Berita BorneoTribun: Iran Israel hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Iran Israel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iran Israel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Maret 2026

Perang Iran vs Israel-AS Memanas, 150 Tentara AS Terluka Tel Aviv Porak-Poranda

Perang Iran vs Israel dan AS memasuki hari ke-11. Sebanyak 150 tentara AS terluka sementara Tel Aviv mengalami kerusakan besar akibat serangan rudal dan drone Iran. (Gambar ilustrasi AI)
Perang Iran vs Israel dan AS memasuki hari ke-11. Sebanyak 150 tentara AS terluka sementara Tel Aviv mengalami kerusakan besar akibat serangan rudal dan drone Iran. (Gambar ilustrasi AI)

Iran Menggila, 150 Tentara AS Terluka, Tel Aviv Hancur Lebur dalam Perang Hari Ke-11

JAKARTA – Konflik antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat memasuki hari ke-11 pada Selasa, 11 Maret 2026. Eskalasi perang di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah serangkaian serangan balasan Iran menghantam berbagai pangkalan militer Amerika Serikat dan wilayah Israel.

Pentagon akhirnya mengakui sekitar 150 tentara Amerika Serikat mengalami luka-luka sejak konflik dimulai. Mayoritas korban mengalami cedera ringan, namun delapan personel dilaporkan mengalami luka serius.

Meski demikian, laporan militer menyebut sekitar 108 personel telah kembali bertugas, menandakan bahwa mesin militer Amerika tetap berjalan di tengah situasi konflik yang semakin kompleks.

Serangan balasan Iran dilaporkan menggunakan roket dan drone yang menargetkan berbagai pangkalan militer Amerika di Timur Tengah. Selain korban luka, sedikitnya tujuh tentara Amerika Serikat dilaporkan tewas dalam serangan yang terjadi di Kuwait dan Arab Saudi.

Awal Konflik: Operasi Epic Fury

Perang Iran vs Israel dan AS memasuki hari ke-11. Sebanyak 150 tentara AS terluka sementara Tel Aviv mengalami kerusakan besar akibat serangan rudal dan drone Iran. (Gambar ilustrasi AI)
Perang Iran vs Israel dan AS memasuki hari ke-11. Sebanyak 150 tentara AS terluka sementara Tel Aviv mengalami kerusakan besar akibat serangan rudal dan drone Iran. (Gambar ilustrasi AI)

Konflik ini bermula ketika Amerika Serikat bersama Israel meluncurkan serangan besar terhadap fasilitas nuklir serta infrastruktur militer Iran dalam operasi militer yang dikenal sebagai Operation Epic Fury.

Serangan tersebut tidak hanya menargetkan instalasi militer, tetapi juga kepemimpinan strategis Iran. Dalam gelombang awal serangan itu, pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas.

Serangan ini kemudian memicu respons keras dari Iran. Negara tersebut melancarkan serangan balasan luas ke berbagai target militer Amerika dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah laporan menyebut Iran telah menyerang puluhan pangkalan militer Amerika Serikat menggunakan kombinasi rudal balistik dan drone tempur.

Tel Aviv Porak-Poranda

Perang Iran vs Israel dan AS memasuki hari ke-11. Sebanyak 150 tentara AS terluka sementara Tel Aviv mengalami kerusakan besar akibat serangan rudal dan drone Iran. (Gambar ilustrasi AI)
Perang Iran vs Israel dan AS memasuki hari ke-11. Sebanyak 150 tentara AS terluka sementara Tel Aviv mengalami kerusakan besar akibat serangan rudal dan drone Iran. (Gambar ilustrasi AI)

Dampak konflik kini terasa tidak hanya di pangkalan militer, tetapi juga di kota-kota besar Israel.

Di Israel, sirene peringatan serangan udara kini hampir terus-menerus terdengar. Kota Tel Aviv yang selama ini dikenal sebagai pusat teknologi dan ekonomi Israel kini berubah menjadi kawasan penuh kerusakan.

Wali Kota Tel Aviv Ron Huldai dalam konferensi pers darurat pada 11 Maret 2026 menggambarkan situasi kota itu sebagai kerusakan terparah sejak berdirinya Israel.

