Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Devi Ariantari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Devi Ariantari. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Mei 2026

Hujan Deras Picu Longsor Jalan Di Landak, Pengendara Diminta Hati-Hati

Jalan di Desa Angan Tembawang, Landak, amblas akibat banjir dan hujan deras. Polisi memasang peringatan serta mengimbau warga waspada saat melintas.
Jalan di Desa Angan Tembawang, Landak, amblas akibat banjir dan hujan deras. Polisi memasang peringatan serta mengimbau warga waspada saat melintas.

NGABANG - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, memicu longsor pada ruas jalan di Desa Angan Tembawang. Kondisi tersebut membuat sebagian badan jalan amblas dan membahayakan pengguna jalan yang melintas.

Peristiwa itu terjadi setelah banjir merendam kawasan tersebut pada Rabu malam, 6 Mei 2026. Warga setempat menyebut debit air meningkat drastis sekitar pukul 19.00 WIB hingga 20.00 WIB sehingga arus banjir meluap ke badan jalan.

Ketinggian air saat itu diperkirakan mencapai 50 hingga 70 sentimeter. Arus yang deras diduga mengikis struktur tanah di bawah jalan hingga menyebabkan longsor setelah banjir surut.

Akibat kejadian tersebut, ruas jalan mengalami kerusakan cukup parah dengan diameter longsoran sekitar lima meter dan kedalaman mencapai kurang lebih 1,5 meter. Kondisi itu dinilai berisiko tinggi, terutama bagi pengendara roda dua maupun kendaraan yang melintas pada malam hari.

Mendapat laporan dari masyarakat, anggota Subsektor Jelimpo Polsek Ngabang langsung mendatangi lokasi pada Jumat, 8 Mei 2026, untuk melakukan pengecekan dan pemantauan situasi.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari melalui Kapolsek Ngabang AKP Zuanda menjelaskan bahwa pihak kepolisian segera mengambil langkah pengamanan dengan memasang tanda peringatan di sekitar titik jalan amblas.

AKP Zuanda meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat melintas di lokasi terdampak, khususnya ketika hujan turun dan kondisi penerangan terbatas.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di lokasi jalan amblas tersebut, terutama pada malam hari dan saat cuaca hujan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar AKP Zuanda.

Selain melakukan pengamanan lokasi, Polsek Ngabang juga berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat penanganan dan perbaikan jalan agar aktivitas warga tidak terganggu dalam waktu lama.

Cuaca ekstrem yang masih terjadi dalam beberapa hari terakhir turut menjadi perhatian aparat kepolisian. Warga diminta segera melapor apabila menemukan kondisi jalan, jembatan, atau lingkungan yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. (Tino)

Sabtu, 02 Mei 2026

Gegana Brimob Kalbar Ledakkan Granat Tua Di Landak

Polisi memusnahkan granat tangan peninggalan lama di Landak, Kalbar. Disposal berjalan aman dengan pengamanan ketat oleh tim Gegana Brimob.
Polisi memusnahkan granat tangan peninggalan lama di Landak, Kalbar. Disposal berjalan aman dengan pengamanan ketat oleh tim Gegana Brimob.

NGABANG - Tim Gegana Jibom Brimob Polda Kalimantan Barat melakukan pemusnahan granat tangan di area kebun sawit milik warga bernama Eko, yang berada di Dusun Pemantas, Desa Darit, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Proses disposal berlangsung dengan pengamanan ketat guna menghindari risiko bagi masyarakat sekitar.

Granat tersebut sebelumnya ditemukan warga pada 15 Januari 2026 di Dusun Jatak, Desa Bagak. Penemuan itu langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Kegiatan pemusnahan dipimpin oleh AKP Sri Rubianto bersama dua personel Gegana Jibom Brimob Polda Kalbar. Proses tersebut turut disaksikan Kapolsek Menyuke Iptu I Nyoman Astika beserta jajaran kepolisian setempat.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari melalui Kapolsek Menyuke Iptu I Nyoman Astika menjelaskan bahwa granat tangan tersebut diduga merupakan peninggalan masa penjajahan yang masih aktif dan berpotensi membahayakan.

Sebelum pelaksanaan disposal, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan perangkat dusun setempat. Langkah pengamanan area juga dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan keselamatan warga selama proses berlangsung.

Iptu I Nyoman Astika juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor jika menemukan benda mencurigakan yang diduga bahan peledak. Peran aktif warga dinilai penting untuk mencegah potensi bahaya yang tidak diinginkan.

Proses pemusnahan granat berjalan lancar tanpa kendala. Situasi di lokasi dilaporkan tetap aman dan kondusif hingga kegiatan selesai.

FAQ

Apa itu disposal granat?
Disposal granat adalah proses pemusnahan bahan peledak oleh tim khusus agar tidak membahayakan masyarakat.

Dari mana asal granat tersebut?
Granat diduga merupakan peninggalan masa penjajahan yang masih aktif hingga ditemukan warga.

Apakah lokasi kejadian aman?
Pengamanan dilakukan secara menyeluruh dan proses disposal berjalan aman tanpa insiden.

Apa yang harus dilakukan jika menemukan benda mencurigakan?
Masyarakat diminta segera melapor ke kepolisian terdekat dan tidak menyentuh benda tersebut.

Siapa yang menangani pemusnahan granat?
Tim Gegana Jibom Brimob Polda Kalimantan Barat dipimpin AKP Sri Rubianto.