan tanam jagung ini menunjukkan keseriusan bersama dalam memperkuat swasembada pangan nasional, termasuk di Kalimantan Barat,” kata Krisantus Kurniawan saat menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Jagung Hibrida di Kabupaten Bengkayang, Kamis.

Bengkayang Dinilai Punya Potensi Besar

Kabupaten Bengkayang disebut memiliki peluang besar menjadi salah satu sentra pengembangan jagung di Kalimantan Barat. Daerah tersebut dinilai mampu menopang kebutuhan produksi pangan apabila pengelolaan lahan dilakukan secara optimal.

Data Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mencatat luas panen jagung sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 34.503 hektare. Dari luasan tersebut, produksi jagung menembus 179.246 ton pipilan kering.

Capaian itu disebut tidak lepas dari kontribusi sejumlah daerah penghasil jagung, termasuk Bengkayang yang selama ini dinilai aktif mengembangkan komoditas pertanian strategis.

Krisantus Kurniawan berharap Bengkayang terus memperkuat posisinya sebagai wilayah unggulan pengembangan jagung di Kalimantan Barat.

Lahan Tidur Diminta Dioptimalkan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga mendorong optimalisasi lahan yang belum produktif agar dapat dimanfaatkan menjadi kawasan pertanian pangan.

Krisantus Kurniawan menegaskan pemanfaatan lahan tidur penting dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung kebutuhan pangan nasional.

Selain meningkatkan produksi pertanian, program tersebut juga diyakini mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di daerah.

“Optimalisasi lahan bukan hanya untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Krisantus Kurniawan.

Sejalan Dengan Program Nasional

Program penguatan sektor pangan di Kalimantan Barat disebut sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui program Astacita.

Fokus utama program tersebut mencakup penguatan ketahanan pangan, energi, dan ekonomi hijau sebagai upaya mendorong kemandirian nasional.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat optimistis target swasembada pangan 2026 dapat tercapai apabila seluruh pihak terus menjaga kolaborasi dan inovasi di sektor pertanian.

FAQ

Apa tujuan Gerakan Tanam Jagung Hibrida di Kalbar?

Program tersebut bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan mendukung target swasembada pangan nasional pada 2026.

Mengapa Bengkayang menjadi fokus pengembangan jagung?

Kabupaten Bengkayang dinilai memiliki potensi lahan dan produktivitas yang besar untuk menjadi sentra jagung di Kalimantan Barat.

Berapa produksi jagung Kalbar pada 2025?

Produksi jagung Kalimantan Barat sepanjang 2025 mencapai 179.246 ton pipilan kering.

Siapa saja yang dilibatkan dalam program swasembada pangan?

Program melibatkan pemerintah daerah, kelompok tani, TNI, Polri, serta berbagai pihak terkait di sektor pertanian.

Apa manfaat optimalisasi lahan tidur?

Optimalisasi lahan tidur diharapkan meningkatkan produksi pangan, memperkuat ekonomi masyarakat, dan menjaga ketahanan pangan daerah.

Gawai Naik Dango Bengkayang Dinilai Penting Jaga Identitas Budaya Dayak

Sebastianus Darwis mendorong pelestarian Gawai Dayak Naik Dango di Bengkayang sebagai upaya menjaga identitas budaya Dayak di tengah arus modernisasi. (FOTO ILUSTRASI)
Sebastianus Darwis mendorong pelestarian Gawai Dayak Naik Dango di Bengkayang sebagai upaya menjaga identitas budaya Dayak di tengah arus modernisasi. (FOTO ILUSTRASI)

BENGKAYANG - Perayaan Gawai Dayak Naik Dango kembali menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Momentum budaya tahunan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai pesta adat pascapanen, tetapi juga dinilai sebagai upaya mempertahankan identitas budaya Dayak di tengah derasnya pengaruh modernisasi.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menegaskan pelestarian budaya daerah harus terus dijaga agar nilai tradisi leluhur tidak hilang seiring perkembangan zaman. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Gawai Dayak Naik Dango ke-3 tingkat Kecamatan Monterado, Kamis.

Sebastianus Darwis menyebut Gawai Naik Dango menjadi bagian penting dalam pemajuan kebudayaan daerah. Tradisi tersebut juga dianggap selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Menurut Sebastianus Darwis, keberadaan budaya lokal memiliki peran besar dalam menjaga karakter masyarakat adat sekaligus memperkuat identitas bangsa yang berakar pada tradisi.

Selain menjadi ungkapan syukur atas hasil panen padi, Gawai Dayak Naik Dango juga dinilai mampu mempererat hubungan sosial masyarakat lintas etnis di Bengkayang. Pelaksanaan acara adat itu melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, pemuda hingga pemerintah daerah.

Sebastianus Darwis turut mengapresiasi pihak-pihak yang selama ini aktif menjaga keberlangsungan tradisi Dayak melalui kegiatan budaya rutin di Bengkayang.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang juga disebut terus memperluas ruang pelestarian budaya melalui berbagai agenda adat yang masuk Kalender Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026.

Beberapa agenda budaya yang telah dijadwalkan antara lain Nyabak Nitik Majaka Pade Bahu pada 22 Maret, Maka’ Ka’ Pongkot pada 5 April, Barape’ Sawa’ di Ramin Bantang pada 27 hingga 30 Mei, serta Nyabakng Sungkung pada 24 hingga 25 Juni.

Sebastianus Darwis menilai rangkaian kegiatan budaya tersebut tidak sekadar seremoni tahunan. Agenda adat itu diharapkan menjadi sarana memperkuat kebersamaan masyarakat multietnis sekaligus mengangkat kearifan lokal Bengkayang ke tingkat yang lebih luas.

Melalui pelestarian budaya daerah, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berharap tradisi Dayak tetap diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan budaya luar.

Sebastianus Darwis juga menyampaikan harapan agar Gawai Dayak Naik Dango tetap menjadi bagian penting kehidupan masyarakat adat dan terus dilaksanakan secara berkelanjutan hingga generasi mendatang.

