Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Inflasi Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inflasi Daerah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 April 2026

Kenaikan BBM Picu Biaya Logistik, Pemkab Tanah Bumbu Jaga Stabilitas Harga

Pemkab Tanah Bumbu memperketat pengawasan harga bahan pokok setelah kenaikan BBM non-subsidi, termasuk sidak gudang dan pasar murah di 49 titik wilayah.
Pemkab Tanah Bumbu memperketat pengawasan harga bahan pokok setelah kenaikan BBM non-subsidi, termasuk sidak gudang dan pasar murah di 49 titik wilayah.

Tanah Bumbu — Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, memperkuat langkah pengendalian harga bahan pokok setelah kenaikan harga BBM non-subsidi mulai memicu tekanan pada biaya distribusi barang kebutuhan sehari-hari.

Langkah pengawasan dilakukan secara intensif untuk memastikan stabilitas harga di pasar rakyat tetap terjaga serta mencegah potensi kelangkaan bahan pokok di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Bersujud.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskumdagri) Tanah Bumbu, Eryanto Rais, menegaskan bahwa kenaikan BBM non-subsidi memiliki dampak langsung terhadap biaya logistik yang kemudian memengaruhi harga jual di tingkat pedagang.

Menurut Eryanto Rais, pemerintah daerah mengambil langkah antisipatif melalui inspeksi mendadak (sidak) ke gudang dan distributor. Pengawasan dilakukan untuk memastikan tidak terjadi praktik penimbunan barang yang dapat memperparah kenaikan harga.

Selain sidak, tim pemantau juga secara rutin memeriksa perkembangan harga di sejumlah pasar rakyat. Upaya ini bertujuan mendeteksi perubahan harga sejak dini dan menjaga kestabilan pasokan bahan pokok.

Sebagai bagian dari strategi menekan lonjakan harga, Diskumdagri Tanah Bumbu telah melaksanakan kegiatan pasar murah di berbagai wilayah.

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, pemerintah daerah menggelar pasar murah di 49 titik lokasi. Program tersebut menjadi salah satu upaya langsung untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Selain itu, pengawasan distribusi bahan pokok dilakukan secara berkala guna memastikan kelancaran pasokan dari distributor hingga ke pedagang.

Eryanto Rais juga mengingatkan masyarakat untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Pembelian dalam jumlah besar tanpa kebutuhan yang jelas dinilai berpotensi memicu kepanikan pasar dan memperburuk ketersediaan barang.

Secara umum, pemerintah daerah menilai dampak kenaikan harga BBM non-subsidi terhadap harga bahan pokok di Tanah Bumbu masih tergolong terkendali.

Namun, berdasarkan pemantauan pada pekan terakhir April, sejumlah komoditas menunjukkan tren kenaikan harga.

Beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan antara lain:

  • Gula pasir: dari Rp18.800 per kilogram menjadi Rp19.900 per kilogram

  • Cabai merah besar: dari Rp70.300 per kilogram menjadi Rp80.000 per kilogram

  • Cabai rawit lokal: dari Rp75.000 per kilogram menjadi Rp90.000 per kilogram

  • Bawang merah: dari Rp44.000 per kilogram menjadi Rp45.000 per kilogram

Kenaikan harga gula pasir tidak hanya dipicu oleh biaya distribusi, tetapi juga oleh meningkatnya harga bahan kemasan plastik serta tren harga gula di pasar internasional.

Sementara itu, kenaikan harga bawang merah dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan dari luar daerah yang biasanya menjadi sumber utama distribusi.

Pemerintah daerah menilai biaya distribusi logistik menjadi faktor dominan dalam menentukan harga bahan pokok setelah kenaikan BBM non-subsidi.

Pedagang di pasar menyesuaikan harga jual untuk menutup peningkatan biaya angkut, sehingga beban kenaikan harga pada akhirnya dirasakan oleh konsumen.

Pemkab Tanah Bumbu menegaskan komitmen untuk terus menjaga stabilitas harga melalui kombinasi pengawasan, intervensi pasar, serta pemantauan distribusi barang secara berkelanjutan.

FAQ

1. Mengapa harga bahan pokok naik setelah BBM non-subsidi naik?
Kenaikan BBM meningkatkan biaya distribusi logistik sehingga pedagang menyesuaikan harga jual barang.

