Berita BorneoTribun: Fadli Zon hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Fadli Zon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fadli Zon. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2026

Fadli Zon Ungkap Pentingnya Data Lengkap Cagar Budaya Untuk Antisipasi Bencana

Fadli Zon percepat pencatatan cagar budaya hingga target seribu koleksi guna mendukung mitigasi bencana dan perlindungan aset budaya nasional.
Fadli Zon percepat pencatatan cagar budaya hingga target seribu koleksi guna mendukung mitigasi bencana dan perlindungan aset budaya nasional.

Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pemerintah terus mempercepat proses pencatatan benda yang masuk kategori cagar budaya di Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai upaya strategis untuk memitigasi dampak bencana terhadap aset budaya nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadli saat ditemui di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, pada Selasa. Ia menekankan bahwa kelengkapan data menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya Indonesia.

“Ya, pertama data kita ini harus lengkap ya, teregistrasi seperti yang saya sampaikan barusan. Pencatatan cagar budaya kita ini harus dipercepat, harus akseleratif,” ujar Fadli kepada awak media.

Target Lebih Dari Seribu Koleksi Cagar Budaya

Dalam upaya percepatan tersebut, Kementerian Kebudayaan menargetkan pencatatan lebih dari seribu koleksi cagar budaya, termasuk koleksi yang tersimpan di museum nasional.

Menurut Fadli, percepatan ini bukan sekadar target angka, melainkan bagian dari strategi nasional untuk memastikan setiap aset budaya memiliki identitas dan perlindungan hukum yang jelas.

“Makanya saya targetkan lebih dari seribu termasuk koleksi-koleksi yang ada di museum nasional,” tegasnya.

Target ini dinilai realistis dengan dukungan dari berbagai instansi terkait, termasuk pemerintah daerah dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) di berbagai wilayah Indonesia.

Prioritas Pada Koleksi Repatriasi Dan Makam Pahlawan

Fadli menjelaskan bahwa prioritas pencatatan akan difokuskan pada beberapa jenis koleksi penting, di antaranya:

  • Koleksi hasil repatriasi dari luar negeri

  • Koleksi yang berada dalam kewenangan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK)

  • Makam pahlawan nasional

  • Koleksi milik tokoh nasional dan keraton

Ia menambahkan bahwa makam pahlawan nasional dapat langsung ditetapkan sebagai cagar budaya karena memiliki nilai sejarah yang kuat.

“Makamnya itu kan bisa langsung menjadi cagar budaya,” kata Fadli.

Untuk koleksi milik pahlawan nasional serta koleksi keraton, menurutnya tidak memerlukan kajian tambahan karena dasar historisnya telah tersedia secara akademis.

Lonjakan Pencatatan Hingga 800 Persen

Data Kementerian Kebudayaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pencatatan benda cagar budaya selama periode 2024 hingga 2025.

Dalam kurun waktu tersebut, pencatatan mengalami kenaikan hingga 800 persen, dari hanya 10 pencatatan koleksi menjadi 85 pencatatan.

Sementara pada tahun 2026, tercatat sudah ada 70 penetapan cagar budaya, dan jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah.

Hal ini cukup penting mengingat potensi objek cagar budaya di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 50 ribu objek.

Data Jadi Kunci Mitigasi Bencana

Selain pelestarian, pencatatan benda budaya juga memiliki peran penting dalam mitigasi bencana. Dengan adanya data yang terintegrasi, pemerintah dapat merancang strategi perlindungan yang lebih efektif ketika terjadi bencana alam.

Fadli menekankan bahwa tanpa pencatatan yang jelas, upaya mitigasi akan sulit dilakukan.

“Nah bagaimana kita mau menanggulangi, misalnya memitigasi bencana nanti, pencatatannya saja tidak ada. Kan dengan pencatatan itu terintegrasi dengan kajiannya, apa yang terjadi, apa asetnya di situ,” pungkasnya.