Serangan rudal dan drone yang berhasil menembus sistem pertahanan udara menghantam distrik bisnis utama di sepanjang Jalan Ayalon, yang dikenal sebagai jantung ekonomi kota.

Gedung-gedung tinggi yang biasanya dipenuhi perusahaan teknologi kini berubah menjadi reruntuhan beton, kaca pecah, dan asap kebakaran.

Krisis Infrastruktur Kota

Selain kerusakan bangunan, Tel Aviv juga menghadapi krisis infrastruktur serius.

Pemerintah kota melaporkan sekitar 40 persen wilayah Tel Aviv mengalami pemadaman listrik. Sementara itu, pasokan air bersih di sejumlah kawasan selatan kota turut terganggu.

Sirene peringatan serangan udara masih berbunyi setiap beberapa jam, membuat upaya evakuasi dan pemulihan berjalan lambat.

Pemerintah kota akhirnya memutuskan melakukan evakuasi massal terhadap sekitar 200.000 warga. Mereka diminta meninggalkan kawasan utara kota, termasuk distrik Ramat Aviv, menuju wilayah yang dianggap lebih aman.

Kehancuran di Berbagai Titik Kota

Perang Iran vs Israel dan AS memasuki hari ke-11. Sebanyak 150 tentara AS terluka sementara Tel Aviv mengalami kerusakan besar akibat serangan rudal dan drone Iran. (Gambar ilustrasi AI)
Perang Iran vs Israel dan AS memasuki hari ke-11. Sebanyak 150 tentara AS terluka sementara Tel Aviv mengalami kerusakan besar akibat serangan rudal dan drone Iran. (Gambar ilustrasi AI)

Di beberapa titik kota, kerusakan yang terjadi digambarkan menyerupai adegan film apokaliptik.

Sebuah gedung apartemen setinggi 20 lantai di Hayarkon Street dilaporkan runtuh setelah terkena serangan langsung. Sementara itu, kawasan bisnis Sarona Market dilanda kebakaran besar karena tim pemadam mengalami kesulitan menjangkau lokasi.

Data otoritas Israel mencatat lebih dari 9.100 klaim kerusakan bangunan akibat serangan rudal yang menghantam berbagai wilayah negara tersebut selama konflik berlangsung.

Korban Sipil di Iran

Di sisi lain, dampak perang juga sangat besar di wilayah Iran.

Sejumlah laporan menyebut lebih dari 1.200 warga sipil Iran tewas akibat serangan udara yang menghantam berbagai kota. Selain itu, sekitar 12.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Serangan tersebut menghantam berbagai wilayah perkotaan dan infrastruktur penting, sehingga memperburuk situasi kemanusiaan di negara tersebut.

Potensi Krisis Energi Global

Di Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan perang ini kemungkinan dapat segera berakhir. Namun hingga hari ke-11 konflik berlangsung, belum ada tanda-tanda eskalasi akan mereda.

Para analis geopolitik memperingatkan perang ini berpotensi memicu krisis energi global, terutama jika ketegangan meningkat di Selat Hormuz, jalur vital bagi pengiriman minyak dunia.

Sejarah perang sering memperlihatkan ironi yang sama. Setiap pihak mengklaim kemenangan, sementara kota-kota di bawah langit yang sama justru merasakan kehancuran.

Di tengah dentuman rudal dan propaganda dari berbagai pihak, satu hal menjadi jelas. Konflik ini telah berkembang jauh melampaui pertarungan militer. Ia menjadi ujian besar bagi stabilitas geopolitik dunia serta harga kemanusiaan yang harus dibayar ketika perang tak lagi dapat dihindari.

Sumber Narasi: Rosadi Jamani

Selasa, 10 Maret 2026

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Iran Saat Konflik Meningkat dan Harga Minyak Naik

Mojtaba Khamenei resmi diumumkan sebagai pemimpin baru Iran di tengah perang yang terus memanas dan kenaikan harga minyak dunia akibat konflik kawasan.
Mojtaba Khamenei resmi diumumkan sebagai pemimpin baru Iran di tengah perang yang terus memanas dan kenaikan harga minyak dunia akibat konflik kawasan.

