Berita BorneoTribun: Gizi Anak hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Gizi Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gizi Anak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2026

Stunting Tidak Selalu Karena Zat Besi, Tapi Risiko Tetap Harus Diwaspadai

Dokter anak dr Lucky Yogasatria menyebut kekurangan zat besi dapat berkontribusi pada stunting anak. Simak penyebab, risiko, dan cara pencegahannya. (Ilustrasi)
Dokter anak dr Lucky Yogasatria menyebut kekurangan zat besi dapat berkontribusi pada stunting anak. Simak penyebab, risiko, dan cara pencegahannya. (Ilustrasi)

Jakarta — Kekurangan zat besi disebut menjadi salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap terjadinya stunting pada anak. Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis anak dan konselor laktasi lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS), dr Lucky Yogasatria Sp.A, saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Menurut dr Lucky, tidak semua anak yang mengalami stunting pasti mengalami kekurangan zat besi. Namun, kondisi kekurangan zat besi tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi tumbuh kembang anak secara keseluruhan.

“Banyaknya begitu, tapi bukan berarti semuanya anak stunting pasti kekurangan zat besi,” ujar dr Lucky.

Stunting Terjadi Karena Kekurangan Gizi Kronis

dr Lucky menjelaskan bahwa stunting pada anak umumnya terjadi akibat kekurangan gizi kronis atau infeksi yang terjadi secara berulang dalam jangka waktu lama. Kondisi tersebut membuat asupan kalori dan energi yang masuk ke dalam tubuh anak tidak mencukupi kebutuhan tumbuh kembangnya.

Dampak awal yang sering terlihat adalah berat badan anak yang sulit naik. Selain itu, tinggi badan anak juga cenderung berada di bawah standar kurva pertumbuhan yang telah ditetapkan.

Ia menekankan bahwa masa dua tahun pertama kehidupan merupakan periode penting untuk memperbaiki kondisi stunting.

“Itulah mengapa di dua tahun pertama, ketika dia stunting, itu harus segera diperbaiki. Ketika anaknya stunting, sudah pasti otaknya juga kekurangan nutrisi,” jelasnya.

Perlu Memantau Kekurangan Mikro dan Makronutrisi

Lebih lanjut, dr Lucky mengingatkan pentingnya memantau kondisi gizi anak secara menyeluruh. Kekurangan nutrisi tidak hanya berkaitan dengan makronutrisi seperti karbohidrat dan protein, tetapi juga mikronutrisi seperti zat besi dan zinc.

Menurutnya, tanda kekurangan mikronutrisi sering kali tidak terlihat jelas dibandingkan kekurangan protein.

“Kalau anak yang kekurangan protein sudah pasti pertumbuhannya tidak oke, anaknya kurus. Tapi anak yang kekurangan mikronutrisi kadang-kadang tidak terlalu kelihatan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan kadar zat besi dalam tubuh anak, terutama pada anak yang diduga mengalami stunting.

Risiko Kekurangan Zat Besi Pada Anak

Kekurangan zat besi dapat berdampak serius terhadap tumbuh kembang anak. Beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:

  • Anemia pada anak

  • Gangguan pertumbuhan otak

  • Penurunan kemampuan kognitif

  • Penurunan IQ

  • Tumbuh kembang tidak optimal

Dalam beberapa kasus, dokter dapat memberikan terapi zat besi atau suplemen tambahan setelah hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kekurangan zat besi.

Selain zat besi, dokter juga dapat memeriksa kadar zinc dan vitamin D yang turut berperan penting dalam pertumbuhan anak.

Sumber Makanan Kaya Zat Besi Untuk Anak

Untuk mencegah kekurangan zat besi, dr Lucky menyarankan orang tua memberikan makanan bergizi yang kaya zat besi dalam menu harian anak.

Beberapa contoh makanan yang mengandung zat besi antara lain:

  • Hati ayam

  • Daging ayam

  • Daging sapi

  • Sayuran hijau tertentu

  • Makanan sumber protein hewani

Pemenuhan nutrisi tersebut penting agar pertumbuhan anak tetap optimal dan risiko stunting dapat ditekan.

Pentingnya Asupan Zat Besi Sejak Masa Kehamilan

Selain pada anak, kebutuhan zat besi juga sangat penting bagi ibu hamil. Kekurangan zat besi pada ibu dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan kondisi anemia.

dr Lucky menekankan bahwa ibu hamil sebaiknya rutin mengonsumsi makanan bergizi serta suplemen zat besi sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Langkah pencegahan sejak masa kehamilan dinilai menjadi kunci penting dalam mencegah stunting pada anak di masa depan.

