Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Cuaca Kalimantan Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cuaca Kalimantan Barat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juni 2026

Guru SD di Mempawah Hulu Tersambar Petir Saat Perbaiki Saluran Air

Foto Ini Hanya Ilustrasi Kejadian

LANDAK (BORNEOTRIBUN.COM), – Seorang warga bernama Ferdinan Tolan, S.TH. (50), yang berprofesi sebagai guru SD dan merupakan warga Dusun Batu Catur, Desa Sabaka, Kecamatan Mempawah Hulu, meninggal dunia pada Kamis (18/06/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, diduga akibat tersambar petir.

Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kejadian korban pergi untuk memperbaiki saluran air bersih meskipun kondisi cuaca sedang hujan disertai petir. Setelah selesai memperbaiki saluran air, korban diduga berhenti di sekitar pohon durian yang berada tidak jauh dari lokasi.

Karena korban tidak kunjung pulang, pihak keluarga menyuruh anak bungsunya untuk menyusul. Setibanya di lokasi, korban ditemukan dalam keadaan tergeletak dan tidak sadarkan diri di bawah pohon durian. Korban kemudian dibawa pulang ke rumah oleh keluarga.

Bidan yang melakukan pemeriksaan awal menyatakan korban telah meninggal dunia. Pada tubuh korban ditemukan luka yang diduga akibat sambaran petir, berupa bekas luka bakar pada bagian belakang kepala serta luka melepuh pada bagian belakang pinggang.

Kapolsek Mempawah Hulu Iptu Freddy Surya Purnama menyampaikan, bahwa berdasarkan hasil pengecekan awal tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan visum maupun autopsi.

"Jenazah saat ini disemayamkan di rumah duka dan direncanakan akan dimakamkan pada Jumat (19/06/2026) besok."ujar Kapolsek.

Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem, khususnya menghindari aktivitas di area terbuka maupun berteduh di bawah pohon saat hujan disertai petir guna mencegah kejadian serupa.

"Intinya kita harus ekstra hati hati apalagi cuaca sedang tidak mendukung, kalau bisa jika cuaca ekstrem sebaiknya berada di rumah saja." tutup Kapolsek.

Kamis, 12 Maret 2026

Waspada Hujan Sedang Di Kalbar

BMKG Kalbar mengingatkan potensi hujan intensitas sedang pada 14–18 Maret 2026 serta risiko karhutla pada 12–15 Maret 2026 di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. (Gambar ilustrasi AI)
BMKG Kalbar mengingatkan potensi hujan intensitas sedang pada 14–18 Maret 2026 serta risiko karhutla pada 12–15 Maret 2026 di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. (Gambar ilustrasi AI)

BMKG Kalbar Rilis Prospek Cuaca 12–18 Maret 2026

PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan intensitas sedang serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Peringatan ini disampaikan dalam analisis dan prospek cuaca Kalimantan Barat yang diperbarui pada 12 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.

Dalam laporan tersebut, BMKG menyebutkan potensi hujan intensitas sedang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Kalimantan Barat pada periode 14 hingga 18 Maret 2026. Kondisi ini berpotensi memicu genangan air di beberapa daerah, terutama di wilayah dengan sistem drainase terbatas.

BMKG Kalbar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Aktivitas luar ruangan sebaiknya memperhatikan kondisi langit dan informasi cuaca terbaru yang dirilis secara berkala oleh BMKG.

Selain potensi hujan, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan analisis BMKG, sebagian wilayah Kalimantan Barat berpotensi mengalami kondisi yang mempermudah terjadinya karhutla pada periode 12 hingga 15 Maret 2026.

Kondisi tersebut dipicu oleh cuaca relatif kering di beberapa daerah serta potensi angin yang dapat mempercepat penyebaran api jika terjadi kebakaran. Situasi ini memerlukan perhatian bersama, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut dan area rawan kebakaran.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Upaya pencegahan sejak dini dinilai penting untuk menghindari dampak lingkungan, kabut asap, serta gangguan kesehatan masyarakat.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dua potensi cuaca tersebut. Koordinasi antar lembaga juga diperlukan untuk memastikan langkah mitigasi berjalan efektif di lapangan.

Informasi terbaru mengenai analisis dan prospek cuaca Kalimantan Barat dapat diakses melalui situs resmi BMKG Kalbar. Masyarakat disarankan untuk rutin memantau pembaruan informasi agar dapat mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.

Kata kunci terkait: Cuaca Kalimantan Barat, Hujan Intensitas Sedang, Karhutla Kalimantan Barat