FAQ

Apa Itu Gawai Dayak Naik Dango?

Gawai Dayak Naik Dango merupakan tradisi adat masyarakat Dayak sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen padi yang melimpah.

Di Mana Gawai Dayak Naik Dango Digelar?

Perayaan tersebut digelar di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, termasuk tingkat kecamatan seperti Monterado.

Mengapa Gawai Dayak Penting Dilestarikan?

Tradisi ini dinilai penting untuk menjaga identitas budaya Dayak, memperkuat nilai adat, dan mempertahankan kearifan lokal di tengah modernisasi.

Apa Saja Agenda Budaya Bengkayang Tahun 2026?

Beberapa agenda budaya yang masuk kalender kebudayaan 2026 antara lain Nyabak Nitik Majaka Pade Bahu, Maka’ Ka’ Pongkot, Barape’ Sawa’, dan Nyabakng Sungkung.

Siapa Yang Mendorong Pelestarian Budaya Dayak Di Bengkayang?

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menjadi salah satu tokoh yang aktif mendorong pelestarian budaya Dayak melalui agenda budaya daerah.

Minggu, 03 Mei 2026

Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan

Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan.
Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan.
Bengkayang, Kalbar - Seorang pria berinisial PP alias Andi (28) ditahan oleh Polres Bengkayang, Kalimantan Barat, terkait dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Penahanan dilakukan setelah tersangka diserahkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bengkayang pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

“Tersangka kemudian dibawa ke Polres Bengkayang dan ditahan di rumah tahanan pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB dalam keadaan sehat. Situasi selama proses penahanan berlangsung aman dan terkendali,” ujar Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, S.Sos., S.I.K., melalui Kasatreskrim AKP Anuar Syarifudin, S.H., M.H.
Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan
Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan.
AKP Anuar menjelaskan, sebelum diamankan, tersangka sempat melarikan diri ke Pontianak. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan oleh Polres Bengkayang bersama tim Resmob Polda Kalbar, diperoleh informasi bahwa tersangka berada di wilayah Pontianak.

“Informasi tersebut kemudian didalami hingga dipastikan keberadaan tersangka. Setelah itu, tim gabungan langsung bergerak dan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka di Pontianak,” jelasnya.

Kasus ini sempat menjadi perhatian publik, khususnya di Kabupaten Bengkayang, mengingat korban merupakan anak di bawah umur.

Kasus ini melibatkan korban seorang remaja perempuan berusia 16 tahun. Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa tersebut diduga terjadi pada pertengahan Januari 2026 di wilayah Bengkayang.

Menurut keterangan keluarga korban, korban sempat dijemput oleh tersangka pada malam hari dan diajak berkeliling sebelum akhirnya dibawa ke tempat tinggal tersangka. Di lokasi tersebut, tersangka diduga melakukan perbuatan persetubuhan dengan korban.
Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan
Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan.
Keesokan harinya, keluarga korban mengetahui kejadian tersebut setelah melakukan komunikasi secara intensif dengan korban. Pihak keluarga kemudian mengumpulkan informasi tambahan, termasuk bukti percakapan, sebelum akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bengkayang setelah kondisi psikologis korban dinilai siap.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, serta sejumlah pasal lain yang berkaitan dengan tindak pidana kekerasan seksual sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Saat ini, penyidik masih terus melakukan pendalaman guna melengkapi berkas perkara, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti lainnya.

Polres Bengkayang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

(Hms)

Selasa, 28 April 2026

Tradisi Maka Dio Bengkayang Jadi Penggerak Ekonomi dan Pangan Lokal

Perayaan Maka Dio di Bengkayang dimanfaatkan sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan berbasis budaya lokal dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa.
Perayaan Maka Dio di Bengkayang dimanfaatkan sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan berbasis budaya lokal dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

BENGKAYANG - Pemerintah Kabupaten Bengkayang memanfaatkan momentum perayaan tahun baru padi Maka Dio ke-V sebagai sarana memperkuat ketahanan pangan berbasis kearifan lokal. Kegiatan tersebut digelar di Desa Cipta Karya, Kabupaten Bengkayang, dan menjadi bagian dari strategi daerah dalam menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menegaskan bahwa pelaksanaan Maka Dio bukan sekadar tradisi budaya, melainkan bagian dari langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian berbasis potensi lokal.

Menurut Sebastianus Darwis, pendekatan ketahanan pangan yang diterapkan di Bengkayang tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan hasil produksi pertanian. Pelestarian budaya serta pemanfaatan potensi lokal juga dipandang sebagai faktor penting dalam menjaga stabilitas pangan daerah.

Sebastianus Darwis menyampaikan bahwa perayaan Maka Dio menjadi ruang strategis untuk menghidupkan kembali nilai budaya sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat desa.

Pelaksanaan Maka Dio juga diarahkan sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Sebastianus Darwis berharap tradisi Maka Dio dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Bengkayang untuk mengoptimalkan potensi lokal, khususnya pada sektor pangan dan pertanian.

Selain itu, keberhasilan program ketahanan pangan berbasis budaya dinilai sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Sebastianus Darwis menekankan bahwa keterlibatan semua unsur masyarakat akan menentukan keberlanjutan program tersebut dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Perayaan Maka Dio ke-V tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung yang melibatkan masyarakat.

Sejumlah agenda digelar dalam kegiatan tersebut, di antaranya:

  • Pameran hasil pertanian lokal

  • Pertunjukan seni dan budaya tradisional

  • Kegiatan gotong royong masyarakat

Rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan sekaligus memperkenalkan potensi unggulan daerah kepada masyarakat luas.

Selain sebagai ajang promosi hasil pertanian, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat identitas budaya masyarakat Bengkayang serta meningkatkan perekonomian berbasis sumber daya lokal.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang memastikan bahwa program berbasis kearifan lokal seperti Maka Dio akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan daerah.

