Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Generasi Muda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Generasi Muda. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Mei 2026

Polemik Tuntutan terhadap Nadiem Makarim Picu Reaksi Kalangan Muda

Polemik tuntutan terhadap Nadiem Makarim memicu reaksi publik. Metta Dharmasaputra menilai kasus ini bisa berdampak pada semangat inovasi generasi muda Indonesia.
Polemik tuntutan terhadap Nadiem Makarim memicu reaksi publik. Metta Dharmasaputra menilai kasus ini bisa berdampak pada semangat inovasi generasi muda Indonesia.

JAKARTA - Ungkapan soal tuntutan hukum terhadap Nadiem Makarim menjadi sorotan publik setelah Metta Dharmasaputra menyampaikan pandangannya melalui akun Facebook pribadinya, Jumat. 

Dalam unggahan tersebut, Metta menilai tuntutan yang disebut bisa mencapai 27 tahun penjara memicu kemarahan di kalangan muda Indonesia.

Metta menyebut besarnya ancaman hukuman dan nilai denda serta dana pengganti hingga Rp 5,7 triliun dinilai sulit dipenuhi. 

Ia membandingkan tuntutan itu dengan hukuman bagi pelaku kejahatan berat lainnya.

Menurutnya, Nadiem selama ini dikenal sebagai figur muda yang menginspirasi banyak anak muda Indonesia lewat pendirian Gojek. 

Platform tersebut disebut telah membuka lapangan penghidupan bagi jutaan masyarakat sekaligus mengubah layanan transportasi publik di Indonesia.

Metta juga menyinggung pengakuan internasional yang pernah diterima Nadiem. Majalah Time pernah memasukkan Nadiem dalam daftar 100 pemimpin yang membentuk masa depan dunia, sementara Bloomberg menempatkannya sebagai salah satu inovator paling berpengaruh secara global.

Dalam unggahannya, Metta mengaitkan kemunculan Nadiem dengan generasi pendiri startup teknologi Indonesia pada era awal 2000-an. 

Ia menyebut nama lain seperti William Tanuwijaya dari Tokopedia dan Achmad Zaky dari Bukalapak sebagai bagian dari gelombang inovator digital nasional.

Ia kemudian menyoroti masa ketika Nadiem masuk ke kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk menangani digitalisasi pendidikan, terutama di tengah pandemi Covid-19. 

Situasi tersebut disebut memaksa pemerintah mengambil langkah cepat agar sistem pendidikan tetap berjalan.

Metta menilai perekrutan sejumlah tenaga profesional muda, termasuk konsultan dari luar kementerian, dilakukan untuk menjawab tantangan besar pendidikan nasional saat pandemi berlangsung.

Polemik Tuntutan terhadap Nadiem Makarim Picu Reaksi Kalangan Muda
Polemik tuntutan terhadap Nadiem Makarim memicu reaksi publik. Metta Dharmasaputra menilai kasus ini bisa berdampak pada semangat inovasi generasi muda Indonesia.

“Pak Jaksa harus tahu, sistem pendidikan di Indonesia yang terbesar keempat di dunia,” tulis Metta, mengutip pernyataan Nadiem dalam persidangan terkait pertanyaan soal penggunaan tenaga dari luar kementerian.

Di akhir pernyataannya, Metta berharap kasus yang menjerat Nadiem tidak mematikan semangat inovasi generasi muda Indonesia. 

Ia menilai dampak jangka panjang terhadap ekosistem inovasi dan startup nasional perlu menjadi perhatian.

Sabtu, 28 Februari 2026

100 Siswa Landak Ikuti Psikotes KKRI Kodim 1210 Penuh Semangat dan Antusias

Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.

NGABANG -- Semangat generasi muda kembali terlihat di Kabupaten Landak. Sebanyak 100 siswa mengikuti psikotes Personel Korps Kadet Republik Indonesia yang digelar oleh Kodim 1210 Landak pada Kamis 26 Februari 2026 di sebuah sekolah Kristen swasta berasrama di Jalan MIKA Plasma 2 Km 14 Amboyo Inti Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak Kalimantan Barat.

Kegiatan seleksi ini menjadi bagian dari program pembinaan Korps Kadet Republik Indonesia yang berada di bawah naungan Kodim 1210/Landak. 

Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.

Psikotes dilakukan untuk mengukur kesiapan mental, karakter, kemampuan kognitif, serta aspek kepribadian para peserta sebelum mengikuti tahapan pembinaan lanjutan.

Seleksi Ketat untuk Menjaring Generasi Berkarakter

Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.

Sebanyak 100 siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi tes. Mereka berasal dari lingkungan sekolah berasrama di wilayah Ngabang yang dikenal aktif dalam kegiatan pembinaan karakter. 

Proses psikotes dirancang secara sistematis dan terukur agar hasilnya objektif serta mampu memetakan potensi terbaik siswa.

Komandan Kodim 1210 Landak, Andy Setio Untoro, menegaskan bahwa pembinaan melalui Korps Kadet Republik Indonesia bukan hanya fokus pada kekuatan fisik. 

Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.

Menurutnya, program ini mengedepankan pembentukan mental tangguh, jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, dan semangat nasionalisme.

Ia menjelaskan bahwa tahapan psikotes menjadi filter awal untuk memastikan peserta memiliki kesiapan mental dan integritas. 

Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.

Dengan demikian, siswa yang terpilih nantinya benar-benar siap dibina menjadi generasi muda unggul yang berkontribusi positif bagi daerah.