Dalam dunia medis, penanganan stunting memerlukan pendekatan berbasis data dan pemeriksaan klinis. Dokter spesialis anak memiliki peran penting dalam melakukan:

  • Pemantauan tumbuh kembang anak

  • Pemeriksaan laboratorium nutrisi

  • Diagnosis penyebab stunting

  • Penentuan terapi yang tepat

Pendekatan ini membantu memastikan bahwa penanganan dilakukan secara tepat dan berbasis keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

FAQ

Apakah semua anak stunting pasti kekurangan zat besi?

Tidak. Tidak semua anak stunting mengalami kekurangan zat besi, namun kondisi tersebut dapat menjadi salah satu faktor risiko yang perlu diperiksa.

Apa tanda anak kekurangan zat besi?

Beberapa tanda umum meliputi anak tampak lemas, pucat, mudah lelah, serta pertumbuhan yang tidak optimal.

Apa makanan terbaik untuk mencegah kekurangan zat besi?

Makanan seperti hati ayam, daging sapi, dan daging ayam merupakan sumber zat besi yang baik untuk anak.

Kapan waktu terbaik mencegah stunting?

Pencegahan stunting paling efektif dilakukan sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun pertama kehidupan anak.

Apakah anak stunting bisa pulih?

Ya, terutama jika ditangani sejak dini dengan pemenuhan nutrisi yang tepat dan pemantauan medis rutin.

Selasa, 14 April 2026

Strategi Pemkot Samarinda Percepat Penurunan Stunting Lewat MBG 3B

Pemkot Samarinda optimalkan Program MBG 3B dan Genting untuk ibu hamil, menyusui, dan balita guna menekan angka stunting yang terus menurun setiap tahun.
Pemkot Samarinda optimalkan Program MBG 3B dan Genting untuk ibu hamil, menyusui, dan balita guna menekan angka stunting yang terus menurun setiap tahun.

Samarinda, Kaltim - Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, terus memperkuat berbagai strategi untuk menekan angka stunting. Salah satu langkah yang kini dioptimalkan adalah pemanfaatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi Kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, Deasy Evriyani, menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pola intervensi yang disesuaikan dengan kondisi keluarga.

“Banyak lintas sektor dan banyak pola yang kami lakukan dalam upaya mencegah stunting. Salah satunya dengan mengoptimalkan manfaat MBG 3B,” ujar Deasy di Samarinda, Senin.

Intervensi Keluarga Rentan Jadi Prioritas

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Samarinda melakukan intervensi langsung kepada keluarga yang tergolong rentan stunting. Bantuan yang diberikan tidak hanya berfokus pada makanan bergizi, tetapi juga dukungan lain yang dibutuhkan keluarga penerima.

Langkah ini terbukti memberikan dampak positif. Berdasarkan data DPPKB Kota Samarinda, prevalensi stunting menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun.

Pada 2022, angka stunting masih berada di level 25,3 persen. Angka tersebut menurun menjadi 24,4 persen pada 2023, kemudian turun lagi menjadi 20,3 persen pada 2024, hingga akhirnya mencapai 17,13 persen pada 2025.

Penurunan tersebut menunjukkan bahwa strategi kolaboratif yang dilakukan pemerintah daerah mulai membuahkan hasil nyata.

Kolaborasi MBG Dan Genting Jadi Strategi Utama

Untuk menekan angka stunting lebih jauh, Program MBG 3B dipadukan dengan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Program ini menyasar tiga kelompok utama yang disebut sebagai Kelompok 3B.

Kelompok pertama adalah ibu hamil, yang mendapatkan bantuan makanan bergizi selama masa kehamilan hingga menyusui, serta berlanjut hingga anak berusia dua tahun.

Kelompok kedua adalah ibu menyusui, yang menerima bantuan selama masa menyusui dan dilanjutkan ketika anak mulai mengonsumsi makanan pendamping hingga usia dua tahun.

Sementara kelompok ketiga adalah baduta atau anak usia 6–23 bulan, yang diberikan bantuan makanan bergizi hingga mencapai usia dua tahun.

Libatkan Banyak Pihak Di Lapangan

Program ini tidak berjalan sendiri. Pemerintah Kota Samarinda menggandeng berbagai pihak dalam pelaksanaannya.

Di lapangan, kegiatan melibatkan kader posyandu, psikolog anak, dokter spesialis anak, influencer parenting, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga berbagai unsur masyarakat lainnya.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga pola asuh, kesehatan mental anak, serta edukasi keluarga.

