Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Hezbollah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hezbollah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2026

Tidak Ada Batasan! Netanyahu Bikin Pernyataan Keras Soal Lebanon Selatan

Netanyahu tegaskan IDF punya kebebasan penuh di Lebanon Selatan dan akan tetap di zona keamanan di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh dengan Hezbollah.
Netanyahu tegaskan IDF punya kebebasan penuh di Lebanon Selatan dan akan tetap di zona keamanan di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh dengan Hezbollah.

Tel Aviv — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces) memiliki kebebasan penuh untuk bertindak di Lebanon selatan guna mencegah ancaman, dalam pernyataan resmi yang dirilis di Tel Aviv.

Netanyahu menegaskan bahwa pasukan Israel di Lebanon selatan tidak memiliki batasan dalam menjalankan operasi militer untuk menggagalkan ancaman langsung maupun yang masih berkembang.

Ia juga menekankan bahwa pasukan akan tetap berada di zona keamanan di wilayah selatan Lebanon selama dianggap diperlukan.

“Perintah saya dan Menteri Pertahanan kepada IDF jelas dan tidak berubah: pasukan kami di Lebanon selatan memiliki kebebasan penuh untuk menggagalkan setiap ancaman,” demikian pernyataan Netanyahu melalui kantornya.

Pernyataan ini muncul di tengah laporan bahwa Israel dan kelompok Hezbollah sempat menyepakati gencatan senjata yang disebut mulai berlaku pada 19 Juni, sebagaimana dilaporkan sejumlah sumber.

Namun, di sisi lain, sumber militer Lebanon menyebutkan bahwa serangan Israel di wilayah selatan Lebanon tetap terjadi meski ada laporan mengenai gencatan senjata tersebut.

Kepala Staf Israel Defense Forces, Eyal Zamir, sebelumnya juga menyatakan bahwa situasi gencatan senjata dengan Hezbollah masih rapuh dan meminta pasukan tetap siap menghadapi kemungkinan eskalasi.

Pernyataan terbaru Israel menunjukkan bahwa situasi di perbatasan utara masih berpotensi tidak stabil. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi dinamika gencatan senjata yang sebelumnya dilaporkan mulai berlaku, dengan risiko eskalasi tetap terbuka.

Jumat, 06 Maret 2026

Hezbollah Klaim Serang Peralatan IDF Di Lebanon Selatan Dengan Roket

Hezbollah mengklaim menyerang peralatan militer IDF di Lebanon selatan dengan salvo roket yang menargetkan Markaba, Wadi al-Asafir, hingga al-Malkiyya.
Hezbollah mengklaim menyerang peralatan militer IDF di Lebanon selatan dengan salvo roket yang menargetkan Markaba, Wadi al-Asafir, hingga al-Malkiyya.

Kelompok bersenjata Lebanon, Hezbollah, mengklaim telah melancarkan serangan terhadap konsentrasi peralatan militer Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di wilayah Lebanon selatan pada Jumat. Informasi tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Lebanon, NNA.

Menurut laporan tersebut, Hezbollah menyebut serangan dilakukan dengan menargetkan sejumlah posisi militer Israel yang berada di dekat wilayah perbatasan. Serangan ini disebut sebagai bagian dari rangkaian aksi militer yang terjadi di kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Kelompok itu mengklaim telah meluncurkan salvo roket ketiga yang menghantam posisi baru IDF di desa Markaba. Wilayah tersebut merupakan salah satu titik yang berada dekat dengan garis perbatasan antara Lebanon dan Israel.

Selain Markaba, Hezbollah juga menyatakan bahwa serangan lain diarahkan ke wilayah Wadi al-Asafir menuju distrik selatan al-Khiyam. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa zona al-Malkiyya turut menjadi sasaran serangan.

Serangan Menargetkan Posisi Militer Israel

Hezbollah mengklaim menyerang peralatan militer IDF di Lebanon selatan dengan salvo roket yang menargetkan Markaba, Wadi al-Asafir, hingga al-Malkiyya.
Hezbollah mengklaim menyerang peralatan militer IDF di Lebanon selatan dengan salvo roket yang menargetkan Markaba, Wadi al-Asafir, hingga al-Malkiyya.

Dalam pernyataannya, Hezbollah menyebut operasi tersebut menargetkan konsentrasi peralatan militer Israel yang ditempatkan di beberapa lokasi strategis di sepanjang perbatasan.

Serangan roket dilaporkan diarahkan ke posisi yang baru ditempati oleh pasukan Israel di desa Markaba. Kawasan ini menjadi salah satu titik yang kerap mengalami ketegangan militer antara kedua pihak.

Selain itu, area Wadi al-Asafir yang mengarah ke distrik selatan al-Khiyam juga disebut sebagai target serangan lanjutan. Zona al-Malkiyya yang berada di wilayah perbatasan Israel juga dilaporkan ikut menjadi sasaran.

Seruan Evakuasi Warga Perbatasan Israel

Sebelumnya pada hari yang sama, Hezbollah mengeluarkan seruan kepada warga Israel yang tinggal di pemukiman perbatasan untuk meninggalkan rumah mereka.

Kelompok tersebut meminta warga yang berada dalam radius sekitar lima kilometer dari perbatasan Lebanon untuk segera mengosongkan area tersebut. Seruan ini disampaikan di tengah meningkatnya aktivitas militer di wilayah perbatasan.

Langkah tersebut menandai meningkatnya ketegangan di kawasan Lebanon selatan dan wilayah perbatasan Israel, yang dalam beberapa waktu terakhir sering menjadi lokasi pertukaran serangan antara kedua pihak.

Ketegangan Berlanjut di Perbatasan Lebanon–Israel

Wilayah perbatasan antara Lebanon dan Israel memang kerap menjadi titik konflik yang melibatkan berbagai kelompok bersenjata serta militer Israel.

Serangan terbaru yang diklaim Hezbollah menunjukkan bahwa situasi keamanan di kawasan tersebut masih belum stabil. Perkembangan ini juga menambah kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik di wilayah tersebut.