Melalui pendekatan yang memadukan budaya, pertanian, dan ekonomi lokal, pemerintah daerah menargetkan terciptanya sistem pangan yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan dan berdaya saing.

FAQ

Apa itu Maka Dio?
Maka Dio merupakan tradisi tahun baru padi yang menjadi bagian dari budaya masyarakat di Kabupaten Bengkayang.

Di mana pelaksanaan Maka Dio ke-V digelar?
Maka Dio ke-V dilaksanakan di Desa Cipta Karya, Kabupaten Bengkayang.

Apa tujuan utama perayaan Maka Dio?
Perayaan Maka Dio bertujuan memperkuat ketahanan pangan berbasis kearifan lokal sekaligus melestarikan budaya daerah.

Siapa yang memimpin pelaksanaan program ini?
Program tersebut didukung langsung oleh Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis bersama pemerintah daerah.

Apa manfaat kegiatan Maka Dio bagi masyarakat?
Kegiatan ini diharapkan meningkatkan ekonomi masyarakat, memperkuat sektor pertanian, serta menjaga identitas budaya lokal.

Senin, 27 April 2026

Sebastianus Darwis Tekankan Digitalisasi Dan Kolaborasi Di HUT Ke-27 Bengkayang

HUT ke-27 Bengkayang dimanfaatkan Bupati Sebastianus Darwis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong pembangunan daerah mandiri dan berdaya saing.
HUT ke-27 Bengkayang dimanfaatkan Bupati Sebastianus Darwis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong pembangunan daerah mandiri dan berdaya saing.

BENGKAYANG - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Pemerintah Kabupaten Bengkayang dimanfaatkan sebagai ruang refleksi terhadap perjalanan pembangunan sekaligus penegasan arah kebijakan masa depan daerah.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menekankan pentingnya memperkuat kerja sama lintas sektor guna memastikan pembangunan berjalan konsisten menuju daerah yang mandiri dan berdaya saing.

Momentum peringatan HUT ke-27 Pemkab Bengkayang tahun 2026 berlangsung dengan kehadiran unsur pemerintah provinsi, kepala daerah se-Kalimantan Barat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai unsur masyarakat.

Menurut Sebastianus Darwis, hari jadi daerah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi waktu penting untuk meninjau capaian pembangunan serta memperkuat komitmen seluruh pihak dalam memajukan daerah.

Sebastianus Darwis menyampaikan bahwa perjalanan pembangunan Bengkayang merupakan kelanjutan dari perjuangan para pendiri daerah yang telah membangun fondasi pemerintahan hingga Bengkayang mampu berkembang seperti saat ini.

Tema peringatan HUT tahun ini, yaitu “Bengkayang Optimis dan Mandiri”, mencerminkan keyakinan pemerintah daerah terhadap masa depan pembangunan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Sebastianus Darwis menjelaskan bahwa optimisme tersebut didukung oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan berbagai sektor strategis.

Kabupaten Bengkayang yang terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1999 memiliki posisi penting sebagai daerah otonom dengan potensi sumber daya yang luas dan beragam.

Dalam periode pembangunan 2025–2029, pemerintah daerah mengusung visi “Sumber Daya Manusia Mantap Bengkayang Gemilang” sebagai fondasi dalam meningkatkan daya saing daerah.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang menempatkan sejumlah sektor unggulan sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Sebastianus Darwis menyebut sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan sebagai bidang prioritas yang terus diperkuat melalui berbagai program strategis.

Pengembangan sektor tersebut didukung oleh peningkatan mutu pendidikan, penguatan ekonomi lokal, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong pemanfaatan inovasi sebagai langkah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi serta membuka peluang usaha baru di tingkat lokal.

Transformasi digital menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bengkayang.

Sebastianus Darwis menilai digitalisasi mampu meningkatkan efisiensi pelayanan publik sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas birokrasi.

Langkah digitalisasi diharapkan mampu mempercepat proses administrasi dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pemerintah.

Upaya tersebut juga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing daerah di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dari berbagai lapisan.

Sebastianus Darwis mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan melalui kerja sama dan inovasi di berbagai bidang.

Dukungan dari tokoh masyarakat, pelaku usaha, aparatur sipil negara, serta insan pers dinilai memiliki peran besar dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

Sebastianus Darwis juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi nyata dalam kemajuan Kabupaten Bengkayang.

Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bengkayang diharapkan tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga menjadi pemicu semangat baru bagi masyarakat untuk terus berkarya.

Sebastianus Darwis berharap momentum tersebut mampu menumbuhkan inspirasi bagi generasi muda serta mendorong peningkatan prestasi di berbagai bidang.

Dengan semangat kolaborasi yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Bengkayang optimistis mampu menghadirkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di masa mendatang.

FAQ

1. Apa tema HUT ke-27 Kabupaten Bengkayang tahun 2026?
Tema yang diusung adalah “Bengkayang Optimis dan Mandiri.”

2. Apa fokus utama pembangunan Bengkayang saat ini?
Fokus pembangunan meliputi sektor pertanian, perikanan, perdagangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

3. Mengapa digitalisasi penting bagi pemerintah daerah?
Digitalisasi membantu meningkatkan efisiensi layanan publik, transparansi birokrasi, dan daya saing daerah.

4. Apa visi pembangunan Bengkayang periode 2025–2029?
Visi pembangunan adalah “Sumber Daya Manusia Mantap Bengkayang Gemilang.”

5. Siapa yang menghadiri peringatan HUT ke-27 Bengkayang?
Acara dihadiri unsur pemerintah provinsi, kepala daerah se-Kalimantan Barat, Forkopimda, dan berbagai elemen masyarakat.

Oleh: Fran Asok

Sabtu, 25 April 2026

Rumah Joglo Di Bengkayang Disiapkan Jadi Ikon Wisata Dan Edukasi Budaya

Pemkab Bengkayang membangun Rumah Adat Joglo di Taman SDR sebagai pusat budaya dan destinasi wisata baru yang mendukung pelestarian budaya Jawa.
Pemkab Bengkayang membangun Rumah Adat Joglo di Taman SDR sebagai pusat budaya dan destinasi wisata baru yang mendukung pelestarian budaya Jawa.