Komitmen Membangun Masa Depan Kabupaten Landak

Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.
Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Landak mengikuti psikotes Personel KKRI yang digelar Kodim 1210 Landak. Seleksi ini fokus membentuk karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.

Kegiatan yang berlangsung tertib ini mencerminkan keseriusan TNI AD dalam membangun sumber daya manusia sejak usia sekolah. 

Melalui program Korps Kadet Republik Indonesia, pembinaan tidak hanya menargetkan prestasi akademik, tetapi juga ketahanan mental serta nilai kebangsaan.

Langkah ini diharapkan mampu melahirkan kader muda yang siap menghadapi tantangan masa depan. 

Kabupaten Landak membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat dan memiliki kepemimpinan yang matang.

Bagi para siswa, mengikuti psikotes ini bukan sekadar tes biasa. Ini adalah peluang untuk mengembangkan diri, melatih disiplin, serta memperluas wawasan kebangsaan sejak dini.

FAQ

Apa itu Korps Kadet Republik Indonesia KKRI?
Korps Kadet Republik Indonesia adalah wadah pembinaan generasi muda yang berfokus pada penguatan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan.

Mengapa psikotes penting dalam seleksi KKRI?
Psikotes digunakan untuk mengukur kesiapan mental, karakter, serta potensi kognitif peserta agar proses pembinaan lebih tepat sasaran.

Siapa yang menyelenggarakan kegiatan ini?
Kegiatan diselenggarakan oleh Kodim 1210 Landak sebagai bagian dari pembinaan generasi muda di wilayah Kabupaten Landak.

Berapa jumlah peserta yang mengikuti psikotes?
Sebanyak 100 siswa mengikuti tahapan psikotes pada kegiatan tersebut.

Penulis: Tino | Editor: Heri Yakop

Minggu, 12 November 2023

Kampanye Kolaboratif Pemuda Gaungkan Krisis Iklim

Kampanye Kolaboratif Pemuda Gaungkan Krisis Iklim.
PONTIANAK - Menargetkan agar terbangunnya Sinergi Kerja Kolaborasi yang melibatkan Generasi Muda melalui Sarana Media Sosial untuk mencegah terjadinya Krisis Iklim, Eco Bhinneka Muhammadiyah Kalimantan Barat mengadakan Eco Speak bertajuk Kampanye Kolaboratif Pemuda Gaungkan Krisis Iklim, Sabtu (11/11/2023).

Kegiatan diadakan di Rumah Gesit Gemawan, Kawasan Ujung Pandang, Kota Pontianak, Kalimantan Barat dengan menghadirkan tiga (3) orang pemantik diskusi dari Komunitas AkuBumi.id yakni Nedi, Ersa, Atna, dan Ageng, Kader Hijau Muhammadiyah Kalbar sebagai Fasilitator. Eco Speak diikuti peserta dari berbagai komunitas, jurnalis, aktivis, dan masyarakat sipil.

Titah Saputri mengatakan Eco Speak ini sebenarnya kegiatan rutinnya kawan-kawan Sahabat Ecobhinneka yang ingin punya space, dimana kawan-kawan muda dari komunitas mana saja bisa kumpul, bisa sharing program dan ide. Dimana tujuannya supaya bisa saling beradaptasi, bisa saling mencontoh dan saling menyebarkan. 

"Kalau kayak malam inikan, imbuh dia, temanya kampanye sosial terkait climate change, nah gimana isu ini bisa kita jadikan isu kita bersama dan disebar luaskan bersama," terangnya.

"Adapun peserta yang hadir pada malam hari ini terdiri dari komunitas-komunitas pegiat lingkungan, dan pegiat toleransi, kemudian media yang ada pontianak dan sekitarnya," jelasnya lagi.

Hal apa yang bisa kita gaungkan bersama melihat kondisi krisis iklim yang terjadi saat ini, Titah sapaannya, menyampaikan Krisis Iklim ini adalah sesuatu yang urgent, yang sudah harus mulai kita jadikan sesuatu urgensi bersama. 

"Gimana kawan-kawan memaksimalkan sosial media yang ada di jaringannya masing-masing untuk bersama sama dijadikan suatu konten kampanye efektif, khususnya menggaungkan isu krisis iklim dan digalakan secara rutin secara individu maupun komunitas kita masing-masing," ajak pegiat Eco Bhinneka Muhammadiyah Kalbar ini.

Sementara itu, Pegiat AkuBumi.id, Nedi menjelaskan Aku Bumi merupakan suatu wadah kolaborasi anak muda yang peduli dan sadar tentang perubahan iklim dan krisis iklim yang menjadi penting dan dekat dengan kita. 

"Jadi, kata dia, Aku Bumi itu menurut kami adalah wadah dari suara anak-anak muda untuk menyuarakan isu krisis iklim," terangnya.

Nedi mengatakan selama ini dan sampai hari ini Aku Bumi sementara berfokus pada hal-hal yang begitu dekat dengan kita. Krisis iklim dan perubahan iklim itu terjadi juga karena kebiasaan-kebiasaan buruk yang terkadang kita lakukan tanpa kita sadari. 

"Jadi, imbuh dia, kami lebih menyoroti hal-hal yang sederhana, agar kebiasaan-kebiasaan yang salah itu bisa kita perbaiki," katanya.

Yang perlu kita perhatikan terhadap krisis iklim sekarang ini, menurut ku, kata Nedi, perlu terus kita suarakan melalui sarana arus utama media massa dan sosial media mainstream, contohnya karena secara tidak langsung kita terdampak terhadap krisis iklim itu sendiri.