Berita BorneoTribun: Daya Beli hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Daya Beli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daya Beli. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Maret 2026

Gubernur Kalbar Ria Norsan Buka Pasar Murah Ramadan Tekan Inflasi Kalbar dan Harga Bahan Pokok

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Pasar Murah Kalbar Resmi Dibuka Harga Bawang dan Cabai Jadi Sorotan

Pontianak, Kalbar -- Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi membuka kegiatan Pasar Murah Ramadan di halaman Masjid Al-Muawwanah, Rabu 25 Februari 2026. 

Program ini digelar sebagai langkah konkret Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk menekan dampak kenaikan harga bahan pokok yang memicu inflasi daerah menjelang dan selama bulan suci Ramadan.

Kegiatan Pasar Murah ini menjadi strategi stabilisasi harga pangan di tengah lonjakan harga komoditas utama seperti bawang merah dan cabai. 

Dalam beberapa pekan terakhir, kenaikan signifikan pada dua komoditas tersebut turut mendorong inflasi dan berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Ria Norsan menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi kondisi ini. 

Melalui program Pasar Murah, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. 

Langkah ini diharapkan mampu menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga, terutama bagi warga berpenghasilan menengah ke bawah.

Menurutnya, Ramadan adalah momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus menjaga stabilitas ekonomi. 

Pemerintah ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan tanpa terbebani lonjakan harga.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Selain berfungsi sebagai intervensi pasar untuk menekan inflasi, Pasar Murah juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antarwarga. 

Suasana kebersamaan di tengah Ramadan diharapkan dapat memperkuat solidaritas sosial dan menciptakan rasa saling peduli.

Program ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemprov Kalimantan Barat dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan. 

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan ini secara bijak serta terus menjaga kebersamaan demi stabilitas ekonomi daerah.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Dengan adanya Pasar Murah Ramadan, diharapkan tekanan inflasi dapat terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga hingga perayaan Idulfitri mendatang.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

FAQ Seputar Pasar Murah Ramadan Kalbar

1. Apa tujuan utama Pasar Murah Ramadan ini?
Untuk menekan dampak kenaikan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.

2. Komoditas apa saja yang terdampak kenaikan harga?
Bawang merah dan cabai menjadi komoditas utama yang mengalami lonjakan harga signifikan.

3. Siapa yang dapat membeli di Pasar Murah?
Seluruh masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

4. Mengapa program ini penting saat Ramadan?
Karena kebutuhan pangan meningkat selama Ramadan, sehingga stabilitas harga menjadi prioritas.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Senin, 09 Februari 2026

Imlek dan Ramadhan Datang Berdekatan, UMKM Punya Peluang Emas Dongkrak Penjualan

Imlek dan Ramadhan Datang Berdekatan, UMKM Punya Peluang Emas Dongkrak Penjualan. (Gambar ilustrasi)
Imlek dan Ramadhan Datang Berdekatan, UMKM Punya Peluang Emas Dongkrak Penjualan. (Gambar ilustrasi)

JAKARTA -- Momentum dua hari besar keagamaan yang jatuh berdekatan pada tahun ini, yakni Imlek dan Ramadhan, dinilai bisa menjadi mesin penggerak baru bagi konsumsi masyarakat, khususnya untuk produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ekonom sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara, menilai kondisi ini tidak boleh dilewatkan begitu saja oleh pelaku usaha. Menurutnya, kunci utama ada pada pemahaman tren belanja masyarakat yang terus berubah.

“Pelaku UMKM harus mulai membaca arah selera konsumen. Contohnya, tren pakaian apa yang akan diminati untuk baju Idul Fitri 2026,” ujarnya.

Produk Spesifik Lebih Menarik di Momen Perayaan

Imlek dan Ramadhan Datang Berdekatan, UMKM Punya Peluang Emas Dongkrak Penjualan. (Gambar ilustrasi)
Imlek dan Ramadhan Datang Berdekatan, UMKM Punya Peluang Emas Dongkrak Penjualan. (Gambar ilustrasi)

Bhima menjelaskan, pada momen keagamaan, produk yang tersegmentasi justru punya daya tarik lebih kuat dibanding produk umum. Saat Imlek, misalnya, konsumen cenderung mencari paket makanan ringan khas perayaan, buah-buahan seperti jeruk Mandarin, kue tradisional, hingga minuman khusus Imlek. Tak hanya itu, aksesoris bernuansa perayaan dan promo liburan juga berpotensi laris diburu.

Sementara itu, memasuki bulan Ramadhan, pola belanja masyarakat kembali berubah. Permintaan biasanya meningkat untuk perangkat ibadah, makanan beku, pakaian jadi, hingga layanan pendukung seperti transportasi dan penginapan.

