Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Galaxy S26 Ultra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galaxy S26 Ultra. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juni 2026

OnePlus 15 Jadi Ponsel Android Terbaik Versi TechRadar, Kalahkan Galaxy S26 Ultra

TechRadar merilis daftar smartphone terbaik Juni 2026. OnePlus 15 menjadi ponsel Android terbaik dan berada di atas Samsung Galaxy S26 Ultra.
TechRadar merilis daftar smartphone terbaik Juni 2026. OnePlus 15 menjadi ponsel Android terbaik dan berada di atas Samsung Galaxy S26 Ultra.

JAKARTA - TechRadar merilis pembaruan daftar smartphone terbaik 2026 pada Juni 2026. Dalam daftar tersebut, iPhone 17 Pro Max masih menempati posisi pertama, sementara OnePlus 15 dinobatkan sebagai smartphone Android terbaik dengan peringkat lebih tinggi dibanding Samsung Galaxy S26 Ultra.

Menurut TechRadar, iPhone 17 Pro Max unggul berkat layar OLED Super Retina XDR 6,9 inci dengan tingkat kecerahan hingga 3.000 nit, chip A19 Pro, RAM 12 GB, sistem pendingin ruang uap, tiga kamera 48 MP, zoom delapan kali, serta daya tahan baterai lebih dari 30 jam.

Untuk kategori Android, OnePlus 15 mendapat penilaian tinggi berkat penggunaan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, layar LTPO OLED 6,78 inci dengan refresh rate hingga 165 Hz, tiga kamera 50 MP, serta baterai berkapasitas 7.300 mAh.

3. Detail kejadian

Berdasarkan pengujian TechRadar, OnePlus 15 mampu bertahan hampir tiga hari tanpa pengisian daya. Ponsel ini juga dinilai menawarkan kemampuan kelas flagship dengan harga yang relatif lebih terjangkau.

Samsung Galaxy S26 Ultra berada tepat di bawah OnePlus 15 dan disebut sebagai smartphone Android terbaik untuk fotografi mobile. Perangkat tersebut dibekali kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 50 MP, serta dua kamera telefoto dengan pembesaran optik tiga kali dan lima kali.

Galaxy S26 Ultra juga mendukung stylus S Pen dan fitur Privacy Display yang membatasi visibilitas layar bagi orang di sekitar. Namun, TechRadar tidak menyarankan pengguna Galaxy S25 Ultra untuk beralih ke model terbaru tanpa alasan yang benar-benar kuat.

Selanjutnya, iPhone 17 Pro dipilih sebagai iPhone terbaik untuk fotografi mobile, sedangkan Google Pixel 10 Pro dinobatkan sebagai smartphone Android terbaik untuk fitur kecerdasan buatan.

Di kategori ponsel lipat, Galaxy Z Fold 7 tetap menjadi pilihan utama berkat layar internal 8 inci, bodi yang lebih tipis, serta kamera utama 200 MP.

TechRadar juga memasukkan Google Pixel 10a dan iPhone 17 dalam daftar terbaik tahun ini. Pixel 10a disebut sebagai ponsel Pixel terbaik dengan harga terjangkau karena dibanderol di bawah 500 dolar AS, didukung pembaruan Android selama tujuh tahun, baterai 5.100 mAh, dan kemampuan kamera yang kompetitif di kelasnya.

Sementara itu, iPhone 17 dinilai sebagai smartphone yang cocok untuk kalangan remaja berkat layar 120 Hz, fitur Always-On Display, dua kamera 48 MP, serta memori internal 256 GB pada varian standar.

Pembaruan daftar smartphone terbaik dari TechRadar menunjukkan persaingan di segmen flagship semakin ketat. OnePlus 15 berhasil menempatkan diri sebagai ponsel Android terbaik versi media tersebut, sementara iPhone 17 Pro Max masih mempertahankan status sebagai smartphone terbaik secara keseluruhan.

