Berita BorneoTribun: IRGC Iran hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label IRGC Iran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IRGC Iran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Maret 2026

IRGC Sebut Serangan Rudal Iran Ke Depan Gunakan Hulu Ledak Lebih Dari Satu Ton

IRGC menyatakan Iran akan menggunakan hulu ledak lebih dari satu ton pada serangan rudal di masa depan serta meningkatkan intensitas dan cakupan peluncuran rudal.
IRGC menyatakan Iran akan menggunakan hulu ledak lebih dari satu ton pada serangan rudal di masa depan serta meningkatkan intensitas dan cakupan peluncuran rudal.

Teheren, Iran -- Pernyataan terbaru dari Garda Revolusi Iran memicu perhatian internasional setelah muncul sinyal peningkatan kapasitas serangan rudal negara tersebut. 

Komandan kedirgantaraan IRGC, Majid Mousavi, menyebut bahwa Iran berencana menggunakan hulu ledak lebih dari satu ton dalam serangan rudal di masa mendatang.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Senin, Mousavi mengatakan Iran tidak lagi akan meluncurkan rudal dengan hulu ledak yang beratnya kurang dari satu ton. 

Pernyataan itu menunjukkan kemungkinan peningkatan kekuatan dan skala serangan dalam strategi militer Iran.

Menurutnya, perubahan tersebut merupakan bagian dari penguatan kemampuan serangan rudal Iran

Dengan hulu ledak yang lebih berat, daya hancur setiap rudal diperkirakan akan meningkat dibandingkan dengan sistem yang digunakan sebelumnya.

Mousavi juga menjelaskan bahwa bukan hanya berat hulu ledak yang akan berubah. 

Ia menyebut intensitas peluncuran rudal juga akan meningkat, yang berarti jumlah dan frekuensi serangan dapat menjadi lebih besar.

Selain itu, ia menyinggung soal “panjang gelombang” peluncuran rudal yang akan diperluas. 

Istilah tersebut merujuk pada pola dan jangkauan serangan yang bisa mencakup wilayah lebih luas dibandingkan sebelumnya.

Pernyataan ini menambah perhatian global terhadap perkembangan program militer Iran, khususnya terkait teknologi hulu ledak rudal yang terus diperbarui. 

Para pengamat menilai kebijakan tersebut bisa memengaruhi dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.

Langkah yang diumumkan oleh IRGC itu menunjukkan bahwa Iran tengah menyiapkan strategi baru dalam penggunaan serangan rudal Iran, baik dari sisi daya hancur maupun intensitas operasional. 

Perkembangan ini kemungkinan akan terus dipantau oleh berbagai negara yang berkepentingan terhadap stabilitas regional.

Sabtu, 28 Februari 2026

Ultimatum Trump ke Garda Revolusi Iran di Tengah Serangan Israel

Trump Desak IRGC Iran Menyerah dan Janjikan Kekebalan Penuh
Donald Trump menyerukan IRGC dan polisi Iran menyerah dengan janji kekebalan penuh di tengah serangan Israel dan operasi militer AS terkait dugaan program nuklir Iran.

Trump Desak IRGC Iran Menyerah dan Janjikan Kekebalan Penuh

AMERIKA SERIKAT -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Sabtu (28/2) melalui platform media sosial Truth Social menyerukan agar anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran dan seluruh aparat kepolisian Iran segera meletakkan senjata. Dalam pernyataannya, Trump menjanjikan kekebalan penuh bagi mereka yang patuh, sembari memperingatkan konsekuensi berat bagi yang menolak.

Dalam video yang dipantau dari Jakarta, Trump menyampaikan ultimatum tegas. Ia menyatakan bahwa aparat keamanan Iran akan “diperlakukan secara adil dengan kekebalan total” jika menyerah, namun menghadapi risiko kematian jika terus melawan. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik setelah laporan serangan preemptif Israel terhadap Iran pada hari yang sama.

Seruan tersebut tidak hanya ditujukan kepada militer dan polisi, tetapi juga kepada rakyat Iran. Trump menyebut bahwa kebebasan Iran “sudah dekat” dan mendorong masyarakat untuk mengambil alih pemerintahan usai operasi militer Amerika Serikat berakhir. Ia menegaskan bahwa Washington siap mendukung perubahan tersebut dengan kekuatan besar.

Langkah ini menandai eskalasi signifikan dalam ketegangan kawasan. Sebelumnya, pada Juni 2025, pemerintahan Trump telah melancarkan serangan pertama terhadap target di Iran. Serangan terbaru disebut sebagai bagian dari operasi militer besar untuk meniadakan ancaman yang diklaim berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir Iran.

Di sisi diplomasi, Amerika Serikat dan Iran sebenarnya telah menjalani tiga putaran perundingan tidak langsung terkait program nuklir. Mediasi dilakukan oleh Oman, dengan dua pertemuan awal berlangsung di Muscat dan Jenewa, serta putaran ketiga pada Kamis (26/2) di Jenewa. Fokus pembahasan mencakup pembatasan pengayaan dan stok uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi.

Situasi ini menempatkan kawasan Timur Tengah dalam ketidakpastian baru. Di satu sisi, jalur diplomasi masih terbuka. Di sisi lain, pernyataan keras Trump dan operasi militer yang dilaporkan meningkatkan risiko konflik yang lebih luas.

Bagi pembaca, penting memahami bahwa dinamika ini tidak hanya berdampak pada hubungan AS-Iran, tetapi juga stabilitas global, harga energi, serta keamanan regional. Perkembangan selanjutnya akan sangat menentukan arah geopolitik dunia dalam waktu dekat.

FAQ

1. Mengapa Trump menyerukan IRGC dan polisi Iran menyerah?
Trump menyatakan langkah itu untuk mempercepat berakhirnya konflik dan menghilangkan ancaman yang ia kaitkan dengan dugaan pengembangan senjata nuklir Iran.

2. Apa yang dijanjikan jika mereka menyerah?
Trump menjanjikan kekebalan penuh dan perlakuan adil bagi aparat yang meletakkan senjata.

3. Apakah perundingan nuklir masih berlangsung?
Ya, tiga putaran perundingan tidak langsung telah digelar dengan mediasi Oman di Muscat dan Jenewa.

4. Apa dampak global dari situasi ini?
Potensi dampaknya meliputi ketegangan geopolitik, stabilitas Timur Tengah, hingga fluktuasi harga energi dunia.