Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Hewan Kurban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hewan Kurban. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Mei 2026

Pasokan Sapi Kurban di Banjarmasin Capai 2.500 Ekor, Didatangkan dari Jawa dan NTT

Pemkot Banjarmasin menyiapkan 2.500 sapi kurban untuk Idul Adha 2026. Pasokan didatangkan dari Kalimantan, Jawa, hingga NTT dengan pengawasan ketat PMK. (Foto Ilustrasi)
Pemkot Banjarmasin menyiapkan 2.500 sapi kurban untuk Idul Adha 2026. Pasokan didatangkan dari Kalimantan, Jawa, hingga NTT dengan pengawasan ketat PMK. (Foto Ilustrasi)

BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menyiapkan sekitar 2.500 ekor sapi kurban untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Persiapan itu dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Rumah Potong Hewan (UPTD RPH) Basirih di Banjarmasin, Sabtu (10/5).

Kepala UPTD RPH Basirih, drh Annang Dwijatmiko, mengatakan jumlah kebutuhan hewan kurban tahun ini diperkirakan relatif sama dibanding tahun sebelumnya.

“Kebutuhan hewan kurban di Kota Banjarmasin tahun ini diperkirakan relatif sama seperti tahun sebelumnya, yakni sekitar 2.500 ekor sapi,” ujar Annang.

Menurut Annang, pasokan sapi kurban tidak hanya berasal dari wilayah lokal dan sejumlah kabupaten sekitar, seperti Barito Kuala, Banjar, dan Tanah Laut. Sejumlah sapi juga didatangkan dari luar Pulau Kalimantan.

“Banyak juga yang datang dari Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Saat ini, ratusan sapi kurban disebut sudah tersedia di sejumlah titik penjualan, termasuk di kawasan RPH Basirih. Kedatangan hewan kurban diperkirakan terus bertambah hingga mendekati Idul Adha.

“Insya Allah akan mencukupi kebutuhan,” ujar Annang.

UPTD RPH Basirih juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap sapi yang masuk dari luar daerah. Pemeriksaan dilakukan termasuk melalui vaksinasi guna mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Annang menjelaskan gejala PMK pada ternak dapat ditandai dengan luka melepuh atau sariawan di area mulut, serta kuku yang berdarah atau terlepas.

“Adapun gejala atau ciri PMK berupa melepuh atau sariawan di area mulut dan kukunya berdarah atau terlepas,” katanya.

Di sisi lain, harga sapi kurban, kambing, dan hewan ternak lainnya mengalami kenaikan dibanding sebelumnya. Meski demikian, permintaan hewan kurban dari masyarakat menjelang Idul Adha tahun ini disebut tetap tinggi.

Jumat, 08 Mei 2026

Jelang Idul Adha, Ribuan Sapi Potong Masuk Kalsel Lewati Uji Kesehatan

Karantina Kalsel memastikan 6.836 sapi kurban yang masuk jelang Idul Adha 2026 sehat dan bebas PMK, LSD, serta penyakit hewan menular lainnya. (Foto ilustrasi)
Karantina Kalsel memastikan 6.836 sapi kurban yang masuk jelang Idul Adha 2026 sehat dan bebas PMK, LSD, serta penyakit hewan menular lainnya. (Foto ilustrasi)

BANJARMASIN - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan mencatat sebanyak 6.836 ekor sapi potong masuk ke wilayah Kalimantan Selatan menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Ribuan ternak tersebut telah menjalani pemeriksaan ketat sebelum memperoleh sertifikat pelepasan untuk distribusi hewan kurban.

Kepala Karantina Kalimantan Selatan, Erwin A.M Dabukke, menyampaikan peningkatan lalu lintas ternak mulai terlihat sejak pertengahan April 2026. Lonjakan pengiriman dipicu tingginya kebutuhan hewan kurban masyarakat di Kalimantan Selatan dan sejumlah daerah lain di Pulau Kalimantan.

Menurut Erwin A.M Dabukke, seluruh hewan ternak yang masuk wajib memenuhi persyaratan karantina agar aman didistribusikan kepada masyarakat.

Ketua Tim Kerja Karantina Hewan Karantina Kalimantan Selatan, Isrokal, menjelaskan pemeriksaan dilakukan melalui dua tahap, yakni verifikasi administrasi dan pengecekan fisik ternak secara langsung.