Peran Pemerintah Daerah Jadi Kunci

Keberhasilan program percepatan ini juga sangat bergantung pada keterlibatan pemerintah daerah. Dukungan dari BPK dan instansi daerah diharapkan mampu mempercepat proses pendataan hingga ribuan koleksi budaya.

Langkah kolaboratif ini dinilai penting mengingat Indonesia memiliki wilayah luas dengan keragaman budaya yang sangat besar.

Para pengamat kebudayaan menilai bahwa digitalisasi data cagar budaya juga perlu terus dikembangkan agar proses pencatatan lebih transparan dan mudah diakses lintas instansi.

FAQ

Apa tujuan percepatan pencatatan cagar budaya?

Tujuannya adalah untuk melindungi warisan budaya nasional sekaligus mempermudah mitigasi bencana melalui data yang terintegrasi dan akurat.

Berapa target pencatatan cagar budaya yang dicanangkan pemerintah?

Pemerintah menargetkan pencatatan lebih dari 1.000 koleksi cagar budaya dalam waktu dekat.

Apa saja yang menjadi prioritas pencatatan?

Prioritas meliputi koleksi hasil repatriasi, makam pahlawan nasional, koleksi milik tokoh nasional, serta benda budaya di bawah kewenangan BPK.

Berapa jumlah potensi cagar budaya di Indonesia?

Diperkirakan terdapat sekitar 50.000 objek cagar budaya di Indonesia yang berpotensi didata.

Mengapa pencatatan penting untuk mitigasi bencana?

Karena data yang lengkap membantu pemerintah mengetahui lokasi dan nilai aset budaya sehingga dapat direncanakan perlindungan saat terjadi bencana.

Minggu, 22 Maret 2026

Tradisi Silaturahmi Idulfitri Dinilai Fadli Zon Perkuat Persatuan

Fadli Zon menyebut silaturahmi Idulfitri sebagai momen penting memperkuat harmoni sosial dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Fadli Zon menyebut silaturahmi Idulfitri sebagai momen penting memperkuat harmoni sosial dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Jakarta — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa tradisi silaturahmi saat Hari Raya Idulfitri memiliki peran penting dalam memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Indonesia yang beragam.

Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, Fadli menyampaikan bahwa Idulfitri bukan hanya sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang sosial yang mempererat hubungan antarwarga.

“Melalui interaksi yang hangat dan penuh kekeluargaan, Idulfitri tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga ruang untuk memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman,” ujarnya.

Menurutnya, makna Idulfitri juga erat kaitannya dengan upaya kembali kepada kesucian diri sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan.

“Idulfitri merupakan momentum kembali kepada kesucian, mempererat silaturahmi, dan meneguhkan semangat persaudaraan,” tambahnya.

Tradisi Beragam, Tujuan Sama

Fadli menjelaskan, Indonesia memiliki beragam tradisi unik dalam merayakan Idulfitri di berbagai daerah. Meski berbeda bentuk, seluruh tradisi tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni mempererat kebersamaan dan menjaga keharmonisan sosial.

Mulai dari halal bihalal, open house, hingga tradisi lokal di daerah, semuanya menjadi simbol kuatnya budaya gotong royong dan kekeluargaan yang masih terjaga hingga kini.

Harapan Untuk Lebaran Tahun Ini

Ia berharap perayaan Idulfitri tahun ini bisa menjadi momentum memperkuat persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan sosial.

Menurutnya, nilai-nilai kebersamaan yang muncul saat Lebaran harus terus dijaga, bahkan setelah perayaan usai.

Hadiri Silaturahmi Nasional

Pada hari pertama Idulfitri 1447 Hijriah, Fadli Zon juga menerima kunjungan masyarakat dan budayawan di kediamannya di Jakarta.

Selanjutnya, ia menghadiri acara silaturahmi bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Negara.

Momentum tersebut menjadi simbol kuatnya hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga persatuan nasional.

6. FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa makna silaturahmi saat Idulfitri menurut Fadli Zon?
Silaturahmi dianggap sebagai cara memperkuat harmoni sosial dan mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

2. Kenapa Idulfitri disebut bukan hanya perayaan agama?
Karena Idulfitri juga menjadi momen sosial untuk memperbaiki hubungan antarindividu dan memperkuat kebersamaan.