BENGKAYANG - Pemerintah Kabupaten Bengkayang mulai membangun Rumah Adat Joglo di kawasan Taman SDR (Sekayo Damai Raya) sebagai bagian dari strategi memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang baru di sektor pariwisata daerah.

Langkah ini tidak hanya menambah fasilitas fisik di ruang publik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan pusat aktivitas budaya yang dapat dimanfaatkan masyarakat lintas generasi.

Fokus Pada Ruang Interaksi Budaya

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, menegaskan bahwa pembangunan rumah adat tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, keberadaan Joglo di kawasan taman kota diharapkan menjadi tempat bertemunya berbagai unsur budaya di tengah masyarakat yang beragam.

Ia menyebut, rumah adat tersebut dirancang untuk menjadi ruang interaksi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seni, edukasi budaya, serta kegiatan sosial masyarakat.

Selain itu, pembangunan Joglo juga diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan di tengah keberagaman budaya yang ada di Kabupaten Bengkayang.

Disiapkan Jadi Pusat Budaya Masyarakat Jawa

Rumah Adat Joglo nantinya akan difungsikan sebagai pusat kegiatan budaya masyarakat Jawa yang tinggal di Bengkayang.

Beragam kegiatan seperti pertunjukan seni tradisional, pelatihan budaya, hingga kegiatan komunitas direncanakan berlangsung di lokasi tersebut.

Pemerintah daerah menilai, fasilitas ini akan memperkaya ragam budaya lokal serta menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Dengan demikian, keberadaan Joglo diharapkan tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadikannya tetap relevan dalam kehidupan masyarakat modern.

Potensi Baru Untuk Pariwisata Daerah

Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, menilai pembangunan Rumah Adat Joglo juga berpotensi meningkatkan daya tarik wisata di wilayah tersebut.

Menurutnya, pengembangan destinasi berbasis budaya memiliki peluang besar untuk menarik minat wisatawan, terutama yang tertarik dengan kekayaan tradisi lokal.

Selain memberi nilai tambah bagi sektor pariwisata, kegiatan budaya yang berlangsung di Joglo juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Misalnya melalui penyediaan jasa, penjualan produk kerajinan, hingga kegiatan ekonomi kreatif lainnya.

Bagian Dari Pembangunan Berbasis Keberagaman

Pembangunan Rumah Adat Joglo di Taman SDR menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pendekatan berbasis keberagaman budaya dinilai penting untuk memastikan setiap kelompok masyarakat memiliki ruang untuk mengekspresikan identitas budayanya.

Dengan adanya fasilitas ini, pemerintah berharap pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi dan sektor pariwisata di Kabupaten Bengkayang.

FAQ

1. Di mana lokasi pembangunan Rumah Adat Joglo di Bengkayang?
Rumah Adat Joglo dibangun di kawasan Taman SDR (Sekayo Damai Raya), Kabupaten Bengkayang.

2. Apa tujuan pembangunan Rumah Adat Joglo tersebut?
Tujuannya untuk melestarikan budaya Jawa, menyediakan ruang kegiatan budaya, serta mendukung pengembangan pariwisata daerah.

3. Siapa yang menggagas pembangunan Rumah Adat Joglo di Bengkayang?
Pembangunan ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Bengkayang yang dipimpin oleh Bupati Sebastianus Darwis.

4. Apa manfaat Rumah Adat Joglo bagi masyarakat?
Manfaatnya antara lain sebagai pusat kegiatan budaya, sarana edukasi, destinasi wisata, serta peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

5. Kapan pembangunan Rumah Adat Joglo dimulai?
Pembangunan dimulai dengan kegiatan peletakan batu pertama oleh pemerintah daerah pada hari Jumat.

Rabu, 08 April 2026

86 SMP Di Bengkayang Ikuti TKA 2026, Libatkan 4.392 Siswa Secara Bertahap

Sebanyak 86 SMP di Bengkayang mengikuti TKA 2026 dengan 4.392 siswa. Mayoritas ujian dilakukan secara online sebagai bagian transformasi digital pendidikan daerah. (Ilustrasi)
Sebanyak 86 SMP di Bengkayang mengikuti TKA 2026 dengan 4.392 siswa. Mayoritas ujian dilakukan secara online sebagai bagian transformasi digital pendidikan daerah. (Ilustrasi)

BENGKAYANG - Sebanyak 86 sekolah menengah pertama (SMP/MTs) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mengikuti pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Tahun 2026 yang digelar secara bertahap mulai 6 hingga 16 April 2026.

Pelaksanaan TKA tahun ini melibatkan 4.392 siswa kelas akhir dari berbagai satuan pendidikan di wilayah tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mengukur kemampuan akademik siswa sekaligus mendorong digitalisasi pendidikan di daerah.

Mayoritas Sekolah Siap Gunakan Sistem Berbasis Teknologi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, mengatakan bahwa sebagian besar sekolah sudah siap melaksanakan ujian berbasis teknologi.

“Sebanyak 86 sekolah jenjang SMP berpartisipasi, dengan mayoritas telah siap melaksanakan ujian berbasis teknologi. Ini menunjukkan kesiapan satuan pendidikan dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan,” ujar Heru di Bengkayang, Selasa.

Ia menjelaskan, dari total sekolah peserta, 84 sekolah melaksanakan ujian secara mandiri, sementara satu sekolah menumpang di sekolah lain yang memiliki fasilitas lebih memadai.

Dari sisi moda pelaksanaan, 75 sekolah telah menggunakan sistem daring (online) penuh, sedangkan 10 sekolah lainnya menggunakan semi-online, menyesuaikan kondisi jaringan dan infrastruktur di wilayah masing-masing.