Teheran, Iran -- Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memasuki hari kesembilan dan kesepuluh dengan perkembangan besar. Salah satu peristiwa paling menonjol adalah pengumuman resmi kepemimpinan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran, di tengah konflik yang terus meluas dan berdampak pada kenaikan harga minyak di pasar global.

Mojtaba Khamenei, yang berusia 56 tahun, secara resmi diumumkan sebagai pemimpin ketiga Republik Islam Iran pada Minggu malam. Pengumuman ini tetap dilakukan meskipun sebelumnya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sempat memberikan peringatan terkait situasi konflik yang sedang berlangsung.

Media Iran International sebelumnya melaporkan pada 12 Esfand bahwa Majelis Ahli Kepemimpinan berada di bawah tekanan Islamic Revolutionary Guard Corps untuk menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pengganti ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas.

Mojtaba Khamenei resmi diumumkan sebagai pemimpin baru Iran di tengah perang yang terus memanas dan kenaikan harga minyak dunia akibat konflik kawasan.
Mojtaba Khamenei resmi diumumkan sebagai pemimpin baru Iran di tengah perang yang terus memanas dan kenaikan harga minyak dunia akibat konflik kawasan.

Di kota Isfahan, sejumlah pendukung pemerintah berkumpul di alun-alun bersejarah kota meskipun suara ledakan terdengar di sekitar wilayah tersebut. Beberapa politisi dan lembaga pemerintahan Iran kemudian mengeluarkan pernyataan dukungan terhadap pemimpin baru tersebut.

Dalam pernyataan Dewan Pertahanan Iran disebutkan bahwa mereka akan mematuhi perintah panglima tertinggi hingga titik darah terakhir. Pernyataan ini menegaskan kesetiaan institusi keamanan terhadap kepemimpinan Mojtaba Khamenei.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat hanya memberikan tanggapan singkat terkait penunjukan tersebut. Dalam wawancara dengan media Times of Israel pada Minggu malam, Donald Trump mengatakan, “Kita akan melihat apa yang akan terjadi.”

Serangan militer juga terus berlanjut pada Minggu 17 Esfand dan Senin 18 Esfand. Serangan dilaporkan terjadi di berbagai kota di Iran, sementara Republik Islam Iran juga melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan sejumlah negara di kawasan.

Di dalam negeri Iran, sejumlah warga melaporkan gangguan distribusi bahan bakar. Pesan yang dikirim warga kepada Iran International menyebutkan beberapa SPBU di wilayah Karaj, Teheran, dan sekitarnya ditutup serta mulai terjadi pembatasan penjualan bensin.

Beberapa warga menyebut SPBU Dadman dan Yadegar di Tehran ditutup pada Senin 18 Esfand karena kehabisan stok bensin. Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di kawasan Lavasan, di mana antrean kendaraan terlihat panjang di depan stasiun pengisian bahan bakar.

Warga lainnya mengatakan beberapa SPBU di wilayah timur dan timur laut Teheran mulai ditutup sejak malam 16 Esfand.

Di sisi lain, konflik juga berdampak pada wilayah negara tetangga. Pemerintah Turkey pada Senin menyatakan bahwa sistem pertahanan udara NATO berhasil menembak jatuh rudal balistik yang diluncurkan dari Iran setelah memasuki wilayah udara Turki. Ini merupakan insiden kedua selama perang berlangsung.

Pemerintah Israel juga kembali menegaskan bahwa tujuan utama perang adalah menjatuhkan pemerintahan Iran. Pernyataan tersebut memperlihatkan eskalasi politik yang semakin tajam dalam konflik tersebut.

Kekhawatiran terhadap stabilitas energi global juga meningkat. Reuters melaporkan, mengutip sumber dari pemerintah France, bahwa negara-negara anggota Group of Seven sedang mempertimbangkan rencana pelepasan cadangan darurat minyak secara bersama-sama.