3. Apa harapan pemerintah pada Idulfitri tahun ini?
Agar masyarakat semakin solid, menjaga persatuan, dan memperkuat harmoni sosial.

4. Apa saja tradisi Idulfitri di Indonesia?
Beragam, seperti halal bihalal, open house, mudik, hingga tradisi lokal di berbagai daerah.

5. Apa pesan utama dari Fadli Zon?
Menjadikan Idulfitri sebagai momen mempererat persaudaraan dan menjaga keharmonisan sosial.

Jumat, 27 Februari 2026

Fadli Zon Tegaskan Kebudayaan Jadi Pondasi Ekonomi Bengkulu

Fadli Zon Dorong Kebudayaan Jadi Pondasi Ekonomi Daerah di Bengkulu
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dorong Benteng Marlborough Bengkulu jadi pusat budaya dan ekonomi kreatif untuk perkuat pariwisata sejarah dan pembangunan daerah berkelanjutan.

Fadli Zon Dorong Kebudayaan Jadi Pondasi Ekonomi Daerah di Bengkulu

JAKARTA -- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah dalam kunjungan kerjanya ke Bengkulu, Rabu 26 Februari. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan kawasan Benteng Marlborough sebagai pusat budaya dan penggerak ekonomi kreatif.

Menurut Fadli, kebudayaan bukan sekadar warisan sejarah, tetapi aset strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui industri kreatif dan pariwisata budaya.

Benteng Marlborough Dinilai Punya Potensi Besar

Dalam kunjungannya, Fadli mengapresiasi kondisi Benteng Marlborough yang masih terawat dengan baik. Benteng peninggalan kolonial Inggris tersebut memiliki panorama laut yang indah serta nilai sejarah yang kuat.

Ia menilai kawasan ini sangat potensial dikembangkan sebagai:

  • Pusat edukasi sejarah

  • Ruang pertunjukan seni dan musik

  • Lokasi pameran seni rupa

  • Tempat festival budaya

  • Ruang kreatif bagi generasi muda

Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan ini dapat menjadi pusat aktivasi budaya sekaligus penggerak ekonomi daerah berbasis industri kreatif.

Bengkulu Punya Posisi Strategis dalam Sejarah

Fadli juga menyoroti posisi Bengkulu dalam sejarah kolonial. Wilayah ini pernah menjadi pusat pemerintahan Inggris sebelum kemudian berada di bawah kekuasaan Belanda hingga 1940.

Dinamika sejarah, termasuk pertukaran wilayah antara Inggris dan Belanda yang melibatkan Bengkulu, Singapura, dan Melaka, dinilai sebagai modal kuat untuk membangun narasi wisata sejarah yang menarik dan bernilai jual tinggi.

Potensi ini, jika dikemas secara profesional dan konsisten, dapat memperkuat citra Bengkulu sebagai destinasi unggulan wisata sejarah dan budaya nasional.

Festival Budaya dan Promosi Masif Jadi Kunci

Selain pengembangan kawasan bersejarah, Menteri Kebudayaan mendorong penyelenggaraan lebih banyak event dan festival budaya yang melibatkan generasi muda.

Menurutnya, dukungan konektivitas transportasi yang semakin baik harus diiringi dengan promosi yang masif dan terukur. Tanpa promosi yang konsisten, potensi besar tersebut tidak akan optimal.

Ia menekankan bahwa strategi branding daerah sangat penting agar lebih banyak wisatawan datang dan ekonomi lokal ikut bergerak.

Dukungan Pemerintah Daerah

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyambut baik gagasan tersebut dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti arahan Menteri Kebudayaan.

Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu mempercepat penguatan sektor pariwisata budaya serta menciptakan lapangan kerja berbasis ekonomi kreatif.

Sejarah Singkat Benteng Marlborough

Benteng Marlborough dibangun pada tahun 1714–1719 oleh East India Company di bawah kepemimpinan Joseph Collett. Saat ini, pengelolaannya berada di bawah Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan.

