Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Candi Borobudur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Candi Borobudur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juni 2026

Perayaan Waisak 2026, Kemenbud Perkuat Komitmen Pelestarian Candi Borobudur

Kemenbud menegaskan komitmen merawat Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia sekaligus mendukung penuh rangkaian perayaan Waisak Nasional 2570 BE/2026.
Kemenbud menegaskan komitmen merawat Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia sekaligus mendukung penuh rangkaian perayaan Waisak Nasional 2570 BE/2026.

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya menjaga dan merawat Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia dalam rangkaian perayaan Hari Raya Waisak Nasional 2570 BE/2026. 

Penegasan itu disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat menghadiri kegiatan Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Minggu.

Fadli Zon mengatakan Borobudur memiliki makna penting tidak hanya sebagai tempat suci bagi umat Buddha, tetapi juga sebagai simbol perjalanan spiritual manusia menuju pencerahan.

"Merawat Borobudur adalah merawat ingatan peradaban dan kita berkomitmen untuk terus melakukannya dengan sepenuh tanggung jawab bagi generasi yang akan datang," kata Fadli dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Kementerian Kebudayaan juga mendukung penuh penyelenggaraan seluruh rangkaian Waisak Nasional 2570 BE/2026. Pada perayaan tahun ini, kementerian turut berperan sebagai pelindung dalam kepanitiaan nasional.

Menurut Fadli, Waisak merupakan momentum penting bagi umat Buddha di seluruh dunia. Melalui tema “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” serta subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”, kegiatan Dharmasanti diharapkan dapat mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan meneguhkan semangat perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

Kementerian Kebudayaan berharap rangkaian Waisak Nasional 2026 mampu memperkuat harmoni antarumat beragama sekaligus menegaskan peran warisan budaya Indonesia sebagai ruang spiritual, kebudayaan, dan perdamaian dunia.

Sementara itu, Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Hartati Murdaya, menyampaikan bahwa Dharmasanti bertujuan memperkokoh pengamalan Dharma, mempererat persatuan bangsa, serta membawa kedamaian bagi Indonesia.

Hartati juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan atas dukungan terhadap pelaksanaan Waisak Nasional di kawasan Candi Borobudur.

"Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Menteri Kebudayaan atas dukungan dan semangat yang diberikan dalam mendukung pelaksanaan ibadah umat Buddha di kawasan budaya Candi Borobudur," ujarnya.

Dalam laporannya, Hartati turut menyoroti pentingnya pelestarian kawasan percandian Muaro Jambi yang pernah menjadi salah satu pusat pembelajaran agama Buddha pada masa Kerajaan Sriwijaya abad ke-7 hingga ke-13.

Kawasan tersebut dikenal sebagai tempat Biksu asal India, Atisha Dipangkara, mempelajari ajaran Buddha kepada Mahaguru Dharmakirti. Pelestarian situs bersejarah itu dinilai penting untuk menjaga jejak perkembangan peradaban dan pendidikan Buddha di Nusantara.