Pemeriksaan administrasi mencakup validasi dokumen asal ternak, kesesuaian jumlah sapi, hingga hasil laboratorium yang memastikan hewan bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

Selain pemeriksaan dokumen, petugas juga memantau kondisi fisik sapi di atas alat angkut. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan gejala penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), brucellosis, antraks, hingga penyakit karantina lainnya.

Isrokal memastikan hingga awal Mei 2026 tidak ditemukan gejala klinis penyakit pada seluruh sapi yang masuk ke Kalimantan Selatan.

“Seluruh ternak dinyatakan sehat dan layak memperoleh sertifikat pelepasan,” ujar Isrokal.

Berdasarkan data sistem informasi karantina BEST TRUST, pemasukan sapi potong ke Kalimantan Selatan terjadi melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan Pelabuhan Batulicin. Pengiriman berlangsung sebanyak 104 kali sejak April hingga awal Mei 2026.

Sapi potong tersebut berasal dari sejumlah daerah pemasok utama seperti Kupang, Flores, Bima, Sumbawa, Bali, Jawa, hingga Sulawesi.

Kalimantan Selatan kini menjadi salah satu jalur utama distribusi hewan kurban di Pulau Kalimantan. Pasokan sapi dari berbagai daerah tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga menopang distribusi ternak ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Untuk memperketat pengawasan, Karantina Kalimantan Selatan juga menerapkan langkah biosekuriti berupa penyemprotan disinfektan terhadap hewan ternak dan alat angkut guna mencegah penyebaran penyakit antarwilayah.

Dalam kondisi tertentu, petugas turut melakukan pengambilan sampel ulang dan pengujian laboratorium tambahan. Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan status kesehatan daerah asal ternak, riwayat pengujian, hingga potensi masa inkubasi penyakit.

Isrokal menegaskan ternak yang terindikasi sakit tidak diperbolehkan masuk ke rantai distribusi hewan kurban. Hewan tersebut wajib menjalani proses pengasingan di Instalasi Karantina Hewan.

Jika kondisi ternak tidak memungkinkan untuk dipulihkan, Karantina Kalimantan Selatan akan mengambil tindakan penolakan hingga pemusnahan sesuai aturan karantina hewan yang berlaku.

FAQ

Berapa jumlah sapi kurban yang masuk ke Kalimantan Selatan?

Sebanyak 6.836 ekor sapi potong masuk ke Kalimantan Selatan sejak April hingga awal Mei 2026.

Dari mana asal sapi potong yang masuk ke Kalsel?

Sapi didatangkan dari Kupang, Flores, Bima, Sumbawa, Bali, Jawa, hingga Sulawesi.

Penyakit apa saja yang diwaspadai petugas karantina?

Petugas mengawasi PMK, Lumpy Skin Disease (LSD), brucellosis, antraks, dan penyakit karantina lainnya.

Di mana pintu masuk utama distribusi sapi ke Kalsel?

Distribusi sapi masuk melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan Pelabuhan Batulicin.

Apa tindakan jika ditemukan sapi sakit?

Ternak akan diisolasi di Instalasi Karantina Hewan dan dapat ditolak atau dimusnahkan jika tidak dapat disembuhkan.

Selasa, 21 April 2026

Kebutuhan Hewan Kurban Kotim Tembus 1.500 Ekor, Stok Masih Minim

Kotawaringin Timur diperkirakan membutuhkan 1.500 hewan kurban jelang Idul Adha 1447 H, dengan ratusan sapi dan kambing masih mengalami kekurangan.
Kotawaringin Timur diperkirakan membutuhkan 1.500 hewan kurban jelang Idul Adha 1447 H, dengan ratusan sapi dan kambing masih mengalami kekurangan.

Kotim, Kalteng - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mulai mengantisipasi potensi kekurangan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Upaya ini dilakukan melalui pemetaan kebutuhan serta pengawasan ketat terhadap kesehatan hewan kurban yang akan dipasarkan kepada masyarakat.

Data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotawaringin Timur menunjukkan bahwa total kebutuhan hewan kurban tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 1.500 ekor, yang terdiri dari sapi dan kambing.