Pertemuan para menteri keuangan negara G7 yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jepang, Prancis, Italia, dan Jerman dijadwalkan berlangsung pada Senin 18 Esfand untuk membahas langkah tersebut.

Di Eropa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan bahwa tidak ada alasan bagi dunia untuk bersimpati kepada pemerintah Iran. Dalam pidatonya pada pertemuan tahunan para duta besar Uni Eropa di Brussels, ia menegaskan bahwa dunia harus melihat realitas yang terjadi saat ini.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio juga menyinggung konflik tersebut dalam acara pengibaran bendera untuk memperingati Hari Sandera dan Tahanan Tidak Adil Amerika Serikat.

Ia menyatakan bahwa ketika berbicara tentang penyanderaan, tidak ada pelaku yang lebih buruk dibanding rezim ayatollah di Teheran. Rubio menambahkan bahwa para pemimpin rezim tersebut kini menjadi sasaran dan kekuatan pemerintah Iran disebut semakin melemah setiap hari.

Rubio juga menyinggung peringatan hilangnya Robert Levinson di Iran pada 9 Maret. Menurutnya, kasus tersebut mencerminkan karakter pemerintahan di Teheran.

Dalam situasi perang yang masih berlangsung, pengumuman kepemimpinan Mojtaba Khamenei dan ketidakpastian konflik terus memicu ketegangan politik global serta mendorong harga minyak dunia naik di tengah kekhawatiran pasar energi.

Jumat, 06 Maret 2026

Presiden Iran Sebut Sejumlah Negara Mulai Mediasi Konflik Iran AS Israel

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut sejumlah negara mulai melakukan mediasi di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang meningkat.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut sejumlah negara mulai melakukan mediasi di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang meningkat.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan sejumlah negara telah memulai upaya mediasi di tengah meningkatnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Pernyataan itu disampaikan saat ketegangan di kawasan Timur Tengah masih berlangsung setelah serangkaian serangan militer yang saling dibalas.

Melalui pernyataan di media sosial X pada Jumat, Pezeshkian menegaskan Iran tetap berkomitmen pada perdamaian yang berkelanjutan di kawasan. Namun, ia juga menegaskan bahwa negaranya tidak akan ragu mempertahankan martabat serta kedaulatan nasional.

Konflik terbaru ini memicu perhatian berbagai negara yang berusaha meredakan ketegangan agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas di kawasan.

Upaya Mediasi Di Tengah Ketegangan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut sejumlah negara mulai melakukan mediasi di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang meningkat.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut sejumlah negara mulai melakukan mediasi di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang meningkat.

Dalam pernyataannya, Pezeshkian mengatakan beberapa negara telah mengambil langkah diplomatik untuk menjadi penengah antara pihak-pihak yang terlibat.

Ia menekankan bahwa Iran terbuka terhadap proses mediasi yang bertujuan menghentikan eskalasi konflik. Namun, menurutnya, upaya tersebut juga harus mempertimbangkan pihak yang dianggap memicu ketegangan.

Pezeshkian menyebut bahwa mediasi seharusnya ditujukan kepada pihak yang dinilai meremehkan rakyat Iran serta memicu konflik yang terjadi saat ini.

Latar Belakang Serangan Militer

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi pada 28 Februari yang menargetkan sejumlah lokasi di Iran. Beberapa fasilitas yang menjadi sasaran dilaporkan berada di wilayah ibu kota, Teheran.

Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi militer yang menyasar beberapa lokasi strategis di negara itu.

Sebagai balasan, Iran kemudian melancarkan serangan terhadap wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.

Aksi saling serang ini memperburuk situasi keamanan regional dan meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan eskalasi konflik yang lebih besar.

Dampak Terhadap Stabilitas Kawasan

Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel menjadi perhatian serius bagi banyak negara karena berpotensi memengaruhi stabilitas Timur Tengah secara luas.

Upaya mediasi yang mulai dilakukan oleh sejumlah negara dipandang sebagai langkah penting untuk menekan risiko konflik terbuka yang lebih luas.