2. Apa langkah pemerintah daerah untuk menekan kenaikan harga?
Pemerintah melakukan sidak gudang, memantau harga pasar, serta menggelar pasar murah di berbagai titik.

3. Berapa jumlah lokasi pasar murah yang telah digelar?
Sebanyak 49 titik pasar murah telah dilaksanakan menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.

4. Komoditas apa saja yang mengalami kenaikan harga?
Gula pasir, cabai merah besar, cabai rawit lokal, dan bawang merah mengalami kenaikan harga.

5. Apakah masyarakat perlu membeli bahan pokok dalam jumlah besar?
Tidak. Pemerintah mengimbau masyarakat membeli sesuai kebutuhan agar tidak memicu panic buying.

Minggu, 19 April 2026

Pemkab Bulungan Pastikan Sembako Aman, Syarwani Siap Coffee Morning Forkopimda

Bupati Bulungan Syarwani memperkuat sinergi Forkopimda untuk mengendalikan harga dan memastikan ketersediaan sembako di Tanjung Selor, termasuk mendorong produksi cabai lokal. (Ilustrasi)
Bupati Bulungan Syarwani memperkuat sinergi Forkopimda untuk mengendalikan harga dan memastikan ketersediaan sembako di Tanjung Selor, termasuk mendorong produksi cabai lokal. (Ilustrasi)

TANJUNG SELOR — Pemerintah Kabupaten Bulungan terus memperkuat koordinasi lintas instansi guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan komitmennya untuk menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam upaya pengendalian harga pangan.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat terkait stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah.

“Tentu nanti saya akan follow up arahan tersebut, terutama mungkin langkah yang kita lakukan akan mengundang Forkopimda entah itu dalam konsep coffee morning,” ujar Syarwani di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu.

Menurut Syarwani, pertemuan bersama Forkopimda bertujuan menyamakan langkah dalam memantau harga serta memastikan ketersediaan komoditas penting, khususnya sembilan bahan pokok (sembako).

Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasar sekaligus mencegah terjadinya kelangkaan bahan pangan.

“Nanti mungkin kita akan berbicara dengan para distributor, khususnya terkait sembako. Bersama Forkopimda kita akan memastikan dan memantau kondisi harga, sekaligus juga memastikan tidak ada terjadinya kelangkaan,” katanya.

Pendekatan ini dinilai penting karena distribusi barang dari distributor hingga pedagang memiliki pengaruh besar terhadap kestabilan harga di tingkat konsumen.

Pemkab Pastikan Tidak Ada Kelangkaan Sembako

Bupati Syarwani memastikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan kelangkaan komoditas di wilayah Kabupaten Bulungan. Kepastian tersebut didapat setelah pihaknya berkoordinasi langsung dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Bulungan.

“Insya-Allah kondisi hari ini kami memastikan tidak terjadinya kelangkaan ya. Nah terutama sembilan bahan pokok yang ada di wilayah Kabupaten Bulungan, terutama di wilayah Kota Tanjung Selor di Pasar Induk,” jelasnya.

Pemantauan rutin di pasar induk menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga kestabilan pasokan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Harga Cabai Jadi Perhatian Serius

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian khusus adalah cabai, yang di sejumlah daerah kerap memicu inflasi karena fluktuasi harga yang cukup tajam.

Syarwani menilai kondisi ini bisa menjadi momentum positif untuk mendorong peningkatan produksi lokal, terutama dari sektor pertanian dan masyarakat rumah tangga.

Ia mendorong petani serta warga untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber produksi cabai mandiri.

“Ini bisa jadi momentum untuk meningkatkan ekonomi petani dan juga masyarakat. Jadi kita ambil juga sisi positifnya,” ujarnya.

Upaya ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat dari sektor pertanian skala kecil.

Langkah Preventif Hadapi Potensi Inflasi

Penguatan sinergi dengan Forkopimda dinilai sebagai langkah preventif untuk menghadapi potensi inflasi daerah. Stabilitas harga pangan memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi lokal.

Selain pemantauan harga, pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan produksi pangan lokal dan penguatan distribusi.

Dengan koordinasi yang solid antara pemerintah, distributor, dan petani, stabilitas pasokan pangan di Kabupaten Bulungan diharapkan tetap terjaga dalam jangka panjang.