Fokus Pada Nutrisi Selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Salah satu fokus utama dalam program ini adalah pemberian makanan bergizi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dikenal sebagai masa krusial dalam pertumbuhan anak.

Bantuan yang diberikan berupa makanan lengkap siap santap atau kudapan dengan kandungan protein hewani maupun bahan makanan bergizi lainnya.

Nilai bantuan nutrisi tersebut minimal Rp15.000 per hari per orang, sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan.

Durasi pemberian bantuan bersifat variatif, tergantung pada kondisi sasaran penerima. Namun secara umum, bantuan mencakup dua skema utama, yaitu nutrisi selama 1.000 HPK serta bantuan nutrisi tambahan selama tiga bulan bagi kelompok tertentu.

“Yang jelas, jenis bantuan nutrisi meliputi bantuan nutrisi untuk 1.000 HPK dan bantuan nutrisi selama tiga bulan,” kata Deasy.

Komitmen Jangka Panjang Tekan Stunting

Upaya yang dilakukan Pemkot Samarinda menunjukkan komitmen kuat dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.

Dengan penguatan Program MBG 3B dan integrasi Program Genting, pemerintah daerah berharap angka stunting dapat terus ditekan pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang.

Langkah tersebut juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, sekaligus mendukung target nasional dalam menurunkan prevalensi stunting di Indonesia.

FAQ

1. Apa itu Program MBG 3B?
Program MBG 3B adalah Program Makan Bergizi Gratis yang ditujukan untuk tiga kelompok utama, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

2. Apa tujuan Program Genting di Samarinda?
Program Genting bertujuan mencegah stunting melalui gerakan orang tua asuh yang membantu menyediakan dukungan nutrisi dan pendampingan bagi keluarga rentan.

3. Mengapa 1.000 Hari Pertama Kehidupan penting?
Karena periode ini merupakan masa krusial bagi pertumbuhan otak dan tubuh anak, sehingga kekurangan gizi pada masa ini dapat berdampak jangka panjang.

4. Berapa nilai bantuan nutrisi dalam program ini?
Minimal Rp15.000 per hari per orang, sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan.

5. Apakah angka stunting di Samarinda sudah menurun?
Ya, angka stunting di Samarinda terus menurun dari 25,3 persen pada 2022 menjadi 17,13 persen pada 2025.

Kamis, 12 Maret 2026

Program MBG Kalbar Terus Dipacu

Pemprov Kalbar dan Kodam XII/Tanjungpura mempercepat Program Makan Bergizi Gratis melalui pembangunan dapur MBG atau SPPG, namun ketersediaan lahan berlegalitas masih menjadi tantangan.
Pemprov Kalbar dan Kodam XII/Tanjungpura mempercepat Program Makan Bergizi Gratis melalui pembangunan dapur MBG atau SPPG, namun ketersediaan lahan berlegalitas masih menjadi tantangan.

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Kodam XII/Tanjungpura memperkuat sinergi untuk mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fokus utama kerja sama ini adalah pembangunan dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung distribusi makanan bergizi bagi anak-anak penerima manfaat.

Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Harisson mengatakan percepatan program masih menghadapi tantangan, terutama terkait ketersediaan lahan yang memiliki legalitas jelas. Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan Kepala Penerangan Kodam XII/Tanjungpura, Yusub Dody Sandra, di Pontianak, Rabu.

Menurut Harisson, dapur MBG merupakan infrastruktur penting untuk memastikan distribusi makanan bergizi berjalan lancar. Oleh karena itu, kesiapan lahan dengan status hukum yang jelas menjadi syarat utama agar pembangunan fasilitas dapat segera diproses.

Ia menjelaskan lahan yang dibutuhkan harus memiliki legalitas kuat, baik berupa sertifikat maupun hak milik. Jika lahan telah siap, pemerintah daerah dapat langsung mengusulkannya ke pemerintah pusat untuk pembangunan fasilitas SPPG sebagai bagian dari Program Makan Bergizi Gratis.

Namun demikian, pemerintah daerah mengakui ketersediaan lahan milik pemerintah di kawasan perkotaan Kalimantan Barat masih terbatas. Tidak semua lahan yang tersedia memenuhi kriteria yang dipersyaratkan untuk pembangunan dapur umum program MBG.

Harisson menambahkan, pemerintah daerah kini aktif mendukung pelaksanaan program setelah sebelumnya belum terlibat penuh pada tahap awal implementasi. Koordinasi dengan gubernur dilakukan agar pemerintah daerah dapat berperan lebih maksimal dalam mendukung program tersebut.