Sejauh ini belum ada informasi rinci mengenai negara mana saja yang terlibat dalam proses mediasi tersebut. Namun, berbagai pihak berharap jalur diplomasi dapat membantu meredakan ketegangan dan membuka ruang dialog antara pihak yang berseteru.

Gelombang Ke-22 Iran Luncurkan Serangan Baru Ke Israel Gunakan Rudal Balistik Khorramshahr 4

Iran melancarkan serangan baru terhadap Israel menggunakan rudal balistik termasuk Khorramshahr 4 dalam gelombang ke-22 Operasi Janji Sejati 4 menurut IRGC.
Iran melancarkan serangan baru terhadap Israel menggunakan rudal balistik termasuk Khorramshahr 4 dalam gelombang ke-22 Operasi Janji Sejati 4 menurut IRGC.

Iran kembali melancarkan serangan terhadap Israel dengan menggunakan berbagai jenis rudal balistik pada Jumat. Serangan tersebut diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC sebagai bagian dari operasi militer yang mereka sebut “Operasi Janji Sejati 4”.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut gelombang terbaru serangan tersebut menggunakan sejumlah besar rudal balistik, termasuk rudal super berat Khorramshahr 4. Serangan itu diklaim diarahkan langsung ke wilayah yang disebut sebagai “jantung wilayah pendudukan”.

Informasi tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi IRGC yang dikutip oleh kantor berita Tasnim.

Gelombang Baru Operasi Janji Sejati 4

Iran melancarkan serangan baru terhadap Israel menggunakan rudal balistik termasuk Khorramshahr 4 dalam gelombang ke-22 Operasi Janji Sejati 4 menurut IRGC.
Iran melancarkan serangan baru terhadap Israel menggunakan rudal balistik termasuk Khorramshahr 4 dalam gelombang ke-22 Operasi Janji Sejati 4 menurut IRGC.

IRGC menyatakan bahwa serangan terbaru ini merupakan gelombang ke-22 dari Operasi Janji Sejati 4. Operasi tersebut sebelumnya telah mencakup sejumlah serangan rudal dan drone yang diarahkan ke berbagai target di Israel.

Menurut IRGC, gelombang terbaru diluncurkan dengan intensitas tinggi menggunakan berbagai sistem rudal balistik. Salah satu yang disebut secara khusus adalah Khorramshahr 4, yang diklaim sebagai rudal balistik super berat terbaru milik Iran.

Dalam pernyataan tersebut, IRGC mengatakan rudal-rudal tersebut ditembakkan langsung menuju sasaran di wilayah Israel.

Penggunaan Rudal Khorramshahr 4

Khorramshahr 4 dikenal sebagai salah satu rudal balistik jarak jauh terbaru yang dikembangkan Iran. Rudal ini disebut memiliki daya hancur besar dan kemampuan membawa hulu ledak berat.

Pengembangan rudal tersebut sebelumnya telah diumumkan oleh Iran sebagai bagian dari program modernisasi sistem persenjataan strategis mereka. Dalam berbagai pernyataan resmi, Iran menyebut sistem ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dan pencegahan militer.

Penggunaan Khorramshahr 4 dalam serangan terbaru ini menunjukkan peningkatan skala operasi dibandingkan beberapa serangan sebelumnya.

Ketegangan Iran dan Israel Terus Meningkat

Serangan terbaru ini menambah daftar eskalasi militer antara Iran dan Israel yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Kedua pihak saling melontarkan ancaman dan melakukan operasi militer yang melibatkan serangan rudal, drone, maupun operasi udara.

Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Sejauh ini belum ada rincian resmi mengenai dampak kerusakan atau korban akibat serangan terbaru tersebut.

Peluncuran gelombang baru serangan rudal oleh Iran menandai peningkatan ketegangan dalam konflik dengan Israel. Dengan penggunaan rudal balistik berat seperti Khorramshahr 4, situasi keamanan di kawasan diperkirakan masih akan terus menjadi perhatian dunia internasional.