FAQ

1. Apa tujuan Bupati Bulungan menggandeng Forkopimda?
Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan sembako bagi masyarakat.

2. Apakah saat ini terjadi kelangkaan sembako di Bulungan?
Tidak. Pemerintah Kabupaten Bulungan memastikan hingga saat ini tidak terjadi kelangkaan bahan pokok.

3. Komoditas apa yang menjadi perhatian utama?
Cabai menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian karena sering memicu kenaikan inflasi.

4. Apa solusi yang disiapkan untuk menekan harga cabai?
Pemerintah mendorong petani dan masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk meningkatkan produksi cabai.

5. Mengapa sinergi Forkopimda penting dalam pengendalian harga?
Karena Forkopimda memiliki peran strategis dalam pengawasan distribusi, stabilitas keamanan, dan pengendalian ekonomi daerah.

Selasa, 14 April 2026

1.000 Paket Sembako Premium Dijual Rp50 Ribu, Langkah Pemprov Kalbar Tekan Harga

Pemprov Kalbar menjual 1.000 paket sembako murah Rp50 ribu di Kayong Utara melalui Gerakan Pangan Murah untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi daerah.
Pemprov Kalbar menjual 1.000 paket sembako murah Rp50 ribu di Kayong Utara melalui Gerakan Pangan Murah untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi daerah. (Gambar ilustrasi)

Kayong Utara – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menjual sebanyak 1.000 paket bahan pokok murah di Kabupaten Kayong Utara (KKU) sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi daerah.

Program ini dilaksanakan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman Masjid Agung Al-Khair Kayong Utara, Senin.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok,” ujar Ria Norsan saat membuka kegiatan tersebut.

Harga Sembako Turun Hingga Rp50 Ribu Berkat Subsidi

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menyediakan 1.000 paket bahan pokok premium yang berisi:

  • Beras 5 kilogram

  • Minyak goreng

  • Gula pasir

Awalnya, paket tersebut dijual seharga Rp90 ribu, lebih rendah dari harga normal sekitar Rp120 ribu setelah mendapatkan subsidi pemerintah.

Namun, setelah mendengar aspirasi masyarakat, harga paket kembali diturunkan menjadi Rp50 ribu per paket berkat tambahan subsidi dari Bank Kalbar.

Menurut Ria Norsan, dengan harga tersebut masyarakat hanya membayar biaya distribusi, sehingga manfaat subsidi bisa dirasakan secara langsung.

Langkah Strategis Kendalikan Inflasi Daerah

Program Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, khususnya dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tengah dinamika ekonomi.

Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga berfungsi sebagai operasi pasar, guna mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi pada periode tertentu.

Program ini dinilai penting karena stabilitas harga pangan merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga daya beli masyarakat.

Bupati Kayong Utara Sambut Baik Program GPM

Sementara itu, Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menyambut positif pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di wilayahnya.

Ia menilai program ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Menurutnya, keberlanjutan program semacam ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga,” kata Romi Wijaya.

Komitmen Pemprov Kalbar Perkuat Ketahanan Pangan

Pemprov Kalbar menegaskan akan terus menggencarkan program serupa di berbagai wilayah sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Langkah ini juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan daerah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Dengan adanya program Gerakan Pangan Murah, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus mendorong stabilitas ekonomi daerah secara berkelanjutan.

FAQ

1. Apa itu Gerakan Pangan Murah (GPM)?
Gerakan Pangan Murah adalah program pemerintah yang menyediakan bahan pokok dengan harga lebih murah melalui subsidi untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat.

2. Berapa jumlah paket sembako yang dijual di Kayong Utara?
Sebanyak 1.000 paket bahan pokok premium disediakan untuk masyarakat.

3. Apa saja isi paket sembako murah tersebut?
Isi paket terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng, dan gula pasir.

4. Berapa harga paket sembako dalam program ini?
Harga paket diturunkan menjadi Rp50 ribu per paket setelah mendapatkan tambahan subsidi.

5. Apa tujuan utama program ini?
Tujuan utamanya adalah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, menekan inflasi, dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Rabu, 18 Maret 2026

Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak Gelar Pasar Murah dan Salurkan LPG 3 Kg di Ngabang

Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.
Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.