Sebagai salah satu benteng Inggris terbesar di Asia Tenggara, keberadaan situs ini bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga peluang besar untuk pengembangan ekonomi daerah berbasis kebudayaan.

FAQ

1. Mengapa kebudayaan penting untuk ekonomi daerah?
Karena kebudayaan dapat mendorong pariwisata, industri kreatif, UMKM, serta membuka lapangan kerja baru yang berkelanjutan.

2. Apa potensi utama Benteng Marlborough?
Sebagai pusat edukasi sejarah, festival budaya, pertunjukan seni, dan destinasi wisata unggulan Bengkulu.

3. Apa strategi yang didorong pemerintah?
Penguatan promosi, penyelenggaraan event budaya, serta pengembangan kawasan berbasis ekonomi kreatif.

4. Siapa yang mengelola Benteng Marlborough saat ini?
Dikelola oleh Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan.

Sabtu, 14 Februari 2026

Menbud Fadli Zon: Imlek Nasional Cerminkan Akulturasi Budaya dan Harmoni Nusantara

Menbud Fadli Zon: Imlek Nasional Cerminkan Akulturasi Budaya dan Harmoni Nusantara
Menbud Fadli Zon.

JAKARTA -- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa perayaan Imlek Nasional di Indonesia bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan representasi nyata akulturasi budaya yang telah berlangsung panjang dalam sejarah bangsa. 

Pernyataan itu disampaikan saat ia menghadiri agenda terkait perayaan Imlek di Jakarta, sekaligus mengungkap keterlibatannya sebagai penasihat dalam kepanitiaan Imlek Nasional tahun ini.

Menurut Fadli, Imlek merupakan peristiwa budaya yang menunjukkan keterbukaan Indonesia terhadap berbagai pengaruh global. 

Fadli menilai perayaan tersebut menjadi simbol bagaimana unsur budaya Tionghoa berinteraksi, beradaptasi, dan menyatu dengan budaya lokal di Nusantara.

“Imlek adalah salah satu perayaan yang merupakan juga peristiwa budaya. Ini menggambarkan akulturasi budaya kita yang sangat terbuka dan sudah panjang,” ujar Fadli.

Imlek sebagai Cermin Sejarah Pertukaran Budaya

Pernyataan Menbud tersebut mempertegas posisi Indonesia sebagai ruang pertemuan peradaban. Sejak masa perdagangan maritim kuno, wilayah Nusantara telah menjadi titik singgung budaya dari Tiongkok, India, Timur Tengah, hingga Eropa. Interaksi tersebut melahirkan proses akulturasi yang membentuk identitas kebudayaan Indonesia modern.

Fadli menyebut pengaruh budaya Tionghoa sebagai salah satu elemen penting dalam mosaik kebudayaan nasional. Jejaknya terlihat dalam kuliner, arsitektur, bahasa, kesenian, hingga tradisi perayaan seperti Tahun Baru Imlek yang kini dirayakan secara terbuka dan inklusif.

Dalam konteks kebijakan kebudayaan, pendekatan ini sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menempatkan keberagaman sebagai fondasi persatuan. Imlek Nasional, menurutnya, bukan hanya perayaan komunitas tertentu, melainkan bagian dari warisan budaya yang memperkaya identitas Indonesia.

Imlek Festival 2026 di Lapangan Banteng

Pemerintah berencana menyelenggarakan Imlek Festival secara perdana pada 17 Februari–3 Maret 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta. Mengusung tema “Harmoni Nusantara”, festival ini dirancang sebagai perayaan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Rangkaian acara mencakup Festival Lentera di berbagai kota, festival pasar kuliner dengan sajian makanan hasil akulturasi, pertunjukan seni dan kreatif, hingga museum terbuka yang menampilkan sejarah akulturasi budaya Tionghoa di Indonesia. Parade Imlek Nusantara juga akan digelar dengan penampilan barongsai serta atraksi budaya lainnya.