Iran Luncurkan Serangan Gabungan UAV Dan Rudal Kheibar Ke Target Di Tel Aviv

Iran melancarkan serangan gabungan UAV dan rudal Kheibar ke Tel Aviv dalam gelombang ke-21 Operasi True Promise 4, menurut pernyataan resmi IRGC.
Iran melancarkan serangan gabungan UAV dan rudal Kheibar ke Tel Aviv dalam gelombang ke-21 Operasi True Promise 4, menurut pernyataan resmi IRGC.

BorneoTribun, Dunia - Iran melancarkan serangan gabungan baru menggunakan kendaraan udara tak berawak (UAV) dan rudal terhadap target di Israel pada Jumat. Serangan tersebut diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai bagian dari operasi militer yang mereka sebut sebagai “True Promise 4”.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut bahwa gelombang terbaru operasi tersebut menargetkan wilayah Tel Aviv menggunakan kombinasi UAV dan rudal Kheibar. Informasi ini disampaikan melalui laporan yang dikutip kantor berita Iran, ISNA.

Serangan ini menjadi bagian dari rangkaian operasi yang terus berkembang dalam ketegangan antara Iran dan Israel yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

IRGC Umumkan Gelombang Ke-21 Operasi

IRGC menyatakan bahwa serangan terbaru ini merupakan gelombang ke-21 dalam rangkaian Operasi True Promise 4. Dalam operasi tersebut, pasukan Iran menggabungkan penggunaan drone tempur dan rudal jarak jauh untuk menyerang sasaran yang disebut berada di Tel Aviv.

Menurut pernyataan tersebut, penggunaan UAV dan rudal secara bersamaan dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas serangan serta menembus sistem pertahanan udara lawan.

Meski demikian, belum ada keterangan resmi dari pihak Israel mengenai dampak langsung dari serangan yang diklaim oleh Iran tersebut.

Penggunaan Rudal Kheibar Dalam Serangan

IRGC menyebut bahwa salah satu senjata yang digunakan dalam operasi ini adalah rudal Kheibar. Rudal tersebut dikenal sebagai bagian dari sistem persenjataan jarak menengah yang dikembangkan Iran.

Dalam beberapa laporan militer, rudal Kheibar disebut memiliki jangkauan yang cukup jauh serta dirancang untuk menembus sistem pertahanan udara modern.

Penggunaan rudal tersebut dalam operasi gabungan dengan UAV menunjukkan strategi militer Iran yang mengandalkan kombinasi serangan udara berlapis.

Ketegangan Iran–Israel Terus Meningkat

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel dalam beberapa waktu terakhir. Kedua negara sering terlibat dalam konflik tidak langsung yang melibatkan serangan siber, operasi militer terbatas, serta serangan udara di wilayah tertentu.

Situasi tersebut juga memicu kekhawatiran internasional mengenai potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Beberapa pengamat menilai bahwa penggunaan serangan gabungan seperti ini dapat meningkatkan risiko konfrontasi militer yang lebih besar jika tidak ada upaya deeskalasi dari kedua pihak.

Serangan yang diklaim oleh IRGC sebagai bagian dari gelombang terbaru Operasi True Promise 4 menandai perkembangan baru dalam dinamika konflik Iran dan Israel. Penggunaan UAV dan rudal dalam satu operasi menunjukkan peningkatan intensitas strategi militer yang digunakan.

Namun hingga kini, dampak langsung dari serangan tersebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari berbagai pihak, sementara situasi keamanan di kawasan tetap menjadi perhatian komunitas internasional.

Kamis, 05 Maret 2026

Video Mahmoud Ahmadinejad Muncul Setelah Rumor Kematian Viral di Tengah Konflik AS Israel Iran

Mahmoud Ahmadinejad Tiba Tiba Muncul di Video Setelah Isu Tewas Heboh di Media Sosial
Video terbaru yang menampilkan Mahmoud Ahmadinejad beredar luas di media sosial setelah rumor kematiannya viral di tengah konflik AS, Israel, dan Iran. Pemerintah Iran belum memberi klarifikasi resmi.

Mahmoud Ahmadinejad Tiba Tiba Muncul di Video Setelah Isu Tewas Heboh di Media Sosial

BorneoTribun, Dunia -- Rumor mengenai kematian mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, akhirnya terbantahkan setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya masih hidup beredar luas di sejumlah kanal media sosial Iran. 