Senin, 18 Mei 2026

Tes 33 HP Terbaru Ungkap Fakta Mengejutkan, iPhone Kini Rajanya Fast Charging

CNET menguji 33 smartphone terbaru dan menobatkan iPhone 17 Pro sebagai HP dengan pengisian daya tercepat, sementara Galaxy S26 Ultra unggul di charging kabel.
CNET menguji 33 smartphone terbaru dan menobatkan iPhone 17 Pro sebagai HP dengan pengisian daya tercepat, sementara Galaxy S26 Ultra unggul di charging kabel.

JAKARTA - Kecepatan pengisian daya kini menjadi salah satu faktor utama saat orang memilih smartphone. Kamera memang tetap penting, begitu juga performa dan kualitas layar, tetapi banyak pengguna mulai melihat seberapa cepat ponsel bisa kembali penuh saat baterai hampir habis.

Hal itu terlihat dalam pengujian terbaru yang dilakukan CNET terhadap 33 smartphone modern. 

Hasilnya cukup menarik karena Apple berhasil mendominasi peringkat teratas, sementara Samsung menunjukkan kekuatannya di sektor pengisian kabel super cepat.

iPhone 17 Pro keluar sebagai pemenang utama dalam pengujian tersebut. Keunggulan perangkat ini bukan hanya soal angka, tetapi juga konsistensi dalam dua metode pengisian sekaligus, yakni kabel dan nirkabel.

Apple tampaknya mulai memanfaatkan kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak secara lebih efisien. 

Kapasitas baterai iPhone 17 Pro memang tidak sebesar sebagian rival Android, tetapi justru itu yang membuat proses pengisian berlangsung lebih cepat dan stabil.

Dalam pengujian wireless charging, iPhone 17 Pro mampu mencapai 55 persen hanya dalam 30 menit. 

Angka itu membuatnya unggul atas iPhone 17 Pro Max, iPhone 17, hingga Galaxy S26 Ultra.

Dominasi Apple juga terlihat dari daftar lima besar smartphone dengan charging tercepat yang hampir seluruhnya diisi lini iPhone terbaru. Ini menunjukkan strategi Apple mulai berubah. 

Jika sebelumnya perusahaan lebih fokus pada efisiensi daya, kini mereka juga serius mengejar pengalaman pengisian cepat yang praktis untuk pengguna harian.

Namun Samsung belum kehilangan taring.

Galaxy S26 Ultra justru menjadi raja dalam pengisian kabel. Smartphone flagship tersebut mampu mengisi baterai hingga 76 persen hanya dalam waktu setengah jam, angka yang masih sulit disaingi banyak kompetitor.

Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, kemampuan seperti ini jelas sangat penting. Dalam situasi sibuk, 20 hingga 30 menit charging sering kali menjadi penentu apakah ponsel bisa bertahan seharian atau tidak.

Yang menarik, hasil pengujian ini juga memperlihatkan perbedaan filosofi antara Apple dan Android.

Apple terlihat lebih fokus pada kestabilan dan efisiensi menyeluruh. Sementara beberapa vendor Android, termasuk Samsung dan brand China, cenderung mengejar angka charging setinggi mungkin lewat teknologi daya besar.

Salah satu yang cukup mencuri perhatian adalah Honor Magic 8 Pro. Smartphone ini mampu mencapai 61 persen dalam 30 menit melalui wireless charging 80W. Angka tersebut sebenarnya sangat impresif.

Namun CNET tidak memasukkan Honor ke daftar utama karena teknologi pengisian yang digunakan dianggap tidak sepenuhnya sebanding dengan standar umum perangkat lain. 

Meski begitu, performa tersebut tetap menunjukkan bagaimana vendor China terus mendorong batas teknologi baterai.

Persaingan fast charging saat ini memang semakin ketat. Dulu, fitur ini hanya dianggap pelengkap. 