Landak, Kalbar -- Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Landak bergerak cepat untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Lewat program pasar murah dan penyaluran LPG subsidi 3 kilogram, langkah ini jadi solusi konkret di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut digelar di halaman Masjid Agung Babul Ulum, Ngabang, pada Selasa (17/3/2026). Ratusan warga tampak antusias memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.
Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengatakan bahwa menjelang Lebaran, tren kenaikan kebutuhan masyarakat memang tak bisa dihindari. Hal ini berpotensi memicu lonjakan harga di pasaran.

“Secara hukum ekonomi, ketika permintaan tinggi, harga biasanya ikut naik. Karena itu, pemerintah hadir lewat pasar murah untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Landak menyediakan sekitar 700 paket sembako. Selain itu, berbagai komoditas lain juga dijual dengan harga terjangkau, mulai dari telur ayam, bawang merah, bawang putih, mentega, tepung terigu, hingga susu kental manis.

Tak hanya sembako, pemerintah juga menyalurkan LPG 3 kilogram bersubsidi. Program ini dijalankan bekerja sama dengan Pertamina guna memastikan ketersediaan gas bagi masyarakat, khususnya di wilayah Ngabang dan sekitarnya.

Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.
Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran akibat efisiensi fiskal dan pengurangan transfer pusat, Karolin menegaskan bahwa pengendalian harga tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Dengan kondisi yang ada, kami tetap berupaya maksimal menjaga stabilitas harga. Kami juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan,” tambahnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean panjang warga yang ingin mendapatkan LPG subsidi. Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, masyarakat diwajibkan menunjukkan KTP saat pembelian.

Sementara itu, paket sembako dijual bebas selama stok masih tersedia. Namun, untuk beberapa komoditas seperti telur ayam, pembelian dibatasi maksimal satu pak berisi 10 butir per orang.

Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.
Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag), Kepala Dinas Pertanian, serta jajaran OPD di lingkungan Pemkab Landak.

Momentum Idul Fitri, menurut Karolin, bukan hanya soal konsumsi, tetapi juga tentang memperkuat nilai kebersamaan dan ibadah. Dengan adanya pasar murah ini, diharapkan masyarakat bisa menjalani Lebaran dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.

Operasi Pasar Murah di Landak Jelang Idul Fitri Tekan Inflasi Daerah

Pemkab Landak menggelar operasi pasar murah dan penyaluran LPG subsidi untuk menekan inflasi serta menjaga stabilitas harga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pemkab Landak menggelar operasi pasar murah dan penyaluran LPG subsidi untuk menekan inflasi serta menjaga stabilitas harga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Landak – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak menggelar operasi pasar murah sekaligus penyaluran LPG bersubsidi 3 kilogram di halaman Masjid Agung Babul Ulum Ngabang, Selasa (17/3/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan inflasi daerah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari intervensi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok yang cenderung meningkat seiring naiknya permintaan masyarakat menjelang Lebaran.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengatakan bahwa tren peningkatan kebutuhan masyarakat setiap menjelang Idul Fitri berpotensi mendorong kenaikan harga di pasar.

“Menjelang Idul Fitri, keperluan dan pengeluaran masyarakat meningkat. Secara hukum ekonomi, permintaan tinggi sering diikuti kenaikan harga. Kehadiran pasar murah ini diharapkan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Landak menyediakan sekitar 700 paket sembako. Selain itu, sejumlah komoditas lain turut dijual, seperti telur ayam, bawang putih, bawang merah, mentega, tepung terigu, hingga susu kental manis.

Khusus untuk LPG 3 kilogram, pemerintah daerah bekerja sama dengan Pertamina guna memastikan ketersediaan stok, terutama bagi masyarakat di wilayah Ngabang.

Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal akibat efisiensi anggaran dan pengurangan transfer dari pemerintah pusat, Karolin menegaskan bahwa pengendalian harga tetap menjadi prioritas utama.

“Dengan segala keterbatasan, kami tetap berupaya maksimal menjaga stabilitas harga. Kami juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan,” katanya.

Ia menambahkan, momentum Idul Fitri tidak hanya dimaknai dari sisi konsumsi, tetapi juga sebagai waktu untuk memperkuat nilai ibadah dan kebersamaan keluarga.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi. Ratusan warga tampak mengantre untuk mendapatkan LPG 3 kilogram dengan menunjukkan KTP sebagai syarat pembelian agar penyaluran tepat sasaran.