Video tersebut mulai beredar di berbagai kanal Telegram Iran di tengah meningkatnya ketegangan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dalam rekaman yang beredar, Mahmoud Ahmadinejad terlihat dalam kondisi sehat. Kehadirannya di video tersebut sekaligus meredam berbagai spekulasi yang sebelumnya menyebutkan bahwa mantan pemimpin Iran itu telah meninggal dunia.

Isu Kematian Ahmadinejad Beredar di Media Sosial

Spekulasi mengenai kematian Mahmoud Ahmadinejad mulai muncul sejak awal meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. 

Sejumlah akun media sosial menyebarkan kabar yang belum terverifikasi bahwa mantan presiden Iran tersebut menjadi korban dalam situasi konflik yang memanas.

Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan memicu berbagai reaksi dari publik, terutama karena Mahmoud Ahmadinejad dikenal sebagai salah satu tokoh politik Iran yang kontroversial dan berpengaruh di tingkat internasional.

Namun hingga saat ini, tidak ada bukti resmi yang menguatkan kabar tersebut.

Video Kemunculan Ahmadinejad Jadi Bukti Ia Masih Hidup

Video yang kini beredar memperlihatkan Mahmoud Ahmadinejad tampil di depan kamera. Meski begitu, belum ada kepastian mengenai kapan dan di mana rekaman tersebut dibuat.

Beberapa kanal Telegram yang berbasis di Iran menjadi pihak pertama yang menyebarkan video tersebut sebelum kemudian menyebar luas ke berbagai platform digital lainnya.

Kemunculan video ini secara praktis membantah rumor kematian yang sempat berkembang selama beberapa hari terakhir.

Pemerintah Iran Belum Berikan Pernyataan Resmi

Meski video tersebut telah viral, pemerintah Iran hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait rumor kematian Ahmadinejad yang sempat beredar.

Ketiadaan klarifikasi resmi membuat spekulasi masih terus berkembang di kalangan publik dan pengamat politik Timur Tengah. Namun banyak pihak menilai video terbaru itu cukup kuat untuk menunjukkan bahwa Mahmoud Ahmadinejad masih dalam keadaan hidup.

Ahmadinejad dan Pengaruhnya di Politik Iran

Mahmoud Ahmadinejad dikenal luas sebagai Presiden Iran periode 2005 hingga 2013. Selama masa kepemimpinannya, ia sering menjadi sorotan dunia karena sikap politiknya yang keras terhadap Barat dan kebijakan nuklir Iran.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden, Mahmoud Ahmadinejad tetap aktif dalam berbagai aktivitas politik dan kerap menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah Iran.

Kemunculan kembali dirinya dalam video terbaru ini pun kembali menarik perhatian publik internasional, terutama di tengah situasi geopolitik yang sedang memanas di kawasan Timur Tengah.

Dampak Rumor di Era Informasi Digital

Kasus rumor kematian Mahmoud Ahmadinejad menunjukkan bagaimana informasi yang belum terverifikasi dapat dengan cepat menyebar di era media sosial.

Tanpa konfirmasi resmi, kabar semacam ini dapat memicu kepanikan, spekulasi politik, hingga disinformasi yang meluas.

Karena itu, banyak analis media menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkan kabar yang berkaitan dengan tokoh publik dan isu geopolitik sensitif.

FAQ

Apakah Mahmoud Ahmadinejad benar meninggal dunia?

Tidak. Video terbaru yang beredar di sejumlah kanal media sosial menunjukkan bahwa Mahmoud Ahmadinejad masih hidup.

Dari mana rumor kematian Ahmadinejad berasal?

Rumor tersebut muncul di media sosial sejak meningkatnya ketegangan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Kapan video Ahmadinejad direkam?

Belum ada informasi resmi mengenai waktu dan lokasi perekaman video tersebut.

Apakah pemerintah Iran sudah memberikan klarifikasi?

Hingga saat ini pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait rumor kematian Ahmadinejad.