Berita BorneoTribun: Glidance hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Glidance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Glidance. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Oktober 2025

Glidance Introduces Glide The Smart AI Cane with Wheels and Camera

Glide smart AI cane with wheels and camera developed by Glidance to assist visually impaired people in city navigation
Glide smart AI cane with wheels and camera developed by Glidance to assist visually impaired people in city navigation.

A Seattle-based startup, Glidance, has officially unveiled Glide, an AI-powered smart cane designed to help visually impaired individuals navigate urban environments more safely and independently. Introduced in early October 2025, the device comes equipped with a stereoscopic camera, distance sensors, and motorized wheels that can guide users along their desired routes.

Glide can recognize various environmental elements such as stairs, doors, pedestrian crossings, and even overhead obstacles. Using its advanced AI system, the device identifies potential hazards and helps users stay on a safe path. What makes Glide stand out is its ability to "remember" routes — once a user walks a particular path, the device can later guide them along the same route automatically, even without an internet connection.

Physically, Glide resembles a thick white cane mounted on two rubber wheels measuring 19 centimeters in diameter. The middle section features a telescopic pole with adjustable height, while the top handle has an ergonomic design with control buttons built in. Electronic components include a depth camera with a range of up to 15 meters, short-range sensors for detecting height changes, an integrated speaker and microphone, and a vibration feedback system for tactile alerts.

The device supports two main navigation modes: guided navigation and free navigation. In guided mode, Glide connects to Google Maps to plan a route to a specific address. Meanwhile, in free mode, it simply helps the user walk straight and safely, issuing voice or vibration alerts when obstacles appear ahead. According to Glidance, the free navigation mode is currently the company’s top development priority, as it offers a more natural and comfortable walking experience.

Glide smart AI cane with wheels and camera developed by Glidance to assist visually impaired people in city navigation
Glide smart AI cane with wheels and camera developed by Glidance to assist visually impaired people in city navigation.

Glide’s wheels move freely at the user’s walking pace. When it’s time to turn left or right, the AI system automatically adjusts the wheel direction. The wheels can also brake smoothly when the user needs to stop. The device provides voice and vibration warnings before making turns or approaching hazardous areas.

Weighing around 3.5 kilograms, Glide offers more than six hours of battery life on a single charge. Glidance is currently conducting beta testing in Seattle with a group of visually impaired users, with commercial deliveries planned for next spring. The Glide cane will retail for about $1,499, with an additional $30 monthly subscription fee for access to Glidance’s AI navigation service.

The launch of Glide marks an important step forward in assistive technology for people with visual impairments. By combining AI, precision sensors, and autonomous navigation, this device could redefine how the visually impaired move through public spaces without relying entirely on human assistance. If testing goes smoothly, Glidance plans to expand its distribution to global markets, including Europe and Asia, by late 2026.

Tren Baru Teknologi Bantu Tunanetra Glide Tongkat Pintar dengan Kamera dan Roda

Tren Baru Teknologi Bantu Tunanetra Glide Tongkat Pintar dengan Kamera dan Roda
Tren Baru Teknologi Bantu Tunanetra Glide Tongkat Pintar dengan Kamera dan Roda.

JAKARTA - Startup asal Seattle bernama Glidance resmi memperkenalkan Glide, tongkat pintar dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu penyandang tunanetra menavigasi lingkungan perkotaan dengan lebih aman dan mandiri. Diperkenalkan pada awal Oktober 2025, perangkat ini dilengkapi kamera stereoskopik, sensor jarak, serta roda otomatis yang dapat mengarahkan pengguna sesuai jalur yang diinginkan.

Glide memiliki kemampuan mengenali berbagai elemen di sekitar, seperti tangga, pintu, rambu pejalan kaki, dan bahkan objek yang menggantung di atas kepala. Dengan sistem AI canggihnya, alat ini bisa mengidentifikasi hambatan dan mengarahkan pengguna agar tetap berada di jalur aman. 

Uniknya, Glide tidak hanya menuntun tetapi juga mampu "mengingat" rute yang pernah dilalui. Artinya, pengguna cukup berjalan satu kali di jalur tertentu, dan perangkat akan secara otomatis menavigasi ulang tanpa perlu koneksi internet di perjalanan berikutnya.

Secara fisik, Glide tampak seperti tongkat putih besar dengan dua roda karet berdiameter 19 sentimeter di bagian bawah. Di bagian tengah terdapat tiang teleskopik yang bisa disesuaikan panjangnya, sementara bagian atasnya memiliki pegangan ergonomis dengan tombol kontrol. 

Komponen elektroniknya meliputi kamera kedalaman yang bisa memindai area hingga 15 meter, sensor jarak dekat untuk mendeteksi perbedaan tinggi permukaan, mikrofon dan speaker internal, serta sistem getar sebagai umpan balik sentuhan bagi pengguna.

Perangkat ini mendukung dua mode penggunaan: navigasi terarah dan navigasi bebas. Dalam mode navigasi terarah, Glide dapat terhubung dengan Google Maps untuk menentukan rute ke alamat tujuan tertentu. 

Sedangkan dalam mode navigasi bebas, perangkat hanya membantu pengguna berjalan lurus dan aman, sambil tetap memberikan peringatan melalui suara atau getaran ketika ada rintangan di depan. 

Menurut Glidance, mode bebas ini saat ini menjadi fokus utama pengembangan karena dinilai paling nyaman dan natural untuk aktivitas sehari-hari pengguna.

Roda Glide dapat berputar bebas mengikuti tempo langkah pengguna. Namun, ketika perlu berbelok ke kiri atau kanan, sistem AI akan memutar roda secara otomatis ke arah tersebut. 

Jika ada kebutuhan untuk berhenti, roda akan menahan gerakannya seolah melakukan pengereman lembut. Pengguna juga akan mendapat peringatan suara dan getaran sebelum melakukan belokan atau ketika mendekati area berbahaya.

Bobot Glide sekitar 3,5 kilogram, dengan daya tahan baterai yang mampu bertahan lebih dari enam jam dalam sekali pengisian. 

Saat ini, Glidance tengah melakukan tahap uji coba beta di Seattle bersama sejumlah pengguna tunanetra sebelum memulai pengiriman versi komersialnya pada musim semi tahun depan

Harga jual Glide diperkirakan mencapai 1.499 dolar AS atau sekitar Rp24 juta, dengan tambahan biaya langganan bulanan sekitar 30 dolar AS atau Rp500 ribu untuk mengakses sistem navigasi AI milik perusahaan.

Peluncuran Glide menandai langkah penting dalam teknologi bantu bagi penyandang disabilitas visual. Dengan kombinasi AI, sensor presisi, dan sistem navigasi mandiri, perangkat ini berpotensi mengubah cara tunanetra bergerak di ruang publik tanpa bergantung sepenuhnya pada pendamping manusia. 

Jika pengujian berjalan sukses, Glidance berencana memperluas distribusi ke pasar global, termasuk Eropa dan Asia, pada akhir 2026.