TKA Digelar Dalam Empat Gelombang

Untuk memastikan kelancaran teknis pelaksanaan ujian, TKA tahun ini dibagi dalam empat gelombang pelaksanaan, yaitu:

  • Gelombang 1: 6–7 April 2026

  • Gelombang 2: 8–9 April 2026

  • Gelombang 3: 13–14 April 2026

  • Gelombang 4: 15–16 April 2026

Pembagian jadwal ini bertujuan menjaga stabilitas sistem serta mengantisipasi kendala teknis yang mungkin muncul selama pelaksanaan ujian berlangsung.

112 Guru Dilibatkan Dalam Pengawasan Silang

Untuk menjaga integritas pelaksanaan ujian, pengawasan dilakukan secara silang antar sekolah.

Sebanyak 112 guru pengawas disebar di berbagai lokasi ujian guna memastikan pelaksanaan TKA berjalan secara objektif dan transparan.

“Pengawasan silang ini penting untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan objektif, transparan, dan akuntabel,” jelas Heru.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem evaluasi pendidikan yang diterapkan pemerintah daerah.

TKA SD Dijadwalkan Setelah SMP

Setelah pelaksanaan TKA jenjang SMP selesai, kegiatan serupa akan dilanjutkan pada jenjang sekolah dasar.

Pelaksanaan TKA SD/MI dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026, dengan melibatkan 264 sekolah dan 5.004 peserta.

Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA tahun 2026 di Kabupaten Bengkayang melibatkan:

  • 9.396 siswa dari jenjang SD dan SMP

  • 456 pengawas yang bertugas di berbagai lokasi ujian

TKA Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan Pendidikan

Menurut Heru, pelaksanaan TKA bukan sekadar evaluasi rutin, tetapi memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Hasil TKA akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bengkayang, sehingga program yang dirancang benar-benar berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama seluruh satuan pendidikan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan demi mencetak generasi Bengkayang yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi.

Dengan dukungan teknologi serta pengawasan yang ketat, pelaksanaan TKA diharapkan mampu memberikan gambaran akurat mengenai capaian akademik siswa di daerah tersebut.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apa Itu Tes Kompetensi Akademik (TKA)?

Tes Kompetensi Akademik (TKA) adalah ujian yang bertujuan mengukur capaian akademik siswa secara komprehensif sebagai dasar evaluasi mutu pendidikan.

Berapa Jumlah Sekolah SMP Yang Mengikuti TKA 2026 Di Bengkayang?

Sebanyak 86 SMP/MTs di Kabupaten Bengkayang mengikuti pelaksanaan TKA Tahun 2026.

Berapa Jumlah Siswa Yang Mengikuti TKA SMP 2026?

Total 4.392 siswa kelas akhir SMP/MTs mengikuti pelaksanaan TKA tahun ini.

Apakah Semua Sekolah Menggunakan Sistem Online?

Tidak semuanya. Sebanyak 75 sekolah menggunakan sistem online penuh, sementara 10 sekolah menggunakan sistem semi-online.

Kapan TKA Untuk Jenjang SD Dilaksanakan?

TKA untuk jenjang SD/MI dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026.

Sabtu, 04 April 2026

TPS Dekat SD Amkur Bengkayang Dipindah, Ini Alasan Bupati

Relokasi TPS di Bengkayang dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah, Bupati pastikan lokasi baru lebih aman dan representatif.
Relokasi TPS di Bengkayang dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah, Bupati pastikan lokasi baru lebih aman dan representatif.

BENGKAYANG - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mulai mengambil langkah konkret dalam penataan pengelolaan sampah dengan merencanakan relokasi tempat pembuangan sampah (TPS) dari kawasan depan SD Amkur Bengkayang ke lokasi yang lebih representatif.

Langkah ini dilakukan langsung oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, yang turun ke lapangan untuk meninjau calon lokasi baru TPS. Peninjauan tersebut bertujuan memastikan lokasi yang dipilih tidak lagi berdampak pada aktivitas pendidikan maupun kesehatan lingkungan sekitar.

“Relokasi ini penting agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu, sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap bersih dan sehat,” ujar Sebastianus Darwis saat kunjungan di Bengkayang, Jumat.

Keluhan Warga Jadi Pertimbangan Utama

Dalam kunjungannya, Bupati juga menyempatkan berdialog langsung dengan warga sekitar. Sejumlah masyarakat menyampaikan keluhan terkait keberadaan TPS yang selama ini berada terlalu dekat dengan fasilitas pendidikan.

Warga mengaku terganggu oleh bau tidak sedap yang kerap muncul, serta khawatir terhadap potensi dampak kesehatan, khususnya bagi siswa sekolah dasar.

Menanggapi aspirasi tersebut, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata dan ramah lingkungan.

Fokus Pada Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu

Tak hanya relokasi, Pemkab Bengkayang juga berencana memperkuat sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh. Mulai dari proses pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan sampah akan dibenahi agar lebih efektif dan berkelanjutan.

Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Ini bagian dari upaya kami menciptakan tata kelola persampahan yang berkelanjutan dan mendukung lingkungan yang bersih, sehat, serta layak, khususnya di kawasan pendidikan,” tambahnya.

Target Lokasi Baru Segera Ditentukan

Pemerintah daerah menargetkan penentuan lokasi baru TPS dapat segera rampung setelah melalui kajian teknis yang matang serta mempertimbangkan masukan masyarakat.

Dengan langkah ini, diharapkan keberadaan TPS tidak lagi menjadi sumber masalah, melainkan bagian dari sistem pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan bertanggung jawab.

FAQ

1. Kenapa TPS di dekat SD Amkur Bengkayang dipindahkan?
Karena lokasinya dinilai mengganggu aktivitas belajar serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan akibat bau dan limbah.

2. Siapa yang menggagas relokasi TPS ini?
Relokasi ini digagas oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, sebagai bagian dari penataan lingkungan.

3. Apakah hanya relokasi TPS saja yang dilakukan?
Tidak. Pemerintah juga memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir.