Puncak perayaan akan menampilkan atlet nasional dari cabang silat dan wushu, sebagai simbol pertemuan tradisi lokal dan warisan budaya Tionghoa yang telah berkembang di Indonesia.

Dengan konsep inklusif, Imlek Festival 2026 diharapkan menjadi ruang dialog budaya yang memperkuat toleransi antarumat beragama sekaligus meningkatkan partisipasi publik dalam kegiatan seni dan budaya.

Aktivasi Nasional di Berbagai Kota

Selain di Jakarta, Imlek Festival 2026 akan dirayakan melalui aktivasi di sejumlah kota seperti Singkawang, Palembang, Solo, Semarang, Manado, Makassar, Surabaya, Medan, Bogor, Batam, dan Pontianak.

Singkawang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perayaan Imlek dan Cap Go Meh terbesar di Indonesia. Sementara kota-kota lain memiliki kekhasan ekspresi budaya Imlek yang telah berakulturasi dengan tradisi setempat.

Pendekatan desentralisasi ini dinilai penting untuk memastikan perayaan tidak terpusat di ibu kota semata, melainkan mencerminkan keberagaman praktik budaya di berbagai daerah. Model ini juga membuka peluang penguatan ekonomi kreatif lokal, mulai dari UMKM kuliner, pengrajin dekorasi, hingga pelaku seni pertunjukan.

Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Masyarakat

Secara sosial, perayaan Imlek Nasional yang terbuka bagi publik berpotensi memperkuat kohesi sosial. Dalam konteks Indonesia yang majemuk, ruang-ruang interaksi lintas budaya menjadi instrumen penting untuk merawat toleransi.

Secara ekonomi, festival berskala nasional dapat mendorong perputaran ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pengalaman sejumlah kota menunjukkan bahwa perayaan budaya mampu meningkatkan okupansi hotel, kunjungan wisata, serta penjualan produk UMKM.

Pengamat kebudayaan menilai kebijakan ini sejalan dengan arah pembangunan berbasis kebudayaan yang menempatkan tradisi sebagai aset strategis, bukan sekadar simbol. Dengan pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan, Imlek Festival berpotensi menjadi agenda budaya tahunan yang memperkuat citra Indonesia sebagai negara multikultural.

Implikasi Kebijakan Kebudayaan ke Depan

Pernyataan Menbud Fadli Zon mengenai akulturasi budaya menegaskan paradigma kebudayaan yang inklusif. Pemerintah tampaknya ingin menempatkan perayaan Imlek sebagai bagian integral dari kebudayaan nasional, bukan hanya identitas etnis tertentu.

Ke depan, konsistensi kebijakan menjadi kunci. Perayaan lintas budaya perlu diimbangi dengan edukasi publik mengenai sejarah akulturasi, sehingga masyarakat memahami bahwa keberagaman bukan ancaman, melainkan fondasi kebangsaan.

Jika dikelola secara berkesinambungan, Imlek Nasional dapat menjadi model penguatan diplomasi budaya dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis tradisi. Lebih dari itu, ia menjadi pengingat bahwa Indonesia tumbuh dari perjumpaan berbagai budaya dan justru di sanalah letak kekuatannya.

Dengan semangat Harmoni Nusantara, perayaan Imlek Nasional 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga momentum memperkuat identitas Indonesia sebagai bangsa yang inklusif, toleran, dan kaya akan warisan akulturasi.

Minggu, 08 Februari 2026

Dari Desa ke Panggung Nasional, Fadli Zon Terpikat Huta Art Space di Tanah Batak

Dari Desa ke Panggung Nasional, Fadli Zon Terpikat Huta Art Space di Tanah Batak
Dari Desa ke Panggung Nasional, Fadli Zon Terpikat Huta Art Space di Tanah Batak.

JAKARTA -- Bayangkan sebuah ruang seni di kampung halaman yang lahir dari cinta pada budaya, lalu mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Itulah yang terjadi di Siborong-Borong, Tapanuli Utara. Di balik ketenangan kawasan Danau Toba, sebuah gerakan budaya lokal diam-diam mencuri perhatian nasional.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan kunjungan langsung ke Huta Art Space, sebuah ruang seni dan budaya yang tumbuh dari inisiatif masyarakat lokal. Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk apresiasi nyata atas upaya pelestarian budaya yang berakar kuat dari kearifan lokal.