Sekarang, kecepatan isi daya mulai menjadi nilai jual utama, terutama ketika pengguna semakin bergantung pada smartphone untuk bekerja, hiburan, hingga aktivitas harian.

Pengguna pun kini punya ekspektasi baru. Smartphone premium tidak cukup hanya punya kamera bagus atau chipset kencang. Mereka juga harus bisa mengisi daya dengan cepat, aman, dan konsisten.

Hasil pengujian CNET memperlihatkan bahwa Apple mulai serius menantang dominasi Android di sektor charging cepat. 

Di sisi lain, Samsung masih mempertahankan reputasinya sebagai salah satu pemain paling agresif dalam teknologi pengisian kabel.

Dengan perkembangan seperti ini, persaingan smartphone flagship ke depan kemungkinan tidak lagi hanya soal kamera AI atau performa gaming. 

Fast charging bisa menjadi arena pertarungan baru yang jauh lebih penting bagi pengguna sehari-hari.

Selasa, 12 Mei 2026

Apple Dikabarkan Kembangkan “Spatial iPhone” dengan Layar Holografik 3D

Apple dikabarkan mengembangkan spatial iPhone dengan layar holografik 3D tanpa kacamata bersama teknologi baru dari Samsung.
Apple dikabarkan mengembangkan spatial iPhone dengan layar holografik 3D tanpa kacamata bersama teknologi baru dari Samsung.

JAKARTA - Apple dikabarkan tengah mengembangkan konsep “spatial iPhone” dengan layar holografik 3D tanpa kacamata. Informasi itu muncul dari bocoran insider Schrödinger yang menyebut Samsung ikut mengembangkan teknologi layar tersebut melalui proyek berkode MH1 atau H1.

Menurut laporan yang beredar di rantai pasok industri, teknologi itu menggabungkan sistem pelacakan mata dengan mekanisme pengalihan cahaya agar gambar dapat terlihat tiga dimensi dari berbagai sudut tanpa membutuhkan perangkat tambahan.

Panel AMOLED disebut memiliki lapisan holografik berstruktur nano yang membuat objek tampak melayang di atas permukaan layar. Pengguna juga diklaim bisa melihat objek dari sisi berbeda saat smartphone dimiringkan.

Schrödinger menyebut layar tersebut tetap mempertahankan resolusi penuh 4K dalam mode normal. Lapisan holografik hanya aktif saat menampilkan konten tertentu sehingga kualitas gambar tidak menurun seperti teknologi layar 3D generasi lama.

Samsung sebenarnya sudah lama meneliti teknologi serupa. Pada 2020, Samsung bersama lembaga riset SAIT menerbitkan studi di jurnal Nature Communications mengenai sistem pencahayaan yang memperluas sudut pandang video holografik.

Kala itu, mereka juga memperlihatkan prototipe perangkat setebal sekitar satu sentimeter yang mampu menampilkan gambar 4K pada 30 frame per detik.

Schrödinger mengatakan proyek tersebut masih berada dalam tahap awal pengembangan. Karena itu, perangkat komersial dengan teknologi layar holografik diperkirakan belum akan hadir sebelum 2030.

Apple sendiri diketahui telah lama menaruh minat pada teknologi layar 3D tanpa kacamata. Perusahaan itu mengajukan paten terkait sejak 2008 dan kembali mendapatkan paten untuk perangkat holografik interaktif pada 2014.

Kepala divisi hardware Apple, John Ternus, sebelumnya juga sempat menyebut bahwa penyatuan dunia digital dan fisik merupakan sesuatu yang tidak terhindarkan.

Jika teknologi ini berhasil dikembangkan, Apple dan Samsung berpotensi membuka era baru smartphone dengan pengalaman visual imersif tanpa headset tambahan.

Meski begitu, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari kedua perusahaan terkait perangkat “spatial iPhone” maupun jadwal peluncurannya.