Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Hari Pancasila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari Pancasila. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juni 2026

Pancasila dalam Aksi Nyata, Dirjen Polpum Ajak ASN Kubu Raya Bangun Ketahanan Pangan

Foto: Aksi Tanam Komoditas Sayuran Implementasi Nyata Peringatan Hari Lahir Pancasila di Area Kantor Bupati Kubu Raya, Senin, 1 Juni 2026

KUBU RAYA - Mengamalkan nilai-nilai Pancasila ternyata tidak harus dimulai dengan program besar atau teori yang rumit. Cukup dengan menanam satu pohon cabai di pekarangan rumah, masyarakat sudah ikut berkontribusi mewujudkan sila kelima Pancasila: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Pesan sederhana namun penuh makna itu disampaikan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri RI, Akmal Malik, saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Senin, 1 Juni 2026.

Di hadapan jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Forkopimda, ASN, serta berbagai elemen masyarakat, Akmal menegaskan Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan atau sekadar dibacakan setiap upacara. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Pancasila itu tidak hanya sebatas dibaca di teks, tapi kita laksanakan dalam keseharian kita. Dan kita mulai dengan memberikan percontohan untuk membangun ketahanan pangan,” kata Akmal.

Menurutnya, salah satu implementasi paling konkret saat ini adalah mendukung program ketahanan pangan dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Ia pun mengajak seluruh ASN Kubu Raya memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam cabai maupun tanaman produktif lainnya.

Akmal membuat ilustrasi sederhana yang langsung mengundang perhatian peserta upacara. Dengan jumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang mencapai sekitar 5.000 orang, ia membayangkan apabila setiap pegawai menanam satu pohon cabai.

“Bayangkan satu pegawai menanam satu cabai. Lima ribu cabai. Satu cabai bisa menghasilkan sekitar 1,4 kilogram. Bayangkan berapa ton cabai yang bisa dihasilkan. Kita tidak akan inflasi lagi,” ujarnya disambut antusias peserta upacara.

Tidak hanya cabai, Akmal menyebut berbagai komoditas pangan lain seperti terong, tomat, maupun sayuran lainnya juga dapat menjadi bagian gerakan bersama untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus membantu mengendalikan harga kebutuhan pokok.

Ia menilai semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat merupakan wujud nyata pengamalan Pancasila yang bisa dilakukan siapa saja tanpa menunggu kebijakan besar dari pemerintah pusat.

“Melaksanakan Pancasila itu tidak usah rumit-rumit. Mulai saja dari diri kita sendiri. Pak Wakil dan Forkopimda akan mengoptimalkan gerakan ini. Mari ASN juga melakukan yang sama,” ajaknya.

Bagi Akmal, Hari Lahir Pancasila bukan hanya momentum mengenang sejarah lahirnya dasar negara, melainkan kesempatan merefleksikan sejauh mana nilai-nilai Pancasila telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui gerakan sederhana menanam cabai dan tanaman pangan lainnya, ia berharap semangat Pancasila hadir secara nyata di tengah masyarakat, sekaligus menjadi solusi menghadapi tantangan ekonomi, ketahanan pangan, dan pengendalian inflasi di daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Kubu Raya, H. Sukiryanto, S.Ag., menyambut baik arahan Dirjen Polpum Kemendagri RI. Menurutnya, ajakan menanam cabai dan tanaman pangan lainnya merupakan langkah sederhana yang memberi dampak besar bagi ketahanan pangan keluarga maupun daerah.

“Apa yang disampaikan Pak Dirjen sangat relevan dengan kondisi saat ini. Pengamalan Pancasila memang harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Menanam cabai, sayuran, maupun tanaman produktif lainnya bukan hanya membantu kebutuhan keluarga, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di Kabupaten Kubu Raya,” ujar Sukiryanto.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya siap mendukung dan mengoptimalkan gerakan tersebut melalui kolaborasi seluruh perangkat daerah, ASN, organisasi masyarakat, hingga kelompok tani di desa-desa.

“Kami mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk memulai dari lingkungan masing-masing. Jika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, gerakan kecil ini akan menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan kemandirian pangan sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sukiryanto berharap semangat Hari Lahir Pancasila 2026 tidak berhenti pada pelaksanaan upacara seremonial semata, melainkan menjadi momentum memperkuat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat. (Tim/Jm)


Selasa, 01 Juni 2021

Bupati Sanggau ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Secara Virtual

Bupati Sanggau ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Secara Virtual
Bupati Sanggau ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Secara Virtual.