Dalam pernyataannya, Fadli Zon menegaskan bahwa langkah yang dilakukan pendiri Huta Art Space merupakan contoh konkret bagaimana kecintaan terhadap budaya bisa berdampak besar bagi pemajuan kebudayaan nasional.

Menurutnya, apa yang dibangun di Siborong-Borong sejalan dengan amanat konstitusi, yakni memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia. Gerakan dari daerah seperti ini justru menjadi fondasi kuat bagi identitas budaya Indonesia.

Huta Art Space, Ruang Budaya yang Lahir dari Pulang Kampung

Huta Art Space berdiri sejak 5 Desember 2024 atas inisiatif fotografer Indonesia Edward Tigor Siahaan. Terletak di kawasan Danau Toba, ruang ini dirancang sebagai tempat bertemunya seni, sejarah, dan kehidupan masyarakat Batak.

Lebih dari sekadar galeri, Huta Art Space menjadi pusat kegiatan budaya yang hidup. Mulai dari pameran seni, pertunjukan budaya, hingga aktivitas edukatif berbasis warisan lokal, semuanya dirangkai untuk menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat Batak.

Dalam kunjungannya, Fadli Zon menyempatkan diri meninjau pameran foto bertajuk “Batak Retrospective: Inspiration from the Past”. Pameran ini menyuguhkan perjalanan panjang masyarakat Batak melalui arsip foto bersejarah yang disusun secara kronologis.

Menghidupkan Sejarah Lewat Arsip Visual

Pameran tersebut mengajak pengunjung menengok kehidupan masa lalu masyarakat Batak di Bonapasogit, tanah leluhur yang sarat nilai sejarah. Arsip foto karya fotografer, antropolog, dan peneliti Eropa menjadi jendela untuk memahami bagaimana masyarakat Batak membangun peradaban mereka.

Berbagai sisi kehidupan diangkat, mulai dari mata pencaharian, tradisi, sistem pendidikan, layanan kesehatan, hingga keterampilan pertukangan. Pendekatan ini bukan sekadar nostalgia, melainkan upaya membangun kesadaran akan perjuangan dan ketangguhan generasi terdahulu.

Melalui pameran ini, Huta Art Space ingin menanamkan rasa bangga dan apresiasi terhadap warisan budaya yang kerap terlupakan oleh zaman.

Apresiasi Menteri Kebudayaan untuk Gerakan Lokal

Fadli Zon menilai Huta Art Space sebagai contoh nyata bahwa pemajuan kebudayaan tidak harus selalu dimulai dari kota besar atau proyek berskala nasional. Justru, inisiatif individu yang lahir dari kepedulian dan kecintaan terhadap budaya mampu menciptakan dampak luas.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Tigor Siahaan yang memilih kembali ke kampung halaman dan membangun ruang budaya secara mandiri. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keberanian sekaligus komitmen menjaga identitas budaya lokal.

Menurut Fadli, Huta Art Space bukan hanya ruang pamer, tetapi telah berkembang menjadi kantong budaya yang aktif, hidup, dan memberi ruang bagi ekspresi seni masyarakat sekitar.

Harapan Kolaborasi dan Masa Depan Budaya Lokal

Ke depan, Menteri Kebudayaan berharap Huta Art Space terus menghadirkan kegiatan budaya yang berkelanjutan. Ia juga membuka peluang kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, khususnya dalam promosi dan penguatan budaya lokal agar dikenal lebih luas.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung ruang-ruang budaya berbasis komunitas. Huta Art Space dipandang sebagai wadah penting untuk edukasi budaya, refleksi sejarah, dan sumber inspirasi bagi generasi muda.

Dari Siborong-Borong, pesan kuat itu mengalir: budaya lokal bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan masa depan yang layak dirawat bersama.