Sementara itu, paket sembako dijual secara bebas selama persediaan masih tersedia. Untuk komoditas tertentu seperti telur ayam, pembelian dibatasi maksimal satu pak berisi 10 butir per orang guna menyesuaikan stok dari produsen.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag), Kepala Dinas Pertanian, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Landak.

Oleh: Tino

Selasa, 17 Maret 2026

Bupati Tanah Laut Sidak Pasar Bajuin Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Idul Fitri

Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto sidak Pasar Bajuin untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. (Gambar ilustrasi AI)
Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto sidak Pasar Bajuin untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. (Gambar ilustrasi AI)

PELaihari – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga masih terkendali di pasaran.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Senin.

Dalam kunjungan tersebut, Rahmat Trianto bersama jajaran pemerintah daerah turun langsung memantau aktivitas perdagangan serta memeriksa harga berbagai komoditas penting yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Beberapa bahan pokok yang diperiksa di antaranya beras, minyak goreng, gula, dan telur. Komoditas ini menjadi fokus pemantauan karena biasanya mengalami lonjakan permintaan menjelang Lebaran.

Menurut Rahmat, sidak tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok saat memasuki masa peningkatan konsumsi menjelang Hari Raya.

“Kita ingin memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan pokok. Dari hasil sidak hari ini, ketersediaan masih aman dan kenaikan harga masih dalam batas yang wajar,” ujar Rahmat di Pelaihari.

Selama berada di pasar, Rahmat juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pedagang. Ia menanyakan kondisi distribusi barang, pasokan dari distributor, hingga perkembangan harga yang terjadi di lapangan.

Langkah ini dilakukan agar pemerintah daerah mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi pasar sekaligus memastikan tidak ada gangguan distribusi bahan pokok.

Rahmat menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut juga telah menyiapkan langkah strategis untuk mengendalikan inflasi daerah. Salah satunya melalui pembentukan kios bahan pokok penting (bapokting).

Kios tersebut disediakan untuk menjual beberapa komoditas penting dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Menurutnya, keberadaan kios bapokting menjadi salah satu instrumen penting pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga, sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang relatif stabil.

Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Bajuin, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Namun kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas yang wajar.

Salah satunya adalah harga beras yang sebelumnya berada di kisaran Rp62.000 per sak, kini naik menjadi sekitar Rp65.000 per sak.

Meski terjadi kenaikan pada beberapa komoditas, pemerintah daerah memastikan pasokan bahan pokok di Kabupaten Tanah Laut masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Hari Raya Idul Fitri.

Rahmat juga mengingatkan para pedagang untuk tetap menjaga stabilitas harga dan tidak memanfaatkan momentum Lebaran untuk menaikkan harga secara berlebihan.

“Kami berharap para pedagang tidak memanfaatkan momen Idul Fitri untuk menaikkan harga secara tidak wajar. Mari bersama-sama menjaga kestabilan harga agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya,” kata Rahmat.

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan pasar secara berkala guna memastikan stabilitas harga serta kelancaran distribusi bahan pokok bagi masyarakat.

Pemprov Kalsel Siapkan 1.000 Paket Sembako Gratis Lewat Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Fitri 1447 H

Pemprov Kalsel menyiapkan 1.000 paket sembako gratis melalui Gerakan Pangan Murah dan bazar murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok jelang Idul Fitri 1447 H.
Pemprov Kalsel menyiapkan 1.000 paket sembako gratis melalui Gerakan Pangan Murah dan bazar murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok jelang Idul Fitri 1447 H.

BANJARMASIN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menghadirkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) serta bazar murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyiapkan 1.000 paket sembako gratis yang akan dibagikan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi warga.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, mengatakan program bazar murah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya ketika permintaan bahan pokok meningkat menjelang hari besar keagamaan.

Menurutnya, Ramadan dan Idul Fitri sering kali diikuti dengan lonjakan kebutuhan pangan dan sandang di masyarakat. Kondisi ini tidak jarang memicu kenaikan harga di pasar.

“Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Kami berharap keberkahan Ramadan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Syarifuddin di Banjarbaru, Senin.

Kolaborasi Banyak Instansi

Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini merupakan hasil kolaborasi berbagai instansi di Kalimantan Selatan. Di antaranya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak), Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan), Dinas Perdagangan (Disdag), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim), serta dukungan dari Bank Indonesia dan PT Bangun Banua.