BORNEOTRIBUN SANGGAU - Bupati Sanggau Paolus Hadi, S.IP., M.Si, di dampingi anggota Forkopimda Kab. Sanggau dan Kepala OPD mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila secara virtual yang dilaksanakan di halaman Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, 1 Juni 2021, bertempat di ruang rapat pimpinan Kantor Bupati Sanggau.

Bupati Sanggau ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Secara Virtual.

Selaku Inspektur upacara Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo bergabung secara virtual melalui Istana Kepresidenan Bogor.

Bupati Sanggau ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Secara Virtual.

Dalam amanatnya, Presiden RI mengatakan walaupun Pancasila telah menyatu dalam kehidupan, namun masih banyak tantangan yang dihadapi.

“Peringatan hari lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juni harus benar-benar kita manfaatkan untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Walaupun Pancasila telah menyatu dalam kehidupan kita sepanjang republik Indonesia ini berdiri, namun tantangan yang dihadapi Pancasila tidaklah semakin ringan. Globalisasi dan interaksi antar belahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan, yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antara pandangan, rivalitas antara nilai-nilai dan rivalitas antar ideologi-ideologi transnasional cenderung semakin meningkat memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan berbagai strategi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempengaruhi lanskap kontestasi ideologi,” ujarnya.

Beliau juga menegaskan, dengan berkembangnya teknologi di masa kini memudahkan kita seluruh rakyat Indonesia untuk berdialog dan berinteraksi dengan mudah dan cepat, sehingga bisa digunakan oleh ideologi transnasional agar merambah ke seluruh pelosok Indonesia.

“Revolusi industri 4.0 telah menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog dalam berinteraksi dan terorganisasi dalam skala besar lintas negara. Ketika konektivitas melanda dunia maka interaksi antar dunia juga akan semakin mudah dan cepat kemudian ini bisa digunakan oleh ideologi ideologi transnasional untuk merambah ke seluruh pelosok Indonesia ke seluruh kalangan dan usia tidak mengenal lokasi dan waktu, kecepatan ekspansi ideologi transnasional radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi ini.”

“Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, menghadapi semua ini, perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa, diperlukan cara-cara baru yang luar biasa memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama revolusi industri 4.0, sekaligus Pancasila harus menjadi pondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang keindonesiaan,”

Sebelum mengakhiri amanatnya, Beliau berpesan kepada seluruh Rakyat Indonesia bersatu padu memperkokoh nilai Pancasila dalam mewujudkan Indonesia Maju.”

"Saya mengajak seluruh aparat pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pendidik kaum profesional generasi muda Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu dan bergerak aktif memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan Indonesia maju yang kita cita-citakan,” pesannya.

Reporter: Liber

Hari Lahir Pancasila, Lasarus : Pancasila adalah Pemikiran Adiluhung


Lasarus (Ist)

BorneoTribun Jakarta Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus dalam momen Hari Lahirnya Pancasila menyebutkan Pancasila adalah hasil negosiasi dari para pendiri bangsa yang kala itu hidup di masa kolonialisme. 

Dikatakannya, Saat negara-negara Asia-Afrika yang sebagian besar terjajah atau baru lepas dari penjajahan mencari bentuk ideologi perlawanan demi meneguhkan kemerdekaannya masing-masing.

Ada kapitalisme, komunisme, sosialisme dan ideologi berhaluan agama. Proklamator RI, Bung Karno lalu meramu energi perlawanan dari berbagai kutub pemikiran dan mencampurkannya dengan formula yang tepat dengan konteks nusantara, maka lahirlah Pancasila. 

"Pancasila juga sebuah etalase yang menampung energi kebaikan dari berbagai ideologi perlawanan yang saat itu menggeliat," Sebutnya, Selasa (1/6/21). 

Selain itu, dengan Pancasila Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat terus tegak dan kokoh hingga kini. 

Ideologi Pancasila terbukti menjaga harmonisasi bangsa yang teritori negaranya terpisah kedalam banyak pulau. Yang suku bahasanya berbilang ratusan jumlahnya. 

Harmonisasi dalam keberagaman Bhinneka Tunggal Ika. 

Bahkan aliansi pertahanan negara modern hari ini yang tak lepas dari sisa-sisa ketegangan pernah dingin, tapi Indonesia tetap merdeka dalam menentukan sikapnya dan berpihak pada keadilan, mampu menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif di tengah banyaknya ketegangan politik antara negara. 

Indonesia lewat Pancasila bahkan pernah membangun gerbong gerakan non blok dengan menginisiasi konferensi Asia Afrika. 

Pancasila bukan sembarang ideologi negara, tapi ia adalah formula yang lahir dari darah dan keringat para pahlawan. 

"Tugas kita sebagai anak-anak bangsa menjaga, melestarikan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sebagai warga Negara Indonesia," Ajak Lasarus. 

Redaksi BorneoTribun.com