Berita BorneoTribun: Ibu Gantung Diri hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Ibu Gantung Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu Gantung Diri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Oktober 2025

Ibu di Parindu Sanggau Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Alami Depresi Akibat Masalah Rumah Tangga

Ibu di Parindu Sanggau Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Alami Depresi Akibat Masalah Rumah Tangga

SANGGAU - Warga Dusun Bodok, Desa Pusat Damai, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, digemparkan dengan kabar duka pada Selasa (21/10/2025) sore. Seorang perempuan berinisial E.A. (42) ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di kamar mandi rumahnya. Polisi menduga, korban nekat mengakhiri hidup akibat depresi yang berkepanjangan.

Ditemukan oleh Orang Tua Sendiri

Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh orang tua korban sekitar pukul 15.20 WIB. Saat itu, sang ayah hendak menggunakan kamar mandi di lantai satu rumah. Namun, pintunya terkunci dari dalam dan tidak ada jawaban meski sudah dipanggil berulang kali.

Karena curiga, orang tua korban kemudian berinisiatif memanjat dan mengintip dari atas. Betapa terkejutnya mereka ketika melihat anaknya sudah dalam keadaan tergantung dengan sehelai kain. Keluarga langsung meminta bantuan warga sekitar dan segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Parindu.

Polisi Lakukan Pemeriksaan

Kapolsek Parindu, Ipda M. Ling, S.H., M.Sos., membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, kami menerima laporan sekitar pukul 16.00 WIB mengenai seorang perempuan yang ditemukan meninggal dunia diduga karena gantung diri. Personel langsung kami turunkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).

Setibanya di tempat kejadian, polisi bersama tim medis dari Puskesmas Pusat Damai melakukan pemeriksaan awal. Berdasarkan hasil pemeriksaan dr. Edy Sinuraya, ditemukan adanya jejas di leher yang sesuai dengan ciri-ciri korban gantung diri. Tidak ditemukan tanda kekerasan atau luka lain di tubuh korban.

Diduga Depresi karena Masalah Rumah Tangga

Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa korban tinggal bersama orang tua dan anaknya. Sementara suaminya bekerja di luar negeri dan sudah lama tidak pulang.

“Keterangan keluarga menyebutkan korban sempat mengalami tekanan batin dan depresi akibat persoalan rumah tangga. Bahkan, beberapa waktu lalu korban pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Singkawang karena gangguan kejiwaan,” jelas Kapolsek.

Polisi menduga, depresi yang dialami korban kembali kambuh hingga akhirnya mendorongnya untuk mengakhiri hidup.

Keluarga Tolak Autopsi, Polisi Himbau Warga Peduli Kesehatan Mental

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti berupa sehelai kain yang digunakan korban. Pihak keluarga menyatakan menerima dengan ikhlas kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi, dengan membuat surat pernyataan resmi kepada pihak kepolisian.

Kapolsek menambahkan, situasi di lokasi kejadian telah kondusif. Polisi juga berkoordinasi dengan tokoh adat dan perangkat desa untuk membantu menenangkan keluarga korban dan warga sekitar.

“Melalui Unit Binmas dan Bhabinkamtibmas, kami terus mengedukasi masyarakat agar lebih peka terhadap kesehatan mental keluarga maupun tetangga. Gangguan kejiwaan bisa menimpa siapa saja, dan penting untuk segera mendapatkan pertolongan,” ujar Ipda M. Ling.

Pentingnya Kepedulian dan Komunikasi dalam Keluarga

Pihak Polsek Parindu memastikan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam kasus ini. Namun, masyarakat diimbau agar tidak menyebarkan kabar yang belum pasti terkait kejadian tersebut.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kepedulian sosial dan komunikasi di dalam keluarga. Jangan ragu mencari bantuan medis atau bercerita kepada orang terpercaya bila ada yang sedang mengalami depresi,” tutup Kapolsek Parindu.

Jumat, 31 Maret 2023

IRT Di Sungai Beliung Gantung Diri

Proses evakuasi jenasah.
Pontianak, Kalbar - Polsek Pontianak Barat mendatangi TKP seorang wanita yang diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di depan pintu kamar rumahnya. Kamis (30/3/2023).

Adapun lokasi rumah korban beralamat kan di Jalan Komplek Surya Kencana III No. B31 RT.005 RW 023 Kelurahan Sei Beliung Kecamatan Pontianak Barat. 

Korban biasa sehari-hari dikenal dengan nama Sopia dan bekerja sebagai ibu rumah tangga.

Kapolsek Pontianak Barat AKP Jatmiko, S.H., M.H. mengatakan benar bahwa kami menemukan wanita melakukan gantung diri setelah ada laporan dari warga, menurut penyelidikan dan informasi di sekitar rumah korban. Bahwa korban sudah lama mengidap gangguan jiwa, dan kami juga menemukan obat gangguan jiwa yang masih banyak di dalam kamar korban," Ungkapnya.

Menurut keterangan saksi tetangga korban ibu Fatimah, sekitar jam 07.00 wib sewaktu menanam bunga di depan rumahnya, sebelum melakukan bunuh diri, si korban sambil memegang tali tambang warna biru ada menanyakan dengan tetangga korban Fatimah untuk meminta racun untuk bunuh diri, justru ibu Fatimah menjawab tidak ada dan malah menasehati korban untuk tidak melakukan bunuh diri dan mengajak korban untuk membantu saksi dalam berkebun, justru korban masuk ke dalam rumah.

Karena hingga jam 08.30 wib korban tidak muncul keluar rumah, saksi Fatimah merasa curiga dan masuk kedalam rumah korban untuk mengecek keadaan, setelah membuka pintu rumah korban, saksi Fatimah melihat posisi korban sudah dalam keadaan tergantung dengan tali di leher di pintu kamar menggunakan tali tambang warna biru yang dibawa korban.

Dengan adanya kejadian bunuh diri tersebut, tim Inavis Polresta Pontianak beserta personil Polsek Pontianak Barat melakukan Olah TKP di rumah korban.

Untuk Hasil Olah TKP, mendapati tali tambang warna biru yang digunakan oleh korban untuk melakukan bunuh diri dengan mengikatkan tali tambang di depan pintu kamar korban melalui Ventilasi diatas pintu. 

Keluarga dan Anak korban menerima atas musibah yang menimpa orang tuanya dan menolak untuk dilakukan autopsi.

(Humas PolsekPtkBarat)