4. Kapan relokasi TPS akan dilakukan?
Masih dalam tahap kajian teknis dan penentuan lokasi baru dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

5. Apa manfaat relokasi TPS bagi masyarakat?
Lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan tidak mengganggu aktivitas pendidikan.

(Fran Asok)

Selasa, 31 Maret 2026

Cegah Learning Loss, Bengkayang Terapkan Sekolah Tatap Muka

Dinas Pendidikan Bengkayang mewajibkan sekolah tatap muka penuh untuk mencegah learning loss dan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa pascapandemi.
Dinas Pendidikan Bengkayang mewajibkan sekolah tatap muka penuh untuk mencegah learning loss dan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa pascapandemi. (Gambar ilustrasi)

Bengkayang, Kalbar — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang menegaskan seluruh sekolah wajib melaksanakan pembelajaran tatap muka secara penuh. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk mencegah terjadinya learning loss atau penurunan kemampuan belajar siswa pascapandemi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkayang, Heru Pujiono, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga kualitas pendidikan agar tetap optimal.

“Untuk memastikan kualitas pembelajaran, kita tegaskan tidak ada pembelajaran daring. Semua sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ujar Heru usai menjadi pembina upacara di SMP Negeri 4 Bengkayang, Senin.

Fokus Pemulihan Dampak Pandemi

Menurut Heru, dampak pandemi COVID-19 masih dirasakan hingga saat ini, terutama dalam capaian akademik siswa. Oleh karena itu, pembelajaran tatap muka dinilai sebagai solusi paling efektif.

“Dampak pandemi masih kita rasakan. Untuk menghindari semakin besarnya learning loss, maka pembelajaran tatap muka menjadi pilihan utama,” jelasnya.

Kebijakan ini juga selaras dengan upaya pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan pendidikan nasional.

Upacara Bendera Wajib Setiap Senin

Pada hari pertama masuk sekolah setelah libur Idul Fitri 1447 Hijriah, seluruh satuan pendidikan di Bengkayang melaksanakan upacara bendera.

Kegiatan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4 Tahun 2026, yang menginstruksikan:

  • Pelaksanaan upacara setiap hari Senin

  • Pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia

  • Menyanyikan lagu nasional

  • Penguatan karakter siswa

Lingkungan Sekolah Harus Aman dan Nyaman

Heru juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan asri.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi siswa, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter melalui tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,” tegasnya.

Hal ini menjadi bagian dari pendekatan pendidikan berbasis karakter yang kini semakin diperkuat di tingkat daerah.

Optimalisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA)

Selain pembelajaran tatap muka, sekolah juga didorong untuk mengoptimalkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

TKA menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur capaian belajar siswa sekaligus bahan evaluasi peningkatan mutu pendidikan.

Komitmen Pemda Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Dengan kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berharap:

  • Kualitas pembelajaran meningkat

  • Ketertinggalan siswa dapat dipulihkan

  • Sistem pendidikan lebih stabil pascapandemi

“Kita berharap kebijakan ini dapat mempercepat pemulihan capaian belajar siswa,” tutup Heru.

FAQ

1. Apa itu learning loss?
Learning loss adalah penurunan kemampuan belajar siswa akibat terganggunya proses pendidikan, seperti saat pandemi COVID-19.

2. Apakah masih ada pembelajaran daring di Bengkayang?
Tidak. Dinas Pendidikan menegaskan semua sekolah wajib tatap muka penuh.

3. Mengapa tatap muka dianggap penting?
Karena interaksi langsung dinilai lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa.

4. Apa itu TKA?
Tes Kemampuan Akademik adalah evaluasi untuk mengukur capaian belajar siswa.

5. Apa tujuan upacara setiap Senin?
Untuk membangun disiplin, nasionalisme, dan karakter siswa.

Oleh: Fran Asok

Sabtu, 21 Maret 2026

Momen Idul Fitri 1447 H, Ribuan Warga Bengkayang Penuhi Lapangan

Ribuan umat Muslim Bengkayang melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 H dengan khidmat, dihadiri pejabat daerah dan berlangsung lancar serta penuh kebersamaan. (gambar ilustrasi)
Ribuan umat Muslim Bengkayang melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 H dengan khidmat, dihadiri pejabat daerah dan berlangsung lancar serta penuh kebersamaan. (gambar ilustrasi)

Bengkayang -- Ribuan umat Muslim di Kabupaten Bengkayang melaksanakan ibadah shalat Idul Fitri 1447 Hijriah dengan penuh khidmat di Lapangan Kompi Senapan C, Kelurahan Bumi Emas, Sabtu pagi.

Sejak pukul 06.00 WIB, jamaah mulai memadati area yang berada di lingkungan Batalyon Infanteri 645/Gardatama Yudha tersebut. Antusiasme warga terlihat tinggi, dengan saf-saf shalat terisi rapat hingga ke tepi lapangan.

Suasana Khusyuk Diiringi Gema Takbir

Gema takbir berkumandang di seluruh kawasan, menciptakan suasana religius yang begitu terasa. Momen ini menjadi simbol kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh.

Pelaksanaan shalat Id juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Riza dan Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Pesan Khutbah: Jaga Silaturahmi Dan Hapus Ego Sektoral

Dalam khutbahnya, khatib Syamsul Bahri menekankan pentingnya menjaga hubungan baik, baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat luas.

Ia juga mengajak jamaah untuk menghapus ego sektoral demi memperkuat kerukunan, khususnya di tengah keberagaman masyarakat Bengkayang.

“Idul Fitri adalah momentum untuk kembali ke fitrah, memperbaiki hubungan sosial, dan memperkuat persaudaraan,” pesannya.

Panitia Pastikan Pelaksanaan Berjalan Lancar

Pengurus PHBI Kabupaten Bengkayang, Aris, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal, termasuk fasilitas pendukung bagi jamaah.

“Alhamdulillah, pelaksanaan shalat Idul Fitri berjalan lancar. Kapasitas jemaah di lokasi ini mencapai sekitar 2.000 orang,” ujarnya.