“UMKM yang jeli membaca momen ini bisa menyesuaikan produk sejak jauh hari agar tidak kehilangan peluang,” jelas Bhima.

Lebaran Bukan Cuma Soal Makanan dan Baju

Tak berhenti di situ, Bhima juga mengingatkan bahwa momen Lebaran membuka peluang usaha lain yang sering luput dari perhatian. Beberapa di antaranya adalah jasa penitipan hewan peliharaan, parsel Lebaran, hingga layanan pendukung arus mudik.

Menurutnya, produk lokal sebenarnya masih punya ruang tumbuh yang cukup besar. Namun, pelaku usaha perlu lebih fokus menyasar konsumen yang tepat, bukan pasar umum yang terlalu luas.

“Peluang itu ada, tapi sifatnya sangat lokal dan erat dengan kebutuhan utama masyarakat, seperti makanan, pakaian, dan transportasi saat mudik,” katanya.

Kolaborasi dan Digital Jadi Kunci Bertahan

Imlek dan Ramadhan Datang Berdekatan, UMKM Punya Peluang Emas Dongkrak Penjualan. (Gambar ilustrasi)
Imlek dan Ramadhan Datang Berdekatan, UMKM Punya Peluang Emas Dongkrak Penjualan. (Gambar ilustrasi)

Di tengah tantangan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih serta ketidakpastian ekonomi global, Bhima menyarankan pelaku UMKM untuk tidak berjalan sendiri. Kolaborasi antar pelaku usaha dinilai bisa menjadi strategi efektif, misalnya dengan menggelar bazar kuliner dan perlengkapan Ramadhan di sekitar masjid atau pusat keramaian.

Selain itu, pemanfaatan platform digital dan media sosial juga menjadi langkah penting agar produk lebih mudah menjangkau konsumen. Ia juga mengingatkan agar pelaku usaha lebih bijak dalam mengatur stok bahan baku, menyesuaikan dengan perkiraan permintaan supaya risiko kerugian bisa ditekan.

Dengan strategi yang tepat, momen Imlek dan Ramadhan tahun ini bukan hanya jadi perayaan, tetapi juga peluang emas bagi UMKM untuk naik kelas dan memperkuat bisnisnya.

BI Jaga Rupiah dan Inflasi Meski Modal Asing Bisa Kabur

BI Jaga Rupiah dan Inflasi Meski Modal Asing Bisa Kabur. (GAMBAR ILUSTRASI)
BI Jaga Rupiah dan Inflasi Meski Modal Asing Bisa Kabur. (GAMBAR ILUSTRASI)

JAKARTA -- Belakangan ini, kabar soal modal asing yang bisa kabur dari Indonesia lagi bikin heboh. Penyebabnya, rating outlook surat utang kita sempat diturunin jadi negatif. Bagi sebagian orang, ini kedengeran serem, karena bisa bikin nilai rupiah anjlok dan harga barang naik.

Tapi santai dulu, Bank Indonesia langsung turun tangan. Mereka bilang, stabilitas rupiah dan inflasi tetap jadi prioritas utama. BI juga pastiin sistem keuangan kita masih kuat menghadapi gejolak global. Intinya, BI nggak mau ekonomi terombang-ambing cuma gara-gara kabar buruk dari luar negeri.

Nah, kenapa ini penting banget buat kita sehari-hari? Kalau rupiah stabil, harga barang nggak bakal naik seenaknya. Inflasi terkendali bikin daya beli tetap aman, jadi dompet nggak kaget tiap belanja bulanan. Dengan kata lain, kebijakan BI ini langsung berdampak ke hidup kita, meski kita nggak pegang surat utang atau saham.

Untuk investor, momen kayak gini sebenernya jadi pengingat buat tetap cerdas. Diversifikasi investasi bisa bikin risiko lebih aman kalau pasar lagi nggak stabil. Buat masyarakat umum, cukup ngerti tren ekonomi dan pergerakan harga, supaya bisa atur pengeluaran lebih bijak.

Menariknya, BI juga udah ngecek ketahanan perbankan dan sistem keuangan nasional. Hasilnya, modal perbankan masih kuat dan hampir semua indikator tetap stabil. Jadi walaupun modal asing ada yang cabut, kita nggak perlu panik. Ekonomi Indonesia punya bantalan yang oke buat tetap bertahan.

Kesimpulannya, walaupun ada risiko modal asing kabur, BI udah siap jaga rupiah dan inflasi. Yang penting buat kita, tetap update soal ekonomi, kelola keuangan dengan smart, dan jangan panik tiap ada berita gejolak pasar. Dengan begitu, hidup sehari-hari tetap tenang, dompet aman, dan kita bisa jalan terus tanpa drama harga naik-turun.