Kolaborasi ini bertujuan memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia dengan harga yang stabil sehingga masyarakat tidak terlalu terbebani saat menghadapi peningkatan kebutuhan selama Ramadan.

Pemerintah daerah juga mengajak para produsen dan pedagang untuk mematuhi harga acuan maupun harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.

Harga Bahan Pangan Jauh Lebih Murah

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, menjelaskan bahwa kegiatan GPM rutin dilaksanakan setiap tahun, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Ia menyebut kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat di wilayah Banjarbaru, Martapura, dan sekitarnya agar dapat membeli bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Dalam bazar murah tersebut, berbagai komoditas pangan dijual dengan harga jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Beberapa di antaranya antara lain:

  • Telur itik yang biasanya dijual sekitar Rp30 ribu per kilogram, pada bazar ini hanya sekitar Rp15 ribu per kilogram

  • Ikan patin yang umumnya Rp30 ribu per kilogram, dijual sekitar Rp10 ribu per kilogram

Harga yang jauh lebih murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari selama Ramadan.

1.000 Paket Sembako Gratis Untuk Masyarakat

Selain menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, pemerintah juga membagikan 1.000 paket sembako gratis kepada masyarakat.

Paket bantuan ini merupakan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Bank Indonesia.

Dari total bantuan tersebut, sebanyak 450 paket disalurkan khusus kepada anak yatim dan penyandang tunanetra sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi warga sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Libatkan UMKM Lokal

Menariknya, kegiatan bazar murah ini juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjual berbagai produk makanan serta kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk turut mendukung para pelaku usaha kecil dengan membeli produk-produk yang mereka tawarkan.

Langkah ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan barang murah, tetapi juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Upaya Menekan Inflasi Daerah

Menurut Syamsir Rahman, kegiatan Gerakan Pangan Murah juga menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk menekan laju inflasi, khususnya pada sektor pangan.

Ia berharap program serupa dapat terus diperluas ke berbagai daerah lain di Kalimantan Selatan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat.

“Semoga upaya yang kita lakukan bersama ini dapat membantu masyarakat, menekan harga bahan pokok, serta memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Selasa, 03 Maret 2026

Gubernur Kalbar Ria Norsan Buka Pasar Murah Ramadan Tekan Inflasi Kalbar dan Harga Bahan Pokok

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Pasar Murah Kalbar Resmi Dibuka Harga Bawang dan Cabai Jadi Sorotan

Pontianak, Kalbar -- Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi membuka kegiatan Pasar Murah Ramadan di halaman Masjid Al-Muawwanah, Rabu 25 Februari 2026. 

Program ini digelar sebagai langkah konkret Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk menekan dampak kenaikan harga bahan pokok yang memicu inflasi daerah menjelang dan selama bulan suci Ramadan.

Kegiatan Pasar Murah ini menjadi strategi stabilisasi harga pangan di tengah lonjakan harga komoditas utama seperti bawang merah dan cabai. 

Dalam beberapa pekan terakhir, kenaikan signifikan pada dua komoditas tersebut turut mendorong inflasi dan berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Ria Norsan menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi kondisi ini. 

Melalui program Pasar Murah, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. 

Langkah ini diharapkan mampu menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga, terutama bagi warga berpenghasilan menengah ke bawah.

Menurutnya, Ramadan adalah momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus menjaga stabilitas ekonomi. 

Pemerintah ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan tanpa terbebani lonjakan harga.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Selain berfungsi sebagai intervensi pasar untuk menekan inflasi, Pasar Murah juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antarwarga. 

Suasana kebersamaan di tengah Ramadan diharapkan dapat memperkuat solidaritas sosial dan menciptakan rasa saling peduli.

Program ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemprov Kalimantan Barat dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan. 

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan ini secara bijak serta terus menjaga kebersamaan demi stabilitas ekonomi daerah.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Dengan adanya Pasar Murah Ramadan, diharapkan tekanan inflasi dapat terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga hingga perayaan Idulfitri mendatang.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

FAQ Seputar Pasar Murah Ramadan Kalbar

1. Apa tujuan utama Pasar Murah Ramadan ini?
Untuk menekan dampak kenaikan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.

2. Komoditas apa saja yang terdampak kenaikan harga?
Bawang merah dan cabai menjadi komoditas utama yang mengalami lonjakan harga signifikan.