Sementara itu, Kapendam XII/Tanjungpura Yusub Dody Sandra mengatakan TNI saat ini tengah melakukan pendataan serta kajian menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.

Evaluasi tersebut mencakup proses produksi makanan, kesiapan dapur umum, hingga sistem pendukung operasional program. Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk menilai progres pelaksanaan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dukungan lanjutan.

Harisson juga menyampaikan bahwa implementasi program MBG di wilayah perkotaan relatif berjalan lancar. Namun di wilayah pedesaan dan daerah terpencil, pengelolaan SPPG umumnya dilakukan oleh pemerintah desa dengan pengawasan tenaga kesehatan.

Di daerah terpencil, pemerintah desa bertanggung jawab atas pengelolaan dapur umum, sementara kualitas gizi makanan diawasi oleh tenaga kesehatan dan ahli gizi dari puskesmas setempat. Hal ini dilakukan untuk memastikan mutu makanan yang diberikan kepada anak-anak tetap terjaga.

Selain meningkatkan pemenuhan gizi anak, Program Makan Bergizi Gratis juga dinilai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Program ini membuka peluang kerja baru sekaligus memberdayakan masyarakat lokal dalam pengelolaan dapur umum.

Harisson menilai keterlibatan TNI melalui Kodam XII/Tanjungpura sangat penting, terutama dalam pendampingan lapangan. Kedisiplinan serta pengawasan teknis dari TNI dinilai mampu menjaga standar keamanan pangan sekaligus mencegah risiko seperti keracunan makanan.

Kata kunci utama: Program Makan Bergizi Gratis, Dapur MBG, SPPG.

Minggu, 08 Maret 2026

Program Makan Bergizi Gratis Mulai Dilaksanakan Di Perbatasan Bengkayang

Program Makan Bergizi Gratis mulai dilaksanakan di perbatasan Bengkayang, Kalimantan Barat untuk meningkatkan gizi dan konsentrasi belajar siswa di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Program Makan Bergizi Gratis mulai dilaksanakan di perbatasan Bengkayang, Kalimantan Barat untuk meningkatkan gizi dan konsentrasi belajar siswa di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

BENGKAYANG -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dilaksanakan di wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Pemerintah daerah menargetkan program ini untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak, terutama di kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia (Sarawak), salah satunya di Kecamatan Ledo.

Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, mengatakan program MBG menjadi langkah nyata pemerintah untuk memastikan seluruh anak mendapatkan akses gizi yang baik. Upaya ini juga dinilai penting untuk mendukung kesehatan serta kualitas pendidikan generasi muda di daerah perbatasan.

Menurutnya, anak-anak yang tinggal di wilayah perbatasan memiliki potensi besar untuk berkembang, namun tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah, terutama dalam hal pemenuhan gizi.

Program MBG Dukung Kesehatan Dan Pendidikan Anak

Syamsul Rizal menjelaskan program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap generasi muda. Ia menegaskan bahwa anak-anak harus tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki daya saing yang baik di masa depan.

Pemenuhan gizi yang baik, kata dia, sangat berpengaruh terhadap konsentrasi belajar siswa di sekolah. Selain itu, asupan nutrisi yang cukup juga mendukung perkembangan fisik serta mental anak.

Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya mendorong berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui sektor pendidikan dan kesehatan.

Dilaksanakan Melalui SPPG Kecamatan Ledo

Program MBG di wilayah perbatasan Bengkayang mulai dijalankan sejak akhir Februari lalu. Pelaksanaannya dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Ledo.

Melalui program ini, para siswa mendapatkan makanan bergizi secara rutin untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka selama menjalani aktivitas belajar di sekolah.

Pemerintah daerah berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran. Selain itu, keterlibatan pihak sekolah serta masyarakat juga dinilai penting agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh para siswa.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang menilai program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi peserta didik di wilayah perbatasan. Dengan dukungan berbagai pihak, program ini diharapkan mampu mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.

Kamis, 05 Maret 2026

Program Makan Bergizi Gratis Disebut Bisa Ubah Budaya Makan Anak Indonesia Menuju Generasi Sehat dan Cerdas 2045

60 Juta Orang Sudah Terima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis Ini Target Besar Pemerintah
Program Makan Bergizi Gratis disebut mampu mengubah budaya makan masyarakat Indonesia. Pemerintah menargetkan generasi sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan gizi anak.