Kepala DPKP Kotim, Yephi Hartady Periyanto, menyebutkan bahwa hingga saat ini masih terdapat selisih antara kebutuhan dan ketersediaan hewan kurban di wilayah tersebut.

“Estimasi kebutuhan sapi mencapai 1.114 ekor, sementara stok yang tersedia masih kurang sekitar 651 ekor. Untuk kambing, kebutuhan diperkirakan sebanyak 448 ekor dengan kekurangan sekitar 303 ekor,” ujarnya di Sampit, Senin.

Untuk mengatasi potensi kekurangan tersebut, pemerintah daerah terus memperkuat komunikasi dengan peternak dan pengepul yang selama ini menjadi pemasok utama hewan kurban di Kotim.

Langkah ini bertujuan memastikan kesiapan pemasok dalam mendatangkan tambahan hewan kurban dari luar daerah jika dibutuhkan.

Menurut Yephi, data kebutuhan saat ini diperoleh dari laporan para pengepul yang aktif menyediakan hewan kurban. Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan distribusi guna memastikan target kebutuhan dapat terpenuhi tepat waktu.

Pemantauan tersebut dilakukan secara berkala hingga mendekati hari pelaksanaan kurban, yang pada tahun ini jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Pemeriksaan Kesehatan Hewan Dimulai Dua Pekan Sebelum Idul Adha

Selain memastikan ketersediaan jumlah hewan, DPKP juga memprioritaskan kelayakan kesehatan hewan kurban. Pemeriksaan kesehatan dijadwalkan mulai paling lambat dua minggu sebelum Idul Adha atau sekitar H-14.

Pemeriksaan dilakukan menyesuaikan dengan kedatangan hewan kurban di berbagai titik penjualan yang tersebar di wilayah Kotim.

Dalam proses pengawasan, terdapat dua tahapan utama pemeriksaan, yakni antemortem dan postmortem.

Pemeriksaan Antemortem Pastikan Hewan Layak Kurban

Tahap antemortem dilakukan saat hewan masih hidup di lokasi penjualan. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan hewan tidak memiliki cacat fisik, cukup umur, serta dalam kondisi sehat.

Hewan yang memenuhi kriteria akan diberikan tanda khusus sebagai bukti telah lolos pemeriksaan kesehatan dari dinas terkait.

Label tersebut menjadi jaminan bagi masyarakat bahwa hewan yang dibeli aman dan sesuai ketentuan kurban.

Pemeriksaan Postmortem Pastikan Daging Aman Dikonsumsi

Tahapan berikutnya adalah postmortem, yakni pemeriksaan organ dalam hewan setelah disembelih.

Petugas akan memeriksa bagian hati, paru-paru, dan jantung untuk memastikan tidak terdapat penyakit atau kelainan yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keamanan pangan sekaligus melindungi masyarakat dari risiko konsumsi daging yang tidak layak.

Distribusi Hewan Kurban Terus Dipantau Hingga Hari H

Pemerintah daerah menegaskan akan terus memantau distribusi hewan kurban hingga mendekati hari raya. Dengan pengawasan berlapis ini, diharapkan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa mengabaikan standar kesehatan hewan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk membeli hewan kurban dari tempat resmi yang telah mendapatkan pengawasan dari pemerintah.

Langkah antisipatif tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran pelaksanaan ibadah kurban sekaligus memastikan keamanan pangan bagi masyarakat di Kotawaringin Timur.

FAQ

1. Berapa kebutuhan hewan kurban di Kotawaringin Timur tahun 2026?
Kebutuhan diperkirakan mencapai sekitar 1.500 ekor, terdiri dari 1.114 sapi dan 448 kambing.

2. Apakah ada kekurangan hewan kurban di Kotim?
Ya, diperkirakan masih kekurangan sekitar 651 sapi dan 303 kambing.

3. Kapan pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan?
Pemeriksaan dimulai paling lambat dua minggu sebelum Idul Adha atau sekitar H-14.

4. Apa itu pemeriksaan antemortem?
Pemeriksaan antemortem adalah pengecekan kondisi fisik hewan sebelum disembelih.

5. Mengapa pemeriksaan postmortem penting?
Untuk memastikan organ dalam hewan sehat sehingga daging aman dikonsumsi masyarakat.