Ia berharap momentum Idul Fitri bisa dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antarwarga setelah menjalani Ramadhan.

Ajakan Perkuat Toleransi Sosial

Sementara itu, pengurus Masjid Agung Syuhada Bengkayang, Suandi, mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai ajang saling memaafkan dan memperkuat toleransi sosial.

Menurutnya, nilai kebersamaan dan saling menghormati perlu terus dijaga demi menciptakan masyarakat yang harmonis dan maju.

Pengamanan Ketat, Pelaksanaan Tertib

Pelaksanaan shalat Id berlangsung aman dan tertib dengan dukungan pengamanan dari personel gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP.

Usai shalat, suasana haru dan bahagia terlihat saat para jamaah saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan sebelum meninggalkan lokasi dengan tertib.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Di mana lokasi shalat Idul Fitri di Bengkayang?
Dilaksanakan di Lapangan Kompi Senapan C, Kelurahan Bumi Emas.

2. Berapa jumlah jamaah yang hadir?
Diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang.

3. Siapa saja yang hadir dalam kegiatan tersebut?
Wakil Bupati Bengkayang, Kapolres, tokoh agama, dan masyarakat.

4. Apa pesan utama dalam khutbah Idul Fitri?
Menjaga silaturahmi, menghapus ego sektoral, dan memperkuat kerukunan.

5. Bagaimana pelaksanaan kegiatan?
Berjalan lancar, aman, dan tertib dengan pengamanan gabungan.

Selasa, 17 Maret 2026

Kapolres Bengkayang Turun Ke SPBU, Pastikan Stok BBM Tetap Aman

Kapolres Bengkayang memastikan stok BBM di SPBU masih aman. Warga diminta tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap lancar.
Kapolres Bengkayang memastikan stok BBM di SPBU masih aman. Warga diminta tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap lancar. (Gambar ilustrasi AI)

Bengkayang – Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) sempat membuat antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Bengkayang meningkat dalam beberapa hari terakhir. Menanggapi kondisi tersebut, Kapolres Bengkayang Syahirul Awab langsung turun ke lapangan untuk memastikan situasi sebenarnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik karena stok BBM di wilayah Bengkayang masih dalam kondisi aman dan distribusi dari pemasok tetap berjalan normal.

Kapolres Bengkayang bahkan mendatangi langsung SPBU Jessy AK Lakeng yang berada di Jalan Raya Sanggau Ledo, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, untuk melihat kondisi di lapangan.

“Berdasarkan hasil pengecekan yang kami lakukan, stok BBM di SPBU masih tersedia dan distribusinya juga berjalan secara rutin,” kata Syahirul Awab saat meninjau lokasi, Senin.

Menurutnya, antrean kendaraan yang terlihat di beberapa SPBU lebih disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat setelah beredarnya informasi mengenai kemungkinan kelangkaan BBM.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.

“Jangan langsung percaya informasi yang belum tentu benar. Yang jelas, stok BBM kita aman,” ujarnya.

Syahirul juga meminta masyarakat untuk tetap membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Ia menilai pembelian secara berlebihan justru dapat memicu antrean panjang di SPBU.

Jika masyarakat tetap tenang dan membeli BBM secukupnya, distribusi bahan bakar akan berjalan lancar dan tidak menimbulkan kepadatan kendaraan.

“Kalau masyarakat membeli sesuai kebutuhan, distribusi akan tetap lancar dan antrean juga bisa dihindari,” jelasnya.

Selain melakukan pengecekan langsung ke SPBU, Polres Bengkayang juga terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan pihak pemasok BBM untuk memastikan pasokan tetap stabil.

Pemantauan ini akan terus dilakukan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari.

Kapolres Bengkayang kembali menegaskan bahwa kondisi ketersediaan BBM di wilayah tersebut masih aman.

“Jadi masyarakat tidak perlu panik. Stok BBM kita aman,” tegasnya.

Dengan kondisi distribusi yang masih berjalan normal, masyarakat Bengkayang diharapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi.

Sabtu, 14 Maret 2026

4.392 Siswa SMP Di Bengkayang Ikuti TKA 2026, Disdik Pastikan Ujian Berbasis Komputer Berjalan Lancar

Sebanyak 4.392 siswa SMP di Bengkayang mengikuti TKA 2026 berbasis komputer. Disdik memastikan kesiapan sistem ujian melalui geladi bersih di seluruh sekolah. (Gambar Ilustrasi AI)
Sebanyak 4.392 siswa SMP di Bengkayang mengikuti TKA 2026 berbasis komputer. Disdik memastikan kesiapan sistem ujian melalui geladi bersih di seluruh sekolah. (Gambar Ilustrasi AI)

Ribuan Siswa SMP Di Bengkayang Siap Hadapi TKA 2026, Disdik Pastikan Sistem Ujian Berjalan Lancar

BENGKAYANG -- Sebanyak 4.392 siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, tercatat mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026 yang dilaksanakan menggunakan sistem berbasis komputer di sejumlah sekolah.

Pelaksanaan ujian ini menjadi salah satu langkah penting dalam mengukur kemampuan akademik siswa sekaligus mengevaluasi kualitas pembelajaran di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, mengatakan sebelum ujian utama digelar, pihaknya lebih dulu melaksanakan geladi bersih di seluruh sekolah penyelenggara guna memastikan kesiapan teknis berjalan optimal.

“Geladi bersih ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh sistem berjalan dengan baik sehingga saat pelaksanaan TKA nanti para siswa dapat mengikuti ujian dengan tenang tanpa gangguan teknis,” ujarnya saat memantau kegiatan tersebut di SD Negeri 01 Monterado, Bengkayang, Jumat.

Dalam peninjauan tersebut, Heru memeriksa berbagai aspek teknis pelaksanaan ujian. Mulai dari kesiapan ruang ujian, perangkat komputer yang digunakan siswa, kestabilan jaringan internet, hingga kesiapan aplikasi yang digunakan dalam sistem ujian berbasis komputer.