3. Siapa yang dapat membeli di Pasar Murah?
Seluruh masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

4. Mengapa program ini penting saat Ramadan?
Karena kebutuhan pangan meningkat selama Ramadan, sehingga stabilitas harga menjadi prioritas.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka Pasar Murah Ramadan di Masjid Al Muawwanah untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga bawang dan cabai serta menjaga daya beli masyarakat. (Foto Humpro Prov Kalbar)

Rabu, 25 Februari 2026

Gubernur Kalbar Pangkas Harga Sembako di Melawi Warga Serbu Pasar Murah

Pasar Murah Ramadan di Melawi Harga Sembako Dipangkas Jadi Rp50 Ribu
Pemprov Kalbar dan Pemkab Melawi gelar Operasi Pasar Murah Ramadan di Melawi. Harga paket sembako dipangkas jadi Rp50 ribu untuk tekan inflasi dan jaga stabilitas harga jelang Idul Fitri. (Gambar ilustrasi AI)

Pasar Murah Ramadan di Melawi Harga Sembako Dipangkas Jadi Rp50 Ribu

MELAWI -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Kabupaten Melawi menggelar Operasi Pasar Murah di Halaman Masjid Agung Kota Juang, Kabupaten Melawi, Selasa, untuk menekan inflasi selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri. 

Kegiatan ini dipimpin langsung Gubernur Kalbar, Ria Norsan, didampingi Bupati Melawi H. Dadi Sunarya.

Langkah ini menjadi respons konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Harga Paket Sembako Turun Drastis

Suasana pasar murah semakin semarak ketika diumumkan bahwa harga paket sembako yang semula bernilai Rp120.000 dan direncanakan dijual Rp90.000, akhirnya diputuskan menjadi Rp50.000 per paket.

Keputusan tersebut diambil setelah Gubernur Ria Norsan berdiskusi dengan pihak Bank Kalbar dan Bupati Melawi, menyerap aspirasi warga yang berharap harga lebih terjangkau.

Sebanyak 1.000 paket sembako disediakan dalam kegiatan ini. Seluruh paket langsung diserbu warga usai acara pembukaan.

Kebijakan pemangkasan harga ini menjadi angin segar di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama Ramadan.

Upaya Tekan Inflasi dan Jaga Stabilitas Harga

Operasi Pasar Murah merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Ramadan dan Idul Fitri kerap memicu lonjakan harga sembako akibat tingginya permintaan.

Melalui kolaborasi antara Pemprov Kalbar dan Pemkab Melawi, pemerintah berupaya memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga tetap terkendali.

Langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Edukasi Keuangan untuk Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalbar juga mengajak masyarakat untuk mengelola keuangan secara bijak. Ia menekankan pentingnya menabung di lembaga perbankan resmi seperti Bank Kalbar demi keamanan dan kemudahan transaksi.

Edukasi ini menjadi bagian penting agar masyarakat tidak hanya terbantu secara jangka pendek, tetapi juga memiliki perencanaan keuangan yang lebih baik di masa depan.

Antusiasme dan Harapan Warga

Sejak pagi hari, warga sudah memadati lokasi pasar murah. Salah satunya Suroyati yang mengantre sejak pukul 06.00 WIB.

Ia mengaku bersyukur karena harga paket sembako akhirnya turun drastis menjadi Rp50.000.

Bagi masyarakat Melawi, kebijakan ini bukan sekadar bantuan sembako murah, melainkan bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi ekonomi warga selama bulan suci.

Dengan adanya pasar murah, masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.

FAQ Seputar Pasar Murah Ramadan Melawi

1. Di mana lokasi pasar murah digelar?
Di Halaman Masjid Agung Kota Juang, Kabupaten Melawi.

2. Berapa harga paket sembako yang dijual?
Harga akhir ditetapkan Rp50.000 per paket.

3. Berapa jumlah paket sembako yang disediakan?
Sebanyak 1.000 paket sembako.

4. Apa tujuan digelarnya operasi pasar murah ini?
Untuk menekan inflasi, menjaga stabilitas harga sembako, dan membantu masyarakat selama Ramadan.

5. Siapa yang terlibat dalam kegiatan ini?
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Melawi, serta dukungan Bank Kalbar.