60 Juta Orang Sudah Terima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis Ini Target Besar Pemerintah

JAKARTA -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah disebut mampu mendorong perubahan budaya makan dan pola hidup sehat di masyarakat. Program ini menjadi salah satu fondasi penting untuk mempersiapkan generasi Indonesia yang kuat, sehat, dan kompetitif menuju visi Indonesia Emas 2045.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria mengatakan bahwa pembangunan kualitas sumber daya manusia tidak hanya bergantung pada pendidikan, tetapi juga pada pola makan sehat yang dimulai sejak usia dini.

Dalam sebuah siniar bersama ANTARA di Jakarta pada Kamis, Hariqo menjelaskan bahwa program MBG dirancang untuk membangun kebiasaan makan sehat sekaligus meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

Menurutnya, target jangka panjang dari program tersebut adalah menciptakan generasi muda yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga cerdas dan memiliki daya saing global.

“Pada tahun 2045 kita ingin anak-anak Indonesia memiliki pendapatan tinggi, tubuh sehat, otak cerdas, akhlak baik, serta mampu bersaing dengan generasi dari negara lain. Melalui program MBG kita sedang membangun budaya peradaban baru,” ujarnya.

Meningkatkan Kesadaran Gizi di Masyarakat

Hariqo menilai bahwa program ini juga membawa dampak positif terhadap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang.

Ia mencontohkan bagaimana percakapan di media sosial saat ini tidak hanya dipenuhi isu geopolitik global seperti konflik Amerika Serikat dan Iran, tetapi juga mulai ramai membahas soal nutrisi, protein, dan pola makan sehat.

Meski demikian, ia mengakui bahwa kritik terhadap program tersebut tetap ada. Sebagian warganet mempertanyakan kualitas makanan hingga potensi penyimpangan anggaran.

Namun ia menilai kritik tersebut justru menjadi bagian dari proses edukasi publik.

“Sekarang jika ibu-ibu berbincang, bisa jadi mereka membahas protein atau kandungan gizi makanan. Itu hal yang patut disyukuri karena edukasi gizi mulai masuk ke kehidupan masyarakat,” katanya.

Fondasi Peradaban Baru Melalui Program Prioritas

Hariqo menambahkan bahwa MBG bukan satu-satunya program yang berfokus pada peningkatan kualitas manusia Indonesia.

Pemerintah juga menjalankan beberapa program prioritas lain seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Sekolah Rakyat yang dirancang untuk memperkuat kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, ketiga program tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban yang lebih berkualitas di masa depan.

“Program-program ini bukan sekadar kebijakan sosial biasa. Ini fondasi peradaban kita. Tujuannya jauh lebih besar daripada sekadar memberikan bantuan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa urgensi tersebut menjadi alasan pemerintah menjadikan MBG sebagai salah satu program utama dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Masalah Gizi Indonesia Masih Mengkhawatirkan

Meski Indonesia telah merdeka lebih dari delapan dekade, data menunjukkan bahwa masalah gizi masyarakat masih cukup serius.

Beberapa fakta yang diungkapkan antara lain:

  • Lebih dari 96 persen masyarakat Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah

  • Sekitar 66 persen anak memiliki pola makan yang buruk

  • Sekitar 65 persen anak tidak sarapan sebelum berangkat sekolah

  • 32 persen remaja putri mengalami anemia

  • 21 persen balita mengalami stunting

Selain itu, sebelum masa pemerintahan saat ini, lebih dari 2.000 orang meninggal setiap hari akibat penyakit tuberkulosis dan penyakit kardiovaskular.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perbaikan pola makan dan kesehatan masyarakat masih menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah.

Sudah Menjangkau Puluhan Juta Penerima Manfaat

Melalui implementasi Program MBG, pemerintah berupaya memperbaiki kualitas gizi anak-anak Indonesia secara bertahap.

Hingga saat ini, program tersebut disebut telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di 24.204 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Pemerintah berharap, melalui langkah ini generasi muda Indonesia dapat tumbuh lebih sehat, memiliki kecerdasan optimal, dan siap menghadapi persaingan global pada masa mendatang.

FAQ

Apa itu Program Makan Bergizi Gratis (MBG)?
Program pemerintah yang menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak, untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan.

Apa tujuan utama MBG?
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar lebih sehat, cerdas, dan siap menghadapi persaingan global menuju Indonesia Emas 2045.

Siapa penerima manfaat program ini?
Utamanya anak-anak dan kelompok masyarakat yang membutuhkan asupan gizi lebih baik.

Berapa jumlah penerima manfaat MBG saat ini?
Program ini telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.

Mengapa program ini dianggap penting?
Karena data menunjukkan masih tingginya angka stunting, anemia, dan pola makan tidak sehat di Indonesia.

Sumber: ANTARA