Selain itu, ia juga berdialog langsung dengan panitia sekolah, proktor, serta teknisi untuk memastikan seluruh prosedur pelaksanaan ujian telah dipahami dan dijalankan sesuai ketentuan.

Puluhan SMP Ikut TKA Berbasis Online

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, pelaksanaan TKA 2026 diikuti ratusan satuan pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga SMP.

Untuk jenjang SMP, terdapat 86 sekolah yang terdaftar mengikuti TKA tahun ini.

Dari jumlah tersebut:

  • 84 sekolah melaksanakan ujian secara mandiri

  • 1 sekolah menumpang di sekolah lain yang memiliki fasilitas memadai

Dari sisi metode pelaksanaan, sebagian besar sekolah telah menerapkan sistem ujian berbasis daring.

Rinciannya:

  • 75 SMP menggunakan sistem online penuh

  • 10 sekolah menggunakan sistem semi-online

Metode semi-online diterapkan menyesuaikan kondisi infrastruktur dan jaringan internet di beberapa wilayah.

Ribuan Siswa SD Juga Ikut TKA

Tidak hanya siswa SMP, pelaksanaan TKA tahun ini juga melibatkan jenjang sekolah dasar.

Tercatat 264 SD di Kabupaten Bengkayang turut berpartisipasi dengan total 5.004 siswa yang mengikuti tes.

Pelaksanaan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai kemampuan akademik siswa.

Data Penting Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan

Heru menegaskan bahwa Tes Kompetensi Akademik merupakan salah satu instrumen penting untuk mengukur capaian hasil belajar siswa di sekolah.

Melalui TKA, pemerintah daerah dapat melihat sejauh mana kemampuan peserta didik, terutama dalam aspek literasi dan numerasi.

“Hasil TKA nantinya akan menjadi salah satu sumber data penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan peningkatan mutu pendidikan,” jelasnya.

Ia berharap pelaksanaan TKA 2026 yang telah dipersiapkan secara matang dapat berjalan lancar serta menghasilkan data akademik yang akurat.

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar penting dalam merancang berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bengkayang.

Jumat, 13 Maret 2026

Jelang Idulfitri, HUKATAN KSBSI Bengkayang Bagikan Sembako

HUKATAN KSBSI Bengkayang menyalurkan sembako kepada warga kurang mampu dan lansia menjelang Idulfitri. Aksi sosial ini bertujuan memperkuat solidaritas dan stabilitas sosial masyarakat.
HUKATAN KSBSI Bengkayang menyalurkan sembako kepada warga kurang mampu dan lansia menjelang Idulfitri. Aksi sosial ini bertujuan memperkuat solidaritas dan stabilitas sosial masyarakat.

BENGKAYANG – Organisasi buruh Federasi Serikat Buruh Kehutanan, Perkebunan, dan Pertanian (F HUKATAN) di bawah naungan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Bengkayang menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan pada Jumat (13/03) dengan menyasar warga kurang mampu serta lansia di sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkayang.

Ketua DPC F HUKATAN Bengkayang, Reza Satriadi, memimpin langsung proses penyaluran bantuan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi buruh dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika harga kebutuhan pokok kerap mengalami kenaikan.

Menurut Reza, aksi sosial ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi juga langkah nyata dalam memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Memperkuat Ketahanan Sosial Masyarakat

HUKATAN KSBSI Bengkayang menyalurkan sembako kepada warga kurang mampu dan lansia menjelang Idulfitri. Aksi sosial ini bertujuan memperkuat solidaritas dan stabilitas sosial masyarakat.
HUKATAN KSBSI Bengkayang menyalurkan sembako kepada warga kurang mampu dan lansia menjelang Idulfitri. Aksi sosial ini bertujuan memperkuat solidaritas dan stabilitas sosial masyarakat.

Reza menjelaskan bahwa kehadiran serikat buruh di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada isu ketenagakerjaan, tetapi juga berperan dalam menjaga harmoni sosial.

Ia menilai terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat dapat membantu meredam potensi gesekan sosial akibat tekanan ekonomi.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami membawa dampak positif bagi stabilitas lokal. Saat beban ekonomi warga diringankan, maka kondusivitas wilayah akan terjaga. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga Bengkayang tetap aman dan terkendali,” ujar Reza.

Dalam proses penyaluran bantuan, pengurus DPC F HUKATAN Bengkayang menerapkan metode door-to-door. Cara ini dipilih untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan sekaligus menghindari kerumunan.

Strategi tersebut juga dinilai lebih efektif dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

Warga Apresiasi Kepedulian Serikat Buruh

HUKATAN KSBSI Bengkayang menyalurkan sembako kepada warga kurang mampu dan lansia menjelang Idulfitri. Aksi sosial ini bertujuan memperkuat solidaritas dan stabilitas sosial masyarakat.
HUKATAN KSBSI Bengkayang menyalurkan sembako kepada warga kurang mampu dan lansia menjelang Idulfitri. Aksi sosial ini bertujuan memperkuat solidaritas dan stabilitas sosial masyarakat.

Aksi sosial yang dilakukan organisasi buruh ini mendapat respons positif dari warga penerima bantuan. Bagi sebagian masyarakat, paket sembako tersebut menjadi bantuan penting untuk meringankan kebutuhan sehari-hari.

Selain membantu secara langsung, kegiatan ini juga dinilai memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antarwarga di Kabupaten Bengkayang.

Reza berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat, organisasi, maupun dunia usaha untuk turut berkontribusi menjaga stabilitas sosial dan ketahanan pangan di daerah.

“Jika kebutuhan pokok masyarakat terjaga dan komunikasi sosial berjalan baik, maka stabilitas daerah akan semakin kuat. Semoga kegiatan ini menjadi berkah bagi organisasi dan seluruh masyarakat Bengkayang,” pungkasnya.

Penulis: Fran Asok